cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Fakultas Pertanian
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Arjuna Subject : -
Articles 486 Documents
PEMANFAATAN LIMBAH SAYURAN PASAR PADA FORMULASI MEDIA PAKAN YANG BERBEDA TERHADAP PERFOMANCE ULAT JERMAN UMUR 50 SAMPAI 80 HARI (SEBELUM MASA PUPA) Tahi, Devince Harabi; Supartini, Nonok; Santoso, Erik Priyo
Fakultas Pertanian Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this research is the effect of market vegetable waste on different feed media formulation on the performance of superworm age 50 to 80 days (before pupa). This research was conducted in April until July 2016 at Field Laboratory of Tribhuwana Tunggadewi University Malang. The proximate analysis of Dry Matter (DM), Ash, Crude Protein (CP), Crude Fiber (CF), Crude Fat (CF) and Gross Energy (GE) were conducted in Nutrition and Feed Laboratory of Faculty of Animal Husbandry Universitas Brawijaya Malang. The material used in this study is the Superworm as many as 5400 tails. Complete Randomized Design (CRD) experiments with 2 factorial patterns are factor 1: CP content (10%, 12%, 14%), factor 2 was GE content (4000 Kkal, 4500 kcal, 5000 Kcal), 3 treatment 3 replications = 27. The measured variables were Dry Material Consumption (DMC), Increase Body Weight (IBW), feed conversion / Feed Conversion Ratio (FCR) and body length. The results showed that feed treatment gave a very real effect (P 0.05 ). The consumption level is influenced by the use of GE 4000 Kkal and CP 14% gives a good response with DMC rate of 2723.00 mg / head / day, the combination of GE 5000 Kkal CP 10% causes high PBB, GE 5000 and GE combination 12% The highest feed / FCR conversion and the combined use of GE 4500 and CP 12% resulted in the highest body length in superworm. The higher the protein given the higher the consumption of DM in the superworm. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan pengaruh limbah sayuran pasar pada formulasi media pakan yang berbeda terhadap performance ulat jerman umur 50 sampai 80 hari (sebelum masa pupa). Penelitian ini dilakukan pada bulan April sampai dengan bulan Juli 2016 di Laboratorium Lapangan Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang. Analisis proksimat Bahan Kering (BK), Abu, Protein Kasar (PK), Serat Kasar (SK), Lemak Kasar (LK), dan Gross Energi (GE) dilakukan di Laboratorium Nutrisi dan Makanan Ternak Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya Malang. Materi yang digunakan ulat jerman sebanyak 5.400 ekor. Metode percobaan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 2 pola faktorial yaitu faktor 1: kandungan PK (10%, 12%, 14%), faktor 2 yaitu kandungan GE (4000 Kkal, 4500 kkal, 5000 Kkal), dengan 3 perlakuan 3 ulangan= 27. Variabel yang diukur adalah Konsumsi Bahan Kering (KBK), Pertambahan Bobot Badan (PBB), konversi pakan/Feed Converstion Ratio (FCR) dan panjang badan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pakan memberikan pengaruh yang sangat nyata (P0,05). Tingkat konsumsi dipengaruhi oleh penggunaan GE 4000 Kkal dan PK 14% memberikan respon yang baik dengan tingkat KBK 2723,00 mg/ekor/hari, kombinasi GE 5000 Kkal PK 10% menyebabkan PBB tinggi, kombinasi GE 5000 dan GE 12% menyebabkan konversi pakan/FCR tertinggi dan Penggunaan kombinasi GE 4500 dan PK 12% menyebabkan panjang badan yang tertinggi pada ulat jerman. Semakin tinggi protein yang diberikan maka semakin tinggi pula konsumsi BK pada ulat jerman.
FITOREMIDIASI MENGGUNAKAN TANAMAN JAMPANG PAIT (Digitaria radicosa) PADA TANAH TERCEMAR MERKURI (Hg) TAILING TAMBANG EMAS DENGAN PENAMBAHAN LIGAN NATRIUM SIANIDA (NaCN) Wandika, Wandika; Lestari, Sri Umi; Hamzah, Amir
Fakultas Pertanian Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pertambangan emas di Indonesia tersebar di berbagai wilayah, salah satunya adalah di Lombok Barat. Pertambangan emas di wilayah ini dikelola oleh masyarakat setempat dengan menggunakan campuran bahan kimia merkuri. Cara untuk mengurangi limbah tercampur merkuri dengan menggunakan teknologi Fitoremidiasi dengan tanaman Jampang pait dengan penambahan Natrium Sianida (NaCN). Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kemampuan tanaman jampang pait menyerap Hg pada tanah tercemar Hg tailing tambang emas dan mengevaluasi pengaruh penambahan ligan terhadap serapan Hg pada tanaman jampang pait. Penelitian ini dilakukan pada bulan April - Juni 2014 di rumah kaca yang berlokasi di jalan Tlaga Warna Blok C, Tlogomas, Kec. Lowok Waru, Kab. Malang. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 3 ulangan. Parameter pengamatan adalah kandungan Hg tanah, akar dan tajuk. Hasil penelitian menunjukan tanaman jampang pait mampu menyerap Hg pada tanah tercemar tailing tambang emas, masing-masing sebesar 28,59 ppm dari limbah tambang amalgamasi dan 142,59 ppm dari limbah tambang sianidasi, Penambahan ligan NaCN sebanyak 4 gram pada tanah tercemar tailing amalgamasi mampu meningkatkan serapan Hg sebanyak 196,77 ppm dan sebanyak 111,14 ppm pada tanah tercemar tailing sianidasi. Penambahan ligan sebanyak 8 gram pada tanah tercemar tailing amalgamasi mampu meningkatkan serapan Hg sebanyak 138,46 ppm dan sebanyak 133,87 ppm pada tanah tercemar tailing sianidasi, berdasarkan kemampuan menyerap Hg pada kedua tailing tersebut, penambahan ligan mampu meningkatkan serapan tanaman jampang pait terhadap Hg lebih besar pada tanah tercemar tailing amalgamasi dari pada tanah tercemar tailing sianidasi.
PENGARUH PUPUK ORGANIK CAIR BIOURIN KELINCI DAN FERTIFORT-K TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN PETSAI (Brassica pekinensis L.) Panggabean, Oliver Dinando; Hamzah, Amir; Hapsari, Ricky Indri
Fakultas Pertanian Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aimed to know the effect of Biourine Rabbit Liquid Organic Fertilizer and Fertifort-K on the growth and yield of Chicory. The experiment design was used factorial randomized completely. The experiment were used 4 doses of Biourine Rabbit Liquid Organic Fertilizer (B) i.e. B0 (0 ml/plant), B1 (25 ml/plant), B2 (50 ml/plant), B3 (75 ml/ plant) and 3 doses Fertifort-K Liquid Organic Fertilizer i.e. F0 (0 ml/l water), F1 (5 ml/l water) dan F2 (10 ml/l water). The result were showed that there was no effect of Biourine Rabbit Liquid Organic Fertilizer and Fertifort-K on the all parameters of growth and yield of Chicory. Biourine Rabbit Liquid Organic Fertilizer with a dose of 75 ml/plant (B3) showed there was no influential significant on the all parameters. Fertifort-K Liquid Organic Fertilizer with a dose of 10 ml/water (F2) effect significantly on the plant height at 42 and 49 days after planting and crop diameter, but there was no effect on the parameters of plant height at 14 ? 28 days after planting, number of leafs, clorofil degree,weight of fresh plant, crop lenght, and weight of fresh crop. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Pupuk Organik Cair Biourin Kelinci dan Fertifort-K terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman Petsai. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap Faktorial. Percobaan menggunakan 4 dosis POC Biourin Kelinci (B) yaitu B0 (0 ml/tanaman), B1 (25 ml/tanaman), B2 (50 ml/tanaman), B3 (75 ml/tanaman) dan 3 dosis POC Fertifort-K (F) yaitu F0 (0 ml/l air), F1 (5 ml/l air) dan F2 (10 ml/l air). Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat pengaruh pemberian POC Biourin Kelinci dan Fertifort-K terhadap semua parameter pertumbuhan dan hasil tanaman Petsai. POC Biourin Kelinci dengan dosis 75 ml/tanaman (B3) belum berpengaruh signifikan. POC Fertifort-K memberikan hasil parameter pengamatan dengan hasil tertinggi pada dosis 10 ml/l air (F2) terhadap semua parameter pengamatan. POC Fertifort-K dengan dosis 10 ml/l air (F2) berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman umur 42 dan 49 HST dan diameter krop, tetapi belum berpengaruh nyata terhadap parameter tinggi tanaman umur 14 -28 HST, jumlah daun, kadar klorofil, bobot segar tanaman, panjang krop dan bobot segar krop.
ANALISA USAHA PEMBUATAN MINUMAN CELUP DARI AKAR ALANG-ALANG (Imperata chylindrica L), JAHE PUTIH ( Zingiber officinale Rosc. ) DAN BUNGA ROSELA (Hibiscus sabdariffa Linn) Ndare, Karolina; Mushollaeni, Wahyu; Tantalu, Lorine
Fakultas Pertanian Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Imperata (Imperata chilindrica L) is a type of Panicoideae tribe grass that can flourish in extreme soil conditions and climate, so its potential is very abundant. Reed plants are considered as a pestle, but now has been widely used by the community as a raw material of traditional medicine. In addition to reeds, white ginger rhizome and rosella flowers can also be used as a traditional medicine ingredient. All three materials have not been used together for beverage raw materials and have never analyzed the feasibility of their business. Therefore, this study aims to analyze the feasibility of the production of beverage dye from the roots of alang-alang, white ginger, and roselle flowers. The results showed that the production of beverage dye from the roots of alang-alang, white ginger and roselle flower worth cultivated in a small scale industry with the production of 250 boxes of dye per day required investment capital of Rp. 76.440.000 with operational cost of Rp. 4.22 million per year. Calculation within one year obtained the cost of production (HPP) of Rp 14,178.49 per box with the weight of the contents per dye pack is 2 g. 10% profit from HPP net profit of Rp. 106.575.000 and break event point (BEP) is Rp. 477,750 per year. The RCR value is 1.1, and the net present value (NPV) value is Rp. 322.237.5 and the internal rate return (IRR) of 50%. Alang-alang (Imperata chilindrica L) adalah jenis rumput suku Panicoideae yang dapat tumbuh subur pada kondisi tanah dan iklim yang ekstrim, sehingga potensinya sangat melimpah. Tanaman alang-alang dianggap sebagai tanaman pengganggu, namun saat ini sudah banyak dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai bahan baku obat tradisional. Selain alang-alang, rimpang jahe putih dan bunga rosella juga dapat digunakan sebagai bahan obat tradisional. Ketiga bahan tersebut belum pernah digunakan secara bersama-sama untuk bahan baku minuman dan belum pernah dianalisa kelayakan usahanya. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisa kelayakan usaha dari produksi minuman celup dari akar alang-alang, jahe putih, dan bunga rosela. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produksi minuman celup dari akar alang-alang, jahe putih, dan bunga rosela layak diusahakan dalam skala industri kecil dengan produksi sebanyak 250 kotak minuman celup perhari dibutuhkan modal investasi sebesar Rp. 76.440.000 dengan biaya operasional sebesar Rp. 4.220.000 per tahun. Perhitungan dalam jangka setahun didapatkan harga pokok produksi (HPP) sebesar Rp 14.178,49 per kotak dengan berat isi per kemasan celup adalah 2 g. Keuntungan 10% dari HPP didapatkan laba bersih sebanyak Rp. 106.575.000 dan break event point (BEP) adalah Rp. 477.750 per tahun. Nilai RCR adalah 1,1, serta nilai net present value (NPV) sebesar Rp. 322.237,5 dan nilai internal rate return (IRR) sebesar 50%.
APLIKASI PUPUK CAIR LIMBAH BAGLOG PADA PENINGKATAN PRODUKSI TANAMAN SAWI UNGGUL LIMAN (Brassica juncea L.) Rozi, Fahrur; Astutik, Astutik; Sutoyo, Sutoyo
Fakultas Pertanian Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh pupuk organik cair limbah bag log pada peningkatan produksi tanaman Sawi Liman (Brassica Juncea L). Penelitian ini dilaksanakan dalam bentuk percobaan lapangan yang dilakukan di Kampus Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang. Waktu pelaksanaan dimulai pada bulan November 2014 sampai Januari 2015. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Tunggal dengan 6 (enam) Level perlakuan, yaitu C0 = Kontrol, C1 = 5 ml.l-1 air, C2 = 10 ml.l-1 air, C3 = 15 ml.l-1 air, C4 = 20 ml.l-1 air dan C5 = 25 ml.l-1 air dan diulang sebanyak 4 kali (empat), masing-masing perlakuan terdiri dari 5 polybag, sehingga secara keseluruhan jumlah populasi terdapat 120 tanaman. Variabel yang diamati adalah: Tinggi tanaman, jumlah daun, bobot basah tanaman dan bobot kering Tanaman, bobot basah akar dan bobot kering akar tanaman yang akan diambil pada saat panen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan terbaik adalah perlakuan C2 = 10 ml pupuk organik cair limbah bag log yang dicampurkan dengan 1 liter air menghasilkan bobot segar lebih tinggi yaitu (55,99 g) dan yang rendah adalah pada perlakuan C1 = 5 ml dengan hasil rerata (35,16 g).
PENGARUH TINGKAT PROTEIN RANSUM TERHADAP KECERNAAN BAHAN KERING (BK), LEMAK KASAR (LK) DAN PROTEIN KASAR (PK) PADA ITIK MOJOSARI JANTAN DAN BETINA FASE GROWER Nggongu, Oktavianus Kapong Ndaha; Supartini, Nonok; Thiasari, Nurita
Fakultas Pertanian Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The aims of this research were to evaluate and to find out the efficiency of the influence of protein ration level to the digestibility on Dry Matter (BK), Raw Fat (LK) and Raw Protein (PK) on grower phase of Mojosari?s male and female ducks. The study was conducted in Tribhuwana Tunggadewi University?s field laboratory, started from 31 October 2016 until 21 November 2016. The materials used were 24 male and female of Mojosari?s ducks. The metabolic cage was made with the length of 60 cm, the width 18 cm and the height 45 cm. The feed treatment used was the result of feed material formulation and was prepared with different proteins ie; 16%, 18% and 20%. The method used was a Completely Randomized Design (RAL) of nested pattern. The measured variables were the digestibility of Dry Material, Raw Fat and Raw Protein. The results of dry matter digestibility (KcBK) of male and female of Mojosari?s ducks showed that the effect was not significant (P> 0.05) and the KcBK average value ranged from 79.15% to 82.92%. The value of Raw Fat Digestibility (KcLK) showed that the treatment with a significant effect (P 0,05) to female duck. The KcLK of male and female Mojosari?s ducks ranged from 93.61% to 95.38%. While the value of Raw Protein Digestibility (KcPK) gave an insignificant effect (P> 0.05). The KcPK values ranged from 80.22% to 84.38% indicated that the raw protein digestibility value was high. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dan mengetahui efisiensi pengaruh tingkat protein ransum terhadap kecernaan Bahan Kering (BK), Lemak Kasar (LK) dan Protein Kasar (PK) pada itik mojosari jantan dan betina fase grower. Penelitian dilaksanakan di laboratorium lapang Universitas Tribhuwana Tunggadewi, dimulai pada 31 Oktober 2016 sampai dengan 21 November 2016. Materi yang digunakan adalah itik mojosari jantan dan betina sejumlah 24 ekor. Kandang metabolis dengan ukuran panjang 60 cm, lebar 18 cm dan tinggi 45 cm. Pakan perlakuan yang digunakan adalah hasil formulasi bahan pakan dan disusun dengan protein yang berbeda yaitu; 16%, 18% dan 20%. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola tersarang. Variabel yang diukur yaitu Kecernaan Bahan Kering, Lemak Kasar dan Protein Kasar. Hasil penelitian Kecernaan Bahan Kering (KcBK) itik mojosari jantan dan betina menunjukkan bahwa pengaruh yang tidak nyata (P>0,05) dan nilai rataan KcBK mulai dari 79,15% sampai dengan 82,92%. Nilai Kecernaan Lemak Kasar (KcLK) menunjukkan bahwa perlakuan yang berpengaruh nyata (P0,05) terhadap itik betina. KcLK pada itik mojosari jantan dan betina berkisar 93,61% sampai dengan 95,38%. Sedangkan Nilai Kecernaan Protein Kasar (KcPK) memberikan pengaruh tidak nyata (P>0,05). Nilai KcPK berkisar antara 80,22% sampai 84,38% menunjukkan bahwa nilai kecernaan protein kasar tergolong tinggi.
PEMBERIAN PUPUK ORGANIK CAIR RUMEN SAPI PADA PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN TOMAT (Lycopersicum esculentum Mill.) Jene, Yohana; Indawan, Edyson; Prakoso D.J, Reza
Fakultas Pertanian Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aims to get the optimal dosage of organic fertilizer Liquid cow's Rumen that gives the plant the highest production growth, F1 Betavila Varieties. in the integrated Field Laboratory Faculty of Agriculture University of Tribhuwana Tunggadewi Tlaga, street colors, Sub Lowokwaru, Malang East Java During three months, calculated from May 28 to 9 August 2016.Research method of experimental design used in this study was a randomized Complete Design (RAL) consisting of 1 factor and 3-time repeats so there were 9 treatments. As for the treatment of liquid organic fertilizer dose Cow Rumen, i.e. as follows C1 32 ml. l-1 water, C2 40 ml. l-1 water, C3 48 ml. l-1 water, C4 56 ml. l-1 water, C5 64 ml. l-1 water, C6 72 ml. l-1 water, C7 80 ml. l-1 water, C8 88 ml. l-1 water, C9 96 l-1 ml. of water. Cow Rumen POC treatment with doses of 32 ml/l of water (C1) demons trating the existence of a real difference with other treatments. For the parameter number of leaves at age 28 HST with average 13.78 (strands), 42 HST with average 18.89 (strands) and the number of flowers at the age of 35 HST with average 10.33 (interest). Increased up to 40 HST, as time goes by. The absence of any real difference at high plant observation parameters (cm), the number of branches (branch), the amount of fruit (fruit), and the weight of the fruit (fruit) because all the doses of the POC has not been fullest for the growth and production of these parameters. Production of 271.87 g (C1) is equivalent to the outcome of. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan dosis optimal Pupuk Organik Cair Rumen Sapi yang memberikan pertumbuhan produksi tanaman paling tinggi, Varietas Betavila F1. Pelaksanaaan di Laboratorium Lapangan Terpadu Fakultas Pertanian Universitas Tribhuwana Tunggaldewi, Jalan Tlaga warna, Kecamatan Lowokwaru, Malang Jawa Timur Selama tiga bulan, terhitung mulai 28 Mei sampai 9 Agustus, 2016. Metode penelitian Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini ialah Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 1 faktor dan 3 kali ulangan sehingga terdapat 9 perlakuan. Adapun perlakuan dosis Pupuk Organik Cair Rumen Sapi, yaitu sebagai berikut C1 32 ml.l-1 air , C2 40 ml.l-1 air , C3 48 ml.l-1 air, C4 56 ml.l-1 air, C5 64 ml.l-1 air, C6 72 ml.l-1 air, C7 80 ml.l-1 air , C8 88 ml.l-1 air, C9 96 ml.l-1 air. Perlakuan POC Rumen Sapi dengan dosis 32 ml.l-1 air (C1) menujukan adanya perbedaan yang nyata dengan perlakuan lainnya. Untuk parameter jumlah daun pada umur 28 HST dengan 13,78 (helai), 42 HST dengan 18,89 (helai) dan jumlah bunga pada umur 35 HST dengan rata-rata 10,33 (bunga). Meningkat sampai dengan 40 HST, seiring berjalannya waktu. Tidak adanya perbedaan nyata pada parameter pengamatan tinggi tanaman (cm), jumlah cabang (cabang), jumlah buah (buah), dan berat buah (buah) karena semua dosis POC belum maksimal untuk pertumbuhan dan produksi parameter tersebut. Produksi sebesar 271,87 g (C1) setara dengan hasil konversi perhektar 45, 33 ton/ha sedikit lebih rendah dari hasil deskripsi varietas Betavila F1dengan produksi sebesar 46,59 ton/ha.
PEMANFAATAN BIOCHAR DAN PUPUK KALIUM PADA TANAMAN TERUNG UNGU (Solanum melongena L.) VARIETAS MUSTANG DI VERTISOL Junaitri, Marius; Widowati, Widowati; Karamina, Hidayati
Fakultas Pertanian Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cultivation on a vertisol has a pretty good potential to be developed because of the high nutrient levels. Apart from its prospects, vertisol had higher clay content problems and the onset of the potassium fixation in dry conditions. Therefore required proper management on a vertisol. Biochar is charcoal material that serves as a biological repairers can improve the physical properties of soils, soil chemistry, biology. The study aims to determine the combination of biochar fertilizer and KCl towards growth and yield of Eggplant Purple on a vertisol. This study used a randomized design group (RAK) factorial in repeated 3 times. Factor I Biochar: control, 15 ton ha-1, 30-ton ha-1 and factor II: control of potassium, KCl 50 kg ha-1, 100 kg KCl ha-1, KCl 150 kg ha-1. The research results showed that biochar 15 ton ha-1 without potassium fertilizer plus high yield plants, and brangkasan best. Biochar 30 ton ha-1 plus KCl 50 kg ha-1 produces the most fruits. Budidaya tanaman pada vertisol memiliki potensi yang cukup baik untuk dikembangkan karena kadar hara yang cukup tinggi. Terlepas dari prospeknya, vertisol memiliki permasalahan kandungan liat tinggi dan terjadinya fiksasi kalium pada kondisi kering. Oleh karena itu diperlukan pengelolaan yang tepat pada vertisol. Biochar merupakan arang hayati yang berfungsi sebagai bahan pembenah tanah dapat memperbaiki sifat fisik, kimia, biologi tanah. Penelitian bertujuan untuk menentukan kombinasi biochar dan pupuk KCl terhadap pertumbuhan dan hasil terung ungu pada vertisol. Penelitian ini Menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) faktorial di ulang 3 kali. Faktor I Biochar: kontrol, 15 ton ha-1, 30 ton ha-1 dan faktor II kalium: kontrol, KCl 50 kg ha-1, KCl 100 kg ha-1, KCl 150 kg ha-1. Hasil penelitian menunjukan bahwa biochar 15 ton ha-1 tanpa ditambah pupuk kalium menghasilkan tinggi tanaman, dan brangkasan terbaik. Biochar 30 ton ha-1 yang ditambah KCl 50 kg ha-1 menghasilkan buah terbanyak.
Karateristik Mie Instan yang Dibuat Dari Tepung Keladi Term Das Neves, Lucia Ximenes; Santosa, Budi; Wirawan, Wirawan
Fakultas Pertanian Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tepung keladi termodifikasi merupakan tepung keladi difermenasi dengan Bakteri asam latat (BAL), agar meningkatkan kualitas sifat fisika dan kimianya yang menyerupai tepung terigu .Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perlakuan terbaik proporsi tepung terigu dengan tepung keladi termodifikasi dalam pembuatan mie instan. Penelitian ini menggunakan rancangan percobaan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan satu faktor, faktornya yaitu proporsi tepung terigu dengan tepung keladi termodifikasi, Dengan perbandingan M1 95%:5%, M2 = 90% :10%, M3 = 85%:15%, M4 = 80%:20%, M5 = 75%:25%, M6 = 70%:30%, M7= 60:40%. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa perlakuan terbaik terdapat pada proporsi (85%:15% ) dengan kadar air 13.91%, kadar abu 1.42%, daya patah 3.63 N, aroma 6.66(suka) , rasa 5.33(agak suka) , warna 5.33(agak suka). Berdasarkan dengan perhitungan analisa kelayakan usaha dengan nilai HPP RP.24.33, BEP harga yang di peroleh sebesar Rp 191.040.000 dan RCR=1.15
UJI PUPUK ORGANIK PADA TANAMAN SAWI (Brassica Juncea L) Sobang, Adrianus Janga; Widowati, Widowati; Sutoyo, Sutoyo
Fakultas Pertanian Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mustard plants (Brassica juncea L.) is one of the leaf vegetable horticulture commodities that is popular with the public. The problem faced today is the decline in the production of mustard plants that do not meet national productivity standards, which is between 9.44 tons ha-1. The study was conducted in April-May 2017, in Bawang Hamlet, Tunggulwulung Village, Malang City, East Java Province. This study used a Randomized Block Design (RBD), with 7 treatments and repeated 4 times, so that there were 28 experimental units and sampling as many as 8 looping samples, so that all 224 plants. Treatment factors consisted of: P0: control, P1: Urea fertilizer 200 kg / ha = 1.25 g / polybag, P2: Kascing fertilizer 10 tons / ha = 125 g / polybag, P3 : Cage fertilizer 10 tons / ha = 125 g / polybag, P4: Bokashi fertilizer 10 tons / ha = 125 g / polybag, P5: Petroganic fertilizer 10 tons / ha = 125 g / polybag and P6: Compost fertilizer 10 tons / ha = 125 g / polybag. The variables observed included: plant height, number of leaves, plant wet weight, plant dry weight and mustard production. Data analysis of the research results was tested using Analysis of variance (ANOVA), if there was a real influence then continued with the BNT test (the Smallest Real Difference) at 5% level. The results showed that: Treatment of Petroganic fertilizer significantly affected the growth of plant height and number of leaves aged 21-42 HST. The treatment of Petroganic fertilizer has an effect on mustard production as much as (262.58 g / plant), but not significantly different from fertilizer bocation (253.08 g / plant). Tanaman sawi (Brassica juncea L.) merupakan salah satu komoditas hortikultura sayuran daun yang banyak digemari oleh masyarakat. Masalah yang dihadapi saat ini adalah menurunnya hasil produktifitas tanaman sawi yang tidak memenuhi standar produksi nasional yaitu antara 9,44 ton ha-1. Penelitian dilaksanakan di pada bulan April-Mei 2017, di Dusun Bawang, Kelurahan Tunggulwulung, Kota Malang, Propinsi Jawa Timur. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK), dengan 7 perlakuan dan diulang 4 kali, sehingga terdapat 28 unit percobaan dan pengambilan sampel sebanyak 8 sampel perulangan, sehingga keseluruhan 224 tanaman.Faktor perlakuan terdiri dari :P0 : control, P1 : pupuk Urea 200 kg/ha = 1,25 g/polybag, P2 : pupuk Kascing 10 ton/ha = 125 g/polybag, P3 : pupuk Kandang 10 ton/ha = 125 g/polybag, P4 : pupuk Bokashi 10 ton/ha = 125 g/polybag, P5 : pupuk Petroganik 10 ton/ha = 125 g/polybag dan P6 : pupuk Kompos 10 ton/ha = 125 g/polybag. Variabel yang diamati meliputi :tinggi tanaman, jumlah daun, berat basah tanaman, berat kering tanaman dan produksi sawi. Analisis data hasil penelitian diuji menggunakan Analisis of varians (Anova), apabila terdapat pengaruh nyata maka dilanjutkan dengan uji BNT (Beda Nyata Terkecil) taraf 5%. Hasil penelitian diperoleh bahwa : Perlakuan pupuk Petroganik berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan tinggi tanaman dan jumlah daun umur 21-42 HST. Perlakuan pupuk Petroganik berpengaruh terhadap produksi sawi sebesar (262,58 g/tanaman), namun tidak berbeda nyata dengan pupuk bokasi (253,08 g/tanaman).