cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Fakultas Pertanian
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Arjuna Subject : -
Articles 486 Documents
PERANAN PENYULUH PERTANIAN PADA KELOMPOKTANI DALAM MENSUKSESKAN UPSUS PADI SRI (SYSTEM OF RICE INTENSIFICATION) DI KECAMATAN KEPANJEN KABUPATEN MALANG (STUDI KASUS PADA KELOMPOKTANI UTAMA 1 DI DESA KEMIRI) Gori, Gregorius; Mutiara, Farah; Suwasono, Son
Fakultas Pertanian Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The condition of Indonesia's food security in 2017 is getting worse, due to the shifting function of agricultural land in Indonesia. FAO (Food and Agriculture Organization) posted, Indonesia is on a serious level in the global hunger index. In 2015 the government wanted to repeat the golden period with a Special Effort Activity (UPSUS) to Increase Rice, Corn, Soybean (PAJALE) Production in 2015. The role of agricultural extension agents in the success of UPSUS PAJALE requires quality HR (Human Resources) as the main capital for become the actor or driver of development in an area. One of the systems carried out by the PAJALE UPSUS Program is SRI (system of Rice Intensification). SRI (System of Rice Intensification) is a rice cultivation technique that is able to increase rice productivity by changing the management of plants, soil, water, and nutrients. The purpose of this study is to describe the role of field agricultural instructors in applying the SRI (System of Rice Intensification) rice system in Kemiri Village, Kepanjen District, Malang Regency, the analytical method used is qualitative descriptive. The role of the field agriculture instructor (PPL) through the Soybean Maize Rice Special Program (UPSUS PAJALE) plays an important role in carrying out all program activities. This is seen in each of its roles, where the role of extension agents as facilitators is in terms of fostering members of farmer groups, the role of extension agents as organizers in each extension activity, the role of extension agents as dynamics namely in activating farmer group activities, the role of extension agents as technicians namely in extension provide technical knowledge, the role of extension agents as mediators, namely the information link aspect. Kondisi ketahanan pangan pada tahun 2017 ini semakin memburuk, dikarenakan beralih fungsinya lahan pertanian di Indonesia. FAO (Food and Agriculture Organisation) memposting, Indonesia berada di level serius dalam indeks kelaparan global. Pada tahun 2015 pemerintah ingin kembali mengulang masa emas itu dengan Kegiatan Upaya Khusus (UPSUS) Peningkatan Produksi Padi, Jagung, Kedelai (PAJALE) tahun 2015. Peranan penyuluh pertanian dalam mensukseskan UPSUS PAJALE membutuhkan SDM (Sumber Daya Manusia) yang berkualitas sebagai modal utama untuk menjadi pelaku atau penggerak pembangunan di suatu daerah. Salah satu sistem yang dilakukan Program UPSUS PAJALE yaitu SRI (system of Rice Intensification). SRI (System of Rice Intensification) adalah teknik budidaya tanaman padi yang mampu meningkatkan produktivitas padi dengan cara mengubah pengelolaan tanaman, tanah, air, dan unsur hara. Tujuan penelitian ini yaitumendeskripsikan peran penyuluh pertanian lapangan dalam menerapkan sistem padi SRI (System of Rice Intensification) di Desa Kemiri, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, metode analisis yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif. Peran Penyuluh Pertanian lapangan (PPL) melaui Program Khusus Padi Jagung Kedelai (UPSUS PAJALE) ini sangat berperan di dalam melalukan seluruh kegiatan program. Hal ini dilihat dalam setiap perannya, sebagai organisator yaitu sebagai penyelenggara pada setiap kegiatan penyuluhan, peran penyuluh sebagai dinamisator yaitu dari segi mengaktifkan kegiatan kelompoktani, peran penyuluh sebagai teknisi yaitu segi penyuluh dalam memberikan pengetahuan teknis, peran penyuluh sebagai mediator yaitu segi penghubung informasi.
ATRIBUT PRODUK YANG MEMPENGARUHI KONSUMEN DALAM PEMBELIAN SUSU PASTEURISASI DI GIANT EKSPRES DINOYO KOTA MALANG Awa, Susanti Ana; Sumarno, Sumarno; Santoso, Erik Priyo; Murti, Ariani Trisna
Fakultas Pertanian Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The study was conducted on consumers who bought pasteurized milk at Giant Ekspress Dinoyo, Malang. Data collection was conducted in May - June 2018. This research The aim was to find out the attributes that affected consumers in purchasing pasteurized milk in Giant Ekspres, Dinoyo Malang. This research used a quantitative descriptive method. The type of sampling was a purposive sampling to determine the research samples with certain considerations in order to get representative data. The total population was 1000 people during the study and calculated using the Slovin formula to get 90.9 and round up to 100 respondents. The research variables used were brand, price, packaging, volume, taste and product label. The data analysis used multiple linear regression data. The regression analysis aimed to find out what attributes influence the decision to purchase pasteurized milk. The results of this study indicated that brands, prices, taste variants were the product attributes that had significant effects on the decision to purchase pasteurized milk. 1) brand, price, taste variant were the product attributes that influenced the purchasing decisions, 2) other attributes such as packaging, volume content, product labels did not affect the purchase decision of pasteurized milk in the Giant Ekspres Dinoyo Malang. Penelitian dilakukan pada konsumen yang membeli susu pasteurisasi di giant ekspress dinoyo kota malang. pengambilan data dilakukan pada bulan mei – juni 2018. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui atribut yang mempengaruhi konsumen dalam pembelian susu pasteurisasi di giant ekspres dinoyo kota malang. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dekskriftif. pengambilan sampel adalah purposive sampling yaitu teknik untuk menentukan sampel penelitian dengan beberapa pertimbangan tertentu yang bertujuan agar data yang yang diperoleh nantinya representative, Populasi total 1000 orang selama penelitian dihitung menggunakan rumus slovin sehingga mendapatkan 90,9 dan dibulatkan menjadi 100 orang responden, Variabel penelitian adalah merek, harga, kemasan, volume isi, varian rasa, label produk. analisis data yang digunakan adalah analisis data regresi linier berganda, analisa regresi bertujuan untuk mengetahui atribut apa saja yang berpengaruh terhadap keputusan pembelian susu pasteurisasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa merek, harga, varian rasa merupakan atribut produk yang berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian susu pasteurisasi. 1)Merek, harga, varian rasa merupakan atribut produk yang berpengaruh terhadap keputusan pembelian, 2) Atribut yang lain , kemasan, volume isi, label produk tidak berpengaruh terhadap keputusan pembelian susu pasteurisasi di Giant Ekspres Dinoyo Kota Malang.
RESPON BOKASHI KOTORAN SAPI DAN KOTORAN KAMBING TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN CABAI RAWIT (Capsicum frutenscens L.) Malo, Yulita; Indawan, Edyson; Astutik, Astutik
Fakultas Pertanian Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The aim of the study was to study the types of bocashi cow manure and goat manure and dosage on the interaction of the two combinations combined with the growth of cayenne pepper. The research method using factorial group experimental design consists of two factors. The first factor is the type of bokashi namely A1 Sapi A2 and the second factor is bocashi which consists of the level of empathy: B1 250 g / polybag, B2: 500 g / polybag, B3: 750 g / polybag, B3: 750 g / polybag, B4 : 1000 g / polybag. There was interaction between bocashi type and dose to the parameters of the amount of flower at the age of 9 weeks after planting. Separately bokashi extraordinary goat droppings on the number of leaves, number of branches, dry weight of plants. The best results and yield of chili plants are obtained from fertilizing bokashi 750-1000 g / polybag. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui jenis bokashi kotoran Sapi dan kotoran kambing dan dosis terhadap terhadap interaksi kedua perlakuan yang dikombinasikan terhadap pertumbuhan cabai rawit. Metode penelitian menggunakan rancangan acak kelompok Faktorial terdiri dari dua faktor. Faktor pertama adalah jenis bokashi yaitu A1 Kotoran Sapid an A2 kotoran Kambing dan faktor kedua adalah dosis bokashi yang terdiri dari empat level: B1 250 g/polybag, B2 : 500 g/polybag, B3 : 750 g/polybag, B4 : 1000 g/polybag. Terdapat interaksi jenis bokashi dan dosis terhadap parameter jumlah bunga pada umur 9 minggu setelah tanam. Secara terpisah bokashi kotoran Kambing berpengaruh nyata terhadap jumlah daun, jumlah cabang, berat kering tanaman. Pertumbuhan dan hasil tanaman cabai yang tebaik diperoleh pada pemupukan bokashi 750 – 1000 g/polybag.
Peran Penyuluh Pertanian Dalam Upaya Untuk Meningkatkan Penggunaan Pupuk Organik Pada Padi Sistem Tanam JARWO (Jajar Legowo) Faizal, Ahmad; Mutiara, Farah; Masduki, Said
Fakultas Pertanian Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia is an agrarian country which means that most of the population works as farmers. In its development, Indonesian agriculture can be said to experience no change. This study aims to determine the efforts of extension workers in increasing the use of organic fertilizers in jarwo rice farming, and the level of participation of farmers in the use of organic fertilizers in the rice farming Jarwo. This study used qualitative research methods. The sample was a member of the Subur Jaya Farmer Group in Kenaman Village with 23 group members and 1 field agriculture instructor. Analysis of the data used in this study uses descriptive qualitative analysis. The results showed that extension agents had a role in increasing the use of organic fertilizers, and farmers participated in the acceptance of information submitted by Agents. Indonesia merupakan negara agraria yang memiliki arti bahwa sebagian besar penduduknya bekerja sebagai petani. Dalam perkembangannya pertanian Indonesia dapat dikatakan tidak mengalami perubahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui upaya tenaga penyuluh dalam meningkatkan penggunaan pupuk organik dalam usaha tani padi jarwo, dan tingkat partisipasi para petani dalam penggunaan pupuk organik dalam usaha tani padi jarwo. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Sampelnya adalah anggota Kelompok Tani Subur Jaya Desa Kenaman sejumlah 23 orang anggota kelompok dan 1 orang penyuluh pertanian lapang. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan analisis deskiptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyuluh berperan dalam meningkatkan penggunaan pupuk organik, dan para petani berpartisipasi dalam penenerimaan informasi yang disampaikan oleh PPL.
APLIKASI PUPUK UREA DAN ZA UNTUK PERTUMBUHAN BIBIT CABE JAMU (Piper retrofractum Vahl.) Khairuddin, Khairuddin; Adisarwanto, Titis; Astutik, Astutik
Fakultas Pertanian Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Chili herbal nursery (Piper retrofractum Vahl.) Is a business opportunity that is quite promising because the demand for dried chili herbs is increasing and the production of traditional medicines or herbal medicines is not only consumed by the domestic community but also by foreign consumers. The nursery of herbal chilli plants in Indonesia is relatively low compared to its production potential. Urea and ZA fertilizers are two types of nitrogen-containing fertilizers (N). Part of the plant, nitrogen is one of the macro nutrients needed for its development. Plants need nitrogen for growth, especially in the vegetative phase where leaves, stems and branches grow. Nitrogen also plays a role in the formation of leaf green matter or chlorophyll, a component in leaves that plays a role in photosynthesis. The research was conducted at the Green House which was located on Jalan Tlagawarna Blog D Landungsari, Lowokwaru Subdistrict, Malang Regency. The study was conducted from March 2018 to June 2018. This study used factorial Randomized Block Design (RBD) consisting of 3 replications, the treatment factor in this study consisted of (2) factors, namely: Factor I was Type of fertilizer (P) consisting from 2 levels, namely: P1 = (Urea Fertilizer), P2 = (ZA Fertilizer). Factor II is Fertilizer dose (D) consisting of 3 levels, namely: D0 = 0 kg/ha-1 (Control), D1 = 50 kg/ha-1, D2 = 100 kg/ha-1 and D3 = 150 kg/ha-1. The observations were: plant height increase, number of leaves, increase in leaf area, increase in number of branches, stem diameter, wet weight of biomass and root wet weight, dry weight of biomass and dry weight of roots. The results of this study concluded that there was an interaction between fertilizer type and fertilizer dosage on parameters of plant height increase at age (4 weeks), increasing number of leaves at age (2, 6 and 8 weeks), leaf area at age (2 and 6 weeks), increase in number of branches at age (4 weeks), stem diameter at age (2 weeks) and dry weight of root dry weight. Fertilizers can be fertilized at a dosage of 50-100 kg/ha-1 in chili herbal medicine. Urea fertilizer is more suitable for nursery chilli herbs compared to ZA fertilizer Pembibitan cabe jamu (Piper retrofractum Vahl.) merupakan suatu peluang usaha yang cukup memberikan harapan karena permintaan cabe jamu kering semakin meningkat dan tenyata produksi obat atau jamu tradisional tidak hanya dikonsumsi oleh masyarakat dalam negeri tetapi juga oleh konsumen luar negeri. Pembibitan tanaman cabe jamu di Indonesia tergolong rendah dibandingkan dengan potensi produksinya. Pupuk Urea dan ZA adalah dua jenis pupuk yang mengandung nitrogen (N). Bagian tanaman, nitrogen adalah salah satu unsur hara makro yang dibutuhkan untuk perkembangannya. Tumbuhan membutuhkan nitrogen untuk pertumbuhannya terutama pada fase vegetatif dimana terjadi pertumbuhan daun, batang dan cabang. Nitrogen juga berperan dalam pembentukan zat hijau daun atau klorofil, komponen pada daun yang berperan dalam fotosintesis. Penelitian dilaksanakan di Green House yang bertempat di Jalan Tlagawarna Blog D Landungsari Kecamatan Lowokwaru Kabupaten Malang. Penelitian dilakukan mulai Bulan Maret 2018 sampai dengan bulan Juni 2018. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial yang terdiri atas 3 ulangan, faktor perlakuan dalam penelitian ini terdiri dari (2) faktor yaitu : Faktor I adalah Jenis pupuk (P) terdiri dari 2 taraf, yaitu : P1 = (Pupuk Urea), P2 = (Pupuk ZA). Faktor II adalah dosis Pupuk (D) terdiri dari 3 taraf, yaitu : D0 = 0 kg/ha-1 (Kontrol), D1 = 50 kg/ha-1, D2 = 100 kg/ha-1 dan D3 = 150 kg/ha-1. Adapun yang diamati yaitu : pertambahan tinggi tanaman, pertambahan jumlah daun, pertambahan luas daun, pertambahan Jumlah cabang, Diameter batang, berat basah Biomassa dan berat basah akar, berat kering Biomassa dan berat kering akar. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat interaksi antara jenis pupuk dan dosis pupuk terhadap parameter pertambahan tinggi tanaman pada umur (4 minggu), pertambahan jumlah daun pada umur (2, 6 dan 8 minggu), luas daun pada umur (2 dan 6 minggu), pertambahan jumlah cabang pada umur (4 minggu), diameter batang pada umur (2 minggu) dan berat basah berat kering akar. Pada pembibitan cabe jamu dapat dilakukan pemupukan dengan dosis 50-100 kg/ha-1. Pupuk Urea lebih sesuai untuk pembibitan cabe jamu dibandingkan dengan pupuk ZA.
SELEKSI KLON-KLON UBIJALAR DENGAN KANDUNGAN BETAKAROTEN DAN KANDUNGAN PATI TINGGI Nasdeko, Gandha; Lestari, Sri Umi; Sutoyo, Sutoyo
Fakultas Pertanian Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The aim of this study was to evaluate the beta-carotene content, starch content and % of dried tuber ingredients in several new sweet potato clones. The clones consisted of five new clones and compared to three control cultivars. A randomized block design with three replications was used in this study, carried out in an experimental unit measuring 3 m x 0.6 m in single row. Each experimental unit was planted with 25 cm long cassava cuttings, spacing in 25 cm in a row. Phonska fertilizer with a dose of 300 kg/ha is given twice, first at 7 days after planting (dap) as many as 1/3 parts and the rest given at plant age 45 days. Plants were harvested at 4 months of growh duration and were observed based on component parameters of yield, Harvest Index, total carotene and starch content. The results showed that the performance of total carotene in the five clones evaluated ranged from 0.50 - 75.26 µg/g, the starch content ranged from 9.66 - 18.52% based on fresh weight, and the dry matter content of the storage root ranged from 23.17% - 34.06%. Two new sweet potato clones (Beta 2-♀-12 and Beta 2-♂-22) had total carotene levels exceeding their control cultivars, respectively 52.83 and 75.26 µg/g; the starch content is 18.30% and 10.57% based on the wet weight of the tuber. The starch content was positively correlated (r = 0.875) with the dry matter of tuber (% dry matter); on the contrary the level of total carotene to starch content and % dry matter in all the clones had a negative correlation of -0.614 and -0565 respectively. Tujuan penelitian ini untuk mengevaluasi kandungan betakaroten, kadar pati dan % bahan kering umbi pada beberapa klon ubijalar baru. Klon yang dievaluasi terdiri lima klon baru dan dibandingkan dengan tiga kultivar kontrol. Rancangan acak kelompok dengan tiga ulangan digunakan dalam penelitian ini, dikerjakan pada unit percobaan berukuran 3 m x 0.6 m secara single row. Setiap unit percobaan ditanami stek ubijalar berukuran panjang + 25 cm, jarak tanam dalam baris 25 cm. Pupuk dasar Phonska dengan dosis pupuk 300 kg/ha diberikan dua kali, pertama pada umur 7 hari setelah tanam (hst) sebanyak 1/3 bagian dan sisanya diberikan pada umur tanaman 45 hst. Tanaman dipanen pada umur 4 bulan dan diamati berdasarkan parameter komponen hasil, Indeks Panen, kadar total karoten dan kadar pati. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keragaan kadar total karoten pada lima klon yang dievaluasi berkisar antara 0.50 – 75.26 µg/g, kadar patinya berkisar antara 9.66 – 18.52 % berdasar bobot basah umbi, dan kadar bahan kering umbinya berkisar antara 23.17 % – 34.06 %. Dua klon ubijalar baru (Beta 2-♀-12 dan Beta 2-♂-22) memiliki kadar total karoten melebihi kultivar kontrolnya, masing-masing sebesar 52.83 dan 75.26 µg/g; kadar patinya sebesar 18.30 % dan 10.57 % berdasar bobot basah umbinya. Kadar pati berkorelasi positif dengan kadar bahan kering umbi (% BK umbi) dengan nilai korelasi r = 0.875; sebaliknya kadar kadar total karoten terhadap kadar pati dan % BK umbi pada semua klon yang dievaluasi memiliki korelasi negatif masing-masing sebesar ─ 0.614 dan ─ 0565.
PEMANFAATAN RESIDU BIOCHAR DAN PEROMPESAN PADA PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN TOMAT (Solanum lycopersicum L.) DI VERTISOL Sholehuddin, Nurul; Widowati, Widowati; Fikrinda, Wahyu
Fakultas Pertanian Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Vertisol has a clay content of more than 30% low organic matter, has an expanding and shrinking property. The aim of the study was to study the effect of residual doses of tobacco crooked biochar and patches on the growth and yield of tomato plants (Lycopersicon esculentum. L) in Vertisols. The study was arranged in Factorial Randomized Block Design (RBD) 2, factor I was the residual biochar dose: control (D0), 250 g tan-1 (D1), 500 g tan-1 (D2), and factor II was the treatment: without rompes (P0), rompes (P1). The results showed that there was a marked contraction in the percentage of fruit-forming flowers, wet stover, dry stover, number and weight of fruit. The residual dose of biochar 250 g tan-1 combined with the mixture can increase tomato weight by 4% from 0.90 kg tan-1 to 1.04 kg tan-1 in Vertisol Vertisol memiliki kandungan liat lebih dari 30% bahan organik rendah, mempunyai sifat mengembang dan mengkerut. Tujuan penelitian untuk mempelajari pengaruh residu dosis biochar jengkok tembakau dan Perompesan terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman tomat (Lycopersicon esculentum. L) di Vertisol. Penelitian diatur dalam Rancangan Acak Kelompok (RAK) 2 faktorial, faktor I adalah residu dosis biochar : kontrol (D0), 250 g tan-1 (D1), 500 g tan-1 (D2), dan faktor II adalah perompesan : tanpa rompes (P0), rompes (P1). Hasil penelitian menunjukan ada intraksi yang nyata pada variabel persentase bunga membentuk buah, brangkasan basah, brangkasan kering, jumlah dan bobot buah. Residu dosis biochar 250 g tan-1 yang dikombinasi perompesan dapat meningkatkan bobot buah tomat sebesar 4% dari 0,90 kg tan-1 menjadi 1,04 kg tan-1 di Vertisol.
MODEL KOMUNIKASI DALAM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT TANI CABAI RAWIT DI DESA NGANTRU KECAMATAN NGANTANG KABUPATEN MALANG Lende, Marselinus; Pudjiastuti, Agnes Quartina; Suwasono, Son
Fakultas Pertanian Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The study aims to analyze communication model in the empowerment of cayenne farming communities in Ngantru Village, Ngantang District, Malang Regency. This quantitative descriptive study was conducted through interviews with 35 farmers. Data collected include primary data and secondary data. Communication model was analyzed based on attitude, knowledge, persuasion, harmony, complexity, and decision. Empowerment communication of cayenne farming communities in Ngantru Village follows a model of interactional communication model conducted through extension. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis model komunikasi dalam pemberdayaan masyarakat tani cabai rawit di Desa Ngantru Kecamatan Ngantang Kabupaten Malang. Penelitian deskriptif kuantitatif ini dilakukan melalui wawancara dengan 35 petani. Jenis data yang dikumpulkan meliputi data primer dan data sekunder. Model komunikasi dianalisis berdasarkan aspek sikap, pengetahuan, persuasi, keserasian, kerumitan, keputusan. Komunikasi pemberdayaan masyarakat tani cabai rawit di Desa Ngantru mengikuti model model komunikasi interaksional yang dilakukan melalui penyuluhan.
Proses Penurunan Kadar Asam Pada Kopi Varietas Liberika Dengan Cara Fermentasi Menggunakan Enzim Papain Dan Ragi Instan Triyono, Triyono; Mushollaeni, Wahyu; Wirawan, Wirawan
Fakultas Pertanian Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this study was to obtain the type of starter of papain or yeast enzymes and the right concentration to produce low-acid coffee powder from liberika coffee, to calculate the feasibility of making low acidic liberica coffee. This research was carried out using Randomized Design with two factors, namely the type of starter as the main factor and the starter concentration as the second factor nested in the main factor. The results of this study showed the best treatment in the treatment using the type of starter papain enzyme with a concentration of 2% which produced 0.56% total acid and water content of 5.42% while the use of yeast was at a concentration of 1.5% with a total value of 0, 83% with moisture content 5.09 The results of the business feasibility analysis on the manufacture of fermented liberica ground coffee in both types of starter are feasible. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan jenis starter enzim papain atau ragi dan konsentrasi yang tepat untuk menghasilkan bubuk kopi rendah asam dari kopi liberika, Menghitung kelayakan usaha pembuatan kopi bubuk liberika yang rendah asam. Penelitian ini dilaksanakan menggunakan Rancang Acak Tersarang dengan dua faktor, yaitu jenis starter sebagai faktor utama dan konsentrasi starter sebagai faktor kedua yang tersarang pada faktor utama. Hasil penelitian ini menunjukan perlakuan terbaik pada perlakuan dengan menggunakan jenis starter enzim papain dengan konsentrasi 2% yang menghasilkan total asam 0,56% dan kadar air 5,42% sedangkan pada penggunaan ragi terdapat pada konsentrasi 1,5% dengan nilai total asam 0,83% dengan kadar air 5,09. Hasil analisa kelayakan usaha pada pembuatan kopi bubuk liberika fermentasi pada kedua penggunaan jenis starter layak untuk diusahakan.
KAJIAN LANSKAP BUDAYA SUKU BOTI DI KABUPATEN TIMOR TENGAH SELATAN-NTT Nubatonis, Wardy; Setyabudi, Irawan; Hamzah, Amir
Fakultas Pertanian Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia's current Culture and Landscape is a combination of various diverse interactions of natural, cultural and historical heritage. The formation of this diversity is not only from the local or national cultural sense, but also from the dynamic instruction of various ethnic immigrants from various countries who bring their respective cultural trends. The formation of this diversity is not only from the local or national cultural sense, but also from the dynamic instruction of various ethnic immigrants from various countries that bring their respective cultural trends. The method used in this research is Qualitative and Quantitative Methods where the purpose of this method is in-depth understanding of a problem being studied. Based on the results of processing expert respondent data, it was found that the highest priority or highest alternative recommendation for developing the Boti landscape was preservation and the lowest priority rating was conservation The physical characteristics of the Boti tribe include the architecture of traditional houses, the use of customary lands, places of worship, land use. Cultural characteristics of the Boti tribe landscape consist of the population of the Boti tribe villagers in Kie District, Timor Tengah Selatan Regency - NTT The recommendation for tourism development in the Boti tribal region is preservation. Budaya dan Lanskap Indonesia saat ini adalah gabungan dari berbagai interaksi warisan alam, budaya, dan sejarah yang sangat beragam. Pembentuk keragaman ini tidak hanya dari akal budaya lokal atau nasional, tetapi juga dari dinamisnya instruksi beragam etnis pendatang dari berbagai negara yang membawa trend budayanya masing- masing. Tujuannya adalah mengidentifikasi kondisi fisik budaya suku Boti dalam kaitanya dengan arsitektur dan lanskapnya dan kajian lanskap budaya suku Boti di Kabupaten Timor Tengah Selatan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Metode Kualitatif dan Kuantitatif dimana tujuan dari metode ini adalah pemahaman secara mendalam terhadap suatu permasalahan yang sedang dikaji. Berdasarkan hasil pengolahan data responden ahli diperoleh bahwa prioritas utama atau tertinggi alternatif rekomendasi pengembangan lanskap suku boti adalah preservasi dan peringkat prioritas terendah adalah konservasi Karakteristik fisik lanskap suku boti meliputi keadaan .arsitektur rumah adat, tata guna kawasan adat, tempat ibadah, tata guna lahan. Karakteristik budaya lanskap suku boti tediri dari jumlah penduduk desa suku boti Kecamatan Kie Kabupaten Timor Tengah Selatan- NTT Rekomendasi pengembangan wisata pada kawasan suku boti adalah preservasi.

Page 9 of 49 | Total Record : 486