cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
SPASIAL
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 440 Documents
FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEBERADAAN PERMUKIMAN DI KAWASAN RAWAN LETUSAN GUNUNG BERAPI SOPUTAN Pelupessy, Mariolissa E; Tondobala, Linda; Warouw, Fella
SPASIAL Vol 8, No 2 (2021)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Kuyanga, Desa Silian Satu berada di Kecamatan Tombatu Utara dan Kecamatan Silian Raya Kabupaten Minahasa Tenggara dan Desa Kotamenara di Kecamatan Amurang Timur merupakan desa yang dekat dengan Gunung Saputan, ketiga desa masuk radius 10 Km dari kawah gunung Api Soputan. Bila terjadi letusan berpotensi terlanda hujan abu dan dapat terkena lontaran batu (pijar) yang meyebabkan kerugian material maupun korban jiwa. Namun masyarakat tetap bermukim di daerah tersebut dalam beberapa faktor. Penelitian bertujuan untuk mengetahui karakteristik dan faktor yang mempengaruhi keberadaaan permukiman di kawasan rawan bencana (KRB) I Gunung Api Soputan. Penelitian menggunakan analisis spasial dan analisis deskriptif statistik yaitu menggunakan tabel frekuensi. Hasil penelitian karakteristik permukiman ketiga desa yaitu, Desa Kuyanga, Silian Satu dan Kotamenara mempunyai pola permukiman terpusat dengan jenis bangunan yang berbeda, Desa Kuyanga 60 persen masyarakat menghuni bangunan semi permanen diikuti Desa Kotamenara sebesar 53 persen dan Desa Silian Satu sebesar 47 persen. Hasil analisis faktor yang mempengaruhi keberadaan permukiman ketiga desa juga berbeda, Desa Kuyanga faktor yang mempengaruhi adalah faktor akses ke tempat kerja, status kepemilikan rumah, dan dampak erupsi. Desa Silian satu dengan faktor hasil pendapatan kerja, pendidikan terakhir dan mempunyai kerabat sedangkan  Desa Kotamenara hanya faktor erupis saja yang mempengaruhi.Kata kunci:.Karakteristik Permukiman, Kawasan Rawan Bencana Letusan Gunung Api, Faktor Keberadaaan Permukiman
ANALISIS PERKEMBANGAN POLA PERMUKIMAN DI SEKITAR KAWASAN STRATEGIS AGROPOLITAN RURUKAN KECAMATAN TOMOHON TIMUR Rapar, Srimuliani Miranda Debora; Sela, Rieneke L. E.; Tinangon, Alvin J
SPASIAL Vol 8, No 2 (2021)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kawasan strategis kota merupakan bagian wilayah yang penataan ruangnya diprioritaskan karena mempunyai pengaruh sangat penting dalam lingkup kota di bidang ekonomi, sosial, budaya dan lingkungan. Dalam setiap wilayah kabupaten/kota memiliki bagian wilayah yang ditetapkan sebagai kawasan strategis. Kecamatan Tomohon Timur merupakan salah satu kecamatan yang ditetapkan sebagai kawasan strategis kota yaitu kawasan strategis agropolitan, yang menjadi salah satu basis ekonomi wilayah kota Tomohon. Adanya kawasan agropolitan ini akan memicu perkembangan permukiman yang berada di sekitar kawasan strategis tersebut serta dapat mempengaruhi pola perkembangan permukiman Tujuan penelitian ini yaitu mengidentifikasi perkembangan permukiman di sekitar kawasan strategis agropolitan dan menganalisis pola perkembangan permukiman disekitar kawasan strategis agropolitan. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode analisis spasial time series untuk melihat perkembangan permukiman dan menggunakan perhitungan analisis tetangga terdekat untuk mengetahui pola permukiman. Hasil penelitian diperoleh adanya perkembangan luas wilayah sebaran permukiman dari tahun 2004-2019 sebesar 32.85 Ha. Adanya perubahan pola permukiman tahun 2004-2019 khususnya kelurahan Rurukan 1 dan Kumelembuay, dari pola seragam menjadi pola random.Kata Kunci: Kawasan Strategis, Permukiman, Pola Permukiman.
PENGARUH KAWASAN PERDAGANGAN DAN KAWASAN PELAYANAN UMUM PENDIDIKAN PADA MODEL HARGA LAHAN DI KECAMATAN MAPANGET Tambuwun, Windy Anatasya; Lakat, Ricky S.M.; Punuh, Claudia S.
SPASIAL Vol 8, No 1 (2021)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pertumbuhan penduduk memberikan pengaruh dalam berbagai bidang kehidupan masyarakat. Dengan meningkatnya jumlah penduduk, maka kebutuhan masyarakat akan lahan secara otomatis juga ikut meningkat. Peningkatan jumlah penduduk di Kecamatan Mapanget salah satunya di pengaruhi karena adanya Pusat Pelayanan Kota yaitu kampus Politeknik Negeri Manado yang merupakan satu-satunya Sekolah Tinggi Negeri yang ada di Kecamatan Mapanget dan berkembangnya Pusat Perdagangan salah satunya Transmart mempengaruhi harga lahan yang ada di sekitarnya.Penetapan Nilai Jual Objek Pajak dengan harga jual lahan di Pasar juga menimbulkan kesenjangan karena harga NJOP lebih rendah dari harga lahan di pasar akibat yang terjadi adalah ketidakjujuran dalam bertransaksi karena pejual dan pembeli menghindari pajak. Tujuan dari penelitian ini adalah Mengidentifikasi Model harga lahan menurut NJOP yang ditetapkan pemerintah dan menurut harga pasar terkait pengaruh Pusat Pelayanan Kota dan Menganalisis model harga lahan dan model harga NJOP. Metode digunakan dalam penelitian ini ialah uji asumsi klasik harus memenuhi beberapa asumsi agar model dapat digunakan pada analisis regresi dan analisis regresi linear berganda untuk mengetahi pengaruh dari kawasan pelayanan umum pendidikan Politeknik Negeri Manado dan Kawasan Perdagangan Transmart terhadap harga pasar dan harga NJOP. Serta mengetahui model Harga lahan Pasar dan model Harga NJOP.  Kata Kunci : Kawasan Perdagangan, Kawasan Pelayanan Umum Pendidikan, Harga Lahan
PENGARUH AKTIVITAS MASYARAKAT TERHADAP EKOSISTEM MANGROVE DI KECAMATAN MANANGGU Rawena, Ghizella O; Wuisang, Cynthya E. V.; Siregar, Frits O
SPASIAL Vol 7, No 3 (2020)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hutan mangrove merupakan sumberdaya alam daerah tropis yang mempunyai manfaat besar baik secara ekologi maupun ekonomi. Indonesia merupakan negara kepulauan yang memiliki hutan mangrove terluas di dunia. Ekosistem mangrove memiliki peran yang sangat penting dalam dinamika ekosistem pesisir dan laut, terutama perikanan pantai. Desa Mananggu, Desa Tabulo Selatan, dan Desa Keramat merupakan desa yang berada di Kecamatan Mananggu Kabupaten Boalemo, yang menjadi daerah penyebaran mangrove. Di Kecamatan Mananggu hutan mangrove mempunyai luasan sebesar 1005,48 ha dengan tingkat kekritisan rusak berat 839,42 ha, rusak ringan 91,36 ha dan kondisi mangrove yang masih baik 74,70 ha. Berdasarkan latar belakang diatas peneliti tertarik melakukan penelitian untuk mengetahui apa saja faktor-faktor yang menyebabkan kerusakan ekosistem mangrove di kecamatan mananggu, dan pengaruh pola aktivitas masyarakat terhadap kondisi ekosistem mangrove di kecamatan mananggu.Tujuan penelitian ini Mengkaji faktor-faktor dominan yang menyebabkan kerusakan ekosistem mangrove di kecamatan mananggu, dan mengidentifikasi pengaruh pola aktivitas masyarakat terhadap kondisi ekosistem mangrove di kecamatan mananggu. Metode Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dan kualitatif dengan teknik analisis keruangan (Spasial) dan analisis sosial ekonimi, untuk mengetahui perubahan kondisi mangrove diantaranya diduga dari aktivitas masyarakat disekitar kawasan mangrove. Berdasarkan hasil penelitian pada tahun 2010 sampai 2019 terjadi perubahan luas permukiman, luas lahan pertanian, dan luas lahan tambak, pada 3 desa yang ada di kecamtatan mananggu yaitu Desa Mananggu, Desa Tabulo Selatan, dan yang terakhir Desa KaramatKata Kunci: Pengaruh Aktivitas Masyarakat, Hutan Manggrove
KAJIAN PENEMPATAN TITIK-TITIK TERMINAL TIPE A,B,DAN C DIKABUPATEN BOLAANG MONGONDOW TIMUR Datunsolang, Rifqi Akbar; Kindangen, Jefrey I; Rogi, Octavianus H A
SPASIAL Vol 7, No 2 (2020)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Terminal merupakan suatu sarana fasilitas yang sangat dibutuhkan masyarakat berkaitan dengan transportasi darat. Ibu kota Kabupaten Bolaang Mongondow Timur berada di Kecamatan Tutuyan. Luas daerah keseluruhan adalah 910,176 Km2 atau kira-kira 6,04 persen dari wilayah Sulawesi Utara. Sebagian besar wilayah Kecamatan berada di wilayah pesisir pantai, kecuali Kecamatan Modayag dan Modayag Barat jauh dari pesisir pantai. Berdasarkan latar belakang diatas maka peneliti merasa perlu untuk melakukan penelitian untuk mengetahui apakah titik-titik terminal yang sudah di rencanakan dalam RTRW sudah sesuai dengan Kriteria Standar Lokasi yang sudah ditentukan atau tidak. Tujuan dari penelitian ini mengidentifikasi penempatan titik-titik terminal tipe A,B,dan C dikabupaten Boltim bedasarkan standar kriteria lokasi. Metode yang di gunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan mensurvey titik-titik terminal yang ada dikabupeten dan melihat jika sudah sesuai dengan RTRW Kabupaten Bolaang Mongondow Timur. Berdasarkan hasil penelitian penempatan titik-titik terminal tipe A,B,dan C di Kabupaten Bolaang Mongondow, Ada 4 titik yang sudah ditentukan dalam RTRW Bolaang Mongondow Timur, Ada 2 titik yang sudah sesuai dengan standar kriteria lokasi terminal, yaitu terminal tipe A yang ada di Kecamatan Kotabunan dan yang satu lagi terminal tipe B yang ada di Kecamatan Modayag, dan 2 titik terminal yang tidak sesuai dengan standar kriteria adalah terminal tipe B yang ada di Kecamatan Nuangan dan terminal tipe C yang ada di Kecamatan Modayag BaratKata Kunci: Kriteria Standar Lokasi Terminal
ANALISIS KEBUTUHAN PRASARANA DAN SARANA PARIWISATA DI KECAMATAN KAIDIPANG KABUPATEN BOLAANG MONGONDOW UTARA Humagi, Fitri; Moniaga, Ingerid L; Prijadi, Rachmat
SPASIAL Vol 8, No 2 (2021)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Prasarana pariwisata adalah fasilitas utama yang menjadikan tempat wisata dapat hidup dan berkembang dalam rangka memberikan pelayanan kepada para wisatawan yang berkunjung. Sedangkan sarana pariwisata adalah fasilitas yang disediakan oleh perusahaan guna memberikan pelayanan kepada para wisatawan, karena maju mundurnya sarana pariwisata tergantung pada jumlah kunjungan wisatawan. Prasarana dan sarana dapat menjadi salah satu penunjang yang sangat penting agar daya tarik wisata banyak diminati wisatawan. Karena apabila prasarana dan sarana tidak dikembangkan dengan baik akan berakibat berkurangnya minat wisatawan yang berkunjung. Tujuan dari penelitian ini ialah mengkaji tentang ketersediaan prasarana dan sarana pariwisata di Kecamatan Kaidipang Kabupaten Bolaang Mongondow Utara dan kebutuhan prasarana dan sarana pariwisata di Kecamatan Kaidipang Kabupaten Bolaang Mongondow Utara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analisis pengolahan data dan analisis skala likert. Analisis pengolahan data yaitu menentukan frekuensi (presentase), serta angka-angka yang disusun dalam tabel, analisis skala likert digunakan untuk mengukur persepsi sikap atau pendapat seseorang atau kelompok mengenai sebuah peristiwa atau fenomena sosial di objek wisata. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini bahwa kebutuhan prasarana dan sarana pariwisata di Kecamatan Kaidipang Kabupaten Bolaang Mongondow Utara yaitu sebagai acuan terhadap pemerintah untuk penyusunan Rencana Induk Pengembangan Pariwisata Daerah (RIPPDA). Kata Kunci: Prasarana dan Sarana Pariwisata
MODEL HARGA LAHAN DI KORIDOR JALAN A.A.MARAMIS KECAMATAN MAPANGET KOTA MANADO Tumanken, Caroline Helena; Lakat, Ricky M S; Prijadi, Rachmat
SPASIAL Vol 8, No 1 (2021)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Koridor jalan merupakan suatu lorong ataupun penggal jalan yang menghubungkan satu kawasan dengan kawasan lain dan menpunyai batasan fisik satu lapis bangunan dari jalan (kamus tata ruang,1997). Fungsi jalan di koridor jalan A.A. Maramis memiliki fungsi yaitu pada nilai lahan, dimana nilai lahan akan tinggi ketika lahan tersebut memiliki jarak yang dekat dengan koridor Jalan A.A. Maramis, dan nilai lahan yang tinggi juga berpengaruh pada harga pasar lahan dan untuk penetapan NJOP dimana harga NJOP yang tinggi dikarenakan nilai lahan juga yang tinggi. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui model harga lahan minimum di koridor jalan A.A. Maramis, untuk mengetahui model harga lahan maksimum di koridor jalan A.A.Maramis, dan untuk menemukan model harga lahan ideal di koridor jalan A.A.Maramis. Metode yang digunakan ialah metode analisis regresi sederhana sebuah metode pendekatan untuk pemodelan hubungan antara satu variabel dependen dan satu variabel independen. Hasil dari uji regresi harga transaksi cenderung mengalami penurunan, namun dengan adanya jarak koridor maka harga lahan akan mengalami peningkatan, dan NJOP akan mengalami penurunan apabila jarak koridor adalah nol. Kata Kunci : Harga lahan, Koridor Jalan, Analisis regresi sederhana.
EVALUASI KESESUAIAN LAHAN PERMUKIMAN PADA KAWASAN RAWAN BENCANA BANJIR DI KECAMATAN TOILI DAN TOILI BARAT, KABUPATEN BANGGAI Simatupang, Geovanly; Kindangen, Jefrey I; Rondonuwu, Dwight M
SPASIAL Vol 8, No 1 (2021)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecamatan Toili dan Toili Barat merupakan kecamatan yang masuk dalam arahan pola ruang kabupaten banggai tahun 2012-2032. Sebagai Pusat Kegiatan Lokal (PKL), dan juga kecamatan Toili dan Toili Barattermasuk dalam kawasan rawan banjir dengan kategori kerawanan tinggi. Penelitian ini bertujuan untukmengetahui kondisi kemampuan dan kesesuaian lahan yang ada di Kecamatan Toili dan Toili Barat serta mengevaluasi arahan kesesuaian lahan terhadap penggunaan lahan di Kecamatan Toili dan Toili Barat. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dengan menggunakan pendekatan analisis spasial dengan bantuan SIG (Sistem Informasi Geografis). Teknik analisis yang digunakan adalah teknik overlay (Tumpang tindih) dan analisis skoring untuk pemberian nilai setiap parameter dari hasil analisis yang di lakukan didapatkan bahwa kemampuan lahan yang dominan adalah kemampuan lahan rendah dan kesesuaian lahan yang dominan adalah kesesuaian lahan perkebunan. Hasil analisis menunjukan adanya ketidaksesuaian antara lahan permukiman dengan hasil analisis kesesuaian lahan dan kerawanan bencana, karena lahan yang sesuai penggunaan lahan permukiman dengan analisis kesesuaian lahan dan kerawanan bencana hanya 381.38 Ha/9.08 % dan yang tidak sesuai atau terjadinya penyimpangan penggunaan lahan permukiman adalah 3818.32 Ha/90.92 % dari total luas penggunaan lahan permukiman seluas 4199.70 Ha dari total luas kecamatan Toili dan Toili Barat. Kata Kunci : Kemampuan lahan, Kesesuaian lahan, Permukiman, Rawan bencana banjir
PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PENGEMBANGAN AGROWISATA SALAK DI PULAU TAGULANDANG KABUPATEN KEPULAUAN SIAU TAGULANDANG BIARO Raule, Reveena Djaenny; Sela, Rieneke; Tilaar, Sonny
SPASIAL Vol 7, No 3 (2020)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabupaten kepulauan Siau Tagulandang Biaro merupakan daerah yang memiliki komoditas unggul buah salak dan merupakan satu hal penting dalam sektor pertanian. Pengembangan agrowisata kebun salak yang menjadi lokasi penelitian di kecamatan Tagulandang Utara di 5 desa yaitu desa Bawo, Bawoleu, Lumbo, Minanga, dan Wo. Perkebunan salak dikelola oleh masyarakat lokal, hasil produksinya dipasarkan berupa panen mentah dan belum ada pengelolaan pasca panen serta pengembangan partisipatif untuk kegiatan wisata, hal ini sangat diharapkan oleh masyarakat sebagai pendorong kelestarian budidaya salak dan promosi potensi pariwisata. Tujuan penelitian adalah mengidentifikasi bentuk partisipasi dan prinsip-prinsip agrowisata dalam pengembangan agrowisata salak dan menganalisis tingkat partisipasi masyarakat dalam pengembangan agrowisata salak. Metode penelitian adalah analisis deskriptif dan kuantitatif dengan melakukan analisis Skala likert. Hasil penelitian mengidentifikasi bentuk partisipasi hasilnya adalah berpartisipasi memberikan pikiran, dan terdapat di desa Minanga, untuk hasil mengidentifikasi prinsip-prinsip agrowisata adalah berpartisipasi menekan serendah-rendahnya dampak negatif terhadap alam dan kebudayaan, dan terdapat di desa Bawoleu. Hasil analisis tingkat partisipasi masyarakat dalam pengembangan agrowisata salak berada pada tingkat kedua yaitu cukup berpartisipasi. Kata Kunci : Agrowisata Salak, Partisipasi Masyarakat, Skala Likert
IDENTIFIKASI POTENSI ZONA-ZONA “TRANSIT ORIENTED DEVELOPMENT” DI KOTA MANADO Sondakh, Sharon Costansye; Rogi, Octavianus H. A.; Sembel, Amanda
SPASIAL Vol 8, No 2 (2021)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan jumlah kendaraan di Kota Manado terus meningkat setiap tahunnya sehingga menimbulkan kemacetan di beberapa tempat. Penyebab terjadinya kemacetan di Manado yang makin parah juga diantaranya peningkatan pembangunan  pusat-pusat kegiatan dalam sektor ekonomi yang terus meningkat, bertambahnya penggunaan kendaraan roda dua.  TOD merupakan salah satu alternative konsep yang mendukung pertumbuhan pengembangan kota dengan mengoptimalkan penggunaan lahan , meningkatkan penggunaan moda transportasi umum, serta desain kawasan yang ramah terhadap pejalan kaki. Penelitian ini menggunakan metode analisis yakni : analisis spasial  untuk menghitung rata- rata KDB, KLB, luas penggunaan lahan, panjang jalur pejalan kaki. Analisis skalogram untuk mengetahui hirarki zona-zona yang berpotensi menjadi alternative zona TOD.  Setelah dilakukan analisis didapat hasil yakni  Hirarki I Zona C (Mantos), Zona D (Mega Mall) dan Zona E (Zero Point), Hirarki II : Zona F (Kantor Gubernur) dan Zona G (Balai Kota), Hirarki III: Zona B (Bahu Mall), Hirarki IV: Zona A (Terminal Malalayang), Zona H (Terminal Paal Dua) dan Zona J (Bandara Sam Ratulangi), Hirarki V: Zona I (Transmart). Diperlukan perbaikan, pembenahan dan peningkatan infrastruktur dan struktur ruang sesuai dengan konsep TOD.Kata Kunci: Potensi Zona, Transit Oriented Development,Kota Manado