cover
Contact Name
ADITYA RACHMAN
Contact Email
aditya_rchmn@yahoo.com
Phone
-
Journal Mail Official
adityamprac@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
DINAMIKA Jurnal Ilmiah Teknik Mesin
Published by Universitas Halu Oleo
ISSN : 20858817     EISSN : -     DOI : -
Jurnal Dinamika Teknik Mesin diterbitkan 2 (dua) kali setahun pada bulan Mei dan November dan telah diterbitkan sejak tahun 2009. Redaksi menerima karangan ilmiah tentang hasil penelitian, survei, dan telaah pustaka yang erat hubungannya dengan bidang keteknikkan khususnya bidang Teknik Mesin.
Arjuna Subject : -
Articles 223 Documents
Analisis Computational Fluid Dynamics Suhu Permukaan Panel Surya Akibat Pengaruh Intensitas Radiasi Matahari, Kecepatan Angin Dan Suhu Udara Widodo Widodo; Sunarso Sunarso; Ahmad Faizal; Eri Widianto; Al Ichlas Imran
Dinamika : Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol 10, No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (452.804 KB) | DOI: 10.33772/djitm.v10i1.4846

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang analisis pengaruh kecepatan angin, suhu udara dan intensitas radiasi matahari terhadap suhu permukaan panel surya, secara umum proses perhitungannya menggunakan software Computational Fluid Dynamics (CFD). Analisis dibagi dalam 3 tahap yaitu pre-processing (input), processing dan post-processing (output). Tahap pre-processing (input) mencakup pembuatan model 3D panel surya, penentuan model fisik, pembuatan mesh dan pengaturan mesh. Tahap Processing mencakup simulasi panel surya dan Uji validasi model berdasarkan parameter yang ditentukan pada tahap pre-processing. Tahap Post-processing (Output) mencakup analisis data dari hasil simulasi, divisualisasi dan dianalisa pengaruh berbagai parameter perbandingannya antara variable dan parameter yang diubah. Oleh karena itu, untuk mengurangi waktu yang panjang dalam melakukan eksperimen, proses tahapan pendekatan komputerisasi dilakukan agar waktu pengerjaan lebih pendek dan biaya yang di keluarkan relatif lebih murah. Dari hasil uji validasi model 3D panel surya sederhana menggunakan software CFD, pengaturan nilai mesh region 60 dengan jumlah elemen 166174 memakan waktu 4 menit 11 detik menghasilkan suhu maksimum sebesar 96.7563°C. Hasil analisa perubahan temperatur pada permukaan panel surya dipengaruhi kecepatan angin, suhu udara dan intensitas radiasi matahari yang mengenai permukaan panel surya ditunjukkan pada hasil grafik yang membuktikan bahwa perubahan suhu permukaan panel surya diakibatkan suhu udara dan intensitas radiasi matahari mengalami kenaikan maka suhu udara juga terjadi kenaikan suhu. Sedangakan, kenaikan suhu tidak hanya dipengaruhi oleh intensitas radiasi matahari yang mengenai permukaan panel surya saja, akan tetapi keceapatan angin juga sangat mempengaruhi perubahan temperature pada permukaan panel surya. Jika kecepatan angin mengalami kenaikan dan melewati panel surya maka panas pada permukaan panel surya diserap oleh angin tersebut dan membawa panas tersebut keluar munuju ke udara luar dengan bersamaan itu terjadi penurunan temperature pada permukaan panel surya tersebut. Kata kunci: Energi surya, panel surya, kondisi cuaca dan software CFD.
Rancang Bangun Alat Penanam Padi Dengan Sistem Penggerak Manual Dan Motor Bakar Ichsan Ristiawan; Simon Parekke; Eko Despryanto; Muhammad Afif Zakwan; William Rompi
Dinamika : Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol 10, No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (378.769 KB) | DOI: 10.33772/djitm.v10i1.4842

Abstract

Kabupaten Luwu Timur yang terdiri dari Kecamatan Nuha, Wasuponda dan Towuti merupakan daerah yang sebagian besar masyarakatnya bekerja di sektor pertanian yang salah satunya adalah sebagai petani padi. Biaya tenaga kerja untuk menanam padi yang tinggi merupakan masalah yang dihadapi oleh masyarakat dalam proses menanam padi. Untuk membantu masyarakat dalam proses menanam padi dibutuhkan alat atau mesin penanam padi untuk mengurangi biaya dan waktu penanaman. Metode penelitian ini dilakukan dalam beberapa tahap yaitu tahap observasi yang dilakukan dengan peninjauan langsung ke lapangan, tahap studi literatur dengan mengumpulkan data-data dari referensi ataupun literatur, dan wawancara yang dilakukan dengan berkunjung langsung ke lapangan dengan para petani. Tahap perancangan terdiri dari identifikasi masalah, membuat konsep rancangan seperti desain rancangan, perhitungan titik kritis komponen dan gambar kerja. Alternatif konsep yang terpilih adalah mekanisme penggerak manual dengan tuas yang diputar oleh tangan dan mekanisme kedua dengan sumber putaran dari motor bakar. Putaran penggerak diteruskan melalui transmisi chain and sprocket serta puli dan belt yang berfungsi sebagai penggerak pengait sekaligus penancap padi sehingga dapat melakukan pengambilan serta penanaman bibit padi. Berdasarkan hasil pengujian, mesin penanam padi dapat melakukan penanaman dengan metode tancap. Mesin dapat melakukan penancapan bibit dengan jarak tanam 18 cm x 30 cm dan kedalaman bibit 17- 20 cm.Kata kunci: Penanam padi, metode tancap, jarak tanam.
Rancang Bangun Dan Pengujian Pompa Hidram (Hydraulic Ram Pump) Dengan Kapasitas 15 L/ Menit Kardiman Kardiman; Arif Budiman Nugraha; Jojo Sumarjo
Dinamika : Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol 10, No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (451.851 KB) | DOI: 10.33772/djitm.v10i1.4843

Abstract

Pompa Hidram merupakan pompa air yang bekerja secara otomatis tanpa menggunakan energi listrik, yaitu dengan memanfaatkan energi aliran air untuk mengalirkan air dari sumber ke tempat penampungan air. Energi aliran air yang dimaksud adalah energi potensial dari ketinggian sumber air yang masuk ke pompa hidram dan kemudian dikonversikan menjadi energi kinetik berupa kecepatan pemompaan air, ke tempat yang lebih tinggi. Peneitian ini bertujuan untuk merancang pompa hidram serta mengetahui kinerja dari pompa hidram dengan variasi tinggi masuk (reservoir). Metode penelitian yang dilakukan yakni dengan memvariasikan ketinggian sumber air yang masuk ke pompa yakni 1, 2, 3, dan 4 meter dengan tinggi pemompaan sebesar 5 meter. Dari hasil pengujian diperoleh kapasitas pemompaan air dan efisiensi tertinggi sebesar 0.00025 m³/s dan  65.10 % pada ketinggian masuk 4 meter dan kapasitas pemompaan dan efisiensi terendah diperoleh sebesar 0.000025 m³/s dan 32.46% pada ketinggian masuk 1 m. Sedangkan untuk debit terbuang dari hasil pengujian pompa hidram tertinggi didapat sebesar 0.00036 m³/s pada ketinggian masuk 1 m dan debit terbuang terendah diperoleh sebesar 0.00023 m³/s pada ketinggian masuk 4 m. Kata kunci: Kebutuhan Air, Perancangan Pompa, Kinerja Pompa Hidram
Analisis Reliability Pada Mesin Fan Mill Unit 1 di PT Cahaya Fajar Kaltim Denny Randiana Firda Saputra; Yudi Sukmono; Lina Dianati Fathimahhayati
Dinamika : Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol 10, No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (288.605 KB) | DOI: 10.33772/djitm.v10i1.4839

Abstract

PT Cahaya Fajar Kaltim adalah perusahaan pembangkit listrik swasta yang berlokasi di PLTU (Pembangkit Listrik Tenaga Uap) Embalut, Tanjung Batu, Tenggarong Seberang, Kutai Kartanegara. Sumber daya alam batubara menjadi pilihan bahan bakar yang digunakan perusahaan. Perusahaan menggunakan berbagai macam mesin untuk menjalankan produksi dan salah satunya adalah fan mill. Saat ini perusahaan belum memiliki jadwal perawatan yang pasti khususnya pada mesin fan mill dan hanya melihat dari munculnya beberapa indikasi kerusakan sehingga perlu dilakukan penelitian untuk mengetahui keandalan mesin dan mengetahui interval waktu perawatan dari mesin. Pengolahan data dilakukan dengan analisis keandalan dan mean time to failure (MTTF). Data yang dibutuhkan pada penelitian adalah data historis kerusakan dan data wawancara mesin. Tahapan yang dilakukan adalah menentukan komponen kritis berdasarkan persentase frekuensi kerusakan mesin, kemudian mencari nilai waktu antar kerusakannya. Langkah selanjutnya adalah mengidentifikasi distribusi kerusakan yang muncul dan menghitung nilai keandalan berdasarkan distribusi terpilih kemudian menentukan usulan interval waktu perbaikan dari mesin. Berdasarkan hasil pengumpulan dan pengolahan data diketahui bahwa pada mesin fan mill 1A, 1B dan 1C memiliki komponen kritis yang sama yaitu komponen impeller, pressure adjustier dan recycle jalur. Komponen impeller 1A memiliki keandalan hingga hari ke 84, komponen pressure adjustier 1A memiliki keandalan hingga hari ke 36, komponen recycle jalur 1A memiliki keandalan hingga hari 39, komponen impeller 1B memiliki keandalan hingga hari ke 81, komponen pressure adjustier 1B memiliki keandalan hingga hari ke 80, komponen recycle jalur 1B memiliki keandalan hingga hari ke 80, komponen impeller 1C memiliki keandalan hingga hari ke 75, komponen pressure adjustier 1C memiliki keandalan hingga hari ke 80, dan komponen recycle jalur 1C memiliki keandalan hingga hari ke 77. Mesin fan mill 1A perlu dilakukan perawatan maksimum pada hari ke 140, mesin fan mill 1B perlu dilakukan perawatan maksimum pada hari ke 124, dan mesin fan mill 1C perlu dilakukan perawatan pada hari ke 115. Kata kunci: Keandalan, Mean Time to Failure, Fan Mill, Komponen Kritis, Perawatan.
Rancang Bangun Mesin Penyuwir Daging Untuk Bahan Baku Abon Irdam Irdam; Dani Setiawan; Fransiskus Odi; Sri Rahayu
Dinamika : Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol 10, No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (298.062 KB) | DOI: 10.33772/djitm.v10i1.4844

Abstract

Mesin penyuwir daging merupakan suatu alat yang membantu dalam memproses penyuwiran daging menjadi suiran-suiran tipis yang akan dijadikan abon. Mesin ini dapat mempermudah dan mempercepat penyuwiran dan memberikan hasil penyuwiran yang lebih baik dan merata dibandingkan dengan cara manual seperti menggunakan tangan dan pisau yang memakan waktu dan tenaga yang banyak. Mesin penyuwir daging terdiri dari beberapa komponen, yaitu rangka mesin, motor listrik, puli, sabuk-v, bak penampung dan poros penyuwir. Salah satu mesin penyuwir daging yang tersedia saat ini memiliki beberapa kekurangan sehingga kami berinisiatif untuk melakukan pengembangan mesin tersebut. Tahapan dalam pembuatan mesin penyuwir daging ini terdiri atas tahap perancangan, tahap manufaktur, tahap perakitan dan tahap pengujian. Spesifikasi mesin penyuwir daging abon yang dirancang bangun di sini adalah panjang bak penampung 400 mm, lebar 300 mm, dan tinggi 335 mm dengan menggunakan bahan stainless steel. Penggerak utama mesin penyuwir daging menggunakan motor listrik berdaya 1 HP dengan putaran 1400 rpm. Transmisi yang digunakan menggunakan puli dan sabuk-v. Poros penyuwir yang digunakan berbahan stainless steel berdiameter 12,7 mm dengan putaran poros penyuwir 700 rpm. Ukuran daging yang akan disuir sekitar 3 cm x 3 cm x 3 cm, dengan durasi penyuwiran selama 6 menit untuk 1 kg daging. Kata kunci: Mesin penyuwir daging, motor listrik, transmisi, poros penyuwir, abon
DESAIN OPTIMAL PONDASI MESIN BLOK TERTANAM AKIBAT BEBAN DINAMIS Minson Simatupang; Sulha Sulha; Izzat Arif
Dinamika : Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol 10, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (610.027 KB) | DOI: 10.33772/djitm.v10i2.6934

Abstract

Design of machine foundation is differed with design of other foundations in general. It retains not only static loads but also dynamic loads deriving from machine vibrations. The structure of the foundation must be able to support both of those loads without any failure. This study presents the optimal design of the embedded block machine foundation that it is not only safe to the operation of the machine itself but also it is not disturb the equipment or the people in the vicinity. The data used are the machine’s data according to the factory specification, the soil investigation data at the foundation site obtained using a ground drilling machine, and laboratory data. Field data are as N-SPT data, soil type for each layer, and groundwater table. Desain and dynamic responses analysis of foundation used elastic half space method, and modeling  of soil settlement used palaxis sofware. By using trial and error method, it is obtained optimal dimension of the machine foundation with a length of 4.6 m, 2.5 m wide, 0.8 m high, and 0.6 m embedded foundation depth. With these dimensions, proposed foundation is reliable against the machine operation without interferences to the sorrounding environment.
BIOBRIKET KARBONISASI DARI CANGKANG METE DAN SEKAM PADI UNTUK ENERGI BERKELANJUTAN Lukas Kano Mangalla; Abd. Kadir; Kadir Kadir
Dinamika : Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol 10, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (553.331 KB) | DOI: 10.33772/djitm.v10i2.6930

Abstract

Indonesia - an agricultural country- has a large potential of biomass waste such as cashew nut shells and rice husks. Utilization of these materials can be an important source of alternative energy to support sustainable energy development. Several methods have been developed to optimize the utilization of this biomass throughout compacting processes at high pressures and temperatures as well as a material admixture. This study aims to investigate the energy potential of bio-briquettes from cashew nut shell charcoal and rice husks made of various pressures and materials admixture. The composition of briquette material consists of cashew charcoal (M) and rice husk (S) with a composition of 30/70 %, 50/50 % and 70/30% (mass base) with a constant adhesive of 15%. Each composition admixture was taken 5 grams to be compacting as briquettes. Bio-briquettes are made in cylindrical shapes with compacting pressures ranging from 50, 100 and 150 kgf /cm2. Combustion testing is carried out in solid fuel testing furnaces equipped with K-Type thermocouple and digital scales to measure the combustion temperature and combustion rate of the briquette mass when burned. The results showed that cashew charcoal shells and rice husks are very potential to be used as solid fuels which have a coal equivalent heating value. The larger the admixture of cashew nut charcoal in bio-briquettes the better the thermal properties derived, especially of combustion rate and temperature generated during combustion.
RANCANG BANGUN OVEN KUE DENGAN DUA SUMBER PANAS Muhammad Naim; Aziz Asmauna; Ika Surika; Muh. Taufiq Mangkali
Dinamika : Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol 10, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (127.849 KB) | DOI: 10.33772/djitm.v10i2.6935

Abstract

Designing a cake oven with two heat sources is a study that aims to design and make cake ovens that can produce an oven that has heat spread evenly on each gutter, and the time and temperature of the oven can be adjusted according to needs. This study discusses about ovens made operated with a choice of 2 types of heat sources namely electricity and gas, gas as an alternative source of heat, maximum heating temperature of 120oC, research using library research methods and field research methods namely interviews and direct observation of oven use cake. Based on the research carried out the results of oven cake with 2 heat sources were obtained from the electrical element and from the gas stove. Based on the results of oven cake tests using electric heating elements obtained the temperature on chamfer one 112 °C, chamfer two 110 °C and chamfer three 105 °C. The test results using gas obtained temperature on gutters one 125 °C, gutters two 115 °C, and gutters three 120 °C. In the oven cake thermostats are added as readers of the temperature in the oven, thermocouple as a temperature sensor, timer as a roasting timer in the oven, and SSR (Solid State Rellay) as an automatic switch.
RANCANG BANGUN MESIN ROLLING ADONAN DENGAN PENGGERAK MOTOR LISTRIK DAN TUAS MANUAL Ichsan Ristiawan; Jasman Jasman; Irmansyah Irmansyah
Dinamika : Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol 10, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (364.326 KB) | DOI: 10.33772/djitm.v10i2.6931

Abstract

East Luwu is a developing district in the economic sector. One of them is a small micro medium business producing bread. Some bakeries still use simple equipment such as manual rollers. The bakery needs a machine that is able to produce flatbread dough with a larger amount, faster time, and the thickness of the bread dough can be adjusted. To support the bakeries, a bread dough peeler is needed to reduce the cost and time. In this study describe the literature study phase and data collection of demands with the parties involved, the design process, manufacturing and testing the machine. The engine drive consists of two modes, the manual crank rotation mode and the 3 phase electric motor mode (380 Volt) with 1390 rpm rotation passed through a two-level pulley-belt transmission system with a ratio of 16, so that it can produce 87 rpm of the roller rotation. Rolling Bread Dough Machine is capable of rolling or flattening bread dough with a thickness of 2 to 15 mm well. thicknesses of 1 to 1.5 mm still need improvement because it produces poorly bread dough and the dough sticks to the machine roller.
ANALISIS PERPINDAHAN PANAS PADA KOLEKTOR PLAT DATAR SEBAGAI SUMBER ENERGI TERMAL PADA PENGERING TIPE RAK Budiman Sudia; Lukas Kano Mangalla; Samhuddin Samhuddin; Wa Ode Zulkaidah
Dinamika : Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol 10, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (339.958 KB) | DOI: 10.33772/djitm.v10i2.6936

Abstract

Solar collectors are devices that convert solar radiation energy into thermal energy which is used for  various purposes. This study is used to determine the heat in the flat plate collector as a source of thermal energy. Data collection was carried out at Kambu, Kendari City with a latitude of 40 LS, in May 2018. The intensity of solar radiation measured  using solar power meter : collector temperature measured using a thermocouple type CC (Cooper Constanta), wind speed  measured using anemometer,  the ambient temperature uses a mercury air thermometer. The Results show that the maksimum useful energy was 100, 09 W (Qu.act) and 182,01 W (Qu.teo) ; maksimum efficiency was 36,54 (hact ) and 77,2 % (hteo).