cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Rekayasa Sipil dan Desain
Published by Universitas Lampung
ISSN : 23030011     EISSN : 27150690     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 545 Documents
Analisis Potensi Kerentanan dan Risiko Bencana di Wilayah Kabupaten Tanggamus Melianita, Revi; Putra, Andius Dasa; Syah, Aminudin
Jurnal Rekayasa Sipil dan Desain (JRSDD) Vol. 9 No. 3 (2021): Edisi September 2021
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jrsdd.v9i3.1896

Abstract

Tanggamus merupakan salah satu Kabupaten di Provinsi Lampung yang memiliki banyak wilayah berpotensi tinggi terhadap terjadinya bencana alam seperti gempa bumi, tsunami, tanah longsor, banjir dan bahaya gunung api, baik yang disebabkan oleh fenomena geologi maupun oleh iklim. Kejadian bencana alam seringkali menimbulkan korban jiwa dan kerugian material yang besar sehingga perlu dilakukan kajian pengurangan risiko terhadap bencana. Dalam penelitian ini dilakukan delineasi wilayah-wilayah yang memiliki tingkat ancaman, kerentanan, kapasitas dan resiko bencana alam seperti tanah longsor, banjir dan gempa bumi yang dibagi menjadi 3 klasifikasi kelas yaitu rendah, sedang dan tinggi. Hasil analisis yang diperoleh dari delineasi pembuatan peta risiko bencana tanah longsor menunjukkan bahwa wilayah yang termasuk dalam klasifikasi kelas rendah seluas 187.364,82 ha, kelas sedang 71.454,95 ha dan kelas tinggi 26.726,24 ha, untuk bencana banjir kelas rendah 220.592,08 ha, kelas sedang 34.404,94 ha dan kelas tinggi 30.548,99 ha serta gempa bumi kelas rendah 92.341,21 ha, kelas sedang 112.376,12 ha dan kelas tinggi 80.828,67 ha. Wilayah yang memiliki tingkat ancaman bencana tinggi, perlu diantisipasi dan diminimalkan risiko akibat bencana, sehingga perencanaan dan penyusunan pembangunan tata ruang serta wilayah sangat diperhitungkan terutama daerah dengan tingkat kerentanan yang tinggi terhadap bencana. Kata kunci : Ancaman, Kerentanan, Kapasitas dan Risiko Bencana.
Analisis Dampak Terminal Bayangan Terhadap Kinerja Lalu Lintas di Bundaran Tugu Radin Intan Rajabasa Ruas Jalan Soekarno Hatta - Natar Heriadi, Riyan; Herianto, Dwi; Sulistyorini, Rahayu
Jurnal Rekayasa Sipil dan Desain (JRSDD) Vol. 9 No. 3 (2021): Edisi September 2021
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jrsdd.v9i3.1900

Abstract

The impact of the shadow terminal has caused the congestion and the unrest for road users. This is due to side obstructions caused by pedestrians, buses, cars, and other transportation waiting and picking up passengers around the road, resulting in buildup around the shadow terminal. As a result of the accumulation around the shadow terminal, it caused traffic jams on the Soekarno Hatta - Natar road. In connection with the above problems, it is necessary to study the impact of the shadow terminal on the Soekarno Hatta - Natar road section which can then be compared with the performance of the Soekarno Hatta - Natar road in the absence of a shadow terminal, in order to find out how much traffic performance changes on Soekarno Hatta road - Natar due to the shadow terminal. Thus, this study aims to determine the performance of the Soekarno Hatta - Natar road when there is a shadow terminal and when there is no shadow terminal. The results of this study indicate that there is a change in the value of the side friction in the condition of the shadow terminal on Monday with an event weight of 314 events with a side drag in the absence of a shadow terminal of 213 events. The difference in the value of the side friction will result in a decrease in the value of road capacity, degree of saturation and level of road services. Key words : Road Performance, Side Obstructions, Degree of Saturation, Capacity, Level of Service.
Potensi dan Nilai Indeks Kerawanan Bencana Alam di Kabupaten Lampung Selatan Sari, Fitri Indah; Putra, Andius D.; Syah, Aminudin
Jurnal Rekayasa Sipil dan Desain (JRSDD) Vol. 9 No. 3 (2021): Edisi September 2021
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jrsdd.v9i3.1904

Abstract

Pemetaan risiko bencana gempa bumi, banjir dan tsunami disusun dengan mengklasifikasikan tingkat ancaman, kerentanan dan kapasitas dalam menghadapi bencana menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG). Parameter pemetaan ancaman gempa bumi didasarkan dari kepadatan penduduk dan letak sesar atau patahan. Pemetaan ancaman banjir menggunakan parameter daerah aliran sungai dan data kejadian bencana. Sedangkan ancaman bencana tsunami menggunakan beberapa parameter yaitu, jarak dari pusat gempa, kelerengan topografi, jarak dari sungai, keterlindungn lahan, morfologi garis pantai dan keberadaan pulau penghalang. Penentuan parameter, klasifikasi dan pembobotan indeks kerentanan dan kapasitas mengacu pada Peraturan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana No. 2 Tahun 2012. Kabupaten Lampung Selatan tidak memiliki risiko tinggi terhadap bencana gempa bumi, Kecamatan yang memiliki tingkat risiko tinggi terhadap bencana banjir adalah Way Sulan, Candiuro, Katibung, Sidomulyo, Palas dan Sragi. Sedangkan Kecamatan yang memiliki risiko tinggi terhada bencana tsunami adalah Katibung, Sidomulyo, Kalianda, Rajabasa, Bakauheni, Ketapang dan Sragi.
Analisis Nilai Indeks Kerawanan Bencana Kabupaten Lampung Barat H, Nabila; Putra, Andius D; Syah, Aminudin
Jurnal Rekayasa Sipil dan Desain (JRSDD) Vol. 9 No. 3 (2021): Edisi September 2021
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jrsdd.v9i3.1905

Abstract

Lampung Barat merupakan suatu kawasan atau wilayah yang memiliki potensi bencana alam yang cukup besar. Berdasarkan data yang diperoleh dari BPBD Provinsi Lampung diketahui bahwa Kabupaten Lampung Barat merupakan wilayah dengan jumlah kejadian bencana terbanyak. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan potensi ancaman, kerentanan, dan risiko bencana alam. Data penelitian ini diperoleh dari kuesioner, Dinas Kesehatan, BPBD, dan BPS Kabupaten Lampung Barat. Berdasarkan pengolahan data yang telah dilakukan, maka tingkat ancaman gempa bumi yang diperoleh termasuk dalam kriteria kelas rendah (58,94%), sedang (21,54%), dan tinggi (19,5%). Tingkat ancaman longsor dalam kriteria kelas rendah (57,09%), sedang (19,79%), dan tinggi (21,52%). Tingkat ancaman banjir yang termasuk dalam kriteria kelas rendah adalah (7,76%), sedang (12,29%), dan tinggi (19,18%). Sedangkan tingkat risiko bencana gempa yang termasuk dalam kriteria kelas rendah adalah (11,7%), sedang (54,2%), dan tinggi (29%). Tingkat risiko longsor termasuk dalam kelas rendah (11%), sedang (38%), dan tinggi (35%). Tingkat risiko banjir termasuk dalam kriteria kelas rendah (34%), sedang (42%), dan tinggi (15%). Disimpulkan bahwa Kabupaten Lampung Barat perlu meningkatkan kualitas infrastruktur dan pemeliharaan dari potensi risiko bencana.
Analisis Indeks Risiko dan Potensi Kebencanaan (Studi untuk Wilayah Kabupaten Lampung Tengah) Pangestu, Halsa Dinar; Putra, Andius Dasa; Syah, Aminudin
Jurnal Rekayasa Sipil dan Desain (JRSDD) Vol. 9 No. 3 (2021): Edisi September 2021
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jrsdd.v9i3.1906

Abstract

AbstrakKabupaten Lampung tengah merupakan salah satu daerah yang rawan terhadap bencana alam. Hal ini sesuai pada data Indeks Rawan Bencana Indonesia (IRBI) yang dikeluarkan BNPB tahun 2018 sebesar 131,20. Sehingga menuntut suatu alternatif penanganan yang dapat mengurangi kerugian di masa yang akan datang, maka dilakukan pemetaan daerah risiko bencana untuk memberikan informasi lokasi-lokasi yang memiliki risiko terjadi bencana.Penentuan parameter, klasifikasi dan pembobotan indeks ancaman, kerentanan dan kapasitas mengacu pada Peraturan Kepala BNPB No. 2 Tahun 2012 tentang pedoman umum pengkajian risiko bencana yang dimodifikasi sesuai situasi dan kondisi wilayah penelitian.Berdasarkan hasil pemetaan risiko bencana diklasifikasikan menjadi 3 (tiga) kelas, yaitu: tinggi, sedang dan rendah. Kecamatan yang memiliki tingkat risiko tinggi terhadap bencana gempa bumi, kekeringan dan banjir yaitu kecamatan Terbanggi Besar, Gunung Sugih, Bandar Mataram, Kota Gajah, Trimurjo, Selagai Lingga, Kalirejo, Seputih Mataram, Bumi Nabung, dan Seputih Surabaya. Berdasarkan hasil kajian tersebut diketahui bahwa daerah dengan tingkat risiko tinggi terhadap bencana gempa bumi, kekeringan, dan banjir perlu diatur di dalam rencana pola tata ruang Kabupaten Lampung Tengah untuk menghasilkan penggunaan ruang yang efisien dan meminimalkan risiko bencana.Ini adalah bagian Kata kunci : Ancaman, Kerentanan, Kapasitas, Risiko.
Analisis Solusi Kemacetan pada Simpang Sebidang Kereta Api Jalan Urip Sumoharjo Hutapea, Raditya Eros Witantra; Herianto, Dwi; Siregar, Amril Ma'ruf
Jurnal Rekayasa Sipil dan Desain (JRSDD) Vol. 9 No. 3 (2021): Edisi September 2021
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jrsdd.v9i3.1913

Abstract

The high frequency of the Babaranjang train track causes congestion problems on the Urip Sumoharjo road which is caused by road closures when the train passes. The impact of the closure caused long queues of vehicles to block Padjajaran and Kimaja roads. In this study, it discusses the causes of congestion in the vehicle movement that is not smooth, especially on the Simpang Urip Sumoharjo road. Then compare the road capacity and the degree of saturation of the Urip Sumoharjo road under normal conditions and the conditions when the Babaranjang train passes, and analyze the structural concept to overcome congestion at the Urip Sumoharjo crossing.Analyze the comparison between Flyover and Underpass using the Scoring Zero One method. The results of the analysis show that to overcome congestion on Jalan Urip Sumoharjo it is more effective to build an underpass with a score of 60% while the flyover building gets a score of 40%. With the cross-normal degree of saturation, the result is 0.711. As for the results of saturation after the train passed the result was 1.56. And the calculation results show that the existence of an underpass can reduce congestion on Jalan Urip Sumoharjo by 45.58%.Keywords: Railroad latch, Degree of Saturation, Scoring Zero One method
Analisis Perbandingan Kedalaman Gerusan Lokal (Local Souring) Di Hilir Bangunan Pelimpah (Ogee and Stepped Spillway) Dengan Model Fisik 2D Saputra, Eko Adi; Wahono, Endro Prasetyo; Zakaria, Ahmad
Jurnal Rekayasa Sipil dan Desain (JRSDD) Vol. 9 No. 3 (2021): Edisi September 2021
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jrsdd.v9i3.1914

Abstract

AbstrakSpillway atau disebut dengan bangunan pelimpah merupakan bangunan air yang memiliki fungsi untuk mengalirkan debit banjir yang masuk ke dalam waduk. Dalam perencanaan suatu bangunan air diperlukan penelitian terdahulu mengenai masalah penggerusan lokal (Local Scouring) yang terjadi akibat adanya kecepatan air dan turbulensi yang melampaui daya tahan dari dasar saluran pada bagian hilir bangunan. Dari analisis hidrolika penelitian ini menggunakan desain bangunan pelimpah Ogee and Stepped dengan model fisik 2-D dan sedimen yang digunakan adalah pasir dengan diameter seragam yaitu 1,8 mm atau lolos ayakan no. 16. Penelitian ini menunjukkan 5 kali pengamatan pola gerusan lokal di hilir bendung pada setiap percobaan selama 25 menit. Pengamatan gerusan meliputi besarnya debit dan kedalaman gerusan maksimum yang terjadi pada hilir bendung. Pada bangunan pelimpah Ogee Spillway gerusan maksimum (dsmax) terjadi pada ketinggian di hulu (H0) 3 cm sebesar 0,097 m dengan Lds sebesar 0,17 m dari hilir pelimpah. Pada bangunan pelimpah Stepped Spillway gerusan maksimum (dsmax) terjadi pada ketinggian di hulu (H0) 3 cm sebesar 0,125 m dengan Lds sebesar 0,09 m dari hilir pelimpah. Hal ini menunjukkan bahwa semakin besar debit aliran, maka semakin besar kedalaman gerusan yang terjadi.  Kata kunci : Pelimpah Ogee and Stepped Spillway, Gerusan Lokal, Sedimen.
The effect of El Nino and La nina on the rain data of Lampung Barat Regency, Lampung Province Hartantio, Fajar; Zakaria, Ahmad; Kusumastuti, Dyah
Jurnal Rekayasa Sipil dan Desain (JRSDD) Vol. 9 No. 3 (2021): Edisi September 2021
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jrsdd.v9i3.1926

Abstract

The purpose of this research to analyze and determine dominant impact area due to the effect of El Nino and La Nina on 6 rainfall station in west Lampung Regency, Lampung Province. This study also compred between Fast Fourier Transform (FFT) methods, and Lomb Periodogram methods. This study using rainfall data from 1998 to 2019 taken from Balai Besar Wilayah Sungai Mesuji – Sekampung (BBWSMS). According on comparison result, it is known that both methods indicate that Air Hitam Rainfall Station experience the effect of El Nino and La Nina more dominantly than the others, with the looping period of 3,9165 years from Lomb Periodogram method and 3,7381 years from (FFT) Method. It is also known that Lomb Periodogram Method has a better accuracy than (FFT) method. This is because Lomb Periodogram can read the length of data more accurately than Fast Fourier Transform (FFT) method.  Keywords: El Nino, La Nina, rain station, rainfall, Fast Fourier Transform, Lomb Periodogram
Perbandingan Analisis Data Curah Hujan yang Hilang di Daerah Lampung Barat dengan Menggunakan Metode Normal Ratio, Rata-Rata Aljabar, Inversed Square Distance, dan Modified Method Gultom, Winda Maria Rebecca; Zakaria, Ahmad; Kusumastuti, Dyah Indriana
Jurnal Rekayasa Sipil dan Desain (JRSDD) Vol. 9 No. 3 (2021): Edisi September 2021
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jrsdd.v9i3.1927

Abstract

Curah hujan merupakan data yang sangat penting untuk memprediksi kondisi suatu daerah sebagai awal dari perencanaan pembangunan. Namun ada kalanya alat pencatat hujan pada stasiun tertentu rusak sehingga data hujan tidak tercatat atau disebut hilang. Dalam penelitian ini, saya mencoba menganalisis data curah hujan di lampung barat dengan menggunakan metode rata-rata aljabar, normal ratio, inversed square distance, serta metode modifikasi. Setelah saya teliti ternyata didapatkan bahwa metode modifikasi inversed square distance yang saya buat mendapatkan hasil yang paling baik. Nilai korelasi metode tersebut termasuk dalam kategori cukup baik. Kata kunci : Data Hujan Hilang, Curah Hujan, Lampung Barat, Metode Rata-Rata Aljabar, Metode Normal Ratio, Metode Inversed Square Distance, Metode Modifikasi
Pengaruh Suhu Pemeraman terhadap Kinerja Fly Ash untuk Tanah Lempung Lunak Auli, Septriza; Putra, Andius Dasa; Syah, Aminudin; Iswan, Iswan
Jurnal Rekayasa Sipil dan Desain (JRSDD) Vol. 9 No. 3 (2021): Edisi September 2021
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jrsdd.v9i3.1953

Abstract

One of the construction problems that is often encountered in the world, including Indonesia, is the construction of highways carried out on soft soil subgrade. In general, the improvement of soft subgrade is carried out with special modifications or handling, one of which is by stabilization so the subgrade can be used based on the standards. The use of fly ash as a stabilization material is considered an effective option because of its economical price and the elements in it have the ability to harden and increase strength when reacting with water. This study aims to find out the improvement of soft soil quality that has been mixed with several variations of fly ash seen from parameters such as Atterberg Limits and CBR. By reviewing the highest temperature conditions that ever happened in Indonesia based on Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG) and relating it with temperature conditions in the field, the study also reviewed the influence of high temperatures of 40°C on these parameters. The results are a decrease in the maximum dry density and an increase in the optimum moisture content. In addition, the value of the Atterberg Limit decreased significantly. The largest CBR value is shown in the addition rate of fly ash by 10% with a 7-day curing time at a temperature >40°C.Keywords: soft soil, soil stabilization, fly ash, high curing temperature, CBR

Filter by Year

2013 2024


Filter By Issues
All Issue Vol. 12 No. 1 (2024): Edisi Maret 2024 Vol. 11 No. 4 (2023): Edisi Desember 2023 Vol. 11 No. 3 (2023): Edisi September 2023 Vol. 11 No. 2 (2023): Edisi Juni 2023 Vol. 11 No. 1 (2023): Edisi Maret 2023 Vol. 10 No. 4 (2022): Edisi Desember 2022 Vol. 10 No. 3 (2022): Edisi September 2022 Vol. 10 No. 2 (2022): Edisi Juni 2022 Vol. 10 No. 1 (2022): Edisi Maret 2022 Vol. 9 No. 4 (2021): Edisi Desember 2021 Vol. 9 No. 3 (2021): Edisi September 2021 Vol. 9 No. 2 (2021): Edisi Juni 2021 Vol. 9 No. 1 (2021): Edisi Maret 2021 Vol. 8 No. 4 (2020): Edisi Desember 2020 Vol. 8 No. 3 (2020): Edisi September 2020 Vol. 8 No. 2 (2020): Edisi Juni 2020 Vol. 8 No. 1 (2020): Edisi Maret 2020 Vol. 7 No. 4 (2019): Edisi Desember 2019 Vol. 7 No. 3 (2019): Edisi September 2019 Vol. 7 No. 2 (2019): Edisi Juni 2019 Vol. 7 No. 1 (2019): Edisi Maret 2019 Vol. 6 No. 4 (2018): Edisi Desember 2018 Vol. 6 No. 3 (2018): Edisi September 2018 Vol. 6 No. 2 (2018): Edisi Juni 2018 Vol. 6 No. 1 (2018): Edisi Maret 2018 Vol. 5 No. 4 (2017): Edisi Desember 2017 Vol. 5 No. 3 (2017): Edisi September 2017 Vol. 5 No. 2 (2017): Edisi Juni 2017 Vol. 5 No. 1 (2017): Edisi Maret 2017 Vol. 4 No. 4 (2016): Edisi Desember 2016 Vol. 4 No. 3 (2016): Edisi September 2016 Vol. 4 No. 2 (2016): Edisi Juni 2016 Vol. 4 No. 1 (2016): Edisi Maret 2016 Vol. 3 No. 3 (2015): Edisi September 2015 Vol. 3 No. 2 (2015): Edisi Juni 2015 Vol. 3 No. 1 (2015): Edisi Maret 2015 Vol. 1 No. 1 (2013): Edisi Maret 2013 More Issue