cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
SPASIAL
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 440 Documents
RESPON MASYARAKAT DI KAWASAN PERMUKIMAN PADAT MENURUT TINGKAT KERAWANAN BANJIR DI KECAMATAN WENANG KOTA MANADO Suneth, Rizaldy Alfan; Waani, Judy O; Tungka, Aristotulus E
SPASIAL Vol 7, No 3 (2020)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk menganalisis tingkat kerawanan banjir serta ingin mengetahui strategy coping yang dilakukan masyarakat yang berada di kawasan permukiman padat menurut tingkat kerawanan banjir di Kecamatan Wenang. Penelitian ini bersifat deskriptif kuantitatif menggunakan metode overlay dan scoring antara parameter-parameter yang ada, di mana setiap parameter dilakukan proses scoring dengan pemberian bobot serta nilai yang sesuai dengan pengklasifikasinya masing-masing, yang nantinya akan dilakukan overlay menggunakan software ArcGIS. Penggunaan software ini memanfaatkan Sistem Informasi Geografis (SIG) yang dapat menjelaskan dan mempresentasikan objek di wilayah rawan banjir dalam bentuk digital. Berdasarkan hasil yang didapatkan bahwa tingkat kerawanan banjir yang paling tinggi berada di Kelurahan Komo Luar, dibandingkan Kelurahan Istiqlal. Dengan masing-masing presentase responden di Kelurahan Komo Luar melakukan penanggulangan aktif pada waktu setelah terjadinya bencana sebesar 69% dan 54% responden melakukan penanggulangan defensif pada waktu sebelum terjadiya bencana. Kemudian, responden di Kelurahan Istiqlal yang melakukan penanggulangan aktif pada waktu setelah terjadinya bencana sebesar 75%, 59% responden melakukan penanggulangan defensif pada waktu sebelum terjadinya bencana serta beberapa responden melakukan penghindaran pada waktu setelah terjadinya bencana dengan presentase 8%.Kata Kunci: Bencana Banjir, Tingkat Kearawanan, Strategy Coping
ANALISIS WILAYAH TERDAMPAK BANJIR DI DAS TONDANO KOTA MANADO Regar, Glandy Marcelino; Tondobala, Linda; Moniaga, Ingerid
SPASIAL Vol 7, No 3 (2020)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Manado secara geografi terletak pada bagian utara pulau Sulawesi merupakan daerah yang rentan bencana, seperti tragedi bencana banjir pada awal Tahun 2014 yang telah melanda sebagian besar Provinsi Sulawesi Utara. Banyak kerugian besar bagi masyarakat, salah satu kerugian yang diakibatkan banjir berdampak pada prasarana dan sarana yang ada . Wilayah kota Manado yang paling rentan terkena bencana banjir terletak di daerah aliran sungai karena di wilayah tersebut memiliki kontur landai atau datar sehingga ketika terjadi hujan yang intensitas yang tinggi sungai langsung meluap ke daerah sekitar dan mebanjiri daerah tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat deskriptif kuantitatif dan kualitatif  yang di dalamnya mencakup analisis spasial untuk menentukan wilayah  serta prasarana dan sarana terdampak banjir di sepanjang daerah aliran sungai Tondano  di Kota Manado. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi dan menganalisis kondisi,prasarana dan sarana di wilayah  yang  terdampak banjir di daerah aliran sungai Tondano di Kota Manado dengan Sistem Informasi Geografis (SIG) sehingga dapat diperoleh hasil  kondisi wilayah terdampak banjir pada daerah aliran sungai Tondano di Kota Manado beserta prasarana dan sarana yang terdampak.Kata Kunci: Prasarana dan Sarana, Banjir, Wilayah Terdampak Banjir, DAS Tondano
KAJIAN KARAKTERISTIK MORFOLOGI PULAU LEMBEH UNTUK PENGEMBANGAN EKOWISATA Awalyah, Ria Rezky; Tondobala, Linda; Suparjo, Suriyadi
SPASIAL Vol 8, No 2 (2021)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ekowisata yaitu suatu kegiatanobervasiwisata alam menuju ke daerah yang bertanggung jawab  untuk membudidayakan unsur pendidikan,pemahaman, dan dukungan terhadap usaha konservasi sumber daya alam(SDA) dan juga guna untuk peningkatan pendapatan masyarakat lokal.. Sulawesi Utara memiliki potensi kawasan yang sangat besar sehingga wisatawan dapat dengan mudah menikmati keindahan kawasan wisata tersebut, Karakteristik yang unik sehingga menawarkan keindahan alam yang dapat dinikmati oleh para wisatawan Keunikan bentukan morfologi seringkali menjadi bentukan alam yang memiliki nilai wisata pengembangannya, kepariwisataan dikelola dan dikembangkan melalui prinsip ekowisata. Sumber data didapat melalui observasi dan analisis SWOT. Dari hasil penelitian diketahui bahwa potensi morfologi Pulau Lembeh yang dapat dikembangkan menjadi kawasan kegiatan ekowisata yaitu Pantai Kahona,Hutan Mangrove Pintu Kota dan Pantai Kareko. Dengan pertimbangan tersebut yaitu kekuatan dan peluang pada sumberdaya memberikan strategi khusus terhadap bentuk pemanfaatan sebagai kawasan ekowisata yakni dengan dilakukan strategi agresif – SO (Kekuatan dan Peluang) yang menciptakan starategi dengan mempertimbangkan kekuatan untuk memanfaatkan peluang.Kata Kunci: ekowisata, morfologi,SWOT
IDENTIFIKASI TINGKAT KERAWANAN BENCANA LONGSOR DI KECAMATAN KAWANGKOAN UTARA, KABUPATEN MINAHASA Umaternate, Adhitya N; Tarore, Raymond Ch; Karongkong, Hendriek H
SPASIAL Vol 8, No 1 (2021)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia merupakan negara yang rawan terhadap bencana alam. Salah satu faktornya karena wilayah Indonesia terletak di garis khatulistiwa sehingga menjadikan Indonesia beriklim tropis yang memiliki curah hujan tinggi. Perubahan iklim dan cuaca yang tidak menentu dapat menyebabkan bencana sangat mudah terjadi. Khususnya bencana longsor terjadi akibat curah hujan yang tinggi. Kawangkoan Utara adalah salah satu kecamatan di Kabupaten Minahasa, Provinsi Sulawesi Utara. Ibukota Kecamatan Kawangkoan Utara adalah Kiawa Dua Timur, berjarak sekitar 26 km dari Tondano, ibukota Kabupaten Minahasa. Dengan menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan analisis spasial dengan bantuan alat analisis GIS (Geography Information system) dan analisis skoring. Proses overlay menggabungkan peta digital beserta data-data empat peta parameter yang digunakan memiliki hasil yaitu Kecamatan Kawangkoan Utara memiliki tingkat kerawanan longsor yang tinggi dengan seluas 1018,822 Ha atau 63% dari luas total wilayah.Kata Kunci: Rawan longsor, Bencana,Geography Information system.
EVALUASI KETERSEDIAAN PRASARANA DAN SARANA PARIWISATA DI KAWASAN WISATA PANTAI BUNGA INDAH DESA KUHANGA Asmudrono, Rani Karenina; Tilaar, Sonny; Suryono, Suryono
SPASIAL Vol 8, No 1 (2021)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pantai..Bunga Indah Desa Kuhanga merupakan salah satu objek wisata alam di Sulawesi Utara tepatnya di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara Kecamatan Bintauna yang mempunyai karakteristik wisata alam tersendiri, akan tetapi pesona keindahan wisata yang ada di Pantai Bunga Indah Desa Kuhanga  masih belum cukup memaksimalkan fungsi lokasi wisata tersebut, akibat sarana dan prasarana yang belum maksimal ketersediaan dan kegunaannya. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengidentifikasi kondisi prasarana dan sarana wisata kemudian mengevaluasi tingkat ketersediaan prasarana dan sarana wisata yang ada di Pantai Bunga Indah Desa Kuhanga. Penelitian ini dilakukan dengan cara mengumpulkan data sekunder seperti survey  instansional, dan data primer dibutuhkan untuk menyempurnakan data sekunder dengan observasi dan membagikan kuesioner ke pihak-pihak yang terkait, tahap berikutnya untuk mengetahui karakteristik prasarana dan sarana yang ada di lokasi wisata Pantai Bunga Indah Desa Kuhanga dengan menggunakan analisis deskriptif kuantitatif  kemudian dilanjutkan dengan analisis skala likert untuk melihat tingkat ketersediaan prasarana dan sarana wisata. Setelah dilakukan analisis dan diketahui hasil untuk  ketersediaan jaringan Internet adalah 94,4%, jalan yaitu 84%, listrik 78,8% , air bersih 30,8% , pos keamanan 89,2%, dermaga 20% pusat informasi wisata 20%, penunjuk arah 20%, papan selamat datang 75,40%, transportasi umum 71,20%, penginapan 67,20%, masjid/mushola 89,60%, restaurant/rumah makan 59,20%, toko souvenir 20%, toilet umum 47,20%, tempat duduk 72%, tempat sampah 57,69%. Untuk itu dalam meningkatkan kualitas kawasan wisata Pantai Bunga Indah Desa Kuhanga, sangat perlu dioptimalkan penyediaan  prasarana dan sarana wisata demi menunjang keberlangsungan kegiatan wisatawan ketika berada di kawasan wisata Pantai Bunga Indah Desa Kuhanga ini.Kata Kunci : Prasarana dan sarana wisata; Pantai Bunga Indah
PENGEMBANGAN KAWASAN WISATA BAHARI (STUDI : KECAMATAN NUANGAN KABUPATEN BOLAANG MONGONDOW TIMUR) Mokoginta, Riska Aprilia; Poluan, R. J.; Lakat, Ricky M S
SPASIAL Vol 7, No 3 (2020)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pariwisata merupakan sektor yang ikut berperan penting dalam usaha peningkatan pendapatan. Indonesia merupakan negara yang memiliki keindahan alam dan keanekaragaman budaya, sehingga perlu adanya peningkatan sektor pariwisata. Hal ini dikarenakan pariwisata merupakan sektor yang dianggap menguntungkan dan sangat berpotensi untuk dikembangkan sebagai salah satu aset yang di gunakan sebagai sumber yang menghasilkan bagi Bangsa dan Negara. Kecamatan Nuangan memiliki objek wisata yang mulai dikembangkan menurut Peraturan Kabupaten Daerah No 10 Tahun 2013 Tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Bolaang Mongondow Timur Tahun 2013 – 2033, Di Nuangan memiliki empat (4) objek wisata bahari yaitu; Tanjung Silar, pantai Abadi, pantai ariang, dan pantai jiko. Seluruh objek wisata yang ada di Kecamatan Nuangan. Sehingga dapat dikatakan sebagai potensi wisata bahari karena menawarkan produk wisata yang bernuansa bahari, maka dari itu perlu adanya strategi pengembangan yang sesuai pada kawasan yang memiliki potensi wisata seperti di Kecamtan Nuangan. Maka dari perlu adanya strategi khusus untuk membahas potensi wisata bahari yang ada di kecamatan nuangan, sehingga mampu mengoptimalkan potensi-potensi pariwisata yang ada. Metode yang digunakan dalam penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif dan kuantitatif dengan menggunakan teknik analisis swot, Untuk mencapai tujuan penelitian ini yaitu menentukan kekuatan, kelemahan, ancaman dan peluang serta strategi pengembangan kawasan wisata bahari Kecamatan Nuangan sesuai dengan variabel-variabel pariwisata yang ada. Hasil penelitian ini menghasilkan faktor-faktor internal dan external pengembangan kawasan wisata bahari Kecamatan Nuangan dengan strategi pengembangannya yaitu Mengembangkan wisata minat, khususnya wisata diving dan snorkeling, Memebuat website khusus objek wisata Kecamatan Nuanagan, lebih mempermudah akses antar kawasan wisata dan Meninkatkan kesadaran masyarakat akan potensi wisata.Kata Kunci : SWOT, Wisata Bahari, Kecamatan Nuangan
ANALISIS KETERJANGKAUAN MASYARAKAT TERHADAP PASAR TRADISIONAL DI KOTA MANADO Fanataf, Patrisius A; Tilaar, Sonny; Takumansang, Esli D
SPASIAL Vol 7, No 2 (2020)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peran pasar tradisional masih sangat penting bagi masyarakat, karena pasar tradisional merupakan salah satu tempat untuk manusia berbelanja dalam rangka memenuhi kebutuhan hidupnya yaitu kebutuhan pangan dan sandang. Berdasarkan data dari PD Pasar Kota Manado, diketahui bahwa terdapat 6 pasar tradisional yang dikelola oleh pemerintah daerah yaitu Pasar Bersehati, Pasar Pinasungkulan, Pasar Orde Baru, Pasar Tuminting, Pasar Bahu dan Pasar Bobo. Dari 11 kecamatan yang ada, hanya terdapat 6 kecamatan yang memiliki pasar tradisional tersebut dengan rata-rata lebih dari 30.000 penduduk. Berarti bahwa persebaran pasar di Kota Manado tidak proporsional dan lokasi pasar yang jaraknya saling berdekatan serta radius pelayanannya yang saling tumpang tindih dan adanya kondisi fisik pasar serta kelengkapan fasilitas pasar yang bebeda-beda menyebabkan terjadinya preferensi konsumen juga berbeda-beda. Penelitian ini bertujuan untuk mengklasifikasikan pasar tradisional dan menganalisis keterjangkauan masyarakat terhadap pasar tradisional. Metode yang digunakan adalah metode campuran yaitu kualitatif dan kuantitatif. Teknik pengumpulan data yaitu data primer dengan observasi lapangan dan kuesioner kepada masyarakat dibeberapa kecamatan penelitian dan data sekunder dari tinjauan pustaka dan survei lembaga terkait. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah cluster sampling namun tetap menggunakan stratified random sampling. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif dengan alat bantu SPSS 21, analisis deskriptif kualitatif dan analisis spasial dengan alat bantu software arcgis 10.3 (Buffering). Dari tahapan analisis yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa ke Enam pasar tradisional yang ada di Kota Manado tidak hanya melayani daerah dimana pasar tradisional tersebut berada melainkan dapat juga melayani daerah lain di sekitarnya. Berdasarkan radius standar pelayanan pasar tradisional terdapat 4 pasar berskala kelurahan yang memiliki jangkauan pelayanan lebih luas dari radius jangkauan pelayanan standar 2000 M. Hasil analisis pada beberapa aspek sperti rata-rata waktu tempuh konsumen menuju pasar didominasi oleh 10-30 menit (cukup sesuai). Rata-rata Transportasi yang digunakan di dominasi oleh kendaran pribadi. Adanya daya beli masyarakat yang meningkat, tersedianya kebutuhan yang beragam, harga yang terjangkau, produk yang berkualitas. Kemudian lokasi yang strategis, jarak yang dekat dan akses yang memadai, kondisi jalan sangat baik, bersih dan luas, tersedia angkutan umum dengan rute pasar tradisional, efektifitas dan efisiensi berbelanja dan sangat minimnya ketersediaan tempat parker (luas, aman dan tertata). Kondisi fisik pasar yang bersih, tertata, aman dan nyaman serta rata-rata memiliki sarana fasilitas pendukung. Rata-rata tempat tinggal konsumen jauh dari rute pelayanan angkutan umum, sebagian menggunakan transportasi umum dan tidak mengganti rute pelayanan serta tidak mengganti kendaraan di terminal, selalu terjadi kemacetan lalulintas dan keberadan terminal di lokasi pasar tradisional. Rata-rata pasar tradisonal melayani sebagian besar daerah permukiman dan melayani daerah kepadatan penduduk tinggi, sedang dan rendah.Kata Kunci : Pasar Tradisional, Keterjangkauan Masyarakat, Kota Manado
PENGARUH KAWASAN WISATA BUKIT KASIH KANONANG TERHADAP PERUBAHAN PENGGUNAAN LAHAN DAN ASPEK SOSIAL‐EKONOMI MASYARAKAT Ngion, Khinly D; Makarau, Vicky H; Lintong, Steven
SPASIAL Vol 8, No 2 (2021)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bukit Kasih termasuk Sebagai salah satu daerah tujuan wisata, kawasan wisata yang bertempat di Kabupaten Minahasa, menjadi salah satu kawasan wisata yang dinilai memiliki potensi dalam memberikan partisipasi dalam pertumbuhan dan pembangunan daerahnya.Tujuan penelitian ini Menganalisis pengaruh Kawasan wisata Bukit Kasih Kanonang terhadap perubahan penggunaan lahan,Menganalisis pengaruh Kawasan wisata Bukit Kasih Kanonang terhadap perubahan Aspek Sosial Masyarakat dan Menganalisis pengaruh Kawasan wisata Bukit Kasih Kanonang terhadap perubahan Aspek Ekonomi Masyarakat. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode penelitian deskriptif kuantitatif dengan menggunakan analisis spasial dengan menggunakan aplikasi ArcGIS dan analisis regresi sederhana dengan menggunakan Spps. Bedasarkan hasil analisis dari perubahan penggunaan lahan pada kawasan objek wisata Bukit Kasih Kanonang maka dapat disimpulkan bahwa objek wisata mempengaruhi perubahan penggunaan lahan baik pada kawasan objek wisata tersebut maupun kawasan sekitar objek wisata.Hasil uji Kawasan wisata berpengaruh positif dan signifikan terhadap aspek sosial,dimana saat kawasan wisata naik 1 angka maka aspek sosial meningkat sebesar 0,7% dan berpengaruh positif dan signifikan terhadap aspek ekonomi, dimana saat kawasan wisata naik 1 angka maka aspek ekonomi meningkat sebesar 65,3%.  Kata Kunci: Kawasan Wisata,Perubahan Penggunaan Lahan, Sosial Ekonomi .
ANALISIS DAYA DUKUNG & DAYA TAMPUNG LAHAN DI KECAMATAN GIRIAN KOTA BITUNG UNTUK PENGEMBANGAN PERMUKIMAN Sari, Putri Permata; Makarau, Vicky H; Lakat, Ricky M S
SPASIAL Vol 8, No 1 (2021)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Daya dukung lahan merupakan hal penting yang harus dipertimbangkan dalam perencanaan tata ruang wilayah, agar mampu mendukung aktivitas pemanfaatan lahan secara berkelanjutan. perbedaan daya dukung dan daya tampung adalah daya dukung merupakan kemampuan lingkungan untuk mendukung perikehidupan sedangkan daya tampung merupakan kemampuan lingkungan hidup untuk menyerap zat, energy, dan komponen lain. Perkembangan penduduk perkotaan atau wilayah di Indonesia yang sangat pesat sebagai akibat pertumbuhan penduduk maupun akibat urbanisasi telah memberikan indikasi adanya masalah perkotaan yang serius. Oleh karena itu diperlukan analisis mengenai daya dukung dan daya tampung lahan untuk mengetahui ketersediaan lahan efektif untuk mendukung lahan bermasalah yang ada di kecamatan Malalayang Kota Manado. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif kualitatif dengan melakukan analisis spasial. Sesuai dengan analisis tersebut, maka dalam menganalisis daya dukung dan daya tampung lahan dilakukan proses overlay atau tumpang tindih peta tematik untuk mengetahui daya dukung dan daya tampung, serta total luasan lahan efektif yang dimiliki tiap kelurahan yang ada di kecamatan Malalayang. Tujuan dari penelitian ini adalah teridentifikasinya pemanfaatan lahan, sebaran fungsi lahan terencana dan tidak terencana dan mengetahui kapasitas dan kemampuan lahan dalam tingkat kelas lahan berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup No. 17 Tahun 2009, serta lahan efektif (daya dukung dan daya tampung) yang dapat direkomendasi untuk difungsikan sebagai kawasan budidaya yang ada di kecamatan Girian. Kata Kunci : Daya Dukung Lahan, Daya Tampung Lahan
MORFOLOGI RUANG DI KOTA TOMOHON Wohos, Ivana Clarita; Poluan, R. J.; Tungka, Aristotulus E
SPASIAL Vol 7, No 3 (2020)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Tomohon tumbuh dan berkembang pada jalur sirkulasi utama antara Kota Manado dengan daerah - daerah lainnya di Kabupaten Minahasa. Situasi ini menjadikan posisi Kota Tomohon sangat strategis dalam perkembangannya. Perkembangan Kota Tomohon seperti layaknya perkembangan kota lainnya ditandai dengan pertambahan penduduk sehingga semakin banyaknya penggunaan lahan yang ada, pola-pola jalan yang terbentuk, dan karakteristik bangunan yang berbeda-beda.. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan penggunaan lahan di Kota Tomohon dan menganalisis bentuk morfologi Kota Tomohon. Penelitian ini merupakan jenis penelitian Penelitian ini bersifat analisa kualitatif deskriptif dengan tujuan penelitian untuk menggambarkan keadaan atau fakta serta fenomena yang mengkaji tentang yang di teliti dengan menggunakan analisis time series untuk melihat perubahan penggunaan lahan dari tahun ke tahun dan menggunakan analisis kualitatif desktiptif untuk menganalisa data dengan menggambarkan keadaan wilayah penelitian sesuai data yang diperoleh, kemudian mengklasifikasi berdasarkan aspek morfologi kota di Kota Tomohon. Dari hasil penelitian diatas diperoleh Bentuk morfologi di kota Tomohon yaitu Bentuk tidak kompak atau bentuk terpecah.Kata Kunci: KotaTomohon, Perubahan Penggunaan Lahan, Morfologi Ruang