cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
SPASIAL
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 440 Documents
EVALUASI KAWASAN RESAPAN AIR DI KOTA MANADO Tendean, Susi Cinthya; Rogi, Octavianus; Kumurur, Veronica
SPASIAL Vol 4, No 3 (2017)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pesatnya pembangunan Kota Manado, mengakibatkan alihfungsi lahan, terutama lahan lindung menjadi lahan budidaya. Jumlah penduduk yang meningkat setiap tahun, mengakibatkan pemintaan akan lahan permukiman semakin meningkat di Kota Manado, padahal wilayah Kota Manado hanya memiliki 15% lahan datar dari luas wilayah kota secara keseluruhan.  Maka, perkembangan lahan permukiman mulai merambah wilayah kawasan lindung seperti kawasan resapan air. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi perubahan penggunaan lahan yang terjadi di Kota Manado dan mengkaji perubahan-perubahan yang terjadi khususnya pada Kawasan  Resapan Air yang telah di tetapkan RTRW Kota Manado 2014-2034. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskritif analitis, dan analisis data menggunakan  ArcGIS. Hasil penelitian diperoleh bahwa perubahan kawasan resapan air periode tahun 2006-2017 adalah  5,31%  dari total luas kawasan resapan air di wilayah Kota Manado, di mana  lahan kawasan resapan air berubah menjadi kawasan permukiman dan komersial. Kata Kunci : Kawasan Resapan Air, Kota Manado
EVALUASI KESESUAIAN LAHAN INDUSTRI DI KELURAHAN GIRIAN BAWAH, KECAMATAN GIRIAN, KOTA BITUNG Seridity, Mieke Nicoline; Tarore, Raymond Ch; Karongkong, Hendriek
SPASIAL Vol 3, No 3 (2016)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lahan merupakan sumber daya yang terbatas dan tidak dapat diperbaharui, sedangkan jumlah manusia yang membutuhkan lahan untuk aktivitasnya terus meningkat dari waktu ke waktu. Terkonsentrasinya aktivitas manusia untuk berbagai kegiatan pada suatu kawasan dikarenakan sebagian besar kehidupan manusia tergantung pada lahan yang dapat dipakai sebagai sumber penghidupan. Salah satunya dengan penmanfaatan lahan sebagai kawasan industri. Pembangunan industri didaerah perkotaan menimbulkan permasalahan baru bagi daerah perkotaan terutama untuk penggunaan lahan yakni terjadinya perubahan penggunaan lahan yang tidak sesuai dengan peruntukan. Oleh karena itu untuk mengantisipasi terjadinya penyimpangan penggunaan lahan kedepannya maka perlu diidentifkasi kondisi eksisting penggunaan lahan dan menganalisis kesesuaian lahan industri yang ada di Kelurahan Girian Bawah.  Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Metode analisis data yang digunakan adalah teknik analisis Overlay dengan memanfaatkan software ArcGis. Dari hasil analisis diperoleh 3 proses analisis overlay yakni 1). Analisis kesesuaian ahan industri berdasarkan Kondisi Eksisting dan Rencana Pola Ruang RTRW Kelurahan Girian Bawah diperoleh bahwa letak bangunan industri besar yang masih dalam peruntukan kawasan budidaya khususnya kawasan industri; 2). Analisis Kesesuaian Lahan Industri Berdasarkan Permenperin No. 35 Tahun 2010 diperoleh lahan sebesar 66 Ha dikatakan sesuai sebagai kawasan industri sedangkan sebesar 8 Ha dikatakan tidak sesuai sebagai kawasan industri; 3) Analisis Kesesuaian Lahan Industri berdasarkan kondisi eksisting, Rencana Pola Ruang RTRW, serta Permenperin No.35 tahun 2010 diperoleh bahwa sebesar 26 Ha dikatakan sessuai sebagai kawasan industri dan 48 Ha dikatakan tidak sesuai sebagai kawasan industri. Dengan hasil akhir bahwa Kelurahan Girian Bawah disimpulkan sesuai sebagai kawasan industri. Kata Kunci : Penggunaan Lahan, Kawasan Industri, Sistem Informasi Geografis (SIG), Kelurahan Girian Bawah.
KOMPARASI STRUKTUR RUANG KOTA TOMOHON DAN KOTA KOTAMOBAGU BERDASARKAN DISTRIBUSI DAN PROFIL DENSITAS P, Norlyvia Jaya Toding; Rogi, Octavianus H.A; Tarore, Raymond Ch
SPASIAL Vol 4, No 2 (2017)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Struktur ruang merupakan bagian dari organisasi keruangan sebuah kota dan mencirikan penggunaan lahan tertentu di kota. Faktor-faktor pembentuk pola dan struktur keruangan suatu kota bervariasi dari waktu ke waktu, terutama kota-kota di Indonesia terkait dengan perkembangan sejarahnya.Struktur ruang perkotaan  menurut Alain Bertaud dapat didefinisikan dan dibandingkan dengan menggunakan 3 indikator,yaitu  distribusi densitas, profil densitas dan pola perjalanan sehari-hari. Kota Tomohon dan Kota Kotamobagu adalah kota yang terletak di Sulawesi Utara dengan latar belakang sejarah perkembangan kota yang hampir sama. Meskipun sejarah perkembangan kotanya hampir sama akan tetapi memiki karakteristik wilayah yang berbeda. Karena adanya karakteristik yang berbeda diduga ada perbedaan pola struktur ruang yang terjadi.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan membandingkan struktur ruang Kota Tomohon dan Kota Kotamobagu terkait indikator distribusi dan profil densitas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metoden analisis deskriptif untuk mengolah dan menafsirkan data yang diperoleh dan metode analisis komparatif untuk melihat perbandingan yang ada. Berdasarkan hasil studi, 1Hasil analisis distribusi densitas dan profil densitas,struktur ruang Kota Tomohon cenderung Polisentris sedangkan Kota Kotamobagu cenderung Monosentris.2 Kota Kotamobagu distribusi densitasnya berpusat pada satu zona dan saling menghimpit satu sama lain sehingga membentuk pola struktur ruang yang kompak sementara kota Tomohon distribusi densitasnya membentuk pola clustered/ berkelompok-kelompok dan menyebar/acak. Berdasarkan profil densitas,pengaruh  jarak menuju pusat kota tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kepadatan penduduk di kedua kota.Kata Kunci : Struktur Ruang, Distribusi Kepadatan, Profil Kepadatan, Kota Tomohon, Kota Kotamobagu
TINGKAT KETANGGUHAN DAN KETAHANAN KOTA MANADO TERHADAP BENCANA Watung, Christania Hana Teresa
SPASIAL Vol 5, No 1 (2018)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penerapan resilient city sangat penting mengingat posisi kebanyakan kota-kota di Indonesia yang tidak terlepas dari berbagai jenis ancaman bencana alam dan bencana akibat perilaku manusia didalamnya. Kota Manado menurut Indeks Resiko Bencana Indonesia oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengidentifikasikan tingkat kerawanan Kota Manado terhadap bencana membaik dari skala “tinggi” di tahun 2011 menjadi skala “sedang” di tahun 2013. Isu strategis terkait dengan bencana di Manado dan sekitarnya adalah keberadaan multi risiko bencana (banjir, longsor, tsunami, gempa bumi, dan erupsi gunung api) merupakan suatu kenyataan yang menegaskan kondisi kerentanan wilayah ini, yang membutuhkan upaya penanggulangan yang terintegrasi dan sistemik. Tujuan dalam penelitian ini adalah mengidentifikasi sebaran daerah-daerah rawan bencana banjir, gunung api, tsunami, gempa bumi dan longsor di Kota Manado dan mengukur tingkat ketangguhan dan ketahanan Kota Manado terhadap bencana banjir, erupsi gunung api, tsunami, gempa bumi dan longsor melalui kriteria Penilaian ketangguhan dan ketahanan Kota. Penelitian ini berlokasi di Kota Manado. Metode yang digunakan adalah metode analisis spasial dan analisis deskriptif untuk menghasilkan peta-peta serta informasi landasan penilaian tingkat ketangguhan dan ketahanan Kota Manado terhadap bencana. Hasil analisis menunjukan dari 9 kriteria didalamnya yang memiliki capaian tertinggi adalah kriteria fasilitas pelayanan publik, diikuti dengan kriteria kesiapsiagaan stakeholder, perencanaan dan perizinan, tata ruang, kelembagaan dan anggaran kemampuan dasar stakeholder, sosial ekonomi, penelitian, teknologi dan ekosistem serta kriteria infrastruktur yang memiliki capaian paling rendah.Kata Kunci : Kota Tangguh, Ketahanan, Bencana, Kota Manado
HUBUNGAN KAMPUS UNIVERSITAS NEGERI MANADO DENGAN TATA RUANG KAWASAN SEKITARNYA Tulangow, Pingkan K; Rogi, Octavianus H. A.; Sela, Rieneke L. E.
SPASIAL Vol 3, No 3 (2016)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kampus merupakan sarana untuk mendapat ilmu bagi masyarakat. Universitas Negeri Manado merupakan universitas negeri yang berada di Kecamatan Tondano Selatan Kabupaten Minahasa. Universitas Negeri Manado (UNIMA) terus mengalami perkembangan setiap tahunnya.Kawasan sekitar kampus UNIMA mengalami perubahan tata ruang beberapa tahun terakhir. Fenomena perubahan tata ruang tersebut, memiliki hubungan yang signifikan dengan keberadaan kampus UNIMA.  Tujuan Penelitian ini adalah mengetahuihubungan Kampus UNIMA dengantata ruang dikawasan sekitarnya.Pengumpulan data melalui studi instansional, observasi, wawancara, kuisioner, perhitungan interpolasi dan ekstrapolasi.Penentuan responden, menggunakan teknik purposive sampling.Penelitian ini menggunakan dua metode yaitu metode statistik korelasi untuk menganalisis hubungan perkembanan kampus UNIMA dan perubahan tata ruang kawasan sekitrnya sebagai metode utama dan metode deskriptif kualitatif untuk menganalisis persepasi masyarakat tentang hubungan kampus UNIMA dan tata ruang kawasan sekitrnya sebagai metode pembanding. Hasil dari penelitian ini adalah 73,3% variabel tata ruang memiliki hubungan yang signifikan dengan Kampus UNIMA dan 26,7% variabel tata ruang memiliki hubungan yang tidak signifikan namun cukup erat dengan Kampus UNIMA. Persepsi masyarakat menunjukan 96,7% responden berpendapat  bahwa  hubungan keberadaan kampus UNIMA dengan tata ruang kawasan sekitarnya dikategorikan tinggi.Sehingga Kampus UNIMA dengan tata ruang kawasan sekitarnya pada 5 tahun terakhir memiliki hubungan yang signifikan. Kata Kunci          : Hubungan, Tata Ruang, Kampus UNIMA
PERUBAHAN PEMANFAATAN LAHAN DI KAWASAN STRATEGIS TUMBUH CEPAT KAPITU – TEEP KABUPATEN MINAHASA SELATAN Mirah, Edbert M; Mononimbar, Windy; Tilaar, Sonny
SPASIAL Vol 4, No 1 (2017)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabupaten Minahasa Selatan terbentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2003 tentang Pembentukan Kabupaten Minahasa Selatan dan Kota Tomohon di Provinsi Sulawesi Utara. Ibu kota Kabupaten Minahasa Selatan adalah Kota Amurang yang berjarak ± 64 km dari Kota Manado.  Secara geografis Kabupaten Minahasa Selatan terletak di antara 00,47’ – 10,24’ Lintang Utara dan 1240,18’ – 124,045’ Bujur Timur. Sesuai  RTRW Kabupaten Minahasa Selatan wilayah Desa Kapitu - Teep diperuntukkan sebagai kawasan strategis dari sudut kepentingan ekonomi dan Sub-Pusat Pemerintahan sehingga diasumsikan banyak terjadi perubahan pemanfaatan lahan dikawasan tersebut.Wilayah Desa Kapitu – Teep merupakan bagian kawasan strategis yang telah berkembang atau potensial untuk dikembangkan karena memiliki keunggulan sumber daya dan  geografis yang dapat menggerakkan pertumbuhan ekonomi wilayah sekitarnya. Hal ini  mengakibatkan banyaknya penduduk pendatang yang bermukim dan tentu saja membutuhkan tempat tinggal untuk kelangsungan hidupnya. Sehingga alih fungsi lahan terus terjadi, diduga sebagaian besar lahan perkebunan dan pertanian yang sebelumnya mendominasi telah dikonversi menjadi perumahan dan fasilitas umum. Desa Kapitu-Teep menjadi salah satu daerah yang perlu dikaji mengenai perubahan lahannya. Terutama yang terjadi sejak tahun 2003 sampai tahun 2016 dimana diasumsikan perubahan pemanfaatan lahan yang terjadi begitu pesat. Adapun perumusan masalah yang akan dibahas adalah : Bagaimana Perubahan pemanfaatan lahan yang terjadi di kawasan strategis tumbuh cepat Kapitu – Teep? dan Apa Faktor – faktor pendorong perubahan pemanfaatan lahan?. Adapun manfaat hasil studi ini Memberikan rekomendasi dan pertimbangan bagi pemerintah dalam mengembangan Kawasan Tumbuh Cepat Kapitu-Teep, Dapat dijadikan sebagai bahan  pertimbangan atau dikembangkan lebih lanjut, serta referensi terhadap penelitian yang sejenis, Memberikan informasi kepada masyarakat mengenai perubahan pemanfaatan lahan yang terjadi di Kapitu-Teep. Berdasarkan hasil studi dapat ditarik kesimpulan perubahan pemanfaatan lahan yang terjadi begitu pesat dalam kurun waktu 15 tahun terakhir dan ada 5 faktor pendorong terjadinya perubahan pemanfaatan lahan. Kata    Kunci :           Pemanfaatan Lahan, Faktor Pendorong,          Kawasan Strategis Cepat Tumbuh
STRATEGI PENGEMBANGAN KAWASAN EKOWISATA DI PULAU LEMBEH (STUDI KASUS : KELURAHAN PAUDEAN, KELURAHAN PASIR PANJANG DAN KELURAHAN DORBOLAANG) Pratiwi, Ayansari Dina; Tungka, Aristotulus E; Lahamendu, Verry
SPASIAL Vol 4, No 3 (2017)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam Peraturan Daerah Kota Bitung Nomor 11 Tahun 2013 tentang RTRW Kota Bitung Tahun 2013-2033 khususnya pasal 41 huruf a dan c menyatakan bahwa Kawasan suaka alam dan cagar budaya Kota Bitung meliputi kawasan Suaka Alam Laut Selat Lembeh dan kawasan pantai berhutan bakau di Kelurahan Lirang, Kelurahan Pintukota, Kelurahan Paudean, Kelurahan Dorbolaang, dan Kelurahan Pasir Panjang di Pulau Lembeh. Pemerintah Kota Bitung tidak hanya melihat potensi Pulau Lembeh sebagai kawasan lindung, tetapi juga berpotensi dibidang pariwisata yang tetap dalam konteks tidak merusak keberadaan kawasan lindung tersebut, sehingga jenis wisata yang cocok dikembangkan adalah ekowisata. Ekowisata adalah suatu konsep pengembangan pariwisata berkelanjutan yang bertujuan untuk mendukung upaya-upaya pelestarian lingkungan (alam dan budaya) dan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sehingga memberikan manfaat ekonomi kepada masyarakat dan pemerintah setempat. Wisata ini terletak pada beberapa tempat di Pulau Lembeh, salah satunya terdapat di Kelurahan Pasir Panjang Kecamatan Lembeh Selatan. Dalam penelitian ini, metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan analisis statistik deskriptif, serta tujuan penelitian yaitu mengidentifikasi potensi-potensi pengembangan kawasan ekowisata dan menganalis strategi pengembangannya di Kelurahan Paudean, Kelurahan Dorbolaang dan Kelurahan Pasir Panjang dengan menggunakan Analisis Daerah Operasi-Obyek Daya Tarik Wisata Alam (ADO-ODTWA) dan analisis berdasarkan hasil kuesioner dengan dua pendekatan yaitu pendekatan lingkungan dan pendekatan partisipasi dan pemberdayaan. Kemudian dalam menganalisis strategi pengembangannya digunakan analisis strategi berdasarkan kebijakan-kebijakan pemerintah khususnya Pemerintah Kota Bitung dan analisis SWOT. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi lapangan, melakukan wawancara, kuesioner dan telaah pustaka. Hasil analisis penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan para pemangku kepentingan dalam mengembangkan kawasan ekowisata pada lokasi penelitian.Kata Kunci: Ekowisata, Strategi Pengembangan, Pulau Lembeh 
PENGARUH LAYANAN TERMINAL BOLU DI KECAMATAN TALLUNGLIPU TERHADAP PERTUMBUHANWILAYAH KABUPATEN TORAJA UTARA Konda, Vemelia; -, Suryono -; Gosal, Pierre H
SPASIAL Vol 4, No 1 (2017)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabupaten Toraja Utara merupakan kabupaten pemekaran yang sedang berkembang baik dari tingkat perekonomian maupun jumlah penduduk. Kabupaten Toraja Utara memiliki potensi daerah di beberapa sektor antara lain, sektor pertanian, dan sektor pariwisata. Dalam pengelolaan sektor tersebut khususnya produksi dari setiap sektor, mobilitas (perpindahan) faktor produksi sangatlah penting. Pengangkutan hasil produksi ke daerah konsumsi (pasar) dan untuk mengekspor dari suatu wilayah ke wilayah lain diperlukan tersedianya fasilitas dan pelayanan transportasi didukung oleh prasarana transportasi yang memadai , diantaranya adalah angkutan umum dan terminal. Kabupaten Toraja Utara hanya terdapat satu terminal sebagai prasarana dalam mendukung sistem transportasinya.  Terminal di Kabupaten Toraja Utara terdiri atas terminal tipe C yaitu Terminal Bolu yang berada di Kecamatan Tallunglipu. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi kinerja pelayanan Terminal Bolu di Kecamatan Tallunglipu dan mengetahui pengaruh layanan Terminal Bolu terhadap Pertumbuhan Wilayah Kabupaten Toraja Utara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode gabungan antara kualitatif dan kuantitatif dengan pendekatan Importance-Performance Analysis (IPA), Customer Satisfaction Indeks (CSI) dan analisis spasial. Berdasarkan hasil penelitian ini, 1menurut responden kinerja layanan Terminal Bolu cukup puas dan ketersediaan standar pelayanan terminal tipe C (Permenhub RI No. 40 Tahun 2015) di Terminal Bolu belum terpenuhi, 2 layanan Terminal Bolu berpengaruh terhadap Pertumbuhan Wilayah Kabupaten Toraja Utara, yaitu penggunaan lahan, biaya perjalanan, nilai lahan dan Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Toraja Utara.   Kata Kunci          : Layanan, Terminal, Pertumbuhan Wilayah
ANALISIS PENGEMBANGAN PARIWISATA DI KECAMATAN LEMBEH SELATAN Harun, Ramadhan; Wuisang, Cynthya E.V; Lakat, Ricky
SPASIAL Vol 4, No 3 (2017)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Strategi pengembangan yang dilakukan pemerintah kota Bitung belum mampu memberi kemajuan yang signifikan dalam mengoptimalkan potensi pariwiata yang ada di Pulau Lembeh, sehingga untuk mengoptimalkan serta meningkatkan kunjungan wisatawan diperlukan perencanaan dalam upaya untuk mengembangkan sektor pariwisata yang belum di kembangkan di Pulau Lembeh Kecamatan Lembeh Selatan terlebih khusus di kelurahan Pasir Panjang dan Kelurahan Dorbolaang, dimana perencanaan ini dijaring melalui kondisi eksisting, persepsi wisatawan, masyarakat local dan pemangku kepentingan yang terkait dalam hal ini pemerintah kota Bitung. Oleh karena itu dilakukan penelitian yang bertujuan 1.Mengetahui objek wisata yang berpotensi untuk dikembangkan di kelurahan Pasir Panjang dan Dorbolaang 2.Merencanakan strategi pengembangan objek wisata di kelurahan Pasir Panjang dan kelurahan Dorbolaang. Metode yang dilakukan dalam penelitian yaitu analisis deskriptif kuantitatif dan analisis distribusi frekuensi. Hasil penelitian terdapat 8 objek wisata yang berpotensi untuk dikembangkan dan pengembangan pada 8 objek wisata yaitu pada aksesibilitas dan infrastruktur berupa sirkulasi dan transportasi, pengadaan jaringan listrik, jaringan air bersih, jaringan telekomunikasi, dan pembuatan dermaga-dermaga tambatan perahu pengunjung disetiap objek wisata, perencanaan pembangunan tempat menginap seperti hotel atau penginapan dan restoran di setiap objek wisata dan peningkatan kerja sama antar pengelola objek wisata dengan organisasi local dan organisasi pemerintah dalam hal promosi objek wisata yang ada.Kata Kunci: Potensi Objek Wisata, Strategi Pengembangan, Pariwisata.
KEBUTUHAN PRASARANA DAN SARANA UNTUK PENGEMBANGAN KAWASAN AGROPOLITAN MODAYAG DI KABUPATEN BOLAANG MONGONDOW TIMUR Padmini, Ni Luh Ratih; Wuisang, Cynthia E.V; Supardjo, Suryadi
SPASIAL Vol 3, No 3 (2016)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Agropolitan adalah kota pertanian yang tumbuh dan berkembang yang mampu memacu berkembangnya sistem dan usaha agribisnis sehingga dapat melayani, mendorong, menarik, menghela kegiatan pembangunan pertanian (agribisnis) di wilayah sekitarnya. Kawasan agropolitan terdiri dari kota pertanian dan desa-desa sentra produksi pertanian yang ada di sekitarnya, dengan batasan yang tidak ditentukan oleh batasan administrasi pemerintahan, tetapi lebih ditentukan dengan memperhatikan skala ekonomi yang ada. Dengan kata lain kawasan agropolitan adalah kawasan agribisnis yang memiliki fasilitas perkotaan.  Kecamatan Modayag dengan luas ± 219,019 Km2 dan Kecamatan Modayag Barat ± 94,129 Km2merupakan kawasan yang memilikipotensi pertanian sehingga layak dikelola, dikembangkan, berorientas lingkungan dan berswasembada pangan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kondisi prasarana dan sarana di Kecamatan Modayag sudah memenuhi syarat sebagai Kawasan Agropolitan.Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif Kuantitatif.Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi lapangan, wawancara terhadap petani dan instansi terkait.Data diolah dan dianalisis menggunakan Analisis Deskriptif Kuantitatif.Hasil penelitian menunjukkan potensi komoditas unggulan, khususnya tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, peternakan, dan perikanan darat yang hasilnya bervariasi dari tahun 2008-2012.Dari hasil analisis di peroleh nilai      LQ > 1.  Pemilihan alternatif  diprioritaskan untuk pengembangan infrastruktur kawasan agropolitan adalah meningkatkan infrastruktur penunjang berbasis komoditi unggulan misalnya peningkatan prasarana dan sarana pertanian, meningkatkan pengembangan fasiitas pengolahan dan pasca panen, meningkatkan pengembangan fasilitas pemasaran untuk memanfaatkan peluang ekspor, peningkatan fasilitas produksi berupa terminal, pasar tradisional, dan pasarikan di kawasan agropolitan Modayag.   Kata Kunci : Komoditas unggulan, Prasarana dan Sarana Penunjang Kawasan Agropolitan.