cover
Contact Name
Damis Hardiantono
Contact Email
damiz@unmus.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
damiz@unmus.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. merauke,
P a p u a
INDONESIA
MUSTEK ANIM HA
Published by Universitas Musamus
ISSN : 20896697     EISSN : 23547707     DOI : -
Core Subject : Engineering,
MUSTEK ANIM HA (p-ISSN :2089-6697, e-ISSN : 2354-7707) adalah pusat publikasi yang memuat tentang karya ilmiah bidang keteknikan dan rekayasa teknologi.
Arjuna Subject : -
Articles 479 Documents
PENERAPAN METODE PROTOTYPE PADA PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI KEPEGAWAIAN DI DINAS KESEHATAN PALOPO Solmin Paembonan; Nurhidayah Nurhidayah
MUSTEK Vol 9 No 02 (2020): MUSTEK ANIM HA
Publisher : Universitas Musamus, Merauke, Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35724/mustek.v9i02.3349

Abstract

Dalam mengolah data pegawai pada Dinas Kesehatan Palopo, masih menggunakan sistem semi komputerisasi. Penggunaan sistem ini, masih menimbulkan beberapa kelemahan. Untuk mengantisipasi hal-hal tersebut, perlu adanya dukungan informasi yakni sistem informasi yang berkualitas. Penelitian ini bertujuan untuk melayani kebutuhan informasi berdasarkan pola kebutuhan yang ada di Dinas Kesehatan Palopo, dimana aplikasi yang dihasilkan merupakan aplikasi yang user friendly, dan menghasilkan informasi data pegawai di Dinas Kesehatan Palopo yang up to date. Dalam penelitian ini menggunakan metode prototype untuk pengembangan sistem dimana pada metode ini menekankan pada pencarian model yang sesuai untuk sistem yang akan dikembangkan sehingga dapat menangani masalah-masalah yang berhubungan informasi dan pembuatan laporan data pegawai pada Dinas Kesehatan Palopo. Hasil Perhitungan didapatkan jumlah Cyclomatic Complexity (CC) = 73 Region (R) = 73 dan Independent Path (IP) = 73 Karena jumlah ketiga parameter ini sama, maka dapat disimpulkan bahwa program ini telah bebas dari kesalahan logika.
ANALISIS KINERJA JARINGAN WIFI DENGAN MENGGUNAKAN METODE FIXED DAILY MEASUREMENT HOUR (FDMH) DI DPRD KOTA PALOPO Muhlis Muhallim; Ahmad Ali Hakam Dani
MUSTEK Vol 9 No 02 (2020): MUSTEK ANIM HA
Publisher : Universitas Musamus, Merauke, Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35724/mustek.v9i02.3350

Abstract

Tingkat mobilitas dan pertumbuhan penggunaan jaringan di kalangan masyarakat khususnya pada pegawai tempat penelitian, maka sangat dibutuhkan suatu teknologi yang dapat memenuhi kebutuhan dalam mengakses informasi dan penggunaan jaringan, serta penyebaran informasi antar bagian. Sehingga dibutuhkan berupa jaringan tanpa kabel (wireless) yang tidak tergantung oleh tempat waktu, yaitu WLAN (Wireless Local Area Network) dengan memenuhi standar WiFi (Wireless Fidelity).WiFi merupakan salah satu dari teknologi-teknologi terkini yang telah dilakukan standarisasi oleh IEEE sebagai WLAN 802.11x agar perangkat-perangkat yang ada dapat saling terhubung satu sama lain secara maksimal. Sebagai salah satu langkah dalam mengetahui kebutuhan akan layanan jaringan WiFi maka perlu diuji kinerja dari layanan jaringan tersebut. QoS digunakan untuk mengukur hal tersebut, sehingga dari hasilnya dapat dilihat apakah layanan jaringan internet dengan WiFi dapat memenuhi kebutuhan. Dalam langkah awal mencapai upaya peningkatan layanan jaringan WiFi yang optimal memenuhi kebutuhan pengguna layanan internet, diperlukan hasil pengukuran yang mewakili nilai rata-rata performa layanan jaringan internet terhadap perubahan nilai parameter QoS. Metode pengukuran dengan Fixed Daily Measurement Hour (FDMH) dalam penelitian ini digunakan dalam menguji kinerja dari layanan jaringan dimana pengamatan dilakukan pada periode tertentu. Tujuannya agar dapat diketahui apakah jaringan yang selama ini digunakan dapat memenuhi keperluan komunikasi, penyebaran informasi dan kebutuhan jaringan atau belum
PENGEMBANGAN SISTEM E-BUSINESS UNTUK UMKM PENGGILINGAN PADI Lilik Sumaryanti; Rosmala Widijastuti
MUSTEK Vol 9 No 03 (2020): MUSTEK ANIM HA
Publisher : Universitas Musamus, Merauke, Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35724/mustek.v9i03.3351

Abstract

Usaha penggilingan padi merupakan jenis usaha kategori UMKM industri pengolahan yang menghasilkan produksi beras yang siap dikonsumsi. Usaha ini menjadi pusat pertemuan antara produksi, dan distribusi atau penjualan hasil produksi, sehingga berperan penting dalam sistem agribisnis dalam perberasan di Indonesia. Manajemen transaksi operasional harian pada usaha penggilingan padi masih dilakukan secara tradisional, sehingga mengakibatkan pelayanan yang diberikan kurang optimal, karena membutuhkan waktu yang lama, seperti melakukan pencarian berkas atau nota yang menjadi bukti terjadinya transaksi. Masalah lain yang terjadi yaitu, untuk mengetahui keuntungan jasa penggilingan padi, masih dilakukan dengan melakukan rekapitulasi nota atau bukti transaksi secara manual. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sistem E-business untuk manajemen transaksi pada usaha penggilingan padi, sehingga dapat meningkat pelayanan kepada pelanggan, dan menyediakan informasi secara real time terkait keuntungan jasa penggilingan, penjualan, pembelian, dan dan manajemen data transaksi lainnya secara elektronik. Tahapan kegiatan penelitian diantaranya yaitu : analisis kebutuhan pengguna, pengumpulan data, analisis kebutuhan fungsional dan non fungsional sistem, desain, pengembangan, dan pengujian sistem. Hasil implementasi sistem menunjukkan bahwa sistem dapat digunakan untuk manajemen kegiatan transaksi pada usaha penggilingan padi, yang menyajikan informasi transaksi jasa penggilingan, transaksi pemlian beras, penjualan , hasil keuntungan jasa penggilingan bulanan, dan tahunan, sehingga sistem dapat digunakan sebagai media informasi yang akurat mengenai transaksi bisnis yang terjadi bagi pemilik usaha penggilingan padi guna meminimalisasi resiko keamanan dalam melakukan transaksi
CASE BASED REASONING UNTUK IDENTIFIKASI HAMA DAN PENYAKIT PADI Lusia Lamalewa; Teddy Istanto
MUSTEK Vol 9 No 03 (2020): MUSTEK ANIM HA
Publisher : Universitas Musamus, Merauke, Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35724/mustek.v9i03.3352

Abstract

Padi adalah salah satu tanaman pokok masyarakat Indonesia. Data statistik menunjukan luas panen tanaman padi Kabupaten Merauke pada tahun 2019 seluas 58.874,25 ha. Luas lahan panen bergantung dari jumlah padi yang ditanam dan pertumbuhan padi yang baik. Namun untuk meningkatkan hasil produksi padi terdapat kendala diantaranya adalah hama dan penyakit. Padi yang terserang hama dan penyakit yang belum parah dan meluas biasanya masih memperlihatkan gejala-gejala awal yang memungkinkan dapat ditanggulangi. Penanggulangan hama dan penyakit pada tanaman padi sulit dilakukan dengan maksimal. Keterbatasan jumlah orang yang ahli terhadap hama dan penyakit tanaman padi dan juga jumlah ahli tidak sebanding dengan luas wilayah masih menjadi kendala. Sistem pakar menjadi sebuah aplikasi yang dapat membantu petugas pertanian untuk mengidentifikasi jenis hama atau penyakit yang mengganggu tanaman padi. Penelitian ini menggunakan metode cased base reasoning (CBR) untuk mengidentifikasi hama dan penyakit padi. CBR merupakan teknik pemecahan masalah dalam sistem pakar menggunakan pengalaman permasalahan waktu lalu untuk memecahkan permasalahan saat ini. Pengukuran kedekatan kasus menggunakan similaritas weighted minkowski. Hasil pengujian dengan menggunakan threshold 70% pada 40 data uji menunjukan sistem mampu memberikan nilai akurasi sebesar 87%.
PENGELOLAAN DAN PENGAIRAN AIR SAWAH OTOMATIS BERBASIS MIKROKONTROLER ARDUINO UNO STUDY KASUS KABUPATEN MERAUKE Marsujitullah Marsujitullah; Lusia Lamalewa
MUSTEK Vol 9 No 03 (2020): MUSTEK ANIM HA
Publisher : Universitas Musamus, Merauke, Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35724/mustek.v9i03.3353

Abstract

Kabupaten Merauke adalah wilayah paling ujung timur Indonesia, dan merupakan wilayah perbatasan Indonesia-Papua New Guine. Sebagai daerah yang memiliki luasan tanam yang cukup besar, Kabupaten Merauke terus melakukan percepatan tanam di beberapa wilayah di kabupaten tersebut, sehingga untuk musim tanam tahun 2019-2020 atau biasa dikenal sebagai tanam rendeng, target yang dibuat yakni seluas 36.155 Ha dan terealisasi tanam seluas 33.948 Ha, dengan kualitas yang berbagai jenis, mulai dari padi premium hingga padi medium. Kabupaten Merauke sebagai kabupaten sudah cukup lama bergelut dalam bidang pertanian dan perkebunan, tentunya sudah sering berhadapan dengan berbagai faktor penghambat yang bisa menurunkan tingkat produktivitas pertanian. Berbagai langkah ditempuh untuk memetakan produktivitas pertanian, mulai dari cara yang sederhana hingga pada penggunaan teknologi – teknologi canggih yang ada saat ini, akan tetapi faktor utama yang sering dialami petani yakni, kurangnya pasokan air untuk pertumbuhan tanaman padi. Dengan kurangnya pasokan air pada lahan pertanian, akan menyebabrkan kurangnya kualitas produktivitas, hal itu akan tidak sejalan dengan kondisi kebutuhan pembangunan pertanian yang merupakan produk unggulan Kabupaten Merauke. Pada umumnya kebutuhan air pada sawah atau lahan garapan dilakukan dengan sistem irigasi yang mengambil air pada sumbernya, hal itu dilakukan dengan cara manualisasi, sehingga perlu waktu yang cukup bagi petani untuk memantau kebutuhan air pada sawah, hal ini terkadang tidak terkontol dengan baik. Dengan kemajuan era teknologi hingga saat ini, pada Kabupaten Merauke belum tedapat pengontrol untuk kebutuhan air di lahan garapan pertanian, oleh sebab itu sudah selayaknya pengontrolan pengairan pada sawah secara otomatis dengan memanfaatkan sistem kontrol Arduino Uno diterapkan dan dapat digunakan pada lahan garapan pertanian
KEKUATAN BETON SERAT ORGANIS DAN NON ORGANIS DENGAN MENGGUNAKAN PASIR MERAUKE Sari Octavia; Henry Soleman Raubaba
MUSTEK Vol 9 No 03 (2020): MUSTEK ANIM HA
Publisher : Universitas Musamus, Merauke, Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35724/mustek.v9i03.3354

Abstract

Beton merupakan material bangunan yang paling umum digunakan dalam konstruksi bangunan di Indonesia. Komposisi beton yang terdiri dari semen, pasir dan kerikil relative mudah ditemukan. Selain itu beton merupakan material yang memiliki workability yang tinggi sehingga dapat dibentuk dan relative mudah pelaksanaannya dilapangan. Beton merupakan material yang memiliki kuat tekan yang tinggi tetapi kuat tariknya rendah, sehingga dalam penerapannya pada konstruksi, beton perlu digabungkan dengan material yang lain seperti baja atau serat dan biasa disebut dengan beton komposit.Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan melakukan eksperimen. Eksperimen dilakukan dengan membuat sampel beton yang terdiri dari beton normal, beton dengan tambahan serat organis yaitu ijuk dan beton dengan tambahan serat non organis yaitu kawat baja dengan komposisi serat sebesar 1% dari volume campuran serta menggunakan pasir lokal merauke. Metode perawatan yang dipakai dalam penelitian ini adalah wet curing dengan variasi umur beton 7, 14, 21 dan 28 hari. Pengujian dilakukan dengan menggunakan UTM dan dilakukan di Laboratorium Struktur Fakultas Teknik UNMUS.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada umur 7 hari beton ijuk memiliki kuat tekan tertinggi yaitu 14,909 Mpa dan beton serat ijuk yang memiliki kuat tarik tertinggi yaitu 1,840 Mpa. Umur 14 hari beton Ijuk memiliki kuat tekan tertinggi yaitu 15,664 Mpa dan beton serat ijuk memiliki kuat tarik belah tertinggi yaitu 2,288 Mpa. Pada umur 21 hari beton normal memiliki kuat tekan tertinggi yaitu 15,287 Mpa dan beton serat baja memiliki Kuat tarik tertinggi yaitu 2,265 Mpa. Pada umur 28 hari beton normal memiliki kuat tekan tertinggi yaitu 15,475 Mpa sedangkan beton serat baja memiliki kuat tarik tertinggi yaitu 2,595 Mpa.
APLIKASI TEKNOLOGI PENGERING PADI (ROTARY DRIYER) KAPASITAS 2 TON DENGAN BAHAN BAKAR SEKAM PADI Hariyanto Hariyanto; Muhamad Rusdi; Candra Agus Wahyudhi; Andriyono Andriyono
MUSTEK Vol 9 No 03 (2020): MUSTEK ANIM HA
Publisher : Universitas Musamus, Merauke, Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35724/mustek.v9i03.3364

Abstract

Lahan persawahan di Kabupaten Merauke Sebagian besarnya merupakan lahan persawahan yang tadah hujan yang mengandalkan sistem pengairan dari air hujan. Selama ini para petani memiliki kendala dalam penanganan padi pasca panen yaitu dalam metode mengeringkan padi yang merupakan salah satu proses yang harus dilalui sebelum padi diolah menjadi beras. Model secara tradisional mempunyai dampak pada hasil padi dan mudah terkontaminasi dengan debu dan kotoran pada saat dijemur dibawah sinar matahari. Pada Program Penerapan Teknologi Tepat Guna kepada masyarakat dirancang pengaplikasian teknologi mesin pengering padi rotary driyer untuk menyelesaikan persoalan pasca panen yang di alami anggota mitra yakni kelompok tani Makarti dan kelompok tani Baru Muncul. Tujuan kegiatan ini adalah untuk mengaplikasikan teknologi tepat guna berupa mesin pengering padi dan meningkatkan ekonomi petani serta ketahanan pangan daerah. Kegiatan ini dilakukan dengan berbagai metode yaitu, perancangan mesin pengering padi hingga workshop penggunaan serta pendampingan perawatan teknologi. Adapun luaran yang dihasilkan pada kegiatan ini yaitu mesin pengering padi yang digunakan untuk menyelesaikan masalah pasca panen, memberikan pemahaman terhadap mitra dalam penggunaan teknologi serta pemahaman mitra dalam perawatan mesin pengering padi. Hasil pengoperasian mesin menunjukan dengan proses lama pengeringan gabah padi dengan kapasitas 2 ton membutuhkan waktu rata-rata 6 - 7 jam dengan temperatur 60 - 65℃.
PEMANFAATAN LIMBAH CANGKANG KERANG SEBAGAI PENGISI PADA KOMPOSIT HYBRID DENGAN METODE HAND LAY-UP Mahardi Budi Waluyo; Andi Ard Maidhah
MUSTEK Vol 9 No 03 (2020): MUSTEK ANIM HA
Publisher : Universitas Musamus, Merauke, Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35724/mustek.v9i03.3569

Abstract

Komposit masih menjadi pilihan utama sebagai material pengganti logam. Komposit juga memainkan peran dominan untuk waktu yang lama dalam berbagai aplikasi maupun dalam kehidupan sehari-hari seringkali menggunakan komposit sebagai pengganti metal. Komposit banyak diaplikasikan disektor otomotif, penerbangan, perkapalan dan lainya. Dengan banyak penggunaan komposit pada perahu seperti sekarang ini juga mendorong peneliti untuk meningkatkan efesiensi penggunaan material penyusun komposit. Terdapat dua faktor yang mempengaruhi efisiensi dalam penggunaan material pengisi pada penelitian ini. Pertama adalah modifikasi pada matriks. Kedua adalah penambahan serbuk pada komposit berpenguat serat. Jumlah sampah atau limbah pada saat ini meningkat dari hari ke hari seiring dengan meningkatnya populasi dunia. Jika kita melihat lebih dekat, sebagian besar limbah berasal dari barang-barang yang sering kita konsumsi. Limbah cangkang kerang banyak ditemukan Oleh karena itu, peneliti mengusulkan untuk merancang penggunaan kembali limbah yang diaplikasi ke dalam kompsoit berpenguat serat. Komposit juga diusulkan dapat diaplikasikan ke bodi perahu nelayan. Proses manufaktur komposit ini menggunakan hand lay-up. Dari hasil pengujian diperoleh nilai kekerasan tertinggi berada pada penambahan 5 % berat serbuk sebesar 88,5 Shore D
MEKANIKA FISIKA UNTUK GERAK OBJEK 3D BERBASIS OPENGL SEBAGAI APLIKASI MEDIA PEMBELAJARAN Awang Pradana; Arif Fadllullah
MUSTEK Vol 9 No 03 (2020): MUSTEK ANIM HA
Publisher : Universitas Musamus, Merauke, Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35724/mustek.v9i03.3570

Abstract

Berbagai kejadian dan peristiwa dalam kehidupan sehari-hari seringkali menggunakan konsep fisika sebagai persamaan untuk melakukan interaksi baik secara alamiah maupun buatan terhadap suatu sistem. Cabang ilmu ini pun telah menjadi mata pelajaran yang telah diajarkan sejak dini baik dari jenjang SD, SMP, SMA/SMK hingga perguruan tinggi. Namun, kadangkala dalam mempelajari fisika ditemui berbagai kendala dan kesulitan manakala memahami fenomena mikroskopis maupun fenomena gerak objek dengan konsep-konsep yang kompleks dan abstrak. Mekanika merupakan bagian dari fisika yang mempelajari tentang segala sesuatu yang berhubungan dengan gerak dan gaya. Dengan memanfaatkan ilmu dari bidang grafika komputer yang berkaitan dengan pembuatan dan manipulasi gambar (visual) secara digital. Oleh karena itu, peneliti mengusulkan untuk merancang aplikasi simulasi yang menitikberatkan pada bentuk objek dan lingkungan interaksi secara tiga dimensi agar detail simulasi dapat terlihat lebih jelas dari berbagai posisi dan arah kamera. Selain itu, juga diusulkan interaksi dua arah pada pengembangan fitur-fitur simulasi, sehingga dapat menghasikan simulasi yang lebih dinamis. Bahasa pemrograman dan standar API dalam proses pembuatan simulasi ini menggunakan C++ dan OpenGL (Open Graphics Library). Harapannya, semoga simulasi ini dapat menjadi media belajar interaktif yang memudahkan kita dalam memahami, mengerti, dan mampu mengaplikasikan fenomena mekanika fisika yang sering kita temui dalam kehidupan sehari-hari, sesuai dengan konsep topik yang diangkat oleh peneliti.
PEGARUH HOT DAN COLD REGION PADA ALUMINA AL¬2O¬3 HASIL PROSES CROSS SECTION ACCUMULATIVE ROLL BONDING MENGGUNAKAN ALUMINIUM AA5052 Aditya Rahman; Slamet Wiyono; Agus Pramono
MUSTEK Vol 10 No 01 (2021): MUSTEK ANIM HA
Publisher : Universitas Musamus, Merauke, Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35724/mustek.v10i01.3573

Abstract

Cross Section Accumulative Roll Bonding (C-ARB) adalah proses perpaduan dua material dengan cara penggilingan arah sejajar dan arah melintang. Material dipanaskan dengan suhu 350oC selama 90 menit. Proses C – ARB menghasilkan area pada material yaitu Hot Region (area panas) area material yang pertama masuk mesin roll dan Cold Region (area dingin) area material yang terakhir masuk mesin roll, menggunakan aluminium 5052. Penelitian dilakukan untuk mengetahui perbedaan kekuatan antar Interface dari Hot Region dan Cold Region, dengan siklus pengerollan 3x dan 10x, dan bahan penguat Alumina Al2O3 serat sebagai Reinforce, dan tanpa alumina sebagai perbandingan. Nilai kekerasan dan kekuatan tarik meningkat seiring banyaknya jumlah penggilingan karena semakin banyaknya penggilingan, kedua materialnya semakin rapat sehingga material menempel dengan baik, Hot Region memiliki nilai yang lebih kuat daripada Cold Region, karena Cold Region kurang terdifusi dengan baik