cover
Contact Name
Parjono
Contact Email
parjono@unmus.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
agricolajournal@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. merauke,
P a p u a
INDONESIA
AGRICOLA
Published by Universitas Musamus
ISSN : 20881673     EISSN : 23547731     DOI : -
Core Subject : Health, Agriculture,
Sebagai salah satu jurnal yang terbit dari Ufuk Timur, Jurnal Agricola (p-ISSN : 2088 - 1673., e-ISSN 2354-7731) merupakan jurnal yang diterbitkan berisi karya ilmiah bidang pertanian terpadu meliputi agroteknologi, agribisnis, teknik pertanian, peternakan dan manajemen sumber daya perairan. Agricola terbit 2 kali dalam setahun dan selalu berusaha memberi yang terbaik.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 12 No 2 (2022): AGRICOLA" : 6 Documents clear
Analisis Usaha dan Saluran Pemasaran Sagu Fachrizal, Riza; Ginting, Nina Maksimiliana; Panga, Nurhaya J
AGRICOLA Vol 12 No 2 (2022): AGRICOLA
Publisher : Universitas Musamus, Merauke, Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35724/ag.v12i2.3982

Abstract

This study was to determine the sago processing process, the income of the sago processing business, the sago marketing channel in Tambat Village. This research will be carried out in Tambat Village, Tanah Miring District, Merauke Regency. The location selection was done purposively with the consideration that Tambat Village is one of the villages that is still actively producing sago. Sources of data using primary data and secondary data. The population is 30 sago processors and the sample is taken by means of a census of 30 sago processors. The data analysis method is used descriptively and the concept of costs and income to the feasibility of the business. The income earned per month is Rp. 3,650,167 with an R/C of 2.2. There are 4 marketing channels used. The first marketing channel is from processors and is directly marketed to consumers, the second marketing channel from processors is directly distributed to collectors and to consumers. The third marketing channel from the processor is distributed to small traders and to consumers. The fourth marketing from the processors is directly distributed to collectors, small traders and directly to consumers.
Kontribusi Program Tol Laut Rute T19 dalam Mendukung Merauke sebagai Lumbung Pangan Nasional Widiastuti, Maria Maghdalena Diana; Syaukat, Yusman; Falatehan, Falatehan; Hakim, Dedi Budiman
AGRICOLA Vol 12 No 2 (2022): AGRICOLA
Publisher : Universitas Musamus, Merauke, Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35724/ag.v12i2.4498

Abstract

The sea highway program aims to connect the western and eastern parts of Indonesia and reduce price disparities. The implementation began in December 2020 using ship namely Logistik Nusantara 2 with route from Merauke-Pomako-Kokas-Sorong-Korido-Merauke. The capacity of T19 is 1500 tons with revolving for one month. The purpose of this study is to evaluate the implementation of sea highway program route T19 in supporting the Merauke food estate program. Methodology used qualitative through literature study and verification primary data with interviewed the stakeholders. The results showed that the main cargo from Merauke is rice as market demand from Jayapura, Timika and Sorong. The shipload return to Merauke is chipped rock, sand, and rock ash. The differences of distribution cost is Rp. 150/kg when compared to private shipping. However, the loading capacity is relatively low, on average, 33.46% are filled, while the return load is 10.47%. The conclusion, sea highway program for the T19 route is an important vehicle in the distribution and marketing process of rice, especially for distributing rice from surplus to deficit areas. The contribution is very important in developing the food estate program, but it is necessary to optimalization of these transportation to fullfill the load target.
Efektivitas Ekstrak Daun Sirsak (Annona muricata L.) Sebagai Insektisida Organik Dalam Mengendalikan Hama Walang Sangit (Leptocorisa acuta) Pada Padi Sawah Rahmadi, Rizky; Priyadi, Priyadi; Rochman, Fajar
AGRICOLA Vol 12 No 2 (2022): AGRICOLA
Publisher : Universitas Musamus, Merauke, Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35724/ag.v12i2.4558

Abstract

Keberadaan walang sangit pada budidaya padi sawah dapat menyebabkan penurunan hasil produksi sampai 50%. Diperlukan metode pengendalian hama untuk mempertahankan hasil produksi yang bersifat ramah lingkungan salah satunya menggunakan insektisida organik. Tujuan penelitian mengetahui efektivitas insektisida organik daun sirsak terhadap tingkat kematian hama walang sangit. Penelitian dilaksanakan di Teaching Farm Padi Sawah Politeknik Negeri Lampung pada bulan Februari sampai April 2022. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 8 perlakuan dan 3 ulangan. Setiap plot ulangan diberikan 10 hama walang sangit dewasa untuk pengamatan di tanaman padi. Perlakuan yang diujikan antara lain: k0=Kontrol; Ekstrak daun sirsak dengan konsentrasi : k1=5%, k2=10%, k3=15%, k4=20%, k5=25%, k6=30%, k7=35%, dan k8=40%. Insektisida organik daun sirsak dengan konsentrasi 10 – 40% efektif dalam mengendalikan hama walang sangit pada padi sawah yang ditunjukkan dengan perbedaan yang nyata pada persentase efikasi, LT50, jumlah gabah total, gabah hampa, dan gabah isi permalai.
Pengaruh Komposisi Media Tanam Dan Konsentrasi PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobacteria) Terhadap Pertumbuhan Bibit Stek Tanaman Krisan (Chrysanthemum morifolium) di Dataran Rendah Putro, Pebri Dian Cahyono; Sukendah, Sukendah; Triani, Nova
AGRICOLA Vol 12 No 2 (2022): AGRICOLA
Publisher : Universitas Musamus, Merauke, Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35724/ag.v12i2.4683

Abstract

Tanaman hias krisan merupakan salah satu tanaman hortikultura yang saat ini banyak diminati oleh kalangan pecinta tanaman hias khususnya di daerah perkotaan. Saat ini budidaya tanaman krisan hanya terbatas di dataran tinggi, sehingga permintaan pasar akan bunga krisan belum bisa dipenuhi secara berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian PGPR air limbah cucian beras dan ekstrak akar rumput gajah serta pengaruh macam media tanam untuk pertumbuhan produksi bibit stek tanaman krisan sehingga dapat diperoleh bibit yang berpotensi tumbuh dan berkembang di dataran rendah. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) faktorial dengan perlakuan konsentrasi PGPR (air cucian beras dan ekstrak akar rumput gajah) dan macam media tanam. Penelitian ini menggunakan analisis ragam dengan model Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial, jika terdapat beda nyata maka dilanjutkan menggunakan uji BNJ 5%. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa faktor perlakuan kombinasi perlakuan PGPR dan media tanam terdapat interaksi nyata terhadap parameter jumlah daun tanaman krisan, nampak pada kombinasi konsentrasi PGPR 400 ml/l + sekam bakar+tanah (2:1) pada pengamatan 35 HST. Kemudian faktor tunggal perlakuan media tanam memberikan pengaruh nyata terhadap parameter pertumbuhan tanaman krisan. Selain itu faktor tunggal pemberian PGPR memberikan pengaruh nyata terhadap parameter pertumbuhan tanaman krisan.
Peran Air Leri dan Media Tanam Terhadap Produksi Vitamin C dan Kalsium (Ca) Pada Microgreen Bunga Matahari (Helianthus annuus L.) Susanto, Nadia Octavia; Suhardjono, Hadi; Sutini, Sutini
AGRICOLA Vol 12 No 2 (2022): AGRICOLA
Publisher : Universitas Musamus, Merauke, Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35724/ag.v12i2.4840

Abstract

Penyebaran wabah virus dewasa ini marak terjadi sehingga mengakibatkan masyarakat kekurangan sistem imun kekebalan tubuh. Penting bagi masyarakat untuk mengonsumsi makanan menyehatkan berupa sayuran yang dapat ditanam di pekarangan rumah, mengingat terbatasnya lahan pertanian. Microgreen adalah sayuran yang kaya akan kandungan vitamin, dan dapat dibudidayakan di pekarangan rumah. Faktor yang perlu dipertimbangkan, salah satunya adalah pemberian nutrisi dan penggunaan media tanam yang dapat mendukung hasil microgreen. Terdapat banyak jenis tanaman yang dibudayakan menjadi microgreen, salah satunya adalah bunga matahari. Pemberian nutrisi seperti air cucian beras dan penggunaan media tanam seperti cocopeat, arang sekam, dan kertas tisu dinilai dapat meningkatkan hasil microgreen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi air cucian beras dan penggunaan media tanam terhadap hasil microgreen bunga matahari (Helianthus annuus L.). Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September-Desember 2021 di Simo Mulyo Baru, Kota Surabaya, Jawa Timur. Metode penelitian menggunakan sistem Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri atas 2 faktor dengan 3 kali ulangan. Faktor pertama yaitu konsentrasi air cucian beras yang terdiri atas 4 taraf perlakuan dan faktor kedua yaitu penggunaan media tanam yang terdiri dari atas 3 taraf perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan konsentrasi 20% air cucian beras dan penggunaan media tanam cocopeat dapat meningkatkan rata-rata hasil microgreen.
Tingkat Pengetahuan Nelayan Pesisir Wendu Tentang Ikan Pari Gergaji (Pristis spp.) Amir, Astaman; Makhfudin, Wisnu I.; Sianturi, Reny; Kaya, Ivonne R. G.
AGRICOLA Vol 12 No 2 (2022): AGRICOLA
Publisher : Universitas Musamus, Merauke, Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35724/ag.v12i2.5035

Abstract

This study aims to determine the level of knowledge of Wendu coastal fishermen’s about sawfish. This research was conducted in June 2021-March 2022. The sample in this study was 92 people, using the non-probability sampling method. The type of non-probability sampling used in this research is purposive sampling. Data analysis technique is done by combining quantitative and qualitative data analysis. The average knowledge of the habitat reaches 68%, food reaches 75%, uniqueness reaches 97%, the use of rostrum reaches 70%, handling if accidentally caught reaches 73%, utilization status reaches 62%, reasons for protection reach 75%, protection regulations reach 94%, overall the average level of knowledge of respondents reached 77%.

Page 1 of 1 | Total Record : 6