cover
Contact Name
ADITYA RACHMAN
Contact Email
aditya_rchmn@yahoo.com
Phone
-
Journal Mail Official
adityamprac@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
DINAMIKA Jurnal Ilmiah Teknik Mesin
Published by Universitas Halu Oleo
ISSN : 20858817     EISSN : -     DOI : -
Jurnal Dinamika Teknik Mesin diterbitkan 2 (dua) kali setahun pada bulan Mei dan November dan telah diterbitkan sejak tahun 2009. Redaksi menerima karangan ilmiah tentang hasil penelitian, survei, dan telaah pustaka yang erat hubungannya dengan bidang keteknikkan khususnya bidang Teknik Mesin.
Arjuna Subject : -
Articles 223 Documents
PENGARUH KOMPOSISI FILLER TERHADAP NILAI MODULUS ELASTIS MATERIAL KOMPOSIT BERPENGUAT CANGKANG KERANG DAN SERAT PINANG Aksar, Prinob
Dinamika : Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol 15, No 1 (2023):
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/djitm.v15i1.45372

Abstract

The aim of this research is to analyze the influence of filler composition on the elastic modulus of composite materials reinforced with seashell powder and betel nut fibers. The study employs a manual mixing method with varying proportions of seashell powder and betel nut fibers. Following the mixing process, samples are subjected to a tensile test to measure their elastic modulus. The research results indicate varying elastic modulus values for the composite materials. The highest elastic modulus value is achieved in the composition of 70% seashell powder, 20% betel nut fibers, and 10% resin, measuring 0.836 GPa. Meanwhile, the lowest elastic modulus value is obtained in the composition of 70% seashell powder, 10% betel nut fibers, and 20% resin, measuring 0.465 GPa. This variation is influenced by the fact that betel nut fibers generally possess greater mechanical stiffness than the matrix and seashell powder. The stiffness of these fibers significantly enhances the elastic modulus of the composite material. When these stiff fibers are embedded in a less rigid matrix, their stiffness is transferred to the composite. The quality of adhesion also plays a crucial role in ensuring effective load transfer from the matrix to the fibers, which in turn enhances the composite's stiffness and elastic modulus. The quantity and distribution of fibers in the matrix (polyester resin) and seashell powder also affect the elastic modulus. The more fibers present in the composite, the higher the elastic modulus.
PENGARUH PERBANDINGAN DIAMETER MASUK DAN DIAMETER LEHER DENGAN VARIASI LAJU ALIRAN MASSA FLUIDA TERHADAP COEFESIEN DISCHARGE PADA VENTURI METER Fahlevi, Reza Satria
Dinamika : Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol 14, No 2 (2023):
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/djitm.v14i2.30021

Abstract

Venturi meter adalah salah satu alat ukur laju aliran massa atau volume pada saluran tertutup. Venturi meter banyak digunakan pada berbagai industri tambang minyak, tambang gas maupun laboratorium. Contoh paling nyata dalam kehidupan sehari-hari adalah pada station pengisian bahan bakar minyak maupun gas (SPBU dan SPBG). Alat peniletian menggunakan venturi meter dan Fluida kerja yang digunakan adalah air dengan temperature 30oC, sesdangakan metode menggunakan pendekatan perhitungan secara teoritis dan simulasi dari Fluid flow (fluent) dari Ansys 15.0. Perhitungan laju aliran massa atau volume menggunakan persamaan Bernoulli. Pemodelan geometri dan simulasi menggunakan model solid 3D dari Fluid flow (fluent) dengan fluida air (water liquid) dari Ansys 15.0Dari hasil proses interasi sebuah sofware CFD dari Ansys 15.0 dan perhitungan dengan asumsi kekasarn permukaan 0.5 menghasilkan hasil perbedaan tekan P1 dan P2 secara teoritis dengan simulasi. Selain itu perbedaan kecepatan pada leher venturi meter tersebut. Pengujian venturi meter menggunakan model memberikan hasil yang berbeda dengan perhitungan dari Bernoulli. Hal ini disebabkan faktor gesekan antar partikel dengan partikel air dan gesekan dengan dinding dinggap sangat kecil. Perubahan kecepatan dan perbedaan tekanan yang terjadi memberikan nilai yang lebih besar pada hasil perhitungan. Namun demikian untuk nilai koefesien discharge memberikan nilai yang serupa dengan literatur yang ada sekitar 0.992 dengan rasio b = 0.5. Penggunaan rasio yang lebih rendah atau tinggi memberikan dampak perubahan yang besar pada Coeffesien discharge Cd.
Pengaruh Perubahan Tekanan Vakum Terhadap Kinerja Kondensor PLTU Ni Tanasa Unit 1 Sudia, Budiman; Samhuddin, Samhuddin; Aminur, Aminur; Gunawan, Yuspian; Imran, Nur Al
Dinamika : Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol 15, No 2 (2024):
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/djitm.v15i2.48018

Abstract

The condenser is a heat exchange device with the function of condensing the steam coming out of the low-pressure turbine into water. As the condenser is one of the main components of a PLTU, the effectiveness of the condenser greatly influences the efficiency of the PLTU. One of the variables that determines condenser performance is changes in vacuum pressure. This change in vacuum pressure often occurs as long as the PLTU is operating. This study aims to determine the effect of changes in condenser vacuum pressure on condenser performance at PLTU Ni Tanasa Unit 1. Data collection was carried out at peak load conditions via the Central Control Room (CCR). The analysis results show that a decrease in vacuum pressure affects condenser performance. The variables that influence condenser performance are the heat transfer coefficient and maximum heat transfer. The maximum heat transfer coefficient is U = 383.32 W/m2.oC and maximum condenser effectiveness is e = 0.941, occurs at a vacuum pressure of 89.8 kPa, the maximum heat transfer rate is Q ̇=2584.5 kJ/s, occurs at condenser pressure 90.4 kPa. Keywords: pressure, vacuum, rate of heat transfer, effectiveness, condenser
DESIGN OF SHAFT, PULL AND V-BELT ON THE REAR WHEEL OF YAMAHA XEON GT 125CC MOTORCYCLE 2014 Abdul Barr, Putranda Yedi
Dinamika : Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol 15, No 1 (2023):
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/djitm.v15i1.42531

Abstract

Transportation is now a necessity for every human being. Therefore developments in the automotive sector, especially transportation, are increasing rapidly. Motorcycles are a combination of components whose number can reach more than a thousand parts. Motorcycles can run perfectly if all the components are in good condition. The components that are important on a motorcycle include wheels, tires and chains. For this reason, there are many things that must be considered by a designer in designing a motorcycle component, including adjusting a component according to its actual function, the safety factor of the planned component. , efficiency and cost factors. This study aims to identify and apply theoretical studies and compare the results of calculations with data from specifications in the form of designs, especially for transmission shafts, pulleys and v-belts on motorcycles. Based on the calculation results, it was found that the shaft diameter was 16.4 mm, the pulley diameter was 116.42 mm and the v-belt speed was 10.97 m/s and the v-belt length was 1073.32 mm. Keyword : Motorcycle, Design, Shaft, Pulley, V-belt
Rancang Bangun Prototipe Alat Monitoring Temperatur Pada Logam Cair Berbasis IoT Menggunakan ESP8266 Dan Flutter Erdani, Yuliadi; Purnomo, Wahyudi; Tryantama, Naufal
Dinamika : Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol 15, No 2 (2024):
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/djitm.v15i2.48727

Abstract

Sistem pemantauan temperatur pada proses pengecoran logam menjadi hal yang penting untuk mengontrol kualitas hasil produk coran di industri pengecoran logam. Selain itu faktor keselamatan juga menjadi perhatian khusus dalam proses peleburan logam karena ketika proses peleburan berlangsung akan menghasilkan suhu yang sangat tinggi sehingga sangat berbahaya apabila panas yang dihasilkan terkena oleh manusia. Dengan menggunakan teknologi IoT (Internet of Things) kedua hal tersebut dapat dioptimalkan. Namun, sampai saat ini penggunaan teknologi IoT pada sistem monitoring temperatur logam cair di workshop pengecoran logam masih belum banyak diaplikasikan. Alat ini dapat meleburkan logam dan menggunakan sensor MLX90164-GY-960-DCI untuk melakukan monitoring temperatur logam cair tanpa melakukan kontak langsung dengan logam cair tersebut. Dengan alat ini juga, monitoring temperatur logam cair dapat dilakukan diluar area kerja karena data hasil monitoring disimpan pada database Firebase dan dapat dilihat pada smartphone.
OPTIMALISASI PRODUKSI BATAKO: MENINGKATKAN KUAT TEKAN DAN DURABILITAS DENGAN ABU SEKAM PADI Ngii, Edward; Aksar, Prinob
Dinamika : Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol 15, No 1 (2023):
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/djitm.v15i1.47640

Abstract

Batako merupakan salah satu bahan utama dalam konstruksi, sering digunakan untuk dinding karena pemasangannya yang cepat dan harga yang terjangkau, yang pada akhirnya dapat mengurangi biaya dan mempercepat proyek konstruksi. Namun, permintaan akan batako semakin meningkat seiring dengan pembangunan gedung perkantoran, pusat perbelanjaan, apartemen, dan rumah. Tantangannya adalah ketersediaan material utama seperti pasir alam yang semakin sulit, sementara sumber daya pasir alam tidak dapat diperbaharui. Kekuatan batako sangat dipengaruhi oleh perbandingan air semen dan pasir semen. Abu sekam padi (ASP) telah diidentifikasi sebagai bahan tambahan yang berpotensi untuk meningkatkan kekuatan batako. Namun, hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan ASP belum optimal dalam meningkatkan kuat tekan batu bata. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan penggunaan ASP dalam pembuatan batako agar memenuhi standar kualitas yang ditetapkan. Penelitian ini mencakup evaluasi kinerja batako dari UD. Airin Mandiri Batako, penggunaan ASP dalam mix design batako, dan perbandingan kinerja batako tanpa ASP dengan yang menggunakan ASP. Langkah-langkah tersebut bertujuan untuk mencapai kuat tekan minimal 20 kg/cm2 sesuai dengan standar kualitas yang ditetapkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi optimal batako menggunakan ASP adalah 30% semen, 35% pasir, dan 35% ASP dengan nilai fas 0,5. Penggunaan komposisi ini mampu meningkatkan kuat tekan batu bata hingga 150% dan memenuhi standar penyerapan air yang ditetapkan dalam SNI. Kata kunci: batako, pasir, abu sekam padi, kuat tekan, penyerapan air
RANCANG BANGUN ALAT PENGERING KRIPIK SINGKONG KAPASITAS 5 KG DENGAN MEMANFAATKAN ENERGI SURYA Alfian, Sofyan
Dinamika : Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol 14, No 2 (2023):
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/djitm.v14i2.26919

Abstract

Singkong (Manihot esculenta) yang juga dikenal sebagai ketela pohon atau ubi kayu merupakan salah satu tanaman pangan dengan sumber karbohidrat lokal yang paling banyak dikonsumsi masyarakat Indonesia selain padi. Saat ini, masih banyak masyarakat masih banyak memanfaatkan singkong dengan cara yang sederhana seperti direbus atau digoreng. Pengeringan adalah proses pemindahan panas dan uap air secara simultan yang memerlukan panas untuk menguapkan air dari permukaan bahan dengan tanpa mengubah sifat kimia dari bahan tersebut.metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu metode rekayasa dan pengembangan yang terdiri dari identifikasi masalah, perumusan masalah, analisis teknik, gambar teknik, pembuatan komponen alat dan uji fungsional. Hasil penelitian dari analisis teknik menunjukan bahwa material kayu untuk pembuatan alat aman digunakan dan ekonomis. Dari hasil pengujian alat pengering sngkong yang digunakan bobot 5 kg menghasilkan output 2,395 kg dengan temperatur 39,1 °C serta kecepata angin dalam alat sekitar 0,83 m/s efisiensi internal yang terdapat pada alat pengering kripik singkong kurang lebih 50%.Kata kunci : Singkong, Energi matahari, pengeringan , kayu
Desain Part Ribs Pada Sayap Pesawat Terbang Menggunakan Software Mastercam Saputra, Jaka Seru Dwi; Aksar, Prinob
Dinamika : Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol 15, No 2 (2024):
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/djitm.v15i2.48025

Abstract

Mastercam adalah sistem perangkat lunak untuk pemrograman CNC terbaik yang berbasis perametrik untuk membantu para penggunanya di seluruh dunia. Dimana, Software ini dapat digunakan untuk merancang sekaligus membuat program CNC untuk berbagai mesin. Langkah-langkah yang dilakukan meliputi pembuatan model 3D solid atau Surface menggunakan perangkat lunak CAD lainnya, pembuatan gambar kerja, pembentukan Part Ribs menggunakan fasilitas Wireframe, Extrude, Solid, dan finishing yang detail. Selain itu, juga membahas tentang simulasi pemakanan part di dalam Software Mastercam, dimana dapat dilakukan dengan menggunakan fasilitas seperti Vericut, yang dapat mensimulasikan operasi pemakanan hingga 5-axis milling, drilling, dan wire EDM operations, serta turning dan combination mill/turn machining. Berdasarkan hasil penelitian yang didapatkan, Software Mastercam merupakan Software yang sangat di sarankan dalam pembuatan produk serta ingin menampilkan Simulasi pemakanan dengan akurat dan efisien.
Perancangan poros pada roda depan sepeda motor CB150R Ferdinand, Ryan Ramos
Dinamika : Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol 15, No 1 (2023):
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/djitm.v15i1.42993

Abstract

Sepeda motor pada zaman sekarang adalah alat transportasi yang paling banyak digunakan saat ini. Ini dikarenakan harga sepeda motor saat ini relatif murah bagi orang-orang dibandingkan mobil dan juga biaya bahan bakar termasuk operasional cukup terjangkau. Sepeda motor merupakan suatu kesatuan yang terdiri dari berbagai komponen yang terintegrasi, yang disebut kendaraan. Salah satu yang dapat menunjang jalannya sepeda adalah poros, poros ini berfungsi untuk menopang beban kendaraan itu sendiri serta muatan luar seperti manusia atau muatan pada sepeda motor. Begitu juga dengan penelitian ini yang bertujuan untuk merancang desain poros pada sepeda motor honda CB150R tahun 2012 agar memenuhi kriteria yang dibutuhkan dan standar yang berlaku. Metode perancangan yang digunakan adalah Research, pengumpulan data yang dilakukan secara langsung. Dari analisa perhitungan yang telah dilakukan, diperoleh hasil; Momen lentur poros = 42,57 Nm, Tegangan maksimal poros = 257,44 MPa, Tegangan normal poros = 198,27 MPa, Diameter poros yang diizinkan = 0,013 m
PROPELLER TURBINE DESIGN 625 WATT CAPACITY ON WATER TURBINE INSTALLATION FACULTY OF ENGINEERING UNSIKA Firdaus, Daud
Dinamika : Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol 14, No 2 (2023):
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/djitm.v14i2.28835

Abstract

The propeller turbine is a form of turbine as a means of converting flow energy into mechanical energy. The energy conversion involves several stages of energy change until finally it becomes mechanical energy. The installation that will be designed for a MHP in the Faculty of Engineering laboratory using a propeller turbine has a low water source and discharge. With a head of 2.56 m and a discharge of 0.0412 m3/S, it provides a shaft power of 625 Watts with an efficiency of 93.4%. To get high turbine efficiency, it is necessary to consider the installation of the built network and regulation of the flow direction through the turbine blades. The influence of the direction of flow hitting the blades will determine the size of the momentum generated.