cover
Contact Name
Damis Hardiantono
Contact Email
damiz@unmus.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
damiz@unmus.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. merauke,
P a p u a
INDONESIA
MUSTEK ANIM HA
Published by Universitas Musamus
ISSN : 20896697     EISSN : 23547707     DOI : -
Core Subject : Engineering,
MUSTEK ANIM HA (p-ISSN :2089-6697, e-ISSN : 2354-7707) adalah pusat publikasi yang memuat tentang karya ilmiah bidang keteknikan dan rekayasa teknologi.
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 12 No 01 (2023): MUSTEK ANIM HA" : 8 Documents clear
3D PRINTING UNTUK USAHA MIKRO DALAM PERSPEKTIF 5M Widiatmoko, Julian Anindito
MUSTEK ANIM HA Vol 12 No 01 (2023): MUSTEK ANIM HA
Publisher : Faculty of Engineering, Musamus University, Merauke, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35724/mustek.v12i01.5211

Abstract

Usaha mikro saat ini menghadapi tantangan untuk berinovasi dalam Era Revolusi Industri 4.0 yang menciptakan persaingan yang semakin dinamis. Salah satu peluang inovasi ini datang dari teknologi 3D printing yang telah terpenetrasi ke banyak area aplikasi. Namun, teknologi yang awalnya berbiaya mahal ini berhadapan dengan terbatasnya modal pelaku usaha mikro. Dalam artikel ini dilakukan kajian kemungkinan penggunaan teknologi 3D printing dalam konteks usaha mikro. Pendekatan yang digunakan adalah tinjauan pustaka dari artikel ilmiah, buku, website, dan e-commerse yang disajikan dalam perspektif 5M (method, material, machine, man, money). Ditemukan terdapat tiga area aplikasi 3D printing yang dapat dimasuki oleh usaha mikro, yaitu makanan, cinderamata, dan fashion. Hal ini dimungkinkan karena telah banyaknya pilihan mesin dan material untuk aplikasi 3D printing yang terjangkau pelaku usaha mikro. Untuk pengembangan selanjutnya, pelaku usaha mikro perlu meningkatkan kemampuan desain dan pemasaran serta berkolaborasi dengan lembaga riset atau perguruan tinggi.
ANALISIS PENGARUH VARIASI SUDUT DAN RADIUS PUNCH PADA PROSES BENDING PELAT STAINLESS STEEL Dahlan, Masbin; Jamaludin, Ridwan; Amaludin, Muh Nurul Haq
MUSTEK ANIM HA Vol 12 No 01 (2023): MUSTEK ANIM HA
Publisher : Faculty of Engineering, Musamus University, Merauke, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35724/mustek.v12i01.5103

Abstract

Proses bending adalah proses deformasi secara plastik dari logam terhadap sumbu linier dengan hanya sedikit atau hampir tidak mengalami perubahan luas permukaan dengan pembentukan pelat lembaran melalui tekanan punch dan die pembentuk. Pada proses bending, pembuatan punch dan die yang baik bertujuan untuk menghindari springback yang terlalu basar. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh variasi punch dan die pada proses bending pelat stainless steel tebal 1 mm . Teknik pengumpulan data menggunakan alat press tool laboratorium. Variasi sudut punch yang digunakan adalah 80°, 85°, dan 90° dengan sudut target bending adalah 90°. Variasi radius punch yang digunakan adalah 2 mm, 4 mm, dan 6 mm. Sedangkan sudut die yang digunakan tetap yaitu 90°. Spesimen stainless steel memiliki dimensi 100 x 50 mm dengan ketebalan 1 mm.. Spesimen stainless steel memiliki dimensi 100 x 50 mm dengan ketebalan 1 mm. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa semakin besar sudut punch maka semakin besar pula sudut springback yang dihasilkan pada ketebalan pelat stainless steel 1 mm. Semakin besar radius punch maka semakin besar pula springback yang dihasilkan.
PERANCANGAN MESIN PENGUPAS KULIT BUAH KOPI KERING Sulfiana, Enni
MUSTEK ANIM HA Vol 12 No 01 (2023): MUSTEK ANIM HA
Publisher : Faculty of Engineering, Musamus University, Merauke, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35724/mustek.v12i01.5060

Abstract

Perkembangan industri di Indonesia sangat pesat, tapi sebagian daerah di Indonesia masih menggunakan cara manual dalam mengerjakan proses industri kopi seperti pengupasan yang masih menggunakan cara menumbuk dengan bambu sebagai sumber pengupasannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas dan hasil pengupasan dengan 3 mata pisau pengupas pada silinder pengupas. Bentuk susunan mata pisau pada silinder pengupas horizontal dengan ketebalan 15 mm. Penelitian ini dilakukan dengan cara memvariasikan 3 kecepatan untuk proses pengupasan pada kulit buah kopi kering dengan kecepatan 480 rpm, 750 rpm dan 960 rpm dengan menggunakan daya penggerak motor bensin 5,5 PK. Percobaan dilakukan dengan 500 gram pada buah kopi arabika dan robusta dengan 1 kali percobaan penuangan. Metode pada proses pengupasan kulit buah kopi ini dengan cara dimasukkan kedalam mesin melalui corong atas kemudian masuk proses penggilingan dan keluar melalui corong bawah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 3 mata pisau pada alat pengupas kulit buah kopi kering menghasilkan hasil pengupasan maksimal dalam memakai 3 kecepatan yang berbeda
ANALISIS KEGAGALAN KOMUNIKASI SUARA (DROP CALL) JARINGAN SELULER WCDMA-UMTS Corputty, Roberto; Kaikatui, Rapha Nikita; Kolyaan, Yulianan
MUSTEK ANIM HA Vol 12 No 01 (2023): MUSTEK ANIM HA
Publisher : Faculty of Engineering, Musamus University, Merauke, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35724/mustek.v12i01.5227

Abstract

Drop call merupakan kegagalan komunikasi suara (voice) yang disebabkan oleh buruknya kondisi jaringan pada perangkat pelanggan maupun penyedia jaringan yang berdampak pada kehilangan sinyal komunikasi saat sedang bergerak berpindah dari BTS ke BTS hal ini dapat terjadi kapan saja dimana kualitas jaringan pada riil time melintasi sangat menentukan. Tujuan penelitian ini yaitu menganalisis terjadinya drop call pada saluran jaringan seluler 3G dan 4G WCDMA-UMTS BTS. Metode Analisis data sekunder, pengukuran, dan analisa kejadian drop call pada saluran jaringan seluler 3G dan 4G WCDMA-UMTS BTS DMT ternate-seringgu dan BTS DMT ternate-seringgu2. Hasil menyatakan Pada BTS DMT ternate-seringgu2 dimana nilai presentase rata-rata DCR (Drop Call Rate), nilai rata-rata CSSR (Call Setup Success Rate), nilai CCSR (Call Completion Success Rate) serta nilai rata-rata ISHO (Inter System Handover) dan nilai presentase rata-rata DCR (Drop Call Rate) pada waktu tertentu mengalami kenaikan dan penurunan presentasenya sehingga dapat disimpulkan telah terjadi dropp call dan kegagalan Handover pada kedua BTS di waktu-waktu tertentu.
TINJAUAN DESAIN RUANG HENTI KHUSUS (RHK) SEPEDA MOTOR PADA SIMPANG BERSINYAL Akbar, Muh; Nababan, Dewi Sriastuti; Riwu, David Wadu Doko; Pasalli, Daud Andang
MUSTEK ANIM HA Vol 12 No 01 (2023): MUSTEK ANIM HA
Publisher : Faculty of Engineering, Musamus University, Merauke, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35724/mustek.v12i01.5328

Abstract

Pertumbuhan sepeda motor yang terus meningkat setiap tahunnya dapat menyebabkan kenaikan jumlah penumpukan kendaraan pada jalur pendekat persimpangan. Hal tersebut dapat berpengaruh pada penurunan kinerja persimpangan yaitu berkurangnya volume kendaraan yang melintas pada fase hijau lampu pengatur lalu lintas, sehingga perlu adanya perencanaan Ruang Henti Khusus (RHK) untuk sepeda motor. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui apakah jalan pada lokasi penelitian memenuhi syarat dalam perencanaan RHK dengan meninjau banyaknya penumpukan sepeda motor selama fase merah dan merencanakan desain RHK untuk sepeda motor. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode experimental sesuai dengan MKJI 1997 dan Pedoman Perencanaan Teknis RHK pada kawasan perkotaan di Kota Merauke. Hasil penelitian menujukan bahwa RHK di simpang empat bersinyal di kawasan perkotaan di Kota Merauke tidak dapat diterapkan pada tahun 2022 karena belum memenuhi syarat jumlah penumpukan sepeda motor, sehingga dilakukan peramalan 15 tahun ke depan yaitu pada tahun 2037. Dari perhitungan terlihat bahwa jumlah penumpukan telah sesuai dengan syarat dan dari keempat lengan persimpangan bersinyal, hanya 3 pendekat yang dapat menerapkan fasilitas RHK yakni pendekat Jalan Brawijaya, pendekat Jalan TMP, dan pendekat Jalan Parakomando. Sedangkan pendekat Jalan Angkasa tidak dapat diterapkan RHK karena hanya terdapat 1 lajur dari 1 arah sehingga tidak memenuhi syarat dalam pedoman perencanaan RHK. Adapun desain RHK pada pendekat Jalan Brawijaya menggunakan RHK tipe kotak 2 lajur dengan luas 60 m2; pada pendekat Jalan TMP menggunakan RHK tipe kotak 2 lajur dengan luas 60 m2; pada pendekat Jalan Parakomando menggunakan RHK tipe kotak 2 lajur dengan luas 56 m2.
ANALISA KAPASITAS AIR TANAH DENGAN MENGGUNAKAN METODE STEP DROW DOWN TEST DI KELURAHAN MULI KABUPATEN MERAUKE Paresa, Jeni; Doloksaribu, Abner; Pasalli, Daud Andang; Takasaheng, Harry Christian
MUSTEK ANIM HA Vol 12 No 01 (2023): MUSTEK ANIM HA
Publisher : Faculty of Engineering, Musamus University, Merauke, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35724/mustek.v12i01.5331

Abstract

Air tanah harus diperhatikan dengan serius agar kebutuhan air manusia bisa terpenuhi dan mencegah pengambilan air tanah yang tidak terkontrol yang dapat menyebabkan ketersediaan air tanah menipis serta penurunan muka air tanah. Penurunan muka air tanah berdampak pada penurunan permukaan tanah dan meningkatkan risiko banjir rob. Metode yang digunakan adalah Metode Step Draw Down Test. Jenis penelitian yang dipakai adalah penelitian Kuantitatif, dimana penelitian ini melibatkan proses pengambilan data lapangan serta menganalisis data secara objektif. Pengujian koefisien permeabilitas tanah menggunakan metode Falling Head dan diperoleh nilai K sebesar 0,00002842 m/detik. Nilai Fd 0,0022 hari/m³, menunjukkan bahwa sumur yang ditinjau berada dalam kondisi baik dan termasuk dalam kelas sumur sangat baik. Nilai Efisiensi (Ew) rata-rata adalah 59,4%, masih termasuk dalam klasifikasi efisien. Kapasitas Jenis Sumur (Sc) rata-rata sebesar 0,00373 m²/detik sehingga dapat dikatakan bahwa sumur memiliki nilai produktifitas sedang. Kapasitas air tanah pada sumur gali dianalisa dengan melakukan pemompaan pada sumur menggunakan metode Step Draw Down Test. Debit dan waktu pemompaan serta ketinggian air harus dicatat untuk keperluan pengolahan data. Pengambilan air sumur pada sumur yang ditinjau berada pada batas aman ketika pengambilan air tidak lebih besar dari Q optimum yaitu 1,13 liter/detik. Bagi masyarakat merauke agar dapat memperhatikan penggunaan air secara efisien dan praktis. Tujuannya untuk menjaga ketersediaan air sehingga ketika musim kemarau tiba, tidak terjadi kekurangan/kelangkaan air.
ANALISIS RUGI TEGANGAN JARINGAN DISTRIBUSI 20 KV PADA PENYULANG KOMPI C PT.PLN (Persero) UP3 MERAUKE Mangera, Paulus; Jayadi, Jayadi
MUSTEK ANIM HA Vol 12 No 01 (2023): MUSTEK ANIM HA
Publisher : Faculty of Engineering, Musamus University, Merauke, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35724/mustek.v12i01.5386

Abstract

Sistem Distribusi merupakan salah satu bagian penting dalam penyaluran energi listrik. Dalam penyalurannya, energi listrik yang disalurkan tidak seluruhnya diterima oleh konsumen. Hal ini disebabkan karena terdapatnya rugi – rugi tegangan sepanjang saluran distribusi. Rugi tegangan yang terjadi pada Jaringan distribusi dipengaruhi oleh besar arus, luas penampang dan panjang saluran. Penelitian ini bertujuan menganalisis rugi tegangan yang terjadi pada jaringan distribusi 20 kV atau Jaringan distribusi Primer. Metode kuantitatif digunakan untuk menganalisis rugi tegangan pada Jaringan Distribusi Primer dengan mengambil data arus beban puncak siang dan arus beban puncak malam, pada Penyulang atau Feeder Kompi C1 dan Kompi C2 yang terpasang pada PLTD Kelapa Lima Merauke. Hasil analisis menunjukkan bahwa rugi tegangan yang terjadi pada pada penghantar A3CS A= 150 mm2 Feeder Kompi C1 rugi tegangan pada kondisi beban puncak siang dan malam berturut-turut 276,85 Volt (1,38 %) dan 309,91 Volt ( 1,55 %). Pada Feeder Kompi C2 rugi tegangan yang terjadi pada kondisi beban puncak siang dan malam berturut-turut 80,44 Volt (0,40 %) dan 105,26 Volt (0,53 %). Sedang penghantar A3CS A= 70 mm2 Feeder Kompi C1 rugi tegangan pada kondisi beban puncak siang dan malam 1657,46 Volt (8,29 %) dan 1855,36 Volt (9,28 %). Pada Feeder Kompi C2 rugi tegangan yang terjadi pada kondisi beban puncak siang dan malam berturut-turut 123,14 Volt (0,62 %) dan (161,03) Volt (0,81 %). Dengan ini pada Feeder Kompi C1 untuk penampang penghantar A3CS 70 mm2, sudah melebihi standar 5% dari Persyaratan Umum Instalasi Listrik.
ANALISIS EXERGY TERHADAP UNJUK KERJA PANEL SURYA TIPE MONOCRYSTALINE 50 WATT Yusman, Nurjannah; Pratama, Dinar Rezky; Sariman, Farid; Parenden, Daniel; Mustofa, Mustofa; Hariyanto, Hariyanto
MUSTEK ANIM HA Vol 12 No 01 (2023): MUSTEK ANIM HA
Publisher : Faculty of Engineering, Musamus University, Merauke, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35724/mustek.v12i01.5417

Abstract

Energi Surya adalah energi yang ramah lingkungan dan sangat potensial untuk dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu pemanfaatannya dengan menggunakan panel surya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis exergy terhadap unjuk kerja panel surya tipe monocrystaline 50 watt. Metode yang digunakan adalah analisis teoritis untuk mengetahui besar exergy yang dihasilkan oleh panel surya. Pengujian dilakukan langsung dibawah sinar matahari dengan sudut datang matahari tegak lurus dengan permukaan panel surya. Performa dari panel surya dianalisis dengan mengambil data arus, tegangan, daya dan efesiensi sebagai data awal untuk melakukan analisis exergy. Hasil analisis perhitungan menunjukan bahwa peningkatan intensitas penyinaran matahari akan meningkatkan exergy keluaran dan exergy input namun menghasilkan rugi-rugi exergy yang lebih besar daripada exergy termal dan exergy listrik yang dihasilkan. Tegangan yang dihasilkan cukup baik dan konstan, namun arus yang dihasilkan kurang optimal dan masih fluktuatif. Arus dan tegangan sangat mempengaruhi daya keluaran, Efisiensi energi yang dihasilkan jauh lebih kecil dan berfluktuasi, berkisar antara 9 % hingga 10.87%. Sebaliknya, efisiensi exergy cukup besar dan berfluktuasi berkisar antara 24,21% hingga 43,48%. Kata Kunci: Exergy, Energy, Efesiensi, monokristalin

Page 1 of 1 | Total Record : 8