cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
majalahkkp@yahoo.co.id
Editorial Address
Balai Besar Kulit, Karet dan Plastik Jl. Sokonandi No. 9 Yogyakarta 55166
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Majalah Kulit, Karet, dan Plastik
ISSN : 18296971     EISSN : 24604461     DOI : 10.20543
Core Subject : Engineering,
Majalah Kulit, Karet, dan Plastik (Journal of Leather, Rubber, and Plastics) publishes original research focused on materials, processes, and waste management in the field of leather, rubber, and plastics.
Articles 781 Documents
Penelitian mutu kantong plastik (polybag) wadah bibit tanaman ditinjau dari sifat tegangan putus Arum Yuniari
Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 8, No 15 (1992): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik
Publisher : Center for Leather, Rubber, and Plastic Ministry of Industry, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (815.779 KB) | DOI: 10.20543/mkkp.v8i15.498

Abstract

The objective of this research to know quality of Polythylene polybag for Agriculture after and before planted considered of tensile strength. The research applies 135 polybag, 27 for blanks and the remains for industrial seed planted are pepperningrum, vanilia planifolia andr and pogostennon cablin (blanco) Benth. The thicnees of the polybags used are 0,03 ; 0,05 and 0,1 mm with variation of plants 3, 4, 5 and 6 month. Statistical evaluation prove that ind of plant doesnot influence the result of the test. Variation of polybag thickness and planting time give much effect to tensile strength. Test application is suitable with JIS K 6781 – 1997 Polyethylene Films For Agriculture until sixth month polybags still fulfills the requirements. INTISARI  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mutu kantong plastik wadah bibit tanaman sebelum dan sesudah ditanami ditinjau dari sifat tegangan putus. Dalam penelitian ini digunakan 135 buah kantong plastik yang terdiri dari 27 buah kantong plastik sebagai blangko dan 108 buah kantong plastik ditanami bibit tanaman vanili, lada, nilam. Tebal kantong plastik yang digunakan adalah 0.03 mm, 0.05 mm, 0.10 mm, variasi waktu tanam 3 bulan, 4 bulan, 5 bulan, 6 bulan. Pengujian dilakukan terhadap kantong plastik sebelum dan sesudah ditanami menggunakan tolak ukur JIS K 6781 – 1997, Polyethylence Films For Agriculture dengan 3 kali ulangan. Dari hasil analisa Statistik menunjukkan bahwa jenis tanaman tidak mempengaruhi nilai tegangan putus tetapi tebal kantong dan lama pembibitan sangat mempengaruhi nilai tegangan putus. Bila hasil uji dibandingkan dengan JIS K 6781 – 1997, Polyethylene Films For Agriculture maka sampai dengan waktu tanam 6 bulan kantong plastik tersebut masih memenuhi persyaratan. 
Pengaruh sumber dan konsentrasi garam (Na Cl) pada proses pengasaman (pickling) terhadap mutu kulit domba untuk sarung tangan Emiliana Kasmudjiastuti
Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 25, No 1 (2009): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik
Publisher : Center for Leather, Rubber, and Plastic Ministry of Industry, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2618.53 KB) | DOI: 10.20543/mkkp.v25i1.228

Abstract

The aim of the research was to determine the effects of source and concentration of salt (NaCl) during the pickling process on the leather quality of sheep skin for glove. The kind of salt and concentration developed during pickling process of sheep skin the purified salt, Australian salt, Wedung Demak salt, Madura salt and control salt, was utilized the various concentration was 4%, 6% and 8%, respectively. The test parameter are chemist, physical and visual test. The sheep leather was products like wet blue leather and crust leather, and then they were subsequently tested for their quality such as water content, ash content and Cr2O3 content for wet blue leather and visual test for crust leather such as condition of leather, color, tear strength and resilient. The wet blue leather was water 44,98%, dust 6,90%, and Cr2O3 3,7%, performed with SNI 06-3538-1994, Standard sheep/goat wet blue leathers. Crust of that leather was bright leather condition about soft, non deflated, flexible, color was average, the tear strength moderately was powerful, the spring was elastic, tensile strength was 156,62 kg/cm2 and elongation at break 42% these quality parameter were comply with regulation standard was SNI 06-4035-1996, Standard the glove leather from sheep/goat leather. Key words : salt (NaCl), pickling, leather quality, sheep. ABSTRAK Tujuan penelitian adalah mempelajari pengaruh penggunaan jenis dan konsentrasi garam pada proses pengasaman terhadap mutu kulit domba (wet blue dan kras) yang dihasilkan. Jenis garam dan konsentrasi yang digunakan dalam proses pengasaman bervariasi yaitu dengan garam Purifikasi, Australia, Wedung Demak, Madura dan Kontrol (garam di pasaran) dan konsentrasi berturut-turut 4,6 dan 8%. Parameter uji mutu kulit domba meliputi uji kimia, fisik dan organoleptis. Kulit wet blue diuji kadar air, kadar abu dan kadar Cr2O3. Kulit kras diuji secara organoleptis yang meliputi keadaan kulit, warna kulit, ketahanan sobek dan kelentingan serta uji fisis (kekuatan tarik dan kemuluran). Hasil uji menunjukkan bahwa kulit wet blue dan kulit kras yang memiliki mutu terbaik adalah menggunakan garam Wedung Demak dengan konsentrasi 8%, memberikan hasil kulit wet blue dengan kadar air 44,98%, kadar abu 6,90% dan kadar Cr2O3 3,70%,memenuhi persyaratan mutu yang ditetapkan dalam SNI 06-3538-1994 tentang Kulit Wet Blue Domba/Kambing. Kulit kras yang dihasilkan mempunyai kenampakan visual seperti keadaan kulit lunak, tak gembos, lemas, warna cukup rata, ketahanan sobek kuat, kelentingan elastic, dan kekuatan fisik seperti kekuatan tarik 156,62 kg/cm2, kemuluran 42% dan memenuhi persyaratan SNI 06-4035-1996 Kulit Sarung Tangan dari Kulit Domba/Kambing.Kata kunci : garam (NaCl), pengasaman, mutu kulit, domba.
Penelitian pengaruh penambahan impact modifier terhadap sifat ketahanan pukul kompon acuan sepatu Supraptiningsih Supraptiningsih; Titien Sayekti
Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 9, No 16 (1994): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik
Publisher : Center for Leather, Rubber, and Plastic Ministry of Industry, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1118.088 KB) | DOI: 10.20543/mkkp.v9i16.394

Abstract

The aim of this research is to find the type and optimum total of impact modifier of compound PVC for last making. It has three variations, these are total plasticizer DOP, type and total of impact modifier. The optimum PVC compounds is achived by the PVC compound which using DOP 35 phr and 2 phr impact modifier ABS has value of impact resistance 10.2840 kg cm/cm and hardness 60.67 shore D.
Pengaruh Rhizopus sp sebagai agensia bating terhadap sifat kuat tarik dan kemuluran kulit garmen domba Prayitno Prayitno; Agnes C Davinchi; Samsu Wasito
Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 21, No 1 (2005): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik
Publisher : Center for Leather, Rubber, and Plastic Ministry of Industry, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (822.376 KB) | DOI: 10.20543/mkkp.v21i1.312

Abstract

The influence of Rhizopus sp as bating agent for the tensile strength an elongation properties of sheep leather garment have been investigated. The concentration treatments for Rhizopus Sp were 0,5% and 1% of bloten weight and as comparation was used 1% of oropon OR bating agent, meanwhile the sheep skins used was grouped into 3 groups of weight bases on the fresh skin those were skin those were skin with weight less than 2 kgs, between 2 and 2.5 kgs and skin with weight more than 2.5 kgs, whereas the bating time employed was 60 minutes. The design of experimental method employed in this research was Completely Randomized Design (CRD) for factorial 3x3 with three repetitions. The testing applications parameters observed were tensile strength and elongation at break. The result showed that tensile strength of leather in this research was significantly influenced by the weight of sheep skin (p<0.01). increasing of the sheep skin’s weight would decrease tensile strength properties but elongation at break was not significantly influenced, meanwhile the kind and the dosage of bating agent affected unsignificantly (p>0.05). by concentration of 1% oropon OR; 0.5% and 1% Rhizopus sp the tensile strength and elongation at break for sheep’s skin weight of less than 2 kg fulfill the requirements of Indonesian National Standard (SNI) 06-0250-1989: Sheep/goat leather glove and jacket. Key words: Rhizopus sp, bating agent, tensile strength, elongation, sheep leather garment.  ABSTRAK Telah dilakukan penelitian terhadap pengaruh Rhizopus sp. sebagai agensia bating pada sifat kuat tarik dan kemuluran kulit garmen domba. Konsentrasi Rhizopus sp. yang digunakan adalah 0,5% dan 1% dan sebagai pembanding digakan agentia oropon sebanyak 1%, sementara itu kulit domba yang digunakan dibagi dalam 3 grup berdasarkan pada berat kulit segar yaitu kulit dengan berat kurang dari 2 kg, antara2-2,5 kg dan kulit dngan berat diatas 2,5 kg, sedang waktu bating yang di gunakan adalah 60 menit. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metod eksperimental dengan rancangan acak lengkap pola factorial 3x3 dengan 3 kali ulangan. Parameter uji yang diamati adalah kuat tarik dan kemuluran. Hasil penelitian menunjukan bahwa pada kondisi penelitian ini kuat tarik dari kulit tersamak dipengaruhi secara nyata oleh berat kulit yang digunakan sebagai bahan penelitian (p<0,01), kenaikan bobot kulit ini akan menurunkan sifat kuat tarik akan tetapi tidak berpengaruh nyata pada kemulurannya, sedangkan jenis serta konsentrasi dari agensia bating tidak berpengaruh nyata (p>0,05) terhadap kuat tarik dan kemuluran kulit garmen yang dihasilkan dalam penelitian ini. Kuat tarik dan kemuluran untuk kulit domba dengan berat kurang dari 2 kg dengan pemakaian oropon OR 1% dan Rhixopus sp. 0,5% dan 1% memenuhi persyaratan Standar Nasional Indonesia (SNI) 06-0250-1989. Kulit Sarung Tangan dan Jaket dari Kulit Domba/Kambing. Kata kunci: Rhizopus sp, agensi bating, kuat tarik, kemuluran, kulit garmen domba. 
Kajian kualitas gambir dan hubungannya dengan karakteristik kulit tersamak Anwar Kasim; Alfi Asben; Sri Mutiar
Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 31, No 1 (2015): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik
Publisher : Center for Leather, Rubber, and Plastic Ministry of Industry, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (622.211 KB) | DOI: 10.20543/mkkp.v31i1.220

Abstract

This study aimed to investigate the quality of gambier taken from gambier production center in West Sumatra, the characteristic of tanned leather which was tanned by gambier, and the relationship between gambier quality and tanned leather product. This study was conducted by firstly taking the samples from ten location randomly, secondly analizing some of its characteristics, and later applicating them in leather tanning. The relationship between some gambier parameters with tanned leather was determined by linear regression. The result was finding that the quality was varied among different gambier production centers, comprise of water content, tannin level, cathecin level, ash level and water-insoluble substances. Sixty percent of producton centers had given gambier which was capable to produce leather met the quality requirements. The result also found there were a strong relationship between gambier characteristics and quality of tanned leather, e.g. gambier tannin level and bonded-tannin in tanned leather (r=0.980), gambier catechins level and bonded-tannin in tanned leather (r=0.967) and gambier ash content and bonded-tannin in tanned leather (r=0.852). Highest tannin level would produce good tanned leather.Keywords: gambier, tanning, tanned leather, the correlation.ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas gambir yang diambil dari sentra produksi gambir Sumatera Barat, mengetahui karakteristik kulit tersamak yang disamak menggunakan gambir tersebut dan mengetahui hubungan kualitas gambir dengan kulit tersamak yang dihasilkan. Penelitian dilakukan dengan mengambil sampel dari sepuluh lokasi secara acak, dilanjutkan dengan analisis karakteristik gambir serta aplikasinya dalam penyamakan kulit. Untuk mengetahui hubungan antara beberapa parameter gambir dengan parameter kulit tersamak yang dihasilkan digunakan regresi linier. Hasil penelitian menunjukkan karakteristik gambir dari sentra produksi di Sumatera Barat memiliki kualitas yang bervariasi pada kadar air, kadar tanin, katekin, kadar abu dan zat tak larut air. 60% lokasi sentra produksi memberikan gambir yang mampu menghasilkan kualitas kulit tersamak memenuhi standar mutu. Hubungan antara beberapa parameter gambir sebagai bahan penyamak dengan kualitas kulit tersamak menunjukkan hubungan yang sangat erat antara kadar tanin gambir dengan kadar tanin terikat pada kulit tersamak (r=0.980), kadar katekin pada gambir dengan kadar tanin terikat pada kulit tersamak (r=0.967), dan kadar abu pada gambir dengan kadar tanin terikat pada kulit tersamak (r=0.852). Tingginya kadar tanin gambir akan menghasilkan kulit tersamak yang baik.Kata kunci :gambir, penyamakan, kulit tersamak, korelasi
Optimasi proses finishing kulit ikan nila (Oreochromis niloticus) untuk bagian atas sepatu Emiliana Kasmudjiastuti
Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 30, No 2 (2014): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik
Publisher : Center for Leather, Rubber, and Plastic Ministry of Industry, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (493.336 KB) | DOI: 10.20543/mkkp.v30i2.131

Abstract

The aims of this study was to get the optimum finishing formulations of tilapia fish skin for shoe upper. The variations of experiment were four factors, namely of the variation of binders (1:2 and 1:3), lacquer water (1:1 and 1:2), plating temperatures (50, 65, 80 and 95°C) and plating time (0.5, 1, and 1.5 seconds). Testing was conducted on tensile strength, elongation at break, tear strength, stitch strength, softness, and colour fastness. Statistical analysis was conducted using the General Linear Model (GLM) followed by Tukey’s Studentized Range Test (TSRT). The results showed that the optimum formula for finishing were performed by a variation of binder 1:2, lacquer water 1:2, temperature of plating 95°C and time of plating 1.5 seconds, and it was characterized by the physical properties of tensile strength 177.32 kg/cm2, elongation at break 62%, tear strength 41.92 kg/cm, stitch strength 113.06 kg/cm, softness 2.33 and generally met the standard requirements of SNI 0253:2009: Footwear upper leather - goat skin.Keywords: tilapia fish skin, aqueous top coat, leather finishing.ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mendapatkan formulasi optimum untuk finishing kulit ikan nila sebagai bagian atas sepatu. Variasi perlakuan dalam percobaan terdiri atas empat faktor yaitu variasi binder (1:2 dan 1:3), lak air (1:1 dan 1:2), suhu plating (50, 65, 80, dan 95oC), dan waktu plating (0,5; 1; dan 1,5 detik). Parameter mutu sampel meliputi uji kekuatan tarik, kemuluran, kekuatan sobek, kekuatan jahit, kelemasan, dan ketahanan gosok cat. Analisis statistik menggunakan General Linier Model (GLM) dilanjutkan dengan uji Tukey’s Studentized Range Test (TSRT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa formula optimum untuk finishing diperoleh dari perlakuan penggunaan binder 1: 2, lak air 1: 2, suhu plating 95oC dan waktu plating 1,5 detik. Bagian atas sepatu tersebut memiliki kekuatan tarik 177,32 kg/cm2, kemuluran 62%, kekuatan sobek 41,92 kg/cm, kekuatan jahit 113,06 kg/cm, kelemasan 2,33 dan secara umum parameter mutu bagian atas sepatu kulit ikan nila memenuhi persyaratan SNI 0253:2009 Kulit bagian atas alas kaki - kulit kambing.Kata kunci: kulit ikan nila, aqueous top coat, finishing kulit.
Pembuatan ban dalam sepeda motor dengan filler precipitated calcium carbonate (PCC) Herminiwati Herminiwati
Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 26, No 1 (2010): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik
Publisher : Center for Leather, Rubber, and Plastic Ministry of Industry, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2166.639 KB) | DOI: 10.20543/mkkp.v26i1.242

Abstract

The objective of the research was to investigated the utilization of Precipitated Calcium Carbonate (PCC) as filler in production of motorcycle inner tube. Beside black filler, PCC is a white filler needed in producing rubber products. Four types of PCC have been used including two local PCC from Wonosari and East Java, and other two were imported from Japan and Taiwan. The amount  of PCC added in inner tube rubber compound was varied 10, 15, 20, 25 and 30 phr respectively. The compounding was carried – out by using two roll mills, and the compunds were measured their optimum vulcanization time by using rheometer. The compounds were then subjected  to vulcanisates were compared to 100 phr, actiplast 8 0,1 phr, paraffinic oil 5 phr, N 550 black 30 phr, ZnO 4 phr, stearic acid 1 phr,  antioxidant 1,5 phr, paraffin wax 1 phr, vulcacit DMC 1 phr, vulcacit Thiuram C 0,25 phr, and sulfur 1 phr with the content of PCC Diacal of 25 phr. The best formula meet the requirement of SNI and gave physical properties as follow : tensile strength 232,56 kg/cm2, elongation at break 570 %, permanent set 12,75 %, tensile strength during aging at 105 ± 2 0C, for 5 hours 4,89%. The local PCC form Wonosari and East motorcycle inner tube. However, particle size reduction and coating or surface treatment were needed for improving of the reinforcing effect of the local PCC.  Keywords ; PCC, filler, inner tube, motorcycle. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui penggunaan Precipitated Calcium Carbonate (PCC) sebagai filler dalam pembuatan ban dalam sepeda motor. PCC meruakan filler putih yang diperlukan dalam pembuatan barang-barang karet disamping filler hitam. Dalam penelitian ini digunakan empat jenis PCC yang terdiri atas dua jenis PCC yang local yaitu dari Wonosari dan Jawa Timur dan dua jenis PCC dari Jepang dan Taiwan. Jumlah PCC yang ditambahkan dalam kompon karet ban dalam divariasi berturut-turut sebesar 10, 15, 20, 25 dab 30 phr. Kompon dibuat dengan mesin two roll mill kemudian kompon yang dihaislkan diukur wkatu vulkanisasi optimumya dengan rheometer. Selanjutnya kompondivulkanisasi dengan mesin kempa hidrolik pada suhu 1500C dan tekanan 150 kg/cm2 dalam waktu sesuai yang ditunjukkan oleh rheometer.  Vulkanisat karet ban sepeda motor diuji berdasar SNI. 06-6700-2002 tentang ban dalam kendaraan bermotor. Hasi penelitian menunjukkan bahwa formula terbaik untuk vulkanisat karet ban sepeda motor terdiri atas karet alam (pale crepe) 100 phr, actiplast 8 0,1 phr, paraffinic oil 5 phr, N 550 black 30 phr, ZnO 4 phr, asam strearat 1 phr, antioksidan 1,5 phr, paraffin wax 1 phr, vulcacit DMC 1phr, vulcacit thiuram C 0,25 phr, dan sulfur 1 phr dengan ditambahkan PCC Diacal sebesar 25 phr. Formula terbaik untuk pembuatan vulkanisat dapat memenuhi persyaratan SNI dan memberikan sifat fisis sebagai berikut : kuat tarik badan 232,56 kg/cm2, perpanjangan putus 570 %, kemuluran tetap 12,75%, penurunan kuat tarik pada pengusangan (105 ± 2 0C, 5 jam) 4,89%. PCC local asal Wonosari dan Jawa Timur dapat digunakan untuk substitusi PCC impor sebagai filler putih dalam pembuatan kompon karet ban dalam sepeda motor. Untuk meningkatkan efek penguatannya sebagai substitusi impor, perlu dilakukan perlakuan permukaan dan pengecilan ukuran partikel PCC lokal. 
Pemanfaatan minyak kulit biji jambu mete sebagai substitusi karet stirena butadiena pada kompon karkas ban kendaraan bermotor Dwi Wahini Nurhajati; Pramono Pramono
Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 22, No 1 (2006): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik
Publisher : Center for Leather, Rubber, and Plastic Ministry of Industry, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (761.511 KB) | DOI: 10.20543/mkkp.v22i1.326

Abstract

Cashew nut shell liquid (CNSL) as a by product of cashew nut industry was not utilized. CNSL can be used to produce a rubber-like materials. The objectives of the research was to study the application of CNSL resin as substitute material for styrene butadiene rubber (SBR) in the carcass compound. CNSL was reacted with formaldehyde resulting a rubbery CNSL-formaldehyde resin. CNSL –formaldehyde resin was prepared by reaction of 100 parts of CNSL, 5 parts of a 37% aqeaus solution of formaldehyde and 2 parts of ammonium hydroxide for 60 minutes at 1500C. Ratio of SBR/CNSL formaldehyde in tyre carcass compunds were 50/0, 40/10, 30/20, 20/30, 10/40 and 50/0, respectively. The results show that substitution CNSL – formaldehyde resin for SBR was up to 10 phr. Increasing amount of CNSL-formaldehyde resins have increase physical properties such as hardness, peel test, and density, but decreased tensile strength,elongation at break, and abrasion resistance. A compound with ratio SBR/CNSL-formaldehyde resin 40/10 performed the best physical properties i.e:139.454 kg/cm2 tensile strength, 710.97% elongation at break, 62 Shore A hardness, 1.124 g/cm3density, 423.477 N/inchi peel test, and 3.214 mm3/kgm abrasion resistance, respectively.   Keywords : cashew nut shell liquid, CNSL-formaldehyde resin, tyre carcass compound.   ABSTRAK Minyak kulit biji jambu mete atau cashew nut shell liquid (CNSL) merupakan hasil samping industri kacang mete yang sampai sekarang belum dimanfaatkan secara optimum. Padahal CNSL dapat dibuat menjadi material yang menyerupai karet. Tujuan penelitian ini untuk mempelajari pengaruh penggunaan resin CNSL sebagai substitusi karet stirena butadiene (SBR) dalam kompon karkas. Resin CNSL terlebih dahulu direaksikan dengan formaldehid menjadi resin CNSL-formaldehid yang menyerupai karet. Resin CNSL-formaldehid dibuat dari resin CNSL 100 bagian, formalin 37% sebanyak 5 bagian, dan NH4OH sebanyak 2 bagian yang direaksikan selama 60 menit pada suhu 1500C. Perbandingan  jumlah karet SBR dengan resin CNSL-formaldehid yang diteliti dalam kompon karkas berturut-turut : 50/0, 40/10, 30/20, 20/30, 10/40 dan 50/0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan resin CNSL-formaldehid dapat mensubstitsi  karet SBR sampai 10 phr. Makin banyak resin CNSL-formaldehid yang ditambahkan menaikkan, sifat kekerasan, daya rekat dan berat jenis namun menurunkan sifat tegangan putus, perpanjangan putus, dan ketahanan kikis. Kompon yang berisi perbandingan karet SBR/resin CNSL-formaldehid 40/10 menunjukkan sifat fisis terbaik yaitu berturut-turut : tegangan putus 139,454 kg/cm2; perpanjangan putus 710,97 %, kekerasan 62 Shore A, berat jenis 1,124 g/cm3, ketahanan kikis 3,214 mm3/kgm, dan daya rekat 423,477 N/inch. Kata kunci : minyak kulit biji jambu mete, resin CNSL-formaldehid, kompon karkas ban.
Kajian pemanfaatan lemak fleshing industri penyamakan kulit Sri Sutyasmi
Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 27, No 1 (2011): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik
Publisher : Center for Leather, Rubber, and Plastic Ministry of Industry, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2882.027 KB) | DOI: 10.20543/mkkp.v27i1.212

Abstract

The process of fleshing in the leather tannery generates solid waste in theform of pieces of meat mixed with fat. Fleshing wastes contain approximately 50-80 o% protein and 20-40 % fat. Protein from fleshing waste can be used for animal feed, cornpost and gelatin. The fat can be used as a base for soap rnaking, fat liquoring at leather tanning processes, and fuel (diesel oil substitute). This research aimed to study the possibility of utilizing fat fron fleshing waste in leather tannery.The result show that fat offleshing waste could be obtained by heating or by mechanical/enzymatic extraction. Fats obtained from fleshing waste were called tallow that had a triglyceride with unsaturated carboxylic acid and considered to be ester group. Ester group could be reacted with bases by saponification reaction to produce soap. Ta use thefat offleshing waste in leather anointment as fat liquoring, then the fat must be sulfonated. Meanwhile, for the manufacture of enginefuel then fleshing waste fat rnust be compressed, heated, and thenfiltered. For the manufacture of biodiesel thefat must be added with 5% diesel fuel in order to meet the biodiesel standard DIN 5 I 606
Optimasi waktu reaksi pembentukan kompleks indofenol biru stabil pada uji n-amonia air limbah industri penyamakan kulit dengan metode fenat Rihastiwi Setiya Murti; Christiana Maria Herry Purwanti
Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 30, No 1 (2014): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik
Publisher : Center for Leather, Rubber, and Plastic Ministry of Industry, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (489.988 KB) | DOI: 10.20543/mkkp.v30i1.121

Abstract

Optimization of the reaction time on the formation of indofenol blue complex for N-Ammonia analysis in the tannery wastewater using phenate method has been carried out. The aim of the study was to determine the optimum time for complex formation of  indophenol blue. Variations of reaction time were 1; 2; 2,5; 3; and 21 hours. Accuracy and precision were evaluated to determine the feasibility of developing the method. Analysis of N-Ammonia was done by using a spectrophotometry at a wavelength of 630 nm. Optimum reaction time on the formation of indofenol blue complex for ammonia analysis in the tannery wastewater was achieved at a minimum time of 2 hours at the temperature test of 25oC. The accuracy and relative percent different were 90-97% and <5% respectively, met the SNI-6989.30-2005 so that the method was feasible to be developed and used in the laboratory.ABSTRAKTelah dilakukan penelitian optimasi waktu reaksi pembentukan kompleks indofenol biru pada pengujian N-Amonia dalam limbah cair industri penyamakan kulit menggunakan metode Fenat. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan waktu optimum untuk  pembentukan kompleks indofenol biru. Variasi yang dilakukan adalah waktu reaksi yaitu 1 jam, 2 jam, 2,5 jam, 3 jam, dan 21 jam. Akurasi dan presisi juga dievaluasi untuk mengetahui kelayakan pengembangan metode. Analisis N-Amonia dilakukan dengan menggunakan spektrofotometri pada panjang gelombang 630 nm. Waktu reaksi optimum pembentukan kompleks indofenol biru pada pengujian amonia dalam limbah cair industri penyamakan kulit dicapai pada waktu minimal 2 jam pada suhu uji 25oC. Nilai akurasi sebesar 90-97% dan relative percent different < 5% memenuhi SNI-6989.30-2005 sehingga metode ini layak untuk dikembangkan dan digunakan di laboratorium.

Filter by Year

1984 2021


Filter By Issues
All Issue Vol 37, No 2 (2021): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 37, No 1 (2021): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 36, No 2 (2020): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 36, No 1 (2020): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 35, No 2 (2019): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 35, No 1 (2019): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 34, No 2 (2018): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 34, No 1 (2018): Majalah Kulit, Karet dan Plastik Vol 33, No 2 (2017): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 33, No 2 (2017): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 33, No 1 (2017): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 33, No 1 (2017): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 32, No 2 (2016): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 32, No 2 (2016): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 32, No 1 (2016): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 32, No 1 (2016): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 31, No 2 (2015): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 31, No 2 (2015): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 31, No 1 (2015): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 31, No 1 (2015): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 30, No 2 (2014): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 30, No 2 (2014): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 30, No 1 (2014): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 30, No 1 (2014): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 29, No 2 (2013): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 29, No 2 (2013): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 29, No 1 (2013): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 29, No 1 (2013): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 28, No 2 (2012): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 28, No 2 (2012): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 28, No 1 (2012): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 28, No 1 (2012): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 27, No 1 (2011): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 27, No 1 (2011): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 26, No 1 (2010): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 26, No 1 (2010): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 25, No 1 (2009): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 25, No 1 (2009): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 24, No 1 (2008): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 24, No 1 (2008): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 23, No 1 (2007): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 23, No 1 (2007): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 22, No 1 (2006): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 22, No 1 (2006): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 21, No 1 (2005): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 21, No 1 (2005): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 20, No 1 (2004): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 20, No 1 (2004): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 19, No 1 (2003): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 19, No 1 (2003): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 18, No 1 (2002): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 18, No 1 (2002): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 17, No 1-2 (2001): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 17, No 1-2 (2001): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 14, No 26 (1999): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 14, No 26 (1999): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 15, No 2 (1999): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 15, No 2 (1999): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 12, No 25 (1998): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 12, No 25 (1998): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 12, No 24 (1997): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 12, No 24 (1997): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 12, No 23 (1997): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 12, No 23 (1997): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 12, No 22 (1996): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 12, No 22 (1996): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 11, No 21 (1996): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 11, No 21 (1996): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 10, No 20 (1995): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 10, No 20 (1995): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 10, No 19 (1995): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 10, No 19 (1995): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 9, No 18 (1994): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 9, No 18 (1994): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 9, No 17 (1994): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 9, No 17 (1994): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 9, No 16 (1994): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 9, No 16 (1994): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 7, No 12-13 (1992): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 7, No 12-13 (1992): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 8, No 15 (1992): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 8, No 15 (1992): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 8, No 14 (1992): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 8, No 14 (1992): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 6, No 10-11 (1991): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 6, No 10-11 (1991): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 5, No 9 (1990): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 5, No 9 (1990): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 4, No 8 (1989): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 4, No 8 (1989): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 3, No 7 (1988): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 3, No 7 (1988): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 3, No 6 (1988): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 3, No 6 (1988): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 2, No 5 (1987): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 2, No 5 (1987): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 2, No 3-4 (1986): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 2, No 3-4 (1986): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 1, No 2 (1984): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 1, No 2 (1984): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 1, No 1 (1984): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 1, No 1 (1984): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik More Issue