Articles
29 Documents
Search results for
, issue
"Vol 3, No 3 (2016)"
:
29 Documents
clear
IDENTIFIKASI PENGGUNAAN LAHAN PADA DAERAH RAWAN BANJIR BANDANG KOTA MANADO
Cie, Christian Setianata;
Tarore, Raymond Ch;
Karongkong, Hendriek
SPASIAL Vol 3, No 3 (2016)
Publisher : SPASIAL
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Kota Manado yang merupakan Ibukota Provinsi Sulawesi Utara.Kota Manado termasuk kota besar dengan jumlah penduduk yang megalami peningkatan setiap tahunnya sehingga membawa dampak pada peningkatan kebutuhan penggunaan lahan, hal ini akan berdampak pada penurunan kualitas lingkungan dan bencana alam. Salah satunya adalah bencana banjir bandang yang pernah melanda Kota Manado.Pada tahun 2014, banjir bandang paling terparah pernah melanda Kota Manado.Sembilan dari sebelas kecamatan di Kota Manado terdampak banjir bandang yang tingginya mencapai ±5 meter. Dalam penelitian ini metode analisis data yang dipakai unutk menunjang penelitian ini adalah menggunakan metode overlay dengan software Sistem Informasi Geografi (SIG). Peneliti menggunakan Pedoman PU 2012 tentang Manajemen Penanggulangan Banjir Bandang untuk mengetahui daerah rawan banjir bandang di Kota Manado sehiingga dapat diketahui bahwa 1177 hektar dari luas Kota Manado merupakan daerah rawan banjir bandang selanjutnya menganalisis penggunaan lahan pada daerah rawan banjir bandang menggunakan citra satelit Kota Manado dengan cara membandingkan dan membuat batasan perbedaan kenampakan objek pada citra satelit menggunakan aplikasi berbasis SIG sehingga dapat diketahui berbagai macam jenis penggunaan lahan yang ada pada daerah rawan banjir bandang di Kota Manado Kata Kunci: Penggunaan Lahan, Banjir Bandang, Kota Manado
PENGARUH KETERSEDIAAN INFRASTRUKTUR TERHADAP PENDAPATAN MASYARAKAT DI PULAU NAIN
Belwawin, Edwin Arnolis;
Franklin, Papia J;
Takumansang, Esli
SPASIAL Vol 3, No 3 (2016)
Publisher : SPASIAL
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Pembangunan merupakan salah satu fungsi utama yang harus dijalankan oleh pemerintah sebagai salah satu pengambil kebijakan. Pembangunan infrastruktur diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat salah satunya adalah kesejahteraan ekonomi atau mengalami peningkatan pendapatan. Saat pembangunan infrastruktur yang ada di pulau-pulau kecil sangatlah sedikitsalah satunya pulau Nain. Tingkat pendapatan masyarakat Pulau Nain sangatlah kecil, kemudian kondisi ketersediaan infrastruktur tidak berfungsi secara optimal. Mengetahui seberapa besar pengaruh ketersediaan infrastruktur terhadap pendapatan masyarakat di pulau Nain adalah tujuan dari penelitian ini. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif, dengan metode analisis deskriptif. Analisis ini untuk mengatur, mengurutkan atau mengelompokan, memberi kode atau tanda dan mengkategorikannya sehingga memperoleh suatu temuan berdasarkan fokus atau masalah yang ingin di jawab. Hasil Penelitian ini menunjukan kondisi infrastruktur ekonomi yang ada di Pulau Nain masih sangat sederhana dan tidak optimal dalam penggunaannya. Masyarakat yang ada di pulau Nain pun mempunnyai pendapatan yang sangat rendah.  Kata Kunci :Infrastruktur, Pendapatan Masyarakat, Pulau Nain
TINGKAT PELAYANAN PASAR REMU DAN PASAR BOSWESEN DI KOTA SORONG
Bosawer, Jeklin;
Gosal, Pierre H;
Takumansang, Esli D
SPASIAL Vol 3, No 3 (2016)
Publisher : SPASIAL
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Kota sorong merupakan kota terbesar dipropinsi papua barat dan terletak dipaling barat pulau papua. Dalam penelitian ini terdapat dua pasar yang akan diteliti yaitu pasar remu dan pasar boswesen. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat pelayanan dari pasar remu dan pasar boswesen serta kondisi sarana dan prasarana dipasar remu dan pasar boswesen. Adapun  metode penelitian ini adalah kuesioner, wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa masih kurangnya pengelolaan dalam pengembangan pasar, ini disebabkan oleh karena masih kurangnya Sumber daya manusia. Sarana, prasarana dan utilitas penujang di pasar remu dan pasar boswesen masih sangat kurang. Hal ini sangat mempengaruhi dalam  pengembangan pasar kedua pasar tersebut. Untuk itu perlu adanya kerja sama yang baik antara Pemerintah kota dan pihak  pengelola pasar dalam  menata atau  membangun kembali sarana,prasarana dan utilitas belum tersedia, sehingga dapat menunjang pelayanan dipasar remu dan pasar boswesen lebih baik. Selain itu juga perlu adanya strategi dan konsep dalam pengembangan pasar-pasar di Kota Sorong, agar dapat memenuhi kriteria dari pasar tradisional yang berada dalam standar nasional indonesia. Kata Kunci : Tingkat Pelayanan, Fasilitas Penunjang, Pasar Remu dan Pasar Boswesen
ANALISIS KEBUTUHAN PRASARANA DAN SARANA PARIWISATA DI DANAU UTER KECAMATAN AITINYO KABUPATEN MAYBRAT PROPINSIS PAPUA BARAT
Way, Irma Herlina;
Wuisang, Cynthia E.V;
Supardjo, Suryadi
SPASIAL Vol 3, No 3 (2016)
Publisher : SPASIAL
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Sektor pariwisata merupakan salah satu sektor pembangunan yang mampu mengangkat harkat dan martabat bangsa dengan mensejahterakan komunitas masyarakat lokal jika mampu dikelola dengan baik.Pariwisata Danau Uter yang memiliki keindahan alam yang sangat indah yang merupakan objek wisata unggulan di Kabupaten Maybrat.Untuk menjadikanKawasan Wisata Danau Uter sebagai Kawasan wisata yang terkenal dan diminati oleh wisatawan, kawasan tersebut harus memiliki suatu potensi yang dapat dijadikan daya tarik tersendiri Untuk memanfaatkan potensi yang ada dapat dilakukan dengan analisis lebih lanjut, salah satunya adalah analisis sarana dan prasarana di Kawasan wisata tersebut, khususnya di Kawasan Wisata Danau Uter Kabupaten Maybrat, harus dianalisis guna mengetahui bagaimana kondisi prasarana dan sarana yang ada yang nantinya akan dikembangkan dan pengembangannya disesuaikan kondisi fisik Kawasan dan keinginan wisatawan, sehingga dapat dikatan layak sebagai daerah tujuan wisata. Teknik analisis data dalam penelitian merupakan analisis kuantitatif menggunakan analisis statistik. Analisis statistik adalah cara untuk mengelola informasi data (kuantitatif) yang berhubungan dengan angka-angka, bagaimana mencari, mengumpul, mengelola data sehingga sampai menyajikan data dalam bentuk sederhana dan mudah untuk dibaca atau data yang diperoleh dapat dimaknai (diinterpretasikan). Tujuan penelitian ini, Mengidentifikasi prasarana dan sarana apa saja yang ada di Kawasan Wisata Danau Uter, Kecamatan Aitinyo, Kabupaten Maybrat, Provinsi Papua Barat dan Menganalisis kebutuhan sarana dan prasarana di Kawasan Wisata Danau Uter, Kecamatan Aitinyo, Kabupaten Maybrat, Provinsi Papua Barat.Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kondisi prasarana dan sarana yang ada dilokasi pariwisata Danau Uter masih sangat kurang memadai.Oleh sebab itu lebih memberikan perhatian terhadap kebutuhan prasarana dan sarana pariwisata yang ada di kawasan Danau Uter. Kata kunci :Prasarana Dan Sarana Pariwisata
ANALISIS KETERSEDIAAN PRASARANA DAN SARANA UNTUK OBJEK WISATA ( STUDI KASUS : KAWASAN WISATA PANTAI SULAMADAHA DI KOTA TERNATE)
Bian, Alvian Pratama Putra;
Waani, Judy O;
Poluan, R. J.
SPASIAL Vol 3, No 3 (2016)
Publisher : SPASIAL
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Indonesia memiliki banyak potensi sumber daya alam (SDA) yang dapat di jadikan sebagai destinasi pariwisata. Berbagai potensi sumber daya alam tersebut harus di kelola dengan baik sehingga dapat di jadikan sebagai daya tarik wisata serta sebagai suatu nilai jual terhadap potensi wisata suatu daerah. Namun dalam implementasinya terdapat bebagai kendala yang terjadi, salah satunya prasarana dan sarana yang kurang memadai. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan identifikasi kondisi prasarana dan sarana wisata pantai Sulamadaha serta mengetahui strategi untuk mengembangkan kawasan wisata Pantai Sulamadaha. Penelitian ini menganalisis tentang kawasan wisata Pantai Sulamadaha di Kota Ternate dengan menggunakan metode analisis model interaktifyaitu terdapat tiga proses yang belangsung secara interaktif, diantaranya : reduksi data, penyajian data dan vertifikasi data serta analisis SWOT. Hasil dari penelitian menunjukan pada kondisi eksisting secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwa kondisi prasarana dan sarana pada kawasan wisata Pantai Sulamadaha masih membutuhkan perbaikan dan penambahan fasilitas, dari 14 prasarana dan sarana wisata yang terdapat pada lokasi penelitian hanya 2 prasarana dan 2 sarana yang berpotensi untuk mendukung aktivitas wisata sedangkan 10 fasilitas prasarana dan sarana lainnya masih tergolong buruk sehingga perlu di perbaiki. Setelah melakukan analisis lebih lanjut dengan menggunakan analisis swot terdapat beberapa faktor diantaranya faktor kekuatan dengan jumlah 3.00 yang merupakan faktor dengan jumlah tertinggi, faktor kelemahan dengan jumlah 2.00, faktor peluang yang mendekati jumlah tinggi 2.40 serta faktor ancaman yang hampir mendekati jumlah yang tinggi 1.30 dan merupakan faktor yang sangat mengancam.Kata Kunci : Kawasan Wisata, Prasarana, Sarana, Pantai Sulamadaha
PARTISIPASI MASYARAKAT TERHADAP PENGEMBANGAN PARIWISATA PANTAI MAHEMBANG KECAMATAN KAKAS
Meray, Josie Geraldy;
Tilaar, Sonny;
Takumansang, Esli D
SPASIAL Vol 3, No 3 (2016)
Publisher : SPASIAL
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Pantai Mahembang Kecamatan Kakas sebagai bagian dari Kabupaten Minahasa yang memiliki daya tarik untuk dikembangkan sebagai daerah tujuan wisata baik untuk pasar wisata nusantara maupun mancanegara. Objek wisata ini mempunyai potensi yang sangat besar untuk di kembangkan yaitu seperti pesona alam pantai yang sangat indah dengan pasir putih dan tekstur alam yang berbukit-bukit.Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tanggapan masyarakat dalam pengembangan kawasan wisata Pantai Mahembang Kecamatan Kakas dan menganalisis bentuk-bentuk partisipasi masyarakat dalam pengembangan kawasan wisata Pantai Mahembang Kecamatan Kakas.Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif-kuantitatif dengan analisis deskriptif kualitatif. Adapun metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kuisioner, wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa karakteristik masyarakat mempengaruhi bentuk dan tingkatan partisipasi yang dilakukan masyarakat. Hal tersebut juga berkaitan dengan mata pencaharian dan tingkat pendidikan masyarakat, rendah tingginya pendidikan masyarakat akan mempengaruhi mata pencaharian masyarakat.Dan untuk tanggapan masyarakat dilihat dari skala peran serta masyarakat yang didukung oleh peran pemerintah desa dan wisatawan, masyarakat menanggapi secara positif tentang adanya pengembangan kawasan objek wisata Pantai Mahembang dan juga dapat meningkatkan perekonomian warga di sekitar lokasi wisata tersebut.Sedangkan bentuk-bentuk dan tingkatan partisipasi yang diberikan masyarakat dalam pengembangan kawasan wisata Pantai Mahembang Kecamatan Kakas meliputi : Partisipasi masyarakat dalam bentuk tenaga, buah pikiran, serta keterampilan dan kemahiran. Tingkatan partisipasi tersebut dapat dikategorikan dalam tingkat partisipasi insentif, inisiatif, dan interaktif.Kata Kunci :Partisipasi Masyarakat, Pariwisata, Pengembangan, Pariwisata Berkelanjutan, Pantai Mahembang.
POLA PERKEMBANGAN ZONA KAWASAN PENYANGGA TPA SUMOMPO MANADO DI TINJAU TERHADAP ASPEK SPASIAL DAN TATA LETAK BANGUNAN
Sunardi, Sigit Mauludi;
-, Sangkertadi;
Rondonuwu, Dwight M
SPASIAL Vol 3, No 3 (2016)
Publisher : SPASIAL
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
ABSTRAKKehadiran tempat pemrosesan akhir seringkali menimbulkan dilema. TPA dibutuhkan, tetapi sekaligus tidak diinginkan kehadirannya.Pemanfaatan lahan disekitar Zona Penyangga TPA sebagai permukiman berdampak buruk bagi kesehatan dan perilaku sosial masyarakat, pada TPA dengan Sistem Pengelolaan Lahan Urug Saniter (LUS) adalah sarana pengurugan sampah ke lingkungan yang disiapkan dan dioperasikan secara sistematik, dengan penyebaran dan pemadatan sampah pada area pengurugan, serta penutupan sampah setiap hari tidak di perbolehkan mendirikan Bangunan. Tujuan dari penelitian ini adalah Untuk Mengetahui Faktor yang mendorong terjadinya perubahan tersebut ditinjau dari aspek spasial dan tata letak bangunan disekitarnya. Dan Mengetahui Pola Perkembangan Zona Penyangga Kawasan TPA Sumompo Manado. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penginderaan jauh dengan menggunakan informasi Multi Temporal dan teknik overlay. Sehingga menemukan hasil bahwa Faktor yang mendorong terjadinya perubahan Fungsi Lahan di Kawasan Zona Penyangga TPA karena kurang pahamnya Masyarakat sekitar tentang larangan untuk tidak mendirikan Bangunan di sekitar Kawasan Penyangga. Berdasarkan PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM NO 20 TAHUN 2011 dan PERDA RTRW Kota Manado Tahun 2014 Mengenai batas Zona Penyangga Kawasan TPA yang harus di bebaskan dengan pembangunan atau Kegiatan huni-menghuni, dan Jika tidak ada Penaganan dari Pemerintah dan Kesadaran dari masyarakat itu sendiri, maka dalam jangka waktu 5 Tahun Kedepan pada Tahun 2020. Perkembangan Kawasan Zona Penyangga TPA Sumompo akan Menjadi Kawasan Permukiman dan Pengurangan Luasan RTH di Kawasan Zona Penyangga TPA yang seharusnya tidak di perbolehkan menjadi kawasan terbangun.Kata Kunci : Zona Penyangga TPA, Aspek Spasial dan Tata letak Bangunan
EVALUASI PENGGUNAAN LAHAN SEMPADAN SUNGAI SARIO DI KOTA MANADO
Rondonuwu, Dwight M;
Rengkung, Michael M;
Labora, Putra Rahman
SPASIAL Vol 3, No 3 (2016)
Publisher : SPASIAL
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Abstrak. Permasalahan pembangunan perkotaan semakin komplek. Salah satu masalah yang muncul adalah kebutuhan ruang tidak sebanding dengan ketersediaan ruang. Hal tersebut menyebabkan terjadinya konversi penggunaan lahan yang tidak sejalan dengan rencana tata ruang. Perkembangan penduduk yang cukup pesat serta adanya konversi lahan di wilayah Sungai Sario Kota Manado mengakibatkan intensitas penggunaan lahan yang semakin tinggi dan penyempitan aliran sungai di beberapa tempat. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kesesuaian antara penggunaan lahan saat ini dengan ketentuan pemanfaatan ruang sempadan Sungai Sario yang ditetapkan dalam Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Manado, maka perlu dilakukannya identifikasi letak bangunan dan karekteristik penggunaan lahan eksisting, serta menganalisis kesesuaian antara ketentuan pemanfaatan ruang sempadan sungai dengan kondisi letak bangunan dan penggunaan lahan eksisting. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan metode analisis sistem informasi geografi dan pengindraan jauh menggunakan bantuan perangkat lunak ESRI ArcGis. Dari hasil analisis berdasarkan kondisi eksisting diperoleh jumlah bangunan yang terdapat pada daerah sempadan Sungai Sario dengan lebar 5 meter adalah sebanyak 419 unit bangunan, sedangkan jumlah bangunan pada daerah sempadan dengan jarak 15 meter adalah sebanyak 724 unit. Adapun kesesuaian bangunan dan penggunaan lahan pada daerah sempadan Sungai Sario untuk jarak sempadan 5 meter di dominasi penggunaan lahan yang tidak sesuai yaitu 41597,33 m2 (68%) dengan 417 unit bangunan, dan penggunaan lahan yang sesuai sebesar 19234,05 m2 (32%) dengan 2 unit bangunan. Sedangkan sempadan 15 meter didominasi penggunaan lahan yang tidak sesuai yaitu sebesar 126998,01 m2 (69%), dengan 724 unit bangunan dan penggunaan lahan yang sesuai sebesar 58030,94m2 (31%).Kata Kunci : Evaluasi, Penggunaan Lahan, Sempadan Sungai
ADAPTASI MASYARAKAT BANTARAN SUNGAI TERHADAP BENCANA BANJIR DI KELURAHAN KOMO LUAR KOTA MANADO
Ajami, Frans Mitran;
Poli, Hanny;
Wuisang, Cynthia E V
SPASIAL Vol 3, No 3 (2016)
Publisher : SPASIAL
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Indonesia memiliki karakteristik geografis dan geologis yang sangat rentan terhadap perubahan iklim. Hal tersebut karena Indonesia merupakan Negara Kepulauan dengan daerah pantai yang luas dan sebagian besar populasi penduduk bertempat tinggal dikawasan pesisir pantai maupun daerah bantaran sungai. Kota Manado sebagai Ibu Kota Provinsi Sulawesi Utara dengan karakteristik wilayah yang dataran tinggi dan dataran rendah yang rentan terhadap bencana seperti banjir dan lain-lain. BPPD Kota Manado mencatat bencana terbesar di Kota Manado yang pernah tercatat sejak 169 tahun adalah banjir dan tanah longsor pada tanggal 15 Januari 2014. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui penyebab banjir yang di hadapi masyarakat, mengkaji adaptasi masyarakat bantaran sungai terhadap bencana banjir berdasarkan karakteristik sosial-ekonomi dan prilaku masyarakat , dan mengkaji adaptasi masyarakat di Kelurahan Komo Luar Kota Manado. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif menggunakanmetode survey dengan rancangan study kasus. Populasi dalam penelitian ini adalah 184 KK di Kelurahan Komo Luar Kota Manado yang terkena dampak dengan kriteria tinggi banjir tertinggi 3-4 meter, dan sampel dalam penelitian ini 64 responden dengan menggunakan metode purosive sampling di Kelurahan Komo Luar Kota Manado. Hasil penelitian ditemukan strategi adaptasi yang dilakukan masyarakat adalah menentukan rute eveakuasi sendiri yakni rumah mereka dan masjid, sampai saat ini alat evakuasi masih sederhana yang tersedia di masing-masing rumah warga, petugas pertolongan pertama tidak ada hingga kini petugas pertolongan pertama adalah masyarakat itu sendiri dengan saling membantu dalam pengurangan dampak dari resiko bencana bajir.Kesimpulan :Banjir di Kelurahan Komo Luar di sebabkan oleh faktor alam dan prilaku masyarakat, responden, strategi adaptasi yang dilakukan masyarakat dalam hal ini cukup baik dalam meminimalkan dampak resiko bencana banjir.Kata kunci :Adaptasi, Masyarakat Bantaran Sungai, dan Bencana Banjir
PEMBANGUNAN PRASARANA DAN SARANA BERBASIS MASYARAKAT DI KELURAHAN PASIR PANJANG KECAMATAN LEMBEH SELATAN KOTA BITUNG
Djosari, Ayuningsih;
Tungka, Aristotulus E.;
Lahamendu, Verry
SPASIAL Vol 3, No 3 (2016)
Publisher : SPASIAL
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Seiring dengan pertumbuhan penduduk perkotaan yang amat pesat di kota Bitung, pada umumnya melampaui kemampuan penyediaan sarana dan prasarana perkotaan. Pulau lembeh merupakan pulau yang berada di kota Bitung, memiliki 7 Kelurahan yang salah satunya yaitu kelurahan Pasir Panjang. Era otonomi daerah sebagai implikasi dari berlakunya UU No. 32 tahun 2004, memberikan peluang bagi setiap Pemerintah Kabupaten/Kota untuk merencanakan dan mengelola pembangunan daerahnya sendiri, serta tuntutan bagi partisipasi aktif masyarakat dalam proses pembangunan dan perencanaan, pelaksanaan, monitoring serta evaluasi. Masyarakat sebagai komponen utama dalam pembangunan prasarana dan sarana berbasis masyarakat mempunyai peranan penting dalam menunjang pembangunan infrastruktur daerah yang ditujukan untuk mengembangkan potensi lokal yang bersumber dari alam, sosial budaya ataupun ekonomi masyarakat.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mengkaji ketersediaan Prasarana dan Sarana yang berbasis Masyarakat serta mengetahui tingkat partisipasi masyarakat dalam setiap pembangunan dan Peran Pemerintah dalam mewujudkan Prasarana dan Sarana yang berkelanjutan.Metode Pengumpulan data menggunakan metode observasi secara langsung,wawancara dan dokumen data serta dokumen dari berbagai laporan yang berhubungan dengan permasalahan penelitian. Hasil penelitian menujukan bahwa di kelurahan Pasir Panjang Prasarana dan Sarana sudah cukup memadai. Pembangunan berbasis masyarakatpun telah diterapkan dan didukung penuh masyarakat dalam pelaksanaan maupun pemeliharaannya. Meskipun masih ada Prasarana umum yang sudah mulai rusak seperti Jarigan Drainase dan Sanitasi Umum. Masyarakat kelurahan Pasir Panjang begitu memiliki rasa Partisipatif yang tinggi dilihat dari peran serta mereka dalam setiap pebangunan Prasarana Dan Sarana Permukiman yang Berbasis Masyarakat dan Berkelanjutan. Kata Kunci : Partisipasi Masyarakat, Prasarana dan Sarana berbasis Masyarakat,Kota Bitung