cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
SPASIAL
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 440 Documents
DAMPAK SOSIAL DARI POLA PERUMAHAN PERMATA ASRI PINELENG Tamboeo, Gunawan; Waani, Judy O; Tilaar, Sonny
SPASIAL Vol 3, No 1 (2016)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sesuai dengan artiannya, perumahan merupakan kelompok rumah dengan fungsi hunian yang dilengkapi prasarana dan sarana lingkungan. Ini berarti perumahan tersebut bukan saja bangunannya yang dipentingkan, namun juga fasilitas dan utilitas yang ada di dalamnya. Tidak terlepas dari itu, interaksi sosial juga merupakan  bagian yang sangat penting dalam perwujudan perumahan yang merupakan dampak sosial terhadap keberadaan perumahan tersebut. Tanpa adanya manusia yang menghuni rumah-rumah tersebut keberadaan perumahan menjadi tidak ada gunanya atau mubazir. Secara umum penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kondisi fisik dan non fisik Perumahan Permata Asri serta menganalisis kemanfaatan pola perumahan terhadap penghuni Permata Asri. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, yakni persentase dan penjelasan/penjabaran hasil yang diperoleh dari data lapangan sehingga mudah dipahami. Kesimpulan mengenai kondisi fisik  Perumahan Permata Asri adalah sebagai berikut; Pola perumahan pada Perumahan Permata Asri berbentuk grid serta dikelompokkan berdasarkan tipe perumahan dan memiliki satu pintu gerbang masuk. Sedangkan kondisi non fisiknya, didapati bahwa interaksi yang terjadi antar warga perumahan terjalin dengan cukup baik, tidak ada waktu-waktu tertentu bagi mereka untuk melakukan interaksi, seperti sekedar bercengkerama antara satu dengan lainnya, namun mereka melakukannya kapanpun itu selagi memungkinkan. Dampak sosial yang dirasakan warga perumahan, antara lain mereka hidup dengan rukun, serta tidak adanya perbedaan status sosial (warga dapat berinteraksi dengan siapa saja), sehingga dapat dikatakan dampak sosial yang terjadi di lingkungan perumahan ini bersifat positif.  Saran dari peneliti antara lain diadakannya tempat penampungan sampah sementara di lingkungan perumahan, merekrut kembali security, serta kesediaan warga untuk berpartisipasi dalam terwujudnya lingkungan  yang bersih dan aman yakni berupa iuran bulanan. Kata kunci : Perumahan, prasarana, sarana, utilitas, interaksi sosial
IDENTIFIKASI POLA SEBARAN PERMUKIMAN TERENCANA DI KOTA MANADO Pelambi, Maychard M; Tilaar, Sonny; Rengkung, Michael M
SPASIAL Vol 3, No 1 (2016)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Manado adalah ibu kota Provinsi Sulawesi Utara yang terus berkembang dengan pesat, bermula dengan kepadatan rendah dan menjadi semakin tinggi seiring laju pertumbuhan penduduknya. Pembangunan hunian baru berupa permukiman terencana dan Bisnis property Real Estate yang menjadi solusi melonjaknya permintaan akan tempat bermukim. Upaya pembangunan permukiman terancana yang mengacu pada dokumen RTRW yang telah diperdakan harus dilaksanakan mengingat muatan teknis dalam Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Manado. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi Pola Sebaran Permukiman Terencana Di Kota Manado. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan analisis deskriptif. Permukiman terencana yang teridentifikasi kemudian dianalisis menggunakan analisis tetangga terdekat. Permukiman terencana yang ada di kota Manado diukur jarak garis lurus antara satu permukiman dengan permukiman terdekatnya dengan menggunakan peta citra melalui aplikasi google earth dan Sistem Informasi Geografis (SIG) untuk kemudian didapatkan pola persebaran permukimananya membentuk pola mengelompok atau bergerombol (Cluster Pattern). Di tiap kecamatan memiliki pola yang sama selain kecamatan yang didalamnya tidak memiliki permukiman terencana dan pola acak atau tersebar tidak merata (Random Pattern) di kecamatan Malalayang dan Paal II. Pola mengelompok atau bergerombol (Cluster Pattern) menguntungkan untuk kota Manado dalam hal penyediaan Infrastruktur dan sarana prasarana perkotaan. Kata Kunci: Permukiman terencana, Pola permukiman terencana
PERSEPSI DAN SIKAP WISATAWAN TERHADAP OBJEK WISATA BUKIT KASIH KANONANG DI KECAMATAN KAWANGKOAN KABUPATEN MINAHASA Kawung, Aprillia Vira; Poluan, R. J.; Rondonuwu, Dwight M
SPASIAL Vol 3, No 1 (2016)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Provinsi Sulawesi Utara, merupakan salah satu wilayah tujuan wisata di Indonesia yang memiliki berbagai objek wisata baik objek wisata alam maupun wisata budaya. Objek wisata Bukit Kasih Kanonang merupakan salah satu tujuan wisata di Kabupaten Minahasa Provinsi Sulawesi Utara yang banyak diminati oleh wisatawan.Namun keberadaan objek wisata ini belum didukung dengan pengelolaan yang baik sehingga ada kesan terabaikan. Tujuan dari penelitian ini sendiri adalah untuk mengetahui persepsi dan sikap wisatawan terhadap Objek Wisata Bukit Kasih Kanonang. Penelitian ini pengambilan sampel untuk responden akan dilakukan dengan metode purposive sampling dimana peneliti memilh sendiri sampel yang akan diwawancara dan kemudian dianalisa menggunakan metode kualitatif deskriptif. Dari hasil analisis yang dilakukan didapatkan bahwa persepsi wisatawan terhadap kebersihan objek wisata dan keadaan fasilitas umum kurang baik dan harus diperhatikan lagi sedangkan untuk kualitas alam dan karamahtamahan masyarakat sekitar sangat diapresiasi baik oleh responden.Sikap positif responden juga diberikan untuk keadaan alam dan keramahtamahan masyarakat sekitar objek wisata Bukit Kasih ini.   Kata kunci : Persepsi, Sikap, Wisatawan, Objek Wisata
Kajian Pengembangan Ekowisata Bahari Berbasis Pengelolaan DPL Desa Bahoi di Likupang Barat Muliya, Umi; Mononimbar, Windy; Lahamendu, Verry
SPASIAL Vol 3, No 1 (2016)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Bahoi yang terletak di Kabupaten Minahasa Utara Kecamatan Likupang Barat memiliki potensi ekowisata bahari yang sangat menarik karena di samping memiliki kawasan mangrove yang sangat luas juga memiliki kawasan pantai berpasir putih dan terumbu karang yang sangat indah. Sehingga daerah ini sangat berpotensi untuk pengembangan ekowisata bahari sebagai salah satu destinasi wisata di provinsi Sulawesi Utara selain Taman Nasional Bunaken. Meskipun desa Bahoi memiliki potensi yang besar, namun masih terdapat beberapa masalah yang mempengaruhi pengembangan potensi wilayah tersebut dan salah satunya adalah belum adanya dukungan yang maksimal dari pemerintah dalam menyediakan fasilitas penunjang ekowisata yang sesuai dengan prinsip pembangunan ekowisata. Selama ini pengembangan ekowisata bahari hanya dilakukan oleh NGO, Dinas Kelautan dan Perikanan dan Dinas Pariwisata yang belum secara komprehensif menerapkan konsep ekowisata bahari karena kurangnya koordinasi. . Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi dan masalah terkait pengembangan ekowisata bahari berbasis pengelolaan Daerah Perlindungan Laut (DPL)  Desa Bahoi di Likupang Barat serta menganalis konsep-konsep pengembangan ekowsiata dengan melihat potensi, kelemahan, tantangan dan ancaman yang terdapat di daerah perlindungan laut Desa Bahoi dengan menggunakan menggunakan metode penelitian kulitatif dan kuantitatif kemudian dilakukan analisis SWOT sehingga didapatkan konsep pengembangan ekowisata bahari berbasis DPL. Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan maka terdapat beberapa konsep pengembangan ekowisata bahari yaitu Standar Operasional Prosedur (SOP) ekowisata diperdeskan, Peta zonasi dan fasilitas penunjang yang sesuai dengan prinsip dan kriteria ekowisata. Dari hasil penelitian ini dapat ditarik kesimpulanbahwa Desa Bahoi memiliki potensi yang sangat besar terutama pada keanekaragaman ekosistem daerah perlindungan laut sehingga perlu di buat Standar Operasional Prosedur ekowisata yang mengatur manajemen ekowisata, pembatasan jumlah pengunjung, dan ketentuan-ketentuan dalam berekowisata baik sebagai pengunjung maupun sebagai guide, membangun kemitraan dengan berbagai pihak dan meningkatkan koordinasi antar para stakeholder, serta mendorong masyarakat untuk berperan secara aktif baik dalam hal memanfaatkan energi alternatif sebagai salah satu atrasi wisata maupun dalam menjaga serta melestarikan berbagai potensi yang dimiliki Desa Bahoi agar desa ini dapat menjadi pintu gerbang dalam pengembangan ekowisata bahari di Kabupaten Minahasa Utara khususnya Sulawesi Utara.   Kata Kunci: Kajian pengembangan, ekowisata bahari, pengelolaan DPL, Desa Bahoi
PENGARUH TATA GUNA LAHAN PADA KINERJA LALU LINTAS JALAN SAM RATULANGI MANADO Purba, Eliser Darma Putra
SPASIAL Vol 3, No 1 (2016)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan suatu kota tidak akan terlepas dari faktor penduduk dan aktivitas kehidupannya yang selalu meningkat, seiring dengan peningkatan jumlah penduduk dan semakin kompleksnya kegiatan penduduk di perkotaan maka kebutuhan sarana transportasi semakin meningkat. Hal ini dapat ditunjukkan dari semakin banyaknya kendaraan yang beroperasi di jalan, baik kendaraan pribadi maupun umum. Berkembangnya dunia transportasi dan banyaknya jumlah kendaraan maka diperlukan sarana dan prasarana transportasi yang menunjang dengan kebutuhan masyarakat dan untuk memajukan pertumbuhan pembangunan daerah tersebut. Perencanaan transportasi merupakan bagian yang tak terpisahkan dari perencanaan kota dan wilayah. Besar hambatan samping yang terjadi pada ruas jalan Sam Ratulangi yaitu penyeberang jalan. Hal ini disebabkan ruas jalan Sam Ratulangi didominasi oleh kegiatan komersial seperti perdagangan dan jasa (pusat perbelanjaan).Volume kendaraan tertinggi terjadi pada hari Senin, 01 Februari 2016 dengan volume kendaraan yaitu 3767 smp/jam. Kecepatan yang terjadi di ruas jalan Sam Ratulangi pada jam puncak adalah berkisar antara 2,18 – 4,16 Km/Jam. Kecepatan tertinggi adalah pada hari Senin, Jumat dan Sabtu terjadi pada pukul, 06.15 – 06.30 dan 14.15 - 14.30 dengan kecepatan berkisar antara 10,43 – 18,97 Km/Jam. Pengaruh yang ditimbulkan oleh aktivitas komersial terhadap kinerja jalan di ruas jalan Sam Ratulangi yaitu berdampak pada kemacetan karena faktor – faktor seperti hambatan samping, tata guna lahan, dan kapasitas jalan. Dan adapunfaktor eksternal dari wilayah lain yang menyebabkankemacetan di ruas jalan Sam Ratulangi. Karena jalan Sam Ratulangi merupakan jalan kolektor primer yang menghubungkan jalan antar kota sehingga terjadi interaksi antar wilayah dan pusat - pusat kegiatan di setiap wilayah di Kota Manado   Kata Kunci : Transportasi, Kendaraan, Hambatan Samping, Guna Lahan, Kapasitas
ANALISIS KESESUAIAN LAHAN UNTUK PENGEMBANGAN EKOWISATA DI SEKITAR DANAU TONDANO Sumaraw, Christo Andrizen; Tondobala, Linda; Lahamendu, Verry
SPASIAL Vol 3, No 1 (2016)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam pemanfaatan lahan kita harus melihat aspek kelestarian lingkungan. Saat ini pemanfaatan lahan yang tidak berorientasikan pembangunan berkelanjutan mengakibatkan penurunan kualitas lingkungan. Indonesia terkenal dengan kekayaan sumber daya alam dan budayanya yang beragam sehingga banyak wisatawan baik lokal maupun mancanegara melakukan perjalanan wisata untuk menikmati pemandangan alam indonesia dan keragaman budaya sebagai daya tarik wisata. Danau Tondano yang memiliki banyak potensi wisata, keadaannya harus menjadi perhatian kita bersama khususnya masyarakat penghuni di sekitar Danau Tondano dan DAS Tondano. Disamping itu keterlibatan pemerintah daerah dan provinsi yang menentukan kebijakan dan aturan pengembangan di sekitar Danau Tondano, haruslah mengutamakan pembangunan berkelanjutan yang berwawasan akan lingkungan agar terjadi keseimbangan antara pemenuhan ekonomi serta kelestarian akan lingkungan. Dengan kondisi Danau Tondano saat ini dan potensinya yang besar untuk pariwisata, lebih baik diarahkan pada pengembangan pariwisata yang berwawasan akan lingkungan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengidentifikasi kondisi eksisting objek wisata yang ada di sekitar Danau Tondano dan menganalisis kesesuaian lahan untuk pengembangan ekowisata di pesisir Danau Tondano. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan analisis secara deskriptif. Data yang didapatkan kemudian di analisis menggunakan metode skoring untuk mendapatkan nilai kesesuaian lahan pengembangan ekowisata. Kesimpulan dari penelitian ini diketahui kawasan wisata yang ada di sekitar Danau Tondano bisa dikembangkan menjadi kawasan wisata yang berwawasan akan lingkungan dengan konsep ekowisata dan dalam pengembangannya harus memperhatikan aspek kelestarian lingkungan dan budaya serta pemberdayaan masyarakat lokal. Kata Kunci: Kesesuaian lahan, Pengembangan Ekowisata, Danau Tondano
PERUBAHAN TATA GUNA LAHAN PADA PUSAT KOTA AMBON Metekohy, Elvira Florensia; Mononimbar, Windy; Tarore, Raymond Ch.
SPASIAL Vol 3, No 1 (2016)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pusat Kota Ambon termasuk dalam SWP (Satuan Wilayah Pengembangan) 1 dengan satu kesatuan fungsional sebagai pemusatan fungsi pelayanan kota primer. Dengan memiliki potensi lahan datar yang relatif luas, sentral dalam arti memiliki akses tinggi keseluruh kota dan adanya kelengkapan prasarana dan sarana kota. Luas wilayah Pusat Kota adalah sekitar 4.259,67 Ha.Studi ini pada dasarnya bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi perubahan tata guna lahan pada Pusat Kota Ambon. Sedangkan sasaran yang ditempuh adalah mengidentifikasi perubahan tata guna lahan pada Pusat Kota Ambon dan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan tata guna lahan pusat Kota Ambon sebagai pusat aktivitas perekonomian kota. Dengan menggunakan analisis overlay/superimpose dan analisis deskriptif kualitatif  dapat diketahui pada pusat Kota Ambon telah terjadi pertambahan kawasan terbangun dan dipengaruhi pula oleh adanya akitivitas pelabuhan di kawasan pusat kota. Hasil studi yang diperoleh menunjukan adanya keterkaitan hubungan faktor perubahan penggunaan lahan dapat dilihat dengan tersedinya kelengkapan infrastruktur dan utilitas kota dengan kondisi kawasan yang strategis sehingga ada kemudahan dalam pencapaian aksesibilitas oleh masyarakat mengingat peran aktivitas pelabuhan yang memberikan kontribusi besar dalam aktivitas perekonomian Kota Ambon. Hasil ini diharapkan dapat menjadi input bagi Pemerintah agar mengendalikan pembangunan di kawasan pusat kota dengan aturan-aturan yang lebih jelas, agar perubahan yang terjadi bisa terkendali dan sesuai dengan daya dukung lahan dan aturan yang ditetapkan. Kata Kunci :perubahan tata guna lahan, pusat kota
NILAI – NILAI KEARIFAN LOKAL DALAM PERMUKIMAN NUMFOR DORERI DI PULAU MANSINAM Ihalauw, Yanter Frisan; Makarau, Vicky; Warauw, Fela
SPASIAL Vol 3, No 1 (2016)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dari catatan F.C. Kamma, bahwa orang Numfor berasal dari pulau dengan nama yang sama dan masih berkerabat dengan orang Biak. Mereka ini telah berabad-abad lamanya menempati pulau Biak dan Supiori, tetapi kemungkinan besar sebelum itu, mereka ini datang dari wilayah timur (Tanah Tabi dan Sanar) Kabupaten Jayapura Suku Numfor doreri merupakan suku yang berasal dari pulau biak Numfor. Sekitar abad 17 atau awal abad 18 terjadi peselisihan keluarga yang mengakibatkan perang saudara yang disebut mambri dikalangan masyarakat biak numfor. Dari sinilah timbul niat beberapa keluarga dari beberapa kampung di pulau Numfor untuk pindah mencari daerah baru. Permukiman suku Numfor Doreri berkembang mengikuti garis pantai dengan posisi rumah berada di daratan, Kebanyakan rumah tinggal masyarakat numfor doreri di pulau mansinam berdinding setengah tembok setegah kayu atau keseluruhan berdinding kayu dan menggunakan seng sebagai penutup rumah. Beberapa rumah tinggal didepannya terdapat pondok kecil yang menyerupai replika rumah adat, Biasanya Masyarakat setempat menyebutnya rumah pondok Berdasarkan struktur mata pencaharian utama penduduk, sebagian besar penduduk bermatapencaharian sebagai petani, peternak dan nelayan (45,5%). Sekitar 70 KK (37,4%) merupakan pegawai negeri sipil (PNS) di berbagai instansi pemerintah baik sebagai aparat kampong, PNS di pemerintah Kabupaten Manokwari maupun PNS di pemerintah Provinsi Papua Barat. Sedangkan sebanyak 17,1% adalah buruh dan karyawan swasta. Organisasi Sosial Suku Numfor doreri di wadahi oleh kepala adat sebagai pimpinan Tertinggi, Kepala Adat mempunyai peranan tertinggi dalam  Keret/Fam/Marga dan peranan tersebut adalah sebagai hakim perdamaian yang berhak menimbang berat ringannya sanksi yang harus dikenakan kepada anggota suku. Selain itu kepala adat juga berperan dalam Perizinan dalam membangun rumah dan menentukan lokasi bermukim tiap keret agar tidak tercipta pertikaian antar sesama suku. Kearifan Lokal yang terdapat dalam Permukiman Numfor Doreri Yakni Pola permukiman, Pola Ruang dan Perilaku Bermukim, Struktur Ruang dan Lingkungan, Upacara adat, Tarian adat, Karakter Bangunan dan Motif Ukir. Dimana berdasarkan Ciri-ciri Kearifan lokal dalam permukiman Numfor Doreri Mampu bertahan terhadap budaya luar, Mempunyai kemampuan mengendalikan dan Mampu memberi arah terhadap perkembangan budaya.   Kata Kunci :Kearifan Lokal, Numfor Doreri, Mansinam
Kajian Model Penataan Muara Sungai Perkotaan Berbasis Mitigasi Bencana. Studi Kasus Muara Sungai Ranoyapo Kota Amurang Kabupaten Minahasa Selatan. Suriandjo, Hendrik S
SPASIAL Vol 3, No 1 (2016)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keberadaan Kota Amurang sebagai jalur transit di topang oleh adanya rencana pengembangan pelabuhan Amurang yang lebih mempertegas ciri Amurang sebagai Kota Pantai. Daerah aliran sungai dan pesisir pantai sering dikategorikan sebagai daerah rawan bencana, karena peluang dan potensi terjadinya bencana banjir, penggerusan tanah dan pasang air laut, yang tentunya hal tersebut sering terjadi di muara sungai Ranoyapo. Dengan demikian, dalam penelitian ini penulis mencoba menemukan model penataan muara sungai perkotaan berbasis mitigasi bencana, yang dapat menjadi model prototype penataan kawasan sejenis. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dan mengandung unsur kasualitatis (studi kasus) sehingga diarahkan pada pengembangan deskripsi lokasi kawasan. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis data kualitatif, data dikombinasikan dengan analisis SWOT untuk mendapatkan kekuatan, kelemahan, peluang dan kendala. Hasil penelitian ini menunjukkan perlu dikembangkan model yang berkaitan dengan aspek fisik dasar kawasan, perumahan dan permukiman, utilitas dan prasarana lingkungan, manajemen mitigasi bencana dan hukum serta pengelolaan pembangunan kawasan, karena penyebab menurunnya kualitas lingkungan kawasan muara sungai dan pesisir pantai disebabkan aspek –aspek tersebut secara keseluruhan masih merupakan potensi yang belum dikembangkan. Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa model-model yang ditemukan dalam penataan muara sungai berbasis mitigasi bencana sekaligus sebagai model prototype penataan kawasan sejenis ialah : (1) tanggul pengaman bantaran sungai, (2) jalur sirkulasi / jalan bantaran sungai, (3) konstruksi bangunan minimal 2 lantai, (4) peta mitigasi bencana, (5) menara pemantau banjir, (6) pintu air pengendali banjir, (5) menjadikan sungai sebagai bagian depan rumah / bangunan. Saran dalam penelitian ini ialah pengelolaan pembangunan kawasan perlu didukung oleh panduan pembangunan sebagai acuan dalam pengendalian pembangunan.   Kata Kunci : muara sungai, mitigasi, model prototype
IDENTIFIKASI KETERSEDIAAN INFRASTRUKTUR FASILITAS SOSIAL DI KECAMATAN MALALAYANG KOTA MANADO SULAWESI UTARA Dansa, Onya Arlita; Supardjo, Surijadi; Sembel, Amanda
SPASIAL Vol 3, No 2 (2016)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pertumbuhan suatu wilayah khususnya di kota Manado dilatar belakangi oleh berbagai aspek kehidupan seperti perkembangan jumlah penduduk. Salah satu hal yang tidak bisa dipisahkan dari perkembangan suatu kota adalah infrastruktur fasilitas sosial yang memadai. Kecamatan Malalayang merupakan salah satu kecamatan yang berada di Kota Manado dengan jumlah penduduk pada tahun 2015 berjumlah 56.344 jiwa  dan tiap tahunnya mengalami pertambahan jumlah penduduk diatas rata-rata 15 %. Kecamatan Malalayang sendiri dilengkapi dengan berbagai macam Infrastruktur fasilitas sosial untuk mendukung aktifitas warganya, namun karna Pertumbuhan populasi penduduk Kecamatan Malalayang mengalami peningkatan setiap tahunnya, maka ketersediaan fasilitas sosial perluh menjadi perhatian. Dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif analisis dalam bentuk metode survey yang bersifat menjabarkan serta menganalisis data yang sudah ada dan kemudian hasilnya dibuat dalam bentuk tabel dan peta. Acuan daripada analisis adalah SNI 2004 mengenai tata cara perencanaan perumahan di perkotaan. Hasil penenlitian menunjukan bahwa ketersediaan fasilitas sosial di Kecamatan Malalayang pada umumnya sudah memadai yaitu sarana pendidikan dengan jumlah pendidikan (57), kesehatan (32), tempat ibdah (80) dan sarana olahraga (30). Namun untuk sarana pendidikan di 6 Kelurahan (Malalayang 1,2, Malalyang 1 Timur dan Barat, Winangun 1 dan Batu Kota ) perluh diperhatikan dan untuk radius pencapaiannya hanya terdapat pada 2 Kelurahan (Malalayng 1 Timur dan Barat)  yang belum memadai. Kata Kunci: SNI, Ketersediaan Fasilitas Sosial, Kecamatan Malalayang

Page 8 of 44 | Total Record : 440