cover
Contact Name
Alfian Qomaruddin
Contact Email
alfian@trunojoyo.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
rekayasa@trunojoyo.ac.id
Editorial Address
Universitas Trunojoyo Madura Jl. Raya Telang - Kamal, Bangkalan Kode Pos 69162
Location
Kab. bangkalan,
Jawa timur
INDONESIA
REKAYASA
ISSN : 02169495     EISSN : 25025325     DOI : https://doi.org/10.21107/rekayasa
This journal encompasses original research articles, review articles, and short communications, including: Science and Technology, In the the next year publication, Rekayasa will publish in two times issues: April and Oktober.
Arjuna Subject : -
Articles 504 Documents
Analisis Produktivitas Produksi Jamur Kancing (Agaricus bisporus) dengan Metode Objective Matrix (OMAX) Asminah, Asminah; Mu’tamar, Mohammad Fuad Fauzul; Purwandari, Umi
Rekayasa Vol 8, No 1: April 2015
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (173.279 KB) | DOI: 10.21107/rekayasa.v8i1.5351

Abstract

Jamur kancing (Agaricus bisporus) merupakan suatu tanaman yang saat ini sangat berkembang dan juga semakin pesat di Indonesia, oleh karena itu perlu dilakukan pengukuran produktivitasnya. Produktivitas adalah perbandingan output terhadap input.tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh hasil pengukuran produktivitas produksi jamur kancing dengan metode OMAX serta usulan perbaikan produktivitas di PT. XXX. Semakin tinggi skor produktivitas yang dicapai maka semakin baik pula produktivitas yang dicapai perusahaan.Langkah-langkah pengukuran OMAX terdiri dari penetapan kriteria,perhitungan rasio performance, penentuan skor 10, penentuan skor 3, penentuan nilai skor 0, penentuan produktivitas realistis, penentuan skor, bobot, nilai, dan penentuan indeks produktivitas. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa produktivitas untuk masing-masing kriteria mengalami fluktuasi. Produktivitas terbaik yaitu kriteria bahan baku pada bulan Oktober dengan skor 5. Usulan perbaikan produktivitas dilakukan pada bulan November yang merupakan bulan selanjutnya dari periode yang diukur. Kata kunci : Jamur kancing (Agaricus bisporus), produktivitas, metode OMAX. Productivity Analysis of Cultivated Mushroom Production (Agaricus bisporus) with the Objective Matrix (OMAX) MethodAbstrakChampignon (Agaricus bisporus) production is a rapidly growing industry in Indonesia. This study aims to measure the productivity of champignon production using OMAX and to propose an improvement in productivity at PT XXX. The higher the score productivity achieved the better the productivity achieved by the company. The measures consist of the establishment of OMAX measurement criteria,  ratio calculation performance, the determination of the value of a score of 0,3, and 10. The determination of realistic productivity, scoring, weight, value, and the determination of productivity index. The results showed that the productivity of each criterion fluctuated. The highest productivity was in October with a score of 5, for raw material criteria. It was proposed to improve productivity in November.Keywords: Champignon mushrooms (Agaricus bisporus), productivity, OMAX method.
STUDI PENDUGAAN STATUS PECEMARAN AIR DENGAN PLANKTON DI PANTAI KABUPATEN BANYUWANGI JAWA TIMUR Kurniawan, Andi
Rekayasa Vol 6, No 2: Oktober 2013
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (265.896 KB) | DOI: 10.21107/rekayasa.v6i2.2094

Abstract

Perairan pantai Kabupaten Banyuwangi merupakan salah satu daerah dengan aktifitas pemukiman dan industri yang semakin padat. Hal ini menyebabkan semakin banyaknya limbah yang masuk ke perairan pantai Kabupaten Banyuwangi. Peningkatan limbah inilah yang dikawatirkan akan merusak perairan pantai Kabupaten Banyuwangi. Plankton adalah organisme perairan yang hidupnya tergantung kondisi perairan. Beberapa jenis plankton bisa bertahan di perairan yang tercemar dimana jenis plankton lain tidak bisa hidup. Sehingga kita bisa menggunakan keragaman jenis dan kepadatan plankton sebagai bioindikator pencemaran air. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui status pencemaran air di perairan pantai kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur dengan menggunakan plankton sebagai bioindikator pencemaran. Penelitian ini dilakukan pada waktu musim kemarau pada tahun 2004. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai index diversitas shannon di lokasi penelitan adalah 0.60796, 1.17653, 2.25307, 0.54356. Hal ini berarti di perairan pantai di Kabupaten Banyuwangi terjadi pencemaran air tingkat sedang sampai pencemaran air tingkat berat.
Identifikasi Kadar dan Pengaruh Sifat Kimia Tanah terhadap Metabolit Sekunder Kunyit (Curcuma domestiva Val.) di Bangkalan Sholehah, Diana Nurus; Amrullah, Arief; Badami, Kaswan
Rekayasa Vol 9, No 1: April 2016
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (254.752 KB) | DOI: 10.21107/rekayasa.v9i1.3336

Abstract

Usulan Model Pengembangan Pariwisata Pantai di Kaki Jembatan Suramadu Utami, Issa Dyah
Rekayasa Vol 2, No 1: April 2009
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (904.395 KB) | DOI: 10.21107/rekayasa.v2i1.2195

Abstract

Suramadu  bridge that  connect between Java Island  with Madura Island  will open opportunity for  Regency  ofBangkalan becomes industrial location of region tourism at East Java: Rongkang beach was one of tourism region at Bangkalan that its positzon  close to Suramadu Bridge. At thzs time tourism area at Rongktlng Beach stills wasn't maximal. To it in observational it was made by model optimal  utmost of  many_ industrial park  management alternatives Rongkang's  Beaches with dynamic system  approaching.  This research proposes  two area  developmental  scenarios Rongkang's  Beach tourzsm. Devefopmental   scenario I of the Beach tourism area Rongkang by nature bY utilizes and pet  beach region authenticity and its vicinity. Scenario II. tourism area Development Rongkang' s Beach by undertaking deve1opment in many region, which is by building umpteen interesting modefor tourism.The result of thzs research was pomt out that scenario II are the best. areas developmental modelling ofRongkang's Beach tourism more reasonable and more advantaKes to be compared with Its I. Scenario I inaicate that the cashflow is Rp. 28. 397. 088. 000,- wzth payback  period    0,352149  years.  Meanwhile  cashflow   of scenario  zs Rp.  667.  942.1.000,- with payoack period  0,149713 years.Key word: Tourism, dynamic system, investment
Radial Basis Function Neural Network sebagai Pengklasifikasi Citra Cacat Pengelasan Rinanto, Noorman; Wahyudi, Mohammad Thoriq; Khumaidi, Agus
Rekayasa Vol 11, No 2: Oktober 2018
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (937.111 KB) | DOI: 10.21107/rekayasa.v11i2.4418

Abstract

Tingginya resiko kesalahan manusia dalam inspeksi visual untuk cacat pengelasan yang masih mengandalkan kemampuan manusia sulit untuk dihindari. Oleh sebab itu, penelitian ini mengusulkan sebuah klasifikasi cacat las visual dengan menggunakan algoritma Radial Basis Function Neural Network (RBFNN). Masukan RBFNN berupa citra las yang terdiri dari 5 (lima) kelas cacat las visual dan 1 (satu) kelas citra las normal. Citra las tersebut diproses terlebih dahulu menggunakan metode ekstraksi fitur Fast Fourier Transform (FFT) dan Descreate Cosine Transform (DCT). Hasil kedua metode ekstraksi fitur tersebut kemudian akan saling dibandingkan untuk mengetahui kinerja RBFNN. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem dengan metode FFT-RBFNN dapat menggolongkan citra cacat las dengan akurasi sebesar 91.67% dan DCT-RBFNN sekitar 83.33% dengan jumlah neuron hidden layer sebanyak 15 dan parameter spread adalah 4.Kata Kunci: Radial Basis Function Neural Network (RBFNN), FFT, DCT, cacat las, klasifikasi.Radial Basis Function Neural Network as a Weld Defect Classifiers ABSTRACTThe high risk of human error in visual inspection of welding defects that still rely on human capabilities is difficult to avoid. Therefore, this study proposes a classification of visual welding defects using the Radial Base Function Neural Network (RBFNN) algorithm. The RBFNN input is in the form of a welding image consisting of 5 (five) visual welding defect classes and 1 (one) normal welding image class. The weld image is processed first using the Fast Fourier Transform (FFT) and Descreate Cosine Transform (DCT) feature extraction methods. The results of these two feature extraction methods will be compared to find out the RBFNN performance. The test results show that the system with FFT-RBFNN method can classify the image of weld defects with an accuracy of 91.67% and DCT-RBFNN around 83.33% with the number of hidden layer neurons as much as 15 and the parameters of spread are 4.Keywords: Radial Basis Function Neural Network (RBFNN), FFT, DCT, weld defect, classification.
PENGARUH JEDA-ISTIRAHAT TERHADAP PERFORMANSI PADA PEKERJAAN PENGOLAHAN KATA (WORD PROCESSING) MENGGUNAKAN KOMPUTER Umami, Mahrus Khoirul
Rekayasa Vol 4, No 1: April 2011
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (155.649 KB) | DOI: 10.21107/rekayasa.v4i1.2320

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian istirahat tambahan terhadap performansi pekerja pada pengolahan kata menggunakan komputer. Performansi dihitung berdasarkan banyak kata yang diketik dengan benar per menit. Penelitian melibatkan 10 orang subjek yang ditugasi melakukan pengetikan ulang artikel ilmiah dengan menggunakan MS Office Word 2003 dengan sistem operasi Windows XP Professional. Jadwal yang diujikan adalah: 5–60, yaitu 5 menit istirahat setelah 60 menit kerja; 15–120, yaitu 15 menit istirahat setelah 120 menit kerja; dan 0–240, yaitu bekerja secara terus-menerus selama 4 jam (240 menit) tanpa istirahat. Lama waktu kerja sesungguhnya yang dijalani oleh subjek adalah 4 jam (240 menit). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan performansi yang signifikan pada ketiga jadwal yang diuji. Jadwal 5–60 memberikan penurunan paling kecil diantara kedua jadwal yang lain. Perbedaan performansi antara jadwal 5–60 dan kedua jadwal lainnya signifikan, sedangkan antara jadwal 15–120 dan 0–240 tidak signifikan. Dari hasil penelitian ini saran yang dapat diberikan adalah agar pekerja pada pengolahan kata dengan komputer dapat lebih sering mengambil istirahat di luar istirahat terstruktur yang sudah ditentukan perusahaan/organisasi. Dalam hal ini, istirahat bukan diartikan sebagai tidak melakukan suatu aktivitas kerja, tetapi meninggalkan aktivitas di depan komputer untuk melakukan aktivitas kerja yang lain. Kata kunci: performansi, pengolahan kata, istirahat. AbstractThe aim of this study is to determine the effect of an additional break on workers' performance on word processing task using computers. Performance is calculated on the basis of many words per minute typed correctly. The study involved 10 subjects assigned to retype scientific articles using MS Office Word 2003 with Windows XP Professional operating system. Schedules tested were: 5–60,5 minutes break after 60 minutes of work; 15–120, which is 15 minutes break after 120 minutes of work, and 0–240, which is working continuously for 4 hours (240 minutes) without a break . The actual length of work time undertaken by the subjects was 4 hours (240 minutes). The results showed that there is significant difference in performance on all three schedules tested. Schedule 5–60 gives the smallest decline among the two other schedules. Performance difference between 50–60 schedule and other schedules is significant, while the performance diference between 15–120 and 0–240 schedules is not significant. From the results of this study, workers on the processing of words with a computer were suggested to take more frequent breaks outside a structured break predetermined by company/ organization. In this case, the break does not mean not doing any works, but left the activity at the computer to perform other works. Keywords: performance, word processing, break.
Model Jaringan Transportasi Laut Angkutan Gas Alam Cair untuk Pembangkit Listik di Indonesia Bagian Timur Yunianto, Irwan Tri; Ardhi, Eka Wahyu; Anggraini, Desy
Rekayasa Vol 13, No 1: April 2020
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (844 KB) | DOI: 10.21107/rekayasa.v13i1.5930

Abstract

Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang berada pada rata rata 5,8% per tahun tidak hanya berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat secara umum tetapi juga peningkatan kebutuhan tenaga listrik. PT PLN (Persero) telah mengantisipasi peningkatan permintaan tenaga listrik dengan membuat rencana pengembangan pembangkit listrik. Studi ini bertujuan untuk menentukan model transportasi terpadu angkutan gas alam cair (Liquid Natural Gas (LNG)) untuk pembangkit di Kawasan Timur Indonesia. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode optimasi untuk mendapatkan tipe kapal yang sesuai pada rute terpilih yang memberikan biaya satuan minimum. Hasil optimasi menunjukkan bahwa distribusi gas alam cair ke pembangkit listrik di Indonesia bagian timur adalah dengan suplai langsung dari Kilang Tangguh ke pembangkit listrik di Sorong dengan unit biaya sebesar Rp230.000/m³, 6 pembangkit listrik disuplai melalui Hub Ambon dengan biaya satuan sebesar Rp280.000/ m³, 7 pembangkit listrik disuplai melalui Hub Ternate dengan unit biaya satuan terendah adalah tujuan Tidore sebesar Rp230.000/ m³ dan 5 sisanya akan disuplai melalui Hub Manokwari dengan biaya satuan terendah adalah tujuan Biak sebesar Rp340.000/ m³.
SISTEM PENGUKURAN KINERJA PRODI DENGAN METODE INTEGRATED PERFORMANCE MEASUREMENT SYSTEMS (IPMS) DAN MULTI-ATTRIBUTE UTILITY THEORY (MAUT) (STUDI KASUS: PRODI TEKNIK INFORMATIKA UTM) Rachman, Fika Hastarita; Satoto, Budi Dwi
Rekayasa Vol 5, No 2: Oktober 2012
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (403.689 KB) | DOI: 10.21107/rekayasa.v5i2.2133

Abstract

Peningkatan kualitas pendidikan merupakan tolok ukur Perguruan Tinggi, sehingga perlu mengambil langkah-langkah prioritas dalam menyelesaikan permasalahan dan  meningkatkan kinerjanya. Peningkatan kinerja digunakan untuk penilaian akreditasi dan evaluasi diri institusi yang dilakukan terhadap Perguruan Tinggi. Sehingga penelitian ini akan melakukan pengukuran kinerja Program Studi (Prodi) dengan merancang sistem pengukuran kinerja (SPK) yang terintegrasi dengan metode IPMS (Integrated Performance Measurement Systems) dan MAUT (Multi-Attribute Utility Theory). Dengan metode IPMS, Key Performance Indicators (KPI). Prodi ditentukan berdasarkan stakeholder requirement dan identifikasi KPI yang dikelompokkan dalam  kriteria kinerja prodi yang terdiri: kurikulum, mahasiswa, finansial, SDM, administrasi akademik, proses pembelajaran, alumni, evaluasi dan pengendalian, serta external party. Dalam penelitian ini terdapat 9 kriteria umum dan 38 sub kriteria, untuk hasil pembobotan bobot terbesar adalah kriteria kurikulum yaitu 0.223 dan bobot yang terkecil adalah kriteria masyarakat yaitu 0.042. Untuk kriteria umum yang memperoleh bobot terbesar adalah kriteria kurikulum sebesar 0.223 dan bobot yang terkecil adalah kriteria masyarakat sebesar 0.042. Ini memberikan keterangan bahwa kriteria kurikulum lebih penting daripada kriteria-kriteria lainnya sedangkan tingkah kepentingan yang paling rendah adalah kriteria masyarakat. Dalam hasil akhir evaluasi kinerja program studi beberapa KPI yang sudah mencapai target yang diinginkan oleh program studi. Rata-rata scoring system dari KPI adalah 81.53% ini memberikan keterangan bahwa kinerja Program Studi Teknik Informatika Trunojoyo secara keseluruhan kinerjanya sudah baik, dengan skor terbesar adalah diatas 100%.
Implementasi Metode Feature Extraction pada Klasifikasi Kualitas Daun Tembakau Madura Wibisono, Kunto Aji; Ibadillah, Achmad Fiqhi
Rekayasa Vol 10, No 2: Oktober 2017
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (746.397 KB) | DOI: 10.21107/rekayasa.v10i2.3607

Abstract

Madura merupakan salah satu daerah penghasil tembakau di Indonseia. Tembakau Madura  merupakan jenis komoditi perkebunan yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Sebagian besar tembakau madura diserap oleh pabrik rokok sebagai bahan baku utama rokok maupun sebagai racikan atau campuran kretek. Secara umum tembakau Madura sendiri dibagi menjadi tiga bagian: tembakau gunung, tembakau tegal, dan tembakau sawah. Jenis tembakau gunung adalah yang paling diburu oleh pabrik rokok, meski produktivitasnya terbilang sangat rendah dibanding tembakau sawah. Terdapat banyak jenis  varietas tembakau gunung yang ditanam petani di Madura, namun  yang memiliki karakteristik khas adalah tembaku Prancak – 95. Hal ini disebabkan  Aroma tembakau Prancak-95 Madura tidak bisa ditiru oleh jenis varietas tembaku lain di Indonesia. Hal lain yang membedakan yaitu terjadi karena kontur atau struktur tanah Madura yang memang khas, yang merupakan kelebihan dari tembakau Madura.Pada penelitian ini didesain sebuah sistem gradding untuk mendeteksi kualitas tembakau Prancak – 95 madura. Deteksi kualitas daun tembakau ini didasarkan pada dua ekstraksi fitur yaitu tekstur dan aromatik. Berdasarkan kedua fitur tersebut nantinya akan diklasifikasikan dengan menggunakan standard kualifikasi SNI. Sehingga  level akurasi deteksi kualitas daun tembakau Madura menjadi lebih optimalKata Kunci: Image extraction, Sensor Gas, Tembakau Madura.Implementation of Feature Image Extraction on Quality Classification of Maduraness TobaccoABSTRACTMadura is one of the tobacco producing areas in Indonesian. Madura tobacco is a type of plantation commodity that has high economic value. Most tobacco Madura is absorbed by cigarette manufacturers as the main raw material of cigarettes as well as as a concoction or clove mixture. In general Madura tobacco itself is divided into three parts: mountain tobacco, tobacco tegal, and tobacco sawah. Types of mountain tobacco are the most hunted by cigarette manufacturers, although the productivity is very low compared to tobacco. There are many types of varieties of mountain tobacco grown by farmers in Madura, but which has a distinctive characteristic is the Prancak-95 tobacco. This is because the Prancak-95 Madura tobacco aroma cannot be imitated by other types of copious varieties in Indonesia. Another thing that distinguishes that occurs due to the contour or structure of Madura land that is typical, which is the advantage of Madura tobacco. In this study designed a grading system to detect the quality of Prancak tobacco - 95 madura. The tobacco leaf quality detection is based on two feature extractions, namely texture and aromatics. Based on these two features will be classified using SNI qualification standards. So that the accuracy level of Madura tobacco leaf quality detection becomes more optimalKeywords: Image extraction, Gas Sensor, Maduraness Tobacco 
Rancangan dan Kinerja Teknis Mesin Parut Singkong Tipe Silinder Bertenaga Motor Bakar Aman, Wilson Palelingan; Darma, Darma; Roreng, Mathelda K.; Sardi, Sardi
Rekayasa Vol 12, No 1: April 2019
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (413.41 KB) | DOI: 10.21107/rekayasa.v12i1.5101

Abstract

Pemarutan merupakan salah satu tahapan penting dalam proses pengolahan tapioka. Untuk meningkatkan kapasitas produksi diperlukan mesin pemarut bertenaga motor. Bagian penting mesin pemarut singkong tipe silinder yang dapat mempengaruhi kinerja mesin adalah diameter gigi parut. Tujuan penelitian ini adalah merancang dan menguji kinerja mesin pemarut singkong tipe silinder dengan parameter pengamatan diameter gigi parut. Tahapan penelitian terdiri atas perancangan dan analisis fungsional mesin parut singkong. Perlakuan yang digunakan dalam penelitian ini adalah penggunaan 3 ukuran diameter gigi parut yang berbeda: 1,5 mm, 2 mm dan 3 mm. Sedangkan parameter penelitian adalah kapasitas efektif, rendemen pati dan rendemen pati dalam ampas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan gigi parut berdiameter 1,5 mm menghasilkan kapasitas efektif dan rendemen pati tertinggi tertinggi dengan rendemen pati dalam ampas paling rendah. Kapasitas efektif tertinggi yang dihasilkan adalah sebesar 448,24 kg/jam dengan rendemen pati 46,67%. Sementara pati dalam ampas sebesar 10,73%. Penggunaan gigi parut dengan diameter yang lebih besar, menghasilkan kapasitas dan rendemen pati yang lebih rendah. Kata Kunci: Mesin Parut, Singkong, Diameter Gigi, Kinerja Design and Performance Analysis Cassava Grating Machine Cylinder-Type Powered by Combustion Engine                                 ABSTRACTThe grating is one of the important stages in processing tapioca. To increase production capacity, a grating machine powered by the engine is needed. The important part of cassava grating machine that can affect the engine performance is the diameter of grater teeth. The purpose of this study was to design and test the performance of cylindrical type cassava grater machines with the observed parameters of the diameter of the grater teeth. The stages of the study consisted of the design and then the functional analysis of cassava grating machines. The treatment used in this study was the use of 3 different sizes of grated tooth diameters: 1.5 mm, 2 mm and 3 mm. While the research parameters are effective capacity, starch yield, and yield of starch in the pulp. The results showed that the using of a 1.5 mm diameter solution produced the highest effective capacity and highest yield of starch with the lowest yield of starch in the pulp. The highest effective capacity produced was 448.24 kg/hour with a starch yield of 46.67%. While starch in pulp is 10.73%. The use of grater teeth with a larger diameter results in lower starch capacity and yield. Keywords: Grating Machine, Cassava, Teeth Diameter, Performance