cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. gowa,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Prosiding Seminar Biologi
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Arjuna Subject : -
Articles 279 Documents
Pengaruh Waktu Fermentasi Teh Kombucha Kadar 50% Terhadap Glukosa Darah Tikus Putih SILVANA TANA; SRI ISDADIYANTO
Prosiding Seminar Biologi Vol 2 No 1 (2016): Prosiding Seminar Nasional From Basic Science to Comprehensive Education
Publisher : Jurusan Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/psb.v2i1.3337

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian teh kombucha kadar 50% terhadap kondisi glukosa darah dengan variasi waktu fermentasi. Teh kombucha termasuk pangan fungsional karena memiliki karakteristik sensori seperti penampakan, warna, tekstur, atau konsistensi dan citarasa yang dapat diterima oleh konsumen. Hewan uji yang dipakai adalah  tikus putih (Rattus norvegicus)jantan sebanyak 16 ekor  umur 2 bulan, dengan perlakuan teh kombucha yang difermentasi selama 6, 9 dan 12 hari pada suhu 25oC per oral. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 4 perlakuan dan 4 ulangan yaitu P0: sebagai kontrol, air minum tanpa tambahan teh kombucha; P1: air minum + 1,8 ml teh kombucha pagi dan sore fermentasi 6 hari; P2: air minum + 1,8 ml teh kombucha pagi dan sore fermentasi 9 hari; P3: air minum + 1,8 ml teh kombucha pagi dan sore fermentasi 12 hari. Parameter yang diukur adalah kadar glukosa, kenaikan bobot tubuh dan konsumsi pakan. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan ANOVA yang dilanjutkan Uji Duncan pada taraf kepercayaan 95% dengan menggunakan perangkat lunak SPSS 10,0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian teh kombucha kadar 50 % menurunkan kadar glukosa secara signifikan akan tetapi masih pada batas normal. Kata kunci: tikus putih, teh kombucha, glukosa 
Uji Antibakteri Getah Pepaya (Carica Papaya L.) dan Getah Jarak (Jatropha Curcas L.) Terhadap Pertumbuhan Bakteri Patogen Pada Air Ulfa Triyani A Latif
Prosiding Seminar Biologi Vol 1 No 1 (2015): Prosiding Seminar Nasional Mikrobiologi Kesehatan dan Lingkungan
Publisher : Jurusan Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/psb.v1i1.2138

Abstract

Telah  dilakukan  penelitian  uji  antibakteri  getah  pepaya  (Carica  papaya L.)  dan  getah  jarak (Jatropha  curcas L.) terhadap  pertumbuhan  bakteri  patogen  pada  air  yaitu Escherichia  coli  dan Staphylococcus aureus. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi antibakteri pada getah pepaya (Carica papaya L.) dan getah jarak (Jatropha curcas L) terhadap bakteri patogen pada air. Uji  antibakteri  sendiri  dilakukan  dengan  menggunakan  metode  difusi  agar  pada  medium  Nutrient Agar dengan masa inkubasi 1 x 24 jam, 2 x 24 jam dan 3x 24 jam. Hasil penelitian pada getah jarak pagar (Jatropha curcas L.) dengan masa inkubasi 3 x 24 jam menunjukkan bahwa zona hambat yang terbentuk  paling  besar  pada  konsentrasi  30  %  untuk  bakteri Staphylococcus  aureus dengan  zona hambatan 10,5 mm. Sedangkan pada getah pepaya (Carica papaya L.) zona hambat yang terbentuk 2 mm pada semua konsentrasi pada masa inkubasi 3 x 24 jam. Dari hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa getah pepaya (Carica papaya L.) dan getah jarak (Jatropha curcas L.) bersifat bakteriostatik.
Akumulasi Logam Berat Besi (Fe) Pada Kiapu Pistia stratiotes L. dari Air Sumur Sekitar Workshop Unhas NURLINA NURLINA; SRI SUHADIYAH; MUH RUSLAN UMAR
Prosiding Seminar Biologi Vol 2 No 1 (2016): Prosiding Seminar Nasional From Basic Science to Comprehensive Education
Publisher : Jurusan Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/psb.v2i1.3327

Abstract

Penelitian mengenai akumulasi logam berat besi (Fe)pada KiapuPistia stratiotes L. menggunakan media air sumur di sekitar Workshop Unhas, Makassar dilakukan dengan tujuan mengetahui konsentrasi logam besi (Fe) yang terakumulasi pada tumbuhan KiapuP. stratiotes L. dan dampak fisiologis terhadap tumbuhan.Metode pengujian menggunakan AAS (Atomic Absorbtion Spectrophotometry) dengan waktu pengujian selama 14 hari.Akumulasitotal logam besi (Fe) pada tumbuhan yaitu sebesar 1747.065 mg/kg bobot keringnya dengan waktu maksimum 7 hari. Penurunan laju absorpsi pada hari ke-14 menunjukkan terjadinya kejenuhan tumbuhan dalam menyerap logam besi (Fe) yang menimbulkan gejala klorosis pada daun dan ujung akar berwarna cokelat. Kata Kunci: Fitoremediasi, KiapuPistia stratiotes L., Logam berat besi (Fe)
Kualitas Bakteriologis Udara Dalam Ruang Perawatan VIP Anak RSUD H. Padjonga Daeng Ngalle Kabupaten Takalar Eka Sukmawaty; Samsuar Manyyulei; Venny Dwi Cahyani
Prosiding Seminar Biologi Vol 3 No 1 (2017): Prosiding Seminar Nasional Biology for Life
Publisher : Jurusan Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/psb.v3i1.4802

Abstract

Rumah sakit dapat menjadi tempat penularan suatu penyakit serta memungkinkan terjadinya pencemaran lingkungan dan gangguan kesehatan baik orang sakit maupun orang yang tidak sakit yang ada di dalam rumah sakit itu sendiri. Kualitas udara dari segi bakteriologis merupakan hal yang penting yang harus diperhatikan guna menjaga terjadinya penyebaran infeksi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas udara dalam ruang bera dasarkan jumlah koloni yang diperoleh dan mengetahui karakteristik koloni bakteri yang ditemukan di ruang perawatan VIP Anak RSUD H. Padjongga Daeng Ngalle. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan metode purposive sampling yang dilakukan pada bulan Januari tahun 2016. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa kualitas bakteri udara dalam ruang PIV (Asoka) kelas I A, II A dan III A ditentukan tentang jumlah angka kuman di ruang perawatan menurut kepmenkes No.1405 / MENKES / SKXI/2004, angka kuman 200-500 CFU/m3. Dengan karakteristik morfologi koloni yang beragam. Jumlah koloni yang paling banyak ditemukan pada VIP kelas II A pada waktu pengambilan sampel siang hari yaitu sebesar 5584,09 CFU/m3.
Skrining Isolat Plant Growth Promoting Rhizobacteri (PGPR) dari Pertanaman Bawang Merah (Allium ascalonicum) di Gorontalo Kafrawi Kafrawi
Prosiding Seminar Biologi Vol 1 No 1 (2015): Prosiding Seminar Nasional Mikrobiologi Kesehatan dan Lingkungan
Publisher : Jurusan Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/psb.v1i1.2129

Abstract

Sebanyak 25 rizobakteri telah diisolasi dari tanaman bawang merah di Gorontalo dan telah diuji kemampuannya  sebagai  isolat  potensial  (PGPR).  19  isolat  yang  menghasilkan  metabolit  sekunder komponen PGPR seperti auksin, giberelin, fiksasi N2, pelarut fosfat, siderophores dan sifat antagonis terhadap Fusarium oxysporum f, sp cepae. Isolat GR 7, GR 11, GR 21, GR 24 dan GR 25 berpotensi sebagai  konsorsium  formulasi  bakteri  PGPR  karena  dapat  menghasilkan  metabolit  sekunder  yang berguna untuk pertumbuhan tanaman bawang merah.
Pengaruh konsentrasi gula dan pacloburazol dalam menginduksi umbi mikro kentang Solanum tuberosum L. varietas atlantik secara in vitro ANDI MASNIAWATI
Prosiding Seminar Biologi Vol 2 No 1 (2016): Prosiding Seminar Nasional From Basic Science to Comprehensive Education
Publisher : Jurusan Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/psb.v2i1.3318

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon tanaman kentang pada fase pengumbian secara in vitro akibat perlakuan gula dan paclobutrazol serta menetapkan konsentrasi gula dan paclobutrazol yang efektif menginduksi umbi mikro kentang Solanum tuberosum L. varietas Atlantik. Induksi umbi mikro ini menggunakan media padat-cair dengan penambahan konsentrasi gula dan paclobutrazol. Penelitian ini merupakan eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan dua faktor. Faktor pertama adalah konsentrasi gula yaitu 90 gr/L, 120 gr/L, dan 150 gr/L serta faktor kedua adalah konsentrasi paclobutrazol yaitu 1 ppm, 5 ppm, dan 10 ppm. Parameter penelitian berupa waktu pembentukan umbi, jumlah umbi, diameter umbi dan berat basah umbi dianalisis dengan uji Anova, bila signifikan akan dilanjutkan dengan uji BNT 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan gula 150 gr/L dan paclobutrazol 5 ppm memberikan hasil yang efektif dalam menginduksi umbi mikro kentang. Kata kunci: Umbi Mikro, Gula, Paclobutrazol, In vitro, Solanum tuberosum L.
Analisis Vegetasi Kawasan Hutan Adat Lindu Untuk Penilaian Kesehatan Hutan Daerah Penyangga Heru Setiawan
Prosiding Seminar Biologi Vol 2 No 1 (2016): Prosiding Seminar Nasional From Basic Science to Comprehensive Education
Publisher : Jurusan Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/psb.v2i1.3655

Abstract

Kawasan hutan adat lindu termasuk dalam kawasan daerah penyangga Taman Nasional Lore Lindu (TNLL). Keberadaan hutan adat lindu mempunyai peranan yang sangat penting dalam menopang kehidupan sosial ekonomi masyarakat suku lindu. Semakin berkembangnya masyarakat adat lindu, menuntut kebutuhan hidup yang semakin banyak dan dapat berdampak pada menurunnya kualitas hutan adat lindu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman jenis vegetasi dan pengukuran indeks nilai penting guna menilai tingkat kesehatan hutan di kawasan hutan adat lindu. Penelitian ini dilakukan di kawasan hutan adat lindu yang berada di dua desa di kawasan penyangga TNLL, yaitu Desa Anca dan Desa Tomado. Penelitian ini menggunakan metode kuadrat yang diletakkan secara purposive sampling menyesuaikan dengan kondisi tegakan. Hasil analisis vegetasi menunjukkan bahwa tumbuhan penyusun hutan di kawasan hutan adat lindu yang berlokasi di Desa Tomado terdiri atas semai sebanyak 10 jenis, pancang 9 jenis, tiang 10 jenis dan pohon 16 jenis, sementara di Desa Anca terdiri atas semai 24 jenis, pancang 24 jenis, tiang 21 jenis dan pohon 41 jenis. Pada pengukuran nilai indeks diversitas Shannon-Wiener (H’) di kawasan hutan adat lindu di Desa Tomado yang tertinggi ditemukan pada tingkat pohon (2,729) dan terendah ditemukan pada tingkat semai (2,118). Sedangkan di Desa Anca nilai indeks diversitas Shannon-Wiener (H’) yang tertinggi ditemukan pada tingkat pohon (3,429) dan terendah ditemukan pada tingkat semai (2,637). Dari perbandingan data di atas dapat diketahui bahwa kawasan hutan adat lindu yang berada di Desa Anca mempunyai tingkat keanekaragaman jenis lebih tinggi dibandingkan hutan adat lindu yang berada di Desa Tomado. Secara umum, tingkat keragaman vegetasi di kawasan hutan adat lindu termasuk dalam kategori baik dengan nilai indeks keragaman pohon rata-rata sebesar 3,079. Indeks Nilai Penting (INP) tertinggi pada kelas pertumbuhan pohon di hutan adat lindu yang berlokasi di Desa Anca adalah Ficus sp, dengan nilai INP sebesar 47,58%, sedangkan di Desa Tomado, INP tertinggi juga pada jenis Ficus sp dengan nilai INP sebesar 43,44%. Kata Kunci : keragaman vegetasi, Indeks Nilai Penting, daerah penyangga, Hutan adat Lindu
Identifikasi dan Isolasi Spora Tunggal Cendawan Mikoriza Arbuskula Pada Rhizospheren Tebu (Saccharum officinarum L.). Zahraeni Kumalawati
Prosiding Seminar Biologi Vol 1 No 1 (2015): Prosiding Seminar Nasional Mikrobiologi Kesehatan dan Lingkungan
Publisher : Jurusan Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/psb.v1i1.2111

Abstract

Telah dilakukan penelitian dengan melakukan eksplorasi cendawan mikoriza arbuskula melalui pengambilan sampel tanah pada pertanaman tebu di kebun pabrik gula Takalar baik yang berada di wilayah Kabupaten Gowa, Kabupaten Takalar, maupun Kabupaten Jeneponto. Sampel tanah  yang diperoleh  disaring  dengan  metode  penyaringan  basah  untuk  mendapatkan  spora  mikoriza  untuk diidentifikasi.  Selanjutnya,  spora-spora  mikoriza  dipisahkan  berdasarkan  jenisnya  lalu dikembangbiakkan pada kultur spora tunggal. Hasil penelitian menunjukkan keanekaragaman jenis mikoriza  terbesar  di  kebun  tebu  PG  Takalar  terdapat  di  wilayah  Kabupaten  Gowa,  Secara keseluruhan, telah teridentifikasi sepuluh jenis mikoriza arbuskula dari rhizosfer tanaman tebu  PG Takalar yang tergolong dalam empat genus yaitu Sclerocystis, Glomus, Acaulospora,  dan Gigaspora, kecuali Sclerocystis, tiga genus mikoriza yang lain memiliki karakteristik spora hampir sama serta daerah penyebaran  yang  luas.  Mikoriza Glomus memiliki  kelimpahan  yang  paling  besar,  diikuti Gigaspora dan Acaulospora sp.  Mikoriza Glomus  sp. dan Acaulospora sp.  telah  berhasil dikembangkan dan diperbanyak melalui kultur spora tunggal.
Respon Makrofag Dan Titer Antibodi Ayam Broiler Terhadap Vaksinasi AI ENNY YUSUF WACHIDAH YUNIWARTI
Prosiding Seminar Biologi Vol 2 No 1 (2016): Prosiding Seminar Nasional From Basic Science to Comprehensive Education
Publisher : Jurusan Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/psb.v2i1.2629

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efek vaksinasi AI terhadap jumlah makrofag dan jumlah titer antibodi terhadap AI pada ayam broiler yang divaksinasi AI. Vaksinasi AI menyebabkan adanya respon antibodi humoral dengan intensitas respon antibodi yang berbeda-beda pada tiap spesies aves. Respon imun terhadap protein neuraminidase dapat berkontribusi untuk perlindungan, tapi kekebalan terhadap protein internal virus umumnya tidak protektif Respon antibodi humoral merupakan sumber utama perlindungan. Respon antibodi terhadap protein HA mampu menetralkan virus dan mencegah virus memulai infeksi sehingga merupakan antibodi yang paling penting. Netralisasi meliputi pemblokiran ikatan virus ke sel inang dan dapat bekerja pada proses lain yang terlibat dalam masuknya virus. Antibodi terhadap protein NA memiliki beberapa efek perlindungan karena berperan untuk memperlambat penyebaran virus. Makrofag merupakan pertahanan pertama dalam melawan penyakit. Vaksinasi terhadap AI akan menstimulasi sel B untuk menghasilkan antibodi sehingga akan meningkatkan aktivitas fagositosis makrofag karena antibodi ini berperan sebagai opsonin. Penelitian ini menggunakan dua kelompok ayam broiler DOC. Kelompok pertama adalah kelompok ayam yang divaksinasi AI dan kelompok kedua merupakan kelompok ayam yang tidak divaksinasi AI. Masing-masing kelompok diulang sebanyak 5 kali. Data titer antibodi terhadap AI dan jumlah makrofag yang didapat diuji dengan t-test. Hasil yang didapat menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan pada jumlah titer antibodi terhadap AI dan jumlah makrofag antara ayam yang divaksinasi AI dengan ayam yang tidak divaksinasi AI sehingga dapat disimpulkan bahwa vaksinasi AI dapat meningkatkan daya tahan tubuh ayam broiler. Kata kunci: makrofag, titer antibodi, ayam broiler, AI.
Potensi Kayu Kuku (Pericopsis mooniana THW) Untuk Revegetasi Lahan Kritis DIDIN ALFAIZIN
Prosiding Seminar Biologi Vol 2 No 1 (2016): Prosiding Seminar Nasional From Basic Science to Comprehensive Education
Publisher : Jurusan Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/psb.v2i1.3372

Abstract

Kayu kuku termasuk dalam jenis kayu lokal Sulawesi yang saat ini masuk kategori terancam punah, sehingga perlu upaya konservasi dan reforestasi untuk menjamin kelestariannya. Salah satu penyebabnya dikarenakan penggunaannya yang terus meningkat tanpa diiringi upaya reforestasi, sehingga populasinya semakin berkurang. Kayu kuku dapat dimanfaatkan untuk melakukan kegiatan revegetasi lahan kritis dikarenakan kayu kuku mampu hidup pada lahan marginal dan miskin hara serta termasuk dalam jenis piooner.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi kayu kuku (Pericopsis mooniana TWH) untuk revegetasi lahan kritis. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode eksperimen dengan menggunakan rancangan acak lengkap dengan tiga perlakuan yaitu Media Bekas Tambang (MBT) ditambahkan kompos dan NPK 0.2 g (M1), MBT ditambahkan mikoriza (M2) dan MBT tanpa ada tambahan (M3).Penelitian dilaksanakan di rumah kaca (green house) Balai Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan Makassar (BPPLHKM), di Makassar selama empat bulan antara bulan Januari hingga April 2016. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan MBT tanpa ada tambahan memperoleh pertambahan tinggi yang lebih baik (19.35 cm / 192%) dibandingkan dengan perlakuan M1 (13.38 cm atau 129%) dan M2 (18.21 cm 170%). Pengaruh media terhadap pertambahan diameter tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan. Dengan hasil tersebut, pemanfaatan kayu kuku untuk uji coba lapangan tidak memerlukan intervensi apapun untuk menopang pertumbuhannya. Dalam Indeks Mutu Bibit, terlihat bahwa perlakuan M3 menunjukkan nilai yang lebih baik dibandingkan kedua perlakuan M1 dan M2 yang masing – masing sebesar 0.57 ; 0.46 ; 0.18. Nilai Indeks Mutu Bibit yang diperoleh dari ketiga perlakuan masuk dalam kategori baik atau bibit kayu kuku sudah siap dan mampu bertahan hidup ketika akan diuji coba pada skala lapangan pada umur empat bulan. Kata kunci: Kayu kuku, lahan kritis, revegetasi

Page 6 of 28 | Total Record : 279