cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Fakultas Pertanian
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Arjuna Subject : -
Articles 486 Documents
PENGARUH LAMA PEMERAMAN SELAMA 14 HARI SILASE KOMPLIT BERBASIS DAUN TEBU TERHADAP KANDUNGAN BAHAN KERING (BK), BAHAN ORGANIK(BO) DAN PROTEIN KASAR (PK) Khoiriyah, Ainin; Iskandar, Ahmad; Sumarno, Sumarno
Fakultas Pertanian Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The aim of this research is to know and compare the content of dry matter (BK), organic matter (BO) and crude protein (PK) and to know physical quality with organoleptic test to complete silage-based leaf-based silage plus EM-4 inolumn at 14 days. This study was conducted in May 2016, at the Lab. Central University Tribhuana Tunggadewi Malang. Analysis of dry matter (BK), organic matter (BO) and crude protein (PK), carried out in Lab. Nutrition and Feed Universitas Brawijaya Malang. The material used was sugarcane leaf, water, concentrate with pollard composition, fine bran, milled corn, soybean meal and molasses, and inoculant bacteria EM-4 (Lactobacillus casei 1.5 x ?10? ^ 6cfu / ml, Saccharomyces cervisiase 1, 5 x ?10? ^ 6, Rhodopseudomonaspalustris 1.0x ?10? ^ 6). The method used in this study was an experiment using a Completely Randomized Design (RAL) consisting of 2 treatments and 6 replications. From the result of the complete silage leaf-based sugarcane research on 14 days curing with the addition of EM-4 can be concluded that: a. (P 0,05) to organic material (BO) and crude protein (PK), c. The EM-4 recipient can improve the physical quality of complete silage of sugarcane leaf compared to without EM-4 ie odor: unsanitary not sour (3), mushrooms: mushrooms 0-30% (3), texture: soft soft (3), color: green brownish and PH: good (4). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan membandingkan kandungan bahan kering (BK), bahan organik (BO) dan protein kasar (PK) serta mengetahui kualitas fisik dengan uji organoleptik terhadap silase komplit berbasis daun tebu yang ditambah inolulan EM-4 pada lama pemeraman 14 hari. Penelitian ini di laksanakan pada bulan Mei 2016, di Lab. Sentral Universitas Tribhuana Tunggadewi Malang. Analisis bahan kering (BK), bahan organik (BO) dan protein kasar (PK), dilaksanakan di Lab. Nutrisi dan Pakan Universitas Brawijaya Malang. Materi yang digunakan adalah daun tebu, air, konsentrat dengan komposisi pollard, dedak halus, jagung giling, bungkil kedelai dan molasses, serta inokulan bakteri EM-4 (Lactobacillus casei 1,5 x ?10?^6cfu/ml, Saccharomyces cervisiase 1,5 x ?10?^6, Rhodopseudomonaspalustris 1,0x ?10?^6). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah percobaan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 2 perlakuan dan 6 kali ulangan. Dari hasil penelitian silase komplit berbasis daun tebu pada pemeraman selama 14 hari dengan penambahan EM-4 dapat di simpulkan bahwa: a. Berbeda nyata (P0,05) terhadap bahan organik (BO) dan protein kasar (PK), c. Penambaha EM-4 dapat meningkatkan kualitas fisik silase komplit daun tebu dibandingkan tanpa EM-4 yaitu bau : asam tidak harum tidak kecut (3), jamur : jamur 0-30% (3), tekstur : lembut halus (3), warna : hijau kecoklatan dan PH : baik (4).
PENGARUH PEROMPESAN TANAMAN UBI KAYU (Manihot esculenta Crantz) TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN DAN PRODUKSI UMBI PADA BEBERAPA VARIETAS Pati, Melfinsius Huka; Siswanto, Bambang; Julianto, Reza Prakoso Dwi
Fakultas Pertanian Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cassava (Manihot esculenta Crantz) is a food source of carbohydrates. common problems are sales price irregularities, or low farmer income levels, so they have not provided efficient results. The business of eating cassava silkworm based on cassava leaves is a promising alternative. This study aims to determine the effect of cassava plant patches (Manihot esculenta Crantz) on plant growth, and tuber production in several varieties. The study was conducted on experimental land belonging to one of the communities in Beji District, Batu City. Research time from January 09 to April 09, 2018. This study uses a split splot consisting of 3 replications. The treatment factor of this study consisted of 4 main plots (plots) 1, shrimp ponds, poor 4 and UJ-5, while subplots (sub plots) were P0 0% piracy without piracy, P1 20%, and P2 40%. The observed variables included plant height, number of branches, number of leaves, stem diameter, tuber length, tuber weight, and tuber diameter significantly affected then continued to the test (BNT) level of 0.5%), and the relationship between variables using simple linear correlation analysis. The results showed that there were significant effects, of the several varieties tested, the best plant growth was found in shrimp pond varieties, then the highest yield production was poor variety 4 which included; tuber length 43.07 cm, tuber weight 26.09 tons/ha, tuber diameter 26.9 cm. Compression of 20% is the best piracy which includes the number of leaves, number of shoots, stem diameter, and tuber production. The relationship of growth in plant height, number of branch, number of leaves, and stem diameter correlated with the production of tuber produced. Ubi Kayu (Manihot esculenta Crantz) merupakan sumber pangan karbohidrat. Permaslahan yang umum ketidak tetapan harga penjualan, atau rendahnya tingkat pendapatan petani, sehingga belum memberikan hasil yang efesian. Usaha pakan ulat sutra berbasis daun ubi kayu merupakan alternatif yang cukup menjanjikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Perompesan Tanaman Ubi Kayu (Manihot esculenta Crantz) Terhadap Pertumbuhan Tanaman, dan Produksi Umbi pada beberapa varietas. Penelitian dilakukan di lahan percobaan milik salah satu masyarakat yang berada di Kecamatan Beji, Kota Batu. Waktu Penelitian 3 bulan yakni dari tanggal 09 Januari ? 09 April 2018. Penelitian ini mengunakan rancangan petak terpisah (split splot) yang terdiri dari 3 ulangan. Faktor perlakuan penelitian ini terdiri dari 4 petak utama (plot) malang 1, tambak udang, malang 4 dan UJ-5, sedangkan anak petak (sub plot) merupakan perompesan P0 0% tanpa perompesan, P1 20%, dan P2 40%. Variabel yang pengamatan meliputi tinggi tanaman, jumlah cabang, jumlah daun, diameter batang, panjang umbi, berat umbi, dan diameter umbi berpengaruh nyata maka dilanjutkan ke uji (BNT) taraf 0,5%), dan hubungan antara variabel mengunakan anilisis korelasi linier sederhana. Hasil penelitian diperoleh bahwa terdapat perlakuan pengaruh nyata, pertumbuhan tanaman terbaik dijumpai varietas tambak udang, produksi hasil tertinggi yaitu varietas malang 4 yang meliputi ; panjang umbi 43,07 cm, berat umbi 26,09 ton/ha, diameter umbi 26,9 cm. Perompesan 20% merupakan perompesan terbaik jumlah daun, jumlah tunas, diameter batang, dan produksi umbi. Hubungan pertumbuhan tinggi tanaman, jumlah cabanag, jumlah daun, dan diameter batang berkorelasi dengan produksi umbi yang dihasilkan.
PERENCANAAN LANSKAP KAWASAN WISATAPESISIRKEREWEIDI DESA PATIALA BAWA, KEC. LAMBOYA, KAB. SUMBA BARAT, NUSA TENGGARA TIMUR Tenabolo, Erdiyanto Kaleka; Djoko, Riyanto; Budiyono, Debora
Fakultas Pertanian Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pesisir Kerewei mulai dikembangkan sebagai kawasan wisata oleh masyarakat pada tahun 2001 dan mempunyai beberapa keunggulan antara lain view yang alami dan memiliki budaya lokal yang unik.PesisirKereweijuga memiliki kendalayaitu belum adanya penataan lanskap yang baik dan kurangnya masyarakat menjaga lingkungan.Penelitian bertujuan untuk membuat konsep perencanaan lanskap kawasanWisataPesisir Kerewei.Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif.Teknik pengumpulan data melalui observasi terdiri dari data primer dan sekunder. Sedangkan tahapan penelitian yaitu: commission (tahap persiapan), sresearch (inventarisasi), analysis (analisis), synthesis (sintesis), dan perencanaan lanskap.Hasil penelitian menunjukan kawasan Pesisir Kerewei memiliki luas 70.69 hayang terdiri dari zona inti dengan luas 7.65 ha (10.8%),zona khusus dengan luas 35.23 ha (49.8%)zona penyangga dengan luas 10.86 ha (15.4%), dan zona pemanfaatan 16.96 ha (24%).Pengembangan kawasanWisata Pesisir Kerewei sebagai kawasan wisata yang berkelanjutan dan ramah lingkungan. Konsep lanskap terdiri dari konsep ruang, vegetasi, sirkulasi, fasilitas, dan aktivitas. Dilanjutkan dengan rencana lanskap berupa gambar blok plandan site plan.
PERAN PENYULUH PERTANIAN DALAM PENUMBUHAN GABUNGAN KELOMPOK TANI (GAPOKTAN) DI DESA PERMANU KECAMATAN PAKISAJI KABUPATEN MALANG Amantur, Leonardus; Suwasono, Son; Khoirunnisa', Ninin
Fakultas Pertanian Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to (a) examine the role of agricultural extensionists in the growth of Combined Farmer Groups (b) to examine the impact of agricultural extension role in the growth of the Combined Farmer Group. research method that is done include taking samples by using random sampling method. Data collection is taken primary data and secondary data. Data analysis used descriptive (Qualitative) that is with skorin. Based on the results of research in Permanu Village Pakisaji District of Malang can be concluded that: The role of Agricultural Extension Farmers in the combined growth of Madukismo farmer groups in Permanu Village is fairly good, judging from the respondents' answers Joint group members 71.4% of respondents who answered well. The impact of the role of agricultural extension in the growth of Gapoktan Madukismo in Permanu Village has increased with the involvement of agricultural extension workers. Penelitian ini bertujuan untuk (a) mengkaji peran penyuluh pertanian dalam penumbuhan Gabungan Kelompok Tani (b) mengkaji dampak peran penyuluh pertanian dalam penumbuhan Gabungan Kelompok Tani. Metode penelitian yang dilakukan meliputi pengambilan sampel dengan menggunakan metode acak random sampling. Pengumpulan data diambil data primer dan data skunder. Analisis data yang digunakan deskriptif (Kualitatif) yaitu dengan skorin. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa : Peran Penyuluh Pertanian Lapang dalam penumbuhan gabungan kelompok tani Madukismo di Desa Permanu terbilang baik, dilihat dari jawaban responden anggota Gabungan kelompok tani sebesar 71,4% responden yang menjawab baik. Dampak peran penyuluh pertanian dalam penumbuhan Gapoktan Madukismo di Desa Permanu mengalami peningkatan dengan adanya keterlibatan penyuluh pertanian.
EVALUASI KEINDAHAN LANSKAP PANTAI JELANGKUNG DAN BAJULMATI DI DESA GAJAH REJO, KECAMATAN GEDANGAN, KABUPATEN MALANG Dasalaku, Thomas; Alfian, RizkI; Djoko, Riyanto
Fakultas Pertanian Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beauty is a condition that causes a wonderful feeling, includes physical and non-physical. Beautiful environment provides a wonderful atmosphere for those who are in that place. Aesthetics is any matter of the beauty that is in the person's vision. That view can be considered as something that is relative and certainly not the same bias. This research was conducted in the coastal village Jelangkung and Bajulmati Gajahrejo, Gedangan sub-district, Malang regency, when the study started from March 2016 to August 2016. The method used in this study is related to the experimental method of research locations, respondents, data analysis, and visual evaluation landscape. Estimation of visual quality is done through the method of SBE (Scenic Beauty Estimation) to estimate the value of the beauty of the landscape based on a particular panorama. Estimation of the aesthetics of the scenic landscape of the study area using the distribution of grades 1-10 rating. The following process is a beauty class classification based on the interval score. Interval values are divided into three classes of beauty (High, Medium, Low). The interval depends on the value and distribution of SBE obtained from each respondent. From the calculation of the value of the beauty it can be seen that there is value in the landscape between (High, Medium, Low). So the lower percentage of aesthetic landscape necessary to add facilities such as Gazebo, Benches, Volly beach. Keindahan adalah suatu keadaan yang menyebabkan perasaan indah, meliputi fisik maupun non fisik. Lingkungan hidup yang indah memberikan suasana indah bagi yang berada di tempat tersebut. Estetika merupakan segala hal yang menyangkut keindahan yang ada pada penglihatan seseorang. Pandangan itu dapat dianggap sebagai sesuatu yang bersifat relative dan tidak bias dipastikan sama. Penelitian ini dilakukan di kawasan pantai Jelangkung dan Bajulmati desa Gajahrejo, kecamatan Gedangan, kabupaten Malang, waktu penelitian dimulai dari Maret 2016 sampai Agustus 2016. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental berkaitan dengan penelitian lokasi, responden, analisa data, dan evaluasi visual lanskap. Pendugaan kualitas visual dilakukan melalui metode SBE (Scenic Beauty Estimation) untuk menduga nilai keindahan lanskap berdasarkan panorama tertentu. Pendugaan nilai keindahan suatu scenic pada lanskap lokasi studi menggunakan sebaran nilai rating 1-10. Proses berikut adalah klasifikasi kelas keindahan berdasarkan interval skor. Interval nilai tersebut dibagi menjadi 3 kelas keindahan (Tinggi, Sedang, Rendah). Interval tersebut tergantung dari nilai dan sebaran SBE yang didapat dari masing?masing responden. Dari hasil perhitungan nilai keindahan tersebut dapat diketahui bahwa pada suatu lanskap terdapat nilai antara (Tinggi, Sedang, Rendah). Sehingga pada lanskap yang nilai estetikanya rendah perlu ditambahkan fasilitas berupa Gazebo, Bangku, Volly pantai.
PENGARUH KINERJA PENYULUH PERTANIATERHADAP PERSEPSI PETANI DAN PENERAPAN SISTEM PADI ORGANIK Syaipul, Syaipul; Sa'diyah, Ana Arifatus; Masduki, Said
Fakultas Pertanian Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The task of agricultural extension workers is to encourage farmers to change their old ways of thinking, work and way of life in the future, the development of more advanced agricultural technology. The purpose of this research is to know the effect of agricultural extension performance on farmer perception and application of organic rice system in Tirtosari II farmer group gambiran mojosari village kepanjen subdistrict. The sample in this research is 35 people of Tirtosari II group by using random sampling method. This type of research uses quantitative methods. Stages of data analysis technique using SEM-Smart PLS, SEM analysis result proves that agricultural extension performance to perception with t-statistic value 79,067 Tests of influence of agricultural extension performance on application of organic rice system obtained t-statistic 2,149 and farmers perception on application of organic rice system has a value of 6,469, each variable has a value of more than t-table 1.960, The influence of agricultural extension performance on farmers' perception of the extension convey through every activity of counseling both preparation activities, and extension evaluation. The influence of agriculture extension on the application of organic rice systems using organic fertilizer (compost / cage) and Integrated Pest Management (IPM) uses its natural enemies in the form of refugia plants so that the use of chemicals in pest control can be reduced. The influence of farmers perceptions on the application of organic rice system. Tugas penyuluh pertanian adalah memotivasi kepada para petani agar mau mengubah cara berpikir, kerja dan cara hidupnya yang lama dengan cara-cara yang baru yang lebih sesuai dengan perkembangan jaman, perkembangan teknologi pertanian yang lebih maju. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kinerja penyuluh pertanian terhadap persepsi petani dan penerapan sistem padi organik di kelompoktani tirtosari II dusun gambiran desa mojosari kecamatan kepanjen. Sampel pada penelitian ini adalah kelompoktani Tirtosari II sebanyak 35 orang dengan menggunakan metode random sampling. Jenis penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Tahapan teknik analisis data menggunakan SEM-Smart PLS, hasil analisis SEM membuktikan bahwa kinerja penyuluh pertanian terhadap persepsi dengan nilai t-Statistik 79,067 Pengujian pengaruh kinerja penyuluh pertanian terhadap penerapan sistem padi organik diperoleh nilai t-Statistik 2,149 dan persepsi petani terhadap penerapan sistem padi organik meiliki nilai 6,469, masing-masing variabel memiliki nilai kreteria lebih dari T-Tabel 1.960, Pengaruh kinerja penyuluh pertanian terhadap persepsi petani berpengaruh positif hal ini menujukan bahwa petani dapat memahami dan mengerti apa yang penyuluh sampaikan melalui setiap kegiatan penyuluhan baik itu kegiatan persiapan, pelaksanaan dan evaluasi penyuluhan. Pengaruh Kinerja penyuluh pertanian terhadap penerapan sistem padi organik berpengaruh positif bahwa kegiatan penerapan sistem padi organik dengan menggunakan pupuk organik (kompos/kandang) dan Pengendalian Hama Terpadu (PHT) menggunakan musuh alaminya berupa tanaman refugia sehingga penggunaan bahan kimia dalam pengendalian OPT dapat dikurangi. Pengaruh persepsi petani terhadap penerapan sistem padi organik berpengaruh positif hal ini menujukan bahwa persepsi petani sudah lebih baik sehingga pengetahuan, sikap dan keterampilan petani itu berubah
Pengaruh Konsentrasi dan Waktu Perendaman Dalam Asap Cair Kulit Buah Kakao ( Pod) Pada Pembuatan Se’i Daging Sapi. Oni, Marselina; Ahmadi, Kgs; Sasongko, Pramono
Fakultas Pertanian Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Asap cair merupakan larutan hasil pengembunan uap asap kayu yang dibakar pada keadaan udara terbatas pada suhu tinggi. Penggunaan asap cair sebagai pengawet sangat dipengaruhi oleh konsentrasi dan lama perendaman. Tujuan penelitian untuk mengetahui kombinasi konsentrasi dan lama perendaman daging dalam asap cair kulit buah kakao yang terbaik dalam proses pembuatan daging se?i. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan dua yaitu faktor konsentrasi asap cair 0%, 5 %, 7,5% dan 10% dan lama perendaman 30, 45 dan 60 menit. Parameter yang di ukur meliputi uji kimia yaitu kadar Air, Protein, Abu, Lemak, Uji Total Bakteri. Hasil penelitian disimpulkan bahwa limbah kulit kakao dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku asap cair untuk pembuatan daging se?i dengan konsentrasi 10% dan lama perendaman 60 menit.
ANALISIS KEPUASAN PENGUNJUNG TERHADAP PELAYANAN AGROWISATA OUTBOUND BPTP JATIM Hadi, Fajar Septian; Sa'diyah, Ana Arifatus; Masduki, Said
Fakultas Pertanian Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Agro tourism Outbound BPTP JATIM is currently used as the place of education in the field of agriculture. The purpose of this research is to analyze the visitors ' satisfaction towards the services provided by the provider of the agro tourism. Research data using primary data through interviews against 100 sampler. The results of the analysis of the retrieved attributes occupy quadrant I promotion, benefits, completeness of facilities and cleanliness. In quadrant II obtained a tourist location attributes, security, and comfort. In quadrant III no results while the attribute attribute on quadrant IV i.e. package price, service and tourist guides. Agrowisata Outbound BPTP JATIM saat ini digunakan sebagai tempat edukasi dibidang pertanian. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis kepuasan pengunjung terhadap pelayanan yang diberikan oleh pihak pengelola Agrowisata. Data penelitian menggunakan data primer melalui wawancara terhadap 100 sampler. Hasil analisis diperoleh kuadran I menempati atribut promosi, manfaat, kelengkapan fasilitas dan kebersihan. Pada kuadran II diperoleh atribut lokasi wisata, keamanan, dan kenyamanan. Pada kuadran III tidak ada hasil atribut sedangkan atribut pada kuadran IV yaitu harga paket, pelayanan dan pemandu wisata
EVALUASI LANSKAP PANTAI BERBASIS NILAI ESTETIKA DI PANTAI KONDANG MERAK, DESA SUMBER BENING, KABUPATEN MALANG Riski, Riski; Alfian, Rizki; Djoko, Riyanto
Fakultas Pertanian Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to 1) Determine and assess the visual quality of the Kondang Merak landscape based on the estimation of kindiness through Scenic Beauty Estimation. 2) Recommendation of landscape tourism design model of Kondang Merak beach. This research was conducted in Kondang Merak Beach Area, Sumber Bening Village, Bantur - Malang Regency. The study was conducted for 4 months from April to August 2017 used Scenic Beauty Estimation SBE? = (Z?? - Z??) x 100. Estimate the beauty of a landscape using a scale of values between 1-10. The classification of values is divided into 3 categories of beauty value, high category, medium and low category. Analysis has been done, it is known that the highest value of SBE with a value of 50-86. SBE of medium value with a value of 30-49 and low SBE with value of 0-29. For high value category is recommended gazebo making along the shoreline. for the category of medium value is recommended making the coastal tower, and for the low value category recommended making home stay on vacant land that has not been developed/ utilized. Penelitian ini bertujuan untuk 1) Menentukan dan menilai kualitas visual lanskap Pantai Kondang Merak berdasarkan pendugaan nilai kindahan melalui Scenic Beauty Estimation. 2) Rekomendasi model desain penataan lanskap wisata Pantai Kondang Merak. Penelitian ini dilakukan di Kawasan Pantai Kondang Merak, Desa Sumber Bening, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang. Waktu penelitian dilakukan selama 4 bulan yaitu dari bulan April sampai bulan Agustus 2017 melalui Scenic Beauty Estimation SBE? = (Z?? - Z??) x 100. Pendugaan nilai keindahan suatu lanskap pada menggunakan skala nilai antara 1-10. Klasifikasi nilai dibagi menjadi 3 kategori nilai keindahan, yaitu kategori tinggi, sedang dan kategori rendah. Analisa yang dilakukan, diketahui bahwa nilai SBE tinggi dengan nilai 50-86. SBE sedang dengan nilai antara 30-49 dan SBE rendah dengan nilai 0-29. Untuk kategori nilai tinggi direkomendasikan pembuatan gazebo disepanjang tepian pantai. Untuk kategori nilai sedang direkomendasikan pembuatan menara penjaga, dan untuk karegori nilai rendah direkomendasikan pembuatan home stay pada lahan kosong yang masih belum dikembangkan/ dimanfaatkan.
SUBSTITUSI TEPUNG KEONG MAS DALAM PAKAN BASAL TERHADAP KONSUMSI GROSS ENERGI, PROTEIN KASAR DAN LEMAK KASAR AYAM ARAB Gau, Erlinda; Zakaria, Achmanu; Fitasari, Eka
Fakultas Pertanian Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari sampai bulan April 2015 di Desa Sumber Sekar, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, Jawa Timui. Analisis proksimat dilakukan di Laboratorium Nutrisi Dan Makanan Ternak Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui dan mempelajari pengaruh penambahan tepung keong mas dalam formulasi pakan terhadap konsumsi gross energi, konsumsi protein kasar dan lemak kasar ayam arab. Materi dalam penelitian yang digunakan adalah Ayam Arab fase layer (yang sudah memasuki masa bertelur) sebanyak 50 ekor yang dibeli dari Bapak Darmawan di Desa Joyogrend. Penelitian ini menggunakan metode percobaan, Rancangan Acak Lengkap (RAL), 5 perlakuan yakni: P0 = Pakan Dasar atau Kontrol (Tanpa Penambahan Tepung Keong Mas), P1 = (Pakan Dasar 97,5% + 2,5% Tepung Keong Mas), P2 = (Pakan Dasar 95% + 5 % Tepung Keong Mas), P3 = (Pakan Basal 92,5% + 7,5% Tepung Keong Mas), P4 = (Pakan Dasar 90% + 10% Tepung Keong Mas), Masing- masing perlakuan diulang 5 kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa substitusi tepung keong mas dalam pakan basal ini memberikan perbedaan pengaruh yang nyata (P