Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan ISSN 2527-9823(online) adalah jurnal berkala empat bulanan (April, Agustus, Desember) yang memuat berbagai artikel/naskah berupa hasil penelitian, studi kasus, hasil pemikiran, maupun karya tulis ilmiah oleh seluruh civitas profesi kesehatan mulai dari mahasiswa, dosen, perawat klinik, maupun perawat yang bekerja di institusi non klinik seperti lembaga penelitian, LSM, Asuransi Kesehatan, dan pemerintahan. Karya ilmiah berupa artikel kesehatan. Nursing News merupakan publikasi ilmiah yang diterbitkan oleh UNITRI PRESS, sebagai media komunikasi dan informasi di bidang ilmu kesehatan. Scope jurnal terdiri dari keperawatan, kesehatan dan kesehatan masyarakat
Articles
748 Documents
DEPRESI BERKAITAN DENGAN KEMANDIRIAN PERAWATAN DIRI PASIEN PASCA STROKE DI RUMAH SAKIT PANTI WALUYA SAWAHAN MALANG
Ratna Gracia Pranoto;
Ronasari Mahaji Putri;
Lasri Lasri
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 4, No 2 (2019): Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33366/nn.v4i2.1973
Hal yang sering tidak diketahui dan luput dari perhatian adalah selain menurunnya kekuatan otot, stroke juga memberikan dampak emosional seperti depresi pada penderitanya. Padahal gejala depresi pasca stroke yang teratasi dan mendapatkan penanganan yang tepat akan membantu meningkatkan status medis stroke. Dapat mengurangi kesakitan dan menurunnya kemampuan fungsi tubuh dalam memenuhi aktivitas sehari-hari, sampai meningkatkan kualitas hidupnya. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui adakah hubungan antara depresi dengan kemandirian perawatan diri pasien pasca stroke di Rumah Sakit Panti Waluya Sawahan Malang. Penelitian ini menggunakan desain penelitian studi korelasional dengan pendekatan secara cross sectional. Populasi berjumlah 40 orang dengan sampel 36 orang menggunakan teknik simple random sampling. Variabel independen adalah depresi pasien pasca stroke non hemoragik. Variabel dependen adalah kemandirian perawatan diri pasien pasca stroke non hemoragik. Instrumen pada penelitian ini berupa kuesioner Beck Depression Inventory dan kuesioner Barthel Indeks. Hasil nilai uji Fisher Exact yaitu p-value 0.000 < 0.050 yaitu ada hubungan antara depresi dengan kemandirian perawatan diri pasien pasca stroke. Kesimpulan dari hasil penelitian ini menunjukkan sebagian besar pasien depresi pasca stroke mengalami tingkat ketergantungan berat. Oleh karena itu pentingnya untuk institusi pendidikan memberitahukan pengetahuan tentang depresi pasca stroke dan tenaga kesehatan mengetahui penanganan depresi pasca stroke sedini mungkin untuk keberhasilan pengobatan dan rehabilitasi kemandirian perawatan dirinya. Things that are often unknown and escape attention is that in addition to decreasing the power of the bib, strokes also has an emotional impact such as depression in sufferers. Whereas post-stroke depression symptoms are resolved and getting the right treatment will help improve the medical status of a stroke. Can reduce pain and decrease the ability of bodily functions to meet daily activities, to improve the quality of life. The purpose of this study was to determine whether there is a relationship of depression between self-care independence of post-stroke patients in Panti Waluya Sawahan Malang Hospital. This study uses a correlational study design with a cross sectional approach. The population numbered 40 people with a sample of 36 people using simple random sampling technique. The independent variable is depression of non-hemorrhagic post-stroke patients. The dependent variable is the self-care independence of non-hemorrhagic post-stroke patients. The instruments in this study were the Beck Depression Inventory questionnaire and the Barthel Index questionnaire. The results of the Fisher Exact test are p-value 0,000 < 0.050, there is a relationship between and self-care independence of patients after non-hemoragic stroke. The conclusions from the results of this study indicate that most post-stroke depression patients experience a high degree of dependence. Therefore it is important for educational institutions to provide knowledge about post-stroke depression and health workers to know how to handle post-stroke depression as early as possible for the success of treatment and rehabilitation for self-care independence. Keywords: Depression, Self-Care Independence, Post-Stroke
HUBUNGAN PELAYANAN PERAWAT DENGAN KEPUASAN PASIEN RAWAT JALAN DI PUSKESMAS WISATA DAU MALANG
Sri Purwanti;
Swito Prastiwi;
Yanti Rosdiana
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (277.432 KB)
|
DOI: 10.33366/nn.v2i2.514
Pelayanan kesehatan bertujuan untuk mengatasi masalah kesehatan seseorang, pelayanan yang tepat dan sesuai standar akan memberikan kepuasan bagi pasien untuk menilai kinerja layanan kesehatan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pelayanan perawat dengan kepuasan pasien rawat jalan di Puskesmas Wisata Dau Malang. Desain penelitian mengunakan desain analitik korelasi cross sectional. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 97 pasien rawat jalan dengan penentuan sampel penelitian menggunakan sampel aksidental sampling yang berarti teknik penentuan sampel berdasarkan kebetulan, yaitu siapa saja yang secara kebetulan bertemu dengan peneliti dapat digunakan sebagai sampel. Instrumen pengumpulan data yang digunakan adalah kuisioner. Metode analisa data yang di gunakan yaitu korelasi pearson dengan menggunakan SPSS. Hasil penelitian membuktikan sebagian besar 72,2% responden mendapatkan pelayanan baik dan sebagian besar 59,8% responden merasa puas terhadap kualitas pelayanan di Puskesmas Wisata Dau Malang, sedangkan hasil korelasi pearson didapatkan p-value = 0,000 < 0,050 sehingga dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara pelayanan perawat dengan kepuasaan pasien rawat jalan di Puskesmas Wisata Dau Malang. Perawat perlu mempertahankan pemberian pelayanan yang baik dengan member pelayanan tepat, cepat, selalu tersenyum dan ramah terhadap pasien. Sedangkan diharapkan masyarakat untuk lebih terbuka lagi dalam menyampaikan kritik dan saran sehinga dapat memberikan masukan untuk pelayanan kesehatan yang akan datang. Kata Kunci : Pelayanan perawat, kepuasaan pasien, rawat jalan, puskesmas Wisata Dau Malang.
PERBEDAAN KEMANDIRIAN DALAM TOILET LEARNING ANAK USIA 18 - 24 BULAN PADA ANAK YANG TANPA DAN DIASUH OLEH IBU DI LINGKUNGAN PERUMAHAN ROYAL JANTI MALANG
Pendrita Nur Elsen;
Atti Yudiernawati;
Ani Sutriningsih
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (170.129 KB)
|
DOI: 10.33366/nn.v1i2.417
Anak pada usia 18 - 24 bulan pada tahun kedua kehidupan ditandai dengan suatu percepatan perkembangan motorik dan intelektual, maka tidak jauh dengan istilah kemandirian anak dalam toilet learning.Pada masa ini adalah dasar periode kehidupan yang sesungguhnya karena banyak pola perilaku, sikap dan pola ekspresi emosi terbentuk. Yang lebih tepat adalah 'toilet learning', dalam hal ini anak dibiarkan belajar kencing atau buang air besar di toilet dan orang tua hanya sebagai fasilitator. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan kemandirian anak usia 18 - 24 bulan pada anak yang tanpa dan diasuh oleh ibu di Perumahan Royal Janti Malang. Desain penelitian menggunakan deskriptif komparatif (non eksperimental) dengan pendekatan waktucross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah berjumlah 115 anak. Sampel dalam penelitian ini sejumlah 30 anak menggunakansimple randomsampling. Untuk mengetahui kemandirian dalam toilet learning menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitas. Data diolah dan diuji menggunakan uji Mann Whitney. Hasil yang didapatkan adalah 26,7% responden mempunyai tingkat kemandirian baik dalam toilet learning yang tanpa diasuh oleh ibu dan 26,7%responden mempunyai tingkat kemandirian cukup dalam toilet learning yang diasuh oleh ibu. Asil uji menunjukkan ada perbedaan kemandirian anak usia 18 - 24 bulan pada anak yang tanpa dan diasuh oleh ibu di Perumahan Royal Janti Malang dengan nilai 0,028 < 0,05. Saran bagi orang tua dapat lebih mengutamakan pendidikan dasar pada anaknya sedini mungkin serta kepedulian pada keterbatasan perkembangan anak. Kata kunci: anak, asuh, kemandirian, toilet learning.
EDUKASI TENTANG IMUNISASI BERPENGARUH TERHADAP PENGETAHUAN IBU DI PUSKESMAS KENDALKEREP KOTA MALANG
Delsiana Winarco Lende;
Aprillia Choirun Nisa;
Sulasmini Sulasmini
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 4, No 2 (2019): Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33366/nn.v4i2.2005
Edukasi bertujuan memberikan informasi untuk meningkatkan pengetahuan ibu tentang imunisasi, hal ini dapat menumbuhkan motivasi ibu untuk memberikan imunisasi pada anak secara lengkap. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh pemberian edukasi tentang imunisasi terhadap pengetahuan ibu di Puskesmas Kendalkerep Kota Malang. Desain penelitian mengunakan desain eksperimen One-Group Pre-Post Test Design. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 58 ibu yang memiliki balita, dengan penentuan sampel penelitian menggunakan simple random sampling sehingga diperoleh sampel penelitian sebanyak 51 responden. Teknik pengumpulan data menggunakan instrumen berupa kuesioner.Analisa data yang di gunakan yaitu uji Marginal Homoneity menggunakan SPSS 18. Hasil penelitian membuktikan bahwa sebelum pemberian edukasi kurang dari separuh 25 responden (49,0%) memiliki pengetahuan cukup hampir seluruhnya 41 responden (80,4%) memiliki pengetahuan baik tentang imunisasi. Hasil uji Marginal Homogeneity didapatkan p value= (0,000) < (0,05) sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh pemberian edukasi tentang imunisasi terhadap pengetahuan ibu di Puskesmas Kendalkerep Kota Malang. Berdasarkan hasil penelitian diharapkan peneliti selanjutnya meneliti tentang hubungan pengetahuan ibu dengan tindakan pemberian imunisasi lengkap pada anak. Dan menambahkan variabel informasi dan pengalaman. Imunization education aims to provide information to increase mother’s knowledge about immunization, this can foster mother's motivation to provide a complete immunizations to her children. The purpose of this study was to determine the effect of providing education about immunization on mother’s knowledge at Puskesmas Kendalkerep, Malang. The study design used an experimental design with the One-Group Pre-Post Test Design approach. The population in this study was 58 mothers who have children under five, with the determination of the study sample using a simple random sampling in order to obtain a research sample of 51 respondents. The data collection technique used instrument in form of a questionnaire. The data analysis method used is the Marginal Homoneity test using SPSS 18. The results of the study proved that before having an education session, 25 respondents (49.0%) had a sufficient knowledge about immunization and after having the education 41 respondents (80.4% ) had good knowledge about immunization. The Marginal Homogeneity test results obtained p value = (0,000)
HUBUNGAN KEPATUHAN PERAWAT IGD DALAM MELAKSANAKAN SOP PEMASANGAN INFUS DENGAN KEJADIAN INFEKSI NOSOKOMIAL (PHLEBITIS) DI RSUD KOTABARU KALIMANTAN SELATAN
Noviar Ridhani;
Swito Prastiwi;
Tri Nurmaningsih
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (263.48 KB)
|
DOI: 10.33366/nn.v2i2.449
Sebagian besar pasien yang dirawat di rumah sakit mendapatkan terapi intravena (infus), hal ini membuat besarnya populasi beresiko terkena infeksi seiring dengan tindakan pemasangan infus. Infeksi nosokomial yang sering terjadi akibat pemasangan infus (terapi intra vena) berupa phlebiti. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kepatuhan perawat IGD dalam melaksanakan SOP pemasangan infus dengan kejadian infeksi nosokomial (phlebitis). Sampel penelitian ini adalah 15 orang perawat IGD yang memasang infus dan 15 orang klien yang dipasang infus. Responden perawat diambil dengan menggunakan total sampling sedangkan responden klien diambil dengan menggunakan metode accidental sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi terhadap responden perawat dan responden klien. Berdasarkan hasil uji chi square di dapatkan X2 hitung lebih besar dari X2 tabel yaitu 5.991465 dan p-value 0,02 kurang dari alpha 0,05. Disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kepatuhan perawat IGD dengan kejadian infeksi nosokomial (phlebitis). Hal ini berdasarkan nilai sig < α (0,02). Kata kunci : Kepatuhan perawat, kejadian infeksi nosokomial (phlebitis), SOP Pemasangan Infus.
HUBUNGAN ANTARA KECEMASAN EMOSI DENGAN KECEMASAN PADA PENSION DI PERSATUAN WIRDATAMA PENSIUNAN SIPIL SINGOSARI
Eka Arvi Sukmawan;
Dyah Widodo;
Esti Widiani
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (186.951 KB)
|
DOI: 10.33366/nn.v2i1.168
Pensiun merupakan masa ketika seseorang diberhentikan dari pekerjaannya sesuai dengan batas usia pensiun yang telah ditetapkan dalam aturan pensiun yaitu usia 56 tahun. Saat masa pensiun mereka merasa cemas sekalipun mendapatkan uang pensiun karena masih ada anggapan bahwa jumlah uang pensiun yang diterima kurang memenuhi kebutuhan-kebutuhannya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara kecemasan emosi dengan kecemasan pada pensiun di Persatuan Wirdatama Pensiunan Sipil Singosari. Penelitian ini menggunakan desain penelitian non ekperimen dengan pendekatan cross sectional. Populasi berjumlah 31 orang dengan cara pengambilan sampel total sampling. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan uji statistik spearman rank dengan derajat kemaknaan (0,05). Hasil penelitian diketahui bahwa sebagian besar kecerdasan emosional responden masuk kategori tinggi sebanyak 22 orang(71%); hampir sebagian tingkat kecemasan responden termasuk kategori ringan sebanyak 13 orang(41,9%); dan hasil analisis bivariat menunjukan p-value = 0,00 artinya p-value < 0,05. Artinya ada hubungan hubungan antara kecemasan emosi dengan kecemasan pada pension di Persatuan Wirdatama Pensiunan Sipil Singosari. Saran yang dapat direkomendasikan, bagi masyarakat, diharapkan dapat memberikan tambahan pengetahuan tentang kecerdasan emosi dengan kecemasan, sehingga jika terjadi kecerdasan emosi yang rendah maka individu dapat mengontrolnya dan tidak menimbulkan kecemasan. Kata kunci : Kecerdasan emosi, Kecemasan
HUBUNGAN ANTARA KOMUNIKASI TERAPEUTIK PERAWAT DENGAN TINGKAT KECEMASAN KELUARGA PADA PASIEN YANG DIRAWAT DI UNIT PERAWATAN KRITIS RUMAH SAKIT UNISMA
Elvina Goveia Leite;
Farida Halis Dyah Kusuma;
Esti Widiani
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (203.353 KB)
|
DOI: 10.33366/nn.v2i2.481
Pasien dan keluarga yang masuk rumah sakit akan mengalami perasaan cemas atau yang biasa disebut ansietas. Perawat dan tenaga medis lebih terfokus pada individu pasien dalam melakukan tindakan sehingga mengabaikan kecemasan pada pasien dan keluarga. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara komunikasi terapeutik perawat dengan tingkat kecemasan keluarga pada pasien yang dirawat di unit perawatan kritis Rumah Sakit Unisma. Desain penelitian ini adalah cross sectional. Teknik sampling menggunakan total sampling dengan jumlah populasi sebanyak 30 responden. Pengujian penelitian menggunakan uji statistik Spearman Rank. Hasil penelitian mendapatkan bahwa komunikasi terapeutik perawat kategori kurang baik (46,7%) dan kecemasan pada keluarga pasien kategori berat (60%). Hasil analisis Spearman Rank (Rho) nilai r sebesar 0,781 dan p-value 0,000 artinya ada hubungan antara komunikasi terapeutik perawat dengan tingkat kecemasan keluarga pada pasien yang dirawat di unit perawatan kritis Rumah Sakit Unisma yang bersifat sejajar searah (positif) dengan kekuatan hubungan yang kuat. Perawat direkomendasikan untuk menambah pengetahuan dalam upaya meningkatkan kualitas personal perawat yaitu dengan mengikuti pelatihan komunikasi. Kata kunci : Komunikasi terapeutik, tingkat kecemasan keluarga pasien.
HUBUNGAN ANTARA TINGKAT KECEMASAN DENGAN KEJADIAN INSOMNIA PADA MAHASISWA YANG AKAN MENGHADAPI UJIAN AKHIR SEMESTER (UAS) DI UNIVERSITAS TRIBHUWANA TUNGGADEWI MALANG
Satria Yudha K.;
Farida Halis Dyah Kusuma;
Esti Widiani
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (257.809 KB)
|
DOI: 10.33366/nn.v2i1.200
Insomnia salah satunya dapat disebabkan karena kecemasan.Ujian akhir semester menyebabkan kecemasan bagi mahasiswa yang akan berdampak pada gangguan tidur atau insomnia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara tingkat kecemasan dengan kejadian insomnia pada mahasiswa keperawatan Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang dalam menghadapi ujian akhir semester. Desain penelitian menggunakan analitik korelasional dengan pendekatan cross sectional.Sampel penelitian sebanyak 59 responden, yang diambil dengan cara proportionalstratified random sampling. Instrumen yang di gunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner dengan Rating scale, datadianalisa menggunakan uji chi – kuadratdengan 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden sebanyak 44 orang (74,6 %)mengalami tingkat kecemasan yang berat dan sebagian besar responden sebanyak 38 (64,4 %) mengalami insomnia. Setelah dilakukan uji chi - kuadrat hasil yang didapatkan 0,01< 0,05 yang artinya Ho ditolak yang berarti ada hubungan yang cukup kuat antara tingkat kecemasan dengan kejadian insomnia pada mahasiswa Keperawatan yang akan menghadapi ujian akhir semester di Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang. Dari hasil penelitian ini dapat direkomendasikan kepada mahasiswa untuk mempersiapkan diri dalam menghadapi ujian akhir semester agar tidak terjadi kecemasan yang berat pada diri mahasiswa dalam menghadapi ujian akhir semester. Kata Kunci : Kejadian insomnia, tingkat kecemasan, ujian akhir semester.
HUBUNGAN PENGETAHUAN REMAJA PUTRI TENTANG PERUBAHAN FISIK PADA MASA PUBERTAS DENGAN TINGKAT STRES
Ida Herwati;
Joko Wiyono;
Ragil Catur Adi W.
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (640.128 KB)
|
DOI: 10.33366/nn.v2i2.504
Masa remaja merupakan masa transisi dalam kehidupan dimana pada fase ini individu mengalami perubahan dari anak-anak menuju dewasa. Perubahan yang paling mencolok adalah perubahan fisik yang terjadi secara alamiah dan terkadang remaja tidak tahu terhadap perubahan tersebut yang menyebabkan mereka cemas dan malu. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan remaja putri tentang perubahan fisik pada masa pubertas dengan tingkat stres di MTs Muhammadiyah 1 Kecamatan Lowokwaru Kota Malang. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional. Populasi yang digunakan pada penelitian ini adalah siswi kelas VII di MTs Muhammadiyah 1 Malang Kecamatan lowokwaru yang berjumlah 30 siswi dan teknik sampling yang digunakan adalah sampling jenuh. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner. Metode analisis data yang digunakan yaitu analisis pearson product moment. Hasil penelitian menunjukkan tingkat pengetahuan remaja putri tentang perubahan fisik pada masa pubertas sebagian besar dikategorikan baik yaitu sebanyak 13 siswi (43,33%), tingkat stres sebagian besar dikategorikan stres ringan yaitu sebanyak 14 siswi (46,67%), serta analisis pearson product moment didapatkan nilai sig. sebesar 0,008 (α ≤0,05) yang berarti data dinyatakan signifikan dan terdapat korelasi negatif dengan nilai Correlation Coefficient -0,762. Disarankan untuk meningkatkan pengetahuan pada remaja putrid yaitu dengan mencari informasi tentang perubahan fisik pada masa pubertas, baik melalui media elektronik maupun non elektronik agar dapat mempersiapkan diri terhadap perubahan yang terjadi. Kata Kunci : Masa pubertas, pengetahuan, tingkat stres.
HUBUNGAN ANTARA PEROKOK AKTIF DENGAN GANGGUAN KUALITAS TIDUR (INSOMNIA) PADA DEWASA (USIA 25 - 45 TAHUN) DI RW 04 DESA KALISONGO KECAMATAN DAU KABUPATEN MALANG
Diana Diana;
Tanto Hariyanto;
Vita Maryah Ardiyani
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (239.479 KB)
|
DOI: 10.33366/nn.v1i1.408
Hasil riset kesehatan dasar tahun 2010, di Indonesia lebih dari separuh (54,1%) penduduk laki-laki berumur 15 tahun ke atas merupakan perokok harian. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara perokok aktif dengan gangguan kualitas tidur (insomnia) pada dewasa (usia 25 – 45 tahun) di RW 04 Desa Kalisongo Kecamatan Dau Kabupaten Malang. Desain penelitian mengunakan desain korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 40 orang dewasa (usia 25 – 45 tahun) dan sampel penelitian menggunakan purposive sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah kuisioner. Metode analisa data yang di gunakan yaitu korelasi spearman rank dengan menggunakan SPSS.Hasil penelitian membuktikan bahwa perokok aktif pada orang dewasa (usia 25 – 45 tahun) sebanyak 20 atau sebesar 50% dinyatakan perokok aktif berat dan sebanyak 21 atau (52,5%) orang dewasa (usia 25 - 45 tahun) mengalami gangguan kualitas tidur (insomnia), sedangkan hasil kolerasi spearman rank didapatkan p value = 0,004 atau 0,004 < 0,050 sehingga dapat disimpulkan bahwaada hubungan antara perokok aktif dengan gangguan kualitas tidur (insomnia) pada dewasa (usia 25 - 45 tahun) di RW 04 Desa Kalisongo Kecamatan Dau Kabupaten Malang. Dengan demikian yang perlu dilakukan untuk mengalami gangguan kualitas tidur (insomnia) yaitu mengurangi aktivitas merokok yang berlebihan. Kata kunci: perokok aktif, kualitas tidur, insomnia, dewasa