cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. gowa,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Prosiding Seminar Biologi
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Arjuna Subject : -
Articles 279 Documents
Keanekaragaman lamun di pulau Timor Nusa Tenggara Timur Irwan Irwan; Andi Ernawati; Jamaludin Jamaludin; Syahribulan Syahribulan
Prosiding Seminar Biologi Vol 6 No 1 (2020): PROSIDING SEMINAR NASIONAL BIOLOGI DI ERA PANDEMI COVID-19 (OKTOBER 2020)
Publisher : Jurusan Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/psb.v6i1.15572

Abstract

Ekosistem lamun merupakan salah satu ekosistem laut paling produktif. Ekosistem ini berada di wilayah pasang surut air laut (intertidal). Pada penelitian ini dilakukan kegiatan inventarisasi berbagai jenis lamun pada tiga lokasi yaitu Pantai Dualaos Kabupaten Belu, Pantai Humusu C Kabupaten TTU serta Pantai Tablolong Kabupaten Kupang Barat. Penelitian dilakukan dengan metode eksploratif dengan memanfaatkan informasi dari penduduk lokal dan lembaga pemerintah yang terkait. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa ekosistem lamun yang terdapat di tiga lokasi yang menjadi objek eksplorasi memiliki jenis ekosistem lamun yang heterogen dan dari hasil inventarisasi diperoleh tujuh jenis lamun pada tiga lokasi penelitian. Hasil yang diperoleh diharapkan dapat menjadi data awal untuk bahan masukan kepada pemerintah setempat untuk kebijakan konservasi ekosistem lamun di tiga lokasi tersebut secara khusus dan seluruh wilayah Nusa Tenggara Timur secara umum.
Validitas handout berorientasi lahan basah rawa tanpa hutan dan rawa rumput untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa Hidayatul Mukarromah; Sauqina Sauqina; Maulana Khalid Riefani
Prosiding Seminar Biologi Vol 6 No 1 (2020): PROSIDING SEMINAR NASIONAL BIOLOGI DI ERA PANDEMI COVID-19 (OKTOBER 2020)
Publisher : Jurusan Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/psb.v6i1.15892

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan handout berorientasi lahan basah rawa tanpa hutan dan rawa rumput untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis topik interaksi antara makhluk hidup dan lingkungan. Jenis penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan (R&D) menggunakan model 4D. Handout didesain secara kontekstual dan menggunakan model pembelajaran problem-based learning sebagai basis pengembangan. Kelayakan dilihat dari hasil validasi ahli (validator) dan keterbacaan oleh mahasiswa mata kuliah ekologi lahan basah menggunakan instrumen validasi handout. Hasil penelitian yang diperoleh dari validasi kelayakan handout berorientasi lahan basah rawa tanpa hutan dan rawa rumput oleh ahli yaitu aspek kelayakan isi sebesar 95,56% (sangat valid), aspek kelayakan komponen penyajian sebesar 88% (sangat valid), kelayakan komponen kegrafikan sebesar 88% (sangat valid) dan aspek kebahasaan sebesar 94% (sangat valid) serta uji keterbacaan mahasiswa sebesar 82,07% (kategori sangat baik). Sehingga disimpulkan bahwa handout berorientasi lahan basah layak untuk digunakan dalam pembelajaran
Inovasi pembelajaran biologi di era revolusi industri 4.0 H.B.A Jayawardana; Rina Sugiarti Dwi Gita
Prosiding Seminar Biologi Vol 6 No 1 (2020): PROSIDING SEMINAR NASIONAL BIOLOGI DI ERA PANDEMI COVID-19 (OKTOBER 2020)
Publisher : Jurusan Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/psb.v6i1.15544

Abstract

Pembelajaran merupakan proses interaksi yang sangat penting yang dilakukan oleh peserta didik dengan guru agar tercipta suasana belajar dan mengajar yang bermakna. Belajar akan lebih bermakna apabila proses pembelajaran berpusat pada peserta didik (student centered learning) dan mendorong peserta didik lebih aktif (student active learning). Oleh karena itu, di era digital seperti sekarang ini guru perlu melakukan inovasi pembelajaran yang modern, termasuk pada pembelajaran biologi. Paradigma bahwa pelajaran biologi oleh sebagian peserta didik dianggap sebagai salah satu pelajaran hafalan harus segera dihilangkan dengan melakukan inovasi pembelajaran yang lebih modern, kekinian, dan disesuaikan dengan perkembangan teknologi terkini. Dengan adanya revolusi industri 4.0 sekarang ini yang melibatkan penggunaan teknologi digital dan internet untuk semua (internet of things), inovasi pembelajaran biologi dapat dilakukan dengan berbagai cara. Hal yang penting diperhatikan adalah bagaimana cara mengubah paradigma lama dalam pembelajaran biologi di era revolusi industri 4.0; apa saja yang harus dilakukan dalam rangka menyambut revolusi industri 4.0; dan inovasi pembelajaran apa yang harus dipersiapkan di era revolusi industri 4.0.
Keanekaragaman herpetofauna di kawasan taman nasional bromo tengger semeru (TNBTS) Kabupaten Lumajang Jawa Timur Ahmad Nauval Arroyyan; Meilinda Rodhiya Idrus; Mochammad Firdaus Aliffudin
Prosiding Seminar Biologi Vol 6 No 1 (2020): PROSIDING SEMINAR NASIONAL BIOLOGI DI ERA PANDEMI COVID-19 (OKTOBER 2020)
Publisher : Jurusan Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/psb.v6i1.15862

Abstract

Penelitian dilakukan di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. TNBTS merupakan salah satu kawasan konservasi dengan keanekaragaman hayati yang melimpah, baik dari flora maupun fauna. Tujuan dilakukannya penelitian ini yaitu untuk mengetahui keanekaragaman dan kemerataan jenis herpetofauna yang ada di beberapa Resort TNBTS, dikarenakan kurangnya eksplorasi mengenai herpetofauna di beberapa wilayah Kawasan TNBTS. Herpetofauna merupakan kelompok hewan melata yang terdiri dari 2 kelas berbeda, yaitu Reptil dan Amfibi. Meskipun berbeda kelas namun mereka memiliki kesamaan habitat yaitu berhabitat di daerah lembab dan dekat dengan air. Herpetofauna memiliki peran yang sangat penting di dalam suatu ekosistem yaitu sebagai penyusun rantai makanan bahkan beberapa di antaranya dapat dijadikan bioindikator kerusakan habitatnya. Lokasi penelitian berada di Ranu Darungam, Ranu Pani dan Ranu Regulo, Blok Ireng-Ireng. Metode yang digunakan adalah Visual Encounter Survey (VES) yang dikombinasikan dengan metode transek dengan 2 tipe habitat yaitu akuatik dan terestrial. Pengamatan pada habitat akuatik dilakukan sepanjang jalur mengikuti aliran sungai sepanjang 300 m, sedangkan pada habitat terestrial dilakukan di sepanjang jalan setapak di sekitar aliran sungai sepanjang 1 km. Pengamatan dilakukan pada pukul 19.00-22.00 WIB. Hasil analisis indeks keanekaragaman di Ranu Pani dan Ranu Regulo termasuk rendah 0,64. Sedangkan di Ranu Darungan (1,96) dan Blok Ireng-Ireng (1,81) termasuk sedang. Indeks kemerataan jenis dan indeks dominansi cenderung stabil.
Menjaga kesehatan mental lansia selama pandemi COVID-19 Yuliana Yuliana
Prosiding Seminar Biologi Vol 6 No 1 (2020): PROSIDING SEMINAR NASIONAL BIOLOGI DI ERA PANDEMI COVID-19 (OKTOBER 2020)
Publisher : Jurusan Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/psb.v6i1.14956

Abstract

Pandemi COVID-19 telah mengubah seluruh kehidupan kita, terutama lansia. Semua kegiatan harus dilakukan di rumah. Hal ini membuat lansia merasa terisolasi dan terkurung, terlebih mereka yang ada di panti jompo. Depresi, cemas, dan insomnia akan muncul. Lansia yang memiliki penyakit penyerta seperti hipertensi dan diabetes mellitus cenderung mengalami perburukan gejala COVID-19. Gagal napas sering terjadi pada penderita lansia. Tujuan tinjauan pustaka ini adalah memberikan pengetahuan mengenai bagaimana menjaga kesehatan mental lansia selama masa pandemi COVID-19. Lansia sering terabaikan pada masa pandemi ini. Menjaga kesehatan mental lansia selama pandemi COVID-19 memerlukan bantuan dari semua pihak. Keluarga, petugas kesehatan, pemerintah, dan lansia itu sendiri wajib bekerjasama. Pengetahuan, sikap, dan perilaku lansia harus ditingkatkan dalam menghadapi kondisi pandemi COVID-19 ini. Adaptasi dan bertahan itulah kunci mengatasi kondisi pandemi ini. Menjaga jarak fisik, mencuci tangan, menggunakan masker, mengkonsumsi makanan bergizi, dan berolahraga ringan wajib dilakukan secara rutin. Hobi yang bisa dilakukan dalam ruangan seperti membaca buku, melukis, maupun menonton film juga merupakan aktivitas yang baik. Penjelasan harus diberikan seringkas mungkin kepada lansia. Jika lansia mengerti, maka mereka akan merasa aman dan damai. Kualitas hidup akan meningkat. Hubungan sosial dengan keluarga dan sahabat melalui alat komunikasi harus tetap dipertahankan. Dukungan emosional sangat penting untuk lansia yang hidup sendirian. Pemerintah hendaknya menyediakan layanan konseling telepon secara gratis untuk masyarakat, terutama lansia. Keluarga dan tetangga hendaknya saling menjaga lansia yang tinggal di dekat mereka. Mereka dapat mengirimkan makanan maupun obat-obatan rutin ke rumah lansia. Lansia dengan penyakit demensia Alzheimer, depresi, maupun gangguan kejiwaan lain harus dimonitor lebih ketat karena memiliki peningkatan risiko bunuh diri. Kebutuhan psikososial amat penting bagi lansia.
Uji antibakteri dan antijamur V-cleanser foam dari bahan baku daun sirih (Piper betle L.) Jessica Elizabeth; Sukmawati Tansil Tan; Yohanes Firmansyah
Prosiding Seminar Biologi Vol 6 No 1 (2020): PROSIDING SEMINAR NASIONAL BIOLOGI DI ERA PANDEMI COVID-19 (OKTOBER 2020)
Publisher : Jurusan Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/psb.v6i1.15801

Abstract

Masalah kewanitaan merupakan masalah yang sensitif serta membutuhkan penanganan yang khusus. Salah satu alternatif menangani masalah kewanitaan dalam hal keputihan adalah dengan metode herbal berupa daun sirih hijau (Piper betle L.) yang dikemas dalam bentuk sediaan V-Cleanser foam guna lebih nyaman dan lebih mudah diaplikasikan di daerah kewanitaan. Penelitian ini adalah penelitian laboratorium untuk menguji efektivitas antibakteri dan antijamur dari daun sirih hijau (P. betle L.) yang dikemas dalam bentuk sediaan V-Cleanser foam dengan mikroba uji berupa Staphylococcus aureus dan Candida albicans. Efek antibakteri dari daun sirih hijau (P. betle L.) yang dikemas dalam bentuk sediaan V-Cleanser foam sebesar 99,97% untuk waktu kontak 30 detik dan 99,99% untuk waktu kontak 60 detik. Efek antijamur dari produk ini adalah sebesar 86,67% untuk waktu kontak 30 detik dan 90,00% untuk waktu kontak 60 detik. Sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa daun sirih hijau (P. betle L.) yang dikemas dalam bentuk sediaan V-Cleanser foam terbukti efektif sebagai antijamur dan antibakteri.
Optimalisasi filtrasi masker kain dengan filter cartridge dari limbah sabut kelapa untuk mewujudkan sustainable development goals 2030 Ulfi Rohmawati; Arti Rimasani; Aji Pamungkas; Annisa Fillaeli
Prosiding Seminar Biologi Vol 6 No 1 (2020): PROSIDING SEMINAR NASIONAL BIOLOGI DI ERA PANDEMI COVID-19 (OKTOBER 2020)
Publisher : Jurusan Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/psb.v6i1.16825

Abstract

COVID-19 sudah menginfeksi ratusan ribu orang dari berbagai wilayah di Indonesia. Selain itu, WHO telah mengumumkan bahwa COVID-19 dapat menyebar melalui udara (airbone). Pemerintah telah melarang penggunaan masker kain jenis scuba dan buff bagi masyarakat, mengingat ukuran pori-pori yang besar dan tingkat filtrasi hanya 0-5% yang tidak efektif menyaring partikel seukuran virus COVID-19 yang berukuran 120-160 nm. Badan Standar Nasional (BSN) telah merilis standardisasi untuk masker kain sehingga tidak sembarang bahan dapat digunakan. Penggunaan masker kain sebenarnya menjadi alternatif terakhir karena langkanya masker medis. Oleh karena itu, perlu adanya inovasi untuk meningkatkan keefektifan filtrasi pada masker kain melalui filter cartridge nanoselulosa. Filter cartridge berbentuk lembaran dan didesain untuk menggantikan fungsi tisu di dalam masker kain. Sabut kelapa adalah salah satu limbah yang banyak mengandung selulosa sekitar 54% dan masih kurang optimal dalam pemanfaatannya. Maka dari itu, sabut kelapa dapat dimanfaatkan sebagai filter cartridge nanoselulosa. Ada 3 tahapan besar untuk membuat nanoselulosa yaitu perlakuan asam, pemutihan, dan homogenisasi. Fiber nanoselulosa nantinya akan diubah menjadi lembaran dengan tekstur mirip kertas dengan metode fiber spinning techniques. Tujuan dari pembuatan filter cartridge adalah untuk mengoptimalkan filtrasi pada masker kain sehingga kemungkinan untuk tertular COVID-19 rendah. Selain itu, filter cartridge memerhatikan breathability yaitu cara agar seseorang tetap nyaman bernafas saat menggunakannya. Inovasi filter cartridge diharapkan dapat mendukung tercapainya salah satu program SDGs poin ketiga mengenai kehidupan sehat dan sejahtera bagi seluruh masyarakat.
Uji fitokimia biji cempedak (Artocarpus integer) Yana Sylvana; Yohanes Firmansyah; Shirly Gunawan
Prosiding Seminar Biologi Vol 6 No 1 (2020): PROSIDING SEMINAR NASIONAL BIOLOGI DI ERA PANDEMI COVID-19 (OKTOBER 2020)
Publisher : Jurusan Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/psb.v6i1.15688

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk melihat profil fitokimia biji cempedak (Artocarpus integer) dan menentukan metabolit sekunder yang dominan serta berpotensi sebagai fitofarmaka. Dilakukan uji fitokimia baik pada bahan segar maupun ekstrak kloroform biji cempedak untuk mendeteksi senyawa seperti alkaloid, flavonoid, steroid, terpenoid, saponin, dan fenolik. Berdasarkan uji fitokimia bahan segar biji cempedak dan ekstrak kloroform, senyawa yang terdeteksi paling tinggi adalah senyawa terpenoid, sementara metabolit sekunder lainnya seperti alkaloid dan steroid terdeteksi lemah dalam tanaman uji. Hal ini berarti bahwa biji cempedak memiliki kadar terpenoid yang tinggi sehingga berpotensi sebagai antiinflamasi, antimikroba, dan antikanker.
Kadar logam berat timbal (Pb) pada ikan nila (Oreochromis niloticus) di Sungai Gajah Wong, Yogyakarta Jean Jeck Queen Dozy Busira; Guruh Prihatmo; Suhendra Pakpahan
Prosiding Seminar Biologi Vol 6 No 1 (2020): PROSIDING SEMINAR NASIONAL BIOLOGI DI ERA PANDEMI COVID-19 (OKTOBER 2020)
Publisher : Jurusan Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/psb.v6i1.15896

Abstract

Sungai Gajah Wong merupakan salah satu sungai yang melintasi permukiman masyarakat di bagian timur Kota Yogyakarta. Peningkatan populasi dan aktivitas masyarakat di sekitar daerah aliran Sungai Gajah Wong mengakibatkan peningkatan bahan pencemaran di badan sungai, salah satunya adalah senyawa logam berat. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan logam berat timbal (Pb) pada air, sedimen dan ikan nila (Oreochromis niloticus) yang terbagi menjadi 3 bagian organ yaitu musculus, os dan viscera. Sampel diekstraksi menggunakan metode aqua regiai digestible yaitu larutan HCl:HNO3 (3:1 v/v). Untuk mengetahui kandungan timbal pada sampel, dilakukan analisis kadar logam berat menggunakan Atomic Absorption Spectrophotometry (ASS). Hasil penelitian menunjukan konsentrasi Pb rata-rata pada air 0,228 mg/L dan sedimen 2,090 mg/kg. Pada organ ikan Nila yaitu musculus, os dan viscera didapatkan konsentrasi tertinggi berturut-turut sebesar 0,7976 mg/kg, 1,9626 mg/kg dan 1,1706 mg/kg. Berdasarkan nilai faktor biokonsentrasi, ikan nila digolongkan dalam kategori akumulatif rendah. Nilai kadar timbal pada sampel musculus, os dan viscera telah melebihi standar baku mutu menurut SNI No. 7387 tahun 2009 yaitu sebesar 0,3 mg/kg.
Inventarisasi dan distribusi Typhonium spp. di Indonesia Muhammad Rifqi Hariri; Iin Pertiwi A Husaini
Prosiding Seminar Biologi Vol 6 No 1 (2020): PROSIDING SEMINAR NASIONAL BIOLOGI DI ERA PANDEMI COVID-19 (OKTOBER 2020)
Publisher : Jurusan Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/psb.v6i1.15575

Abstract

Keladi tikus (Typhonium fagelliforme (Lodd.) Bl.) merupakan anggota suku Araceae dari puak Areae. Nama jenis ini seringkali disalahgunakan untuk Typhonium roxburghii Schott dan bahkan juga digunakan pada marga Sauromatum. Berdasarkan literatur diketahui bahwa terdapat dua jenis Typhonium di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk memutakhirkan informasi jenis dan distribusi Typhonium spp. di Indonesia sehingga dapat membantu dalam penggunaan nama yang tepat dan pemanfaatan yang semestinya. Inventarisasi melalui studi literartur dan pengamatan spesimen herbarium menunjukkan bahwa terdapat empat jenis Typhonium di Indonesia, yakni T. blumei, T. flagelliforme, T. roxburghii, dan T. trilobatum. Revisi nama pada spesimen herbarium, distribusi, serta kandungan kimia dan aktivitas farmakologi Typhonium spp. dipaparkan pada artikel ini.