cover
Contact Name
Ronasari Mahaji Putri
Contact Email
putrirona@gmail.com
Phone
+6282132872259
Journal Mail Official
nursing.news@unitri.ac.id
Editorial Address
. Telaga Warna, Tlogomas, MALANG 65144, Jawa Timur Telp: (0341) 565 500 / (0341) 565 522
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan
ISSN : -     EISSN : 25279823     DOI : https://doi.org/10.33366/nn.v5i2.2305
Core Subject : Health,
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan ISSN 2527-9823(online) adalah jurnal berkala empat bulanan (April, Agustus, Desember) yang memuat berbagai artikel/naskah berupa hasil penelitian, studi kasus, hasil pemikiran, maupun karya tulis ilmiah oleh seluruh civitas profesi kesehatan mulai dari mahasiswa, dosen, perawat klinik, maupun perawat yang bekerja di institusi non klinik seperti lembaga penelitian, LSM, Asuransi Kesehatan, dan pemerintahan. Karya ilmiah berupa artikel kesehatan. Nursing News merupakan publikasi ilmiah yang diterbitkan oleh UNITRI PRESS, sebagai media komunikasi dan informasi di bidang ilmu kesehatan. Scope jurnal terdiri dari keperawatan, kesehatan dan kesehatan masyarakat
Articles 748 Documents
PERBEDAAN EFEKTIFITAS KOMPRES DINGIN DAN KOMPRES HANGAT TERHADAP PENURUNAN INTENSITAS NYERI PADA PASIEN POST OPERASI APPENDICITIS DI RSUD WAIKABUBAK SUMBA BARAT – NTT Yovita Handayani Ina Talu; Vita Maryah Ardiyani; Mia Andinawati
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 3, No 1 (2018): Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (396.923 KB) | DOI: 10.33366/nn.v3i1.877

Abstract

Penderita appendiksitis yang sudah dilakukan operasi appendicitis bila tidak ditangani secara serius maka akan terus mengalami nyeri akibat bedah luka post operasi. Cara non farmakologis untuk mengurangi nyeri dapat dilakukan dengan menggunakan terapi kompres dingin dan kompres hangat. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menganalisis Perbedaan Efektifitas Kompres Dingin dan Kompres Hangat Terhadap Penurunan Intensitas Nyeri Pada Pasien Post Operasi Appendicitisdi RSUD Waikabubak Kabupaten Sumba Barat-NTT. Desain penelitian menggunakan metode experimental dengan desain studi true eksperimen (pretest-posttest kontrol group design). Populasi dalam penelitian ini adalah semua pasien post operasi appendicitis di RSUD Waikabubak Sumba Barat-NTT pada bulan April 2017, dan teknik sampling yang dipakai dalam penelitian ini teknik purposive sampling yaitu sebanyak 40 orang yang terdiri dari 20 orang pada kelompok kompres dingin dan 20 orang kelompok kompres hangat. Instrument dalam penelitian ini menggunakan kuesioner. Analisis yang digunakan adalah uji t-test. Hasil penelitian menunjukkan sebelum kompres dingin hampir seluruhnya dikategorikan nyeri berat sebanyak 19 orang (95,0%), sesudah kompres dingin sebagian besar responden dikategorikan nyeri ringan sebanyak 11 orang (55,5%), sebelum kompres hangat seseluruhnya responden dikategorikan nyeri berat sebanyak 20 orang (100%), sesudah kompres hangat setengah responden dikategorikan nyeri ringan sebanyak 10 orang (50%), hasil analisis ada efektifitas kompres dingin dan hangat terhadap penurunan intensitas nyeri pada pasien post operasi appendicitis. Hasil analisis juga didapatkan kompres hangat lebih efektif jika dibandingkan dengan kompres dingin. Disarankan kepada petugas kesehatan agar menerapkan terapi non farmakologis khususnya terapi kompres dingin dan kompres hangat hal ini dimaksudkan untuk mengurangi nyeri pada pasien.
HUBUNGAN ANTARA KUALITAS TIDUR DENGAN TINGKAT DEPRESI PADA LANSIA DI POSYANDU LANSIA TUNGGUL WULUNG LOWOKWARU KOTA MALANG Rudi Febrianto; Tanto Hariyanto; Vita Maryah Ardiyani
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (97.907 KB) | DOI: 10.33366/nn.v2i1.176

Abstract

Kualitas tidur adalah kepuasan seseorang terhadap tidur, sehingga seseorang tersebut tidak memperlihatkan perasaan lelah, mudah terangsang dan gelisah, lesu dan apatis, perhatian terpecah-pecah, sakit kepala dan sering menguap atau mengantuk. Lansia yang mengalami gangguan tidur akan mengalami peningkatan jumlah tidur pada siang hari, masalah pada perhatian dan memori, depresi, kemungkinan jatuh pada malam hari, serta rendahnya kualitas hidup. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara kualitas tidur dengan tingkat depresi pada lansia. Desain penelitian ini menggunakan desain penelitian analitik korelasional, dengan pendekatan cross sectional yaitu jenis penelitian yang menekankan pada waktu pengukuran/observasi data variable independen dan dependen hanya satu kali, jadi tidak ada follow up. Populasi lansia ini sebanyak 30 orang dengan cara total sampling. Analisa data yang digunakan adalah uji Spearman Rank. Berdasarkan hasil penelitian di posyandu lansia diketahui bahwa lansia yang mempunyai kualitas tidur buruk 60% dan tingkat depresi sedang 40% dimana nilai valuae sebesar 0,015 < 0,05 artinya ada hubungan antara kualitas tidur dengan depresi pada lansia. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi tolak ukur atau pertimbangan pemberian penyuluhan kepada para lansia agar dapat lebih memperhatikan kualitas tidur sehari-hari guna untuk mengurangi tingkat depresi yang terjadi pada lansia. Kata Kunci : Depresi, kualitas tidur, lansia, posyandu lansia.
HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU TENTANG ASI EKSKLUSIF DENGAN KEPATUHAN IBU DALAM PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS DINOYO MALANG Agustina Dewi Iriyanti; Ngesti W. Utami; Novita Dewi
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (284.932 KB) | DOI: 10.33366/nn.v2i2.489

Abstract

ASI eksklusif merupakan bayi yang hanya diberi ASI saja selama enam bulan, tanpa tambahan cairan lain dan tanpa tambahan makanan padat. Masalah akan timbul jika ibu tidak mengerti dan tidak mempunyai kepatuhan dalam pemberian ASI eksklusif bagi bayinya. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi hubungan pengetahuan ibu tentang ASI eksklusif dengan kepatuhan ibu dalam pemberian ASI eksklusif. Metode penilitian ini menggunakan deskriptif korelasional dengan menggunakan populasi dan sampel 40 responden dengan tehnik sampling total sampling. Data dianalisa menggunakan uji Spearman rank, korelasi p value (0,000) < α (0,05) maka ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu tentang ASI eksklusif dengan kepatuhan ibu dalam pemberian ASI eksklusif di Wilayah Kerja Puskesmas Dinoyo Malang. Hasil dari penelitian didapatkan bahwa pengetahuan ibu tentang ASI eksklusif yaitu 60% mempunyai pengetahuan cukup baik, 25% mempunyai pengetahuan baik dan pengetahuan kurang 15%. Pada kepatuhan pemberian ASI eksklusif yang tergolong patuh 87,50%, dan tidak patuh 12,50%. Peneliti berharap agar ibu menyusui lebih meningkatkan pengetahuan ibu tentang ASI eksklusif karena sebagian besar ibu menyusui tergolong patuh tetapi pengetahuan masih cukup baik. Penelitian selanjutnya diharapkan penelitian ini dapat disempurnakan lagi dengan sampel yang lebih besar, area penelitian yang lebih luas dan meneliti variabel lain diluar variabel penelitian. Kata kunci: ASI Eksklusif, kepatuhan, pengetahuan.
HUBUNGAN PERAN KADER DAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KEAKTIFAN LANSIA DI POSYANDU KARANG WERDA PERMADI RW 02 KECAMATAN LOWOKWARU KOTA MALANG Robi&#039;Atul Adawiyah; Wahidyanti Rahayu Hastutiningtyas; Ragil Catur Adi W.
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 4, No 2 (2019): Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/nn.v4i2.1972

Abstract

Kader dan Dukungan Keluarga berperan penting dalam keaktifan lansia, karna dapat memenuhi kebuthan lansia, kegiatan dan program diposyandu lansia sangat baik dan banyak memberikan manfaat bagi lansia. di Posyandu Karang Werda Permadi RW 02 Kecamatan Lowokwaru Kota Malang memiliki tingkat kehadiran 50% yang berarti kurang dari 50% lansia tidak aktif, sedangakan pada tahun sebelumnya jumlah lansia lebih sedikin dan tingkat kehadirannya 61%. Kegiatan posyandu dapat meningkatkan kesehatan ataupun mempertahankan kesehatan lansia, Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui hubungan peran kader dan dukungan keluarga dengan keaktifan lansia mengikuti kegiatan Posyandu di Posyandu Karang Werda Permadi RW 02 Kecamatan Lowokwaru Kota Malang. Desain penelitian mengunakan desain survey analitik cross sectional. Populasi penelitian sebanyak 50 lansia dan dengan sampel 44 lansia di Posyandu Karang Werda Permadi RW 02 Kecamatan Lowokwaru Kota Malang dengan penentuan menggunakan simple random sampling, Instrumen berupa kuesioner untuk variabel dukungan keluarga, lembar observasi untuk variabel peran kader dan daftar hadir untuk variabel keaktifan lansia. Analisis data yang di gunakan yaitu uji Chi Square. Hasil penelitian membuktikan 44 responden (100%) memiliki peran kader tinggi, dan sebagian besar 27 responden (61,4%) memiliki dukungan keluarga tinggi, dan sebagian besar 36 responden (81,8%) dikategorikan aktif. Hasil uji Chi Square menunjukkan adanya hubungan peran kader dan dukungan keluarga dengan keaktifan lansia mengikuti kegiatan Posyandu di Posyandu Karang Werda Permadi RW 02 Kecamatan Lowokwaru Kota Malang. Untuk variabel peran kader p value = (0,05), Peneliti selanjutnya diharapkan untuk melakukan penelitian dengan mengambil faktor-faktor yang lain yang juga mempengaruhi keaktifan lansia seperti pengetahuan lansia, kondisi fisik lansia, motivasi ataupun faktor yang lainnya. Cadres and family support play an important role in the active of the elderly, because it can fulfill the elderly, activities and programs elderly are very good and many provide benefits for the elderly. Elderly should seek to exploit the existence of the Posyandu as well as possible, that can improve health or maintain elderly health, research objectives namely to know the role relationship of cadres and family support with the active elderly follow the activities of Posyandu in the Posyandu Karang Werda Permadi RW 02 subdistrict Lowokwaru Malang. Design of research using analytical survey design with cross sectional approach. The research population is 50 elderly and with samples of 44 elderly in Posyandu Karang Werda Permadi RW 02 Sub-district of Lowokwaru Malang by specifying simple random sampling, samples obtained according to the criteria of inclusion and exclusion. Data collection techniques using instruments in the form of questionnaires for family support variables, the observation sheets for cadres and list roles are present for the elderly variable. The method of data analysis used is Chi Square test. The results of the study proved 44 respondents (100%) Has the role of a high cadre, and most 27 respondents (61.4%) Has a high family support, and most 36 respondents (81.8%) Categorized as active. The test results of Chi Square demonstrate the role of cadres and family support with elderly activity to follow Posyandu in Posyandu Karang Werda Permadi RW 02 in Lowokwaru Sub-district of Malang. For the role variable of cadre value = (0.05), for the Family support variable p value = (0.05) which means the data is declared significant and H1 is received. Researchers are then expected to conduct research by taking other factors that also affect the active elderly such as elderly knowledge, elderly physical condition, motivation or other factors. Keywords: cadre; family support and elderly
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN PENCEGAHAN DEPRESI PADA LANSIA DI POS PELAYANAN TERPADU (POSYANDU) LANSIA “SRIKANDI” Nurhidayah Nurhidayah; Farida Halis Dyah Kusuma; Wahidyanti Rahayu H.
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (415.406 KB) | DOI: 10.33366/nn.v2i2.513

Abstract

Berdasarkan data Depkes RI tahun 2014, di Indonesia prevalensi lansia sebanyak 20.893.000 jiwa dengan jumlah lansia yang mengalami depresi ringan sampai berat sebanyak 32%. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan pencegahan depresi pada lansia di Pos Posyandu Lansia Srikandi. Desain penelitian mengunakan desain analitik korelasi dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 34 lansia dan keluarga dengan sampel penelitian menggunakan purposive samplingyang berarti pengambilan sampel dilakukan disesuaikan berdasarkan kriteria yang ditentukan. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah kuisioner. Metode analisa data yang di gunakan yaitu kolerasi spearman rank dengan menggunakan SPSS. Hasil penelitian membuktikan sebagian besar 55,9% keluarga cukup memberikan dukungan kepada lansia dalam pencegahan depresi dan separuh 50,0% lansia mengalami pencegahan depresi cukup, sedangkan hasil spearman rank didapatkan p-value = 0,001< 0,050 sehingga dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan pencegahan depresi pada lansia di Posyandu Lansia Srikandi. Disarankan untuk keluarga perlu memberikan dukungan motivasi dan material yang cukup kepada lansia sehingga mampu mengurangi beban pikiran yang dialami lansia. Kata kunci: Dukungan keluarga, depresi, lansia, Posyandu Srikandi.
HUBUNGAN LAMA RAWAT INAP DENGAN STATUS NUTRISI PADA PASIEN YANG DIRAWAT DI RUANG ICU RS PANTI WALUYA MALANG Fitria Hayati; Tanto Hariyanto; Vita Maryah Ardiyani
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (264.315 KB) | DOI: 10.33366/nn.v1i1.416

Abstract

Ruang perawatan intensif adalah unit perawatan khusus yang dikelola untuk merawat pasien kritis. Pada pasien kritis sering terjadi gangguan nutrisi sehubungan dengan meningkatnya metabolisme dan katabolisme. Gangguan nutrisi dapat mempengaruhi sistem imunitas, kardiovaskuler, dan respirasi, sehingga resiko infeksi meningkat, penyembuhan luka yang lama sehingga menyebabkan lama rawat pasien memanjang, dan peningkatan biaya perawatan. 40-50% klien dewasa berada di RS sebagai klien yang mengalami malnutrisi. Metode untuk mengidentifikasi malnutrisi / resiko malnutrisi adalah dengan melakukan skrining nutrisi pada klien. Salah satu Indikator yang berhubungan dengan nutrisi, asupan nutrisi dan pemakaian energi yaitu serum albumin.Metode penelitian ini merupakan penelitian analitik correlation dengan pendekatan cross sectional, dengan sampel 41 responden yang diperiksakan laboratorium albumin awal dan akhir dari data sekunder pada tahun 2014, dengan teknik purposive sampling. Intrumen penelitian dengan menggunakan lembar observasi. Analisa data menggunakan uji statistik r pearson dengan taraf signifikansi 0,05. Hasil penelitian didapatkan nilai selisih albumin dengan lama rawat inap adalah 0,44 dengan nilai signifikan = 0,784, untuk α = 0,05. Jadi 0,784 > 0,05, dengan rata –rata lama rawat inap adalah 5 hari (12,2%), diagnosa gangguan pada sistem saraf 13 responden ( 31,7%), dan sistem pencernaan 10 responden ( 26,8%) . Hasil analisis ini bahwa Ho diterima/ berarti bahwa tidak ada hubungan lama rawat inap dengan status nutrisi pada pasien yang dirawat di ruang ICU RS Panti Waluya Malang. Saran Rumah Sakit bekerjasama dengan tim gizi klinis untuk melakukan skrening status nutrisi pada saat pasien masuk di ruang ICU sebagai program mutu RS. Kata kunci: Hubungan, lama rawat inap, Status Nutrisi.
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG BAHAYA PENYAKIT ISPA TERHADAP PENGETAHUAN IBU BALITA ISPA DI PUSKESMAS POLOWIJEN KOTA MALANG Dian Aliftio; Ronasari Mahaji Putri; Lasri Lasri
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 4, No 2 (2019): Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/nn.v4i2.2004

Abstract

Pengetahuan tentang ISPA penting untuk diketahui bagi Ibu Balita. Kurangnya pengetahuan ibu balita akan berdampak pada resiko terulangnya penyakit ISPA pada anak balita. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adakah pengaruh pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan ibu balita ISPA. Desain penelitian ini menggunakan quasy experiment. Populasi pada penelitian ini adalah ibu yang mempunyai balita ISPA dan usia 20-30 tahun yang diambil sebanyak 28 responden dengan teknik Simple random sampling, dan pengumpulan data menggunakan lembar kuesioner. Data dianalisis menggunakan Uji Marginal Homogeneity dengan ɑ=0,05. Hasil penelitian didapatkan pada kelompok perlakuan hampir seluruhnya pengetahuan responden tentang bahaya penyakit ISPA sebelum diberikan perlakuan dalam kategori cukup (85.7%) dan sebagian besar pengetahuan responden setelah diberikan perlakuan mengalami peningkatan yaitu kategori baik (64.2%), pada kelompok kontrol sebagian besar pengetahuan responden tentang bahaya penyakit ISPA dalam kategori cukup (78.5) dan hampir seluruhnya mengalami peningkatan dalam kategaori cukup (85.7%). Hasil analisis statistik menunjukkan ada pengaruh pendidikan kesehatan tentang bahaya penyakit ISPA terhadap pengetahuan ibu balita ISPA (p= 0.000). Pendidikan kesehatan tentang bahaya penyakit ISPA penting diberikan kepada Ibu Balita ISPA untuk mencegah terjadinya ISPA pada anak balita. Knowledge about ISPA is important for toddlers to know. Lack of knowledge of toddler mothers will have an impact on the risk of recurrence of ISPA in children under five. The purpose of this study was to determine whether there is an effect of health education on the knowledge of ISPA mothers. This research design uses quasy experiment. The population in this study were mothers who had ISPA toddlers and aged 20-30 years taken as many as 28 respondents with Simple random sampling technique, and data collection using questionnaire sheets. Data were analyzed using the Marginal Homogeneity Test with ɑ = 0.05. The results obtained in the treatment group is almost entirely the knowledge of respondents about the dangers of ISPA before being treated in the sufficient category (85.7%) and the majority of respondents 'knowledge after being given treatment has increased that is good category (64.2%), in the control group most of the respondents' knowledge about the danger of ISPA in the category of moderate (78.5) and almost all experienced an increase in the category of adequate (85.7%). The results of statistical analysis showed that there was an effect of health education about the danger of ISPA on the knowledge of ISPA mothers under five (p = 0,000). Health education about the danger of ISPA is important given to mothers of ISPA in order to prevent ISPA in children under five. Keywords: Danger of ISPA Disease; Health Education; Age ; Education; knowledge;
HUBUNGAN HASIL PEMERIKSAAN SPUTUM BTA DENGAN KOMPLIKASI PADA PENDERITA TB PARU DI RUANG PERAWATAN ISOLASI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KOTA BARU Muhammad Noor; Dyah Widodo; Vita Maryah Ardiyani
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (240.819 KB) | DOI: 10.33366/nn.v2i2.448

Abstract

Paru merupakan salah satu penyakit menular yang telah di kenal lebih dari satu abad yang lalu, sampai saat ini penyakit TB Paru masih merupakan masalah kesehatan baik di Indonesia maupun di dunia dan merupakan penyebab utama kematian. Tujuan dari penelitian ini adalah Untuk mengetahui hubungan antara hasil pemeriksaan sputum BTA komplikasi penyakit yang dapat terjadi pada penderita TB Paru di Ruang Perawatan Isolasi Rumah Sakit Umum Daerah Kota Baru Periode Tahun 2010. Desain penelitian dalam penelitian ini menggunakan desain korelasi. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 27 orang diambil dengan teknik total sampling. Hasil analisa data dengan menggunakan uji Spearman rank dengan tingkat signifikansi 5% (α = 0,05), maka ditemukan correlation coefficient 0,677 dan nilai ρ-value 0,000. Karena nilai ρ value < α 0,05, maka Ho ditolak. Artinya adanya hubungan hasil pemeriksaan sputum BTA dengan komplikasi pada penderita TB paru di ruang perawatan isolasi Rumah Sakit Umum Daerah Kota Baru. Beberapa rekomendasi yang dapat direkomendasikan kepada pihak-pihak antara lain: Bagi pasien TB paru diharapkan untuk melakukan pemeriksaan sputum BTA secara rutin tentunya dengan mengikuti terapi medis secara rutin dan sesuai program, bagi keluarga pasien TB paru sanagat penting peranan keluarga sebagai klien yang mendukung dan terlibat langsung dalam proses terapi, pelajari tahapan kerja dengan benar, juga tanggap terhadap respon pasien. Kata kunci : Komplikasi, TB Paru Sputum BTA
PENGETAHUAN IBU TENTANG KURANG ENERGI PROTEIN (KEP) BERHUBUNGAN DENGAN SIKAP IBU DALAM PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF PADA BAYI USIA 0 - 6 BULAN DI KELURAHAN TLOGOMAS MALANG Leonardus Waghe; Atti Yudiernawati; Ani Sutriningsih
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (183.175 KB) | DOI: 10.33366/nn.v2i1.167

Abstract

Kekurangan Energi Protein (KEP) adalah keadaan kurang gizi yang disebabkan rendahnya konsumsi energi dan protein dalam makanan sehari-hari, sehingga tidak memenuhi angka kecukupan gizi. Faktor yang mempengaruhi KEP adalah faktor sosial ekonomi, asupan nutrisi, pelayanan kesehatan, dan penyakit sebelum dan selama KEP. Air Susu Ibu mengandung nutrisi yang baik bagi bayi. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu tentang KEP dengan sikap ibu dalam pemberian ASI Eksklusif pada bayi usia 0 – 6 bulan.Desain penelitian adalah korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi adalah semua ibu yang mempunyai bayi di RW 02 dan RW 06 Kelurahan Tlogomas sebanyak 33 orang.Pengambilan sampel dengan total sampling, sehingga didapatkan sampel 33 orang. Analisa data dengan menggunakan uji chi square.Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan tentang KEP dengan sikap ibu dalam pemberian ASI eksklusif pada bayi usia 0-6 bulan di RW 02 dan RW 06 Kelurahan Tlogomas.Pengetahuan ibu tentang KEP dapat mempengaruhi ibu dalam memberikan ASI eksklusif. Semakin baik pengetahuan Ibu tentang KEP dan manfaat ASI eksklusif, maka seorang ibu akan memberikan ASI eksklusif pada bayinya secara teratur. Kata Kunci : Pengetahuan tentang KEP, sikap dalam pemberian ASI eksklusif
HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN UPAYA REMAJA PUTRI DALAM MENGHADAPI PREMENSTRUAL SYNDROME DI MAN MALANG 1 Intan Purwasih; Sri Mudayati; Susmini Susmini
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (98.478 KB) | DOI: 10.33366/nn.v2i2.480

Abstract

Pengetahuan dan sikap kesehatan reproduksi remaja dinilai masih rendah terutama pada pengetahuan mengenai pengenalan organ reproduksi menyangkut bentuk dan fungsinya serta cara perawatannya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan dengan upaya remaja putri dalam menghadapi premenstrual syndrome di MAN Malang 1. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional. Populasi penelitian ini adalah Siswi kelas X MAN Malang 1 berjumlah 196 orang. Pengambilan sampel pada penelitian ini dengan purposive sampling yang berjumlah 49 responden.Hasil penelitian diketahui hampir seluruh pengetahuan responden masuk kategori baik sebanyak 44 orang (89,8%). Upaya remaja putri dalam menghadapi premenstrual syndrome berada dalam kategori sangat baik sebanyak 42 orang (85,7%). Terdapat hubungan yang subtansial atau sedang antara pengetahuan dengan upaya remaja putri dalam menghadapi premenstrual syndrome di MAN Malang 1 denganp= 0,013 (p