cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
SPASIAL
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 440 Documents
STUDI IDENTIFIKASI SISTEM PENGELOLAAN SAMPAH PERMUKIMAN DI WILAYAH PESISIR KOTA MANADO Renwarin, Adriana; Rogi, Octavianus; Sela, Rieneke
SPASIAL Vol 2, No 3 (2015)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Persampahan merupakan isu penting dalam masalah lingkungan perkotaan yang dihadapi sejalan dengan perkembangan jumlah penduduk dan peningkatan aktivitas pembangunan. Wilayah pesisir merupakan daerah pertemuan antara wilayah daratan dengan karakteristik daratannya dan wilayah lautan dengan karakteristik lautnya dan membawa dampak yang cukup signifikan  terhadap pembentukan karakteristik wilayah sendiri yang lebih khas.  Kekhasannya ini tidak hanya berlaku pada karakteristik sumber daya alam dan sumber daya manusia serta kehidupan sosial yang terdapat disekitarnya tetapi juga berdampak pada karakteristik persampahan di wilayah pesisir.  Penanganan sampah pesisir Kota Manado sangat komplek, ada beberapa hal yang mempengaruhi yaitu sampah dari masyarakat yang tinggal dan melakukan aktivitas di wilayah pesisir, sampah kiriman dari wilayah daratan atas yang mengalir dari sungai atau selokan yang bermuara ke pesisir.  Penelitian dilakukan di Kelurahan Bitung Karang Ria Lingkungan 4 dan 5 dan di Kelurahan Malalayang 1 Timur Lingkungan 1 dan 2.  Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik sampah permukiman pesisir dan mengetahui sistem pengelolaan sampah permukiman pesisir. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif.  Data dikumpulkan dengan survey data primer dan sekunder. Survey data primer meliputi observasi, wawancara dan kuisioner sedangkan survey data sekunder diperoleh dari buku-buku, dokumen teknis, data statistik dari insatnsi-insatnsi terkait.  Untuk menganalisi data digunakan analisi statistik deskriptif.  Statistik deskriptif adalah metode-metode yang berkaitan dengan pengumpulan dan penyajian suatu gugus data sehingga menaksir kualitas data berupa jenis variable, ringkasan statistik (mean, median, modus, standar deviasi). Karakteristik sampah di Kelurahan Bitung Karang Ria lingkungan 4 dan 5 yaitu sampah organik ( bekas sayur-sayuran,dlsb) sebanyak 45%, sedangkan karakteristik sampah di Kelurahan Malalayang 1 Timur lingkungan 1 dan 2 yaitu sampah organik ( bekas sayur-sayuran,dlsb) sebanyak 43,9% .Sistem pengelolaan sampah di permukiman pesisir Kelurahan Bitung Karang Ria Lingkungan 4 dan 5 dan Kelurahan Malalayang 1 Timur Lingkungan 1 dan 2 masih banyak mengalami permasalahan seperti sarana pengumpulan, pengangkutan, pengelolaan. Sistem pengelolaan sampah perlu didukung oleh fasilitas TPS yang memadai baik secara ukuran, jumlah dan jenis sampah yaitu organik dan an organik, serta jam pengangkutan sampah yang masih belum tertata dengan baik. Kata kunci : Sistem pengelolaan sampah, Permukiman pesisir, Kota Manado
MITIGASI BENCANA TSUNAMIDI KAWASAN PESISIR PANTAI MOLIBAGU Ointu, Sitti Nur Afni; Tarore, Raymond Ch.; Sembel, Amanda
SPASIAL Vol 2, No 3 (2015)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pesisir Pantai Molibagu merupakan salah-satu wilayah yang secara struktur ruang adalah kawasan pusat perekonomian dan pemerintahan dari Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan, Provinsi Sulawesi Utara.Berbatasan langsung dengan Teluk Tomini yang intensitas gempa tektoniknya cenderung tinggi, didukung dengan kajian pada Dokumen Rencana Penanggulangan Bencana Daerah Kab.Bolsel Tahun 2014-2018, menunjukkan pesisir pantai Molibagu rawan terhadap bencana, khususnya tsunami.Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk membuat pemetaan kawasan rentan bencana tsunami dan perencanaan mitigasi bencana tsunami di kawasan pesisir pantai Molibagu.Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif dan evaluatif, dengan menganalisa secara spasial mengenai bahaya, kerentanan dan risiko dari bencana tsunami.Sesuai dengan analisis tersebut maka dihasilkanlah kajian seluruh kawasan pesisir pantai Molibagu beresiko terkena dampak tsunami dengan risiko yang paling tinggi ada di Desa Toluaya, Pintadia dan Popodu. Perencanaan mitigasi bencana tsunami di kawasan pesisir pantai Molibagu terbagi menjadi dua, yaitu: (a). Upaya mitigasi struktural yang menjelaskan mengenai permodelan jalur hijau dan zona perencanaan ekosistem mangrove, pertimbangan pemusatan kegiatan masyarakat untuk mobilitas evakuasi, dan perencanaan jalur evakuasi ke beberapa zona aman dengan ketinggian tempat di atas 10 meter dan jarak capaian kurang dari 3.3 menit; (b). Upaya mitigasi non struktural, terkait dengan kebijakan pengurangan dampak bencana tsunami di kawasan pesisir pantai Molibagu.   Kata Kunci :Mitigasi Bencana, Tsunami, Kawasan Pesisir
SEBARAN LOKASI PERMUKIMAN KUMUH DI KOTA MANADO Poli, Tiara Putri Ananta; Egam, Pingkan Pegy; Tilaar, Sonny
SPASIAL Vol 2, No 3 (2015)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan kawasan perkotaan di Indonesia terjadi dengan sngat pesat dalam kurun waktu empat dasawarsa terakhir yang diindikasikan oleh semakin besarnya jumlah penduduk yang tinggal dan beraktivitas di kawasan perkotaan. Kota Manado merupakan salah satu kota yang sedang berkembang di Indonesia. Namun perkembangan kota Manado tidak hanya memberikan keuntungan bagi pemerintah, tetapi juga memberikan dampak lain yaitu munculnya permukiman kumuh. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi tingkat kekumuhan pada permukiman kumuh di kota Manado dan menganalisis sebaran lokasi permukiman kumuh di kota Manado. Penelitian ini menggunakan dua metode analisis, yaitu analisis tingkat derajat permukiman kumuh dan analisis tetangga terdekat.Variabel-variabel yang digunakan adalah kerapatan bangunan, tata letak bangunan, kondisi rumah/bangunan, kepadatan penduduk dan kualitas prasarana lingkungan.Kemudian variable-variabel ini dibagi menjadi tiga klasifikasi, yaitu rendah, sedang dan tinggi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa klasifikasi  permukiman kumuh yang paling banyak terdapat di kota Manado adalah permukiman kumuh sedang, yang tersebar di daerah Bahu, Titiwungen Utara, Pakowa, Ketang Baru, Karame, Dendengan Dalam, Tikala Ares dan Bailang. Sedangkan untuk pola sebaran permukiman kumuh pada lokasi menunjukkan nilai lebih dari 1.1 pada analisis tetangga terdekat, yang berarti bahwa pola sebaran permukiman adalah pola tersebar (scattern pattern). Namun jika dilihat secara mneyeluruh, pola sebaran permukiman kumuh di kota Manado memiliki nilai kurang dari 0.9 yang mengindikasikan pola sebaran permukiman adalah pola bergerombol.   Kata Kunci :Pola Sebaran, Permukiman Kumuh.
KAJIAN KONSERVASI BANGUNAN KUNO DAN KAWASAN BERSEJARAH DI PUSAT KOTA LAMA MANADO Tonapa, Yenie Naftalia; Rondonuwu, Dwight M; Tungka, Aristotulus E
SPASIAL Vol 2, No 3 (2015)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Manado merupakan salah satu kota yang memiliki berbagai macam bentuk peninggalan bersejarah, hal tersebut tidak lepas dari masuknya berbagai macam kebudayaan maupun bekas dari peninggalan kolonial Belanda. Salah satu bentuk peninggalan bersejarah yaitu, adanya bentuk bangunan yang khas dengan gaya arsitektur yang tergabung dari beberapa etnis yang tersebar di beberapa kawasan yang  memiliki nilai dan pengaruh sejarah yang kuat. Kawasan bersejarah tersebut merupakan salah satu potensi yang dapat dikembangkan menjadi objek wisata yang mengandung unsur pendidikan dan sejarah melalui bangunan-bangunan peninggalan yang ada, salah satu diantaranya kawasan bersejarah yang ada.di kota Manado, yaitu kawasan Pusat Kota Lama Manado. Kawasan pusat Kota Lama Manado merupakan salah satu kawasan yang memiliki nilai historis dan mempunyai pengaruh terhadap perkembangan Kota Manado. Bangunan-bangunan kuno bersejarah yang ada dikawasan pusat kota lama kini mengalami masalah yang sangat memprihatinkan akibat dari perkembangan aktivitas diperkotaan yang semakin pesat yang berdampak mengancam keberadaan bangunan-bangunan yang memiliki nilai sejarah di kawasan pusat kota lama. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bangunan kuno dan kawasan bersejarah yang ada di pusat kota lama Manado dan menganalisis sejauh mana bangunan kuno dan kawasan bersejarah di pusat kota lama Manado yang dapat dikonservasi. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode analisis kualitatif deskriptif. Hasil akhir dari penelitian ini yaitu menentukan bangunan-bangunan maupun kawasan yang dapat dikonservasi dan diharapkan pemerintah lebih memiliki kepedulian terhadap banguna-bangunan yang memiliki nilai sejarah dan dibuatnya peraturan daerah (perda) tentang kawasan konservasi bersejarah tidak hanya di pusat kota lama namun disetiap kawasan-kawasan di kota Manado yang  banguna-bangunanya memiliki nilai sejarah. Kata kunci: Kata kunci: Bangunan Kuno dan Kawasan Bersejarah, Konservasi Pusat Kota Lama Manado, Heritage Bulding.
SISTEM PENANGGULANGAN BENCANA GUNUNG API GAMALAMA DI PERMUKIMAN KAMPUNG TUBO KOTA TERNATE Pradiptasari, Annastasia Gadis; Waani, Judy O; Mononimbar, Windy
SPASIAL Vol 2, No 3 (2015)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Ternate terdapat gunung api Gamalama yang termasuk gunung api aktif dan menjadi salah satu sumber bencana di Kota tersebut. Untuk dapat mengatasi permasalahan yang ada di permukiman Kampung Tubo, Pemerintah telah membuat zonasi kawasan rawan bencana I, II dan III agar masyarakat tidak membangun rumah didaerah rawan bencana, sehingga apabila terjadi bencana masyarakat tidak terkena material gunung api Gamalama. Kondisi jalan di permukiman Kampung Tubo telah diaspal tetapi ada beberapa jalan lingkungan yang masih berbatu-batu dan berlubang. Adapula jalur-jalur evakuasi sudah sangat baik sehingga apabila terjadi bencana masyarakat dapat menyelamatkan diri mereka. Dan ada beberapa infrastruktur yang tidak dibuat oleh pemerintah contohnya bunker dan papan peringatan bahaya gunung api Gamalama. Sistem penanggulangan bencana di Kelurahan (kampung) Tubo sudah cukup efektif. Terlihat dari pembagian zonasi kawasan rawan bencana, pola permukiman, infrastruktur, kondisi bangunan dan sistem sosialisasi pada masyarakat akan bahaya bencana.Kata kunci: Sistem, Penanggulangan Bencana, Gunung Api Gamalama, Permukiman, Kelurahan Tubo Kota Ternate
STUDI PENGEMBANGAN SEKTOR PARIWISATA DI KABUPATEN NABIRE Imbir, Melinda Ester; Makarau, Vicky H; Jefferson, Longdong
SPASIAL Vol 2, No 3 (2015)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pariwisata di Kabupaten Nabire terdiri dari beberapa klasifikasi wisata  diantaranya : Wisata Bahari, Wisata Pantai, Wisata alam, Wisata Buatan, Wisata Agro dan Wisata Budaya. Potensi-potensi wisata yang dimiliki Kabupaten Nabire terus dikembangkan agar dapat menjadi destinasi wisata.Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kondisi kawasan pariwisata dan potensi-potensi yang dimiliki oleh Kabupaten Nabire, serta menganalisis pengembangan sektor pariwisata dalam pembangunan dengan mengandalkan potensi-potensi wisata yang dimiliki oleh Kabupaten Nabire.Adapun metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuisioner, wawancara, observasi dan studi dokumentasi.Hasil penilitian ini menunjukkan bahwa masih kurangnya pengelolaan dalam pengembangan pariwisata, ini disebabkan oleh masih kurangnya Sumber daya manusia berbasis kepariwisataan.Fasilitas penunjang di setiap kawasan wisata juga masih sangat kurang.Hal ini sangat mempengaruhi dalam sektor pengembangan pariwisata di Nabire. Untuk itu perlu adanya kerja sama dalam pembangunan sektor pariwisata sehingga dalam pengembangan kawasan pariwisata di Kabupaten Nabire dapat menjadi Tujuan destinasi wisata yang cukup baik. Peningkatan Sumber daya manusia berbasis kepariwisataan juga perlu untuk ditingkatkan sehingga dapat menunjang pengembangan sektor pariwisata di Kabupaten Nabire.Perlu adanya strategi dan konsep pengembangan pariwisata untuk Kabupaten Nabire seperti adanya promosi-promosi yang menarik, peta perjalanan kawasan wisata, melibatkan partisipasi masyarakat dalam pengembangan sektor pariwisata.Dan Membentuk Lembaga yang berperan dalam bidang kepariwisataan. Kata Kunci : Pengembangan pariwisata, Kawasan Pariwisata Kabupaten Nabire
PERSEPSI PEDAGANG PRIBUMI TERHADAP PEDAGANG PENDATANG DI PASAR KAJASE KABUPATEN SORONG SELATAN, PAPUA BARAT Abago, Pither Yulianus; Rondonuwu, Dwight M; Sembel, Amanda
SPASIAL Vol 2, No 3 (2015)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatar-belakangi oleh kesenjangan pedagang Pribumi dan pedagang Pendatang yang terjadi di pasar Kajase.Dimana pedagang Pribumi mulai tersingkir akibat kalah persaingan merebut peluang berdagang. Disisi lain keberadaan pedagang Pendatang memberikan kontribusi besar dalam pendapatan daerah, demikian juga pedagang Pribumi merupakan faktor penting dalam pembangunan ekonomi rakyat. Namun status keberadaan pedagang Pribumi belum terintegrasi, ini menyulitkan Pemerintah dalam menangani persoalan pedagang pasar Kajase sehinga menimbulkan persepsi negatif pedagang Pribumi terhadap pedagang Pendatang.Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui karakteristik pedagang Pribumi dan pedagang Pendatang, mengetahui persepsi pedagang Pribumi terhadap pedagang Pendatang.Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan teknik pengambilan sampel menggunakan Random Sampling.Tektnik pengumpulan data melalui kuisioner.Anlisis data menggunakan analissi dekriptif kualitatif yaitu data yang di dapat di jelaskan melalui table dan kata-kata.  Di peroleh hasil penelitian sebagai berikut: (1) karakteristik pedagang Pendatang lebih baik dalam motivasi berdagang, usiah, tingkat pendidikan tertinggi, serta adat-istiadat dibandingkan pedagang Pribumi, sehingga pedagang Pendatang berhasil dalam berdagang. (2). Persepsi negatif pedagang Pribumi terhadap pedagang Pendatang disebabkan pedagang Pribumi merasa terancam kalah dalam persaingan brdagang. Sehingga dari 65% pedagang Pribumi setuju bahwa pedagang Pendatang menguasai pasar Kajase. (3). Keinginan dan harapan pedagang Pribumi. yaitu keinginan pedagang Pribumi bahwa pemerintah dapat membagi dua los Pasar untuk kedua kelompok pedagang serta, harapan pedagang Pribumi yaitu Pemerintah dalam mengambil kebijakan terkai pasar harus mempertimbangkan hak-hak adat penduduk Pribumi. Keywords: Persepsi, Pedagang,Pribumi, Pendatan, Pasar Kajase Kabupaten Sorong Selatan.
EVALUASI KELAYAKAN LOKASI TEMPAT PEMBUANGAN AKHIR SAMPAH DI KECAMATAN MANOKWARI SELATAN Rumbruren, Antonius Arik; Tarore, Raymond Ch.; Sembel, Amanda
SPASIAL Vol 2, No 3 (2015)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keberadaan tempat pembuangan akhir sampah (TPA), kecamatan manokwari selatan memiliki jarak ± 500m dari Pemukiman Masyarakat di Desa Maisepi dan Katebu dan jarak dari Lokasi TPA ± 1,5 km ke perkantoran Gubernur. Dengan jarak yang begitu dekat menimbulkan bau yang kurang sedap dan pencemaran lingkungan di hunian warga dan juga di perkatoran Gubernur. Sebagai upaya meningkatkan pelayanan dan mengatasi berakhirnya masa operasional TPA existing, pemerintah kabupaten Manokwari telah menetapkan lokasi TPA Sowi di dalam RTRW kabupaten Manokwari, untuk itu perlu diketahui “Bagaimana kelayakan lokasi TPA sampah Sowi ditinjau kondisi lingkungan berdasarkan analisis kritis terhadap SK SNI tentang pemilihan lokasi TPA Sampah ?”. Tujuan penelitian ini adalah, megevaluasi kelayakan lokasi TPA sampah Sowi berdasarkan SK SNI T-11-1991-03. Untuk mengetahui kelayakan lokasi TPA sowi Kabupaten Manokwari, maka analisis yang dilakukan adalah metode skoring. Penentuan skor masing-masing variable didasarkan atas pembobotan parameter-parameter dari masing-masing variabel tersebut. Besarnya bobot dari masing-masing parameter ditentukan atas dasar besarnya pengaruh kepentingannya. Dengan demikian maka Lokasi TPA sampah Sowi Kabupaten Manokwari dapat dinyatakan layak dipertimbangkan.   Kata kunci: Tempat, Pembuangan, Sampah
ANALISIS KEBUTUHAN DAN SEBARAN FASILITAS PENDIDIKAN TINGKAT SMP DAN SMA DI KABUPATEN TAMBRAUW, PROPINSI PAPUA BARAT Gewab, Hapon Ch; Malik, Andi; Karongkong, Hendriek H
SPASIAL Vol 2, No 3 (2015)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masyarakat Kabupaten Tambrauw kurang mempunyai minat untuk bersekolah karena  kurang tersedianya sarana fasilitas  pendidikan yang memadai, khususnya tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA) di kabupaten Tambrauw, kendala lainnya kondisi jalan bebelok-belok dan rusak mengakibatkan akses menuju fasilitas pendidikan terhambat, demikian juga dengan sebaran penduduk yang tidak merata di wilayah ini menjadi kendala dalam perencanaan dan penyediaan fasilitas pendidikan tingkat SMP dan SMA.Menyikapi pertambahan penduduk akan fasilitas pendidikan, maka penelitian ini bertujuan untuk  merumuskan arahan distribusi fasilitas pendidikan  SMP dan SMA yang merata dan menjangkau seluruh wilayah yang ada di Kabupaten Tambrauw berdasarkan standar yang ditetapkan hingga tahun 2034. Sebelumnya dilakukan evaluasi terhadap penyediaan fasilitas pendidikan SMP dan SMA eksisting dengan melakukan analisis terhadap kecukupan fasilitas pendidikan berdasarkan standar pemenuhan kebutuhan usia sekolah terhadap fasilitas SMP dan SMA eksisting, tingkat keterisian sekolah, dan kondisi jalan. Kemudian untuk mencapai tujuan penelitian dilakukan analisis mengenai penyediaan fasilitas pendidikan dan distribusi SMP dan SMA berdasarkan rombongan belajar serta kondisi jalan. Berdasarkan analisis terhadap penyediaan fasilitas pendidikan SMP dan SMA di Kabupaten Tambrauw  belum dapat memenuhi seluruh kebutuhan penduduknya serta belum dapat menjangkau seluruh wilayah ini dari tingkat efisiensi dan efektifitas. Studi ini memprediksikan jumlah penduduk pada tahun 2034 berjumlah 195.608 jiwa, sedangkan jumlah penduduk usia sekolah 13-15 tahun dan 16-18 tahun di Kabupaten Tambrauw pada tahun 2034 sebanyak 9782 jiwa dan 9425 jiwa dengan perkiraan penambahan kebutuhan fasilitas pendidikan SMP sebanyak 87sekolah dan  SMA sebanyak 26 sekolah pada tahun 2034 yang tersebar di seluruh kecamatan di kabupaten Tambrauw   Kata kunci : Fasilitas Pendidikan, arahan, distribusi
FAKTOR – FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP EKSISTENSI KEGIATAN WISATA KULINER TINUTUAN DI KORIDOR JALAN WAKEKE MANADO Nanariain, Vinny Wasty; Rondonuwu, Dwight M; Rogi, Octavianus A. H.
SPASIAL Vol 2, No 3 (2015)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Koridor jalan Wakeke terletak di kelurahan Wenang Utara kecamatan Wenang kota Manado. Dilihat dari status jalan merupakan  jalan lingkungan yang diapit oleh dua  jalan arteri sekunder yaitu Jalan Korengkeng dan Jalan Garuda. Oleh pemerintah telah dijadikan sebagai kawasan wisata kuliner dengan kekhasan menu yang paling dikenal yaitu tinutuan. Usaha kuliner tinutuan yang sudah berjalan puluhan tahun masih tetap eksis hingga sekarang. bahkan, terkenal sampai di kalangan orang-orang Manado yang berada tinggal di luar negeri. dan mampu bersaing dengan lokasi –lokasi kuliner lain yang ada di kota Manado. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor – faktor yang mempengaruhi eksistensi lokasi usaha dengan profil usaha kuliner tinutuan dan bagaimana perubahan penggunaan ruang lokasi studi sebagai dampak dari aktifitas wisata kuliner ini. Penelitian ini menggunakan data primer dan sekunder. dengan variabel dependennya adalah eksistensi kegiatan wisata (pedagang dan pelanggan) dan variabel independennya adala variabel aksesibilitas, prasarana sarana, kebijakna pemerintah, dan penggunaan ruang. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif metode analisis yang digunakan untuk menentukan dan menganalisis faktor – faktor yang berpengaruh terhadap eksistensi kegiatan wisata kuliner di Koridor Wakeke ini memakai uji kai kuadrat pearson (Pearson Chi Square) dan uji regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari semua variabel yang berpengaruh terhadap eksistensi kegiatan wisata kuliner tinutuan di koridor jalan Wakeke Manado adalah variabel aksesibilitas yang memiliki pengaruh paling paling besar, sedangkan variabel prasarana sarana dianggap tidak berpengaruh karena memiliki nilai p lebih dari 0,05. Pola perkembangan kegiatan di koridor Wakeke ini adalah berbentuk ribbon mengikuti jaringan jalan.   Kata kunci : Eksistensi, Faktor Pengaruh, Wisata Kuliner, Koridor Wakeke Manado.

Page 6 of 44 | Total Record : 440