cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Fakultas Pertanian
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Arjuna Subject : -
Articles 486 Documents
ANALISIS NILAI TAMBAH USAHA KERIPIK TEMPE DI KAWASAN HOME INDUSTRI SANAN KELURAHAN PURWANTORO KECAMATAN BLIMBING (Studi Kasus Pada Usaha Keripik Tempe Sari Rasa) William, Tomas; Arvianti, Eri Yusnita; Masduki, Said
Fakultas Pertanian Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The research has been conducted at the place of Tempe Sari Rasa Chips Business in Sanan Sanan Home Environment, for 1 month that is: 10 August to 10 September 2017. The purpose of the implementation of this research is to study and identify the analysis of Profit and Value Added to the Business of Tempe Chips. Sources of data come from primary and secondary data, primary data ob-tained directly from tempe producers and tempe chips craftsmen as well as related parties using a pre-prepared list of questions while secondary data obtained from relevant agencies such as BPS and various print media and online media. Data analysis methods used are Total Cost, Reception, Profit and Added Value Ana-lyst. Based on the results of this study, it can be concluded that the added val-ue analysis of tempe cassava flour business has gained added value. Suggestions that can be given is for the owner of Tempe Sari Rasa Chip Business is expected to increase production in order to obtain maximum profit so that it can prosper the owner of Tempe Sari Chips and his workforce and for the government is expected to pay more attention and give training on how to culti-vate tempe chips in order to get maximum profit. Penelitian telah dilaksanakan di tempat Usaha Keripik Tempe Sari Rasa di Lingkungan Home Industri Sanan, selama 1 bulan yaitu : 10 Agustus sampai 10 September 2017. Tujuan dari pelaksanaan penelitian ini adalah mempelajari dan mengidentifikasi analisis Keuntungan dan Nilai Tambah pada Usaha Keripik Tempe. Sumber data berasal dari data primer dan sekunder, data primer diperoleh langsung dari produsen tempe dan pengrajin keripik tempe serta pihak-pihak yang terkait dengan menggunakan daftar pertanyaan yang sudah disiapkan sebelumnya sedangkan data sekunder diperoleh dari instansi terkait seperti BPS dan berbagai media cetak dan media online. Metode analisis data yang digunankan adalah analis Biaya Total, Penerimaan, Keuntungan dan Nilai Tambah. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa analisis nilai tambah usaha keripik tempe sari rasa sudah memperoleh nilai tambah. Saran yang dapat diberikan adalah untuk pemilik Usaha Keripik Tempe Sari Rasa diharapkan lebih meningkatkan produksi agar memperoleh keuntungan yang maksimal sehingga dapat mensejahterakan pemilik Usaha Keripik Tempe Sari Rasa dan tenaga kerjanya dan untuk pemerintah diharapkan untuk lebih memperhatikan dan memberikan pelatihan tentang cara mengusahakan keripik tempe agar mendapatkan keuntungan yang maksimal.
PENGARUH PEMBERIAN TEPUNG LIMBAH BIJI NANGKA (Artocarpus heterophylus) SEBAGAI TAMBAHAN PAKAN TERNAK TERHADAP PERSENTASE KARKAS DAN NON KARKAS PADA AYAM PEDAGING Maia, Antonio Barreto Soares; Astuti, Farida Kusuma; Susanti, Sri
Fakultas Pertanian Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The problem of the increasing price of broiler feed accompanied by the main raw material of feed that must be imported from outside Indonesia has an impact on the difficulty of obtaining cheap feed. Therefore, a solution is needed to overcome feed problems by utilizing jackfruit seed waste. The purpose of this study was to determine the effect of adding flour of jackfruit seed waste to carcass and non carcass weight in Broiler chickens. The material used in this study included: 80 broilers with an age of 8 days so that the average body weight of 180.70 ± 13.85 g was then maintained for 36 days and not distinguished by sex. Broilers raised from PT. Japfa Comfeed Indonesia recently. This study used a single factor Complete Random Design (CRD) method with a variety of feeds (yellow corn, bran, coconut cake, soybean meal, minerals) formulated with jackfruit seed flour. Parameters observed included: weight and percentage of carcass and non carcass. The results showed that the treatment of feed gave no significant effect on the percentage of carcass and non carcass (P> 0.05). Giving of 3% and 12% jackfruit seed flour can increase carcass weight. Non carcass weight will increase if given jackfruit seed waste flour at 6% and 9%. Keywords: Jackfruit seed waste, crude protein, Brioler chicken Permasalahan harga pakan ayam pedaging yang terus meningkat disertai dengan bahan baku utama pakan yang harus didatangkan dari luar Indonesia berdampak pada sulitnya memperoleh pakan yang murah. Oleh karena itu, diperlukan solusi dalam mengatasi permasalah pakan dengan memanfaatkan limbah biji nangka. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan tepung limbah biji nangka terhadap berat karkas dan non karkas pada ayam broiler. Materi yang digunakan dalam penelitian ini antara lain: 80 ekor ayam pedaging dengan umur 8 hari sehingga rata-rata bobot badan 180,70±13,85 g kemudian dipelihara selama 36 hari dan tidak dibedakan jenis kelaminnya. Ayam pedaging yang dipelihara berasal dari PT. Japfa Comfeed Indonesia tbk. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktor tunggal dengan beragam pakan (jagung kuning, bekatul, bungkil kelapa, bungkil kedelai, mineral) yang diformulasikan dengan tepung biji nangka. Parameter yang diamati antara lain: berat dan persentase karkas dan non karkas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pakan memberikan pengaruh yang tidak nyata terhadap persentase karkas dan non karkas (P>0,05). Pemberian tepung limbah biji nangka 3% dan 12% dapat menambah bobot karkas. Bobot non karkas akan bertambah bila diberikan tepung limbah biji nangka sebesar 6% dan 9%.
PRODUKSI KOPI BUBUK RENDAH ASAM DARI KOPI LIBERIKA (Coffea liberica) DENGAN METODE FERMENTASI MENGGUNAKAN RAGI (Saccharomyces sp.) Wijayanti, Puput; Mushollaeni, Wahyu; Rozana, Rozana
Fakultas Pertanian Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Liberika coffee is one of the most popular types of coffee because of its distinctive taste, besides having advantages, Liberika coffee also has many disadvantages, namely the value of caffeine and high organic acids contained in liberika coffee, so that if excessive coffee consumption can have a negative impact on health. One alternative for coffee to be enjoyed by all people is to produce low-acid coffee with a fermentation method using yeast. However, if the duration of fermentation and the concentration of yeast are not appropriate will result in the formation of aliphatic acids which can result in fermentation defects and the taste of coffee decreases. The purpose of this study was to m endapatkan k onsentrasi yeast and fermentation time is rightto produce low-acid coffee powder from liberika coffee after going through the fermentation process. This study uses Factorial RAK pattern with two factors namely Yeast Concentration (1.5%; 2.5%; 3.5%) and Fermentation Duration (4 hours, 8 hours, 12 hours) each treatment was repeated 3 times. The data obtained was analyzed by ANOVA. Then a further test using BNT 5% is carried out and if the results are significantly different, it will be continued using 1% BNT. The results showed that the best yeast concentration and fermentation time were found in the treatment with 1.5% yeast concentration and 8 hours fermentation time which produced a total acid of 0.58% and water content of 5.49%. levels of caffeine, k adar ash, and kealkalian ash, with successive values 1, 1 %, 1.8% , and 61 1N NaOH. Kopi liberika adalah salah satu jenis kopi yang banyak digemari dikarenakan citarasanya yang khas, Selain memiliki kelebihan, kopi liberika juga memiliki banyak kekurangan yaitu nilai kafein dan asam organik yang tinggi terkandung dalam kopi liberika, sehingga apabila mengkonsumsi kopi dalam jumlah yang berlebih dapat berdampak negatif untuk kesehatan. Salah satu alternatif agar kopi dapat dinikmati oleh semua kalangan adalah dengan memproduksi kopi rendah asam dengan metode fermentasi menggunakan ragi. Namun jika lama fermentasi dan konsentrasi ragi tidak tepat akan mengakibatkan terbentuknya asam alifatik yang dapat mengakibatkan cacat fermentasi dan cita rasa kopi semakin menurun. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan konsentrasi ragi dan lama fermentasi yang tepat untuk menghasilkan bubuk kopi rendah asam dari kopi liberika setelah melalui proses fermentasi. Penelitian ini menggunakan RAK pola Faktorial dengan dua faktor yaitu Konsentrasi Ragi (1,5%; 2,5%; 3,5%) dan Lama Fermentasi (4 jam, 8 jam, 12 jam) setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Data yang didapat dianalisa dengan ANOVA. Kemudian dilakukan uji lanjut mengggunakan BNT 5% dan bila hasilnya berbeda nyata akan dilanjut menggunakan BNT 1%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi ragi dan lama fermentasi terbaik terdapat pada perlakuan dengan dengan konsentrasi ragi 1,5% dan lama fermentasi 8 jam yang menghasilkan total asam sebesar 0,58% dan kadar air sebesar 5,49%. kadar kafein, kadar abu, dan kealkalian abu, dengan nilai berturut-turut 1,1 %, 1,8%, dan 61 1N NaOH.
UJI KIMIAWI SILASE DAUN TEBU DENGAN PERLAKUAN DAN LAMA FERMENTASI YANG BERBEDA Pekuwali, Yunita Rambu Babang; Handayani, Sri; Darmawan, Hariadi
Fakultas Pertanian Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The aim of the study was to determine the chemical quality of sugarcane leaf silage at different fermentation times. Silage chemical tests include crude protein content, total acid and pH. The research design used was Factorial Completely Randomized Design, namely Factor I = Silage with sugar cane leaf basal material consisting of 2 levels, namely P1 = Molases (without EM4), P2 = Molases with EM4 and Factor II = Duration of fermentation consisting of 3 levels namely T0=0 days, T5 =5 days, T10 =10 days so that there were 6 combinations of treatments. Each treatment was repeated 4 times. The results of a combination of treatments with the addition of EM4 and the length of fermentation in sugarcane leaf silage showed no significant differences in crude protein and pH while in total acid showed a very significant difference. The best treatment is P2T10 which is crude protein content 11.06 ± 4.89, total acid 4,39 ± 0,77 and pH 4,6 ± 0,84. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui kualitas kimia silase daun tebu pada lama fermentasi yang berbeda. Uji kimia silase meliputi kandungan Protein kasar, Total Asam dan pH. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap Faktorial yaitu Faktor I= Silase dengan bahan basal daun tebu yang terdiri atas 2 aras yaitu P1=Molases (tanpa EM4), P2=Molases dengan EM4 dan Faktor II= Lama fermentasi yang terdiri atas 3 aras yaitu T0=0 hari, T5=5 hari, T10=10 hari sehingga diperoleh 6 kombinasi perlakuan. Masing-masing perlakuan diulang 4 kali. Hasil penelitian kombinasi perlakuan dengan penambahan EM4 dan lama fermentasi pada silase daun tebu menunjukkan tidak perbedaan yang nyata pada protein kasar dan pH sedangkan pada total asam menunjukkan perbedaan yang sangat nyata. Perlakuan terbaik adalah P2T10 yaitu kandungan protein kasar 11,06 ± 4,89, total asam 4,39 ± 0,77 dan pH 4,6 ± 0,84.
PENGARUH VARIETAS JAGUNG PADA PEMBUATAN KERUPUK JAGUNG Wahon, David Dolu Aman; Santosa, Budi; Sasongko, Pramono
Fakultas Pertanian Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to determine the effect of various corn varieties on the quality of corn crackers. Corn used is yellow corn (K), hybrid corn (H), pulverized corn (P) and ordinary white corn (Ph). This study used a single factor Complete Randomized Design, namely corn varieties. The formulations used are K (1 kg yellow corn, 80% starch and 20% flour), H (hybrid corn, 80% starch and 20% flour), P (pulut corn, 80% starch and wheat flour 20%), Ph (ordinary white corn, 80% starch and 20% flour). Repetition is done six times. The results showed that pulutized corn (P) could produce corn crackers of the highest quality physically, chemically and sensory. This formulation produced the composition of water content, ash content, fiber content, and texture of 8.82%, 2.52%, 6.03% and 18.38% respectively. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh berbagai varietas jagung terhadap kualitas kerupuk jagung. Jagung yang digunakan yaitu jagung kuning (K), jagung hibrida (H), jagung pulut (P) dan jagung putih biasa (Ph). Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap faktor tunggal yaitu varietas jagung. Formulasi yang digunakan yaitu K (jagung kuning 1 kg, tepung kanji 80 % dan tepung terigu 20 %), H (jagung hibrida, tepung kanji 80 % dan tepung terigu 20 %), P (jagung pulut, tepung kanji 80 % dan tepung terigu 20 %), Ph (jagung putih biasa, tepung kanji 80 % dan tepung terigu 20 %). Pengulangan dilakukan sebanyak enam kali. Hasil penelitian menunjukan bahwa jagung pulut (P) dapat menghasilkan kerupuk jagung dengan kualitas terbaik secara fisik, kimia dan sensoris. Formulasi ini menghasilkan komposisi kadar air, kadar abu, kadar serat, dan tekstur masing – masing yaitu 8,82 %, 2,52 %, 6,03 %, dan 18,38 %.
PARTISIPASI KELOMPOK TANI DALAM KEGIATAN PENYULUHAN PERTANIAN SISTEM TANAM PADI JAJAR LEGOWO DI DESA SUTOJAYAN KECAMATAN PAKISAJI KABUPATEN MALANG Bitin, Stefanus; Sa'diyah, Ana Arifatus; Masduki, Said
Fakultas Pertanian Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aims to analyze 1) The participation of farmers in the agricultural extension program of the padi planting rows legowo 2) The public against rice cropping system rows legowo. The data used in this research was the primary data and secondary data. Engineering data collection method survey using a questionnaire. The method used was qualitative method with the use of interactive data analysis component (interactive model). Sample taken in this research are members of group of farmers Pudojoyo I and Pudojoyo II farmer groups as many as 50 farmers. Research results show that the hignest level of participation of farmers group is Pudojoyo II. It is seen from the level of participation in the preparation of farmers group RDKK reaches 52%, following the meeting reached 92%, 56%, reaching liveliness following the evaluation reached 68%. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis 1) partisipasi petani dalam program penyuluhan pertanian terhadap sistem tanam padi jajar legowo 2) kegiatan penyuluhan terhadap sistem tanam padi jajar legowo. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data dengan metode survey menggunakan kuisioner. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan menggunakan komponen analisis data interaktif (interactive model). Sampel yang diambil dalam penelitian ini adalah anggota kelompok tani Pudojoyo I dan kelompok tani Pudojoyo II sebanyak 50 petani. Hasil penelitian menunjukan bahwa tingkat partisipasi kelompok tani yang paling tinggi adalah kelompok tani Pudojoyo II. Hal ini dilihat dari tingkat partisipasi kelompok tani dalam penyusunan RDKK mencapai 52 %, mengikuti pertemuan mencapai 92 %, keaktifan mencapai 56 %, mengikuti evaluasi mencapai 68 %.
EFEKTIFITAS LAMA PASTEURISASI DAN PENYIMPANAN SUHU BEKU TERHADAP KUALITAS PASTA BAWANG MERAH (ALLIUM CEPA) Bano, Isabela Gracela; Mushollaeni, Wahyu; Tantalu, Lorine
Fakultas Pertanian Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this study was to determine the effectiveness of pasteurization and storage on freezing temperatures to the quality of shallot paste with the feasibility analysis of the business of onion paste in dry form. In this study the stages of research implementation, best treatment analysis and business feasibility analysis were carried out. At the stage of the implementation of the study using several stages which include the stage of onion sorting, onion stripping, bleaching, paste making, citric acid mixing. While the best treatment analysis using the effectiveness index refers to (De Garmo 2004) with 3 steps namely Determination of Parameter Weight (BP ) and Normal Weight (BN), Determination of the worst and best value, determining the value of Effectiveness (NE) and Result Value (NH). For business feasibility analysis includes the calculation of BEP (Break Event Point), R / C (Revenue Cost Ratio) and HPP. The results obtained several factors that influence the quality of onion paste include: water content, pasteurization duration and storage time, total acid. The best treatment weight of each chemical analysis treatment performed resulted in the highest value found in C2 treatment, namely 35 seconds pasteurization and 12 days storage time with a value of 0.924. In terms of business feasibility, the planned product selling price of IDR 7,074.04 / pack of 100 grams. Net profit per day is IDR 92,270 / day and Based on the BEP calculation it is obtained to bring the BEP value of the price of IDR 30,630,600 / year. Tujuan penelitian ini mengetahui efektifitas lama pasteurisasi dan penyimpanan suhu beku pada kualitas pasta bawang merah beserta analisa kelayakan usaha pasta bawang merah dalam bentuk kering. Pada penelitian ini dilakukan tahapan pelaksanaan penelitian, analisa perlakuan terbaik dan analisa kelayakan usaha. Pada tahapan pelaksanaan penelitian menggunakan beberapa tahap yang meliputi tahap sortir bawang merah, pengupasan bawang merah, blancing, pembuatan pasta, pencampuran asam sitrat.Sedangkan analisa perlakuan terbaik menggunakan indeks efektifitas yang mengacu kepada (De Garmo 2004) dengan 3langkah yaitu Penentuan Bobot Parameter (BP) dan Bobot Normal (BN), Penentuan nilai terjelek dan terbaik, penentuan nilai Efektifitas (NE) dan Nilai Hasil (NH). Untuk analisa kelayakan usaha meliputi perhitungan BEP (Break Event Point),R/C (Revenue Cost Ratio) dan HPP.Hasil penelitian didapatkan beberapa faktor yang mempengaruhi kualitas pasta bawang merah antara lain : kadar air, Lama pasteurisasi dan lama penyimpanan, total asam.Bobot perlakuan terbaik dari setiap perlakuan analisa kimia yang di lakukan menghasilkan nilai tertinggi terdapat pada perlakuan C2 yaitu lama pasteurisasi 35 detik dan lama penyimpanan 12 hari dengan nilai 0,924. Dari sisi kelayakan usaha harga jual produk yang direncanakan pemasaran sebesar Rp. 7.074.04/kemasan 100 gram. Keuntungan bersih perhari sebesar Rp. 92,270/hari dan Berdasarkan peritungan BEP di peroleh bawa nilai BEP harga sebesar Rp. 30.630.600/tahun.
ATRIBUT- ATRIBUT PRODUK YANG MEMPENGARUHI KONSUMEN DALAM MEMBELI DAGING SAPI DI GIANT EKPRES DINOYO MALANG Numba, Melani Day Aba; Santoso, Erik Priyo; Sumarno, Sumarno; Murti, Ariani Trisna
Fakultas Pertanian Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research was conducted on consumers who bought beef in Giant Ekspres Dinoyo, Malang. Data retrieval was carried out in May - June 2018 aimed at finding out the attributes of beef which had an effect on purchasing decisions. The sampling method used was a Purposive sampling method. The total population during the study amounted to 1000 respondents calculated using Slovin formula and got 90.9 respondents and rounded up to 100 respondents. The research variables were the meat fat content, meat fiber, meat water content, brand image, meat color, meat prices and the packaging of beef products. The research method used a descriptive quantitative method with technical data analysis using Statistical Product and Service Solutions (SPSS) computer program version 16.0. The results showed that 1) meat color, meat prices and product packaging were product attributes that significantly affected beef purchasing decisions, 2) other attributes (fat content, meat fiber, water content and brand image) had an effect but were not significant to the decision purchase of beef at Giant Ekpres Dinoyo Malang. Penelitian ini dilakukan pada konsumen yang membeli daging sapi di Giant Ekspres Dinoyo Malang. Pengambilan data dilakukan pada bulan mei – juni 2018 bertujuan untuk mengetahui atribut – atribut daging sapi yang berpengaruh terhadap keputusan pembelian. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah metode Purposive sampling. Total populasi selama penelitian berjumlah 1000 responden dihitung menggunakan rumus slovin sehingga mendapatkan 90,9 responden dibulatkan menjadi 100 orang responden. Variabel penelitian yang digunakan adalah kandungan lemak daging, serat daging, kandungan air daging, brand image (citra merek), warna daging, harga daging dan kemasan produk daging sapi. Metode analisis data yang digunakan adalah metode kuantitatif deskriptif dengan menggunakan program komputer Statistical Product and Service Solutions (SPSS) versi 16.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) warna daging, harga daging dan kemasan produk merupakan atribut produk yang berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian daging sapi, 2) atribut yang lain (kandungan lemak, serat daging, kadar air dan brand image) tidak berpengaruh terhadap keputusan pembelian daging sapi di Giant Ekpres Dinoyo Malang.
KAJIAN LANSKAP KAWASAN PESISIR WANOKAKA DI DESA WEIHURA KOTA WAIKABUBAK, NUSA TENGGARA TIMUR Talu, Timotius Tuangu; Setyabudi, Irawan; Hamzah, Amir
Fakultas Pertanian Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia is an archipelagic country that has abundant tourism potential. One of the tourism commodities in Indonesia is coastal tourism. Wanokaka Beach, located in Waihura Village, Wanokaka Subdistrict, West Sumba Regency has high tourism potential, which is a distinctive visual landscape, cultural objects and attractions of the local community which are the biggest and popular attractions in Sumba culture, namely the attraction of Pasola culture sea worms). From the above explanation, it is necessary to study so that tourism development does not lie behind the existing culture. In this study aims to identify or assess the coastal landscape of Wanokaka and find out the potential and constraints that exist in the Wanokaka Coast which can be developed as a tourist attraction. The approach of this research is descriptive qualitative conducted by observing directly and interviewing to find out the state of the coastal landscape and the activities of the community around the coast of the Wanokaka. The results of the research can be summarized in the form of conclusions or in writing back in writing about the condition of the landscape and the lives of the community, especially in the social and cultural fields. For the results of his research addressing Wanokaka beach has excellent landscape potential that must be developed such as the authenticity of nature with views and cultural tourist attractions that can add to the attractiveness of tourists. This ritual is expressed in the form of ritual Pasola (javelin throwing) and Nyale (sea worm harvest) which are held every year. behind the very strong potential and typical of Wanokaka beach there are obstacles that must be overcome such as accessibility, affordability of electricity, water, telecommunications and lack of community participation and government attention in developing existing potential. Indonesia merupakan Negara kepulauan yang memiliki potensi wisata yang sangat melimpah. Salah satu komoditi pariwisata adalah wisata pesisir (coastal turism). Pantai Wanokaka yang berlokasi di Desa Waihura Kecamatan Wanokaka Kabupaten Sumba Barat memiliki potensi wisata yang tinggi yakni visual lanskap yang khas, objek dan atraksi budaya masyarakat lokal yang merupakan atraksi terbesar dan populer dalam budaya sumba yakni atraksi budaya Pasola (lempar lembing) dan Nyale (panen cacing laut). Dari penjabaran diatas maka perlu adanya kajian agar pengembangan wisata tidak bertolak belakan dengan budaya yang ada. Dalam penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi atau mengkaji lanskap pesisir pantai Wanokaka serta mengetahui potensi dan kendala yang ada di Pesisir Wanokaka yang dapat dikembangkan sebagai obyek wisata. Pendekatan penelitian ini yakni deskriptif kualitatif dilakukan dengan cara mengamati secara langsung dan wawancara untuk mengetahui keadaan lanskap pantai maupun aktivitas masyarakat di sekitar pesisir wanokaka. Dari hasil penelitian dapat di simpulankan berupa kesimpulan atau melarsirkan kembali secara tertulis mengenai kondisi lanskap dan kehidupan masyarakat terlebih khusus dibidang sosial dan budaya. Untuk hasil penelitiannya menujukan pantai Wanokaka memiliki potensi lanskap yang sangat baik yang harus dikembangkan seperti keaslian alam dengan view serta atraksi wisata budaya yang dapat menambah daya tarik wisatawan. Ritual ini diekspresikan dalam bentuk ritual Pasola (lempar lembing) dan Nyale (panen cacing laut) yang diadakan setiap tahun. dibalik potensi yang sangat kuat dan khas pantai wanokaka terdapat kendala yang harus diatasi seperti aksebilitas, keterjangkauan listrik, air, telekomunikasi serta kurangnya partisipasi masyarakat dan perhatian pemerintah dalam mengembangkan potensi yang ada.
ANALISIS KELAYAKAN USAHATANI TANAMAN SELADA AIR (NASTURTIUM OFFICINALE) (Studi Kasus di Dusun Kapru, Desa Gunung Sari, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu) Sandika, Surya Hary; Masduki, Said; Arvianti, Eri Yusnita
Fakultas Pertanian Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This analysis aims to study the feasibility of farming watercress (Nasturtium officinale). The research was conducted in the village of Dusun Kapru Gunungsari Bumiaji Batu, which was held on June 29 to December 29, 2016. The data obtained were processed quantitatively and qualitatively. Qualitative data is presented narratively, while quantitative data is processed using Microsoft Office programs.The average cost of a land area of 315 m2 of Rp 4,140,399, Average Revenue Rp 8,883,812.15, the average profit of Rp 4,743,413.15. Watercress farm in the hamlet Kapru, the village of Gunung Sari, Bumiaji, Batu eligible to be developed (RCR 2.14, BEP price of USD 1062.90 / kg BEP 1815.48 kg product, labor productivity 15.187 kg / HOK and RP 34 634, 75 / HOK, B / C of 1.15. Analisis ini bertujuan untuk mempelajari tingkat kelayakan usahatani selada air (Nasturtium officinale). Penelitian ini dilaksanakan di Dusun Kapru Desa Gunungsari Kecamatan Bumiaji Kota Batu, yang dilaksanakan pada tanggal 29 Juni – 29 Desember 2016. Data yang diperoleh diolah secara kuantitatif dan kualitatif. Data kualitatif disajikan secara narasi, sedangkan data kuantitatif diolah dengan menggunakan program Microsoft Excel. Biaya rata-rata dengan luas lahan 315 m2 sebesar Rp 4.140.399, Penerimaan rata-rata sebesar Rp 8.883.812,15, rata-rata keuntungan sebesar Rp 4.743.413,15. Usahatani selada air di Dusun Kapru, Desa Gunung Sari, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu layak dikembangkan (RCR 2,14, BEP harga Rp 1.062,90/kg BEP produk 1.815,48 kg, produktivitas tenaga kerja 15,187 kg/HOK dan RP 34.634,75/HOK, B/C 1,15.

Page 10 of 49 | Total Record : 486