cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Fakultas Pertanian
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Arjuna Subject : -
Articles 486 Documents
PENGARUH PEMBERIAN PAKAN KONSENTRAT HIJAU TERHADAP KONSUMSI DAN KECERNAAN BAHAN KERING, BAHAN ORGANIK DAN LEMAK KASAR PADA KAMBING PERANAKAN ETAWA (Penelitian Di Peternak Rakyat Dusun Prodo Desa Klampok Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang Mau, Charles; Marhaeniyanto, Eko; Darmawan, Hariyadi
Fakultas Pertanian Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research was conducted with the aim to know the effect of green concentrate use with the proportion of 10 - 30% of different leaf powder to feed intake level, and digestibility of etawa goat. Implementation of research in Klampok Village Singosari Subdistrict and proksimat analysis done in laboratory of Nutrition dan Feed Animal, Brawijaya University. The research material consisted of 16 male goats etawa rich makers, average body weight of 26.68 ± 9.01 kg.The materials used are bran, milled corn, soybean meal, coconut meal, mineral and molasses of Gliricidia sepium leaf powder, Calliandra calothyrsus, Leucaena leucocephala, Artocarpus heterophillus. Use of green flour on green concentrate with different proportions ie P0 without leaf meal, P1 using 10% leaf powder, P2 using 20% leaf powder, P3 30% leaf powder.The experimental method, using Randomized Blok Design (RBD) consisted of 4 treatments and 4 replications. Treatment of concentrate feed with 18% crude protein content.The results showed an non significant (P> 0.05) on the consumption of dry matter, organic matter, and crude fat. However, the effect was significantly (P
PERAN PENYULUH PERTANIAN TERHADAP MINAT PETANI PADA TANAMAN HORTIKULTURA DI KELOMPOK TANI GEMAH RIPAH DUA, DESA NGANTRU, KECAMATAN NGANTANG, KABUPATEN MALANG Bala, Paulus Aloysius; Arvianti, Eri Yusnita; Rofiatin, Umi
Fakultas Pertanian Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hortikulture plants was most potensial plants that can be devolope at tropic culture like indonesia and had a good procpect in the future and also as a devisa source for indonesia.the most minim horticulture production were red chili, potatoes, and orange that the range is below 4.13% each years. The main comodities horticulture that had a good range and keep hight were chrysanthemum, salak and chili. But there was also horticulture komodities that had a range keep drop likes manggoes, orange, mangosteen and temulawak. The purpose of this was to determine the role of agricultural instructor to farmers' interest in horticultural crops in the village Ngantru, Ngantang, Malang. The method in this study was a qualitative method while the type of data analysis was descriptive analysis following with regression analysis. The population in this research were 83 members of farmers Gemah Ripah Dua and The numbers of samples in this study were 45 members of farmer group. From the results of statistical analysis were known that X1 can be seen from the t-count = 2445> t0,05 = 2.016. It means that the instructor as a motivator (X1) has a significant relationship to the interest of farmers in Horticultural Crops (Y). X2 can be seen from the t-count = 2,504> t0,05 = 2.018. It means that the instructor as an organizer and a dynamisator (X2) has a significant relationship to the interest of farmers in Horticultural Crops (Y). X3 can be seen from t-count = 3.996> t0,05 = 2.019. It means that the instructor as facilitator (X3) had a significant relationship to the interest of farmers in Horticultural Crops (Y). The statistical analysis showed a strong meaning. It can be seen from the value of R square of 0.697 or 69.7%. Meanwhile 0,303 or 30.3% are influenced by other factors that has not been studied before. From the results of statistical analysis known that the value of F = 5.769> value F0,05 = 4.20. This indicates that the independent variable has a significant relationship to the fixed variable (Y). Tanaman hortikultura merupakan komoditas pertanian pada iklim tropis yang potensial untuk dikembangkan di Indonesia dan memiliki prospek yang cerah di masa mendatang sekaligus sebagai sumber perolehan devisa bagi Indonesia.Pertumbuhan produksi tanaman hortikultura terkecil yaitu pada cabe merah, kentang dan jeruk yang pertumbuhannya di bawah 4,13 % per tahun. Komoditas utama hortikultura yang mengalami peningkatan produktivitas yang tinggi diantaranya krisan, salak, dan cabe rawit. Namun demikian ada juga komoditi hortikultura yang mengalami penurunan produktivitas seperti mangga, jeruk, manggis dan temulawak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh peran penyuluh pertanian terhadap minat petani pada tanaman hortikultura di Desa Ngantru, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang. Jenis metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kualitatif sedangkan jenis analisis data yang digunakan yaitu analisis deskriptif dan dilanjutkan dengan analisis regresi. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 83 anggota kelompok tani Gemah Ripah Dua dan sampel yang diambil dalam penelitian ini yaitu 45 anggota kelompok tani. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah Random Sampling. Hasil analisis statistik diketahui bahwa X1 dapat dilihat dari thitung=2.445>t0,05=2,016 yang berarti bahwa Penyuluh Sebagai Motivator (X1) mempunyai hubungan yang signifikan terhadap Minat Petani Pada Tanaman Hortikultura (Y). Untuk X2 dilihat dari thitung=2,504>t0,05=2,018 yang berarti bahwa Penyuluh Sebagai Organisator dan Dinamisator (X2) mempunyai hubungan yang signifikan terhadap Minat Petani Pada Tanaman Hortikultura (Y). Untuk X3 dilihat dari thitung=3,996>t0,05=2,019 yang berarti bahwa Penyuluh Sebagai Fasilitator (X3) mempunyai hubungan yang signifikan terhadap Minat Petani Pada Tanaman Hortikultura (Y). Hasil analisis diketahui bahwa nilai R square sebesar 0,697 atau 69,7% sedangkan 0,303 atau 30,3% dipengaruhi oleh faktor lain yang belum diteliti. Hasil analisis statistik diketahui bahwa nilai Fhitung=5,769>nilai F0,05=4,20 dapat dijelaskan bahwa variabel bebas mempunyai hubungan yang signifikan terhadap variabel tetap.
APLIKASI INDOLE ACETIC ACID DAN NAPHTALENE ACETIC ACID PADA PERTUMBUHAN VEGETATIF PHALAENOPSIS HIBRIDA PADA UMUR 4,5 – 7 BULAN Sumardi, Apolonius; Astutik, Astutik; Fikrinda, Wahyu
Fakultas Pertanian Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Efforts made in increasing the production of orchid plants was to use growth regulators (ZPT). The function of ZPT was for the morphogenesis of growth in cell cultures, tissues, and organs. The objectives of the study were to investigate the effect of IAA (Indole acetic acid) and NAA (Naphtalene acetic acid) hormone application on vegetative Phalaenopsis hybrid growth aged 18 to 28 weeks after acclimatization. This research was a continuation of previous research (on the development of 5 months after acclimation) which was held in June until August 2017 at Green house Jl. Telaga Warna Tlogomas Malang. The research was conducted using Completely Randomized Design (RAL) factorial pattern consisting of: Factor I: Type Auksin (A) consisting of 2 types: A1: IAA and A2: NAA. Factor II: Auxin concentration, consisting of 3 levels: K1: 100 ppm, K2: 200 ppm, K3: 300 ppm. From these two factors, there were 6 treatment combinations and each treatment combination was repeated 4 times. Each replication consisted of 3 experimental plant samples, a total of 72 samples of hybrid Orchid Phalaenopsis plants. There was interaction between auxin type and auxin concentration at parameters of leaf length increase in NAA auksin concentration 200 ppm for 1.54 cm at 24 weeks and increased by 1.95 cm at 28 weeks. On parameter of increase of leaf width at IAA auksin type with concentration of 100 ppm equal to 1.36 cm at 18 weeks to 1.60 cm at age 28 weeks. The best growth of Phalaenopsis hybrids was in the parameter of leaf increase. Upaya yang dilakukan dalam meningkatkan produksi anggrek adalah dengan menggunakan zat pengatur tumbuh (ZPT). Fungsi ZPT tersebut dapat merangsang pertumbuhan morfogenesis dalam kultur sel, jaringan, dan organ. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh aplikasi hormon Indole acetic acid dan Naphtalene acetic acid pada pertumbuhan vegetatif Phalaenopsis hibrida umur 18 sampai 28 minggu setelah aklimatisasi. Penelitian ini merupakan kelanjutan penelitian sebelumnya (pada perkembangan 5 bulan setelah aklimatisasi) yang dilaksanakan pada bulan juni sampai agustus 2017 di green house Jl. Telaga Warna Tlogomas Malang. Penelitian dilakukan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial yang terdiri dari: Faktor I: Jenis Auksin (A) yang terdiri dari 2 jenis yaitu: A1: IAA dan A2: NAA. Faktor II: Konsentrasi auksin, terdiri 3 level yaitu :K1: 100 ppm, K2: 200 ppm, K3: 300 ppm. Dari kedua faktor tersebut diperoleh 6 kombinasi perlakuan dan masing-masing kombinasi perlakuan diulang 4 kali. Masing-masing ulangan terdiri 3 sampel tanaman percobaan, jumlah keseluruhan ada 72 sampel tanaman Anggrek Phalaenopsis hibrida. Terdapat interaksi antar jenis auksin dan konsentrasi auksin pada parameter pertambahan panjang daun pada jenis auksin NAA konsentrasi 200 ppm sebesar 1,54 cm pada umur 24 minggu dan bertambah sebesar 1,95 cm pada umur 28 minggu. Pada parameter pertambahan lebar daun pada jenis auksin IAA dengan konsentrasi 100 ppm sebesar 1,36 cm pada umur 18 minggu menjadi 1,60 cm pada umur 28 minggu. Pertumbuhan terbaik Phalaenopsis hibrida terdapat pada parameter pertambahan penjang daun.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PEMBENTUKAN KELOMPOK TANI BERBASIS AGRIBISNIS TANAMAN JERUK DI KECAMATAN DAU KABUPATEN MALANG Abin, Salbinus; Arvianti, Eri Yusnita; Suwasono, Son
Fakultas Pertanian Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

A group is a group of people consisting of two or more interacting and organized individuals who share the same activities and have the same goals. Groups formed are influenced by forming factors, thrusters and inhibitors that can create even blocking and affecting its sustainability. This study aims to determine the factors that influence the formation of farmer groups, the level of influence of inhibiting factors, and the dominant factor in influencing the formation of farmer groups based citrus agribusiness, in Dau district. The research method used quantitative descriptive, quantitative method using multiple linear regression test as well as to obtain deep data, used descriptive direct and the questionnaire. The result of the research shows that the factors that influence the formation of farmer groups are the factors that form the motivation, solidarity, curiosity and interest, the driving factors of government, family, farming, and social, economic, and financial impediments. The most influential inhibiting factors are economic, followed by social and financial as well as the dominant factors are economic and social. Kelompok tani merupakan sekumpulan orang yang terdiri dari dua individu atau lebih yang saling berinteraksi dan terorganisir yang mempunyai kesamaan kegiatan dan mempunyai tujuan yang sama. Kelompok terbentuk dipengaruhi oleh faktor pembentuk, pendorong dan penghambat yang dapat menciptakan bahkan menghalangi serta mempengaruhi keberlangsungannya. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan faktor-faktor yang mempengaruhi pembentukan kelompok tani, tingkat pengaruh faktor penghambat, dan faktor dominan dalam mempengaruhi pembentukan kelompok tani yang berbasis agribisnis tanaman jeruk, di kecamatan Dau. Metode penelitian yang digunakan kuantitatif deskriptif, metode kuantitatif menggunakan uji regresi linear berganda serta untuk memperoleh data yang mendalam, digunakan deskriptif wancara langsung serta kuesioner. Hasil penelitian menunjukan bahwa faktor yang mempengaruhi pembentukan kelompok tani yaitu, faktor pembentuk adalah motivasi, solidaritas, rasa ingin tau dan minat, faktor pendorong pemerintah, keluarga, usaha tani, sedangkan faktor penghambat sosial, ekonomi, keuangan. Faktor penghambat yang paling berpengaruh adalah ekonomi, diikuti sosial dan keuangan serta faktor dominannya adalah ekonomi dan sosial.
APLIKASI PUPUK ORGANIK CAIR URIN KELINCI DAN SAPI PADA PRODUKSI TERUNG UNGU (Solanum melongena L) Santoso, Apri; Sutoyo, Sutoyo; Astutik, Astutik
Fakultas Pertanian Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Terung merupakan tanaman sayuran yang termasuk famili Solanaceae. Penelitian betujuan untuk mengetahui pengaruh jenis dan dosis pupuk organik cair urin kelinci dan sapi pada produksi terung ungu. Penelitian dilaksanakan di desa Dadaprejo kec Junrejo, kota Batu. pada bulan Mei sampai September 2015. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial yang terdiri dari dua faktor yaitu Faktor 1 : Jenis pupuk organik cair, yaitu : P1 Pupuk organik cair urine kelinci, P2 Pupuk organik cair urine sapi, Faktor 2 adalah dosis pupuk organik cair, terdiri dari 5 level : D0 = 0 ml/l air, D1 = 75 ml/l air, D2 = 150 ml/l air, D3 = 225 ml/l air, D4 =300 ml/l air. Sehingga diperoleh 10 kombinasi perlakuan, dan diulang 3 kali masing-masing terdiri 3 unit percobaan sehingga keseluruhan percobaan ada 90 polybag. Parameter yang diamati meliputi Tinggi Tanaman(cm), Jumlah daun, Luas Daun (p x l), Jumlah Cabang, Saat Muncul Bunga, Jumlah Bunga, Fruitset, Jumlah Buah, Berat Buah, Panjang Buah, Lingkaran Buah, Berat Buah ton/ha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada interaksi antara perlakuan jenis pupuk cair urin kelinci dan sapi maupun dosis terhadap hasil tanaman terung ungu, namun secara terpisah baik jenis maupun dosis berpengaruh terhadap fruit set, jumlah buah, berat buah, dan berat buah ton/ha. Produksi terung ungu yang terbaik pada poc urin kelinci sebesar 5.53 buah per tanaman, namun dosis 75-300 ml/l air menghasilkan produksi tanaman yang tidak berbeda.
PENGGUNAAN PUPUK NITROGEN DAN BIOCHAR TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN SAWI PAKCOY (Brassica rapa L.) DI TANAH VERTISOL Redu, Silas Tanggu; Adisarwanto, Titis; Sumiati, Astri
Fakultas Pertanian Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research was aimed to determine the dose of nitrogent fertilizer usage and the procedure to apply biochar to the growth of the mustard pakcoy plants (Brassica rapa L.) on vertisol soil. This research was conducted in Dukuh Kraguman, Tegalwaru village, Dau district of Malang regency in East Java province and this research was conducted from September to November 2016. The experiment was groups random design (RAK) which consists of 13 treatments with three times repetitions. The observation was conducted three times on 25 DAP (Days After Planting), 35 DAP and 45 DAP which parameters to be observed including height, the width of the leaf, wet and dry weight of mustard pakcoy plants. The result showed that the usage of nitrogent fertilizer approximately 150 kgs urea/ha and biochar that is submerged into the dug hole increased the wet weight of plant on 25 DAP. The application of nitrogent fertilizer 100 kgs urea/ha was the optimum dose to the increasing of height, the width of the leaf, wet and dry weight of mustard pakcoy plants presentation compared to the plants without nitrogen fertilizer applied. The more the dose of the nitrogen was, the less the growth of the plants. The application of 30 tons/ha biochar equally under the soil was the best procedure to increase the height, the width of the leaf, wet and dry weight of mustard pakcoy plants presentation compared to the application of 30 tons biochar that is submerged into the dug hole or without biochar. Tujuan dari penelitian ini untuk menentukan penggunaan dosis pupuk nitrogen dan cara pemberian biochar terhadap pertumbuhan tanaman sawi pakcoy (Brassica rapa L.) pada tanah vertisol. Penelitian dilaksanakan di Dukuh Kraguman, Desa Tegalwaru, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur, selama tiga bulan mulai September ? November 2016. Percobaan disusun dalam Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 13 perlakuan dan diulang sebanyak 3 kali. Pengamatan dilakukan 3 kali yaitu umur 25 HST, 35 HST, 45 HST dengan parameter yang diamati meliputi tinggi, luas daun, bobot basah, dan bobot kering tanaman sawi pakcoy. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan pupuk nitrogen 150 kg urea/ha dan biochar ditugal meningkatkan bobot basah tanaman pada umur 25 HST. Pemberian pupuk nitrogen 100 kg urea/ha merupakan dosis optimum peningkatan persentase pertambahan tinggi, luas daun, jumlah daun, bobot basah dan bobot kering tanaman sawi pakcoy dibandingkan tanpa nitrogen. Semakin meningkat dosis pupuk nitrogen, persentase pertumbuhan tanaman semakin menurun. Pemberian biochar 30 ton/ha dengan cara disebar merata dalam tanah merupakan cara terbaik untuk meningkatkan persentase pertambahan tinggi, luas daun, jumlah daun, bobot basah dan bobot kering tanaman sawi pakcoy dibandingkan biochar 30 ton cara ditugal maupun tanpa biochar.
PERAN PENYULUH PERTANIAN DALAM PENUMBUHAN GAPOKTAN DI KECAMATAN PUJON KABUPATEN MALANG Kinu Werang, Tomas Matius; Masduki, Said; Suwasono, Son
Fakultas Pertanian Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui, peran dan hambatan penyuluh pertanian dalam penumbuhan Gapoktan di Kecamatan Pujon Kabupaten Malang. Metode penelitian yang digunakan metode kualitatif dari data primer hasil wawancara berdasarkan pertanyaan (questioner) dan pengamatan langsung (observasi). Teknik pengambilan sampel secara sensus pada 4 orang Penyuluh Pertanian Lapangan dan 10 orang Ketua Gapoktan. Analisis data menggunakan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa peran penyuluh pertanian dalam penumbuhan Gapoktan dikategorikan cukup baik, hambatan yang dialami penyuluh pertanian meliputi hambatan internal kurangnya tenaga Penyuluh Pertanian Lapangan, kurangnya informasi dan teknologi pertanian, dan jadwal pertemuan Gapoktan yang tidak terorganisir dengan baik, hambatan eksternal keterbatasan lahan dan modal dari petani, minimnya sarana dan prasarana pertanian serta keterbatasan jalinan kemitraaan Gapoktan dengan pelaku agribisnis lainnya. Sedangkan factor pendukungnya adalah kebijaksanaan dari pemerintah berupa program maupun bantuan-bantuan modal misalkan dana (PUAP) Pengembangan Usaha Agribisnis Pedesaan
DESAIN LANSKAP JALAN PADA KAWASAN PERUMAHAN VILLA BUKIT TIDAR, MALANG-JAWA TIMUR Lak'apu, Mieswandi Petronikus; Setyabudi, Irawan; Alfian, Rizki
Fakultas Pertanian Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Landscape is one of the most important parts in a residential area. The existence of a road landscape In a residential area is also very important for the surrounding community. In the city of Malang there are many housing, one of which is ousing Bukit Tidar-Malang. Facilities provided by the manager of housing that is educational facilities, health, mini market, environmental parks and so forth. This research was conducted in the residential area of Villa Bukit Tidar-Malang. The method used in this research is qualitative method. The concept developed in this study is the concept of space consists of the reception area (welcome area), the concept of vegetation (shade vegetation, steering, noise control), the concept of circulation (pedestrian circulation), the concept of facilities (environmental park) and the concept of activity (jogging track ). The result of this research is the image of site plan, perspective, and detail which is expected to give comfort, beauty, and aesthetics and can be enjoyed for the people who live In Bukit Tidar-Malang housing complex. Lanskap jalan merupakan satu bagian terpenting dalam suatu kawasan perumahan. Keberadaan lanskap jalan Di kawasan perumahan juga sangat penting bagi masyarakat sekitar. Di kota Malang terdapat terdapat banyak perumahan, salah satunya yaitu perumahan Villa Bukit Tidar-Malang. Fasilitas yang disediakan oleh pihak pengelola perumahan yaitu fasilitas pendidikan, kesehatan, mini market, taman lingkungan dan lain sebagainya. Penelitian ini dilaksanakan di kawasan perumahan Villa Bukit Tidar-Malang. Metode yang dipakai dalam penelitian ini yaitu metode kualitatif. Konsep yang dikembangkan dalam penelitian ini yaitu konsep ruang terdiri dari ruang penerima (welcome area), konsep vegetasi (vegetasi peneduh, pengarah, pengendali bising), konsep sirkulasi (sirkulasi pejalan kaki), konsep fasilitas (taman lingkungan) dan konsep aktivitas (jogging track). Hasil dari penelitian ini berupa gambar site plan, perspektif,dan detail yang diharapkan dapat memberi kenyamanan, keindahan, dan estetika serta dapat dinikmati bagi masyarakat yang tinggal Di perumahan Villa Bukit Tidar-Malang.
ANALISIS KEBUTUHAN PAKAN DAN FEED CONVERTION RATIO (FCR) PADA USAHA KEMITRAAN BROILER WILAYAH NGANJUK (Studi Kasus Di Kemitraan Surya Mitra Farm Wilayah Nganjuk) Edin, Edin; Supartini, Nonok; Darmawan, Hariadi
Fakultas Pertanian Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The goal of this research is to analysis of feed and Feed Conversion Ratio (FCR) on the broiler. The material used is broiler reared in the period of 2014 were age 1 to 36 days, ranging from DOC to age 36 days, with different populations of 9 breeder. The method of sampling used is the total sample of 9 (nine) breeders in Partnership Surya Mitra Farm Nganjuk Region. Data collection used in this research is data collection observation method using quisioner for every member of breeder of Partnership of Surya Mitra Farm Nganjuk Area. The results of the research on Broiler breeders in partnership Surya Mitra Farm Nganjuk Region can be concluded that the feed requirement analysis and Feed Convertion Ratio (FCR) of 9 plasma breeders have reached the standard of Core Company, especially in breeders Year 2014. Advice can be given feed and Feed Conversion Ratio (FCR) in Regional Nganjuk, then in this case the Company's core should still do a good cooperation, especially in terms of how to analyze the needs of feed and Feed Conversion Ratio (FCR), in order to more optimally and efficiently. Tujuan dari pelaksanaan penelitian ini adalah analisis kebutuhan pakan dan Feed Convertion Ratio (FCR) pada broiler. Materi yang digunakan adalah broiler yang dipelihara dalam periode Tahun 2014 yaitu umur 1 sampai 36 hari, mulai dari DOC sampai umur 36 hari, dengan populasi yang berbeda dari 9 peternak. Metode dalam pengambilan sampel yang digunakan adalah total sampel 9 (Sembilan) peternak di Kemitraan Surya Mitra Farm Wilayah Nganjuk. Pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi pengumpulan data memakai quisioner untuk setiap anggota peternak dari Kemitraan Surya Mitra Farm Wilayah Nganjuk. Hasil penelitian pada peternak broiler di kemitraan Surya Mitra Farm Wilayah Nganjuk dapat disimpulan bahwa analisis kebutuhan pakan dan Feed Convertion Ratio (FCR) dari 9 peternak plasma sudah mencapai standar kontrak Perusahaan Inti, khususnya pada peternak diperiode Tahun 2014. Saran untuk memperoleh analisis kebutuhan pakan dan Feed Convertion Ratio (FCR) yang baik oleh peternak plasma di Wilayah Nganjuk, maka Perusahaan Inti harus tetap melakukan kerjasama yang baik, terutama dalam hal bagaimana menganalisis kebutuhan pakan dan Feed Convertion Ratio (FCR), agar bisa lebih maksimal dan efisien.
APLIKASI CUKA AIR KELAPA (COCONUT VINEGAR) DALAM MEMPERPANJANG UMUR SIMPAN UDANG SEGAR Limahekin, Donatus Aribeda; Santosa, Budi; Wirawan, Wirawan
Fakultas Pertanian Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Providing a natural preservative to increase the shrimp shelf life is a challenge amid the widespread use of chemical preservatives. There are many dangerous chemical substances such as Formalin to extend the shrimp shelf life. Coconut vinegar has 4% of acetate acid content which is able to extend meat shelf life. This research aimed to find out the effect of coconut vinegar concentration and immersion duration to the quality of shrimp physicochemical and shelf life. This research used a factorial group randomized design (RAK). Factor I: Coconut vinegar concentration, they were 4%, 6% and 8% and factor II: immersion duration which consisted of three levels, they were 2 minutes, 4 minutes and 6 minutes. It involved nine treatments and each treatment was repeated twice. The samples of this research were 18 experiment samples. The obtained data, then analyzed with Analysis of Variant (Anova) to know whether there were any differences in each treatment or not, if there was, it would be continued with BNT test. The test parameters were water content, pH and TPC (Total Plate Count). From the three parameters, it could be concluded that based on the effectivity index, the best treatment was on coconut vinegar concentration of 8% and the immersion duration was 6 minutes with water content of 79,25, pH 7,43, TPC 12x105. Penyediaan pengawet alami untuk meningkatkan umur simpan udang merupakan tantangan tersendiri, ditengah maraknya penggunaan pengawet kimia saat ini. Selama ini banyak bahan kimia berbahaya terutama formalin untuk memperpanjang daya simpan udang segar. Cuka air kelapa mempunyai kandungan asam asetat 4% yang bisa memperpanjang daya simpan pada daging sapi. Tujuan dari penelitian yaitu untuk mengetahui pengaruh konsentrasi coconut vinegar dan lama perendaman terhadap kualitas fisikokimia udang, dan Mengetahui lama penyimpanan udang segar. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial. Faktor I: Konsentrasi Coconut Vinegar terdiri dari tiga taraf yaitu (4%, 6%, dan 8%) dan Faktor II: Lama Perendaman terdiri dari tiga taraf yaitu: (2 menit, 4 menit, 6 menit). Sehingga melibatkan 9 perlakuan dan masing masing perlakuan diulang sebanyak dua (2) kali. Maka sampel penelitian ini sebanyak 18 sampel percobaan. Data yang diperoleh selanjutnya dianalisa dengan Analisis of Variant (Anova) dengan tujuan untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan antara perlakuan, jika ada perbedaan akan dilanjutkan dengan uji BNT. Adapun parameter uji yakni (Kadar Air, pH, dan TPC (Total Plate Count)), Dari ketiga parameter uji tersebut berdasarkan hitungan indeks efektivitas perlakuan terbaik terdapat pada perlakuan (Konsentrasi Coconut Vinegar 8% dan lama perendaman 6 menit) dengan nilai Kadar Air 79,25, pH 7,43, TPC 12x105.