cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Riset Industri
ISSN : 19785852     EISSN : 25807366     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Journal of Industrial Research is a periodic scientific media to publish the results of research, study, review, and scientific review of industrial areas that have never been published that is not in the process of evaluating and has been approved by the others (if any) published three times a year on each April, August, and December and accredited by LIPI Number: 490 / AU2 / P2MI-LIPI / 08/2012 for three years.
Arjuna Subject : -
Articles 312 Documents
PEMBUATAN POLYBUTHYLENTEREPHTHALAT(PBT) SEBAGAI SUBTITUSI IMPOR UNTUK BAHAN PEMBUATAN CAP LAMPU HEMAT ENERGI (LHE) Panjaitan, Rumintang Ruslinda
Jurnal Riset Industri Vol 7, No 3 (2013): Pengembangan Subtitusi Impor Mendukung Kemandirian Bangsa
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Industri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (6618.257 KB)

Abstract

Polybuthylen terephathalat (PBT) adalah salah satu bahan untuk pembuatan Cap LHE yang selama ini masih diimport. Tujuan penelitian adalah  untuk meningkatkan penggunaan bahan baku dalam  negeri sehingga mengurangi bahan impor. Proses pembuatan PBT dapat dilakukan dengan memanfaatkan Poly Ethylene Therepthalate (PET) waste atau PET virgin dengan solven 1.4 Butanediol (BOO). Hasil uji titik leleh produk diperoleh antara 215°CsId 222°C. Hasil uji densitas antara 1,3285 sId 1,3427g/cm3 Dengan    analisa FTIR, produk percobaan sudah sesuai sifat PBT. Hasil uji glowire memenuhi syarat SNI 04-6504-2001. Hasil analisa telah memenuhi persyaratan untuk produk Polybutylen terephathalat. Oengan meningkatkan penggunaan bahan baku lokal, dapat mengurangi bahan import. Dari analisa ekonomi, efisiensi biaya dengan menggunakan bahan local PET virgin dan PET waste berturut-turut adalah 39,46% dan 50,06%. Kata Kunci : PolybuthylenTerephathalat,Polyethyleneterephthalate, Butanediol
DESAIN ADSORBER MENGGUNAKAN BAHAN ISIAN RESIN PENUKAR ANION BASA KUAT UNTUK PEMURNIAN BIOGAS Muntari, Anies; ., Wiratni; Mindaryani, Aswati; ., Surasno
Jurnal Riset Industri Vol 7, No 2 (2013): Pengembangan Energi Baru dan Terbarukan Mendukung Ketahanan Energi Nasional
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Industri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (9103.775 KB)

Abstract

Biogas sebagai sumber energi terbarukan mempunyai kandungan metana (CH4)  sekitar 50-75% sebagai bahan bakar utama. Untuk dapat menggunakan biogas sebagai sumber energi yang lebih luas perlu dilakukan proses pemurnian biogas dari  pengotornya seperti CO2.   Perancangan alat pemurnian biogas skala pilot plant telah dilakukan berdasarkan data-data percobaan laboratorium. Oesain alat yang dirancang beroperasi pada tekanan atmosferis dan suhu lingkungan dengan kapasitas 75 Liter resin dan laju alir gas 0,8 L/menit.   Bahan isian adsorber yang digunakan adalah resin berjenis penukar anion basa kuat dan air dengan perbandigan 3: 1. Oimensi alat adsorber yang dirancang yaitu, tinggi 1350 mm dan diameter  254 mm. Hasil unjuk kerja alat skala pilot plant yang telah dilakukan menunjukkan bahwa C02 mampu utuk dihilangkan hingga 100% dalam waktu 15 menit. Setelah 15 menit resin harus diregenarasi menggunakan larutan NaCI 2% untuk mengembalikan unjuk kerja resin seperti sedia kala. Hasil analisa ekonomi terhadap keberlangsungan proses tersebut memberikan hasil ROI 24,91%,  POT 2,86 tahun, OCFRR 31,12%, BEP 42,29% dan SOP 26,50%.  Hasil analisis parameter­ parameter ekonomi tersebut menunjukkan bahwa proses ini layak untuk dijalankan.
PENGOMPOSAN LIMBAH PADAT INDUSTRI KEMPAAN GAMBIR MENGGUNAKAN BIOAKTIVATOR Sy, Salmariza
Jurnal Riset Industri Vol 7, No 2 (2013): Pengembangan Energi Baru dan Terbarukan Mendukung Ketahanan Energi Nasional
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Industri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gambir merupakan salah satu komoditi nonmigas spesifik unggulan daerah Sumbar yang memasok lebih kurang80 persen ekspor gambir nasional. Nilai ekonomi gambir terletak pada daunnya yang diekstrak dengan metodapengempaan. Proses pengempaan menghasilkan limbah padat yang banyak, ± 9 kali per jumlah produksinya. Selama ini limbah padat langsung dibuang atau dibakar, padahal limbah tersebut dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik dalam bentuk kompos yang lebih praktis dan efektif.  Penguraian limbah padat kempaan gambir secara alami membutuhkan waktu yang lama. Oleh karena itu diperlukan campur tangan manusia dengan cara menambahkan bioaktivator. Penelitian pengomposan limbah padat industri kempaan gambir menggunakanbioaktivator telah dilakukan dengan perlakuan jenis dan dosis bioaktivator. Jenis  bioaktivator yang digunakan yaitu EM4, MOL (Mikro Organisme Lokal) dan Lindi kompos limbah dapur. Sedangkan dosis  bioaktivator yang diberikan adalah 1%, 3% dan 5%. Hasil penelitian didapatkan bahwa Limbah padat kempaan gambir dapat dijadikan kompos dengan bantuan bioaktivator dalam waktu 21 hari. Dosis dan jenis bioaktivator berpengaruh pada kadar C-organik, N dan nisbah C/N kompos. Semakin tinggi dosis bioaktivator, maka semakin rendah kadar C organik dan nisbah C/N serta semakin tinggi kadar N. Jenis bioaktivator lindi merupakan perlakuan terbaik dengan kadar C organik 13,5% 13,2% dan 13,0%, kadar N 1,0%, 1,1% dan 1,3% dan Nisbah C/N 13,2, 12,3 dan10,17 berturut-turut untuk dosis 1%,3% dan 5% serta dapat memenuhi standar SNI 19-7030-2004. Secara fisik kompos dari limbah padat kempaan gambir yang dihasilkan berwarna coklat kehitaman dan berbau seperti bau tanah.  Kata kunci: Limbah padat, industri kempaan Gambir, Kompos, Bioaktivator
KAJIAN BERBAGAI METODE PENGERINGAN UNTUK PENINGKATAN MUTU BIJI KAKAO INDONESIA Dina, Sari Farah; Napitupulu, Farel H; Ambarita, Himsar
Jurnal Riset Industri Vol 7, No 1 (2013): Peningkatan Nilai Tambah Komoditi Argo
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Industri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian efektifitas proses pengeringan biji kakao-fermentasi telah dilakukan dengan menggunakan tiga metode yakni penjemuran langsung, pengeringan tenaga surya yang dilengkapi dengan blower alami dan menggunakan oven pada variasi suhu 45C, 55 C dan 65 C. Tahap preparasi dimulai dari proses fermentasi biji kakao dengan variasi jenis wadah/kotak yang digunakan, dan sebagai kontrol adalah suhu fermentasi. Biji kakao hasil fermentasi yang telah dicuci kemudian dikeringkan dari kadar air 46 - 48% menjadi 3,40 -  6,12% (basis kering) yang berlangsung selama 3 (tiga) hari dari tanggal 07  sampai dengan tanggal 09 Februari 2012; pukul O8.OO-  16.00 WIB.  Penelitian dilakukan di Laboratorium Solar Energi Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Sumatera Utara Medan yang berada di kota Medan dengan posisi 33.6 LU -  9S.4 BB, ketinggian diatas permukaan laut 37,5 meter dan waktu meridian (7 + GMT).Hasil percobaan menunjukkan bahwa suhu pengeringan berbanding lurus dengan laju pengeringan. Waktu pengeringan paling pendek yakni 19 jamdan kadar air paling rendah yakni 4,40 dan 3,41berturut-turut diperoleh dari pengeringan metode oven pada suhu55C dan 65 C. Pengeringan metode oven ini menghasilkan mutu biji kakao yang lebih baik dilihat dari pH yakni5,77 dan 5,86, kadar lemak total55,21 % dan 55,60%serta kadar asam lemak bebas 1,38%dan 1,02 % Kata kunci: Pengeringan biji kakao, laju pengeringan, penjemuran langsung, pengering tenaga surya (solar thermal), pengering oven, laju pengeringan, mutu kakao,
REKAYASA PERALATAN PEMECAH LAMPU PENDAR Cahyono, Handaru Bowo; Ariani, Nurul Mahmida
Jurnal Riset Industri Vol 6, No 3 (2012): Pengembangan Industri Berbasis Hasil Tambang
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Industri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (6850.526 KB)

Abstract

Telah dilakukan penelitian dan perancangan peralatan penghancur produk afkir lampu pendar yang dilengkapi dengan sistem penangkap uap merkuri dari dalam tabung lampu yang pecah.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengurangi resiko lingkungan akibat paparan merkuri dari pecahnya tabung lampu pendar selain juga mengoptimalkan ruang simpan bahan beracun berbahaya yaitu merkuri. Uap merkuri dihisap dan ditangkap dalam larutan asam nitrat membentuk merkuri nitrat dalam kolom absorber. Proses pengisapan uap merkuri yang optimal berlangsung dalam waktu 45 hingga 60 detik dan mampu menangkap merkuri sekitar 43,50% untuk lampu pendar bertabung lurus (TL) dengan daya 10 watt dan 38,60% untuk TL 15 watt serta 39,18% untuk TL 18 watt dan hanya sekitar 34 % merkuri yang tertangkap dari pecahnya THE 18 watt. Sisa merkuri yang menempel pada kaca lampu (terjebak pada lapisan phosphor) dapat terlepas ketika kaca dibenamkan dan dicuci dengan larutan Asam nitrat 10 %. Effisiensi total proses mencapai sekitar 78% untuk TL 10 watt, 74 % untuk TL 15 watt dan 82 % untuk TL 18 watt sedang untuk THE 18 watt effisiensi total sekitar 71 %. Kebutuhan Asam nitrat untuk pengikatan merkuri hanya sekitar 2,9 gram asam nitrat untuk setiap 1 gram merkuri.Kata Kunci: merkuri, lampu pendar, merkur nitrat.
INTEGRASI MODEL KANO DAN QFD UNTUK PERBAIKAN KUALITAS PERMEN COKELAT Utami, Ratri Retno
Jurnal Riset Industri Vol 6, No 3 (2012): Pengembangan Industri Berbasis Hasil Tambang
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Industri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (8563.039 KB)

Abstract

Peningkatan posisi pasar dan pengembangan IKM pengolahan cokelat dilakukan dengan menentukan atribut kualitas produk. Atribut kualitas digunakan sebagai dasar perbaikan kualitas untuk meningkatkan daya saing dan meningkatkan kepuasan pelanggan. Tujuan penelitian ini adalah melakukan pengembangan integrasi model Kano dan Quality Function Deployment (QFD) untuk memperbaiki kualitas produk permen cokelat. Atribut kualitas yang mewakili suara pelanggan diperoleh dari hasil penelitian sebelumnya. Ada 26  atribut kualitas produk yang dikelompokkan menjadi 5 dimensi kualitas Garvin. Berdasarkan hasil yang diperoleh, terdapat 17kriteria yang dikelompokkan dalam dimensi fitur, kesesuaian dengan standar, pelayanan, estetika dan persepsi kualitas, serta 18 karakteristik teknis yang merupakan upaya IKM pengolahan cokelat untuk memperbaiki kualitas permen cokelat.Kata Kunci:perbaikan kualitas, permen cokelat, model Kano, QFD
PENGARUH NANO-PRECIPITATED CALCIUM CARBONATE TERHADAP KUALITAS KOMPOSIT POLIVINIL KLORIDA Nurhajati, Dwi Wahini; Brotoningsih, Sri
Jurnal Riset Industri Vol 6, No 2 (2012): Minimalisasi dan Pemanfaatan Limbah
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Industri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (7150.431 KB)

Abstract

Telah dilakukan penelitian pengaruh nano-precipitated calcium carbonate (NPCC) terhadap kualitas komposit polivinil klorida (PVC). Komposit PVC dipreparasi dengan menggunakan mesin Rheomix 3000 merek Haake pada suhu 165°C, kecepatan putaran 50 rpm selama 10 menit. Komposisi PVC dan bahan aditif dibuat tetap, dan kandungan nanofiller NPCC divariasi 5; 10; 15 dan 20 phr (per hundred resin). Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh penambahan NPCC terhadap sifat termal, elektrik, maupun fisis dari   komposit PVC untuk komponen elektronika. Pengujian komposit PVC hasil penelitian meliputi sifat termal, elektrik, fisis dan morfologi. Hasil SEM menunjukkan terjadi pencampuran yang homogen antara NPCC dengan PVC. Hasil uji komposit PVC memperlihatkan bahwa bahwa  penambahan jumlah NPCC sampai dengan 15 phr menaikkan kekerasan, kerapatan, kuat tarik, ketahanan terhadap panas, dan onzet temperatur, namun menurunkan sifat perpanjangan putus.  Hasil uji sifat elektrik dan ketahanan terhadap percikan api semua komposit yang dibuat telah memenuhi persyaratan SNI 04-6504-2001 maupun SNI. 04-3892.1-2006, namun ketahanan terhadap panas belum dapat memenuhi persyaratan SNI yang diacu. Kata kunci:komposit PVC, nanofiller NPCC, sifat termal, sifat elekirik, sifat mekanik
PELEBURAN BESI DAN BAJA DIDALAM TUNGKU LISTRIK INDUKSI TANPA INTI Sunda Djaja, Sonny Djatnika; ., Hafied
Jurnal Riset Industri Vol 2, No 2 (2008):
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Industri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Reaksi kimia fisika peleburan di dalam tungku listrik induksi tanpa  inti  (IF)  dibandingkan  tanur  kupola  dan  tungku busur nyala (EAF) tidak terlalu signifikan. IF merupakan pelebur paling ideal selama komposisi muatan terkendali, termasuk  kehandalannya dalam aksi pengadukan  leburan membuat tingkat  kehomogenan komposisi kimia tuangannya  lebih baik. Emisi gas dan asap yang dihasilkan sangat rendah selama bahan masuk bersih secara fisis. Kesulitannya adalah kepekaannya terhadap kebersihan komposisi, sehingga penggunaan bahan masukan IF lebih terbatas  dibandingkan kupola. Skrap  baja otomotif  dan  bahan besi spons (DRI) sulit dilebur di daiam tanur kupola dan IF. Besi wantah merupakan bahan baku siap lebur dengan komposisi besi tuang, sedangkan  besi spons adalah bahan dengan  komposisi besi murni ditambah pengotor. EAF merupakan tungku paling sesuai untuk besi spons karena adanya proses reaksi oksidasi dan reduksi, namun EAF sangat boros energi dibandingkan IF. Kemungkinan pergeseran teknologi  peleburan besi dan  baja tuang  di dalam  negeri menggunakan IF dan muatan DRI menjadi lebih besar di masa mendatang, terutama dikaitkan dengan kemungkinan penerapan teknologi pembuatan DRI yang lebih sederhana dan dalam skala yang disesuaikan dengan besaran investasi, serta cukup memadainya cadangan bijih besi dan batu bara. Bahasan ini diharapkan menjadi sumbangan pemikiran yang berarti, khususnya bagi pengembangan industri pengecoran di dalam negeri di masa mendatang. Kata  kunci  : tungku listrik induksi tanpa inti, besi wantah, metalurgi terak, metalurgi ladel
KOMPOSIT SUNVISOR TAHAN API DARI BAHAN BAKU SERAT NENAS Eriningsih, Rifaida; Mutia, Theresia; Judawisastra, Hermawan
Jurnal Riset Industri Vol 5, No 3 (2011): Peningkatan Nilai Tambah dan Produktivitas Industri
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Industri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (8126.128 KB)

Abstract

Penelitian ini merupakan pemanfaatan serat nenas sebagai bahan baku alternatif untuk pembuatan komposit otomotif sunvisor tahan api untuk kendaraan/mobil. Bahan penguat komposit dalam percobaan ini berupa bentuk potongan serat nenas degummed sistem acak, Sebagai pengikat untuk membentuk komposit dipilih matriks resin epoksi dan poliuretan. Proses dilakukan dengan sistem hot press moulding dengan tekanan 40 kg/cm2 dan suhu 130°C.Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa proses degumming pada serat nenas mempengaruhi struktur morfologi serat,  sehingga    derajat  kekristalan  serat menjadi  lebih tinggi.  Untuk  pembuatan  komposit    dengan  serat degummed berpengaruh terhadap peningkatan sifat fisika yang dibuktikan dari hasil uji SEM.    Zat aditif untuk mendapatkan sifat tahan api digunakan ZnCI2, KSCN, Na2Si03 dan MgCI2. Dari hasil percobaan diperoleh sifat tahan api relatif baik dengan proses impregnasi zat aditif, sedangkan dengan cara pelarutan bersama resin pengikat menghasilkan komposit yang tidak tahan api (terbakar).Dari hasil pengujian komposit sunvisor serat nenas baik dengan resin epoksi maupun poliuretan, disarankan menggunakan Na2Si03 untuk mendapatkan sifat tahan api. Kondisi optimum pembuatan komposit tersebut baik dengan resin epoksi maupun poliuretan meliputi uji tebal, densitas, moisture content, absorpsi air, perubahan ukuran pada kondisi normal dan setelah pemanasan, ketahanan bending dan modulus elastisitas (pada kondisi normal, kondisi suhu 110°C selama 5 menit dan  kondisi suhu 50°C selama 48 jam), tahan api  serta smell (bau), memenuhi persyaratan sesuai standar perusahaan otomotif, Rev7,"  Fiberboardfor Moulding Trim".Kontinyuitas  serat  nanas diharapkan  berjalan baik  dengan  harga  serat  dapat ditekan,  melalui  pengelolaan perkebunan sistem penanaman bergilir dan melakukan budi daya samping misalnya pembuatan kompos klorofil atau pakan ternak.Kata kunci  : Serat nenas, produk otomotif, sunvisor, polimer resin, tahan api.
PEMANFAATAN LIMBAH LUMPUR PROSES ACTIVATED SLUDGE INDUSTRI KARET REMAH SEBAGAI ADSORBEN Sy, Salmariza
Jurnal Riset Industri Vol 6, No 2 (2012): Minimalisasi dan Pemanfaatan Limbah
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Industri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (7870.12 KB)

Abstract

Pengolahan air limbah industri karet remah dengan sistem activated sludge menghasilkan limbah berupa lumpur padat yang membutuhkan penanganan tersendiri. Namun selama ini lumpur tersebut hanya dibuang ke TPA (Tempat Pembuangan Akhir).   Penelitian Pemanfaatan Limbah lumpur proses activated sludge industri karet remah sebagai adsoben bertujuan untuk memanfaatkan  limbah lumpur tersebut guna meminimalisir logam Cr yang ada dalam air limbah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa limbah lumpur proses activated sludge industri karet remah dapat dijadikan adsorben dengan daya serap yang tinggi, bahkan sampai 100%  dalam menyerap logam Cr yang terdapat dalam air limbah analisa COD laboratorium pada adsorben yang dipirolisis dengan dosis 10 gr. Hal ini memungkinkan bahwa hasil penelitian ini dapat diterapkan pada industri atau laboratorium yang air limbahnya  mengandung  logam  berat  Cr.  Proses  penjerapannya  lebih  mengikuti  model     persamaan kesetimbangan adsorbsi Langmuir. Kata kunci: Limbah lumpur proses activated sludge, industri karet remah, Adsorben, logam Cr, kesetimbangan adsorbsi

Filter by Year

2007 2016


Filter By Issues
All Issue Vol 10, No 3 (2016): MENINGKATKAN NILAI TAMBAH MELALUI PEMANFAATAN LIMBAH INDUSTRI Vol 10, No 2 (2016): PENINGKATAN DAYA SAING MELALUI PENGEMBANGAN KUALITAS PRODUK Vol 10, No 1 (2016): Peran Teknologi dan Inovasi dalam Meningkatkan Efisiensi dan Efektifitas Produ Vol 9, No 1 (2015): Optimalisasi Nilai Tambah Bahan/Material dan Limbah Industri Dalam Negeri Vol 8, No 3 (2014): Pemanfaatan Bahan Baku/Penolong Raw Material Dalam Negeri Vol 8, No 2 (2014): Teknologi Pengendalian Pencemaran Lingkungan untuk Industri Hijau Vol 8, No 1 (2014): Teknologi Proses Berbasis Efisiensi Energi Vol 7, No 3 (2013): Pengembangan Subtitusi Impor Mendukung Kemandirian Bangsa Vol 7, No 2 (2013): Pengembangan Energi Baru dan Terbarukan Mendukung Ketahanan Energi Nasional Vol 7, No 1 (2013): Peningkatan Nilai Tambah Komoditi Argo Vol 6, No 3 (2012): Pengembangan Industri Berbasis Hasil Tambang Vol 6, No 2 (2012): Minimalisasi dan Pemanfaatan Limbah Vol 6, No 1 (2012): Hilirisasi Industri Berbasis Sumber Daya Alam Lokal Vol 5, No 3 (2011): Peningkatan Nilai Tambah dan Produktivitas Industri Vol 5, No 2 (2011): Penelitian Untuk Meningkatkan Daya Saing Industri Vol 5, No 1 (2011): Industri Kecil Menengah Vol 4, No 3 (2010): Green Industry Vol 4, No 2 (2010): Konservasi Energi Vol 4, No 1 (2010): Standardisasi dan Regulasi Teknik Vol 3, No 3 (2009): Peningkatan Nilai Tambah melalui Inovasi Kemasan Vol 3, No 2 (2009): Vol 3, No 1 (2009): Vol 2, No 3 (2008): Vol 2, No 2 (2008): Vol 2, No 1 (2008): Jurnal Riset Industri Vol 1, No 3 (2007): Vol 1, No 2 (2007): Jurnal Riset Industri Vol 1, No 1 (2007): Jurnal Riset Industri More Issue