cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
SPASIAL
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 440 Documents
KAJIAN RUANG TERBUKA PUBLIK PADA LAPANGAN MERDEKA KOTA AMBON Maelissa, Justy; Makarau, Vicky; Takumansang, Esli
SPASIAL Vol 3, No 2 (2016)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kata kajian memiliki kaitan paling dekat dengan kata penelaahan, kemuduan, penyelidikan. Bila mendengar kata pemeriksaan misalnya, pikiran kita akan cenderung tertuju pada upaya penanganan kasus yang berkaitan dengan tindak kriminalitas. Beda halnya bila kita mendengar kata penelaahan, penelitian, dan pengkajian. Seperti fingsinya Ruang terbuka publik memiliki peran penting dalam perkembangan suatu kota. Selain berfungsi sebagai paru-paru kota, ruang terbuka publik juga dapat menjadi media atau tempat masyarakat melalukan berbagai macam aktivitas kegiatan seperti berolahraga, rekreasi dan lain-lain sebagainya. Sebagai satu-satunya ruang terbuka publik di Kota Ambon, Lapangan Merdeka seharusnya mendapat perhatian penuh dari pemerintah daerah selaku pihak pengelola terkait dengan kualitas fisik dan non fisik serta penyediaan sarana prasarana yang ada. Namun pada kenyataan banyak dijumpai berbagai sarana prasarana yang tidak layak pada Lapangan Merdeka. untuk itu melalui penelitian ini dapat mengkaji kondisi lapangan merdeka yang sesuai dengan standar peraturan yang dikeluarkan oleh pemerintah (UU 26/07) ruang yang secara fisik bersifat terbuka, dengan kata lain ruang yang berada di luar ruang tertutup (bangunan) sehingga dapat menghasilkan rekomendasi terkait dengan ruang terbuka publik yang nyaman dan optimal pada kawasan lapangan merdeka Kota Ambon. Kata Kunci : Kajian, Ruang Terbuka Publik, Lapangan Merdeka, Peraturan Pemerintah.
PERSEPSI DAN PREFERENSI MASYARAKAT PESISIR TERHADAP PEMBANGUNAN REKLAMASI DI KAWASAN PANTAI SALEMO KOTA PALOPO, SULAWESI SELATAN Febrianti, Alda -; -, Sangkertadi -; Warauw, Fela -
SPASIAL Vol 3, No 2 (2016)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Reklamasi pantai merupakan salah suatu pekerjaan memanfaatkan kawasan atau lahan yang relatif tidak berguna atau masih kosong dan berair manjadi lahan berguna dengan cara dikeringkan. Misalnya di kawasan pantai, daerah rawa-rawa, di lepas pantai/di laut, di tengan sungai yang lebar atau pun di danau. Pada dasarnya reklamasi merupaka kegiatan merubah wilayah peraian pantai menjadi daratan. Pengembangan Kawasan Pantai Salemo, merupakan salah satu program prioritas dalam rangka memperluas wilayah pembangunan infrastruktur melalui pemanfaatan ruang pada kawasan pesisir yang nantinya ditunjang dengan berbagai fasilitas penunjang. Dengan memperhatikan daya dukung potensi sumber daya alam yang tersedia disekitar kawasan tersebut, oleh Pemerintah Kota Palopo bermaksud untuk  mengembangan kawasan tersebut dengan membangun dan menata  wilayah kawasan pesisir, yang dilakukan dengan cara menggerakkan roda perekonomian masyarakat, berupa perpaduan kegiatan ekonomi rumah tangga sehingga sinergitas  mulai dari pengelolaan industri kecil, menengah melalaui akselerasi kegiatan investasi sebagai pemacu bagi kegiatan pembangunan yang berkelanjutan. Kawasan Pantai Salemo yang berdekatan dengan permukiman masyarakat nelayan maka muncullah persepsi dan preferensi terkait dengan pembangunan reklamasi pantai. Persepsi yaitu bagaimana manusia mengerti dan menilai lingkungan sedangkan preferensi yaitu dapat diartikan sebagai kecenderungan terhadap sesuatu hal atau pilihan yang lebih disenangi. Hasil studi yang diperoleh menunjukkan bahwa  persepsi dan preferensi masyarakat pesisir setuju dengan adanya pembangunan reklamasi di Kawasan Pantai Salemo. Kata Kunci:Persepsi, Preferensi, Reklamasi, Pantai Salemo
KAJIAN LOKASI PASAR TRADISIONAL HIGIENIS KOTA TERNATE Bian, Muhammad Faisal; Moniaga, Ingerid L; Karongkong, Hendriek
SPASIAL Vol 3, No 2 (2016)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

RTRW Kota Ternate mengatur bahwa Pasar Tradisional Higienis berada dikawasan reklamasi Pantai Tapak 1 Kelurahan Gamalama. Lokasi ini terletak di pusat Kota Ternate dengan peruntukan lahan sebagai pusat perdagangan dan jasa. Pasar ini merupakan satu-satunya Pasar Tradisional Higienis yang ada di Maluku Utara yang direncanakan Pemerintah Kota Ternate untuk menangani permasalahan pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di pinggir jalan sehingga memunculkan masalah macet dan kecelakaan lalulintas. Tujuan penelitian ini yaitu, melakukan identifikasi terhadap faktor-faktor yang berpengaruh dalam pemilihan lokasi Pasar Tradisional Higienis Kota Ternate dan mengetahui kelayakan penataan lokasi Pasar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yakni analisis deskriptif kualitatif, mengumpulkan informasi-informasi melalui wawancara, kuisioner, dan analisis deskriptif kuantitatif disajikan dalam bentuk tabel-tabel, skoring, yang diuraikan melalui analisis SWOT. Hal ini bertujuan untuk mengetahui strategi dan kelayakan penataan lokasi pasar tradisional higienis Kota Ternate. Keywords: Pasar Tradisional Higienis, Kota Ternate, SWOT
PERUBAHAN FUNGSI LAHAN DI KORIDOR SEGITIGAMAPANGET-TALAWAAN Sajow, Hizkia Satria Constantine; Rondonuwu, Dwight M; Makainas, Indradjaja
SPASIAL Vol 3, No 2 (2016)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pertumbuhan penduduk di Kota Manado semakin meningkat sehingga kebutuhan lahan khususnya kegiatan komersil juga semakin meningkat baik di pusat kota sampai ke daerah pinggiran termasuk kecamatan mapanget.  Perkembangan aktifitas komersil ini juga terjadi di koridor segitigayaituJalan  A. A. Maramis, Jalan Manado-Dimembe, dan Jalan Teterusan-Mapanget yang berada di dua wilayah administrasi Kota Manado dan Kabupaten Minahasa Utarayang khususnyaberada diKecamatan Talawaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi perubahan fungsi lahan yang terjadi di koridor segitiga Mapanget-Talawaan dan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya perubahan fungsi lahan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dan analisis SIG. Hasil analisis menunjukkan jenis perubahan fungsi yang terjadi dan yang paling dominan adalah tanah kosong menjadi komersil seluas 2.24 ha. Kemudian hunian menjadi hunian sekaligus komersil seluas 1.63 ha. Hunian menjadi komersil seluas 0.74 ha dan komersil menjadi kegiatan komersil lain seluas 0.16 ha. Perubahan fungsi paling besar yaitu berada di sepanjang Jalan A. A. Maramis dengan luas lahan yang berubah fungsi adalah 2.05 ha. Sedangkan faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan tersebut yaitu faktor aksesibilitas, perkembangan penduduk, daya dukung lahan, prasarana dan sarana, serta nilai lahan. Adapun faktor lainnya yang mempengaruhi perubahan fungsi lahan yaitu faktor ekonomi. Kata Kunci : Perubahan Fungsi Lahan, Kegiatan Komersil, Koridor
PENGARUH KEBERADAAN KAMPUS UNSRAT TERHADAP PERUBAHAN PEMANFAATAN LAHAN DI KELURAHAN BAHU DAN KELURAHAN KLEAK MANADO Pua, Marshel; Rogi, Octavianus; Sembel, Amanda
SPASIAL Vol 3, No 2 (2016)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

UNSRAT atau Universitas Sam Ratulangi terletak diantara 2 kelurahan yang ada di kecamatan Malalayang yaitu Kelurahan Kleak dan Kelurahan Bahu. Kedudukan UNSRAT yang merupakan salah satu Universitas terbesar di Kota Manado membuat banyak masyarakat yang berminat untuk masuk dalam perguruan tinggi tersebut, baik masyarakat dalam daerah maupun masyarakat dari luar daerah. Keinginan dan antusiasme masyarakat untuk turut andil dalam kegiatan penyediaan fasilitas penunjang mahasiswa ternyata telah merubah pola pikir masyarakat yaitu menganggap rumah/lahan sebagai komoditas ekonomi yang bisa dikembangkan. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui bagaimana perubahan luas lahan di Kelurahan Bahu dan Kelurahan Kleak mencakup kepadatan bangunan dan luas tutupan lahan serta mengetahui pengunaan lahan apa saja yang paling dipengaruhi terkait keberadaan kampus UNSRAT. Data yang digunakan dalam penelitian ini terbagi atas dua pengumpulan data yaitu data primer berupaobservasi, wawancara terstruktur dan wawancara tidak terstruktur, serta data sekunder berupa RTRW kota Manado, profil kelurahan Bahu dan kelurahan Kleak, peta administrasi kelurahan,  danpetacitragooogle earth.Kemudian data-data yang ada di analisisdenganmengunakanteknik analisis deskriptif kualitatif, dan di olahdenganmengunakanperangkatsisteminformasigeografis. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, perubahan luas pemanfaatan lahan yang ada di Kelurahan Bahu dan Kelurahan Kleak tahun 2003 hingga pada tahun 2015 mengalami perkembangan terhadap luas daerah pemukiman penduduk. Tercatat tingkat pertumbuhan perumahan pemukiman di Kelurahan Bahu dan Kelurahan Kleak pada tahun 2003 yaitu 98.94 Ha (60.03%) hingga mencapai 109.19 Ha (66.54%) pada tahun 2015 atau meningkat 14.25 Ha (6.51%). Selain itu diketaui bahwa pengunaan lahan yang paling dipengaruhi oleh keberadaan Kampus UNSRAT selama tahun ke tahun yaitu pengunaaan lahan perdagangan umum dan jasa serta pengunanlahan terhadap pemukiman penduduk.   Kata Kunci : UNSRAT, Pengunaan lahan, Kelurahan Bahu, Kelurahan Kleak
ANALISIS PENGEMBANGAN KAWASAN AGROPOLITAN DI LANGOWAN KABUPATEN MINAHASA Mamahit, Zekry N; Rondonuwu, Dwight M; Mononimbar, Windy
SPASIAL Vol 3, No 2 (2016)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesenjangan antara kawasan perkotaan dan perdesaan saat ini sering terjadi.Dimana perkembangan pembangunan diperkotaan yang demikian pesat membuat pertumbuhan ekonomi perkotaan menjulang tinggi dan setiap aspek kehidupan sosial didalamnya juga berkembang dengan sangat baik, disamping itu juga adanya benturan dengan aspek lingkungan terkait pembangunan kawasan perkotaan.Dengan demikian, perlu adanya pengembangan kawasan perdesaan dengan memanfaatkan seluruh potensi sumberdaya yang dimiliki oleh perdesaan.Langowan termasuk didalam wilayah Kawasan Agropolitan Pakakaan yang berada di Kabupaten Minahasa.Kawasan Agropolitan merupakan kawasan yang terdiri atas beberapa pusat kegiatan pada wilayah perdesaan sebagai sistem produksi pertanian dan pengelolaan sumber daya alam tertentu, dengan adanya keterkaitan fungsi dan hirarki keruangan sistem permukiman dan sistem agribisnis.Langowan merupakan wilayah yang sangat potensial untuk pengembangan sektor pertanian.Namun berdasarkan survey lapangan yang ada, saat ini belum adanya perkembangan sektor pertanian yang kompetitif dari hulu hingga hilir.Tujuan dari penelitian ini yaitu mengidentifikasi karakteristik kawasan dan menganalisis struktur ruang Kawasan Agropolitan di Langowan Kabupaten Minahasa.Penelitian ini menggunakan pendekatan metode kuantitatif deskriptif dengan teknik analisis menggunakan metode statistika deskriptif, metode Location Quotient (LQ) dan Shift Share (SS), dan metode skalogram guttman.Bila dilihat dari hasil penelitian maka dapat disimpulkan karakteristik Kawasan Agropolitan di Langowan memiliki kondisi agroklimat yang cocok untuk pertanian.Memiliki fasum, fasos, sarana dan prasarana dasar.Memiliki infrastruktur penunjang pertanian.Memiliki sumberdaya manusia yaitu penduduk tani dan kelompok tani.Memiliki 17 jenis komoditas pertanian dengan 6 potensi unggulan prioritas pengembangan yaitu komoditas ubi jalar, cabe keriting, kelapa, buncis, padi sawah, dan tomat.Struktur ruang Kawasan Agropolitan di Langowan diketahui hirarki I yang diarahkan sebagai pusat pelayanan utama kawasan berada pada Kecamatan Langowan timur, hirarki II yang diarahkan sebagai pusat pertumbuhan I berada pada Kecamatan Langowan barat, dan hirarki III yang diarahkan sebagai pusat pertumbuhan II berada pada Kecamatan Langowan utara dan Langowan selatan.   KATA KUNCI : Pengembangan Kawasan, Agropolitan,  Struktur Ruang
ANALISIS JALUR EVAKUASI BENCANA BANJIR DI KOTA MANADO Sahetapy, Geraldo B; Poli, Hanny; -, Suryono -
SPASIAL Vol 3, No 2 (2016)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Manado secara geografi terletak pada bagian utara pulau Sulawesi merupakan daerah yang rentan bencana, seperti tragedi bencana banjir pada awal Tahun 2014 yang telah melanda sebagian besar Provinsi Sulawesi Utara masih menyisakan duka dan juga kerugian besar bagi masyarakat korban bencana banjir. Wilayah yang rentan umumnya terletak di daerah aliran sungai, Oleh karena itu perlu upaya untuk mengantisipasi bencana banjir yang akan muncul dengan menyediakan peta jalur evakuasi dan tempat evakuasi sebagai pedoman dalam pengamananmasyarakat apabila terjadi bencana banjir. Adapun metode yang akan dipakai yaitu analisis jaringan (networkanalysis) dengan ARC GIS 10.3. Hasil akhir dari penelitian ini yaitu peta jalur evakuasi bencana banjir di kota manado. Jalur evakuasi dan tempat evakuasi pada wilayah rawan banjir di Kota Manado tersebar di 10 kecamatan yaitu : Kecamatan Bunaken sebanyak 6 jalur dan 4 tempat evakuasi, Kecamatan Tuminting sebanyak 31 jalur dan 17 tempat evakuasi, Kecamatan Singkil sebanyak 18 jalur dan 10 tempat evakuasi, Kecamatan Wenang sebanyak 16 jalur dan 8 tempat evakuasi, Kecamatan Paal Dua sebanyak 27 jalur dan 18 tempat evakuasi, Kecamatan Mapanget sebanyak 6 jalur dan 3 tempat evakuasi, Kecamatan Tikala 20 jalur dan 13 tempat evakuasi, Kecamatan Sario sebanyak 15 jalur dan 7 tempat evakuasi, Kecamatan Wanea sebanyak 25 jalur dan 22 tempat evakuasi, dan Kecamatan Malalayang sebanyak 8 jalur dan 3 tempat evakuasi.   Kata Kunci: Bencana banjir, SIG, dan Jalur evakuasi  
PENGGUNAAN LAHAN DI KAWASAN SEKITAR DANAU TONDANO (STUDI KASUS : PERMUKIMAN DESA PASLATEN KECAMATAN KAKAS) Aruperes, Lucky Ridel; Tilaar, Sonny; Karongkong, Hendriek
SPASIAL Vol 3, No 2 (2016)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Paslaten merupakan salah satu desa di Kecamatan Kakas yang dengan letak wilayah permukiman berada di pinggiran Danau Tondano. Pemanfaatan ruang sebagai tempat bermukim masyarakat sudah ada sejak turun-temurun. Pemanfaatan lahan permukiman yang terjadi di lokasi ini menggunakan daerah sempadan danau sebagai tempat bermukim masyarakat. Keterbatan lahan dan meningkatnya pertambahan penduduk yang ada mengakibatkan pemanfaatan ruang yang tidak terarah dan melanggar aturan pemerintah. Dalam permukiman masyarakat di Desa Paslaten dapat menjadi suatu ancaman berat pada kelangsungan Danau Tondano sehingga memungkinkan terjadinya bencana alam pada permukiman yang ada seperti banjir dan juga mengancam berkurangnya daerah yang merupakan kawasan lindung yang merupakan kawasan DAS Tondano dan Danau Tondano. Keterlibatan pemerintah daerah dan juga provinsi seharusnya dapat lebih memperhatikan kondisi ini agar lingkungan sekitar Danau Tondano dapat terjaga baik sumber daya alam yang ada dan juga potensi yang dimiliki Danau Tondano akan lebih menghasilkan sesuatu yang bermanfaat dalam menunjang akan kebutuhan hidup dan keperluan masyarakat. Tujuan dalam penelitian ini yaitu (1) mengidentifikasi penggunaan lahan di kawasan sekitar danau tondano pada permukiman desa paslaten kecamatan kakas; (2) menganalis faktor-faktor yang mempengaruhi penggunan lahan sekitar danau tondano pada permukiman desa paslaten kecamatan kakas. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif dengan menggunakan analisis deskriptif dan analisis overlay yaitu dengan menggunakan peta citra google earth dan Sistem Informasi Gografis (SIG). Analisis deskriptif digunakan untuk menjelaskan keadaan yang terjadi pada lokasi penelitian dan faktor-faktor yang mempengaruhi penggunaan lahan sekitar dan permukiman dan analisis overlay yaitu membuat analisis atau evaluasi dari berbagai peta yang ada sehingga mendapatkan peta citra satelit sebagai hasil dari identifikasi untuk menggambarkan perubahan dan perkembangan lahan yang terjadi di lokasi penelitian.   Kata Kunci: Penggunaan Lahan, Permukiman Desa Paslaten, Kawasan Sekitar Danau Tondano.
KAJIAN TERHADAP KONSEP ELEMEN ALAMI DALAM PEMBANGUNAN DAERAH TEPIAN PANTAI Tungka, Aristotulus E
SPASIAL Vol 2, No 1 (2015)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Manado merupakan kota yang terletak di teluk Manado dan secara geografis penyebaran kota juga sejajar dengan air atau teluk Manado. Salah satunya adalah dibukanya areal proyek reklamasi pantai yang diharapkan ke depan merupakan daerah kawasan bisnis yang baru untuk mendongkrak perekonomian kota Manado, selain memperkuat jati diri kota manado yaitu sebagai kota tepi pantai.  Mengumpulkan data melalui pengambilan gambar dan foto untuk dapat memvisualisasikan kembali sehingga hasil yang diharapkan dapat menjawab masalah. Daerah-daerah tepian air haruslah mampu menawarkan suatu konsep dalam memberikan suatu pengalaman mengasyikan dan pengetahuan khas yang bertumpu pada karakter atau ciri-ciri khas air. Kata Kunci :jati diri, kota tepi pantai, konsep berkarakter
EKSISTENSI JALAN LINGKUNGAN BAGI MASYARAKAT DI KORIDOR PENGHUBUNG JALAN SAM RATULANGI DAN PIERE TENDEAN Pilok, Calfin Daniel; Egam, Pingkan P; Rengkung, Michael M
SPASIAL Vol 3, No 2 (2016)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tingginya tingkat kepadatan penduduk tanpa di imbangi dengan penyebaran penduduk yang merata akan menyebabkan terjadinya ledakan penduduk didaerah-daerah tertentu, sehingga mempengaruhi kebutuhan sarana dan prasarana kota. Salah satu masalah tersebut yaitu kebutuhan akan jaringan jalan. Kondisi jalan lingkungan yang ada pada saat ini masih belum memadai dari kondisi eksisting dan juga aspek-aspek yang di pertimbangkan dalam persyaratan jalan lingkungan menjadi tujuan penelitian dalam penyusunan tugas akhir ini . Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif, dengan metode analisis deskriptif. Analisis ini  untuk mengatur, mengurutkan atau mengelompokan, memberi kode atau tanda dan mengkategorikannya sehingga memperoleh suatu temuan berdasarkan fokus atau masalah yang ingin di jawab. Hasil Penelitian ini menunjukan kondisi eksisting dan aspek-aspek dalam persyaratan jalan lingkungan dari zona I sampai zona IV belum tertatah dengan baik diantaranya: Kios/warung yang memakai badan jalan, dan kendaraan yang parkir liar di badan jalan, aktivitas masyarakat yang menggunakan jalan sebagai ruang komunal mereka. Kata Kunci : Eksistensi, Jalan Lingkungan, Jalan Sam Ratulangi dan Piere Tendean

Page 9 of 44 | Total Record : 440