cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Fakultas Pertanian
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Arjuna Subject : -
Articles 51 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 1 (2016)" : 51 Documents clear
KAJIAN KEARIFAN LOKAL MASYARAKAT DALAM MELESTARIKAN LANSKAP CANDI SUMBERAWAN Lopes, Natalia; Hamzah, Amir; Budiyono, Debora
Fakultas Pertanian Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kearifan lokal merupakan tata nilai atau perilaku hidup masyarakat lokal dalam berinteraksi dengan lingkungan hidup secara arif, bentuk kearifan lokal masyarakat Sumberawan diwujudkan dalam bentuk religius atau kepercayaan yang berhubungan dengan kekuatan gaib. Tujuan peneletian ini adalah menganalisis karakter sosial masyarakat dan karakter lanskap pada kawasan Candi Sumberawan serta menganalisis konsep kearifan lokal masyarakat Candi Sumberawan dalam melestarikan lanskap kawasan Candi Sumberawan. Penelitian dilakukan di Desa Toyomarto, Dusun Sumberawan, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Propinsi Jawa Timur. Penelitian ini menggunakan metode observasi dan teknik pengambilan data melalui pembagian kuisioner dengan jumlah 5 orang responden yang terdiri dari toko masyarakat, pengelola, toko adat dan perangkat desa. Analisis terdiri dari karakteristik sosial dan karakter fisik lanskap kawasan. Hasil peneletian menunjukan karakter sosial masyarakat Sumberawan dalam kegiatan kebersamaan maupun dalam kegiatan lainnya akan selalu adanya gotong royong dalam menjaga lanskap dan elemen-elemen lainnya sehingga memiliki suatu konsep kearifan lokal. Konsep kearifan lokal pelestarian sumber air dalam prespektif budaya, yaitu konsep Patirtan dan konsep Panguripan. Patirtan dalam bahasa jawa berarti tempat air atau sumber air yang berkonotasi dengan kegiatan religi masyarakat. Panguripan dalam bahasa Jawa berarti konsep fungsi air dalam agama Hindu dan Budha yang pada mulanya untuk kepentingan ritual dan religi.
PENGUJIAN DAYA HAMBAT PERTUMBUHAN JAMUR Aspergillus sp. DARI EKSTRAK ETIL ASETAT DAUN SAWO MANILA (Manilkara zapota) Susanti, Herlina; Mushollaeni, Wahyu; Sasongko, Pramono
Fakultas Pertanian Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan jenis-jenis senyawa bioaktif dan konsentrasi yang paling efektif dari ekstrak daun sawo manila dalam menghambat pertumbuhan jamur Aspergillus sp. Perlakuan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu E1: Etil asetat teknis 70% dan E2: Etil asetat teknis 90% masing-masing dengankonsentrasi 10% = 20%= 30%= 40%= 50%. Masing-masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Dari pengamatan hasil penelitian yang dilakukan dengan ekstrak daun sawo dari etil asetat 70% pada hari yang kelima yaitu dengan zona bening dari uji daya hambat seluas 4,1 mm yaitu pada konsentrasi ekstrak daun sawo 50% mampu menghambat pertumbuhan jamur Aspergillus sp. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa berdasarkan analisa uji daya hambat pertumbuhan jamur Aspergillus sp maka kombinasi perlakuan yang terbaik adalah E1: Etil asetat 70% dengan konsentrasi 50%, dari hasil perlakuan terbaik tersebut dilakukan analisa kelayakan usaha meliputi perhitungan biaya investasi sebesar Rp. 227.650.000 dan kebutuhan total biaya investasi diperoleh biaya produksi tahunan sebesar Rp. 1.945.950.000 dengan kapasitas produksi selama 1 tahun adalah Rp. 180.000 botol/tahunnya, maka akan diperoleh HPP sebesar Rp. 18.935,33/botol. Nilai BEP terjadi pada kualitas produk Rp. 18.935,33 unit produk/tahun sebesar Rp. 1.163.432.485 IRR= RCR= 1,75 karena nilai RCR pada proyek ini > 1 maka usaha produksi ekstrak daun sawo manila menggunakan etil asetat ini layak untuk diusahakan.
MODEL KOMUNIKASI YANG EFEKTIF MELALUI PENDEKATAN KELOMPOK TANI PEDESAAN DI KECAMATAN PAKISAJI KABUPATEN MALANG Lamapaha, Yohanes Visensius; Muljawan, Rikawanto Eko; Arvianti, Eri Yusnita
Fakultas Pertanian Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui model komunikasi yang efektif melalui pendekatan kelompok tani dan faktor-faktor yang mempengaruhi penyuluh dalam melaksanakan model komunikasi pertanian yang efektif pada pendekatan kelompok tani di Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang. Bentuk metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah, metode kualitatif yang dilakukan melalui observasi, wawancara dan kuesioner sedangkan jenis analisis yang digunakan yaitu analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukan model komunikasi yang efektif pada pendekatan kelompok tani pedesaan dikategorikan baik. Metode penyuluhan yang efektif pada pendekatan kelompok tani pedesaan yaitu: ceramah, diskusi dan praktek lapangan sedangkan media penyuluhan yang efektif pada pendekatan kelompok tani pedesaan di Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang yaitu: poster, kender, buku-buku tentang pertanian dan handphone. Faktor yang mempengaruhi penyuluh dalam melaksanakan model komunikasi yang efektif pada pendekatan kelompok tani pedesaan adalah motivasi penyuluh, sikap penyuluh dan pengetahuan penyuluh. Motivasi penyuluh dapat dikategorikan sangat baik sedangkan sikap dan pengetahuan penyuluh adalah baik.
PEMBUATAN MIE KERING DARI PROPORSI PERBANDINGAN TERIGU DAN TEPUNG MOCAF Hedinarta, Hedinarta; Mushollaeni, Wahyu; Wirawan, Wirawan
Fakultas Pertanian Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mocaf yang merupakan produk tepung ubi kayu yang diproses menggunakan prinsip memodifikasi sel ubi kayu secara fermentasi. Fermentasi dengan starter bisa menggunakan bakteri asam laktat (starter Lactobacillus), khamir Saccharomyces Cerevisiae, maupun fermentasi secara alami. Penelitian Rancangan Acak Lengkap dengan satu faktor yaitu 3x3. Formulasi Tepung Mocaf dan Terigu sebanyak 3 Formulasi yaituP1= Mocaf 20% : Terigu 80%, P2= Mocaf 40% : Terigu 60%, P3= Mocaf 60% : Terigu40%. Dan Analisa Usaha dilakukan terhadap Break Even Point (BEP), Harga Pokok Penjualan (HPP), R/C (Revenue Cost Ratio). Hasil analisa daya patah, tekstur dan dan kembang dari mie kering tertinggi terdapat pada perlakuan mocaf 40% dan tepung terigu 60% yaitu sebesar 4,6 untuk daya patah, 3,52 untuk nilai tekstur dan 3,67 untuk daya kembang mie kering. Dengan harga pokok produksi (HPP) Rp5.404,90/pack serta harga jual perkemasan Rp7.500. dengan, BEP (unit) diperoleh jika produksinya mencapai11.621,49 pack sedangkan BEP (harga) akan diperoleh jika mendapat pendapatan sebesar Rp183.816.964,29. Hasil perhitungan diperoleh RCR 1,38. Artinya usaha mie kering ini layak diusahakan karena RCR>1.
PENGARUH FORMULASI PAKAN TERHADAP KONSUMSI SERAT KASAR, ABU DAN BAHAN ORGANIK PADA ULAT HONGKONG Piku, Eliseba; Achmanu, Achmanu; Santoso, Erik Priyo
Fakultas Pertanian Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian dilaksanakan padabulan Februari 2015 sampai bulan April 2015 di Desa Sumber Sekar, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang.Analisis proksimat dilakukan di Laboratorium Nutrisi Dan Makanan Ternak Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengaruh formulasi pakan ulat hongkong terhadap konsumsi serat kasar, abu, dan bahan organic pada ulat hongkong.Materi dalam penelitian ini adalah ulat hongkong umur 15 hari yang di peroleh dari Dusun Patihan Blitar.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengaruh formulasi pakan kombinasi terhadap konsumsi serat kasar, abu, dan bahan organic pada ulat hongkong. Penelitian ini menggunakan metode percobaan, Rancangan Acak Lengkap (RAL) PolaFaktorial 3 Gross Energy=GE 4000, 4500 dan 5000 kkal/kg) x 3 Protein Kasar=PK 10, 12 dan 14 %) dengan 9 perlakuan kombinasi yakni: G1P1 = GE 4000 x PK 10%, G1P2 = GE 4000xPK 12%, G1P3 = GE 4000xPK 14%, G2P1 = GE 4500xPK 10%, G2P2 = GE 4500xPK 12%, G2P3 = GE 4500xPK 14%, G3P1 = GE 5000xPK 10%, G3P2 = GE 5000xPK 12% dan G3P3 = GE 5000xPK 14% dan masing ? masing perlakuan di ulang 3 kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pakan kombinasi (GE x PK) yang berbeda memberikan perbedaan pengaruh yang sangatnyata (P
EFISIENSI REPRODUKSI TERNAK KAMBING DI DESA KLAMPOK KECAMATAN SINGOSARI KABUPATEN MALANG (StudiKasus Di KecamatanSingosari,Kabupaten Malang) Mbapa, Stefanus Wua Prada; Marhaeniyanto, Eko; Darmawan, Hariadi
Fakultas Pertanian Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian bertujuan mempelajari dan mengevaluasi efisiensi reproduksi ternak kambing.Materi penelitian 60 peternak di Desa Klampok dan 348 ekor kambing meliputi dewasa, muda dan cempe. Metode yang digunakan adalah studi kasus, penelitian yang dirancang khusus untuk mempelajari secara rinci dan mendalam sebuah khasus.Variabel yang diamati gambaran umum , reproduksi ternak, serta efisiensi reproduksi ternak meliputi umur pertama ternak dikawinkan, umur -rata sapih, rata kelahiran, serta lama waktu kawin pertama setelah beranak. Tingkat kelahiran cempe betina lebih tinggi dibandingkan kelahiran cempe jantan. Penampilan efisiensi reproduksi menunjukanumur pertama dikawinkan, jantan 19,42 betina 15,72, umur sapih, jantan 3,93 betina 3,79, rata-rata jumlah anak dilahirkan 2,06 (ekor/tahun), dan kawin pertama setelah beranak 5,92% bulan. Berdasarkan hasil penelitian, disimpulkan bahwa pemeliharaan kambing masih tradisional. Nilaiefisiensi reproduksi yaitu 2,31/ekor/induk/tahun.Nilai ini cukup efisien karena adanya keinginan peternak dalam pengembangan hasil produksi anak dipersiapkan sebagai ternak bibit sehingga penampilan anak adalah pertimbangan utama anak dapat dijual dengan harga tinggi.
PENGARUH PENGGUNAAN PROBIOTIK PADA FORMULASI PAKAN DENGAN PROTEIN KASAR YANG BERBEDA TERHADAP KECERNAAN PROTEIN PADA AYAM KAMPUNG Keiya, Ronald; Sumarno, Sumarno; Darmawan, Hariadi
Fakultas Pertanian Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian dilaksanakan pada bulan April sampai bulan Juni 2014, di Laboratorium Fakultas Pertanian Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang.Analisis proksimat dan kecernaan dilakukan di Laboratorium Nutrisi dan Makanan Ternak Universitas Brawijaya Malang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suplementasi probiotik dalam 3 formulasi pakan yang berbeda terhadap kecernaan protein ayam kampung. Penelitian menggunakan 8 perlakuan yaitu: P0K1= PenggunaanProbiotik G + BR1 (100% pakan kontrol), P1K1 = ProbiotikGa + PK 20%, P2K1 = Probiotik Ga + PK 18%, P3K1 = Probiotik Ga + PK 19%, P0K2 = PenggunaanProbiotik A + BR1 (100% pakan kontrol), P1K2 = Probiotik Ag + PK 20%, P2K2 = Probiotik Ag + PK 18% dan P3K2 = Probiotik Ag + PK 19%. Probiotik G (Bacillus sp) dan probiotik A (Lactobacillus). Masing ? masing perlakun diulang 3 kali. Metode percobaan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) pola tersarang. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian probiotik pada pakan dengan level protein yang berbeda memberikan pengaruh yang tidak berbeda nyata (P>0,05) terhadap kecernaan bahan kering (79,63%) dan memberikan pengaruh yang tidak berbeda nyata (P>0,05) terhadap kecernaan protein kasar (89,17%). Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penggunaan probiotik Bacillus sp dalam pakan dengan PK 19% pada P2K1, memberikan pengaruh terhadap kecernaan bahan kering yang tinggi yakni 79,63% pada ayam kampung serta penggunaan probiotik Bacillus sp dalam pakan dengan PK 18% pada Perlakuan P3K1, memberikan pengaruh terhadap kecernaan protein kasar yang tinggi yakni 89,17% pada ayam kampung.
KONSENTRASI DAN LAMA FERMENTASI PADA PEMBUATAN TEPUNG PATI UMBI KELADI (Colocasia esculenta) TERMODIFIKASI ASAM SERTA ANALISA KELAYAKAN USAHA Mema Ma?u, Damianus Merkurius; Santosa, Budi; Sasongko, Pramono
Fakultas Pertanian Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengetahui konsentrasi bakteri yoghurt serta lama fermentasi yang terbaik dalam pembuatan pati umbi keladi asam dan mengetahui kelayakan usaha pembuatan tepung pati umbi keladi termodifikasi asam. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 2 faktor (dengan 2 kali ulangan). Faktor I adalah konsentrasi bakteri yoghurt (1%, 2%, 3% dan 4%) dan faktor II adalah lama fermentasi selama 9 hari . Penelitian dilaksanakan dilaboratorium Rekayasa Proses dan Produksi Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang dan laboratorium Ilmu dan Teknologi Pangan Universitas Muhammadiyah Malang dari bulan Juni sampai bulan Juli 2015. Hasil terbaik diperoleh pada perlakuan konsentrasi bakteri yoghurt 2% dan lama fermentasi 6 hari. NH sebesar 0.922 serta mempunyai rata-rata, Total asam 0,146%, pH 6,365%, kadar pati 97,975%, Rendemen 21,5%, Intensitas warna tepung 96,450%, Aroma 3.60 % (netral) , Warna 3,75% (netral). Berdasarkan perhitungan analisa kelayakan usaha dengan nilai HPP Rp 7657,23, BEP harga Rp 163.714.513, keuntungan /bulan Rp 5.675.000, keuntungan/tahun Rp 68.100.000, RCR = 1,17 jadi usaha ini layak diusahakan.
ENERGI METABOLIS DAN RETENSI NITROGEN AYAM ARAB AKIBAT PENGGUNAAN TEPUNG KEONG MAS DALAM FORMULASI PAKAN Muda, Yakobus; Susanti, Sri; Fitasari, Eka
Fakultas Pertanian Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mempelajari pengaruh penambahan tepung keong mas dalam formulasi pakan terhadap energi metabolis dan retensi nitrogen ayam arab. Penelitian dilaksanakan di Desa Sumber Sekar, Kec. Dau, Kabupaten Malang. Penelitian ini dilakasanakan pada bulan Februari 2015 sampai Juni 2015. Ayam yang digunakan dalam penelitian ini adalah ayam arab betina fase layer sebanyak 50 ekor dengan bobot badan rata-rata 1236,8 ±27,90 g. Penelitian ini menggunakan metode percobaan dengan Rancangan Acak Lengkap yang terdiri dari 5 perlakuan dan 5 ulangan yaitu P0 = pakan kontrol, P1 = Pakan kontrol 97,5 % + 2,5 % tepung keong mas, P2 = pakan kontrol 95 % + 5 % tepung keong mas, P3 = pakan kontrol 92,5 % + 7,5 % tepung keong mas, P4= pakan kontrol 90 % + 10 % tepung keong mas. Penelitian ini menunjukkan bahwa perlakuan tepung keong mas dalam formulasi pakan tidak memberikan perbedaan pengaruh yang nyata P>0,05 terhadap energi metabolis dan retensi nitrogen ayam arab betina. Nilai energi metabolis tertinggi pada perlakuan P4 yaitu 3394,24 Kkal/kg dan nilai retensi nitrogen tertinggi pada perlakuan P2 yaitu 4,31 g. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penambahan tepung keong mas dalam formulasi pakan efisien digunakan namun secara nyata tidak mampu meningkatkan energi metabolis dan retensi nitrogen ayam arab.
ANALISIS FAKTOR FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEBERHASILAN PENYULUHANPADI SAWAH DI DESA KEBONAGUNG KECAMATAN PAKISAJI MALANG Mahalli, Mahalli; Suwasono, Son; Arvianti, Eri Yusnita
Fakultas Pertanian Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman utama pertanian di Indonesia adalah Padi merupakan tanaman pangan yang menghasilkan beras sebagai sumber makanan pokok sebagian besar penduduk Indonesia. Pada pelita IV Indonesia pernah menjadi salah satu negara pengeksport beras yaitu dengan dicapainya swasembada beras. Namun saat ini Indonesia kembali terpuruk menjadi negara pengimport beras. Demikian juga lahan pertanian yang semakin sempit sebagai salah satu penyebab utamanya (Harsono, D. 2009) Penelitian dilaksanakan di Desa Kebonagung Kecamatan Pakisaji Kabupaten Malang. Waktu penelitian dimulai pada bulan April 2015 mulai dari peninjauan lokasi, dari persiapan, wawancara, pengolahan dan interpretasi data sampai dengan pembuatan laporan.Populasi adalah keseluruhan subyek yang akan diteliti dalam suatu penelitian (Slovin, 2006 : 164). Dalam penelitian ini yang menjadi populasi dalam penelitian adalah semua kelompok tani yang ada di Desa Kebonagung Pakisaji Malang yang terdiri dari 4 kelompokTeknik Pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive samplingprobability yaitu teknik penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu sesuai dengan kriteria yang ditentukan penulis (Sugiyono:2012). Metode pengumpulan data dengan observasi digunakan bila penelitian berkenaan dengan perilaku manusia, proses kerja, gejala-gejala alam dan bila informan yang diamati tidak terlalu besar (Sugiyono , 2005). Dilihat dari tabel di atas menunjukkan bahwa Besarnya kontribusi tingkat pendidikan penyuluh, media penyuluhan, materi penyuluhan, dan komunikasi terhadap keberhasilan penyuluhan dapat diketahui melalui koefisien determinasinya (adj R2) yaitu sebesar 0.237(23.7%). itu artinya ada hubungan pada variabel tersebut dan mempunyai nilai positif. Maka dari itu hubungan antara variabel-variabel berikut sangat dekat dan positif. Pengujian hipotesis secara parsial variabel media penyuluhan menghasilkan nilai t hitung sebesar 1.076 dengan probabilitas sebesar 0.291. Hasil pengujian tersebut menunjukkan thitung< ttabel (2.042) atau probabilitas >level of significance (?=5%), sehingga H0 diterima. Hal ini berarti tidak terdapat pengaruh signifikan media penyuluhan terhadap keberhasilan penyuluhan.