cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
JURNAL LPPM BIDANG EKOSOSBUDKUM
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Economy, Education,
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 2 (2018)" : 10 Documents clear
PERSEPSI MASYARAKAT KECAMATAN PAAL DUA PADA PENATAAN BANGUNAN DAERAH ALIRAN SUNGAI TONDANO DI KOTA MANADO Mingkid, Elfie
Jurnal LPPM Bidang EkoSosBudKum (Ekonomi,Sosial,Budaya, dan Hukum) Vol 4, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah lingkungan daerah aliran sungai di perkotaan adalah masalah yang harus disikapi bijaksana dalam menata pola hidup sikap masyarakat di kaitkan dengan lingkungan daerah aliran sungai. Pemerintah dan masyarakat kota Manado diharuskan menjaga dan memelihara lingkungannya menjadi sehat, bersih dan indah, terhindar dari bencana akibat banjir. Kota Manado saat ini dibagi dalam sebelas wilayah kecamatan memiliki penduduk 446.975 jiwa dan yang bermukim di daerah aliran sungai kurang lebith 77.886 jiwa dan sebagian besar dari jumlah ini tidak memiliki izin mendirikan bangunan. Pertumbuhan kota yang kurang terkendali merupakan fenomena dalam perkembangan kota. Demikian juga yang terjadi dalam masyarakat kota Manado yang bermukim di daerah aliran sungai. Oleh sebab itu segala upaya dilakukan oleh pemerintah dengan tanpa mengabaikan dukungan dari masyarakat. Penataan pembangunan permukiman masyarakat di daerah aliran sungai diupayakan agar tidak terjadi konflik baik diantara masyarakat dan pemerintah lewat penelitian ini diharapkan kebijakan oleh pemerintah dapat dipahami oleh masyarakat dan disikapi.______________________________________________________________________Kata Kunci: Pemerintah, masyarakat, persepsi, penataan bangunan.
ANALISIS KONTRASTIF MAKNA KAUSATIF (Shieki) -Seru(~せ る),-Saseru(~させる) DALAM BAHASA JEPANG DAN ME-KAN, MEMPER-KAN, -KAN DALAM BAHASA INDONESIA Monoarfa, Stanly
Jurnal LPPM Bidang EkoSosBudKum (Ekonomi,Sosial,Budaya, dan Hukum) Vol 4, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perbedaan dan persamaan verba kausatif antara bahasa Jepang dan bahasa Indonesia. Di sini dikontraskan pembentuk verba kausatif (shieki) yang ditinjau dari segi makna dan bentuk, serta aspek-aspek yang terkait yang terdapat dalam model-model kalimat berverba kausatif tersebut. Dalam bahasa jepang verba shieki ditandai dengan perubahan verba transitif maupun intransitif menjadi –seru(~せるatau -saseru(~させる), sedangkan dalam bahasa Indonesia verba kausatif ini biasanya terjadi melalui 1afiksasi bentuk dasar dengan melekatkan me-kan, memper-kan atau -kan. Data penelitian ini adalah model-model kalimat yang diperoleh dari korpus data novel berbahasa Jepang dan kumpulan cerpen berbahasa Indonesia, serta sumber acuan lain berupa buku-buku yang memuat tentang kausatif baik dalam bahasa Jepang maupun bahasa Indonesia. Data yang diambil dari novel diperlakukan sebagai data utama, data lainnya diperlakukan  sebagai data pelengkap.______________________________________________________________________Kata kunci: kontrastif, kausatif , bahasa Jepang.
PENGAJARAN BAHASA JEPANG TINGKAT DASAR SISWA SD NEGERI KELURAHAN PANCURAN KECAMATAN LEMBEH SELATAN Moniung, Ilke Janemralina
Jurnal LPPM Bidang EkoSosBudKum (Ekonomi,Sosial,Budaya, dan Hukum) Vol 4, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengajaran Bahasa Jepang Tingkat Dasar bertujuan memberikan pelatihan bagi siswa SD NEGERI PANCURAN LEMBEH SELATAN dengan harapan agar peserta pelatihan dapat memiliki pengetahuan serta ketrampilan berkomunikasi mengucapkan kata juga kalimat dalam bahasa Jepang untuk dapat berkomunikasi bahasa Jepang dasar dengan baik dan benar bersaing di era globalisasi dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). Seiring pesatnya perkembangan teknologi dan informasi peserta pelatihan diharapkan dapat berbicara bahasa Jepang dengan penuh percaya diri, benar dan lancar. Metode yang digunakan adalah ceramah dan pendampingan pembelajaran yang berlangsung dengan tujuan agar proses pembelajaran lebih efektif untuk meningkatkan semangat belajar dan memperbesar minat belajar. Pengajaran bahasa Jepang diharapkan akan lebih lama tersimpan dalam ingatan sehingga proses kegiatan belajar mengajar berlangsung menyenangkan . Dengan pelatihan ini diharapkan peserta didik dapat menyampaikan berbagai informasi dengan lafal yang benar dan tepat dalam kalimat bahasa Jepang dasar sehingga pembelajaran bisa dilakukan dengan sistematis dan teratur. Belajar sambil menggunakan media gambar, huruf dan nyayian akan mempercepat  penguasaan bahasa asing khususnya bahasa Jepang juga peserta pelatihan termotivasi untuk belajar bahasa Jepang juga peserta didik dapat menangkap informasi lebih banyak dengan penggunaan media pembelajaran. Peran alat peraga memang sangat penting dalam dunia pendidikan , untuk menunjang kegiatan pembelajaran yang lebih efektif dan optimal.______________________________________________________________________Kata kunci: pengajaran, bahasa Jepang, dasar, siswa SD
PKM KELOMPOK IBU RUMAH TANGGA (IRT) DI KELURAHAN PANIKI BAWAH KECAMATAN MAPANGET Palandeng, Indrie D; Tumbel, Altje; Tielung, Maria; Soepeno, Djurwati
Jurnal LPPM Bidang EkoSosBudKum (Ekonomi,Sosial,Budaya, dan Hukum) Vol 4, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini merupakan hasil kegiatan PKM yang dilaksanan di Kelurahan Paniki Bawah Kecamatan Mapanget Kota Manado, dengan target Ibu Rumah Tangga (IRT). Tujuan dari kegiatan PKM ini untuk menambah pemahaman, pelatihan dan pendampingan kepada IRT mengenai motivasi untuk berwirausaha, pengembangan usaha, dan manajemen usaha. Kelurahan Paniki bawah terletak di pada ketinggian kurang lebih 65 meter di atas permukaan laut dan merupakan suatu hamparan perkebunan yang cukup rata. IRT merupakan pekerjaan yang mulia, namun tingkat kesejahteraan keluarga akan meningkat apabila suami istri memiliki pendapatan yang akan menunjang ekonomi keluarga. Dengan demikian kegiatan PKM ini dilaksanakan berupa sosialisasi mengenai wirausaha dan pengembangan usaha dalam kegiatan IRT yang ada di Kelurahan Panili Bawah. Sosialisasi ini diselenggarakan telah disesuaikan dengan permasalahan kebutuhan yang dihadapi IRT di Kelurahan Paniki Bawah. Metode pelaksanaan kegiatan ini terdiri dari tiga tahap yaitu: Pertama, pembentukan Tim, Pra survei, pembuatan tim dan proposal, koordinasi dengan mitra, serta persiapan perlengkapan yang dibutuhkan, Kedua, Pelaksanaan kegiatan berupa sosialisasi. Kegiatan sosialisasi ini dilaksanakan melalui pemberian materi dan diskusi. Ketiga, laporan dan evaluasi. Evaluasi dilakukan dengan melihat perbandingan sebelum dan sesudah kegiatan PKM ini dilaksanakan, kemudian pembuatan laporan. Hasil dan luaran dalam kegiatan PKM ini adalah IRT yang ada di Kelurahan Paniki Bawah adalah para peserta mengalami peningkatan jiwa entrepreneur, dapat membuat perencanaan bisnis, peningkatan pemahaman mengenai strategi pemasaran yang lebih efisien melalui pemanfaatan media sosial sebagai sarana untuk mempromosikan penjualan. Adanya kegiatan PKM ini, maka terjadi perbaikan dalam masyarakat dalam peningkatan kesejahteraan melalui wirausaha baru _____________________________________________________________________________Kata Kunci: Motivasi, Perencanaan Bisnis, Strategi Pemasaran
PKM PENGEMBANGAN INOVASI PRODUK MAKANAN DAN MINUMAN YANG DIJUAL DI SEPUTARAN KAMPUS UNSRAT BAHU Kojo, Christoffel; Rogi, Mirah H.; Lintong, Debri Ch.
Jurnal LPPM Bidang EkoSosBudKum (Ekonomi,Sosial,Budaya, dan Hukum) Vol 4, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Inovasi produk makanan dan minuman saat ini penting untuk dikembangkan karena industri makanan dan minuman merupakan industri yang besar di Indonesia yang menjadi salah produk andalan penyumbang PDB terbesar untuk industri non migas. Untuk itu perlu ada pengembangan inovasi produk makanan dan minuman yang dijual. Masalaha yang dihadapi oleh usaha makanan dan minuman di kantin dan UKM kampus adalah masih kurangnya inovasi karena kurangnya berpikir inovatif dari pelaku usaha yang menjual produk makanan dan minuman. Tujuan pengabdian ini adalah meningkatkan kemampuan inovasi dari usaha-usaha yang menjual makanan dan minuman di seputaran kampus khususnya di Kampus Unsrat Manado. Tahapan Kegiatan Yang Dilakukan Adalah peningkatan dan pelatihan ketrampilan serta pendampingan untuk peningkatan inovasi produk makanan dan minuman pada usaha makanan dan minuman di seputaran Kampus Unsrat Manado.______________________________________________________________________Kata Kunci : PKM, pengembangan inovasi, produk makanan dan minuman, KampusUnsrat, Bahu, Manado
ANALISIS BERBAGAI VARIABEL YANG BERPENGARUH TERHADAP KINERJA APARATUR PEMERINTAH DESA DI KECAMATAN MANDOLANG Tasik, Femmy C.M.
Jurnal LPPM Bidang EkoSosBudKum (Ekonomi,Sosial,Budaya, dan Hukum) Vol 4, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis beberapa variabel yang mempengaruhi kinerja aparatur pemerintahan desa, variabel yang  teridentifikasi yaitu Kepemimpinan, Motivasi kerja dan Lingkungan kerja. Lokasi penelitian dilaksanakan di Pemerintahan Desa Kecamatan Mandolang Kabupaten Minahasa Provinsi Sulawesi Utara, Untuk menentukan sampel yang akan digunakan dalam penelitian, digunakan teknik Area proportional random sampling. Jumlah sampel dalam  penelitian ini 123 responden. Teknik Analisis data, dijaring melalui sebaran kuesioner yang diberi nilai dan ditabulasikan untuk kemudian dianalisis dan jawaban yang diperoleh responden sesuai dengan nilai variable yang telah ditetapkan selanjutnya akan dianalisis dengan menggunakan bantuan software SPSS, dimana teknik analisis data ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh dengan pendekatan analisis regresi berganda. Hasil penelitian menunjukan bahwa kepemimpina tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja, Motivasi kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja, dan Lingkungan kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja. ______________________________________________________________________Kata Kunci : Kepemimpinan, motivasi kerja, lingkungan kerja, Kinerja
FORMALISASI USAHA DAN MODERNISASI INDUSTRI KECIL DAN MENENGAH MAKANAN DAN MINUMAN DI KELURAHAN BATU KOTA KECAMATAN MALALAYANG KOTA MANADO Kawung, George M. V.; Rompas, Wensy F. I.; Kojo, Christoffel
Jurnal LPPM Bidang EkoSosBudKum (Ekonomi,Sosial,Budaya, dan Hukum) Vol 4, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Untuk Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah Maka Perlu Fokus Pada Peningkatan Atau Scalling Up Dari Usaha Informal Dan Kecil Di Suatu Wilayah. Untuk Itu Pentingnya Formalisasi Dan Modernisasi Usaha Kecil Dan Menengah Khususnya Yang Berbasis Industri Perlu Didorong Oleh Pemerintah Dan Para Akademisi Agar Bisa Menjadi Maju, Berkembang, Serta Kompetitif. Permasalahan Yang Dihadapi Ditemukan Adalah Masih Rendahnya Usaha IKM Informal Untuk Menjadikan Usaha Mereka Menjadi Usaha Formal Serta Masih Banyak IKM Yang Usahanya Belum Modern Atau Masih Tradisional Dan Menggunakan Teknologi Rendah Serta Minim Inovasi. Tujuan PKM Ini Adalah Untuk Membantu IKM Di Kelurahan Dan Pedesaan Agar Dapat Meningkatkan Usahanya Yaitu Dengan Melegalkan Usahanya Dari Usaha Informal Menjadi Usaha Formal Serta Memodernisasi Usaha IKM Dari Teknologi Tradisional Atau Rendah Menjadi IKM Yang Menggunakan Teknologi Terkini Atau Modern Serta Inovatif. Tahapan Kegiatan Yang Dilakukan Adalah Pengenalan Dan Sosialisasi Formalisasi Usaha Dan Modernisasi IKM Makanan Dan Minuman Di Kelurahan Batu Kota Kecamatan Malalayang Kota Manado. Selanjutnya Adalah Pendampingan Terhadap Formalisasi Usaha Dan Modernisasi IKM.______________________________________________________________________Kata Kunci : formalisasi usaha, modernisasi, IKM, Kelurahan Batu Kota, Malalayang,Manado
MANAJEMEN USAHA PRODUK KULINER DI KELURAHAN MAHAKERET BARAT KECAMATAN WENANG KOTA MANADO Soepeno, Djurwati; Palandeng, Indrie; Wangke, Sinta; Samadi, Reytty
Jurnal LPPM Bidang EkoSosBudKum (Ekonomi,Sosial,Budaya, dan Hukum) Vol 4, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini merupakan hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan TIM PKM Manajemen Usaha Produk Kuliner di Kelurahan Mahakeret Barat Kecamatan Wenang Kota Manado, melalui kerja sama dengan mitra pelaku usaha kuliner yang ada di kelurahan setempat. Tujuan Penerapan PKM ini adalah memberikan pelatihan teknik kepada kelompok penjual kuliner untuk memberikan pengetahuan manajerial tentang manajemen dan kewirausahaan, pengelolaan modal kerja dan pengembangan usaha melalui strategi pemasaran yang efektif dan efisien. Usaha kecil umumnya dapat bertahan terhadap krisis ekonomi, namun kemampuan untuk berkembang sangat penting menghadapi persaingan usaha. Sebagian besar para pengusaha kecil ataupun menengah memiliki keterbatasan baik dalam kemampuan modal, SDM, akses informasi, maupun teknologi dan sulit untuk berkembang dikarenakan kurangnya pengetahuan dalam mengembangkan usahanya. Permasalahan yang dihadapi masyarakat dalam bisang kuliner adalah kemampuan manajemen yang rendah dari pemilik usaha. Pelaku usaha memiliki keterbatasan dalam mengembangkan usaha dikarenakan keterbatasan kemampuan manajerial yang dimilikinya, pengetahuan mengenai model pengembangan usaha, pengelolaan modal kerja dan memiliki semangat wirausaha yang rendah. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian ini adalah Pertama, tim PKM melakukan kerjasama dengan mitra usaha, kedua melakukan sosialisasi dalam bentuk ceramah, pelatihan dan pendampingan dan Ketiga, laporan dan evaluasi. Evaluasi dilakukan dengan melihat perbandingan sebelum dan sesudah kegiatan PKM ini dilaksanakan, kemudian pembuatan laporan. Lingkup batasan penerapan IPTEKS kegiatan ini (i) berbentuk pelatihan teknik kepada masyarakat (pelaku usaha), dan (2) bertujuan memberikan pengetahuan manajerial sekaligus dan ketrampilan teknik mengembangkan usaha.Luaran dalam kegiatan pengabdian ini adalah kelompok penjual kuliner yaitu peserta memiliki jiwa wirausaha yang lebih tinggi, adanya peningkatan pemahaman dan pengetahuan mengenai pengembangan usaha, manajemen modal usaha yang berguna untuk peningkatan pendapatan baik secara individu maupun berkelompok._____________________________________________________________________Kata Kunci: Manajemen, Modal Kerja, Strategi Pemasaran, Usaha Kuliner
PKM MANAJEMEN USAHA IBU-IBU PKK DI KELURAHAN MALALAYANG 2 KECAMATAN MALALAYANG KOTA MANADO Lumintang, Genita G.; ., Adolfina; Pandowo, Merinda
Jurnal LPPM Bidang EkoSosBudKum (Ekonomi,Sosial,Budaya, dan Hukum) Vol 4, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari kegiatan PKM ini adalah untuk menambah wawasan pengetahuan dan ketrampilan tentang manajemen usaha yang mencakup mengatur SDM, memotivasi dan pengeloaan keuangan yang baik. Metode pelaksanaan kegiatan untuk memberikan solusi melalui survey dan pendampinganan yang menyangkut (1)Wawancara dengan masyarakat atau ibu-ibu yang memiliki usaha, (2) penyiapan untuk solusi (3)Pelatihan dan ceramah dengan menawarkan beberapa metode/teori tentang  manajemen. Sebelumnya metode kegiatan ini dilakukan dengan 3 tahap,yang pertama pembentukan tim,pra survey,pembuatan proposal,koordinasi dengan mitra serta persiapan perlengkapan yang dibutuhkan. Kedua, sosialisasi dengan pemberian materi dan tanya jawab. Ketiga Laporan dan Evaluasi. Evaluasi dilakukan dengan melihat perbandingan sebelum dan sesudah dilaksanakan PKM,kemudian pembuatan laporan. Kriteria dan indikator yang digunakan untuk menyatakan keberhasilan dari kegiatan yang dilakukan adalah pertama Pemahaman mengenai konsep, teknik manajemen dan peningkatan SDM, yang kedua adalah Pemahaman mengenai konsep dan teknik motivasi.Kata Kunci : Manajemen Usaha,Motivasi,SDM
PELATIHAN KEWIRAUSAHAAN WANITA KAUM IBU DAN PEMUDA REMAJA PUTRI JEMAAT BUKIT MORIA MALALAYANG Rumawas, Wehelmina
Jurnal LPPM Bidang EkoSosBudKum (Ekonomi,Sosial,Budaya, dan Hukum) Vol 4, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan utama dari wanita kaum ibu dan remaja putri di jemaat Bukit Moria Malalayang adalah kurangnya pengetahuan dan pemahaman tentang kewirausahaan dan serta mental atau jiwa berwirausaha yang perlu ada motivasi. Dengan sumber daya alam dan sumber daya manusia yang potensial maka perlu dilakukan pelatihan kewirausahaan. Tujuan kegiatan program kemitraan masyarakat (PKM) ini adalah untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman tentang kewirausahaan serta menumbuhkan mental atau jiwa berwirausaha. Pelatihan ini juga untuk memotivasi mitra agar dapat memanfaatkan hasil sumber daya alam yang ada disekitar. Hasil kegiatan ini terjadi peningkatan pengetahuan dan pemahaman tentang kewirausahaan serta semangat untuk menjadi wirausahawan.____________________________________________________________________Kata kunci: Kewirausahaan, Motivasi

Page 1 of 1 | Total Record : 10