cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
majalahkkp@yahoo.co.id
Editorial Address
Balai Besar Kulit, Karet dan Plastik Jl. Sokonandi No. 9 Yogyakarta 55166
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Majalah Kulit, Karet, dan Plastik
ISSN : 18296971     EISSN : 24604461     DOI : 10.20543
Core Subject : Engineering,
Majalah Kulit, Karet, dan Plastik (Journal of Leather, Rubber, and Plastics) publishes original research focused on materials, processes, and waste management in the field of leather, rubber, and plastics.
Articles 781 Documents
Pemanfaatan air olahan wetland di Sitimulyo dalam pembuatan kulit pikel domba Dwi Ningsih; Teguh Martianto; Syaiful Harjanto
Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 28, No 2 (2012): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik
Publisher : Center for Leather, Rubber, and Plastic Ministry of Industry, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20543/mkkp.v28i2.111

Abstract

ABSTRACTResearch has been done to study the effects of treated wetland water utilization in Sitimulyo on the making of pickled sheepskin. The treated wetland water on the making of pickled sheepskin was done by using three variable ratio of wetland water: water that is 100:0; 75:25; 50:50. Used as a comparison was control or without any additional water wetland. Skin that was used as much as 12 pieces of sheepskin divided into 4 groups and 3 pieces of leather for each treatment. Quality parameters observed include skin moisture content, salinity, pH, and organoleptic observation. From the results showed that the treated wetland water in Sitimulyo not meet the water requirements for tanning leather according to SNI 06-0649-1989 on water for vegetable leather tanning process. Pickle skin test results show that the chemical (moisture, salt and pH) and organoleptic not meet the requirements of SNI 06-3537-1994 on quality leather and test methods pickle sheep.ABSTRAKTelah dilakukan penelitian untuk mempelajari pengaruh penggunaan air olahan wetland yang ada di Sitimulyo dalam pembuatan kulit pikel domba. Air olahan wetland dalam pembuatan kulit Pikel dilakukan dengan 3 variabel perbandingan air wetland:air bersih yaitu 100:0; 75:25; 50:50. Sebagai pembanding digunakan kontrol atau tanpa tambahan air wetland. Kulit yangdigunakan sebanyak 12 lembar kulit domba dibagi dalam 4 kelompok dan 3 lembar kulit untuk masing-masing perlakuan. Parameter mutu kulit yang diamati meliputi kadar air, kadar garam, pH, serta pengamatan organoleptis. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa air olahan wetland yang ada di Sitimulyo belum memenuhi persyaratan air untuk penyamakan kulit sesuai SNI 06-0649-1989 mengenai air untuk proses penyamakan kulit samak nabati. Hasil uji kulit pikel menunjukkan bahwa secara kimia (kadar air, garam dan pH) dan organoleptis tidak memenuhi persyaratan SNI 06-3537-1994 mengenai mutu dan cara uji kulit pikel domba.
Pembuatan kompon cincin karet perapat air minum Sri Brataningsih Puji Lestari
Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 23, No 1 (2007): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik
Publisher : Center for Leather, Rubber, and Plastic Ministry of Industry, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20543/mkkp.v23i1.337

Abstract

The objective of this research was to investigate the effect of ration of natural rubber, synthetic rubber RSS/SBR and carbon black in preparation of compound for Rubber Seal Joint Rings for Water Supply. The ratio of RSS/SBR was 35/63; 25/75; 15/85 phr and Carbon black 20 phr; 30 phr and 40 phr. The vulcanized product of Rubber Seal Joint Rings for Water Supply were then tested their physical properties. Generally the test result were better than those of for Rubber Seal joint rings for Water Supply found in market and they fulfill the requirements of SNI 06-4828-1998 “Spesifikasi cincin karet sambungan air minum, air limbah dan air hujan”. The hardness of product using carbon black in constant quantity and varied quantity of RSS/SBR did not perform significant effect either for pre-ageing. The best hardness of 61 shore A and 65 shore A with 0% change was achieved at the quantity of carbon black 30 phr  and 40 phr with ratio RSS/SBR 25/75. The optimum tensile strength of 11.38 MPa and 12.63 MPa with change after ageing of -6.3% and -11.3% was achieved at the quantity of carbon black 20 phr and 30 phr with ratio of RSS/SBR 25/75. The best of elongation at break of 440%with change after ageing 1.35% was achieved at the use of carbon black 20 phr with ratio of RSS/SBR 25/75, where as with ratio RSS/SBR 35/65 and carbon black 30 phr, the elongation at break was 453% and chane after ageing was -1.45%. The best compression set of 5.39% and 5.68% was achieved at the quantity of carbon black 30 phr and 40 phr with ratio RSS/SBR 15/85. The optimum swelling of 2.35% was achieved at the quatity of carbon black and ratio RSS/SBR 25/75 was selected representing the exact composition of vulcanized compound of for Rubber Seal joint rings for Water Supply and perfoming best physical properties fulfilling the quality requirement of SNI 06-4828-1998 “Spesifikasi cincin karet sambungan air minum, air limbah dan air hujan”. Key word : Rubber Seal, joint rings, water supply  ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari jumlah penggunaan campuran karet RSS/SBR dan Carbon Black pada pembuatan kompon cincin karet perapat air minum. Rasio RSS/SBR adalah (35/65, 25/75, 15/85) phr dengan carbon black 20 phr, 30 phr dan 40 phr. Vulkanisat karet perapat air bersih yang dihasilkan kemudian diuji sifat fisisnya. Secara keseluruhan hasil uji vulkanisat karet perapat air minum hasil penelitian memenuhi SNI 06-4828-1998 dan mempunyai sifat fisik lebih baik dibandingkan sifat fisik sampel dari pasaran. Sifat kekerasan pada penggunaan carbon black yang tetap RSS/SBR yang bervariasi tidak memberikan pengaruh yang berarti, baik sebelum aging dan perubahan setelah aging. Kekerasan yang terbaik dicapai pada jumlah carbon black 30 dan 40 phr dengan rasion RSS/SBR 25/75 yaitu 61 shore A dan 65 shore A serta perubahan 0%. Nilai kuat tarik optimal dicapai pada penggunaan carbon black  20 phr dengan rasio RSS/SBR 22/75 yaitu sebesar 11,38 Mpa dan 12,63 Mpa dengan perubahan sesudah aging -6,31% dan -11,3%. Hasil perpanjangan putus terbaik dicapai pada penggunaan carbon black 20 ogr dengan rasio RSS/SBR 25/75 yaitu 440% dengan perubahan sesudah aging -1,35% serta rasio RSS/SBR 35/65 dengan jumlah carbon black 30 phr sebesar 453% dengan perubahan sudah aging           -1,45% . Nilai pampat tetap terbaik dicapai pada penggunaan carbon black 30 phr dan 40 phr serta rasio RSS/SBR 15/85 yaitu 5,39% dan 5,68%. Pembengkahan optimal dicapai pada penggunaan carbo black 40 phr dan rasio RSS/SBR 15/85 yaitu 2,35%. Dari beberapa hasil uji fisik vulkanisat yang menunjukkan nilai terbaik tersebut dipilih karet perapat air minum dengan kompoisisi carbon black 30 phr dari rasio RSS/SBR 25/75 sebagai komposisi yang tepat yang dapat memberikan sifat fisik terbaik dan memenuhi syarat mutu SNI 06/4828-1998 “Spesifikasi cincin karet sambungan air minum, air limbah dan air hujan”. Kata kunci: Seal karet, cincin perapat, air  minum. 
Lem kompon karet untuk sepatu kulit yang dibuat dengan proses vulkanisasi Herminiwati Herminiwati; Arum Yuniari; R Jaka Susila
Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 24, No 1 (2008): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik
Publisher : Center for Leather, Rubber, and Plastic Ministry of Industry, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20543/mkkp.v24i1.319

Abstract

The purpose of this research was to find rubber compound adhesive formula for preparing leather shoes of direct vulcanizing process. Leather shoes manufactured by vulcanizing process need a suitable rubber compound adhesive for joining the leather uppers and unvulcanized rubber compound soles. The amount of tackifier in rubber compound adhesive influence the adhesive bonding strength. In preparing the adhesive formula, the effect of coumarone resin addition as tackifier were varies in the mount of 5 , 10 and 15 phr respectively. Rubber compound adhesive was produced by two roll mill machine, after that compound were dissolved in wash benzene with ratio 1 : 10. The prepared adhesive then was applied to manufacture leather shoes using vulcanization moulding at temperature 1700 C and 150 kg/cm2 pressure for 8 minutes. The best adhesive formula could be as the following : natural rubber 100 phr, calcium silicate 5 phr, coumarone resin 10 phr, zinc oxide 10 phr, stearic acid 2 phr, AOSP 2 phr, MBTS 0,8 phr; TMTD 0,2 phr and sulphur 2 phr. The best formula had the peeling strength of the outsole 65,25 kg, peeling strength of the insole 1553 g/cm, and could meet the requirements of JIS 5050, 1984 for Leather shoes. Viscosity of the formula was 2250 cp. Key words : adhesive, rubber compound, leather shoes, vulcanizing process.  ABSTRAK             Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan formula lem kompon karet untuk pembuatan sepatu kulit secara proses vulkanisasi. Setiap kulit dibuat dengan proses vulkanisasi, memerlukan lem kompon karet yang sesuai untuk melekatkan kulit atas dan sepatu dengan sol karet yang belum tervulkanisasi. Banyaknya tackfier dalam lem kompon karet mempengaruhi kekuatan rekat lem. Dalam penyusunan formula lem, penambahan coumarone resin sebagai tacfier divariasi berturut-turut sebesar 5, 10 dan 15 phr. Lem komponen karet dibuat dengan mesin two roll mill, kemudian kompon dilarutkan dalam wash bensin dengan perbandingan 1 : 10. Selanjutnya lem digunakan untuk pembuatan sepatu kulit menggunakan mesin cetak vulkanisasi pada suhu 170 0C dan tekanan 150 kg/cm2 selama 8 menit. Formula lem terbaik terdiri atas karet alam 100 phr, kalsium silikat 5 phr, coumaron resin 10 phr, asam stearate 2 phr, AODP 2 phr, MBTS 0,8 phr; TMTD 0,2 phr dan belerang 2 phr. Formula terbaik mempunyai kuat rekat sol luar dengan atasan sepatu sebesar 65,25 kg, kuat rekat sol dalam dengan sol luar 1553 g/cm damn memenuhi syarat JIS S 5050, 1984 untuk Sepatu jukit Viskositas formula sebesar 2250 cp. Kata kunci : Lem, kompon karet, sepatu kulit, proses vulkanisasi. 
Application of Tegeran (Maclura cochinchinensis) bark as natural tanning agent for the quality of tilapia fish skin Gresy Griyanitasari; Iwan Fajar Pahlawan; Umi Reza Lestari
Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 35, No 2 (2019): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik
Publisher : Center for Leather, Rubber, and Plastic Ministry of Industry, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20543/mkkp.v35i2.5503

Abstract

Chrome is a tanning material that is very harmful to the environment hence its role is being replaced with vegetable tanning materials. One of the natural ingredients that contain tannin is Tegeran (M. cochinchinensis) wood. The aim of this study was to determine the effect of M. cochinchinensis as natural tanning agent for tilapia fish skin. Tannin contained in the M. cochinchinensis was being extracted using three solvents: water, ethanol, and water-ethanol (1:1). The composition of the material and the solvent was 1:4. It was heated in the waterbath at temperature 70 °C for 3 hours. The results showed that the use of M. cochinchinensis as natural tanning agent could at once gave unique color to the tanned fish skin. The average of shrinkage temperature was 78.11°C. Leather tanned with M. cochinchinensis that was extracted with water showed higher value of tensile strength and tear strength than those with ethanol and water-ethanol.
The preservation of green goat skin using liquid smoke from coconut shell Suliestiyah Wiryodiningrat
Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 25, No 1 (2009): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik
Publisher : Center for Leather, Rubber, and Plastic Ministry of Industry, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20543/mkkp.v25i1.226

Abstract

The objective of the research on the presentation of green goat skin using liquid smoke was to reduce the environmental contamination caused by usage of the environmentally-unfriendly chemical in skin preservation process. Liquid smoke is the outcome of coconut shell waste containing a lot of phenol and acid compound. It is an organic material that is environment-friendly and it can inhibit the bacteria growth. The research was conducted using 18 pieces of green goat skin. Eighteen pieces of green goat skin were divided into 2 treatments. The first stage treatment used liquid smoke as the preserving material with 0,1%, 0,5%, and 1,0 % in concentrations without crystal salt and anti-bacterial material. The second stage treatment used liquid smoke with 5%, 10% and 15% in concentrations and used crystal salt without anti-bacteria material. The skins then were stretched and dried in the sun. They were observed for 1 week, 2 weeks and 1 month. The results of the skin preservation then were tested in organoleptic method, including the tests for the shedding of feather and the damage of skin owing to bacteria / louse. The skins also were tested in physical method (tensile strength & elongation at break). The result of search showed that the skins preservation for month using liquid smoke, 10% in concentration, was the most effective, Usage of liquid smoke as the substitute of anti-bacteria/fungicide would reduce a part of the environmental contamination owing to usage of the environment-unfriendly chemical in skin preservation process. Keywords: skin preservation, liquid smoke, environment-friendly ABSTRAK Penelitian pengawetan kulit kambing berbulu menggunakan asap cair tujuannya adalah mengurangi pencemaran lingkungan yang disebabkan oleh pemakaian bahan kimia yang tidak ramah lingkungan dalam proses pengawetan kulit. Asap cair merupakan hasil dari limbah tempurung kelapa yang banyak mengandung senyawa asam dan fenol yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri dan merupakan bahan organic yang ramah lingkungan. Penelitian dilakukan menggunakan kulit mentah kambing berbulu sebanyak 18 lembar terbagi menjadi 2 perlakuan. Perlakuan tahap pertama menggunakan asap cair sebagai bahan pengawet dengan konsentrasi 0,1%, 0,5% dan 1,0% tanpa menggunakan garam Kristal dan bahan anti bakteri. Sedangkan perlakuan tahap kedua menggunakan asap cair dengan konsentrai 5%, 10% dan 15% dan garam kristal tanpa menggunakan anti bakteri. Kulit tersebut kemudian dipentang dan dijemur di bawah sinar matahari dan diamati selama 1 minggu, 2 minggu dan 1 bulan. Hasil pengawetan kulit kemudian diuji secara organoleptis yaitu meliputi kerontokan bulu dan kerusakan kulit akibat serangan bakteri/kutu. Kulit tersebut juga dilakukan pengujian secara fisis (kekuatan tarik dan kemuluran). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengawetan kulit selama 1 bulan menggunakan asap cair konsentrasi 10% adalah yang paling efektif. Dengan menggunakan asap cair sebagai pengganti bahan kimia anti bakteri / jamur maka akan dapat mengurangi sebagian pencemaran lingkungan yang ditimbulkan oleh penggunaan bahan kimia yang tidak ramah lingkungan dalam proses pengawetan kulit. Kata kunci : pengawetan kulit, asap cair, ramah lingkungan.
Pengaruh kualitas air limbah sentra industri penyamakan kulit sitimulyo terhadap karakteristik air sungai R. Jaka Susila; Yuwono Sumasto
Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 21, No 1 (2005): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik
Publisher : Center for Leather, Rubber, and Plastic Ministry of Industry, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20543/mkkp.v21i1.310

Abstract

The characteristic of waste discaharged in tanning industry depends on variety and describe of processing and technology are used. Liquid effluent is high-grade category. Waste water comes from beam house process and tanning process, and the dangerous of waste is trivalent and hexavalent of chrome from tanning chrome process. The management of waste in the tanning industry is holding and handling start at raw material, auxiliaries, processing, finishing the last product and the end of pipe treatment. The objective of the research was to know the influence of waste water quality in tanning industry centre Sitimulyo for water river characteristic. The sample was examine in 5 months and the eight parameters were limited by SK Gunernur No : 281/KPTS/1998: Waste water analysis in tanning industry was BOD 31,80mg/l, COD 660,84 mg/l, TSS 221,60 mg/l, Chrom 0,07 mg/l, N-Amonia 13,36 mg/l, Sulfide 13,56 mg/l, Oil/fat 4,80 mg/l, and pH 7,53. Characteristic water river befor received pollutant was BOD 0,75 mg/l, COD 12,18 mg/l, TSS 10,00 mg/l, Chrom 0,01 mg/l, N-Amonia 2,07 mg/l, Sulfide 0,17 mg/l, oil/fat 4,00 mg/l, and pH 7,48. Characteristic water river after received polutan was BOD 8,17 mg/l, COD 38,42 mg/l, TSS 14,00 mg/l, Chrom 0,06 mg/l, N-Amonia 0,47 mg/l, Sulfide 0,002 mg/l, Oil/fat 4,21 mg/l and pH 7,33. Stated that there is a correlation between waste water quality in tanning industry centre Sitimulyo with the river. Although water river characteristic to be change, but still full fill the requiremnts. Key words: waste water, tanning industry, water river ABSTRAK Karakteristik limbah yang dikeluarkan industry penyamakan kulit dipengaruhi oleh jenis dan sifat kulit yang diproses serta teknologi yang diterapkan. Limbah cair industry penyamakan kulit termasuk kategori pencemar tinggi. Limbah cair terutama berasal dari proses basah (beam house) dan proses penyamakan, sedang bahan pencemar berbahaya terutama adalah krom valensi 3 dan krom heksavalen yang berasal dari bahan penyamak krom. Pegelolaan limbah industry penyamakan kulit berupa pengendalian dan engelolaan mulai dari input bahan baku, bahan pembantu, proses, penanganan produk akhir dan ujung akhir proses (end of pipe treatment) Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kualitas air limbah penyamakan kulit Sitimulyo terhadap karakteristik air sungai. Sampling limbah cair dilakukan selama 5 bulan di sentra industry Penyamakan kulit Sitimulyo dan parameter yang diuji meliputi 8 parameter limbah cair sesuai SK Gubernur No: 281/KPTS/1998 Baku mutu limbah cair industry penyamakan kulit. Hasil pengujian air limbah diperoleh rata-rata BOD 31,80mg/l, COD 660,84 mg/l, TSS 221,60 mg/l, krom 0,07 mg/l, N-Amonia 13,36 mg/l, Sulfida 13,56 mg/l, minyak/lemak 4,80 mg/l, and pH 7,53. Karakteristik air sungai sebelum menerima beban polutan adalah sebagai berikut nilai BOD 0,75 mg/l, COD 12,18 mg/l, TSS 10,00 mg/l, krom 0,01 mg/l, N-Amonia 2,07 mg/l, Sulfida 0,17 mg/l, minyak/lemak 4,00 mg/l, and pH 7,48. Karakteristik air sungai setelah dialiri limbah adalah sebai berikut BOD 8,17 mg/l, COD 38,42 mg/l, TSS 14,00 mg/l, krom 0,06 mg/l, N-Amonia 0,47 mg/l, Sulfida 0,002 mg/l, Oil/fat 4,21 mg/l and pH 7,33. Berarti ada korelasi antara kualitas air limbah di sentra industri penyamakan kulit Sitimulyo terhadap karakteristik air sungai. Walupun ada perubahan karakteristik air sungai, namun masih memenuhi persyaratan. Kata kunci: air limbah, industri penyamakan kulit, air sungai
Penggunaan enzim bacillus megatorium DSM-319 pada proses perendaman penyamakan kulit jaket R. Jaka Susila; Emiliana Kasmudjiastuti; Sri Sutyasmi
Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 29, No 2 (2013): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik
Publisher : Center for Leather, Rubber, and Plastic Ministry of Industry, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20543/mkkp.v29i2.196

Abstract

ABSTRACTThe purpose of the study was to obtain eco-friendly soaking process for goatskin and to shorten the soaking time. The enzyme used in the soaking process was Bacillus megatorium DSM-319, with enzyme concentration of 0.5, 1, and 1.5% and soaking time of 1, 1.5, and 2 hours. Each sample were tested for skin histology observation using photomicrograph, protein concentration analysis, tensile strength, elongation, colour fastness (dry and wet) and flexibility. The results showed that protein content of goat skin was decreased 42.32% after optimum soaking with 1% enzyme for one hour. The results of the physical testing of jacket leather with optimum soaking process met the quality requirements of SNI 4593:2011 Sheep/goat jacket leather.Keywords: Bacillus megatorium DSM-319, enzyme, soaking, goatskin, jacketABSTRAKTujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan proses perendaman kulit kambing yang ramah lingkungan dan untuk mempersingkat waktu proses perendaman. Enzim Bacillus megatorium DSM-319 digunakan dalam perendaman dengan konsentrasi enzim berturut turut 0,5; 1 dan 1,5% dan variasi waktu berturut turut 1; 1,5 dan 2 jam. Evaluasi keberhasilan proses perendaman dilakukan dengan pengamatan histologi kulit menggunakan fotomikrograf, analisis kadar protein, kekuatan tarik, kemuluran, ketahanan gosok cat (kering dan basah) dan kelenturan. Hasil analisis kadar protein menunjukkan bahwa kadar protein kulit kambing setelah perendaman optimal pada konsentrasi enzim 1% selama 1 jam dengan penurunan sebesar 42,32%. Hasil uji fisika kulit jaket dari kulit kambing hasil perendaman dengan konsentrasi enzim sebesar 1% selama 1 jam telah memenuhi persyaratan mutu yang sesuai dengan SNI 4593:2011 Kulit jaket domba/kambing.Kata kunci: Bacillus megatorium DSM-319, enzim, perendaman, kulit kambing, jaket
Prototipe sistem peringatan dini berbasis SMS untuk mendeteksi kenaikan kadar gas amoniak di pengolahan air limbah industri penyamakan kulit Wahyu Pradana Arsitika; Rihastiwi Setiya Murti
Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 29, No 1 (2013): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik
Publisher : Center for Leather, Rubber, and Plastic Ministry of Industry, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20543/mkkp.v29i1.219

Abstract

ABSTRACTThe objective of this research was to produce prototype of an early warning system basedon SMS for detection the rising level of ammonia gas in wastewater treatment of leather tanningindustry. The systems consist of three parts, those were data input, data processing, and output.Ammonia gas sensor as a detector that produces an analog Direct Current (DC) voltage. Analogto Digital Converter (ADC) pin on the microcontroller received an analog DC voltage to beprocessed. ADC readings done through the Liquid Crystal Display (LCD) while the GlobalSystem for Mobile Communications (GSM) modem was used to send Short Massage Service(SMS). This early warning system worked by determining a threshold value. SMS would be sent tohand phone number of job holder, if the ADC value exceeded the specified threshold value. Resultobtained was the ammonia gas sensor model are MQ137 based on SnO , Arduino Uno as 2microcontroller module based on Atmega 328P microcontroller, and General Packet RadioService (GPRS) Shield as GSM modem that compatible with the Arduino Uno R3 pin.Keywords: wastewater treatment, tanning industry, amonia gas, SMS, MQ 137ABSTRAKTujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan sebuah rancang bangun (prototipe) sistemperingatan dini melalui SMS atas kenaikan aras gas amoniak di pengolahan air limbah industripenyamakan kulit. Sistem ini terdiri dari data masukan, pengolah data, dan keluaran. Sensor gasamoniak sebagai detektor menghasilkan tegangan listrik arus searah (DC) analog. Pin converterdigital ke analog (ADC) pada mikrokontroler menerima tegangan listrik DC analog untukselanjutnya diolah. Pembacaan ADC dilakukan melalui Liquid Crystal Display (LCD)sedangkan modem Global System for Mobile Communications (GSM) berfungsi untukmengirimkan SMS. Sistem peringatan dini bekerja berdasarkan penentuan nilai ambang batasaras gas amoniak. Apabila pembacaan detektor melebihi nilai ambang batas aras gas amoniakyang ditentukan, maka peringatan dini akan dikirimkan lewat SMS kepada nomor petugas. Hasilyang diperoleh adalah sensor gas amoniak model MQ137 dengan bahan dasar SnO , modul 2mikrokontroler berupa Arduino Uno versi R3 berbasis mikrokontroler Atmega 328P, modemGSM model General Packet Radio Service (GPRS) Shield yang sesuai dengan pin Arduino Unoversi R3.Kata kunci: pengolahan air limbah, industri penyamakan, gas amoniak, SMS, MQ137
Pengurangan nitrogen pada limbah cair terolah industri penyamakan kulit menggunakan sistem wetland buatan Prayitno Prayitno
Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 30, No 2 (2014): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik
Publisher : Center for Leather, Rubber, and Plastic Ministry of Industry, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20543/mkkp.v30i2.129

Abstract

Recently constructed wetland have been widely used in wastewater treatment because of its low energy consumption and its simple operation. A research for removing nitrogen in the treated tannery wastewater by using constructed wetland have been conducted. Two unit of constructed wetland were used. Each unit was vegetated with Equisetum hyemale and Echinodorus palaefolius respectively. Both unit were then operated with subsurface flow system by varying the residence time at 3.125; 2.083; and 1.563 days. The results showed that the optimum effectiveness of nitrogen reduction were 83.67% with a residence time of 3.125 days and 70.29% with a residence time of 2.083 days for Equisetum hyemale and Echinodorus palaefolius respectively. Nitrogen reduction rate constant of 0.275 by using the formula of the USEPA was only suitable for wetland with Equisetum hyemale with R2 of 0.880.Keywords: constructed wetland, nitrogen removal, Equisetum hyemale, Echinodorus palaefolius.ABSTRAKSaat ini wetland buatan sangat luas digunakan untuk pengolahan limbah cair dikarenakan rendahnya energi yang diperlukan dan pengoperasiannya yang sederhana. Penelitian untuk penurunan kadar nitrogen limbah industri kulit terolah dengan menggunakan wetland buatan telah dilakukan. Penelitian dengan menggunakan dua unit wetland buatan dimana masing-masing ditanami dengan tumbuhan bambu air dan melati air. Kedua unit wetland buatan dioperasikan dengan sistem aliran di bawah permukaan dengan memvariasi waktu tinggal berturut-turut 3,125; 2,083; dan 1,563 hari. Hasil penelitian menunjukan bahwa efektifitas optimum penurunan nitrogen untuk unit wetland dengan tanaman bambu air adalah sebesar 83,67% dengan waktu tinggal 3,125 hari, sedangkan untuk melati air penurunan nitrogen optimum terjadi pada wetland dengan waktu tinggal 2,083 hari dengan efektifitas penurunan sebesar 70,29%. Konstanta kecepatan penurunan nitrogen sebesar 0,275 dengan menggunakan formula dari USEPA hanya sesuai untuk wetland dengan tumbuhan bambu air dengan R2 sebesar 0,880.Kata kunci: wetland buatan, pengurangan nitrogen, bambu air, melati air. 
Penggunaan precipitated calcium carbonate (PCC) sebagai filler untuk sol karet sepatu olah raga Herminiwati Herminiwati; Arum Yuniari
Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 26, No 1 (2010): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik
Publisher : Center for Leather, Rubber, and Plastic Ministry of Industry, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20543/mkkp.v26i1.240

Abstract

The objective of the research was to investigate the utilization of Precipitated Calcium Carbonate (PCC) as filler in producing sport shoe rubber soles. PCC is a white filler needed for production of nonblack colour rubber products. There are four types of PCC that have been used including two local PCC from Wonosari and East Java, and two imported PCC from Japan and Taiwan. The amount of PCC added into the sport shoe sole rubber compound was varied in 30,45,60,75 and 90 per hundred rubber (phr). The compounding was carried-out by using two roll mills machine, and the compound was subsequently measured their optimum vulcanization time by using rheometer. The produced compound was then subjected to vulcanistion process by using hydrolic press at temperature 1500C and pressure 150 kg/ cm2. The quality of shoes sole vulcanisates were compare to standard quality of SNI. 12-7075-2005 about cemented system sport shoes. The results indicated that the best formula of rubber compound for sport shoes sole were made by using NR 80 phr, NBR 20 phr, paraffinic oil 10 phr, aluminium silicate 30 phr, ZnO 5 phr, TiO2 10 phr, stearic acid 1 phr, vulkanox SP 1 phr, paraffin wax 1 phr, TMTD 0,5 phr, CBS 2 phr, sulphur 1,2 phr with the amount of PCC Actifort 700 of 45 phr. The best formula meet the requirement SNI 12-7075-2005 and they were characterized by tensile sterength 16,79 N/mm2, elongation at break 529,92% tear resistance 9,06 N/mm2, specific gravity 1,28 g/cm3, hardness 55 shore A, Grasselli absrassion resistancing filler. The local PCC from Wonosari can be used for substitution of the imported PCC as the white filler for the production of rubber compound sport shoes sole. However, particle size reduction and coating or surface treatment of local PCC were needed for improving the quality and the role of reinforcing filler.  Keywords : PCC, filler, sole, sport shoes.  Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan Precipitated Calcium Carbonate (PCC) sebagai filler dalam pembuatan sol karet sepatu olah raga. PCC merupakan filler putih yang diperlukan dalam pembuatan barang-barang karet yang tidak berwarna hitam. Empat jenis PCC yang terdiri atas dua jenis PCC local dari Wonosari dan Jawa Timur dan dua jenis PCC impor dari Jepang dan Taiwan digunakan sebagai filler untuk pembuatan sol karet sepatu olahraga. Jumlah PCC yang ditambahkan dalam kompon karet sol sepatu olah raga divariasi berturut-turut 30,45,60,75 dan 90 phr (per hundred rubber). Proses pembuatan kompon dilakukand engan mesin two roll mill dan kompon yang diperoleh diukur waktu vulkanisasi optimumnya dengan rheometer. Kompon selanjutnya divulkanisasi dengan mesin kema hidrolik pada suhu 1500C dan tekanan 150 kg/ cm2. Kualitas vulkanisat sol sepatu diujji menurut ketentuan dalam SNI. 12-7075-2005 tentang sepatu olah raga dengan system lem. Hasil penelitian menunjukkan bahwa formula kompon karet sol sepatu olah raga terbaik terdiri atas karet alam 80 phr, NBR 20 phr, paraffinic oil 10 phr, aluminium silikat 30 phr, ZnO 5 phr, TiO2 10 phr, asam stearate 1 phr, vulkanox SP 1 phr, parafin wax 1 phr, TMTD 0,5 phr, CBS 2 phr, sulfur 1,2 phr dengan jumlah PCC Actifort 700 yang ditambahkan sebesar 45 phr. Formula terbaik memenuhi persyaratan SNI dan ditandai oleh sifat fisik sebagai berikut : tegangan putus 16,79 N/mm2, perpanjangan putus 529,92 %, ketahanan sobek 9,06 N/mm2, bobot jenis 1,28 cm3, kekerasan 55 shore A, ketahanan kikis Grasselli 1,0 mm3/kg m, ketahanan retak lentur baik dan tidak retak. Ini menunjukkan bahwa PCC Actifort 700 merupakan filler penguat. PCC local asal Wonosari dapat digunakan untuk mensubstitusi PCC impor sebagai filler putih dalam pembuatan karet sol sepatu olah raga. Akan tetapi PCC local memerlukan pengecilan ukuran partikel dan perlakuan permukaan atau coating untuk meningkatkan kualitas dan peranannya sebagai filler penguat. Kata Kunci : PCC, filler, sol, sepatu olahraga. 

Filter by Year

1984 2021


Filter By Issues
All Issue Vol 37, No 2 (2021): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 37, No 1 (2021): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 36, No 2 (2020): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 36, No 1 (2020): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 35, No 2 (2019): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 35, No 1 (2019): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 34, No 2 (2018): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 34, No 1 (2018): Majalah Kulit, Karet dan Plastik Vol 33, No 2 (2017): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 33, No 2 (2017): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 33, No 1 (2017): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 33, No 1 (2017): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 32, No 2 (2016): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 32, No 2 (2016): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 32, No 1 (2016): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 32, No 1 (2016): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 31, No 2 (2015): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 31, No 2 (2015): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 31, No 1 (2015): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 31, No 1 (2015): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 30, No 2 (2014): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 30, No 2 (2014): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 30, No 1 (2014): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 30, No 1 (2014): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 29, No 2 (2013): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 29, No 2 (2013): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 29, No 1 (2013): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 29, No 1 (2013): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 28, No 2 (2012): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 28, No 2 (2012): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 28, No 1 (2012): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 28, No 1 (2012): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 27, No 1 (2011): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 27, No 1 (2011): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 26, No 1 (2010): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 26, No 1 (2010): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 25, No 1 (2009): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 25, No 1 (2009): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 24, No 1 (2008): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 24, No 1 (2008): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 23, No 1 (2007): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 23, No 1 (2007): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 22, No 1 (2006): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 22, No 1 (2006): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 21, No 1 (2005): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 21, No 1 (2005): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 20, No 1 (2004): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 20, No 1 (2004): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 19, No 1 (2003): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 19, No 1 (2003): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 18, No 1 (2002): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 18, No 1 (2002): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 17, No 1-2 (2001): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 17, No 1-2 (2001): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 14, No 26 (1999): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 14, No 26 (1999): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 15, No 2 (1999): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 15, No 2 (1999): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 12, No 25 (1998): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 12, No 25 (1998): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 12, No 24 (1997): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 12, No 24 (1997): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 12, No 23 (1997): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 12, No 23 (1997): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 12, No 22 (1996): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 12, No 22 (1996): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 11, No 21 (1996): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 11, No 21 (1996): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 10, No 20 (1995): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 10, No 20 (1995): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 10, No 19 (1995): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 10, No 19 (1995): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 9, No 18 (1994): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 9, No 18 (1994): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 9, No 17 (1994): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 9, No 17 (1994): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 9, No 16 (1994): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 9, No 16 (1994): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 7, No 12-13 (1992): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 7, No 12-13 (1992): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 8, No 15 (1992): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 8, No 15 (1992): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 8, No 14 (1992): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 8, No 14 (1992): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 6, No 10-11 (1991): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 6, No 10-11 (1991): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 5, No 9 (1990): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 5, No 9 (1990): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 4, No 8 (1989): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 4, No 8 (1989): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 3, No 7 (1988): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 3, No 7 (1988): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 3, No 6 (1988): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 3, No 6 (1988): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 2, No 5 (1987): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 2, No 5 (1987): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 2, No 3-4 (1986): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 2, No 3-4 (1986): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 1, No 2 (1984): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 1, No 2 (1984): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 1, No 1 (1984): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 1, No 1 (1984): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik More Issue