cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
majalahkkp@yahoo.co.id
Editorial Address
Balai Besar Kulit, Karet dan Plastik Jl. Sokonandi No. 9 Yogyakarta 55166
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Majalah Kulit, Karet, dan Plastik
ISSN : 18296971     EISSN : 24604461     DOI : 10.20543
Core Subject : Engineering,
Majalah Kulit, Karet, dan Plastik (Journal of Leather, Rubber, and Plastics) publishes original research focused on materials, processes, and waste management in the field of leather, rubber, and plastics.
Articles 781 Documents
Rancang bangun pabrik plastik dari bahan polietilen food grade Sukaeni, Irene Sri; Yuniari, Arum
Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 9, No 16 (1994): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik
Publisher : Center for Leather, Rubber, and Plastic Ministry of Industry, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1070.611 KB) | DOI: 10.20543/mkkp.v9i16.398

Abstract

The aim of this research is to find out process of production and the relation between cost, sell price and percentage of break even point. Production of capacity planned is 43.200 bottles perday, so that in a year with 288 workday, capacity produced is 12.400.000 bottles. The economical calculation are as follows the total capital is fixed capital + working capital - Rp. 1.489.200.308,00 ; the total production cost is variable cost a year + fixed cost a year = Rp.3.532.949.829,00;. The manufacturing cost = Rp. 285,00 / bottle, the profit calculation before taxing is Rp. 466.230.171,00 and after taxing is Rp. 372.984.136, the pay out period calculation consist of the percentage of profit to return the capital (rate of return) before taxing is 31.30%, after taxing is 25.04% and the pay out period before taxing 2 year 11 months, after taxing 3 year 7 months ; the break even calculation consist of break even point is Rp. 1.988.929.421,00; the percentage of break even point is 49,73% and the capacity of break even point is 6.166.25O bottles
Kekuatan fisik kulit kaki ayam pedaging samak nabati ditinjau dari perbedaan lama penyimpanan dengan garam kristal Rumiyati, V Sri Pertiwi
Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 9, No 18 (1994): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik
Publisher : Center for Leather, Rubber, and Plastic Ministry of Industry, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1374.771 KB) | DOI: 10.20543/mkkp.v9i18.417

Abstract

The aim of this research was to identify physical strength (tensile strength, elongation at break and tear strength) of shank skin leather which had been painted salt for 12 weeks. Raw materials used in this research were shank skins taken from Glagah. Yogyakarta, while 60 – 70 sides of skins were used for each treatment. 250% salt calculated from the weight of the skins was painted on the flesh sides, the were then preserved in 0; 2; 4; 6; 8; 10 and 12 weeks, followed by vegetable tanning process. A 5 sides of speciment was taken randomly from every treatment for tensile strength and elongation at break tests, while 4 sides of them was taken randomly from every treatment for tear strength test. The test result of tensile strength, elongation at break and tear strength of skins preserved for 12 weeks were successively 113,558 kg/cm2; 66% and 17.745 kg/cm. Compare to SNI 0250-89-A, tensile strength and elongation at break still comformed the requiment stated. Data analyse used in this study was Complete Random Design (CRD) and the data showed that there were not significant difference. It has practical meaning that the use of crystal salt 250% from the weight of shank skins for 2 weeks preservation will produce good quality leather viewed from their physical strength.  INTISARI Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kekuatan fisik (kekuatan tarik, kemuluran dan kekuatan sobek) kulit kaki ayam pedaging dengan pengulasan garam Kristal sampai 12 minggu. Materi penelitian diambil dari pemotong aam pedaging di Kampung Glagah, Yogyakarta sejumlah 60-70 lembar setiap perlakuan. Garam yang digunakan sebesar 250% dari berat kulit dengan cara diulaskan pada bagian daging. Lama penyimpanan 0; 2; 4; 6; 8; 10 dan 12 minggu, kemudian diproses dalam satu kali proses dengan bahan penyamak nabati. Contoh uji diambil secara acak 5 (lima) lembar per perlakuan untuk uji kekuatan tari dan kemuluran sedang untuk uji kekuatan sobek 4 (empat) lembar per perlakuan. Hasil uji kekuatan tarik, kemuluran dan kekuatan sobek pada penyimpanan sampai 12 minggu berturut-turut sebesar 113,558 Kg/cm2, 66% dan 17,745 Kg/cm. Hasil uji kekuatan tarik dan kemuluran tersebut bila dibandingkan dengan SNI 0250-89-A, masih memenuhi persyaratan. Analisis data menggunakan Rancangan Acak Lengkap (CRD), hasilnya terhadap semua uji tidak ada perbedaan nyata. Arti praktisnya adalah penggunaan garam Kristal sebanyak 250% dari berat kulit kaki ayam pada penyimpangan kulit sampai 12 minggu kekuatan fisik kulit tersebut masih baik.
Pengaruh pemlastis nabati terhadap sifat elastomer termoplastik berbasis campuran karet alam/poli propilena Nurhajati, Dwi Wahini; Supraptiningsih, Supraptiningsih; Sarengat, Nursamsi
Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 31, No 2 (2015): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik
Publisher : Center for Leather, Rubber, and Plastic Ministry of Industry, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (103.936 KB) | DOI: 10.20543/mkkp.v31i2.506

Abstract

Vegetable plasticizer is a plasticizer that is derived from renewable raw materials, that are used as an alternative to petroleum-based plasticizer. The purpose of this research was to compare the effect of the vegetable and  plasticizer with petroleum plasticizers on the mechanical properties of (Thermoplastic Elastomer) TPE. Vegetable plasticizer used in this study is a modified castor oil. Natural rubber/polypropylene (KA/PP) based TPE was made in an internal mixer at a temperature of 180ºC with a variousvarious ratio KA/PP ratio and type of plasticizer. In general, modified castor oil as a plasticizer has a more positive effect on the mechanical properties of TPE in various ratios of KA/PP, is mainly related to improvement of properties of tensile strength, elongation at break and flexing resistance 100 kcs. The best formula of TPE is a TPE that is composed of KA/PP 60/40 using modified castor oil. XRD results showed that TPE is dominated by amorphous phase.Keywords: castor oil, natural rubber, polypropylene, TPE.ABSTRAK  Pemlastis nabati merupakan pemlastis yang berasal dari bahan baku yang terbarukan yang digunakan sebagai alternatif untuk pemlastis berbasis minyak bumi. Tujuan penelitian ini untuk membandingkan pengaruh pemlastis nabati dengan pemlastis dari minyak bumi terhadap sifat mekanik elastomer termoplastik. Pemlastis nabati yang digunakan dalam penelitian ini adalah minyak jarak yang telah dimodifikasi. TPE berbasis campuran kompon karet alam (KA)/poli propilena (PP) dibuat di dalam internal mikser pada suhu 180°C dengan variasi perbandingan KA/PP dan jenis pemlastis. Secara umum minyak jarak termodifikasi sebagai pemlastis mempunyai pengaruh yang lebih positif terhadap sifat fisis TPE pada berbagai rasio KA/PP terutama terkait perbaikan sifat kuat tarik, perpanjangan putus dan ketahanan retak lentur. Formula TPE terbaik adalah TPE yang dikomposisi dari KA/PP pada rasio KA/PP 60/40 menggunakan pemlastis minyak jarak. Hasil XRD memperlihatkan bahwa TPE hasil penelitian didominasi fasa amorf. Kata kunci: karet alam, minyak jarak, poli propilena, TPE
Penelitian pemanfaatan kulit sapi mentah dari nusa tenggara barat untuk kulit boks Wiryodiningrat, Suliestiyah
Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 8, No 14 (1992): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik
Publisher : Center for Leather, Rubber, and Plastic Ministry of Industry, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2147.292 KB) | DOI: 10.20543/mkkp.v8i14.482

Abstract

The aim of this study was to identify of the quality upper leather made from dry cow hide taken from West Nusa Tenggara either of leather produced before or after being provided a technical assistance, were compared to them taken from Java. It was carried out by tanning both kinds of hides using selected IRDLAI tanning method. The upper leather produced in this research were physically tested (water absorption, tensile strength, flexibility and bursting strength), chemically tested (water content, ash content, Cr2O3 content, fat content and pH), as well as organoleptic inspection. The physical and chemical tests were six time repeated. A consclusion could be drawn from the organoleptic test result that the quality of Java upper leather were better compared to them of West Nusa Tenggara either before or after having technical assistance, while the quality of upper leathers after having technical guidance by IRDLAI were considered better compared to them before having it. The test result also shown that there was significant difference on fat, water and ash contents, bursting strength of upper leathers, the dry cow hides of which were taken from West Nusa Tenggara, either before or after having technical assistance.  INTISARI Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mutu kulit boks dengan bahan baku kulit sapi mentah kering dari Nusa Tenggara Barat, baik sebelum maupun sesudah pembinaan dibandingkan dengan mutu kulit boks dengan bahan baku kulit sapi mentah kering dari pulau Jawa. Penelitian dilaksanakan dengan mengolah kulit mentah kering dari Nusa Tenggara Barat sebelum pembinaan dan sesudah pembinaan dan kulit mentah kering dari pulau Jawa menjadi kulit boks dengan metoda penyamakan kulit dari BBKKP. Dari hasil penyamakan kulit boks, kemudian masing-masing diuji sifat-sifat fisis (daya serap air, kekuatan tarik, kemuluran dan daya letup) dengan 6 replikasi (ulangan); sifat-sifat kimia (kadar air, kadar abu, kadar Cr2O3, kadar lemak dan pH) dengan replikasi serta diuji secara organoleptis. Dari hasil uji secara organoleptis ternyata kulit boks asal dari Pulau Jawa lebih baik dibanding dengan kualitas kulit boks asal dari Nusa Tenggara Barat baik sebelum maupun sesudah pembinaan. Sedangkan kualitas kulit boks asal dari kulit Nusa Tenggara sesudah pembinaan lebih baik dibanding kualitas kulit boks asal kulit dari Nusa Tenggara Barat sebelum pembinaan. Dari hasil penelitian menunjukkan terhadap perbedaan nyata untuk kadar lemak, kadar air, kadar abu, daya letup kulit boks yang berasal dari kulit Nusa Tenggara Barat, sebelum dan sesudah pembinaan. 
Daur ulang bahan penyamak krom Oetojo, Bambang
Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 9, No 17 (1994): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik
Publisher : Center for Leather, Rubber, and Plastic Ministry of Industry, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1108.297 KB) | DOI: 10.20543/mkkp.v9i17.403

Abstract

Reusing of waste chrome to minimize the pollutant is the purpose of this study. Nevertheless the leather output must be fulfill the standard. For each treatment used, three sides of cow hide with twice replications. The treatment was nine time done. Before the waste chrome liquor was used for tanning it must be adjusted for the quantity of the flood, the pH and the, consenteration. Ther more 7% basic chrome-sulphate base on the pelt weight was added. The leathers out put were visual investigated, and chemically analysed. The waste chrome liquor was chemically analysed. Statistically analyse point out that there is no significance different (P ≤ 0.05) degree of Cr2O3 either in the leather or in the waste chrome liquor due to the treatment. Degree of Cr2O3 of the leather revolve from 3,17 up to 3,82%, whereas degree of, Cr2O3 of the liquor revolve from 7,81%, up to, 13,4 gram per litre. Visual investigation and physical testing point out that the leathers output fulfill the standard. Practical meaning of the study are waste chrome liquor may be reused for tanning by adding 7 % basic chrome sulphate and the leather output fulfill the standard.   INTISARI Pemanfaatan kembali cairan krom bekas untuk mengurangi bahan pencemar adalah tujuan dari penelitian ini. Namun demikian kulit jadi yang dihasilkan harus memenuhi standar. Untuk setiap perlakuan menggunakan tiga tengahan lembar kulit sapi dengan dua kali ulangan. Perlakuan dikerjakan Sembilan kali. Sebelum cairan krom bekas digunakan untuk menyamak, disesuaikan dulu jumlahnya, pH dan kepekatannya. Selanjutnya krom sulfat basa sebesar 7% berdasarkan berat setelah proses pengapuran, ditambahkan. Kulit jadi yang dihasilkan diuji secara organoleptis, dan kimiawi. Cairan krom bekas diuji secara kimiawi. Analisa statistik menunjukkan bahwa tidak ada beda nyata (P ≤ 0.05) pengaruh perlakuan terhadap kandungan Cr2O3­  baik didalam kulit maupun cairan krom bekas. Kadar Cr2O3 didalam kulit berkisar dari 3.17 % sampai 3.82% sedangkan kadar Cr2O3 dalam cairan krom bekas 7.81 sampai dengan 13.4 gram per liter larutan. Uji organoleptis dan phisis menunjukkan bahwa kulit jadi yang dihasilkan memenuhi standar. Arti praktis dari penelitian ini adalah cairan krom bekas dapat digunakan kembali untuk menyamak dengan menambahkan 7 % krom sulfat basa dan kulit yang dihasilkan memenuhi standar. 
Pengaruh platicizer DOP dan filler fiber glass terhadap kekerasan dan ketahanan pukul kompon acuan sepatu dari PVC Sunarso, Sunarso
Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 9, No 18 (1994): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik
Publisher : Center for Leather, Rubber, and Plastic Ministry of Industry, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1034.403 KB) | DOI: 10.20543/mkkp.v9i18.422

Abstract

The aim of this research is to find out the effluence of DOP plasticizer and fiber glass as filler against hardness  and impact resistance of shoe lasting compound made of PVC. PVC resin used as raw material, DOP as plasticizer  and fiber  glass as filler. Added to the resin beside  plasticizer and  filler, stabilizer and lubricant are also  added. Variation of DOP used : 20, 25, 30, 35, 40, and, 45 part by weight fiber glass : 10, 15, 20, 25, and 30 part. Research results proves that the highest hardness value is 67 shore F achive by 20 part DOP, and 10 part fiber glass. The highest impact resistance (46,12 kg cm/cm) is compound using 40 part  DOP and 10 part fiber glass. The influence of plasticizer DOP and filler fiber glass  to the shoe lasting compund can be estimad by statistical regression and correlation , aproach there  is Correlation between hardnes (Y1) and impact resistance (Y2) with variable of plasticizer DOP (X1) and filler fiber glass (X2) and Regression equation result as follow  :Y1 = 84,6957 – 0,9417 X1 – 0,3422 X2 Y2 = -17,1684 + 1,1931 X1 – 0,5085 X2            INTISARI Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui  pengaruh plasticizer DOP dan filler fiber glass terhadap kekerasan dan ketahanan  pukul kompon acuan sepatu dari PVC. Bahan baku yang dipergunakan adalah resin PVC, ditambah bahan pembantu DOP yang berfungsi sebagai plasticizer dan fiber glass sebagai bahan pengisi. Selain plasticizer dan filler ditambahkan pula stabilizer dan lubricant. DOP yang ditambahkan bervariasi yaitu : 20, 25, 30, 35, dan 40 bagian sedangkan fiber glass : 10, 15, 20, 25 dan 30 bagian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai kekerasan tertinggi adalah komponen dengan penambahan 20 bagian DOP dan fiber glass 10 bagian dengan nilai 67 shore D. Ketahanan pukul terbesar adalah 46,12  kg cm/cm diperoleh pada kompo dengan kandungan DOP 40 bagian dan fiber glass  10 bagian. Pengaruh DOP dan fiber glass pada komponen acuan sepatu  dapat diestimasi dengan pendekatan statistik dengan analisa regresi dan korelasi  yang ternyata ada korelasi antara kekerasan (Y1) dan kekerasan pukul (Y2) dengan plasticizer DOP (X1) dan filler fiber glass (X2), persamaan regresi sebagai berikut :Y1 = 84,6957 – 0,9417 X1 – 0,3422 X2Y2 = -17,1684 + 1,1931 X1 – 0,5085 X2           
Penelitian pembuatan kulit nappa dari kulit domba untuk garmen Kasmudjiastuti, Emiliana; Astuti, Emy Sulistyo; Widhiati, Widhiati; Suharjono, Suharjono; Susila, Jaka; Kuwatno, Kuwatno; Suryadi, Suryadi
Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 12, No 22 (1996): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik
Publisher : Center for Leather, Rubber, and Plastic Ministry of Industry, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1138.34 KB) | DOI: 10.20543/mkkp.v12i22.339

Abstract

The purpose of this study is to know the best of variation of retaninagent. Material used in this study are 30 pieces sheep skin wet blue leather while retanning agent added in three variables are Chrome-Blancorol, Chrome Lutan, Chrome-Tanesco. The results of the study were tested on their chemical, physical and visual properties. The data which are statistically analyzed using Completely Randomized Design (CRD) and Least Significant Difference (LSD) show that the best result is obtained by the sheep skins which are retannned using combination of chrome-Tanesco with stitch tear strength = 722.09 N/ cm, tear  strength = 140.45 N/ cm, chrome content = 4.4 %, dry rub fastness test show  no discolourisation, while wet rub fastness test show a little discolourisation and resistance of dry cleaning to perchloroetylene.    INTISARI Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kombinasi bahan penyamakan ulang terbaik pada pembuatan kulit nappa dari kulit domba untuk garmen. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 30 lembar kulit domba belahan krom basah (wet blue). Bahan penyamak ulang yang digunakan adalah dengan 3 (tiga) macam variasi : Krom – Blancorol, Krom – Lutan dan Krom Tanesco. Kulit nappa hasil penelitian diuji secara kimiawi, fisis dan organleptis. Hasil analisa statistic dengan CRD dan LSD menunjukkan bahwa hasil terbaik dicapai oleh kulit nappa yang disamak ulang dengan kombinasi Krom Tanesco dengan nilai kekuatan jahit = 722,09 N /cm, Kekuatan sobek = 140, 45 N/cm, kadar krom = 4,40 %, ketahanan gosok cat tutup tidak luntur (secara kering) dan sedikit luntur (secara basah), serta tahan terhadap pencucian kering dengan perchloro ethylene. 
Pengaruh berbagai jenis penyamakan dan tipe finish terhadap morfologi, sifat organoleptis dan mekanis kulit biawak (Varanus salvator) Kasmudjiastuti, Emiliana; Sutyasmi, Sri; Murti, Rihastiwi Setiya
Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 31, No 2 (2015): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik
Publisher : Center for Leather, Rubber, and Plastic Ministry of Industry, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (329.581 KB) | DOI: 10.20543/mkkp.v31i2.505

Abstract

Monitor lizard (Varanus salvator) skin is exotic leather because it has a unique grain. Therefore, the original grain of the animal needs to be maintained in the finishing process so that its performances look likes natural. This research aimed to study the effect of tanning materials (vegetable and chrome) and the type of finish (natural, aniline, semi-aniline and two tone) on morphology, organoleptic and mechanical properties of lizard skin. The materials used in this study were dry preserved lizard skins. The research varied on the types of tanning (vegetable and chrome) and the type of finish (natural, aniline, semi-aniline and two tone) each by varying the finishing materials (casein and protein binders). The tests were conducted on the observation of the structure using photomicrographs, rub fastness, adhesion of finish strength, tensile strength, elongation at break and organoleptic. The results showed that the best result was vegetable tanned lizard skin using natural finish with casein and met the requirements of SNI 06-4362-1996, lizard skin for shoe upper. This gave dry and wet rub fastness of 5 and 5 respectively; dry and wet adhesion of finish strength of 650 and 100 g/cm respectively; tensile strength of 207.43 kg/cm2; elongation at break of 37.52% and organoleptic value of panelists observations of 87.9 (good).Keywords: Monitor lizard (Varanus salvator) skin, tanning, finish type, morphology, organoleptic and mechanical propertiesABSTRAKKulit biawak (Varanus salvator) merupakan kulit exotic karena memiliki rajah yang unik, oleh karena itu dalam proses finishingnya rajah asli dari binatang tersebut perlu dipertahankan agar tampak alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis bahan penyamak (nabati dan krom) dan tipe finish (natural, anilin, semi anilin, dan two tone) terhadap morfologi, sifat organoleptis dan mekanis kulit biawak. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kulit biawak awet kering dan variasi yang dilakukan meliputi variasi jenis penyamakan (nabati dan krom) dan tipe finish (natural, anilin, semi anilin, dan two tone) dengan penggunaan bahan finishing yang bervariasi (kasein dan binder protein). Uji yang dilakukan meliputi pengamatan struktur menggunakan fotomikrograf, uji ketahanan gosok cat, kekuatan rekat cat tutup, kekuatan tarik, kemuluran, dan organoleptis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil yang terbaik adalah kulit biawak yang disamak nabati menggunakan tipe finish natural dengan kasein dan memenuhi persyaratan SNI 06-4362-1996, Kulit biawak untuk atasan sepatu, dengan nilai ketahanan gosok cat kering dan basah berturut-turut 5 dan 5; kekuatan rekat cat tutup kering dan basah berturut-turut 650 dan 100 g/cm; kekuatan tarik 207,43 kg/cm2; kemuluran 37,52%; dan nilai organoleptis hasil pengamatan panelis 87,9 (baik).Kata kunci: kulit biawak (Varanus salvator), penyamakan, tipe finish, morfologi, sifat organoleptis dan mekanis.
Sitat daya rekat lem pada sepatu anak sistem lem untuk usia 4 – 5 tahun Winahyu, Kusumo Retno
Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 8, No 14 (1992): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik
Publisher : Center for Leather, Rubber, and Plastic Ministry of Industry, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (835.064 KB) | DOI: 10.20543/mkkp.v8i14.487

Abstract

The purpose of the research of Adhesion test’s evaluation on Children Shoe for 4 – 5 years to detect number of Peel test and Adhesion test. Some of questionares used to know the best shoe material wear. This research used twenty pairs of Children shoes by Leathers and Plastic uppers and Plastics for sole. Statistical Analysis points out that there is 0.866 ± 0.348 kg/ cm for Peel test and 17.234 ± 1.753 kg/cm for Adhesion test.    INTISARI Dalam rangka pelaksanaan penelitian sistem lem untuk anak usia 4 – 5 tahun yang direncanakan ialah mengadakan questionnaire kepada orang tua konsumen sepatu anak usia 4 – 5 tahun, kepada pengrajin sepatu anak usia 4 – 5 tahun serta ke toko sepatu anak 4 – 5 tahun, karena usia tersebut adalah usia pra sekolah, dimana pada masa itu anak diwajibkan memakai sepatu secara teratur. Sedangkan uji laboratoris yang dilaksanakan ialah : analisa statistic menunjukkan bahwa hasil uji peel test sebesar 0,866 ± 0,348 kg/cm, sedangkan hasil uji adhesion test sebesar 17.234 ± 1.753 kg/cm. 
Rancang bangun mesin pencacah limbah plastik Suraswati, Agustin
Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 8, No 15 (1992): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik
Publisher : Center for Leather, Rubber, and Plastic Ministry of Industry, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1908.075 KB) | DOI: 10.20543/mkkp.v8i15.492

Abstract

-

Filter by Year

1984 2021


Filter By Issues
All Issue Vol 37, No 2 (2021): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 37, No 1 (2021): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 36, No 2 (2020): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 36, No 1 (2020): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 35, No 2 (2019): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 35, No 1 (2019): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 34, No 2 (2018): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 34, No 1 (2018): Majalah Kulit, Karet dan Plastik Vol 33, No 2 (2017): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 33, No 2 (2017): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 33, No 1 (2017): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 33, No 1 (2017): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 32, No 2 (2016): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 32, No 2 (2016): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 32, No 1 (2016): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 32, No 1 (2016): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 31, No 2 (2015): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 31, No 2 (2015): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 31, No 1 (2015): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 31, No 1 (2015): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 30, No 2 (2014): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 30, No 2 (2014): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 30, No 1 (2014): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 30, No 1 (2014): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 29, No 2 (2013): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 29, No 2 (2013): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 29, No 1 (2013): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 29, No 1 (2013): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 28, No 2 (2012): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 28, No 2 (2012): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 28, No 1 (2012): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 28, No 1 (2012): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 27, No 1 (2011): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 27, No 1 (2011): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 26, No 1 (2010): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 26, No 1 (2010): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 25, No 1 (2009): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 25, No 1 (2009): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 24, No 1 (2008): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 24, No 1 (2008): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 23, No 1 (2007): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 23, No 1 (2007): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 22, No 1 (2006): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 22, No 1 (2006): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 21, No 1 (2005): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 21, No 1 (2005): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 20, No 1 (2004): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 20, No 1 (2004): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 19, No 1 (2003): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 19, No 1 (2003): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 18, No 1 (2002): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 18, No 1 (2002): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 17, No 1-2 (2001): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 17, No 1-2 (2001): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 14, No 26 (1999): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 14, No 26 (1999): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 15, No 2 (1999): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 15, No 2 (1999): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 12, No 25 (1998): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 12, No 25 (1998): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 12, No 24 (1997): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 12, No 24 (1997): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 12, No 23 (1997): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 12, No 23 (1997): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 12, No 22 (1996): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 12, No 22 (1996): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 11, No 21 (1996): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 11, No 21 (1996): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 10, No 20 (1995): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 10, No 20 (1995): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 10, No 19 (1995): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 10, No 19 (1995): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 9, No 18 (1994): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 9, No 18 (1994): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 9, No 17 (1994): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 9, No 17 (1994): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 9, No 16 (1994): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 9, No 16 (1994): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 7, No 12-13 (1992): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 7, No 12-13 (1992): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 8, No 15 (1992): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 8, No 15 (1992): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 8, No 14 (1992): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 8, No 14 (1992): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 6, No 10-11 (1991): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 6, No 10-11 (1991): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 5, No 9 (1990): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 5, No 9 (1990): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 4, No 8 (1989): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 4, No 8 (1989): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 3, No 7 (1988): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 3, No 7 (1988): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 3, No 6 (1988): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 3, No 6 (1988): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 2, No 5 (1987): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 2, No 5 (1987): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 2, No 3-4 (1986): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 2, No 3-4 (1986): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 1, No 2 (1984): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 1, No 2 (1984): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 1, No 1 (1984): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 1, No 1 (1984): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik More Issue