cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. gowa,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Prosiding Seminar Biologi
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Arjuna Subject : -
Articles 279 Documents
Peran Makhluk Tersembunyi dan Terabaikan bagi Kesehatan dan Lingkungan I Sudirman, Lisdar
Prosiding Seminar Biologi 2015: Seminar Nasional Mikrobiologi Kesehatan dan Lingkungan
Publisher : Prosiding Seminar Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cendawan yang termasuk dalam fungal kingdom adalah organisme unik dan bukan termasuk dalam dunia tumbuhan. Cendawan dapat bersifat mikroskopis dan makroskopis (makrofungi, jamur) yang dapat dilihat oleh mata telanjang. Cendawan mempunyai kemampuan berasosiasi dengan organisme lain seperti dengan ganggang dan atau sianobakteri sehingga terbentuk organisme lain yang dinamakan liken. Makrofungi dan liken mempunyai peran menguntungkan bagi kesehatan dan lingkungan. Daerah tropis, termasuk Indonesia kaya akan keragaman ke dua organisme tersebut tetapi kurang dieksplorasi dan diteliti sehingga pemanfaatannya jauh tertinggal dari negara di dunia, bahkan dengan negara di Asean. Pada makalah ini akan dipaparkan potensi makrofungi atau jamur terutama jamur pelapuk kayu putih (white rot fungi) dan liken dalam bidang kesehatan dan lingkungan dalam mengatasi polutan.Kata Kunci: cendawan, liken, makrofungi
Penurunan Kadar Kolesterol Oleh Bakteri Asam Laktat Asal Dangke Secara In Vitro Nur Fadhilah, Andi; H, Hafsan; Nur, Fatmawati
Prosiding Seminar Biologi 2015: Seminar Nasional Mikrobiologi Kesehatan dan Lingkungan
Publisher : Prosiding Seminar Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bakteri Asam Laktat (BAL) yang berpotensi sebagai kandidat probiotik umumnya memiliki kemampuan menurunkan kadar kolesterol. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan BAL asal dangke yaitu Lactobacillus fermentum dan Lactobacillus acidophilus untuk menurunkan kadar kolesterol secara in vitro. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan yaitu Ly0 (kontrol yang terdiri dari MRS + 0,1% kolesterol murni + 0,3% oxgal), Ly1 (Media MRS + L. Fermentum), Ly2 (Media MSR + L. Acidophilus) dan Ly3 (Media MSR + L. fermentum + L. acidophilus) dan 3 kali ulangan. Hasil sidik menunjukkan bahwa kadar kolesterol perlakuan berbeda sangat nyata dengan kontrol. Uji lanjut beda nyata terkecil menunjukkan bahwa perbedaan terjadi antara perlakuan Ly0 dengan ketiga perlakuan lainnya, sedangkan antara perlakuan Ly1, Ly2 dan Ly3 tidak berbeda nyata atau dapat dikatakan bahwa penambahan BAL yang diinokulasikan ke dalam media MRS dapat menurunkan kadar kolesterol secara signifikan namun pengaruh jenis/komposisi tidak mempengaruhi secara nyata. Hasil analisis dan uji lanjut juga menunjukkan bahwa penurunan tertinggi ditunjukkan oleh perlakuan Ly3. Hal ini mengindikasikan bahwa BAL asal dangke yaitu L. fermentum dan L. acidophilus memenuhi salah satu kriteria sebagai kandidat probiotik.Kata Kunci: Bakteri Asam Laktat (BAL), Dangke, In Vitro, kolesterol, probiotik
Potensi Jamur Pelapuk Dalam Mendekomposisi Limbah Kulit Kakao Rahim, Iradhatullah; Kuswinanti, Tutik; Asrul, Laode; Rasyid, Burhanuddin
Prosiding Seminar Biologi 2015: Seminar Nasional Mikrobiologi Kesehatan dan Lingkungan
Publisher : Prosiding Seminar Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu komoditas penting di Indonesia adalah kakao. Namun hanya isi biji yang dikelola secara komersial. Padahal limbah kulit kakao yang mencapai 95% dari total biomassa merupakan sumber bahan organik yang potensial. Namun, kulit kakao yang terdiri dari senyawa lignin, selulosa, dan hemiselulosa sangat sulit terdekomposisi. Jamur pelapuk merupakan salah satu jenis mikroba yang dapat mendegredasi senyawasenyawa tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi jamur pelapuk untuk mendekomposisi limbah kulit kakao. Penelitian dilakukan dengan mengisolasi jamur pelapuk dari pertanaman kakao. Jamur pelapuk kemudian diinokulasi pada limbah kulit kakao. Dilakukan pengamatan penurunan bobot kakao dan uji lignoselulotik. Hasil penelitian menunjukkan isolasi jamur pelapuk menghasil isolat BSA, BPB, BPC, BPE1, BPE2, BSF, BPG, dan JT. Penurunan bobot limbah kakao tertinggi pada pemberian isolat BPB. Kadar selulosa terendah pada pemberian isolat BSA, sedangkan kadar hemiselulosa dan lignin terendah, masing-masing pada pemberian isolat BPE2 dan BPB.Kata Kunci: jamur pelapuk, lignoselulotik, kulit kakao
Kajian Variasi Genetik Ikan Beseng-Beseng (Telmatherina ladigesi) Dari Sulawesi Selatan Dengan Metode Random Amplified Polymorphism DNA (RAPD) Hadijah, St; F, Jayadi; Tamsil, Andi
Prosiding Seminar Biologi 2015: Seminar Nasional Mikrobiologi Kesehatan dan Lingkungan
Publisher : Prosiding Seminar Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ikan beseng-beseng atau ikan rainbow Sulawesi (Telmatherina ladigesi) merupakan ikan hias asli air tawar di Sulawesi Selatan, termasuk ikan endemik dan mempunyai nilai ekonomis penting di Indonesia. Memiliki tingkat eksploitasi yang tinggi menyebabkan ikan ini sudah termasuk dalam kategori terancam punah dalam sejak IUCN 1996. Menurunnya populasi T.ladigesi akan menyebabkan variasi genetik akan berubah pada masa selanjutnya yang mengarah terjadinya silang dalam. Untuk mengantisipasi hal tersebut maka perlu dilakukan usaha pengelolaan yang bertanggung jawab seperti restoking, domestikasi, dan pembenihan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui variasi genetik populasi ikan beseng-beseng di Sulawesi Selatan. Pengambilan sampel dilakukan di Kabupaten Maros (Sungai Bantimurung dan S. Abalu), Bone (S. Sawae), Soppeng (S. Asanae) dan Pangkep (S. Gowa Lorong dan S. Jennae). Metode analisis variasi genetik menggunakan Random Amplified Polymorphism DNA (RAPD). Hasil penelitian yaitu panjang gen ikan beseng-beseng adalah 600 bp. Panjang fragmen mt-DNA primer F berkisar 581 sampai 593 bp, sedangkan primer R berkisar 582 bp sampai 589 bp. Hasil similaritas sekuan gen ikan Telmatherina ladigesi lebih dekat dengan Marosatherima ladigesi yaitu 99%. Hubungan kekerabatan genetik populasi ikan beseng beseng di Sulawesi Selatan sangat rendah.Kata Kunci: metode RAPD, Telmatherina ladigesi, variasi genetik
Evaluasi Keberadaan Gen catP terhadap Resistensi Kloramfenikol Pada Penderita Demam Tifoid J, Jamilah
Prosiding Seminar Biologi 2015: Seminar Nasional Mikrobiologi Kesehatan dan Lingkungan
Publisher : Prosiding Seminar Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Demam tifoid atau typhus abdominalis merupakan salah satu penyakit infeksi yang dilaporkan tinggi angka kejadiannya. Penyakit ini disebabkan oleh Salmonella typhi, bakteri gram negatif yang menimbulkan infeksi akut pada usus kecil. Patogenesis penyakit ini tergantung pada inokulum, kemampuan virulensi, respon sistem imun inang dan faktor protektif lokal. Terapi antibiotikmerupakan langkah penting dilakukan ketika dugaan klinik telah kuat. Kloramfenikol merupakan antibiotik yang memiliki mekanisme kerja menghambat enzim peptidil transferase yang berperan dalam pembentukan ikatan-ikatan peptida dalam proses sintesis protein bakteri. Adanya resistensiterhadap kloramfenikol mempengaruhi efektifitas jenis antibiotik ini digunakan dalam terapi demamtifoid. S. typhi yang resisten terhadap kloramfenikol memiliki gen catP yang mengkode asetil transferase membentuk asetoksikloramfenikol sehingga kloramfenikol menjadi inaktif. Untuk mendeteksi resistensi ini, dilakukan uji disc diffusion dan uji PCR. Sampel darah dari penderita demam tifoid dari tiga rumah sakit di Makassar dan Gowa dan satu puskesmas. Berdasarkan hasil uji, ditemukan resistensi terhadap kloramfenikol sebesar 37.7% dari uji disc diffusion dan 43,4% dari uji PCR. Kesesuaian hasil Uji untuk menemukan resistensi adalah 87.0% dan untuk sensitif terhadap kloramfenikol adalah 90.9%.Kata Kunci: Demam tifoid, disc diffusion, gen catP, kloramfenikol, PCR, resistensi, Salmonellatyphi
Identifikasi dan Isolasi Spora Tunggal Cendawan Mikoriza Arbuskula Pada Rhizospheren Tebu (Saccharum officinarum L.). Kumalawati, Zahraeni; D, Kafrawi; A, Asmawati
Prosiding Seminar Biologi 2015: Seminar Nasional Mikrobiologi Kesehatan dan Lingkungan
Publisher : Prosiding Seminar Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian dengan melakukan eksplorasi cendawan mikoriza arbuskula melalui pengambilan sampel tanah pada pertanaman tebu di kebun pabrik gula Takalar baik yang berada di wilayah KabupatenGowa, Kabupaten Takalar, maupun Kabupaten Jeneponto. Sampel tanah yang diperoleh disaring dengan metode penyaringan basah untuk mendapatkan spora mikoriza untuk diidentifikasi. Selanjutnya, sporaspora mikoriza dipisahkan berdasarkan jenisnya lalu dikembangbiakkan pada kultur spora tunggal. Hasil penelitian menunjukkan keanekaragaman jenis mikoriza terbesar di kebun tebu PG Takalar terdapat di wilayah Kabupaten Gowa, Secara keseluruhan, telah teridentifikasi sepuluh jenis mikoriza arbuskula dari rhizosfer tanaman tebu PG Takalar yang tergolong dalam empat genus yaitu Sclerocystis, Glomus, Acaulospora, dan Gigaspora, kecuali Sclerocystis, tiga genus mikoriza yang lain memiliki karakteristik spora hampir sama serta daerah penyebaran yang luas. Mikoriza Glomus memiliki kelimpahan yang paling besar, diikuti Gigaspora dan Acaulospora sp. Mikoriza Glomus sp. dan Acaulospora sp. telah berhasil dikembangkan dan diperbanyak melalui kultur spora tunggal.Kata Kunci: kultur spora tunggal, mikoriza arbuskula, tebu
Bakteri dan Kesehatan Manusia Yasir, Yadi
Prosiding Seminar Biologi 2015: Seminar Nasional Mikrobiologi Kesehatan dan Lingkungan
Publisher : Prosiding Seminar Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bakteri di samping dikenal sebagai agen penyebab penyakit, bakteri juga mempunyai manfaat yang besar bagi kehidupan manusia seperti pemanfaatan bakteri dalam pembuatan yogurt dan antibiotik. Di dalam tubuh manusia pun bakteri memberikan manfaat yang banyak pertahanan melawan infeksi, berperan dalam sistem imun, sumber nutrien dan menstimulasi pergantian epitel. Bakteri yang menghuni tubuh manusia disebut mikroba flora normal. Menghuni kulit dan selaput mukosa individu sehat dan normal, kebanyakan bakteri anaerob dan fakultatif anaerob.Kata Kunci: Bakteri, flora normal
Deskriptif Histologi Fase Wound Healing (Penyembuhan Luka) Pada Regenerasi Jaringan Ekor Cecak (Hemidactylus platyurus) Titta Novianti; Mohamad Sadikin; Vetnizah Juniantito; Sri Widia A Jusman; Evy Ayu Arida
Prosiding Seminar Biologi Vol 2 No 1 (2016): Prosiding Seminar Nasional From Basic Science to Comprehensive Education
Publisher : Jurusan Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/psb.v2i1.3305

Abstract

Saat terjadi kerusakan pada jaringan setiap organisme, maka tubuh akan selalu berusaha untuk memulihkan kerusakan pada jaringan. Pada organisme multiseluler, regenerasi tidak hanya pemulihan struktur tetapi juga terjadi pemulihan fungsi jaringan. Proses regenerasi jaringan terjadi dalam empat tahap yang melibatkan berbagai jenis sel. Tahap pertama regenerasi adalah fase wound healing (penyembuhan luka), yang merupakan fase penentu berhasilnya proses regenerasi jaringan. Hasil penelitian secara deskriptif histologi dengan pewarnaan konvensional hematoksilin eosin, menggunakan model ekor cecak, terdapat berbagai jenis sel yang muncul dan berperan dalam proses regenerasi fase tersebut. Pada hari pertama dan hari ketiga setelah proses autotomi ekor cecak, tampak  sel darah merah akibat perlukaan dan sel darah heterofil yang berperan mem-fagositosis sel dan jaringan yang mati, serta munculnya sel fibroblast. Sel fibroblast ini yang akan berperan dalam pembentukan jaringan baru. Pada hari kelima tampak pembentukkan pembuluh darah dan otot yang baru, serta pada hari kesepuluh terjadi pembentukkan lapisan sel epitel dan epidermis. Tahap regenerasi hari pertama sampai hari kesepuluh merupakan tahap penyembuhan luka. Setelah luka tertutup,mulai terjadi pertumbuhan berbagai jaringan di bawah epidermis. Kata kunci: regenerasi jaringan, histologi, ekor, cecak (Hemydactylus platyurus)
Profil Hasil Belajar Mata Kuliah Laboratorium IPA Mahasiswa Program Studi PGSD di UN PGRI Kediri Beserta Kendala Pembelajarannya MUMUN NURMILAWATI
Prosiding Seminar Biologi Vol 2 No 1 (2016): Prosiding Seminar Nasional From Basic Science to Comprehensive Education
Publisher : Jurusan Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/psb.v2i1.3378

Abstract

Kegiatan pembelajaran Laboratorium IPA seluruhnya menggunakan metode percobaan hal ini sesuai dengan deskripsi matakuliah Laboratorium IPA yang membekali mahasiswa terampil menerapkan konsep dasar IPA melalui suatu kegiatan percobaan. Harapannya mahasiswa  lebih memahami konsep dasar IPA dan mampu mengimplementasikan dalam  praktik belajar mengajar. Data diperoleh dari hasil laporan kegiatan pembelajaran selama 1 semester. Penelitian awal ini menunjukkan bahwa hasil belajar mahasiswa rata-rata sejumlah 82,47. Hal ini menunjukkan bahwa hasil belajar mahasiswa dikategorikan  cukup. Ada beberapa kendala yang dihadapi oleh pengampu matakuliah ini diantaranya adalah kurang detailnya kriteria penilaian laporan kegiatan, petunjuk kegiatan yang masih belum mengarahkan mahasiswa ke arah penemuan, kurangnya kemampuan mahasiswa dalam menghubungkan antara data yang diperoleh dalam kegiatan pembelajaran dengan sumber belajar.  Kata kunci: Laboratorium IPA, hasil belajar 
Deteksi Coliform Air PDAM di Beberapa Kecamatan Kota Makassar Hasria Alang
Prosiding Seminar Biologi Vol 1 No 1 (2015): Prosiding Seminar Nasional Mikrobiologi Kesehatan dan Lingkungan
Publisher : Jurusan Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/psb.v1i1.2104

Abstract

Penelitian yang dilakukan penelitian pada tahun 2014 ini bertujuan untuk mengetahui nilai MPN bakteri Coliform dan mendeteksi keberadaan Escherichia coli pada air PDAM tersebut serta untuk mengetahui kualitas air PDAM pada beberapa kecamatan di kota Makassar. Pengambilan Sampel air PDAM  dilakukan  dibeberapa  kecamatan  yaitu  kecamatan  Rappocini,  Buakana,  Banta-bantaeng, Tamalate  dan  Panakkukang.  Pengujian  sampel  meliputi  empat  tahapan  yaitu  melalui  uji  penduga menggunakan  medium  LB  dan  di  lanjutkan  ke  uji  penegasan  menggunakan  medium  BGLB  dan kemudian uji kesempurnaan menggunakan medium EMBA, dari uji kesempurnaan di lanjutkan ke uji pewarnaan gram. Analisis data menggunakan teknik analisis secara kualitatif yang dibandingkan dengan SK.Dirjen  PPM  dan  PLP  No.I/PO.03.04.PA.91  dan  SK  JUKLAK  PKA  Tahun  2000/2001 tentang kualitas air bersih. Hasil penelitian memperlihatkan nilai MPN untuk kecamatan Rappocini, Buakana dan Banta-bantaeng adalah 9 sel/100 ml, sedangkan kecamatan Tamalate adalah > 3 sel/100 ml sampel dan kecamatan Panakkukang adalah > 1100 se/l100 ml sampel. Setelah uji kesempurnan hanya kecamatan Panakkukang yang ditemukan adanya Escherichia coli yang mencemari air PDAM tersebut  sedangkan  kecamatan  lain  hanya  tercemar  oleh Coliform  non  Fecal.  Kualitas  air  PDAM untuk kecamatan Tamalate, Rappocini, Buakana dan Banta-bantaeng termasuk dalam Air bersih kelas A  kategori  baik  karena  mengandung  total Coliform kurang  dari  50,  sedangkan  untuk  kecamatan Panakkukang termasuk dalam Air bersih kelas D kategori amat buruk karena mengandung Coliform 1001 – 2400. Hal ini menunjukkan bahwa air PDAM kecamatan Panakkukang telah tercemar oleh feces.

Page 3 of 28 | Total Record : 279