cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Rekayasa Sipil dan Desain
Published by Universitas Lampung
ISSN : 23030011     EISSN : 27150690     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 840 Documents
Evaluasi Struktur Jalan Rel Kereta Api pada Fasilitas Perawatan Angkutan Batu Bara Wilayah DIVRE IV TNK Yulisna Anggi; Iswan Iswan; Fikri Alami
Jurnal Rekayasa Sipil dan Desain Vol 8, No 3 (2020): Edisi September 2020
Publisher : Jurnal Rekayasa Sipil dan Desain

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Untuk mengetahui kondisi struktur jalan rel yang telah dibangun pada STA 28+221,52 sampai dengan STA 30+269,80 di stasiun rejosari kecamatan Natar, Lampung Selatan. Tujuan penelitian ini adalah mengevaluasi desain exsisting struktur jalan rel kereta api baik dari segi dimensi ataupun mutu bahan menggunakan software FEA (Finite Element Analysis) yaitu aplikasi SAP 2000 dan Plaxis versi 8.6. Dari hasil pembahasan didapatkan evaluasi struktur jalan rel pada STA 28+221,52 sampai dengan STA 30+269,80 80% memenuhi standar peraturan yang ada secara mutu bahan material. Didapatkan nilai faktor keamanan yaitu pada STA 29+575 sebesar 0,856. Pada STA 30+125 sebesar 1,047, pada STA 30+250 sebesar 1,198. Nilai ini tidak memenuhi syarat kestabilan tanah yaitu faktor keamanan > 1,25 sehingga dilakukan analisis berikutnya menggunakan desain turap yang dipasang pada kelongsoran tanah yang terjadi. STA 29+575 sebesar 1,971, STA 30+125 sebesar 1,454, STA 30+250 sebesar 1,471 yang artinya peningkatan faktor keamanan terjadi sebesar 20% dan memenuhi syarat kestabilitasan tanah. Kemudian pada analisa SAP 2000 dilakukan pada bantalan beton untuk mengetahui keretakan pada bantalan yang terjadi. Dari hasil analisis yang dilakukan didapat : bantalan beton tidak retak jika diberikan jacking force sebesar 74 kN.
Analisis Desain Geometrik Fly Over Pramuka - Indra Bangsawan Muhammad Ridho Utomo; Sasana Putra; Aleksander Purba
Jurnal Rekayasa Sipil dan Desain Vol 8, No 1 (2020): Edisi Maret 2020
Publisher : Jurnal Rekayasa Sipil dan Desain

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

As the capital city of Lampung Province, traffic density in Bandar Lampung City cannot be avoided. Due to the density of existing traffic flow, transportation facilities need to be improved. Transportation facilities improve can be done with many examples of traffic engineering, like make an intersections, roundabout, underpasses, flyovers, etc.  In the Pramuka traffic area, the government took the decision to make a fly over. The construction of fly over Pramuka – Indra Bangsawan impressed not pay attention to the applicable geometric standard of urban roads, so it needs to be evaluated to find out the safe speed to cross on it. The research method is by first searching for the ideal radius length after that searching for the ideal arch length which will be compared with the existing arch length.  The result, a safe passing speed when crossing the fly over is 18 km / h (full circle) and 16 km / h (spiral-spiral), and at the cross over fly over is 12 km / h (full circle) and 8 km / h (spiral-spiral). Speed requirements for urban road plans are 30 - 50 km / h, so it can be concluded that the construction of fly-over pramuka - indra bangsawan has not met the applicable urban road planning standards.
Perbandingan antara Campuran Pasir Baik dengan Pasir Buruk pada Perbaikan Tanah Dasar Jalan Terhadap Daya Dukung Setelah Dilakukan dan Tidak Dilakukannya Swelling Potential Ditinjau Terhadap Tebal Perkerasan Jalan Taufiq Qurrahman; Iswan Iswan; Rahayu Sulistyiorini
Jurnal Rekayasa Sipil dan Desain Vol 9, No 2 (2021): Edisi Juni 2021
Publisher : Jurnal Rekayasa Sipil dan Desain

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Swelling of clay soil has an impact on building construction. The problem that occurs in Marga Kaya Village, in the rainy season the soil is mushy and the carrying capacity becomes low so that the road is bumpy and the road body decreases. This study uses good sand stabilization material and bad sand with a mixture variation of 5%, 10% and 15% This study aims to find out the thick decrease in road pavement from each addition of mixed variations. Cbr results unsoaked and soaked maximum good sand occurs in a mixture of sand 15% with a value of 14.2% and 3.2%. The thickness of pavement on CBR unsoaked and soaked sand is well efficient on a mixture of sand 15% with a thickness of D1 = 2.25 cm, D2 = 20 cm and D3 = 10 cm, and soaked D1 = 8.75 cm, D2 = 20 cm and D3 = 10cm. Cbr unsoaked and soaked maximum value of bad sand occurs in 15% sand mixture with values of 13.9% and 2.6%. Thickness of pavement on CBR unsoaked and soaked bad sand maximum on the sand mixture 15% with thickness D1 = 2.5 cm, D2 = 20 cm and D3 = 10 cm, and soaked with thickness D1 = 9.25 cm, D2 = 20 cm and D3 = 10 cm. The value of swelling decreased from 11.4% to 5.7% and 8% in the addition of sand 15%.
Studi Numerik Perkuatan Balok Beton Bertulang dengan Mengkombinasikan Penggunaan GFRP dan Wire Mesh pada Beton Mutu Normal Nadia Agustina; Mohd. Isneini; Fikri Alami
Jurnal Rekayasa Sipil dan Desain Vol 8, No 2 (2020): Edisi Juni 2020
Publisher : Jurnal Rekayasa Sipil dan Desain

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada penelitian ini meneliti dua jenis balok yaitu balok beton bertulang normal tanpa perkuatan yang dijadikan balok kontrol (BN) dan balok beton bertulang dengan perkuatan lentur kombinasi GFRP dan Wire mesh (GGWW). Dalam memodelkan beton dan GFRP dideskripsikan sebagai elemen solid, kemudian untuk model baja tulangan dan wire mesh sebagai elemen truss dan model epoksi sebagai elemen cohesive. Interaksi yang diberikan pada hubungan antara baja tulangan dan beton serta hubungan antara epoksi dan wire mesh menggunakan teknik interaksi embedded region kemudian pada hubungan lapisan perkuatan dan lapisan epoksi menggunakan teknik interaksi tie constraint. Berdasarkan input beban maksimum hasil eksperimental, perbedaan persentase lendutan pada model balok BN sebesar 0,79% antara model numerik dan eksperimental kemudian pada model balok GGWW adalah sebesar 31,5%. Pola retak pada model balok BN numerik dan eksperimental menunjukkan tipe retak lentur keseluruhan dan pada model balok GGWW terjadi kegagalan lekatan antara serat beton dan perkuatan (debonding). Kata kunci : perkuatan, lendutan, regangan, debonding.
Perbaikan tanah dasar jalan dengan substitusi material pasir terhadap kemampuan daya dukung tanah dengan uji tekan pemadatan modifikasi (modified proctor) Julian Fahlefi; Iswan Iswan; Muhammad Karami
Jurnal Rekayasa Sipil dan Desain Vol 8, No 4 (2020): Edisi Desember 2020
Publisher : Jurnal Rekayasa Sipil dan Desain

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanah lempung dengan plastisitas tinggi, kohesifitas yang besar berakibat fluktuasi kembang susut yang relatif besar. Hal ini yang menyebabkan kondisi jalan yang dibangun diatas tanah lempung mengalami kerusakan. Oleh karena itu dalam penelitian ini dilakukan perbaikan tanah dengan cara memperbaiki gradasinya yaitu mencampur tanah asli dengan pasir. Sampel tanah yang digunakan pada penelitian ini berasal dari Ruas Jalan R.A.Basyid, Kecamatan Jati Agung, Lampung Selatan pada STA 3+100 dengan variasi pasir 0%, 5%, 10% dan 15 % dari berat tanah. Pengujian pada penelitian ini adalah pengujian CBR dari efek pegembangan tanah, lalu dilakukan perhitungan tebal perkerasan dengan metode analisa komponen SKBI 2.3.26.1987 dan metode manual desain perkerasan jalan 2017. Pada penelitian inisampel tanah yang digunakan termasuk kelompok A-7-6(tanah yang buruk). Setelah penambahan variasi pasir, batas plastis tanah tersebut meningkat sedangkan batas cair dan indeks plastisitas menurun, hal ini mengakibatkan pengembangan tanah terjadi penurunan pada 15% pasir yaitu dari 0,62% menjadi 0,17%, sedangkan nilai CBR mengalami peningkatan yang signifikan pada pasir 15% yaitu dari 2,6% menjadi 26,0%. Dengan hal ini pada perhitungan dengan metode analisis komponen SKBI 2.3.26.1987 tebal lapis menjadi lebih tipis, pada 0% pasir yaitu tebal D1=7,5 cm, D2=25 cm dan D3=44 cm, sedangkan pada 15% pasir tebal D1=5 cm, D2=17 cm dan D3 tidak digunakan. Perhitungan dengan menggunakan metode manual desain perkerasan jalan 2017 pada variasi pasir 5%, 10%, dan 15% tidak perlu perbaikan jalan karena nilai CBR ≥6.
Effect of Delay due to U-Turn on Pangeran Antasari Road (Case Study U-Turn Near Ganesha Operation) Yovi Dwiana; Sasana Putra; Rahayu Sulistyorini
Jurnal Rekayasa Sipil dan Desain Vol 8, No 4 (2020): Edisi Desember 2020
Publisher : Jurnal Rekayasa Sipil dan Desain

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pangeran Antasari road is an urban road with 2-ways 4-lanes type (using median). In this median was found U-turn facility near of Ganesha Operation. Based on preliminary observations at the study location (Pangeran Antasari Road), it was seen there vehicles that could’t make a smooth U-Turn movement and other vehicles that were obstructed when passing through this facility, especially during peak hours when traffic volume was high.The objevtives of this study is to know the effect of U-Turn on delays in Pangeran Antasari road, which is near of Ganesha Operation. The method used is Gap Acceptance. It was to determine the value of vehicle travel time that is affected by U-Turn movement vehicles, namely the gap time and follow-up time.Based on the data analysis carried out at the U-Turn near of Ganesha Operation, it can be concluded that the effect of delay is due to the average time of gap accepted and follow-up time. The average time value of gap accepted was 3.64 seconds and 4.35 seconds in the morning and 9.59 seconds and 8.78 seconds in the afternoon. The average follow-up time of the vehicle is 12.72 seconds to 18.2 seconds in the morning and 14.01 seconds to 17.87 seconds in the afternoon.
Evaluasi Kinerja Struktur Bangunan Tinggi dengan Analisis Pushover Menggunakan Aplikasi Pemodelan Struktur (Studi Kasus: The Venetian Tower) Kabul Budi Asmara; Mohd. Isneini; Chatarina Niken D.W.S.B.U
Jurnal Rekayasa Sipil dan Desain Vol 9, No 1 (2021): Edisi Maret 2021
Publisher : Jurnal Rekayasa Sipil dan Desain

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The Venetian Tower is one of the apartments with a height of 116.7 m that belongs to the categoryof risk II. To maintain the safety of its residents, the building must provide optimal performance.Pushover analysis is one of the methods used to analyze earthquake loads to determine thebehavior of building collapses. The aims of research to determine the level of structuralperformance, collapse patterns, and capacity of beams and columns.Based on the results of pushover analysis, obtained the value of the roof displacement 629.178 mmin the x direction and 759.87 mm in the y direction. The structure of Venetian Tower is at theperformance level of Immediate Occupancy, if the earthquake occurred on the scale of MMI VIIIor 6 S.R. The ductility level of the building structure is partial ductile, where the value of ductileratio is 1.0778 in the x direction and 1.2131 in the y direction. The collapse mechanism of thestructure indicates the mechanism of strong column weak beam, where the plastic hinges occurs inthe beam first.The beams reviewed using SNI 2847:2019 are safe against shear forces but not safe againstbending moments and torque. The cross-section of the columns reviewed meets the requirementsof style, geometry, and reinforcement ratio in accordance with SNI 2847:2019.
Analisis Pengaruh Pembagian SUB-DAS Terhadap Debit Puncak dengan Menggunakan Software HEC-HMS Widya Aristiani; Dyah Indriana Kusumastuti; Dwi Joko Winarno; Endro Prasetyo Wahono
Jurnal Rekayasa Sipil dan Desain Vol 9, No 4 (2021): Edisi Desember 2021
Publisher : Jurnal Rekayasa Sipil dan Desain

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sungai Way Besai yang terletak pada kecamatan Sumberjaya, kabupaten Lampung Barat memiliki DAS yang cukup besar sehingga DAS tersebut dapat dibagi dalam beberapa Sub-DAS. Pembagian jumlah Sub-DAS di sungai Way Besai dilakukan untuk mengetahui apakah terjadi perbedaan nilai debit puncak pada saat dilakukan perhitungan debit puncak pada beberapa jumlah sub-DAS yang berbeda. Model HEC-HMS merupakan model hidrologi numerik yang dikembangkan oleh Hidrologic Engineering Center (HEC) dari US Army Corps Of Engineers. Pada penelitian ini dilakukan 3 pembagian sub-DAS yaitu pembagian 5 sub-DAS, 11 sub-DAS, dan 25sub-DAS. Metode yang dilakukan pada software HEC-HMS yaitu metode user gage weighting untuk perhitungan precipitation, metode SCS curve number untuk perhitungan volume runoff, metode SCS unit hydrograph untuk perhitungan direct runoff, metode constant monthly untuk perhitungan baseflow, dan metode muskingum untuk perhitungan routing. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa semakin banyak jumlah pembagian sub-DAS semakin besar nilai debit puncak yang dihasilkan.
Testing of Cbr Subgrade Laboratory Laboratory Using Test Modification Testing Conditions Celestia Lisdayanti; Setyanto Setyanto; Ofik Taufik Purwadi
Jurnal Rekayasa Sipil dan Desain Vol 8, No 1 (2020): Edisi Maret 2020
Publisher : Jurnal Rekayasa Sipil dan Desain

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In the implementation of building construction, the main thing to consider is soil material. Based on that assumptions, soil has a role as a construction material and as a placement of construction.. Therefore, one of the examination processes to discover the soil bearing capacity is California Bearing Ratio (CBR) testing. Compaction in the testing has been done within heavy vehicle pressure on field with the amounts; 2.7 MPa,7 MPa, and 8.4 MPa and the soil sample is from Tirtayasa Area, Sukabumi, Bandar Lampung.The result testing in laboratory had been showed that the soils were classified into A-2-7 soil group that was silty sand type. CBR value without soaking process within modified proctor was 9% and for soaking condition soil was 4.2%. Modified laboratory CBR values of without-soaking condition every pressure were 5.5%, 9.4%, and 9.9%, whereas for the soaking condition were 0.77%, 2.6.5, and 3.3%. In conclusion, the values of CBR are increase as the additions of the pressure given.keywords:heavyvehicle, modifiedpressure’s tool, modified CBR laboratorytest.   
Analisis Indeks Risiko dan Potensi Kebencanaan (Studi untuk Wilayah Kabupaten Lampung Tengah) Halsa Dinar Pangestu; Andius Dasa Putra; Aminudin Syah
Jurnal Rekayasa Sipil dan Desain Vol 9, No 3 (2021): Edisi September 2021
Publisher : Jurnal Rekayasa Sipil dan Desain

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakKabupaten Lampung tengah merupakan salah satu daerah yang rawan terhadap bencana alam. Hal ini sesuai pada data Indeks Rawan Bencana Indonesia (IRBI) yang dikeluarkan BNPB tahun 2018 sebesar 131,20. Sehingga menuntut suatu alternatif penanganan yang dapat mengurangi kerugian di masa yang akan datang, maka dilakukan pemetaan daerah risiko bencana untuk memberikan informasi lokasi-lokasi yang memiliki risiko terjadi bencana.Penentuan parameter, klasifikasi dan pembobotan indeks ancaman, kerentanan dan kapasitas mengacu pada Peraturan Kepala BNPB No. 2 Tahun 2012 tentang pedoman umum pengkajian risiko bencana yang dimodifikasi sesuai situasi dan kondisi wilayah penelitian.Berdasarkan hasil pemetaan risiko bencana diklasifikasikan menjadi 3 (tiga) kelas, yaitu: tinggi, sedang dan rendah. Kecamatan yang memiliki tingkat risiko tinggi terhadap bencana gempa bumi, kekeringan dan banjir yaitu kecamatan Terbanggi Besar, Gunung Sugih, Bandar Mataram, Kota Gajah, Trimurjo, Selagai Lingga, Kalirejo, Seputih Mataram, Bumi Nabung, dan Seputih Surabaya. Berdasarkan hasil kajian tersebut diketahui bahwa daerah dengan tingkat risiko tinggi terhadap bencana gempa bumi, kekeringan, dan banjir perlu diatur di dalam rencana pola tata ruang Kabupaten Lampung Tengah untuk menghasilkan penggunaan ruang yang efisien dan meminimalkan risiko bencana.Ini adalah bagian Kata kunci : Ancaman, Kerentanan, Kapasitas, Risiko.

Filter by Year

2013 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 12, No 1 (2024): Edisi Maret 2024 Vol. 12 No. 1 (2024): Edisi Maret 2024 Vol. 11 No. 4 (2023): Edisi Desember 2023 Vol 11, No 4 (2023): Edisi Desember 2023 Vol. 11 No. 3 (2023): Edisi September 2023 Vol 11, No 3 (2023): Edisi September 2023 Vol. 11 No. 2 (2023): Edisi Juni 2023 Vol 11, No 2 (2023): Edisi Juni 2023 Vol 11, No 1 (2023): Edisi Maret 2023 Vol. 11 No. 1 (2023): Edisi Maret 2023 Vol. 10 No. 4 (2022): Edisi Desember 2022 Vol. 10 No. 3 (2022): Edisi September 2022 Vol. 10 No. 2 (2022): Edisi Juni 2022 Vol 10, No 2 (2022): Edisi Juni 2022 Vol. 10 No. 1 (2022): Edisi Maret 2022 Vol 10, No 1 (2022): Edisi Maret 2022 Vol. 9 No. 4 (2021): Edisi Desember 2021 Vol 9, No 4 (2021): Edisi Desember 2021 Vol. 9 No. 3 (2021): Edisi September 2021 Vol 9, No 3 (2021): Edisi September 2021 Vol. 9 No. 2 (2021): Edisi Juni 2021 Vol 9, No 2 (2021): Edisi Juni 2021 Vol 9, No 1 (2021): Edisi Maret 2021 Vol. 9 No. 1 (2021): Edisi Maret 2021 Vol. 8 No. 4 (2020): Edisi Desember 2020 Vol 8, No 4 (2020): Edisi Desember 2020 Vol. 8 No. 3 (2020): Edisi September 2020 Vol 8, No 3 (2020): Edisi September 2020 Vol. 8 No. 2 (2020): Edisi Juni 2020 Vol 8, No 2 (2020): Edisi Juni 2020 Vol 8, No 1 (2020): Edisi Maret 2020 Vol. 8 No. 1 (2020): Edisi Maret 2020 Vol 7, No 4 (2019): Edisi Desember 2019 Vol. 7 No. 4 (2019): Edisi Desember 2019 Vol 7, No 3 (2019): Edisi September 2019 Vol 7, No 2 (2019): Edisi Juni 2019 Vol 7, No 1 (2019): Edisi Maret 2019 Vol 6, No 4 (2018): Edisi Desember 2018 Vol 6, No 3 (2018): Edisi September 2018 Vol 6, No 2 (2018): Edisi Juni 2018 Vol 6, No 2 (2018): Edisi Juni 2018 Vol 6, No 1 (2018): Edisi Maret 2018 Vol 6, No 1 (2018): Edisi Maret 2018 Vol 5, No 4 (2017): Edisi Desember 2017 Vol 5, No 3 (2017): Edisi September 2017 Vol 5, No 3 (2017): Edisi September 2017 Vol 5, No 2 (2017): Edisi Juni 2017 Vol 5, No 1 (2017): Edisi Maret 2017 Vol 5, No 1 (2017): Edisi Maret 2017 Vol 4, No 4 (2016): Edisi Desember 2016 Vol 4, No 3 (2016): Edisi September 2016 Vol 4, No 2 (2016): Edisi Juni 2016 Vol 4, No 2 (2016): Edisi Juni 2016 Vol 4, No 1 (2016): Edisi Maret 2016 Vol 3, No 3 (2015): Edisi September 2015 Vol 3, No 2 (2015): Edisi Juni 2015 Vol 3, No 1 (2015): Edisi Maret 2015 Vol 3, No 1 (2015): Edisi Maret 2015 Vol 1, No 1 (2013): Edisi Maret 2013 More Issue