cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
SPASIAL
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 440 Documents
PEMANFAATAN RUANG PARA PEDAGANG DI PASAR TRADISIONAL BAHU,MANADO DAN PENGARUHNYA TERHADAP KONDISI AKSESIBILITAS KAWASAN Rahantoknam, Steward; Tondobala, Linda; Tarore, Raymond Ch.
SPASIAL Vol 2, No 3 (2015)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pasar Tradisional Bahu berlokasi di Kecamatan Malalayang Kelurahan Bahu di Kota Manado. Sistem tawar menawar merupakan ciri khaspasar tradisional ini. Namun citra pasar tradisional yang indentik dengan semrawut, kotor dan macet menyebabkan situasi yang tidak nyaman bagi para pembeli dan pedagang. Hal ini disebabkan oleh pertumbuhan dan prilaku pedagang sehingga menurunnya kualitas lingkungan seperti terjadinya kesemrawutan karenapedagang menggelar dagangannya sembarangan dengan bahan seadanya sehingga mempengaruhi kenyamanan dalam pasar selain masalah kebersihan. Demikian pula,akses menuju pasar yang tidak memadai; angkutan kota yang sembarang menaikkan dan menurunkan penumpang; kegiatan proses bongkar muat barang dan tidak tersedia ruang parkir membuat pelanggan memarkir kendaraan dengan sembarangan terutama pada badan jalan pasar dimana keadaan ini membuat kemacetan di kawasan khususnya pada pada jam sibuk di pagi hari. Melihat permasalahan di atas maka peneliti merasa penting untuk mengkaji Pemanfaatan Ruang Para Pedagang Di Pasar Tradisional Bahu Dan Pegaruhnya Terhadap Kondisi Aksesibilitas Kawasan. MetodeAnalisis  Deskriptif dan Analisis Kuantitatif di pakai dalam penelitian ini. Hasil survey lapangan dipetakan dan dianalisis, selanjutnya dengan program SPSS, data hasil kuesioner diolah. Hasil penelitian ini memperlihatkan terdapat korelasi lokasi pedagang, penataan pedagang, mobilitas pedagang dengan  kemacatan diPasar Tradisional Bahu. Kemacetan terpanjang di jalan Wolter Wongensidi di saat waktu sibuk pasar yang terjadi di pagi hari pada jam 06.00 – 09.00.   Kata kunci : Pasar Tradisional Bahu, Pemanfaatan Ruang, Pedagang.
EVALUASI PERKEMBANGAN PENGGUNAAN LAHAN di KAWASAN CEPAT TUMBUH KECAMATAN MAPANGET KOTA MANADO Antara, Indri Rosalia; Sela, Rieneke L; Malik, Andy
SPASIAL Vol 2, No 3 (2015)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecamatan Mapanget adalah salah satu kecamatan yang berada di Kota Manado dan merupakan kecamatan terbesar dengan luas 157,26 km². Dalam perkembangannya Kecamatan Mapanget menjadi salah satu wilayah yang dapat diunggulkan untuk mendukung wilayah yang lainnya. Dengan arahan yang terdapat pada RUTRK Kecamatan Mapanget dan RTRW Kota Manado 2010-2030 maka pembangunan di Kecamatan Mapanget harus dilakukan secara maksimal. Namun, melihat kondisi eksisting tahun 2015, masih perlu dilakukan evaluasi pada wilayah Kawasan Cepat Tumbuh yang dibatasi pada arahan terkadang tidak sesuai dengan pembangunan yang ada di lapangan. Dalam penelitian ini dibutuhkan beberapa data seperti dokumen RTRUK Kota Manado dan dokumen RTRW Kota Manado 2010-2030. Metode Analisis yang digunakan dalam penelitian adalah analisis Overlay dan analisis Deskriptif. Analisis Overlay berguna untuk menghasilkan penilaian terhadap perubahan lahan yang terjadi di Kawasan Cepat Tumbuh sedangkan Analisis Deskriptif digunakan untuk mengetahui perkembangan hasil overlay peta time series berdasarkan citra satelit dan peta kondisi eksisisting penggunaan lahan. Metode Penelitian yang digunakan adalah Metode Penelitian Evaluatif dan Metode Observasi yang dapat membantu untuk mendapatkan hasil analisis sesuai dengan tujuan penelitian berdasarkan hasil dan pembahasan maka dapat disimpulkan bahwa terjadi luas perubahan dan fungsi penggunaan lahan dan faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya kawasan cepat tumbuh.   Kata Kunci : Evaluasi Penggunaan Lahan, Kawasan Cepat Tumbuh, Regulasi
PENGARUH PENGEMBANGAN PERUMAHAN TERENCANA TERHADAP PERKEMBANGAN WILAYAH DI KECAMATAN MAPANGET Karundeng, Novel R; Hanny, Poli -; Papia, Franklin J
SPASIAL Vol 2, No 3 (2015)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Semakin pesatnya pertumbuhan suatu kota pada umumnya diiringi dengan kebijakan pengembangan wilayah dari pemerintahan kota tersebut salah satunya adalah pembangunan perumahan bagi penduduk perkotaan. Sebagai suatu hunian perumahan memiliki hubungan keterkaitan dengan lingkungan sekitarnya.Perumahan merupakan suatu wilayah hunian yang dapat berkembang seiring dengan dinamika para penghuninya.Pengembangan perumahan dapat mempengaruhi perkembangan wilayah sekitarnya melalui berbagai aktifitas pembangunan / pengembangan kawasan itu sendiri ataupun melalui aktifitas warganya.Yang menjadi fokus dari penelitian ini adalah mengetahui bagaimana pengembangan perumahan terencana serta menganalisis pengaruh yang ditimbulkannya terhadap perkembangan wilayah di Kecamatan Mapanget. Lingkup dari penelitian ini adalah Kecamatan Mapanget Kota Manado sedangkan yang menjadi metode dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan menggunakan analisis time series, skala guttman, nearest neighbor dan regresi linier. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa bahwa perumahan memberikan pengaruh yang sangat besar bagi perkembangan di Kecamatan Mapanget, hal ini dapat dilihat dari analisis skalogram yang menunjukkan pusat pelayanan di di Kecamatan Mapanget selalu berubah – ubah serta pola permukiman di Kecamatan Mapanget yang telah mengalami perubahan dari pola berkelompok menjadi acak dalam kurun waktu 6 tahun sedangkan untuk analisis regresi menunjukkan jumlah perumahan memberi pengaruh yang KUAT bagi fasilitas umum dan fasilitas sosial namun terdapat beberapa variabel yang secara statistik  nilai  probabilitasnya > 0,05 maka pengaruh yang diberikan dianggap tidak signifikan.   Kata Kunci : Perumahan, Kecamatan Mapanget
ANALISIS KEBUTUHAN DAN PENEMPATAN PRASARANA-SARANA FASILITAS PENDIDIKAN DI KECAMATAN WORI Umasangadji, M. Sukri
SPASIAL Vol 2, No 3 (2015)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Infrastruktur pendidikan merupakan salah satu faktor yang sangat penting dalam dunia pendidikan di Indonesia. Ini sangat berpengaruh pada terlaksananya proses belajar mengajar yang dilaksanakan di sekolah. Karena infrastruktur merupakan instrumen pendukung dalam pendidikan, maka perlu dilakukan suatu perencanaan infrastruktur yang terintegrasi dengan baik pada suatu wilayah perencanaan. Dalam perencanaan Wilayah,  sektor pendidikan juga mendapat perhatian yang penting dalam suatu penataan yang komprehensif dengan sektor yang lain. Dan penyediaan fasilitas pendidikan merupakan salah satu bentuk eksistensi pelayanan publik dalam menentukan orde atau hirarki dari perkembangan wilayah. Ketersediaan fasilitas pendidikan berupa sekolah memberikan kesempatan bagi individu untuk memperoleh layanan dari fasilitas yang tersedia sebagai bentuk dari pemenuhan kebutuhan akan pendidikan. Namun apakah dalam penataannya infrastruktur pendidikan dapat memberikan pengaruh yang baik terhadap pengembangan wilayah?, baik dari segi kualitas maupun kuantitasnya?. Untuk itulah perlu dilakukan suatu kajian penempatan fasilitas pendidikan dasar, menengah pertama, dan menengah atas yang secara  optimal, baik secara kuantitas maupun kualitasnya dalam aspek penempatan fasilitas dengan Sistem Informasi Geografis. Kata kunci : Penempatan Fasilitas Pendidikan, Jangkauan Pelayanan, dan Kebutuhan.
PERSEPSI DAN PREFERENSI TINGGAL MASYARAKAT PADA AREA SEMPADAN SUNGAI ( STUDI KASUS: KELURAHAN PAKOWA KOTA MANADO) Yan, Arnold; Warouw, Fela; Rengkung, Michael M
SPASIAL Vol 2, No 3 (2015)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Area sempadan sungai masih menjadi tempat bermukim masyakarat,  terdapat fenomena masyarakat yang menjadi korban banjir tetap memilih untuk kembali bermukim didaerah tersebut. Persepsi dan preferensi tinggal masyarakat merupakan unsur penting pada setiap individu untuk menentukan dimana mereka akan bermukim. Pada dasarnya persepsi dan preferensi terbentuk dari pengetahuan atau pemahaman mereka tentang objek yang akan dipersepsikan dan bagaimana alasan utama masyarakat memilih lokasi bermukim mereka sekarang yang dalam penelitian ini adalah area sempadan sungai pada Kelurahan Pakowa Kota Manado. Penelitian ini dirasa perlu dilakukan karena mayoritas masyarakat pada area sempadan sungai yang menjadi korban banjir bandang Januari 2014 tetap memilih tinggal dilokasi tersebut sekalipun mereka mengetahui akan adanya bahaya yang mungkin terjadi dikemudian hari. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui persepsi dan preferensi tinggal masyarakat yang berada pada area sempadan sungai sehingga mereka tetap memilih tinggal dilokasi tersebut. Metode Penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan anaisis deskriptif. Kesimpulan yang diperoleh dari persepsi dan preferensi tinggal masyarakat atau alasan utama sehingga mereka tetap memilih bermukim pada area sempadan sungai di Kelurahan Pakowa Kota Manado adalah persepsi tinggal masyarakat pada area sempadan sungai dikarenakan tidak adanya informasi yang baik yang membentuk pemahaman masyarakat terhadap area sempadan sungai sehingga beranggapan daearah sempadan sungai boleh untuk mendirikan bangunan meskipun mengetahui akan adanya bahaya bencana jika tinggal dilokasi tersebut. Selanjutnya terkait bagaimana preferensi masyarakat atau apa alasan utama masyarakat tetap memilih tinggal di area sempadan sungai diperoleh kesimpulan bahwa masyarakat tetap memilih tinggal dilokasi tersebut dikarenakan rumah yang mereka tinggali saat ini mayoritas berstatus milik pribadi dan karena jarak rumah ke tempat kerja mereka yang dekat. . Kata kunci: Persepsi dan Preferensi Tinggal Masyarakat, Area Sempadan Sungai, Kelurahan Pakowa, Kota Manado
STRATEGI KONSERVASI EKOSISTEM MANGROVE DESA MANGEGA DAN DESA BAJO SEBAGAI DESTINASI EKOWISATA DI KABUPATEN KEPULAUAN SULA Lumbessy, Henriyani; Rengkung, Joseph; Gosal, Pierre H
SPASIAL Vol 2, No 3 (2015)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keberadan hutan mangrove sangat menentukan dan menunjang tingkat perkembangan sosial dan perekonomian masyarakat pantai. Penyebab utama terjadinya kerusakan hutan mangrove adalah perkembangan kota Sanana yang lebih condong kearah utara, yang merupakan pusat perkantoran di Kabupaten Kepulauan Sula. Perkembangan kota inilah  yang membuat hutan mangrove mendapat tekanan yang tinggi akibat dari perkembangan infrastruktur, permukiman, pertanian, perikanan dan industry. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi jenis kerusakan ekosistem hutan mangrove dan penyebabnya di Desa Mangega dan Desa Bajo, dan untuk mengetahui strategi pengelolaan ekosistem mangrove untuk dijadikan sebagai destinasi ekowisata. Pengumpuan data dapat di peroleh dari survey dan wawancara diperoleh dari data primer dan sekunder. Analisis data dilakukan dengan metode deskriptif kualitatif dan analisis SWOT. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah Purposive Sampling yaitu pengambilan sampel biasanya sedikit dan dipilih menurut tujuan. Lokasi penelitian berada pada 2 desa yaitu Desa Mangega dan Desa Bajo Kecamatan Sanana Utara dengan jumlah sampel 100 orang dimana untuk Desa Mangega dengan jumlah sampel 35 orang dan Desa Bajo 65 orang. Hasil penelitian Strategi pengelolaan wisata mangrove untuk Desa Mangega dan Desa Bajo  dapat di lakukan melalui Langkah-langkah perioritas utama yaitu, pertama menetapkan kawasan hutan mangrove sebagai kawasan hutan konservasi seluas 50 Ha di mana status kawasan hutan  mangrove dapat diperjelas sehingga memperbaiki sumberdaya alam  dan menunjang pariwisata secara berkelanjutan. Kedua  untuk Desa Bajo yaitu: meningkatkan upaya rehabilitasi pada ekosistem mangrove yang telah rusak seluas 15 Ha dimana dapat dilakukan dengan melibatkan peran serta masyarakat guna memperhatikan daya dukung kawasan.   Kata Kunci: Konservasi mangrove, ekowisata dan strategi pengelolaan wisata mangrove
PERUBAHAN PERMUKIMAN SUKU BAJO DI KABUPATEN KEPULAUAN SULA PROVINSI MALUKU UTARA Capalulu, Muh. Akbar; Waani, Judy O; Rengkung, Michael M
SPASIAL Vol 3, No 1 (2016)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia Negara kepulauan yang terletak di antara samudera Hindia dan Pasifik serta benua Asia dan Australia yang memiliki keanekaragaman budaya berupa suku, kebudayaan, dan bahasa yang tinggi, serta kekayaan akan Sumber Daya Alam. Paradigma masyarakat Indonesia dalam Perkembangan permukiman sebagian besar masih berorientasi pada daratan, karena orentasi pembangunan kewilayah daratan (Landward Oriented development).Rasa cinta terhadap laut tidak sedalam rasa cinta terhadap darat sehingga terkadang kita tidak tahu cara memperlakukan laut dengan bijak. Keanekaragaman suku dan budaya daerah pesisir, dapat berkaca dari Suku Bajo yang memiliki peranan penting menuju negara maritim. Suku Bajo berasal dari Laut China Selatan yang kemudian menyebar di Malaysia dan daerah Sulawesi dan sebagian pesisir kepulauan bagian timur. Penyebaran suku bajo pada pesisir kepulauan bagian timur indonesia tidak membatasi pertemuan antar suku bajo, melainkan mereka bagaikan jembatan penghubung pulau-pulau nusantara, karena Hampir seluruh pulau pernah mereka singgahi. di Provinsi Maluku Utara lebih tetapnya Kabupaten kepulauan Sula terdapat permukiman suku bajo, mereka bermukim di pesisir pantai kecamatan Sanana Utara. Suku Bajo yang berimigrasi dari wilayah Sulawesi ke Kabupaten Kepulauan Sula, Menurut Johan Kiyung Kepala Desa Bajo Komunitas Bajo berasal dari Sulawesi Selatan tepatnya di Kabupaten Silayar. Pertumbuhan penduduk suku bajo saat ini, menjadi hiterogen karena terjadi perkawinan penduduk asli suku bajo dengan sebagian masyarakat kabupaten kepulauan sula. Adapu tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut (a) Ideantifikasi Faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan Fisik Permukiman Suku Bajo (b) Identifikasi perubahan Fisik permukiman suku bajo. Metode yang di gunakan dalam penelitian ini adalah Metode kualitatif, dimana peneliti ini akan  Menganalisis perubahan  permukiman suku bajo serta faktor-faktor yang berpengaruh terhadap perubahan  permukiman  di lihat dari per lima tahun sebelumnya. Hasil penelitian menunjukan bahwa faktor-faktor  yang mempengaruhi perubahan non fisik permukiman Suku Bajo ini ialah populasi penduduk, faktor ekonomi sosial dan budaya. Sedangkan perubahan fisik  terjadinya perubahan khsusnya konstruksi bangunan, jalan air bersih dan infrastruktur lainnya. Perubahan ini terjadi dari waktu ke waktu berdasarkan hasil analisis per lima tahun sebelumnya. Kata Kunci : Permukiman, Penduduk
SISTEM PENGELOLAAN SAMPAH DI PULAU BUNAKEN Manik, Rehito Traro Hiro Karo; Makainas, Indradjaja; Sembel, Amanda
SPASIAL Vol 3, No 1 (2016)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu ancaman serius terhadap keutuhan sumber daya alam dan ekosistem adalah keberadaan sampah. Permasalahan sampah di Pulau Bunaken menjadi masalah klasik yang belum terselesaikan karena kesadaran masyarakat yang masih kurang terhadap kebersihan lingkungan. Sampah - sampah tersebut umumnya berasal dari kegiatan pariwisata dimana pengunjung membuang sampah sembarangan baik berupa botol minuman maupun kotak-kotak plastik makanan. Disamping itu juga sampah kiriman dari Manado yang terbawa arus dan sampah dari sarana wisata baik di wilayah pesisir maupun di dalam kawasan Taman Nasional yaitu pembuangan limbah rumah rangga dari cottage, hotel, home stay bahkan dari rumah-rumah penduduk. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui jenis dan sumber sampah yang terdapat di Pulau Bunakendan menganalisa sistem pengelolaan sampah di Pulau Bunaken. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif kualitatif dan analisa menggunakan pendekatan kuantitatif, karena dalam pelaksanaannya meliputi data, analisis dan interpretasi. Berdasarkan hasil penelitian jenis sampah di Pulau Bunaken yaitu karakteristik sampah yang dihasilkan di Kelurahan Alung Banua yaitu 21 % jenis sampah organik, 63 % jenis sampah an-organik dan 10 % sama banyak dan karakteristik sampah yang dihasilkan di Kelurahan Bunaken yaitu 50 % jenis sampah an-organik, 45 % jenis  sampah organik dan 5 % sama banyak. Timbulan sampah yang dihasilkan sampah rumah tangga di Kelurahan Alung Banua yaitu 7,3 Liter/KK. Timbulan sampah yang dihasilkan sampah rumah tangga di Kelurahan Bunaken yaitu 8 Liter/KK. Sistem pengelolaan sampah di Kelurahan Alung Banua yaitu sampah basah (organik) dilakukan proses pengomposan skala rumah tangga kemudian sampah kering (anorganik) akan dibakar, ditimbun dan dibiarkan di lahan kosong/pesisir pantai (Non TPS) dan Sistem pengelolaan sampah di Kelurahan Bunaken yaitu sampah kering (anorganik) dilakukan proses daur ulang menggunakan mesin pencacah kemudian sampah basah (organik) akan dibakar, ditimbun dan dibiarkan di lahan kosong/pesisir pantai (Non TPS).   Kata Kunci : Jenis Sampah, Sumber Sampah, Sistem Pengelolaan, Pulau Bunaken
EFEKTIFITAS RUANG TERBUKA PUBLIK KECAMATAN SARIO KOTA MANADO Kalesaran, Rivino; Wuisang, Cynthia E.V; Moniaga, Ingerid L
SPASIAL Vol 3, No 1 (2016)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ruang terbuka publik adalah suatu tempat umum dimana masyarakat melakukan aktivitas rutin dan fungsional yang mengikat sebuah komunitas, baik rutinitas normal dari kehidupan sehari-hari maupun dalam perayaan yang periodik.Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Sario Kota Manado Provinsi Sulawesi Utara.Ruang Terbuka Publik di Kecamatan Sario terdiri dari berbagai aktivitas, diantaranya aktivitas olahraga, sosial politik, keagamaan/peribadatan massal, dan rekreasi. Fasilitas yang terdapat di Ruang Terbuka Publik kecamatan Sario Kota Manado diantaranya area jogging track, lapangan terbuka, lapangan basket, tempat duduk, pelataran beratap, pedestrian, drainase, tiang bendera. Elemen-elemen pendukung yaitu toilet, vegetasi, tempat sampah, lampu penerangan dan lain sebagainya. Tujuan penelitian ini yaitu mengidentifikasi akan keberadaan ruang terbuka publik di kecamatan Sario Kota Manado kemudian menghitung tingkat efektifitas ruang terbuka publik yang telah ada berdasarkanPeraturan Mentri Pekerjaan Umum No 5 Tahun 2008. Dari hasil yang diperoleh, fasilitas dan elemen ruang terbuka publik yang ada di kecamatan Sario Kota Manado masih belum efektif dan masih kurang fasilitas. Kata Kunci : Efektifitas, Ruang Terbuka Publik, Elemen Ruang Terbuka Publik, Peraturan Mentri, Kecamatan Sario.
IDENTIFIKASI ASET PUSAKA BUDAYA DI TONDANO KABUPATEN MINAHASA SEBAGAI UPAYA MENUJU KOTA PUSAKA Maahury, Mario D. M.; Rogi, Octavianus O; Gosal, Pierre H
SPASIAL Vol 3, No 1 (2016)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Tondano merupakan Ibukota Kabupaten Minahasa memiliki nilai sejarah yang didukung dengan peninggalan berbagai aset pusaka budaya yang ada, namun sebagai bentuk upaya melindungi aset pusaka budaya dirumuskan P3KP yang merupakan program Ditjen Kementrian PU, melalui program ini bahwa Tondano Kabupaten Minahasa belum terseleksi menjadi kota pusaka sehingga sulit untuk menemukenali keberadaan aset pusaka budaya yang di Tondano Kabupaten Minahasa. Sehingga pada penelitian ini bermaksud mengidentifikasi aset pusaka budaya di Tondano Kabupaten Minahasa sebagai kontribusi untuk dijadikan sebagai cagar budaya yang dilindungi serta sebagai dasar upaya untuk meningkatkan eksistensi keberadaan aset pusaka budaya untuk upaya mewujudkan Tondano Kabupaten Minahasa menuju Kota Pusaka. Tujuan dari penelitian ini untuk mengidentifikasi Aset Pusaka Budaya yang dapat terkategori sebagai cagar budaya dan mengklasifikasi jenis aset pusaka budaya yang telah terkategori sebagai cagar budaya. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif yaitu dilakukan identifikasi dengan mengkategori aset pusaka budaya yang telah terinventaris berdasarkan Undang-Undang No. 11 tahun 2010 tentang cagar budaya dan aset pusaka yang telah terkategori sebagai cagar budaya diklasifikasikan sesuai konsep pusaka budaya yaitu termasuk dalam monument, bangunan dan situs yang merupakan bagian dalam upaya mendukung Kota Tondano sebagai Kota Pusaka. Kesimpulan dari penelitian ini diketahui 9 aset yang terkategori sebagai cagar budaya dalam UU no 10 tahun 2011 kemudian diklasifikasi berdasar konsep pusaka budaya diketahui jenis aset yaitu monumen, bangunan dan situs waruga. Sehingga dari hasil identifikasi ke 9 aset pusaka budaya telah membuktikan kondisi dan bukti-bukti sejarah di kota tondano sebagai bagian dari upaya untuk menjadikan Kota Tondano Kabupaten Minahasa sebagai kota pusaka Kata Kunci: Aset pusaka budaya, Cagar budaya, Kota Pusaka

Page 7 of 44 | Total Record : 440