cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Riset Industri
ISSN : 19785852     EISSN : 25807366     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Journal of Industrial Research is a periodic scientific media to publish the results of research, study, review, and scientific review of industrial areas that have never been published that is not in the process of evaluating and has been approved by the others (if any) published three times a year on each April, August, and December and accredited by LIPI Number: 490 / AU2 / P2MI-LIPI / 08/2012 for three years.
Arjuna Subject : -
Articles 312 Documents
ARANG AKTIF SERBUK GERGAJI SEBAGAI BAHAN PENGISI UNTUK PEMBUATAN KOMPON BAN LUAR KENDARAAN BERMOTOR Prasetya, Hari Adi
Jurnal Riset Industri Vol 6, No 2 (2012): Minimalisasi dan Pemanfaatan Limbah
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Industri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (9135.713 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan ukuran partikel arang aktif serbuk gergaji sebagai bahan pengisi dan waktu vulkanisasi yang tepat dalam pembuatan kompon ban luar kendaraan bermotor roda dua. Variasi ukuran partikel arang serbuk gergaji adalah 40-60 nm, 80-100 nm, 400 mesh   dan variasi   waktu vulkanisasi 20 menit dan 30 menit. Ukuran partikel arang serbuk gergaji sebagai bahan pengisi dan waktu vulkanisasi berpengaruh nyata  terhadap sifat fisik kompon karet, yaitu tegangan putus, kekerasan, ketahanan kikis, ketahanan usang untuk perubahan tegangan putus, namun tidak berpengaruh nyata terhadap ketahanan usang, untuk perubahan kekerasan kompon karet perlakuan terbaik adalah kombinasi perlakuan F2W, (ukuran partikel arang serbuk gergaji 80-100 nm dan waktu vulkanisasi 20 menit) memenuhi spesifikasi pasaran dengan karakteristik kompon karet meliputi, tegangan putus 142 kg/cm2, kekerasan 58 Shore A, ketahanan kikis 236 DIN mm3, ketahanan usang untuk kekerasan 58 ShoreA, dan tegangan putus 234 kq/cm2. Kata kunci  : Arang serbuk gergaji, bahan pengisi, waktu vulkanisasi
PENGARUH SUHU PEMBAKARAN TERHADAP KUAT TERMAL, FISIS DAN KIMIA DARI SISTEM ALUMINA-LEMPUNG - (K, Na) FELSPAR Sulistarihani, Nanik; ., Hernawan
Jurnal Riset Industri Vol 2, No 2 (2008):
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Industri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3802.009 KB)

Abstract

Telah   dilakukan    penelitian    pengaruh    suhu  pembakaran terhadap   sifat  termal,   kimia  dan  fisik,   mineralogi   produk dari  sistem   campuran   Alumina-Lempung-(K,Na)      Felspar. Komposisi    campuran  adalah  65% Alumina  A-12,  22%  Kaolin  Belitung, 11% Lempung  KalBar,  1% Potasium  Felspar  dan  1% Sodium  Felspar. Pembakaran  dilakukan pada  suhu  1300 dan    1350°C    dengan penahanan     pada    suhu   tertinggi 1 jam   analisa    hasil    bakaran menunjukkan mulit dan   korundum  merupakan  fasa dominan. Ketahanan termal meningkat    dengan kenaikan  suhu dari empat menjadi enam  siklus.  Ketahanan   kimia  baik  terhadap asam maupun basa meningkat   hampir  dua  kali  lipat  dengan   kenaikan   suhu  bakar. Ketahanan    kimia   dinyatakan  sebagai   penurunan  tingkat   kelarutan, dengan   larutan   50% H3P04 dari 0.88   menjadi   0,44%   sementara dengan   larutan  10%  NaOH  dari  3,38  menjadi   1.75%.  Hasil  penelitian ini ditujukan  untuk pembuatan  keramik  laboratorium   dan keramik  teknik yang  dalam  aplikasinya  memerlukan   ketahanan   kimia,  slag dan termal. Kata  kunci   : alumina,  kaolin, felspar,  ketahanan  kimia,  ketahanan termal,  ketahanan  slag
MORFOLOGI SIFAT FISIKA POLIPADUAN LOW DENSITY POLYETHYLENE-PATI TERGRAFTING MALEAT AHIDRAT Yuniari, Arum
Jurnal Riset Industri Vol 5, No 3 (2011): Peningkatan Nilai Tambah dan Produktivitas Industri
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Industri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5341.175 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan Maleat Anhidrat (MAH) pada proses grafting polipaduan LOPE-Pati. Dalam penelitian ini digunakan LOPE-Pati dengan perbandingan 80/20  dan 70/30 phr, Maleat Anhidrat (MAH) dan Oycumyl Peroxide (OCP). Fungsi dari Maleat Anhidrat (MAH) adalah untuk menaikkan  kompatibilitas  antara  matriks  dan  filler,  sedangkan  Oycumyl  Peroxide  (OCP) berperan  sebagai inisiator pada reaksi maleisasi antara rantai LOPE dan MAH. Penambahan MAH sebagai kompatibiliser divariasi yaitu  : 3; 4, 5 dan 6 % . Proses blending dilakukan dalam rheocomix 3000 merk Haake pada suhu 170 "C, kecepatan  putar 60  rpm  selama  6 menit.  LOPE tergrafting  diuji  sifat fisika  dibandingkan  Jl S Z  1702-1986 (Polyethylene  Film for Packaging) dan uji morfologi antara lain SEM dan FTIR. Hasil penelitan menunjukkan berdasarkan data spektroskopi IR, muncul puncak-puncak pada bilangan 1714 cm -1 (C=O) dan 2918-2921 cm-1 (CH2) mengindikasikan  bahwa  Maleat Anhidrat  (MAH) telah  sukses tergrafting  pada  LOPE. Semakin  besar penambahan MAH maka LOPE-Pati tergrafting semakin kompatibel. Penambahan MAH sampai dengan 4 phr diperoleh kuat tarik tertinggi yaitu 125,6 kg/cm2 dan 144,6 kg/cm2.Kata kunci:  Low Density Polyethylene (LOPE), pati, maleat anhidrat dan dycumyl peroxide.
PENGARUH ASAP CAIR SERBUK KAYU LIMBAH INDUSTRI TERHADAP MUTU BOKAR Yulita, Eli
Jurnal Riset Industri Vol 6, No 1 (2012): Hilirisasi Industri Berbasis Sumber Daya Alam Lokal
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Industri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (8680.294 KB)

Abstract

Asap cair limbah serbuk kayu industri hasil pirolisis mempunyai potensi sebagai bahan pembeku lateks karet. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh asap cair serbuk kayu karet (Hevea brasiliensis M) dan kayu gelam (Melaleuca leucadendron L) terhadap mutu bokar. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap faktorial dengan dua faktor yaitu asap cair serbuk kayu karet (K0%, K5%, K10% dan K15%) dan kayu gelam (G0%, G5%, G10% dan G15%). Parameter yang diamati adalah kadar karet kering (%), ketebalan sit angin (mm), diameter zona hambat (mm) dan angka lempeng total (CFU/ml). Hasil penelitian menunjukkan penambahan asap cair pada perlakuan konsentrasi asap cair kayu karet 10% (K10G0)               dapat  meningkatkan  mutu bokar yang dihasilkan, hal ini ditunjukkan dengan kadar karet kering tertinggi 99,79% dan ketebalan terendah yaitu 2,03  mm. Selain itu hasil penelitian juga  menunjukkan penambahan asap cair dapat menghambat pertumbuhan bakteri yaitu dengan terbentuknya diameter zona hambat 20,00 mm pada perlakuan konsentrasi asap cair kayu karet 10% dan kayu gelam 15% (K10G15) dan angka lempeng total 2,92 log CFU/ml pada perlakuan asap cair kayu karet 10% (K10G0).Kata Kunci : kayu karet, kayu gelam, bokar
BIONANOKOMPOSIT : PELUANG POLIMER ALAMI SEBAGAI MATERIAL BARU SEMIKONDUKTOR ., Nuryetti; Hermansyah, Heri; Nasikin, Muhammad
Jurnal Riset Industri Vol 6, No 1 (2012): Hilirisasi Industri Berbasis Sumber Daya Alam Lokal
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Industri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bionanokomposit adalah material generasi baru dari nanokomposit yang muncul di bidang ilmu pengetahuan material dan teknologi nano. Bionanokomposit adalah gabungan dari matrik polimer alami dari bahan pengisi organik lanorganik  yang berukuran nano. Saat ini usaha pegembangan nanokomposit berbahan polimer alami difokuskan pada peningkatan sifat-sifat mekanik dan panas dan sifat fungsionalnya.Polimer alami sebagai sumber yang dapat diperbaharui seperti protein, polisakarida dan lemak. Material ini memiliki potensi yang besar untuk digunakan sebagai material semikonduktor.Dengan melihat kebutuhan akan material semikonduktor yang terus meningkat dan bahan baku polimer alami (pati) di  Indonesia yang berlimpah, merupakan peluang yang    cukup menjanjikan untuk pengembangan bionanokomposit sebagai material semikonduktor di Indonesia. Artikel ini akan membahas tentang bionanokomposit yang berbahan dasar polimer alami, proses pembuatan, karakteristik dan peluang penggunaan polimer alami sebagai bahan pembuatan bionanokomposit. Keywords: polimer alami, plastik, bionanokomposit, proses pembuatan, aplikasi.
MODIFIKASI KARET ALAM MENJADI BAHAN ELASTOMER TERMOPLASTIK Suhardjo, Kuntari Adi; Basuki, Ariyadi; ., Surasno; Randy, Ahmad; Sondari, Dewi
Jurnal Riset Industri Vol 5, No 3 (2011): Peningkatan Nilai Tambah dan Produktivitas Industri
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Industri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (6742.063 KB)

Abstract

Karet alam  bersifat elastomer dan termoseting, sehingga sulit  untuk dibentuk dan tidak dapat didaur ulang., Modifikasi karet alam menjadi bahan elastomer termoplastik dimaksudkan untuk memperoleh bahan yang mudah dicetak  menjadi  produk  jadi   dan  dapat  dapat  didaur  ulang  sehingga  tidak  merusak  lingkungan.   Untuk mendapatkan teknologi pembuatan elastomer termoplastik dari karet alam  telah dilakukan percobaan  dengan metoda pencangkokan (grafting)   secara polimerisasi emulsi antara karet alam lateks dengan monomer stirena dan metil metakrilat. Polimerisasi emulsi dilakukan pada suhu 65°C selama 6 jam. Perbandingan komposisi karet alam lateks dan monomer di variasi:  80:20; 70:30; 60:40; 50:50 (% berat) dengan komposisi monomer stirena dan metil metakrilat   1:1, menggunakan dua jenis inisiator yaitu potassium persulfat 2 % berat atau ammonium peroksodisulfat divariasi 2, 2,5, 5 % berat serta emulsifier sodium dodesil sulfat divariasi: 0, 1, 1,5,  2, 5 % berat. Dari hasil analisa 1 H NMR dan FTIR terlihat bahwa proses cangkok monomer stirena dan metil metakrilat telah terjadi pada tulang punggung karet alam. Puncak pada frekuensi 833 cm -1 menunjukkan pita RzC=CHR, frekuensi 1743 dan 1519 cm-1menunjukkan pita C=O (gugus karbonil dari metil metakrilat) dan pita C=C (cincin benzena dari stirena). Efisiensi cangkok maksimum sebesar 97,60% diperoleh  pada komposisi 70% karet alam lateks dan 30% monomer dimana komposisi monomer antara stirena dan metil metakrilat adalah 1: 1 menggunakan inisiator potasium persulfat 2% dan emulsifier sodium dodesil sulfat 1%.Kata  kunci: Elastomer termoplastik, kopolimer cangkok, karet alam lateks, stirena, metilmetakrilat.
POTENSI UMBI BENGKUANG DAN TONGKOL JAGUNG SEBAGAI MEDIA PENGHASIL ZAT WARNA MERAH MELALUI METODE SOLID STATE FERMENTATION UNTUK MEMPERKAYA MATERIAL PEWARNA BATIK Mauliza, Ika Natalia; ., Mardiyati; Djamaludin, Octianne; Komalasari, Maya
Jurnal Riset Industri Vol 10, No 1 (2016): Peran Teknologi dan Inovasi dalam Meningkatkan Efisiensi dan Efektifitas Produ
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Industri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (991.512 KB)

Abstract

Pembuatan dan penggunaan zat warna sintetik pada aplikasi pembuatan batik memiliki dampak negatif terhadapkesehatan dan lingkungan. Alternatif pemecahan masalah yang perlu dilakukan adalah dengan menggunakanzat warna alam yang mudah, aman, dan cepat pemrosesannya seperti zat warna dari angkak. Kekuranganangkak sebagai bahan pewarna adalah menggunakan beras sebagai media fermentasi. Pada penelitian ini,dicari alternatif media lain untuk mengganti beras, yaitu digunakan umbi bengkuang dan tongkol jagung dilihatkarakteristik serta kualitas zat warna yang dihasilkan pada kain kapas. Umbi bengkuang dan tongkol jagungdifermentasi menggunakan jamur Monascus purpureus selama 21 hari, kemudian dikarakterisasi sifatpenyerapan, gugus fungsi, kadar, serta sifat pewarnaan yang dihasilkan pada kain kapas. Hasil percobaanmenunjukkan bahwa umbi bengkuang dan tongkol jagung memiliki kemampuan untuk digunakan sebagai mediapembuatan zat warna dengan serapan maksimum pada panjang gelombang 500 nm. Gugus fungsi zat warnamengarah pada struktur zat warna merah Monascus. Kadar zat warna yang dimiliki oleh media umbi bengkuangadalah 13,43% dan tongkol jagung adalah 7,46%. Ketuaan warna yang dihasilkan pada kapas yang diwarnaimenggunakan zat warna ekstrak media umbi bengkuang dan media tongkol jagung dievaluasi dengan nilai K/Sberturut-turut yaitu 1,218 dan 0,677.Kata kunci - beras, kapas, Monascus, pewarnaan, tongkol jagung, umbi bengkuang
PENGEMBANGAN MATERIAL TAPAK RODA KERETA API IMPOR DENGAN PENAMBAHAN PADUAN DAN PERLAKUAN PANAS NORMALISASI PENDINGINAN KIPAS Pratomo, Sri Bimo; Taufiq, Husen; Afrilinda, Eva; Doloksaribu, Martin
Jurnal Riset Industri Vol 10, No 2 (2016): PENINGKATAN DAYA SAING MELALUI PENGEMBANGAN KUALITAS PRODUK
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Industri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1645.157 KB)

Abstract

Roda kereta api adalah satu-satunya komponen kereta api yang masih diimpor seluruhnya. Kebutuhankomponen ini cukup besar yaitu sekitar 30.000 keping pertahunnya, dan diprediksi akan meningkat terus.Pembuatan roda kereta api menurut standar Association of American Railroads (AAR) dapat melalui prosestempa atau pengecoran. Di Indonesia pembuatan komponen ini yang paling memungkinkan adalah denganproses pengecoran. Penelitian ini adalah penelitian terapan yang dimulai dengan analisa material roda kereta apiimpor dan dilanjutkan dengan pengembangan material dan proses untuk membuat prototipe roda kereta api.Dari hasil pengujian kekerasan prototipe tapak roda kereta api hasil normalisasi dengan pendinginan kipas,diperoleh kekerasan sebesar 36 HRC dimana lebih tinggi dibandingkan kekerasan tapak roda kereta api imporyang hanya 26 HRC. Struktur mikro prototipe tapak roda kereta api hasil normalisasi dengan pendinginan kipasadalah aggregate bainite di bagian bawah permukaan hingga 1 mm, dan pearlite yang sangat halus di bagiandalam antara 1 mm hingga 10 mm dari permukaan. Unsur molibden dan nikel sebagai bainite promotormenyebabkan terbentuknya aggregate bainite, sedangkan unsur mangan, krom dan tembaga berperan sebagaipartition elements diantara ferrite dan cementite yang menghambat pertumbuhan pearlite, sehingga dihasilkanpearlite yang halus. Selain itu laju pendinginan yang cepat dari pendinginan kipas memperlambat difusi karbon didalam austenite sehingga cenderung menghasilkan aggregate bainite di bagian permukaan serta pearlite halusdi bagian dalam tapak prototipe roda kereta api hasil normalisasi dengan pendinginan kipas.Kata kunci: tapak roda kereta api, aggregate bainite, pearlite, ferrite, cementite
SIFAT FISIS DAN MEKANIS PAPAN PARTIKEL DARI LIMBAH CAMPURAN SERUTAN ROTAN DAN SEBUK KAYU purwanto, djoko
Jurnal Riset Industri Vol 10, No 3 (2016): MENINGKATKAN NILAI TAMBAH MELALUI PEMANFAATAN LIMBAH INDUSTRI
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Industri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (534.342 KB)

Abstract

Limbah serutan rotan dan serbuk kayu ditumpuk dan dibakar oleh masyarakat. Penelitian ini mempelajaripemanfaatan limbah serutan rotan dan serbuk kayu dengan urea formaldehida.sebagai perekat. Limbah serutanrotan di potong dengan panjang 1 sampai 1,5 cm dan dicampur serbuk kayu dalam perbandingan 100% dan 0%;75% dan 25%; 50% dan 50%; 25% dan 75%; dan 0% dan 100%. Kemudian ditambah perekat ureaformaldehida sebanyak 11% dari berat bahan. Papan partikel ditekan secara hidrolik pada suhu 110 – 120 0 Cdengan tekanan 15 kg/cm2 selama 15 menit. Setiap perlakuan diulang 3 kali. Hasil penelitian menunjukkanbahwa papan partikel yang dibuat dari satu jenis bahan baku limbah serutan rotan (100%) atau serbuk kayu(100%) menghasilkan sifat fisis mekanis memenuhi syarat SNI. 03- 2105-2006, dan lebih baik dibandingkandengan menggunakan dua campuran limbah serutan rotan dan serbuk kayu.Kata kunci: Serutan rotan, serbuk kayu, urea formaldehida, papan partikel, fisis, mekanis
PERKEMBANGAN MATERIAL BAINITIC CAST STEEL UNTUK KOMPONEN TAPAK RANTAI (TRACK LINK) KENDARAAN TEMPUR TANK SUBTITUSI IMPOR Pratomo, Sri Bimo; ., Hafid; Afrilinda, Eva
Jurnal Riset Industri Vol 7, No 3 (2013): Pengembangan Subtitusi Impor Mendukung Kemandirian Bangsa
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Industri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (9616.243 KB)

Abstract

Tapak rantai kendaraan tempur tank adalah komponen untuk  menapak dan bergerak sehingga mensyaratkan sifat tahan aus tetapi tetap ulet. Tujuan dari penelitian dan pengembangan tentang pembuatan prototipe komponen tapak rantai ini adalah sebagai upaya untuk meningkatkan kemandirian pertahanan keamanan nasionat  sekaligus menurunkan ketergantungan  impor. Penelitian ini adalah penelitian terapan, yang diawali dengan pengujian dan analisa material dari tapak rantai impor sebagai acuan untuk pengembangan material. Telah diperoleh prototipe tapak rantai dengan sifat yang lebih unggul dari poduk impor. Struktur mikro compacted vermiculer bainite yang diperoleh dari hasil penambahan unsur mangan (Mn) dan molibden (Mo) baja paduan rendah SCCrM3, serta menggunakan perlakuan panas "normalisasi" yang memakai pendinginan kipas. Telah diperoleh komponen prototipe tapak rantai dengan sifat mekanis yang melebihi nilai yang dipersyaratkan, yaitu kekerasan sebesar 31 HRC (tapak rantai impor: 28 HRC),dan kekuatan tarik sebesar 96 Kgf/mm2  (Standar JIS:89.7 Kgf/mm2). Ka a kunci : tapak rantai, compacted vermicular bainite, mangan, molibden

Filter by Year

2007 2016


Filter By Issues
All Issue Vol 10, No 3 (2016): MENINGKATKAN NILAI TAMBAH MELALUI PEMANFAATAN LIMBAH INDUSTRI Vol 10, No 2 (2016): PENINGKATAN DAYA SAING MELALUI PENGEMBANGAN KUALITAS PRODUK Vol 10, No 1 (2016): Peran Teknologi dan Inovasi dalam Meningkatkan Efisiensi dan Efektifitas Produ Vol 9, No 1 (2015): Optimalisasi Nilai Tambah Bahan/Material dan Limbah Industri Dalam Negeri Vol 8, No 3 (2014): Pemanfaatan Bahan Baku/Penolong Raw Material Dalam Negeri Vol 8, No 2 (2014): Teknologi Pengendalian Pencemaran Lingkungan untuk Industri Hijau Vol 8, No 1 (2014): Teknologi Proses Berbasis Efisiensi Energi Vol 7, No 3 (2013): Pengembangan Subtitusi Impor Mendukung Kemandirian Bangsa Vol 7, No 2 (2013): Pengembangan Energi Baru dan Terbarukan Mendukung Ketahanan Energi Nasional Vol 7, No 1 (2013): Peningkatan Nilai Tambah Komoditi Argo Vol 6, No 3 (2012): Pengembangan Industri Berbasis Hasil Tambang Vol 6, No 2 (2012): Minimalisasi dan Pemanfaatan Limbah Vol 6, No 1 (2012): Hilirisasi Industri Berbasis Sumber Daya Alam Lokal Vol 5, No 3 (2011): Peningkatan Nilai Tambah dan Produktivitas Industri Vol 5, No 2 (2011): Penelitian Untuk Meningkatkan Daya Saing Industri Vol 5, No 1 (2011): Industri Kecil Menengah Vol 4, No 3 (2010): Green Industry Vol 4, No 2 (2010): Konservasi Energi Vol 4, No 1 (2010): Standardisasi dan Regulasi Teknik Vol 3, No 3 (2009): Peningkatan Nilai Tambah melalui Inovasi Kemasan Vol 3, No 2 (2009): Vol 3, No 1 (2009): Vol 2, No 3 (2008): Vol 2, No 2 (2008): Vol 2, No 1 (2008): Jurnal Riset Industri Vol 1, No 3 (2007): Vol 1, No 2 (2007): Jurnal Riset Industri Vol 1, No 1 (2007): Jurnal Riset Industri More Issue