cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. gowa,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Prosiding Seminar Biologi
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Arjuna Subject : -
Articles 279 Documents
Modifikasi pupuk organik cair dari air cucian beras sebagai biofertilizer tanah pratanam pada kacang hijau (Vigna radiata L.) Devi Octavia; Baiq Farhatul Wahidah
Prosiding Seminar Biologi Vol 6 No 1 (2020): PROSIDING SEMINAR NASIONAL BIOLOGI DI ERA PANDEMI COVID-19 (OKTOBER 2020)
Publisher : Jurusan Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/psb.v6i1.15879

Abstract

Pupuk kimia dapat menyebabkan penurunan kualitas tanah dan berdampak langsung terhadap produktivitas tanaman. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji daya efektivitas penggunaan modifikasi biofertilizer dari air cucian beras dan bahan organik lain seperti batang bayam, kulit pisang, kulit pepaya, labu air dan kotoran ayam sebagai agen biostimulan tanah pratanam. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu rancangan acak kelompok (RAK) sederhana. Data diuji dengan analisis uji beda (T-test) terhadap dua buah sampel yaitu modifikasi pupuk organik cair dari air cucian beras dan air beras murni antara 3 kelompok tanaman kacang hijau (Vigna radiata L.) dengan 3 kali ulangan. Hasil penelitian menunjukan bahwa tanah dari lahan persawahan yang dipindahkan dalam pot dan diberi perlakuan penyiraman modifikasi pupuk organik cair air cucian beras 25 ml setiap pukul 16:00 selama 1 minggu memberikan respon pertumbuhan tanaman kacang hijau yang lebih cepat dibandingkan perlakuan penyiraman air cucian beras murni dan kontrol. Hal ini juga dapat dilihat dari parameter luas daun serta tanah yang ditumbuhi rumput dan lumut pada perlakuan pupuk organik cair tersebut.
Keanekaragaman flora kandidat antioksidan dalam memperbaiki kualitas spermatozoa yang telah terpapar asap rokok Zulkarnain Zulkarnain; St. Aisyah Sijid; Syarif Hidayat Amrullah; Rusmadi Rukmana; Nurman Nurman; Rahmat Fajrin Alir
Prosiding Seminar Biologi Vol 6 No 1 (2020): PROSIDING SEMINAR NASIONAL BIOLOGI DI ERA PANDEMI COVID-19 (OKTOBER 2020)
Publisher : Jurusan Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/psb.v6i1.15251

Abstract

Rokok dengan segala kandungan kimianya memiliki dampak bagi kesehatan, salah satunya adalah gangguan kesuburan pada pria. Seperti diketahui bahwa asap rokok mengandung radikal bebas yang mempengaruhi kinerja sistem reproduksi pria khususnya pada spermatozoa baik dari segi kuantitas maupun kualitas. Tulisan ini bertujuan untuk memberikan informasi tentang hasil eksplorasi flora di Indonesia yang berpotensi sebagai kandidat antioksidan dalam memerangi radikal bebas yang terpapar asap rokok. Ada beberapa jenis tumbuhan yang berpotensi sebagai calon antioksidan antara lain daun katuk (Sauropus androgynus), buah kersen (Muntingia calabura), ekstrak jintan hitam (Nigella sativa), nanas (Ananas comosus L), buah Juwet (Syzygium cumini L.), jeruk nipis (Citrus aurantifolia), tomat (Lycopersicum esculentum Mill) dan buah semangka (Citrullus vulgaris). Hasil eksplorasi berupa tes di laboratorium menunjukkan hasil yang positif dalam meningkatkan kualitas dan kuantitas spermatozoa.
Peran nematoda hidup bebas di dalam tanah Dale Akbar Yogaswara
Prosiding Seminar Biologi Vol 6 No 1 (2020): PROSIDING SEMINAR NASIONAL BIOLOGI DI ERA PANDEMI COVID-19 (OKTOBER 2020)
Publisher : Jurusan Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/psb.v6i1.15848

Abstract

Nematoda hidup bebas adalah salah satu fauna tanah terpenting karena kelimpahan dan keanekaragamannya yang besar. Mereka juga menempati hampir setiap relung jaring makanan karena memiliki beragam kebiasaan makan: bakterivora, fungivora, karnivora, dan omnivora. Oleh karena itu nematoda mampu memberikan berbagai manfaat dan berperan penting dalam beberapa proses di dalam tanah. Mereka berpartisipasi dalam penguraian bahan organik tanah dan siklus nutrisi. Kehadiran nematoda hidup bebas juga dapat digunakan sebagai biokontrol populasi hama melalui mekanisme predasi dan entomopatogen. Komunitas nematoda juga dapat digunakan sebagai bioindikator kondisi dan pemantauan tingkat suksesi ekosistem. Kajian ini akan memberikan gambaran singkat tentang peran nematoda hidup bebas di dalam tanah dan mengenalkan lebih jauh tentang nematoda hidup bebas.
Diversitas senyawa volatil dari berbagai jenis tanaman dan potensinya sebagai pengendali hama yang ramah lingkungan Masriany Masriany; Afridha Sari; Devi Armita
Prosiding Seminar Biologi Vol 6 No 1 (2020): PROSIDING SEMINAR NASIONAL BIOLOGI DI ERA PANDEMI COVID-19 (OKTOBER 2020)
Publisher : Jurusan Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/psb.v6i1.16949

Abstract

Senyawa volatil merupakan metabolit sekunder yang diproduksi oleh tumbuhan dengan sifat mudah menguap. Senyawa volatil memiliki peranan penting dalam sistem komunikasi bagi tumbuhan dengan orgasnisme lain di sekitarnya. Studi ini merupakan studi literatur yang bertujuan untuk mengetahui diversitas senyawa volatil dari berbagai tanaman dan potensinya sebagai pengendali hama. Hasil studi menunjukkan bahwa diversitas senyawa volatil dari berbagai tanaman terdiri atas beberapa kelompok senyawa, yaitu antara lain: (1) Derivatif asam lemak; (2) Terpenoids; (3) Fenol, dan lain-lain. Senyawa volatil dapat dimanfaatkan dalam pengendalian hama secara alami karena beberapa senyawa volatil mampu menjadi atraktan ataupun repellent bagi serangga herbivora dengan demikian kemampuan tersebut dapat dijadikan sebagai acuan untuk memformulasi bioinsektisida dalam pengendalian hama yang lebih ramah lingkungan.
Potensi mesenchymal stem cell (MSC) pada hewan (sebuah review) Hajrah Hajrah; Cut Muthiadin; Isna Rasdianah Aziz
Prosiding Seminar Biologi Vol 6 No 1 (2020): PROSIDING SEMINAR NASIONAL BIOLOGI DI ERA PANDEMI COVID-19 (OKTOBER 2020)
Publisher : Jurusan Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/psb.v6i1.15574

Abstract

Mesenchymal Stem Cell (MSC) adalah salah satu jenis sel punca yang telah banyak dikembangkan untuk terapi. MSC merupakan sel punca multipotensi yang dapat berdiferensiasi menjadi berbagai macam sel dengan karakteristik tertentu sesuai dengan sumber isolasi. Potensi proliferasi dan diferensiasi MSC telah diteliti pada mencit, domba dan kelinci dengan melakukan analisis secara in vitro dan in vivo. Beberapa penelitian menunjukkan ekspresi gen dan protein yang meningkat pada MSC seperti Growth factor (FGF-2, TGF-β1 dan IGF-1), marker spesifik (????-integrin, CD71, CD44, dan CD73) dan faktor transkripsi (OCT4, NANOG dan SOX2).
Keanekaragaman vegetasi mangrove di Pesisir Kota Surabaya dan potensinya sebagai fitoremediator lingkungan Rony Irawanto
Prosiding Seminar Biologi Vol 6 No 1 (2020): PROSIDING SEMINAR NASIONAL BIOLOGI DI ERA PANDEMI COVID-19 (OKTOBER 2020)
Publisher : Jurusan Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/psb.v6i1.15889

Abstract

Ekosistem hutan mangrove merupakan kawasan yang paling terancam mengalami kerusakan dan pencemaran lingkungan. Di sisi lain secara ekologis hutan mangrove mempunyai berbagai fungsi yang sangat penting dan sangat berdampak bagi kehidupan terutama kawasan pesisir. Aktivitas pembangunan dan perkembangan perkotaan seperti di Kota Surabaya perlu memperhatikan kawasan mangrovenya. Sehingga jenis-jenis keanekaragaman hayati yang telah ada tetap terjaga dan lestari. Oleh karena itu diperlukan penelitian mengenai keanekaragaman jenis mangrove di pesisir Kota Surabaya dan upaya penggalian potensi jenis-jenis tumbuhan pada eksositem hutan mangrove yang berpotensi sebagai agen fitoremediasi lingkungan Fitoremediasi merupakan proses remediasi menggunakan tumbuhan untuk menghilangkan, memindahkan, dan/atau mengurai pencemar dalam lingkungan. Berdasarkan pencarian kajian pustaka diperoleh 55 artikel, namun setelah dicermati hanya 2 artikel yang terkait dengan fitoremediasi di kawasan Mangrove Surabaya. Oleh karena itu penelitian mendalam mengenai potensi kawasan mangrove sebagai fitoremediator masih belum/kurang dan perlu dilakukan. Apabila dilihat hasil inventarisasi mangrove tahun 2012 tercatat 41 jenis, tahun 2017 tercatat 46 jenis dan tahun 2018 tercatat 47 jenis. Hasil penelitian keanekaragaman vegetasi mangrove di pesisir Kota Surabaya total terdapat 70 jenis dengan 25 jenis mangrove sejati dan 45 jenis mangrove asosiasi, sedangkan berdasarkan hasil monitoring 2019 hanya tercatat 24 jenis saja pada kawasan mangrove di Kebun Raya Mangrove Kota Surabaya.
Potensi kesambi (Scheichera oleosa) sebagai kandidat imunomodulator Lil Hanifah; Kiptiyah Kiptiyah
Prosiding Seminar Biologi Vol 6 No 1 (2020): PROSIDING SEMINAR NASIONAL BIOLOGI DI ERA PANDEMI COVID-19 (OKTOBER 2020)
Publisher : Jurusan Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/psb.v6i1.15659

Abstract

Setiap orang dihadapkan pada berbagai jenis mikroba di sekitarnya yang setiap saat siap untuk menyerang, tetapi setiap saat tubuh berupaya untuk mempertahankan diri. Salah satu upaya tubuh untuk mempertahankan diri dari berbagai mikroba adalah dengan menyeimbangkan atau mengatur sistem imun yang ada dalam tubuh. Hal ini bisa dilakukan dengan cara penggunaan obat dari bahan alam (tanaman) yang mengandung senyawa aktif tertentu sebagai alternatif pencegahan dari beberapa penyakit. Salah satu tanaman yang mempunyai potensi yang cukup besar untuk dijadikan obat adalah kesambi (Scheichera oleosa). Ekstrak daun kesambi memiliki banyak senyawa aktif di antaranya adalah flavonoid, fenol dan tanin. Senyawa flavonoid diketahui memiliki efek potensial sebagai anti inflamasi dan antioksidan. Senyawa flavonoid seperti flavonols, quercetin dan cathechin terbukti menghambat produksi TNF-α dan nitric oxide oleh lipopolisakarida dari makrofag yang teraktivasi. Supresi TNF-α diduga melalui penghambatan aktivasi NFκB. Penghambatan TNF-α terjadi pada fase post transkripsi sedangkan penghambatan inducible nitric oxide synthase pada fase transkripsi.
Variabilitas beta glukan dari tubuh buah jamur pangan sebagai pangan fungsional penunjang kesehatan: artikel review Rizki Rabeca Elfirta
Prosiding Seminar Biologi Vol 6 No 1 (2020): PROSIDING SEMINAR NASIONAL BIOLOGI DI ERA PANDEMI COVID-19 (OKTOBER 2020)
Publisher : Jurusan Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/psb.v6i1.15895

Abstract

Kebutuhan pangan fungsional untuk meningkatkan kesehatan terus meningkat. Asupan makanan yang berlebihan dan pola hidup yang tidak sehat memicu timbulnya berbagai macam penyakit. Jamur pangan mengandung vitamin dan protein yang lebih tinggi dibandingkan dengan sayuran, serta rendah kalori sehingga cocok digunakan sebagai kandidat pangan fungsional. Diding sel jamur pangan tersusun atas beta glukan yang secara efektif dapat meningkatkan kesehatan manusia. Beta glukan tidak dapat dicerna oleh pencernaan manusia, namun dapat terfermentasi oleh mikroflora kolon. Penelitan mengenai aktivitas immunomodulator, antibakteri, antioksidan dan prebiotik dari beta glukan tubuh buah jamur pangan telah dilakukan. Ganoderan (beta glukan) dari jamur  Ganodema lucidum diketahui memiliki khasiat sebagai immunomudulator. Lentinan merupakan beta glukan yang diekstrak dari jamur L. endodes memiliki aktivitas antioksidan. Beta glukan dari jamur pangan terbukti dapat menstimulasi pertumbuhan mikrobiota kolon. Artikel review ini bertujuan untuk mengulas manfaat beta glukan dari tubuh buah jamur pangan sebagai pangan fungsional, yang diharapkan dapat memberikan informasi bahwa dengan mengonsumsi beta glukan dari jamur pangan dapat membantu meningkatkan kesehatan masyarakat.
Identifikasi Jamur Pada Kerak Kepala Bayi Andi Ernawati; Idris Idris
Prosiding Seminar Biologi Vol 5 No 1 (2019): PROSIDING SEMINAR BIOLOGI BIODIVERSITAS INDONESIA
Publisher : Jurusan Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/psb.v5i1 Desember.15569

Abstract

Kerak pada kepala atau dermatitis seboroik merupakan penyakit papuloskuamosa kronis. Banyak penelitian yang mendukung peranan jamur Malassezia sebagai penyebab dermatitis seboroik. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis jamur pada kerak kepala bayi. Metode identifikasi dengan pewarnaan dan mikroskopik. Hasil penelitian diperoleh satu spesies jamur yaitu Saccharomyces serevisiae. 
Potensi ekstrak daun sendok (Plantago major L.) dan serai (Cymbopogon citratus L.) sebagai feet sanitizer alami Relisantika Yulia Sinaga; Aniek Prasetyaningsih; Vinsa Cantya Prakasita
Prosiding Seminar Biologi Vol 6 No 1 (2020): PROSIDING SEMINAR NASIONAL BIOLOGI DI ERA PANDEMI COVID-19 (OKTOBER 2020)
Publisher : Jurusan Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/psb.v6i1.15864

Abstract

Staphylococcus epidermidis merupakan bakteri yang tergolong dalam bakteri Gram positif, berbentuk kokus dan merupakan bakteri yang berada pada kulit manusia. Bakteri ini dapat menyebabkan bau tidak sedap pada kaki. Dalam menghambat pertumbuhan bakteri S. epidermidis digunakan dua tanaman yang mengandung metabolit sekunder seperti alkaloid, flavonoid, steroid, saponin dan terpenoid. Senyawa metabolit sekunder yang terkandung pada tanaman Daun sendok dan serai telah dilaporkan mampu menghambat pertumbuhan bakteri S. epidermidis. Metode ekstraksi kedua tanaman tersebut digunakan maserasi pelarut etanol 96%. Uji fitokimia dengan beberapa uji seperti alkaloid, flavonoid, steroid, terpenoid, dan saponin. Uji disc diffusion pada tanaman secara individu maupun kombinasi, uji sediaan feet sanitizer, uji hedonik dengan membagikan kuisioner dan uji evaluasi produk yaitu uji organoleptik, tekstur, aroma, warna dan uji bakteri produk. Dalam uji zona hambat diperoleh zona hambat sebesar 0,7 cm terdapat pada konsentrasi 40% yang tergolong kuat karena dapat menghambat dan mengurangi pertumbuhan bakteri. Produk feet sanitizer yang dihasilkan memiliki pH 7, memiliki tampilan fisik yang baik dengan SNI 2017, sehingga dapat disimpulkan bahwa produk feet sanitizer yang dihasilkan memiliki kualitas yang baik.