cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
JURNAL LPPM BIDANG EKOSOSBUDKUM
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Economy, Education,
Arjuna Subject : -
Articles 11 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 1 (2018)" : 11 Documents clear
ANALISIS MAKNA PENGGUNAAN UNGKAPAN “NO” DALAM BAHASA JEPANG DAN UNGKAPAN “PE” DALAM BAHASA MELAYU MANADO BERMAKNA “KEPUNYAAN” Monoarfa, Stanly
Jurnal LPPM Bidang EkoSosBudKum (Ekonomi,Sosial,Budaya, dan Hukum) Vol 4, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mencari perbedaan dan persamaan makna antara bahasa Jepang dan bahasa Melayu Manado menjadi pokok pembicaraan dalam penulisan karya ilmiah ini yang menitik beratkan pada penggunaan unkapan “no” dalam bahasa Jepang dengan ungkapan “pe” dalam bahasa Melayu Manado. Di sini dikontraskan pembentukan kalimat pada kedua bahasa tersebut yang menggunakan ungkapan “no” dan “pe” dalam suatu kalaimat yang dapat ditinjau dari segi makna dan bentuk, serta aspek-aspek yang terkait yang terdapat dalam model-model kalimat dari kedua bahasa tersebut tersebut. Dalam bahasa jepang penggunaan ungkapan “no” dapat mengandung makna kepunyaan, atau untuk mengapit dua bua benda ataupun dipakai pada akhir kalimat yang menyatakan kalimat tanya juga makna-makna yang lainnya. Demikian juga penggunaan ungkapan “pe” dalam bahasa Melayu Manado yang diharapkan akan didapati peerbedaan dan persamaan makna-nya yang nantinya akan diuraikan pada pembahasan di bawah beserta contoh-contoh kalimat kedua bahasa tersebut. Untuk memperjelas penulisan karya ilmiah ini, disini penulis menggunakan teori analisis kontrastif dengan tujuan mencari perbedaan juga persamaan makna kedua bahasa tersebut. Data kalimat-kalimat yang digunakan penulis dalam hal ini adalah model kalimat yang diperoleh dari korpus data berupa buku-buku berbahasa Jepang dan percakapan-percakapan orang Manado, juga artikel-artikel berbahasa Melayu serta sumber acuan lain yang dapat mendukung penulisan karya ilmiah ini.______________________________________________________________________Kata kunci: makna, kontrastif, ungkapan
PKM KELOMPOK TANI KELAPA DI DESA MATUNGKAS KECAMATAN DIMEMBE MINAHASA UTARA Sumual, Jacline I.; Rompas, Wensy F. I.
Jurnal LPPM Bidang EkoSosBudKum (Ekonomi,Sosial,Budaya, dan Hukum) Vol 4, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Matungkas merupakan salah satu desa di Kabupaten Minahasa Utara yang memiliki potensi sumber daya pertanian yang begitu besar. Hasil perkebunan kelapa dan , hasil pertanian berupa buah – buahan di hasilkan dari desa ini. Hasil perkebunan kelapa pada umumnya diolah menjadi kopra. Di Desa Matungkas saat ini banyak di bangun kompleks perumahan, karena letak desa yang cukup strategis dengan kountur tanah yang rata. Fenoma ini sangat dikhawatirkan bagi petani pemilik perkebunan kelapa yang bisa mengalih fungsikan lahan pertanian kelapa untuk dijadikan perumahan. Permasalahannya apakah pendapatan petani kelapa sudah dapat mensejahterakan keluarga? .Solusi dari permaslahan mitra yakni Diversifikasi hasil pertanian dan jiwa kewirausahaan dalam rangka meningkatkan pendapatan petani kelapa dipandang perlu untuk dimiliki oleh para petani kelapa dengan meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan para petani kelapa . Melalui kegiatan PKM ini Target Luaran yang akan dihasilkan yakni peningkatan pengetahuan dan pemahaman para petani kelapa,diversifikasi produk dan daya saing dalam kuantitas dan kualitas. Metode yang akan dipakai dalam program PKM yakni penyuluhan dan pelatihan .Kata Kunci : PKM, petani kelapa, kelompok tani, Minahasa Utara
KUALITAS SUMBER DAYA MANUSIA PEMERINTAH DESA DALAM PENGELOLAAN DANA DESA YANG BERSUMBER DARI ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA NEGARA DI KECAMATAN TABUKAN UTARA KAB. KEPULAUAN SANGIHE Mangindaan, Joanne V.; Manossoh, Hendrik
Jurnal LPPM Bidang EkoSosBudKum (Ekonomi,Sosial,Budaya, dan Hukum) Vol 4, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Village fund, which is allocated from the Indonesia Budget, is a form of central government’s recognition to the village government. This fund is expected to support the livelihood of the rural communities. The authority of the village government to manage such a great amount of fund independently comes with heavy responsibility. This requires high quality of human resources, so the village government can manage the fund based on good government governance principles. This study is aimed to analyze the quality of the human resources of the government of Tabukan Utara sub-district at Sangihe Regency. This study utilizes qualitative methodology and uses interview and documentation as the data collection method. To measure the quality of human resources, this study occupies indicators from the multilevel model of human capital emergence from Ployhart dan Moliterno (2011), i.e. knowledge, skills, abilities dan experience. The finding of this study shows that based on the four indicators the quality of human rescources of the village government of Tabukan Utara remains not sufficient to manage the village fund. There should be some efforts by the local and central government to improve the quality of human resources of the village government. ______________________________________________________________________Keywords: Village fund, human resources quality
PKM KELOMPOK USAHA KULINER KACANG DAN USAHA KULINER JAGUNG DI DESA KANONANG 2 KABUPATEN MINAHASA PROPINSI SULAWESI UTARA Rotinsulu, Debby Ch.; Sumual, Jacline I.
Jurnal LPPM Bidang EkoSosBudKum (Ekonomi,Sosial,Budaya, dan Hukum) Vol 4, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Kawangkoan Kabupaten Minahasa merupakan daerah penghasil komoditi unggulan daerah Minahasa yakni Kacang dan Jagung. Desa Kawangkoan sangat terkenal dengan kuliner Kacang Sangrai serta komoditi jagung yang dijual dan disajikan berupa jagung rebus.Di Desa kanonang Kecamatan Kawangkoan banyak terdapat kelompok usaha kuliner kacang dan usaha kuliner jagung yakni disekitar objek wisata Bukit kasih Kanonang Kawangkoan. Permasalahan utama dari mitra yakni rendahnya pendapatan dari kelompok usaha kuliner Kacang dan usaha kuliner jagung, hal ini disebabkan karena Dari jahtakan keesisi produksi kurangnya diversifikasi produk olahan kacang dan jagung yang dihasilkan.Dari sisi manajemen usaha terdapat keterbatasan SDM dalam pengelolaan sehingga hasil yang dicapai tidak maksimal, serta pemasaran produk yang terbatas. Solusi dari permasalahan yakni diversifikasi produk olahan kacang dan jagung, serta meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan para wirausaha untuk meningkatkan produksi , manajemen usaha yang baik, maupun pengetahuan tentang strategi pemasaran . Target Luaran yang akan dihasilkan yakni peningkatan daya saing dalam kuantitas dan kualitas produksi usaha kuliner Kacang dan usaha kuliner Jagung, serta diversivikasi produk olahan Kacang dan jagung, Peningkatan IPTEK di masyarakat di bidang produksi manajemen, dan pemasaran serta publikasi ilmiah. Metode yang akan dipakai dalam program PKM yakni di buat pelatihan bagi kelompok usaha kuliner Kacang dan usaha kuliner Jagung dalam rangka diversifikasi produk olahan Kacang dan Jagung, serta penyuluhan dan pelatihan manajemen usaha dan strategi pemasaran.Kata Kunci Usaha Kuliner Kacang,Usaha Kuliner jagung,Diversifikasi produk
EVALUASI DAMPAK SOSIAL EKONOMI DAN POLITIK BORDER CROSSING AGREEMENT PADA MASYARAKAT PERBATASAN KABUPATEN KEPULAUAN TALAUD PROVINSI SULAWESI UTARA (Studi Dalam Rangka Rekomendasi Revisi Kebijakan Pengaturan Pelintas Batas Indonesia – Philipina) Mamentu, Michael; Rares, Joyce Jacinta
Jurnal LPPM Bidang EkoSosBudKum (Ekonomi,Sosial,Budaya, dan Hukum) Vol 4, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tahun 1975, pemerintah Indonesia dan Philipina menandatangani Border Crossing Agreement untuk mengatur hubungan lintas batas penduduk Pada dasarnya ada 3 hal yang diatur yaitu : Visit of Relatives, Religious worship, Pleasure. Kenyataannya kemudian, aktivitas lintas batas antara penduduk dua negara ini, sudah jauh bergeser dari kesepakatan yang tertuang dalam BCA. Hasil penelitian membuktikan asumsi yang diajukan bahwa hubungan lintas Batas sudah “keluar” dari isi Border Crossing Agreement antara Indonesia – Philippina. Dari penelitian juga ditemukan bahwa sentra perdagangan ternyata adalah di Pulau Marore. Sementara Pulau Miangas adalah tempat transit perdagangan. Dari evaluasi dengan menggunakan teori analisis dampak silang dari Dunn (1990) ditemukan bahwa : 1. Dampak sosial. Nilai-nilai budaya lokal tidak terdeterminasi oleh intensitas hubungan antara dua penduduk. Dampak sosial yang menonjol adalah hanya pada pilihan-pilihan penggunaan kebutuhan primer yang lebih banyak menggunakan produk-produk Phillipina, yang disebabkan empat faktor, yaitu soal harga yang lebih murah, biaya, jarak dan kualitas. 2. Dampak Ekonomi. Pengamatan lapangan memperlihatkan, transaksi jual beli lebih banyak memberikan keuntungan pada pihak penduduk Phillipina Selatan. Meskipun memberikan keuntungan bagi nelayan lokal, hasil tangkapan ikan yang dibawa ke General Santos dan dijual kembali dengan harga yang jauh lebih tinggi. Sentra-sentra perdagangan di Talaud dan ternyata juga di kepulauan Sangihe, lebih banyak memasarkan produk-produk jadi dari Phillipina. Sementara barang-barang jadi yang dijual ke Phillipina adalah barang-barang kebutuhan primer yang bukan produk lokal (Talaud dan juga Sangihe) 3. Dampak Politik.Untuk Kepentingan mendapatkan dana dari Pusat, maka perdagangan perbatasan yang lebih menguntungkan ketimbang perdagangan ke “dalam”, ketertinggalan pembangunan infrastruktur dibandingkan daerah-daerah lain di Indonesia, menjadi “andalan” beberapa aktor politik lokal untuk mengangkat isu melepaskan diri dari Negara Kesatuan Republik Indonesia. Adapun kesimpulan dari penelitian ini bahwa Border Crossing Agreement sudah urgen untuk segera di update oleh karena sudah tidak sesuai dengan kenyataan di lapangan. Saran dari penelitian ini adalah BCA harus diikuti dengan MOU yang lebih teknis yang juga meliputi pengaturan perdagangan perbatasan._____________________________________________________________________________Kata kunci: Evaluasi Dampak, Border Crossing Agreement, illegal trading, simplikasikebijakan.
PERAN LAGU DALAM PENGAJARAN BAHASA INGGRIS TINGKAT DASAR Ranuntu, Garryn C.; Tulung, Golda J.
Jurnal LPPM Bidang EkoSosBudKum (Ekonomi,Sosial,Budaya, dan Hukum) Vol 4, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran bahasa Inggris merupakan suatu hal yang harus dilakukan pada masa modern ini. Proses pembelajaran tersebut juga memainkan peran penting dalam pemerolehan bahasa tersebut. Sekolah memerlukan penambahan pelajaran bahasa Inggris karena minimnya jam pengajaran dari guru setempat. Kebutuhan anak-anak di sekolah tersebut merupakan hal yang harus di selesaikan oleh karena pembelajaran bahasa Inggris harus diperkenalkan dari tingkat sekolah dasar. Kehadiran para pengajar bahasa Inggris di sekolah akan sangat membantu proses pembelajaran dini dari bahasa asing, terlebih apabila pengajar tersebut dapat mengajar bahasa Inggris lewat bermacam cara. Terdapat banyak cara yang dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan belajar siswa, belajar lewat lagu dapat digunakan dalam proses tersebut. Belajar bahasa Inggris lewat lagu dapat menjadi sebuah sarana yang mumpuni dalam meningkatkan daya ingat maupun kemamuan siswa dalam pembelajaran bahasa Inggris, hal ini dapat dibuktikan dengan mudahnya lagu diikuti dann diingat oleh para siswa.______________________________________________________________________Kata Kunci: Lagu, pembalajaran bahasa Inggris.
POLA KOMUNIKASI ORANG TUA PADA ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS DI KOTA MANADO PROVINSI SULAWESI UTARA Boham, Anthonius; Kawung, Evelin J.R.; Harilama, Stefi H.
Jurnal LPPM Bidang EkoSosBudKum (Ekonomi,Sosial,Budaya, dan Hukum) Vol 4, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola komunikasi orangtua pada anak berkebutuhan khusus yang didasari pada konsep diri orangtua dalam memaknai kehadiran anak, motif orangtua dalam berkomunikasi serta intensitas hubungan antar orangtua dan anak berkebutuhan khusus.Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam, dan pengamatan berperan serta dengan menggunakan teori fenomenologi dan interaksi simbolik. Penelitian ini diidentifikasikan sebagai berikut : (1) Bagaimana konsep diri orangtua dalam menyikapi kehadiran anak berkebutuhan khusus; (2) apa motif orangtua dalam berkomunikasi dengan anak berkebutuhan khusus; (3) bagaimana intensitas komunikasi orangtua dalam menjalin hubungan dengan anak berkebutuhan khusus. Berdasarkan hasil penelitian menyatakan bahwa pola komunikasi orangtua pada anak berkebutuhan khusus didasari pada konsep orientasi intensional dimana orangtua melihat keberadaan anak berkebutuhan khusus adalah anak yang tidak normal, tidak menarik dan tidak memiliki masa depan yang baik. sedangkan pola komunikasi orangtua yang didasari pada konsep orientasi ekstensional adalah orangtua yang memandang keberadaan anak melalui ciriciri-cirinya, kekhasahannya, keunikannya bahkan kelebihannya yang mungkin tidak dimiliki oleh anak normal lainnya. Orangtua yang berpandangan ekstensional adalah orangtua yang bisa menerima keberadaan anaknya dan memberikan perhatian, kasih sayang serta dukungan yang seutuhnya. Orangtua yang memiliki orientasi ekstensional dikategorikan berhasil dalam mengasuh anak berkebutuhan khusus dibandingkan dengan orangtua orientasi intensional yang hanya melihat keberadaan anaknya dari sisi kekurangan dan kelemahannya._____________________________________________________________________________Kata Kunci : Pola, Komunikasi, Orangtua, Anak, berkebutuhan khusus.
IBM KELOMPOK TENAGA ADMININISTRASI DAN GURU SPN KALASEY TENTANG PEMBUATAN SURAT DALAM BAHASA INGGRIS Warouw, Maya P.
Jurnal LPPM Bidang EkoSosBudKum (Ekonomi,Sosial,Budaya, dan Hukum) Vol 4, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mitra sasaran kegiatan pelatihan ini, yaitu tenaga administrasi dan guru Sekolah Pertanian Negeri (SPN) Provinsi Sulawesi Utara yang berlokasi di desa Kalasey I, kabupaten Minahasa. Sekolah ini merupakan salah satu sekolah kejuruan yang membutuhkan tenaga administrasi serta guru yang terampil salah satunya dalam menulis surat-surat resmi akademik. Seiring dengan perkembangan jaman dan teknologi, kebutuhan untuk berkorespondensi menggunakan Bahasa Inggris meningkat. Menjawab kebutuhan ini, maka tenaga administrasi dan guru diharapkan mempunyai keterampilan untuk menulis surat resmi menggunakan Bahasa Inggris. Tujuan kegiatan IbM pelatihan ini, yaitu meningkatkan keterampilan kelompok guru dan tenaga administrasi sehingga mereka mampu mengutarakan maksud dan tujuan dalam suatu konteks komunikasi secara tulisan/ surat. Tujuan khusus program, ini, yaitu menghasilkan keterampilan menulis surat dalam Bahasa Inggris sesuai dengan format, bentuk dan budaya menulis yang berlaku. Adapun metode pelaksanaan yang akan diterapkan pada program ini, yaitu pelatihan dengan memperkenalkan berbagai jenis teks surat, baik yang formal maupun informal; pendampingan; dan evaluasi. Prosedur kerja untuk mendukung ketiga aspek permasalahan, berturut-turut, yaitu observasi, pelatihan, evaluasi, luaran, dan pelaporan.Kata Kunci: Penulisan Surat Resmi, Surat formal berbahasa Inggris, Guru dan TenagaAdministrasi, SPN Kalasey
PROSES PENEGAKAN PENYALAHGUNAAN MIRAS SERTA ANCAMAN HUKUMAN BAGI PENJUAL TANPA IJIN Mokorimban, Marnan A. T.
Jurnal LPPM Bidang EkoSosBudKum (Ekonomi,Sosial,Budaya, dan Hukum) Vol 4, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses penegakan hukum terhadap penyalahgunaan minuman keras, dan Ancaman hukuman terhadap penjual yang menjual minuman keras tanpa ijin dan atau tidak sesuai standar mutu pemerintah. Untuk mengetahui dan memahami Faktor - faktor yang menyebabkan seseorang melakukan penyalahgunaan minuman keras. Proses penegakan hukum terhadap penyalahgunaan minuman keras, dan Ancaman hukuman terhadap penjual yang menjual minuman keras tanpa ijin dan atau tidak sesuai standar mutu pemerintah. Metode yang dilakukan Menggunakan Pendekatan Yuridis Normatif, dengan pengumpulan bahan hukum berupa Metode Kepustakaan (Library Research) dan Metode Perbandingan (Comparative Research). Sehingga dapat disimpulkan terjadinya penyalahgunaan minuman keras dalam masyarakat disebabkan oleh faktor lingkungan pergaulan, lingkungan keluarga, ekonomi, sosial budaya, rasa ingin tahu dikalangan anak dan adanya penjualan minuman keras tanpa ijin dan atau tidak sesuai standar mutu pemerintah.Kata Kunci : penyalahgunaan miras, ancaman penjual tanpa ijin.
PEREMPUAN PILAR BERTOLERANSI DI DESA TIWOHO Mokalu, Benedicta J.
Jurnal LPPM Bidang EkoSosBudKum (Ekonomi,Sosial,Budaya, dan Hukum) Vol 4, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Zaman boleh saja berganti mengiringi pergerakan waktu dengan semua konsekwensi positif juga negatif terhadap semua manusia. Akan tetapi peran tradisional perempuan dalam keluarga masih sangat melekat, sebagai panggilan hidup dari sebagian besar perempuan. Sekalipun harus diakui bahwa fakta menunjukkan sebagian perempuan dengan latarbelakang wawasan ilmu pengetahuan dan kesadaran kesamaan harkat dan martabat menuntut perlakuan yang sama terhadap perempuan dan laki-laki. Lebih khusus ada rupa-rupa tuntutan dari perempuan agar kesamaan dalam peran-peran sosial,politik, ekonomi, pendidikan, dllnya. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas para istri di desa Tiwoho sebagai ibu rumah tangga sehingga tidak bekerja di luar rumah,lebih banyak waktu ada di rumah,mengurus rumah tangga,menyiapkan kebutuhan anak-anak,mengawasi kegiatan anak-anak. Suami sebagai tulang punggung keluarga sehingga kadang-kadang tidak berada di rumah untuk waktu yang relatif lama atau lebih dari satu minggu hingga satu bulan. Ketika suami tidak berada di rumah, maka dalam membesarkan anak sepenuhnya merupakan tanggungjawab istri ketimbang suami. Hal ini bisa dimaklumi karena istri relative lebih banyak waktu ada di rumah sepanjang hari sehingga secara langsung bisa mengawasi kegiatan anak-anak. Perempuan dan toleransi jelas tidak bisa dipisahkan sebagai sumber inspiransi pendidikan nilai dalam keluarga yang bersumber dari pemahaman yang benar tentang iman,budaya dan taat hukum, sehingga layak sebagai pengejawantahan dari pemahaman iman yang benar dan baik. _____________________________________________________________________________Kata Kunci: Perempuan, toleransi

Page 1 of 2 | Total Record : 11