cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Fakultas Pertanian
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Arjuna Subject : -
Articles 486 Documents
ANALISIS USAHATANI TEMBAKAU VIRGINIA DI DESA JIPO KECAMATAN KEPOHBARU DAN DESA TLOGOAGUNG KECAMATAN KEDUNGADEM KABUPATEN BOJONEGORO Sudirman, Sudirman; Tirtosastro, Samsuri; Wirawan, Wirawan
Fakultas Pertanian Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Most of tobacco farmers didn?t conduct the analysis of farming especially on the real profit they have to received. Most of them put aside the aspect of land lease, bank interest, and the family labor. The result of the analysis of farming of virginia tobacco advisibility in Desa Jipo and Desa Tlogoagung Kabupaten Bojonegoro showed a feasible of farming with the R/C Ratio 1,48 and the profit Rp. 8.867.015,00/ha for Desa Jipo and Desa Tlogoagung R/C Ratio 1,47 and profit Rp. 8.995.072,86/ha. The profit without land lease and bank interest are reach to Rp. 5.552.067,50, R/C Ratio 1,26, , NPV 7.915.575,97 IRR. 30,56% and the profit for Desa Tlogoagung are Rp. 5.521.972,86, R/C Ratio 1,24,NPV Rp.7.237.956,95, IRR 29,01%. Petani tembakau umumnya tidak melakukan analisis usahatani khususnya terhadap keuntungan rill yang di terima petani. Petani umumnya mengenyampingkan aspek sewa lahan, bunga bank dan tenaga kerja keluarga. Hasil analisis kelayakan usahatani petani tembakau virginia rajangan di Desa Jipo dan DesaTlogoagung Kabupaten Bojonegoro menunjukan usaha cukup layak dengan R/C Ratio 1,48 dengan keuntungan Rp. 8.867.015,00/ha untuk Desa Jipo dan di Desa Tlogoagung R/C Ratio 1,47 dan keuntungan Rp. 8.995.072,86/ha. Dengan tanpa sewa lahan dan bunga bank layak diusahakan dengan keuntungan yang diperoleh Rp. 5.552.067,50 R/C Ratio 1,26, NPV 7.915.575,97 IRR. 30,56% untuk Desa Jipo dan keuntungan Rp. 5.521.972,86, R/C Ratio 1,24,NPV Rp.7.237.956,95, IRR 29,01% untuk Desa Tlogoagung.
PERAN PENYULUH PERTANIAN DALAM PENGORGANISASIAN GABUNGAN KELOMPOK TANI (GAPOKTAN) DI KECAMATAN PAKIS Mitan, Yohanes; Yusnita, Eri; Suwasono, Son
Fakultas Pertanian Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keberadaan Gapoktan Di Kecamatan Pakis tak luput dari peran penyuluh pertanian yang berada di BP3K (Balai Penyuluhan Pertanian, Perikanan, Dan Kehutanan)Kecamatan Pakis yang mempunyai tujuan meningkatkan pemberdayaan kelembagaan petani di wilayah Kecamatan Pakis. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Penelitiandilaksanakan di Kantor Pertanian Pakis, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang.PenelitianinidilakasanakanpadabulanJuni 2015 sampaiAgustus 2015.Populasi yang diambildalampenelitianiniadalahGapoktan di Kecamatan Pakis.terdiridari Ketua Gapoktan, Bendahara Gapoktan dan sekretaris Gapoktan.Analisis data dalam penelitian ini berlangsung bersamaan dengan proses pengumpulan data atau melalui tiga tahapan model alir dari Miles dan Huberman (1992) dalam Bungin (2007), yaitu reduksi data, penyajian data, dan verifikasi. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwaHambatanDalamPengorganisasianGapoktan di Kecamatan Pakis terdapat 2 macam yang bersifat internal daneksternal, Dari hambatan-hambatan yang adasampaipadasaatiniGapoktan di Kecamatan Pakis dapatmengatasihambatan-hambatantersebutdenganbantuanpengarahandari PPL maupunteratasisendiriolehGapoktan.FaktorPelancaratauFaktorPendukungdalamPengorganisasianGapoktan yang utamayaitukebijaksanaandaripemerintah berupa program maupun bantuan-bantuan modal misalkandana PUAP, pelatihan-pelatihankepadapengurusGapoktanuntuksemakinmeningkatkankualitas SDM pengurus, sertaadanyapenyuluhan-penyuluhanpertanianjugamerupakan factor pendukungdalampengembanganGapoktankarenadenganadanyapenyuluhanpertanianpengetahuanpetanidankelompoknyasemakinbertambahdanberwawasanluas, sehinggamendukungpengorganisasianGapoktan di Kecamatan Pakis kedepan.
RESPON TANAMAN MENTIMUN (Cucumis sativus L.) TERHADAP PUPUK NPK MUTIARA DAN PUPUK ORGANIK CAIR NASA Barus, Robertus; Sutoyo, Sutoyo; Karamina, Hidayati
Fakultas Pertanian Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cucumber (Cucumis sativus L.) is a plant that is widely consumed by the people. Besides consumed also has many benefits, it is necessary to make efforts to increase productivity. The aim of this research is to determine the effect of NPK Mutiara Fertilizer and Organic liquid Fertilizer Nasa to cucumber production. The research was conducted from March to May 2017 at Tlogomas Village, Lowokwaru Subdistrict, Malang City with altitude of ± 450 m dpl, temperature range between 20 - 28 oC, humidity 74 - 82% and rainfall intensity 20-50 mm / day. This study used a randomized block design factorial with there replication and two factors. factor is fertilizer NPK consists of four levels, namely 100 kg.ha-1, 200 kg.ha-1, 300 kg.ha-1 and 400 kg.ha-1. and second factors of organic liquid fertilizer Nasa consists of there levels is 100 cc.l, 150 cc.l and 200 cc.l. Research data were analyzed using Variety Analysis and continued with BNT Test at 5% real level. The results showed that interaction between NPK Mutiara fertilizer and organic liquid fertilizer Nasa has not real effect on all observed variables. Likewise also the treatment of NPK Mutiara fertilizer and Organic liquid Fertilizer Nasa has not real effect on all variables observed. However, physically the dosage of NPK Mutiara fertilizer and Organic Liquid fertilizer give fruit weight per plant, fruit length per plant, and fruit diameters per plant better at doses of 200 kg.ha-1 and 100 cc.l compared to others. Mentimun (Cucumis sativus L.) merupakan tanaman yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat. Selain dikonsumsi juga mempunyai banyak manfaat, maka perlu dilakukan upaya untuk meningkatkan produktifitasnya. Penelitian bertujuan menentukan pengaruh Pupuk NPK Mutiara dan Pupuk Organik Cair (POC) Nasa terhadap produksi tanaman mentimun. Penelitian dilaksanakan Maret - Mei 2017 dilahan petani Kelurahan Tlogomas, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang dengan ketinggian tempat ± 450 m dpl, berkisar suhu antara 20 - 28 o C, kelembaban 74 - 82 % dan intensitas curah hujan sebesar 20-50 mm/hari. Percobaan mengunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial yang terdiri dari dua faktor dan diulang 3 kali. Faktor pertama NPK Mutiara terdiri dari 4 taraf yaitu 100 kg.ha-1, 200 kg.ha-1, 300 kg.ha-1 dan 400 kg.ha-1. dan faktor kedua POC (Pupuk Organik Cair) Nasa terdiri dari 3 taraf yaitu 100 cc.l, 150 cc.l dan 200 cc.l. Data penelitian dianalisis menggunakan Analisis Ragam dan dilanjutkan dengan Uji BNT pada taraf nyata 5%. Hasil penelitian menunjukan interaksi antara pupuk NPK Mutiara dan POC (Pupuk Organik Cair) Nasa belum memberikan pengaruh nyata pada semua variabel yang diamati. Begitupun juga perlakuan pupuk NPK Mutiara dan Pupuk Organik Cair Nasa belum memberikan pengaruh nyata pada semua variabel yang diamati. Namun demkian secara fisik dosis pupuk NPK Mutiara dan Pupuk Organik Cair Nasa memberikan bobot buah per tanaman, panjang buah per tanaman, dan diameter buah per tanaman lebih baik pada dosis 200 kg.ha-1 dan 100 cc.l dibanding lainnya.
PENGARUH PUPUK CAIR DAN PUPUK ANORGANIK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TERONG UNGU (Solanum melongena L.) Saru, Senodosius Samson; Adisarwanto, Titis; Hamzah, Amir
Fakultas Pertanian Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Plant purple eggplant (Solanummelongena L.) is one of the vegetables that are consumed by many people and developed because it has a high nutritional ingredient. Efforts to increase the production of one of them is to pemumpukan. The study aims to determine the effect of liquid and inorganic fertilizers on growth and yield of eggplant purple. The research was conducted from December to March 2016, using a randomized block design (RAK) factors consist of two factors. Factor 1 is a type of liquid fertilizer, control (K0), 3 cc / 200 cc water / tan (N1), 3 g / 200 cc water / tan (G2), 2 cc / 200 cc water / tan (H3). The second factor is the dose of fertilizer Phonska there are 4 levels, control (P0), 5 g / tan (P1), 10 g / tan (P2), 15 g / tan (P3). There are 16 combinations of each treatment repeated 3 times. Variable observations include: plant height, number of flowers, leaf number, total number of fruits per plant, harvest fruit weight (g). The results showed that the liquid fertilizer (PC) has no effect on growth and yield of eggplant purple. Separately fertilizers Phonska 150 kg / hadapat promote plant growth aged 30, 40, 50 (HST), number of leaves aged 30, 40, 50 (HST), the amount of interest the age of 40, 50 (HST), the amount of fruit age 60 (hst ). Phonska fertilizer does not affect the fruit weight sega. Tanaman terong ungu (solanum melongena L.) merupakan salah satu jenis sayuran yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat dan dikembangkan karena mempunyai kandungannya gizi yang cukup tinggi. Upaya untuk meningkatkan produksi salah satunya adalah dengan pemumpukan. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk cair dan anorganik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman terong ungu. Penelitian dilaksanakan pada bulan Desember sampai Maret 2016, menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) faktor terdiri dari 2 faktor. Faktor 1 adalah jenis pupuk cair yaitu kontrol (K0), 3 cc/200 cc air/tan (N1), 3 gr/200 cc air/tan (G2), 2 cc/200 cc air/tan (H3). Faktor kedua adalah dosis pupuk phonska terdapat 4 taraf yaitu kontrol (P0), 5 gr/tan (P1), 10 gr/tan (P2), 15 gr/tan (P3). Terdapat 16 kombinasi perlakuan masing-masing di ulang 3 kali. Variabel pengamatan meliputi : tinggi tanaman, jumlah bunga, jumlah daun, jumlah total buah per tanaman, berat buahpanen (gr). Hasil penelitian menunjukan bahwa pupuk cair (PC) tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil terong ungu. Secara terpisah dosis pupuk phonska 150 kg/hadapat meningkatkan pertumbuhan tanaman umur 30, 40, 50 (hst), jumlah daun umur 30, 40, 50 (hst), jumlah bunga umur 40, 50 (hst), jumlah buah umur 60 (hst). Pupuk phonska tidak berpengaruh terhadap berat buah sega.
PEMANFAATAN LIMBAH ARANG HASIL SAMPING PEMBUATAN ASAP CAIR DARI CANGKANG KELAPA SAWIT SEBAGAI BRIKET ARANG Tama, Yulius Koni; Ahmadi, Kgs; Sasongko, Pramono
Fakultas Pertanian Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian sumber energi terbarukan menjadi penting saat ini karena bahan bakar minyak bumi, gas alam, dan batu bara yang selama ini merupakan sumber utama energi jumlahnya semakin menipis. Cangkang kelapa sawit memiliki potensi yang sangat besar untuk menjadi sumber energi terbarukan sebagai bahan baku pembuatan briket arang. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan komposisi perekat dan ukuran butiran arang yang paling baik untuk pembuatan briket arang, sifat dari briket arang yang dibuat dari cangkang kelapa sawit dan mengetahui kelayakan usaha dari pembuatan briket arang dari cangkang kelapa sawit. Penelitian ini dilaksanakan memakai Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang disusun secara 2 faktorial, yaitu Faktor I : Perbandingan perlakuan arang, Faktor II : Konsentrasi Perekat (K). Karakteristik briket arang dari cangkang kelapa sawit yang terbaik adalah dengan nilai kalor sebesar 7,41kalor/gram, kadar air sebesar 2,63%, dan waktu nyala selama 7,41 menit.
PENINGKATAN PRODUKSI JAGUNG (Zea mays L.) DENGAN APLIKASI BIOCHAR DAN PUPUK ORGANIK PADA TANAH REGOSOL Ghudi, Enos Magho; Indawan, Edyson; Sutoyo, Sutoyo
Fakultas Pertanian Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Biochar and organic fertilizers have potential to improve the physical, chemical, and biological properties of soil, including increasing the capacity to hold water and nutrients, soil resistance, as a source of nutrients and energy sources for soil microorganisms. This study aimed to determine the effect of biochar application and organic fertilizer on regosol soil in increasing corn production. This research was carried out in Bawang Village, Tunggulwulung Subdistrict, Malang, East Java from May-November 2017. The study used a single factor Randomized Block Design (RBD) with 9 treatments and was repeated 3 times. Observations were made when plants aged 2WAP, 4WAP, 6WAP, 8WAP ( Week After Plant), and harvest time with observed parameters including growth parameters: plant height, number of leaves, stem diameter and yield parameters including: corncob length, diameter, seedless weight, dry shell weight and the weight of 100 corn seeds. The results of this study indicated that the application of biochar and organic fertilizer gave a better growth of corn plants than the control. The addition of rice husk biochar and chicken manure fertilizer increased corn yield by 41.86% from 3.29 tons / ha to 7.86 tons / ha and showed better results compared to other treatments. Biochar dan pupuk organik sangat berpotensi untuk memperbaiki sifat fisik, kimia, dan biologi tanah diantaranya meningkatkan kapasitas menahan air dan unsur hara, meningkatkan daya sanggah tanah, sebagai sumber unsur hara dan sumber energi bagi mikroorganisme tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari aplikasi biochar dan pupuk organik pada tanah regosol terhadap peningkatan produksi jagung. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Bawang, Kecamatan Tunggulwulung Kota Malang, Provinsi Jawa Timur dimulai pada bulan Mei-November 2017. Penilitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktor tunggal dengan 9 perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Pengamatan dilakukan saat tanaman umur 2MST, 4MST, 6MST, 8MST, serta panen dengan parameter yang diamati meliputi parameter pertumbuhan: tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang dan parameter hasil meliputi: panjang tongkol, diameter tongkol, berat tongkol tanpa biji, berat pipilan kering, berat 100 biji jagung. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa aplikasi biochar dan pupuk organik terhadap pertumbuhan tanaman jagung memberikan hasil yang lebih baik dari pada kontrol. Penambahan biochar sekam padi dan pupuk kotoran ayam meningkatkan hasil jagung sebesar 41,86% dari 3,29 ton/ha menjadi 7,86 ton/ha dan menunjukan hasil yang lebih baik dibanding dengan perlakuan yang lainnya.
KARAKTERISTIK ORGANOLEPTIK MIE INSTAN YANG DIBUAT DARI PROPORSI TEPUNG UMBI GEMBILI TERMODIFIKASI DENGAN JAGUNG PULUT Kale, Barnese Nelce; Wirawan, Wirawan; Santosa, Budi
Fakultas Pertanian Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gembili is a native flora of Indonesia. In its growth, it does not require intensive care in the sense that this plant is easy to grow in all places, it can live in various rainy and dry season and does not require fertilization and irrigation. This study aimed to determine the best treatment in the manufacture of instant noodles using Gembili flour substituted by glutinous cornstarch and know the feasibility of making instant noodle business based on the best treatment. The experimental design used was a Completely Randomized Design (RAL) of a single factor, the factor was the proportion of Gembili bulbs flour modified with glutinous corn flour which consisting of 5 levels. The levels were: M1 = 100% Gembili flour + 0% glutinous cornstarch, M2 = 75% flour gembili + 25% glutinous cornstarch, M3 = 50% Gembili flour + 50% glutinous cornstarch, M4 = 25% Gembili flour + 75 % Glutinous Cornstarch, M5 = 0% Gembili flour + 100% glutinous cornstarch with each treatment repeated 5 times to get 25 samples. The results of this study concluded that the best treatment was found in (75% Gembili flour: 25% glutinous cornstarch). Each treatment was based on moisture content 9.22%, ash content 8.28%, fracture 2.30 N, aroma likeness 3.65 (neutral), taste 3.65 (neutral), and color 3,57 (neutral) ). Instant noodle making business with proportion of 75% Gembili flour: 25% glutinous cornstarch worthy to be developed with RCR = 1,14, and HPP 1,847,29 / 100 gram with selling price Rp. 2,124.38 / pack. Tanaman gembili merupakan flora asli Indonesia. Tanaman ini dalam pertumbuhannya tidak memerlukan perawatan yang intensif dalam arti tanaman ini mudah tumbuh pada berbagai musim penghujan maupun musim kemarau, tidak memerlukan pemupukan dan irigrasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perlakuan yang terbaik dalam pembuatan mie instan menggunakan tepung umbi gembili yang disubtitusi tepung jagung pulut dan mengetahui kelayakan usaha pembuatan mie instan berdasarkan perlakuan terbaik. Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktor tunggal, faktornya yaitu proporsi antara tepung umbi gembili termodifikasi dengan tepung jagung pulut, yang terdiri atas 5 level. Levelnya yaitu: M1 = 100% tepung gembili + 0% tepung jagung pulut, M2 = 75% tepung gembili + 25% tepung jagung pulut, M3 = 50% tepung gembili + 50% tepung jagung pulut, M4 = 25% tepung gembili + 75% tepung jagung pulut, M5 = 0% tepung gembili + 100% tepung jagung pulut dengan masing-masing perlakuan diulang sebanyak 5 kali sehingga di dapatkan 25 sampel. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa perlakuan terbaik terdapat pada (75% tepung gembili : 25% tepung jagung pulut). Masing-masing perlakuan berdasarkan kadar air 9,22%, kadar abu 8,28%, daya patah 2,30 N, kesukaan aroma 3,65 (netral), rasa 3,65 (netral), dan warna 3,57 (netral). Usaha pembuatan mie instan dengan proporsi 75% tepung umbi gembili : 25% tepung jagung pulut layak diusahakan dengan RCR =1,14, dan HPP 1.847,29/100 gram dengan harga jual Rp. 2.124,38/ bungkus.
PENGARUH LAMA PERENDAMAN BENIH DAN NAUNGAN TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN SAWI (Brassica Juncea L) Agustian, Agustian; Sutoyo, Sutoyo; Adisarwanto, Titis
Fakultas Pertanian Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di lahan terpadu Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang, Jalan Telaga Warna, Kelurahan Tlogomas, Kota Malang, Jawa Timur. Mulai bulan November 2015 sampai dengan Maret 2016. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan pengaruh lama perendaman dan pemberian naungan terhadap pertumbuhan tanaman sawi. Penelitian ini disusun berdasarkan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial dengan 2 faktor yaitu faktor I Lama erendaman yang terdiri dari empat level, dan factor II adalah pemberian naungan yang terdiri dari tiga tarap. Pada kedua perlakuan tersebut terdapat 12 kombinasi perlakuan dan diulang sebanyak 3 kali, setiap perlakuan terdapat 4 biji tanaman sawi, sehingga terdapat 144 tanaman. Dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perendaman benih tidak pengaruh terhadap kecepatan berkecambah. Pemberian naungan 50% dan 80% memiliki pengaruh nyata pada kecepatan berkecambah 4 HSS. Pemberian naungan tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan sawi.
FAKTOR – FAKTOR SOSIAL EKONOMI YANG MEMPENGARUHI TINGKAT KEMISKINAN PETANI Elisia, Elisia; Arvianti, Eri Yusnita; Pudjiastuti, Agnes Quartina
Fakultas Pertanian Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The largest contributory sector of poverty in Indonesia is the agricultural sector, which amounted to 51.67%. This study aims to determine what factors affect the poverty of farmers, to determine which factors are the most dominant that mempengerahui poverty of farmers, and to determine the efforts that can be done to improve the independence of farmers. The research method used is descriptive quantitative method. Research respondents are poor farmers, the method of data analysis used is multiple linear regression. The results showed that there are three factors that significantly affect the poverty of farmers in Sidoluhur Village, the factors are education (X1), land (X3), and technology (X4). While the factors that have no significant effect are capital factor (X2) and market factor (X5). The results of the study also showed that the program of increasing the independence of farmers in Sidoluhur Village based on the factors that have real effect, the problems faced, and the expectations of farmers are: Program improvement of facilities and infrastructure of economic institutions, and the procurement of special co-operatives for farmers, Farmer's human resource improvement program through training and counseling on value-added farming, Comparative study program in developed areas through cooperation among village government, Technical guidance program processing of agricultural products through training activities. Sektor penyumbang terbesar kemiskinan di Indonesia adalah sektor pertanian, yaitu sebesar 51,67 %. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor ? faktor apa saja yang mempengaruhi kemiskinan petani, untuk mengetahui faktor apakah yang paling dominan yang mempengerahi kemiskinan petani, dan untuk mengetahui upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kemandirian petani. Metode pendekatan penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif. Responden Penelitian adalah petani miskin, metode analisis data yang digunakan adalah regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat tiga faktor yang berpengaruh secara nyata terhadap kemiskinan petani di Desa Sidoluhur, faktor tersebut adalah faktor pendidikan (X1), lahan (X3), dan teknologi (X4). Sementara faktor yang tidak berpengaruh nyata adalah faktor modal (X2) dan faktor pasar (X5).Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa program peningkatan kemandirian petani di Desa Sidoluhur berdasarkan faktor ? faktor yang berpengaruh nyata, permasalahan yang dihadapi, dan harapan ? harapan petani adalah: Program peningkatan sarana dan prasarana kelembagaan ekonomi, melalui kegiatan peningkatan fungsi kelompok tani, maupun pengadaan koperasi khusus bagi petani, Program peningkatan SDM petani, melalui pelatihan dan penyuluhan mengenai usahatani yang bernilai tambah, Program studi banding di daerah yang maju pertaniannya melalui kerja sama antar pemerintah desa, Program bimbingan teknis pengolahan hasil pertanian melalui kegiatan pelatihan.
ANALISA KELAYAKAN USAHA PENGOLAHAN BUBUK KACANG HITAM TERFERMENTASI DENGAN KAPANG RHIZOPUS SP. Abdullah, Jamal; Mushollaeni, Wahyu; Wirawan, Wirawan
Fakultas Pertanian Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Black bean (Cajanus sp.) is one kind of the Leguminosae class that can grow throughout the year and resistant to dry condition.Black bean is very potential as a source of nutrients, but until now has never been used in food and analyzed the feasibility.Fermentation is one of the treatment process that uses microbes help to improve the nutritional quality of a food product.Therefore, this study aimed to calculate the feasibility of black bean processing. The study was conducted by calculating the value of Cost of Goods (HPP), Break Even Point (BEP), dan Revenue Cost Ratio(RCR).The results showed that the capacity of 20 kg of black bean per day obtained a capital investment of 8,035,650 IDR, with operating expenses of 89,730,000 IDR per year. HPP point is 2,232,22 IDR per pack and net income (25% of HPP) is 55,806 IDR per day, and also the value of BEP is 107,865,168 IDR. Processing of fermented black bean powder business is visible with RCR value of 1.25. Kacang hitam (Cajanus sp.) merupakan salah satu jenis tanaman golongan Leguminosae yang mampu tumbuh sepanjang tahun dan tahan terhadap kondisi kering.Kacang hitam tersebut sangat berpotensi sebagai sumber zat gizi, namun hingga saat ini belum pernah dimanfaatkan dalam pangan dan dianalisa kelayakan usahanya. Fermentasi merupakan salah satu proses pengolahan yang memanfaatkan bantuan mikroba untuk meningkatkan kualitas gizi suatu produk pangan. Penelitian ini bertujuan untuk menghitung kelayakan usaha pengolahan kacang hitam menjadi bubuk kacang hitam terfermentasi dengan kapang Rhizopus sp. Perhitungan kelayakan usaha dalam penelitian ini adalah untuk mendapatkan nilai Harga Pokok Produksi (HPP), Break Even Point (BEP), dan Revenue Cost Ratio (RCR) dari usaha pengolahan kacang hitam tersebut.Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan kapasitas bahan baku 20 kg kacang hitam per hari, membutuhkan modal investasi sebesar Rp. 8.035.650 dan biaya operasional sebesar Rp. 89.730.000 per tahun. Nilai HPP produk sebesar Rp 2.232 per kemasan dan laba bersih (25% dari HPP) adalah Rp 55.806 per hari. Nilai BEP didapatkan sebesar Rp. 107.865.168. Pengolahan usaha bubuk kacang hitam terfermentasi layak diusahakan dengan nilai RCR 1,25.