cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
JURNAL LPPM BIDANG EKOSOSBUDKUM
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Economy, Education,
Arjuna Subject : -
Articles 378 Documents
PENGARUH BAURAN PEMASARAN TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN DI PASAR TRADISIONAL (STUDI PADA PASAR TRADISIONAL DI KOTA MANADO) Tumbel, Altje Lenny; Rate, Paulina Van
Jurnal LPPM Bidang EkoSosBudKum (Ekonomi,Sosial,Budaya, dan Hukum) Vol 2, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pasar merupakan kumpulan penjual potensial atas tawaran pasar tertentu. Seiring perkembangannya, pasar terbagi atas pasar tradisional dan pasar modern. Karakteristik pasar tradisional, yaitu: sebuah lokasi bisnis ritel dalam suatu kota yang menawarkan proses tawar menawar dalam bertransaksi, mampu menampung banyak penjual, dilaksanakan dengan manajemen tanpa perangkat teknologi modern dan memiliki golongan pedagang menengah ke bawah, dan memiliki masa operasi rata-rata dari subuh sampai siang atau sore hari. Sedangkan pasar modern menggunakan teknologi modern, konsumen dan pedagangnya dari golongan menengah ke atas, harga yang ditawarkan tetap dan sistem pelayanannya sendiri. Keberadaan pasar tradisional dewasa ini mulai tersaingi bahkan tergeser oleh perkembangan jumlah pasar modern dalam bentuk minimarket, supermarket, hypermarket dan department store. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji faktor-faktor dan variabel-variabel dominan yang dipertimbangkan konsumen dalam keputusan pembelian di pasar tradisonal yang ada di Kota Manado. 100 konsumen pasar tradisional di Kota Manado telah disurvei sebagai responden. Secara parsial, Harga, Lokasi, Keragaman Produk, dan Kualitas Produk berpengaruh positif terhadap terhadap keputusan pembelianpara konsumen pada Pasar Tradisional di Kota Manado. Secara simultan Harga, Lokasi, Keragaman Produk, dan Kualitas berpengaruh secara simultan terhadap keputusan pembelian parakonsumen pada Pasar Tradisional di Kota Manado.
KELAYAKAN USAHA PENGOLAHAN IKAN CAKALANG DI KOTA BITUNG Mangantar, Maryam; ., Adolfina; Baramuli, Dedy N.
Jurnal LPPM Bidang EkoSosBudKum (Ekonomi,Sosial,Budaya, dan Hukum) Vol 2, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Bitung merupakan daerah potensial bidang perikanan di Sulawesi Utara. Potensi tersebut adalah pengolahan Ikan Cakalang (Katsuwonus pelamis L.) menjadi Cakalang Asap (Cakalang Fufu). Selain dikonsumsi sehari-hari oleh masyarakat lokal, Cakalang Fufu sudah merambah pasar regional, nasional, bahkan internasional.Penelitian ini bertujuan menganalisis kelayakan usaha di sentra-sentra pengelolaan Cakalang Fufu di Kota Bitung secara komprehensif meliputi aspek pasar, aspek teknis, aspek manegerial dan administrasi, maupun aspek organisasi, aspek komersial, aspek finansial, dan aspek ekonomi. Metode yang digunakan untuk menilai kelayakan pengembangan usaha adalah Payback Period, Net Present Value, Internal Rate of Return, Benefit Cost Ratio. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usaha Cakalang Fufu di Kota Bitung dinilai layak karena di 5 Kecamatan yang dijadikan sampel penelitian, ketersediaan bahan baku, aspek pemasaran, aspek keuangan dinilai memenuhi kriteria penilaian investasi Net Present Value positif, Internal Rate of Return diatas tingkat bunga bebas risiko, Payback Period lebih cepat dari investasi dan B/C ratio lebih besar dari satu.
KEWIRAUSAHAAN DAN KESEMPATAN KERJA DI KABUPATEN MINAHASA TENGGARA Kindangen, Paulus; Tumiwa, Johan
Jurnal LPPM Bidang EkoSosBudKum (Ekonomi,Sosial,Budaya, dan Hukum) Vol 2, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kewirausahaan diketahui memiliki pengaruh positif terhadap aktivitas ekonomi suatu masyarakat. Dengan meningkatnya aktivitas ekonomi, maka kesempatan kerja dapat diciptakan atau diperluas.Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana pengaruh kewirausahaan terhadap kesempatan kerja di Kabupaten Minahasa dengan menggunakan model regresi berganda. Dalam pengambilan sampel digunakan metode purposive sampling dengan responden sebanyak 60 kepala keluarga dan/atau ibu rumah tangga. Responden terdiri dari pengusaha, petani/nelayan, dan pegawai negeri.Dalam penelitian ini, variabel bebas, yaitu kewirausahaan direpresentasikan oleh variabel-variabel komitmen dan ketekunan, inisiatif dan tindakan, serta kemampuan adaptasi. Skala Likert digunakan untuk pengukuran variabel bebas. Variabel tidak bebas, yaitu kesempatan kerja adalah jumlah orang yang dipekerjakan setiap rumah tangga selama setahun.Hasil analisis data yang diperoleh melalui pengisian kuesioner menunjukkan bahwa variabel-variabel bebas secara bersama-sama berpengaruh positif dan signifikan terhadap kesempatan kerja. Secara parsial, dua variabel bebas, yaitu komitmen dan ketekunan serta inisiatif dan tindakan berpengaruh positif dan signifikan. Variabel bebas lainnya, yaitu kemampuan adaptasi secara parsial berpengaruh positif tetapi tidak signifikan.
PEREMPUAN BERWIRAUSAHA MENGENTAS EKONOMI KELUARGA Mokalu, Benedicta J.
Jurnal LPPM Bidang EkoSosBudKum (Ekonomi,Sosial,Budaya, dan Hukum) Vol 3, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini mengacu pada hasil penelitian di Kelurahan Bailang kota Manado pada tahun 2012 dengan judul: Dinamika Pengentasan Kemiskinan Di Kelurahan Bailang Kota Manado. Pendekatan deskripsi  kualitatif dipakai sebagai acuan dengan terlebih dahulu melakukan observasi dan pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam. Adapun tujuan mau mendeskripsikan dan menganalisis motif peran keluarga miskin dalam usaha-usaha mengentas ekonomi keluarga dan program pemerintah kota Manado dalam usaha mengentas perempuan ekonomi keluarga miskin. Manfaat yang mau dicapai: memperkaya wawasan pengetahuan bagi pengembangan ilmu – ilmu sosial, khususnya Sosiologi, menjadi acuan bagi pemerintah Propinsi, Kabupaten dan Kota, dapat melibatkan perempuan guna mengentas kemiskinan,acuan dalam penelitian lanjutan tentang usaha perempuan usaha dalam pengentasan kemiskinan.Sulut memiliki potensi besar untuk berwirausaha,demikian halnya semangat perempuan yang mau berwirausaha. Pemerintah Propinsi Sulut diharapkan mampu membuka peluang dan menggerakkan semua perempuan di desa dan di kota lapisan supaya mau berwirausaha. Karena melalui berwirausaha tercipta kesempatan bagi perempuan untuk mengembangkan diri,mengolah semua kemampuan kodrati untuk halhal yang produktif. Oleh karena itu,pemerintah Propinsi dan Kabupaten - Kota  se Sulut membantu modal usaha dalam bentuk kredit,mengajak perempiuan yang sudah berhasil membagi kait-kiat sukses serta meningkatkan kualitas perempuan berwirausaha yang sudah ada.Kata Kunci: Berwirausaha,mengentas ekonomi keluarga,perempuan
PROFIL PENGAJARAN BAHASA TONSEA PADA PESERTA DIDIK DI SEKOLAH DASAR DI KECAMATAN KAUDITAN DI KABUPATEN MINAHASA UTARA: SUATU SURVEY Senduk, Arter Jodi
Jurnal LPPM Bidang EkoSosBudKum (Ekonomi,Sosial,Budaya, dan Hukum) Vol 3, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji tentang Pengajaran Bahasa Tonsea (BT) pada Peserta Didik di Sekolah Dasar di Kecamatan Kauditan di Kabupaten Minahasa Utara, Propinsi Sulawesi-Utara di era globalisasi ini. Sampel penelitian dilakukan di sekolahsekolah dasar yang ada di Kecamatan Kauditan. Penelitian ini mengangkat keberadaan yang aktual tentang fenomena pengajaran BT di tingkat sekolah dasar melalui pengajar atau guru dan murid-muridnya serta pengaruh lingkungannya terhadap BT tersebut. Keberadaan kurikulum 2006 yang memuat muatan lokal dalam proses pengajaran serta khususnya pada minat pembelajaran anak-anak didik di usia dini pada pemakaian BT itu sendiri yang sangat berkaitan erat dengan unsur kekayaan kebudayaan Bahasa yang harus terus dilestarikan.Metode survey digunakan dalam penelitian ini untuk mendapatkan gambaran situasi pemakaian Bahasa Tonsea di dalam pengajaran yang diterapkan di SD. Metode ini nantinya dapatkan menghasilkan suatu gambaran profil dari situasi BT tersebut di wilayah kecamatan itu khusnya pada tingkatan SD yang ada di sejumlah SD yang ada dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dan kuantitatif.Hasil menunjukkan bahwa pengajaran BT masih berlangsung walaupun sifat pengajarannnya pasif. Penelitian ini fokus pembahasan tentang pada sistem pembelajaran BT pada studi muatan lokal di tingkat sekolah dasar berdasarkan kurikulum 2006, kompetensi guru dalam hal ini pengetahuan berbahasa sangat kuran, perangkat pengajaran seperti Silabus, SAP, GBPP dan keberadaan penunjang dalam pengajaran seperti kamus bahasa Tonsea, buku suplemen Bahasa Tonsea yang tidaklah banyak dan kurangnya sinergitas hubungan narasumber dari luar (source person) yang memiliki kemampuan berbahasa Tonsea dengan pihak sekolah, serta sarana dan prasarana yang masih perlu ditingkatkan.Dapat disimpulkan bahawa pelajaran muatan lokal dalam kurikulum pendidikan masih diperlukan. Mulok tahun 2006 yang berintegrasi dengan kurikulum 2013 yang salah satunya mengedepankan aspek Bahasa daerah ke Budaya Daerah kiranya dapat mengedepankan esensi mulok itu sendiri agar supaya tidak terhilang dari dunia pendidikan yang ada.Kata Kunci : Bahasa Tonsea, Peserta Didik Sekolah Dasar, Pelestarian, Profil, Survey
PEMILU DAN PARTISIPASI POLITIK MASYARAKAT (Studi Pada Pemilihan Anggota Legislatif Dan Pemilihan Presiden Dan Calon Wakil Presiden Di Kabupaten Minahasa Tahun 2014) Liando, Daud M.
Jurnal LPPM Bidang EkoSosBudKum (Ekonomi,Sosial,Budaya, dan Hukum) Vol 3, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ciri sebuah negara demokratis adalah seberapa besar negara melibatkan masyarakat dalam perencanaan maupun pelaksanaan pemilihan umum. Sebab partisipasi politik masyarakat (pemilih) merupakan aspek penting dalam sebuah tatanan negara demokrasi.Memahami faktor-faktor yang mendorong partisipasi masyarakat dalam memilih sangatlah penting untuk diteliti Penelitian ini menggunakan teori dari Robert Dahl yang mengatakan bahwa ukuran sebuah pemilu demokratis adalah adanya Pemilihan umum, Rotasi kekuasaan, Rekrutmen secara terbuka dan Akuntabilitas publik. Untuk memperoleh informasiinformasi dan data sebagai basis analisis persoalan, riset ini menggunakan dua metode, desk study dan field study.Hasil penelitian menyebutkan bahwa tingkat partisipasi politik masyarakat sangat dinamis, namun yang menjadi peroslan adalah terkait motivasi. Sebagian besar masyarakat mengakui bahwa ia memilih didorong oleh faktor transaksi dan unsur kedekatan secara emosional. Visi dan misi calon bukan merupakan ukuran dalam memilih.Beberapa hal yang dissarankan dalam penelitian ini adalah UU kepemiluan perlu direvisi terutama terkait dengan persyaratan calon. Selama ini uu belum membatasi mana masyarakat yang layak menjadi calon dan mana yang tidak. Karena tidak ada batasan masyarakat kerap salah memilih atau tidak mau memilih karena tidak menyukai calon-calon yang disodorkan.Penguatan kelembagaan partai politik perlu dilakukan karena mempengaruhi kenerja partai politik dalam melakukan kaderisasi. Kaderisasi yang buruk dari partai politik menyebabkan calon-calon dari parpol minim kualitas sehingga calon tidak bisa menghindari money politik untuk mempengaruhi masyarakat dalam memilih.Kualitas penyelenggara terutama ditingkat panitia ad hoc perlu dimaksimalkan. Terdapat masyarakat yang tidak memberikan suara karena masalah-masalah teknis. Sosialisasi KPU kepada masyarakat perlu digiatkan pula. Banyak yang tidak memilih karena tidak terdaftar dalam DPT atau tidak mendapat informasi yang jelas terkait kewajiban pemilih. Sebagian masyarakat masih menganggap bahwa masyarakat harus menerima undangan sebagai syarat untuk mencoblos.Kata Kunci: Pemilu, Pemilih, motivasi, caleg,
PEMAKAIAN BAHASA TONTEMBOAN SISWA SMA DAN SMK DI KABUPATEN MINAHASA SELATAN Rambitan, Siska; Mandolang, Nova
Jurnal LPPM Bidang EkoSosBudKum (Ekonomi,Sosial,Budaya, dan Hukum) Vol 3, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemakaian bahasa daerah dalam hal ini bahasa Tontemboan di kalangan siswa semakin hari semakin sedikit. Dengan demikian, ancaman kepunahan bahasa Tontemboan sebagai aset budaya daerah semakin terasa. Untuk itu, antisipasi kepunahan bahasa daerah perlu dilakukan. Masalah dalam penelitian ini, yaitu sejauh mana pemakaian bahasa Tontemboan di kalangan siswa SMA dan SMK di Kabupaten Minahasa Selatan dan faktor-faktor apa yang mempengaruhi menurunnya pemakaian bahasa Tontemboan tersebut. Tujuan penelitian ini, yakni memberikan gambaran tentang pemakaian bahasa Tontemboan di kalangan siswa SMA dan SMK di daerah wilayah Minahasa Selatan dan faktor-faktor apakah yang mempengaruhi menurunnya pemakaian bahasa Tontemboan di kalangan siswa tersebut. Adapun tujuan jangka panjangnya yaitu melestarikan bahasa daerah khususnya bahasa Tontemboan yang sudah terancam punah. Sedangkan, manfaat hasil penelitian ini, yakni memberikan kontribusi bagi Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan, lembaga-lembaga yang terkait seperti lembaga pemangku adat, akademisi, dan media massa lokal untuk melakukan berbagai upaya agar para generasi muda memiliki rasa cinta dan bangga menggunakan bahasa daerah sebagai aset budaya daerah. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan penelitian ini ialah metode penelitian deskriptif yang bertujuan membuat deskripsi; yaitu membuat gambaran, lukisan secara sistematis, faktual, dan akurat mengenai data, sifat-sifat serta hubungan fenomena-fenomena yang diteliti. Adapun hasil penelitian ini, yaitu secara umum pemakaian bahasa Tontemboan responden menunjukkan hasil ratarata yang aktif 3.5 %, yang pasif 38.70 %, dan yang tidak menggunakan bahasa Tontemboan 57.8 %. Faktor-faktor yang menyebabkan responden dalam hal ini para siswa SMA dan SMK yang ada di Minahasa Selatan sangat kurang memakai bahasa Tontemboan secara aktif, yaitu lingkungan keluarga, lingkungan tempat tinggal, lingkungan sekolah, lingkungan pergaulan sesama teman sudah sangat sedikit menggunakan bahasa Tontemboan. Mereka lebih banyak menggunakan bahasa Melayu Manado untuk berkomunikasi dan sisanya bahasa Indonesia.Kata kunci: kepunahan, pemakaian, bahasa Tontemboan, siswa
DINAMIKA KONFLIK DALAM ORGANISASI Tumengkol, Selvie M.
Jurnal LPPM Bidang EkoSosBudKum (Ekonomi,Sosial,Budaya, dan Hukum) Vol 3, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sadar atau tidak, konflik bisa terjadi dimana pun pada setiap situasi yang ada, suatu indikasi yang menunjukkan bahwa pada saat sistem komunikasi dan informasi tidak menemui sasarannya, timbulah kesalahpahaman di antara dua pihak atau lebih. Konfik merupakan suatu pertarungan menang atau kalah baik antar perorangan maupun antar kelompok. Konflik juga dapat berkonsekwensi memicu perang antar negara. Bagaimanapun juga, selain ukuran masalah dari konflik itu sendiri, konflik dapat diselesaikan dengan banyak cara. Misalnya, dengan menggunakan kekuasaan, konfrontasi, kompromi, ketentraman, dan menurunkan posisi.Kata kunci: konflik, organisasi
UNGKAPAN METAFORIS MELAYU TERNATE DI DESA SEA TUMPENGAN, SEA MITRA DAN BUHA Tumuju, Vivi Nansy; Kamu, Vany
Jurnal LPPM Bidang EkoSosBudKum (Ekonomi,Sosial,Budaya, dan Hukum) Vol 3, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penerapan ungkapan metaforis bahasa melayu Ternate menjadi ungkapan sehari-hari di masyarakat. Ungkapan-ungkapan yang terjadi merupakan upaya untuk mempersatukan keanekaragaman budaya orang Ternate dengan penduduk lainnya.Pengguna bahasa melayu Ternate pada sub etnik Ternate yang sudah menetap di desa Sea Tumpengan, Sea Mitra dan Buha banyak mengandung ungkapan-ungkapan metaforis. Makna ungkapan metaforis menunjukkan ciri khas hubungan kekerabatan dan pola pikir mayarakat penutur bahasa melayu Ternate tersebut.Ditemukan bahwa ungkapan metaforis dan makna yang terkandung didalamnya dapat disimpulkan dalam beberapa ungkapan metaforis yang memiliki unsur teguran, peringatan dan nasihat dll. Bahasa melayu Ternate kaya dengan ungkapan metaforis yang memiliki makna sopan santun, nasehat, etika, norma agama dan norma hukum. Seperti contoh ungkapan metaforis memiliki makna teguran disampaikan secara spontanitas dalam bertutur kepada seseorang yang tidak memiliki pekerjaan tetap atau bisa saja orang malas. Makna peringatan merupakan suatu pernyataan kepada pihak lain yang akan melakukan suatu aktifitas dan orang yang akan menyampaikan ungkapan metaforis sudah mengetahui dampak yang akan terjadi. Nasihat disampaikan kepada pihak lain karena adanya sesuatu yang sudah tidak kelihatan normal atau sudah melebihi kapasitas yang akan berakibat buruk.Kata kunci: Ungkapan metaforis,makna,pola pikir,ciri khas, teguran, peringatan
MAPALUS ARISAN SEBAGAI SALAH SATU MODEL KEARIFAN LOKAL MASYARAKAT KECAMATAN KAUDITAN KABUPATEN MINAHASA UTARA Tangkudung, Joanne P. M.; Senduk, J. J
Jurnal LPPM Bidang EkoSosBudKum (Ekonomi,Sosial,Budaya, dan Hukum) Vol 3, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kehidupan bermasyarakat Kabupaten Minahasa Utara mempunyai falsafah Mapalus yaitu gotong royong, berdasarkan kesadaran bahwa manusia hidup dalam kebersamaan, terwujud dalam kegiatan arisan/perkumpulan terdapat di setiap desa dengan kategori agama, pemerintah, keluarga dan sosial. Fenomena arisan merupakan kegiatan mapalus dalam bentuk ekonomi juga menjadi wadah mempererat persaudaraan. Sehingga Semboyan “Torang samua basudara” artinya “Kita semua bersaudara” melekat di masyarakat dalam perilaku resiprositas yaitu saling mendukung, membantu, melindungi, gotong royong merupakan budaya “mapalus”.Sehingga peneliti tertarik mengetahui mapalus arisan salah satu model kearifan lokal bagi masyarakat Kab. Minahasa Utara, metode kuantitatif dan pendekatan deskriptif, dengan analisa persentase. variabel tunggal yaitu mapalus dalam arisan sebagai salah satu model kearifan lokal; indikator: Jenis-Jenis Arisan, tujuan dan manfaat mengikuti arisan, Populasi adalah keluarga yang menetap + 5 tahun , diambil sample purposive 10 %.Luaran; Menemukan model kearifan lokal, hasil penelitian diterbitkan dalam jurnal terakreditasi nasional.Indikator capaian; mendapatkan model kearifan lokal dalam mapalus arisan bagi masyarakat Kab. Minahasa Utara.Hasil penelitian setiap keluarga ditemukan mengikuti arisan pemerintah,keluarga/family, agama dan sosial. tujuan masyarakat mengikuti arisan untuk mempererat ikatan persaudaraan dan kekerabatan, dan bermanfaat terwujudnyan kehidupan rukun dan damai bagi masyarakat Kab. Minahasa Utara. Sehingga terdapat model kearifan lokal dalam arisan dengan kategori agama, family/keluarga, sosial dan pemerintah, sebagai wujud dalam budaya gotong royong dalam bentuk ekonomi.Kata Kunci: Mapalus; Arisan; Model Kearifan Lokal

Page 4 of 38 | Total Record : 378