cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. gowa,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Prosiding Seminar Biologi
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Arjuna Subject : -
Articles 279 Documents
Bakteri dan Kesehatan Manusia Yadi Yasir
Prosiding Seminar Biologi Vol 1 No 1 (2015): Prosiding Seminar Nasional Mikrobiologi Kesehatan dan Lingkungan
Publisher : Jurusan Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/psb.v1i1.2101

Abstract

Bakteri merupakan sel prokariotik dengan genom  berbentuk  sirkuler dan mempunyai plasmid.  Bakteri  di samping  dikenal  sebagai agen  penyebab penyakit,  bakteri  juga mempunyai  manfaat  yang  besar  bagi kehidupan manusia  seperti  pemanfaatan bakteri  dalam  pembuatan  yogurt  dan antibiotik. Di dalam tubuh manusia pun bakteri memberikan manfaat yang banyak pertahanan melawan infeksi, berperan dalam sistem imun, sumber  nutrient  dan menstimulasi  pergantian epitel. Bakteri yang menghuni tubuh manusia disebut mikroba flora normal. Menghuni kulit dan selaput mukosa individu sehat dan normal, Kebanyakan  bakteri  anaerob  dan  fakultatif anaerob.
Wedang Jahe Berpotensi Menurunkan Risiko Diabetes Tipe 2 (Studi Pada Tikus Putih Betina Yang Diberi Diet Tinggi Lemak (Hfd) NURUL MAHMUDATI
Prosiding Seminar Biologi Vol 2 No 1 (2016): Prosiding Seminar Nasional From Basic Science to Comprehensive Education
Publisher : Jurusan Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/psb.v2i1.3333

Abstract

Studi epidemiologi menunjukkan 90% penderita diabetes tipe 2 adalah kegemukan dan obesitas. Diabetes melitus merupakan gangguan metabolik yang menjadi salah satu dari lima  faktor penyebab kematian terbesar di dunia. Berdasarkan RAKERDAS 2007, di Indonesia diabetes melitus merupakan penyebab kematian no 2, oleh karena itu mengungkap alternatif penurunan faktor risiko terjadinya diabetes  serta mekanisme kerjanya menjadi hal yang penting. Tujuan khusus penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah pemberian wedang jahe dengan dosis 4 dan 6 (g/ KgBB) dapat menurunkan kadar glukosa darah pada tikus putih yang diberi diet tinggi lemak (HFD) dan perbandingannya dengan pemberian latihan fisik (olahraga). Penelitian ini adalah penelitian eksperimental. Rancangan Penelitian yang digunakan adalah The Posttest Only Control Group Design. Unit eksperimen pada penelitian ini adalah tikus putih betina usia lebih kurang 3 bulan.  Tikus putih dibagi menjaldi 5 kelompok yaitu 1). kelompok kontrol non HFD 2. Kontrol HFD 3) HFD + Olahraga 4.HFD+jahe 4g 4). HFD +jahe 6 g dan besar ulangan adalah 6 ekor jadi jumlah keseluruhan unit eksperimen adalah 30 ekor. Data dianalisis dengan menggunakan ANOVA dan dilanjutkan uji beda dengan LSD. Hasil ANOVA menunjukkan bahwa ada pengaruh pemberian seduhan jahe pada penurunan kadar glukosa darah pada α 0,01 pada tikus yang diberi HFD. Berdasarkan uji beda dengan LSD menunjukkan bahwa pemberian jahe 6 gram berpengaruh lebih tinggi dibanding 4 gram, namun demikian masih lebih rendah bila dibandingkan dengan olah raga dengan nilai rerata kadar glukosa (control HFD = 110,84, M) Kata kunci: kadar glukosa darah, Diabetes tipe 2, obesitas, seduhan jahe
Peran Ekologis Serangga Tanah di Perkebunan Patallassang Kecamatan Patallassang Kabupaten Gowa Sulawesi Selatan Hasyimuddin Hasyimuddin; Syahri Bulan; Andi Aziz Usman
Prosiding Seminar Biologi Vol 3 No 1 (2017): Prosiding Seminar Nasional Biology for Life
Publisher : Jurusan Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/psb.v3i1.4818

Abstract

Serangga tanah merupakan serangga yang hidup di tanah, baik yang hidup di dalam maupun di permukaan tanah. Serangga tanah pada suatu komunitas berperan sebagai perombak bahan-bahan organik, yang mana hasil perombakan ini berupa humus yang nantinya humus tersebut bermanfaat sebagai nutrisi bagi tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran ekologis serangga tanah yang terdapat di perkebunan Desa Pattallassang, Kecamatan Pattallasang, Kabupaten Gowa, Provinsi Sulawesi Selatan. Penelitian dilakukan pada bulan Oktober – Desember 2016. Penelitian ini bersifat deskriptif-eksploratif. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu metode Pitffall trap. Hasil penelitian yang di dapat 14 spesies yang tercakup kedalam 13 famili. Umumnya spesies yang ditemukan adalah spesies Gryllidae. Spesies serangga tanah yang ditemukan terdapat spesies serangga tanah yang berperan sebagai polinator, dekomposer, predator, parasitoid dan bioindikator. 
Ketahanan Bakteri Asam Laktat Asal Dangke Terhadap Garam Empedu Sebagai Kandidat Probiotik Siti Rabiatul Adawiyah; Hafsan Hafsan; Fatmawati Nur; Muhammad Khalifah Mustami
Prosiding Seminar Biologi Vol 1 No 1 (2015): Prosiding Seminar Nasional Mikrobiologi Kesehatan dan Lingkungan
Publisher : Jurusan Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/psb.v1i1.2134

Abstract

Bakteri asam laktat (BAL) merupakan kelompok bakteri yang menghasilkan asam laktat sebagaiproduk  utama  dalam  metabolisme  karbohidrat.  BAL  sebagai  kandidat  probiotik  harus  memenuhi salah satu syarat yang memiliki ketahanan garam empedu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ketahanan bakteri asam laktat berasal dari dangke susu sapi terhadap garam empedu dengan berbagai konsentrasi yaitu 0,1% , 0,3%, dan 0,5% dan tanpa garam empedu sebagai kontrol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bakteri asam laktat isolat susu sapi asli dangke L. fermentum dan L. acidophillus memiliki  ketahanan  garam  empedu. Lactobacillus  acidophilus isolat  memiliki  ketahanan  garam empedu lebih baik dari Lactobacillus fermentum. Perbedaan antara jumlah BAL koloni pada media + oxgall terhadap kontrol (A0 dan B0) untuk masing-masing konsentrasi Oxgall  0,1%, 0,3%, dan 0,5% masing-masing dari L. fermentum: 1,4 x 106, 1,7 x 106, 4 x 106, sedangkan L. acidophillus: 0,7 x 106, 0,9 x 106 dan 1,4 x 106. Ketahanan L. acidophillus pada berbagai konsentrasi garam empedu menunjukkan tidak ada perbedaan yang signifikan dengan nilai P = 0,445 sama seperti ketahanan L. fermentum pada  variasi  empedu  konsentrasi  garam  juga  menunjukkan  tidak  ada  perbedaan  yang signifikan  dengan  nilai  P  =  0,133. L.  fermentum dan L.  acidophillus memiliki  kemampuan  untuk bertahan terhadap garam empedu yang menunjukkan potensi sebagai probiotik kandidat.
Potensi Beberapa Isolat Probiotik Sebagai Antibakteri Terhadap Pertumbuhan Vibrio spp. ZARASWATI DWYANA; NUR HAEDAR; HASBIAH HASBIAH
Prosiding Seminar Biologi Vol 2 No 1 (2016): Prosiding Seminar Nasional From Basic Science to Comprehensive Education
Publisher : Jurusan Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/psb.v2i1.3323

Abstract

The research about potential of some probiotic isolates as an antibacterial on the growth of Vibrio spp had been done. This research aimed to know the antibacterial potency from some isolates probiotic on the growth of Vibrio spp. This research to tested the inhibition on the three species of Vibrio that are Vibrio harveyi, Vibrio prahaemolyticus, and Vibrio cholerae using agar diffusion method. Probiotic isolates come from lactic acid bacteria group that provide beneficial effects on health and its host. Used also commercial probiotic (S.NB) as a positive control. From the results of the inhibitory effect on the growth of pathogenic bacteria test showed all isolates probiotics have the ability to inhibit Vibrio spp. At 1 x 24-hour observation shown isolates B most excellent in inhibiting the growth of Vibrio harveyi, against Vibrio parahaemolyticus obtained isolates C most excellent inhibited bacteria, whereas against Vibrio cholerae isolates H was most excellent in inhibiting the pathogenic bacteria. After 2 x 24 hours observation was to known that all isolates probiotics used have the ability as antibacterial that was bactericidal on the growth of Vibrio harveyi, Vibrio parahaemolyticus and Vibrio cholera.  Keywords: Antibacterial, Probiotic Isolates, Vibrio spp
Formulasi Ekstrak Buah Mengkudu (Morinda citrifolia) dalam Bentuk Sediaan Transdermal Liposome Cream Amrianto Amrianto; Mukarramah Mukarramah; Dike Dandari Sukmana; Nurun Nahda; Andi Dian Permana
Prosiding Seminar Biologi Vol 3 No 1 (2017): Prosiding Seminar Nasional Biology for Life
Publisher : Jurusan Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/psb.v3i1.4679

Abstract

Indonesia is a country rich in herbs. One of them is Noni (Morinda citrifolia). Noni fruit has good benefits for the body such as natural antioxidants and several other benefits. The use of noni fruit as herbal medicine is often used but the way make was still very inadequate to get the optimum effect on the plant. One effort that can be done is to make it a cream preparation liposomes that are used topically. Aims of this research was formulation of Transdermal liposome cream from noni fruit extract. The result showed that the total phenolic content of the extract of noni fruit was as much as 180 µg GAE/g ekstrak. The result of the evaluation of transdermal liposome cream preparation obtained both formulas have viscosity of 9,000 cps and 38.000 cps respectively, have uniform vesicle shape, high adsorption efficiency of 95% and 96,67%, but in formula 2 pH obtained did not fulfill the criteria of topical preparation, while formula 1 fulfilled the criterion that is 6,5. From these results it can be concluded that the noni fruit extract can be prepared in the form of transdermal cream preparations which have good physical characteristics achieved by formula 1.
Identifikasi Jenis-Jenis Poaceae di Desa Samata Kabupaten Gowa Sulawesi Selatan Megawati Bohari; Baiq Farhatul Wahidah
Prosiding Seminar Biologi Vol 1 No 1 (2015): Prosiding Seminar Nasional Mikrobiologi Kesehatan dan Lingkungan
Publisher : Jurusan Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/psb.v1i1.2125

Abstract

Penelitian ini  merupakan  penelitian  deskriptif  yang dilakukan untuk  mengetahui  jenis-jenis Poaceae di Di Desa Samata Kabupaten Gowa Sulawesi Selatan. Metode yang dilakukan adalah plot dengan membuat  beberapa plot di daerah penelitian. Daerah peneitiannya sendiri dibagi menjadi 20 stasiun  yang  ditentukan  secara purposive  sampling yaitu  area  yang  memiliki  kepadatan  populasi tumbuhan  yang  cukup  tinggi.  Selanjutnya Poaceae yang  di  jumpai  diidentifikasi  berdasarkan  ciri morfologinya yaitu akar, batang, daun, bunga, buah, dan biji. Hasil identifikasi menunjukkan bahwa di lokasi penelitian terdapat 18 jenis Poaceae yaitu Axonopus compressus, Bambusa apus, Bambusa vulgaris,  Chloris  barbata, Cymbopogon  nardus Cynodon  dactylon, Dactyloctenium  aegyptium, Digitaria  sanguinalis, Eleusin  indica, Eragrotis  amabilis,  Eulalia  amaura,  Imperata  cylindrical, Paspalum  commersonii, Pennisetum  purpureum, Pogonatherum  paniceum,  Sorghum  halapenses, Oryza sativa dan Zea mays.
Isolasi Dan Karakterisasi Jamur Patogen Pada Tanaman Murbei (Morus sp.) di Persemaian RAMDANA SARI; C. ANDRIYANI PRASETYAWATI
Prosiding Seminar Biologi Vol 2 No 1 (2016): Prosiding Seminar Nasional From Basic Science to Comprehensive Education
Publisher : Jurusan Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/psb.v2i1.3314

Abstract

Tanaman murbei (Morus sp) merupakan makanan pokok bagi ulat sutera. Pengembangan sutera salah satunya tergantung pada hasil dan kualitas daun murbei. Budidaya murbei biasanya dilakukan dengan stek. Penanaman stek  terkadang mengalami kegagalan karena adanya serangan penyakit yang disebabkan oleh jamur patogen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jamur patogen penyebab penyakit layu pada stek murbei. Penelitian dilakukan di Laboratorium Mikrobiologi, Balai Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan Makassar. Penelitian menggunakan metode isolasi dan karakterisasi jamur patogen dengan perlakuan awal sampel daun dicuci dengan aquades (DC), batang yang dicuci dengan aquades (BC) dan batang yang tidak dicuci dengan aquades (BT). Hasil penelitian menunjukkan semua perlakuan mendapatkan jamur patogen jenis Fusarium. Hasil karakterisasi jamur patogen pada murbei mengarah pada ciri-ciri jenis jamur Fusarium oxysporum dan F. Solani. Kata kunci : Fusarium, jamur, murbei, penyakit
Teknik Pemuliaan Kentang dan Produksi Bibit Kentang Bebas Virus di Texas, USA IDA AYU ASTARINI; ANGEL CHAPPELL; DOUGLAS SCHEURING; SEAN MICHAEL THOMPSON; JULIAN CREIGHTON MILLER JR
Prosiding Seminar Biologi Vol 2 No 1 (2016): Prosiding Seminar Nasional From Basic Science to Comprehensive Education
Publisher : Jurusan Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/psb.v2i1.3380

Abstract

Kentang merupakan sumber karbohidrat penting di negara maju seperti Amerika Serikat, Eropa dan Australia. Produktivitas kentang di Amerika Serikat mencapai 40 ton/ha. Berbagai varietas kentang juga tersedia dengan kegunaan yang berbeda seperti untuk keripik, kentang goreng (french fries), kentang rebus dan kentang panggang. Tulisan ini bertujuan untuk memaparkan teknik pemuliaan kentang untuk mendapatkan berbagai varietas serta metode perbanyakan benih kentang bebas virus melalui teknik kultur jaringan di Texas. Kunci utama keberhasilan pemuliaan kentang di Texas adalah ketersediaan sumber daya genetik kentang yang luas, serta evaluasi di lapang (field day) untuk genotipe-genotipe potential hasil pemuliaan yang melibatkan para peneliti, petani, pelaku pasar dan media. Teknik kultur jaringan digunakan untuk perbanyakan benih terpilih, serta meminimalisasi penyebaran penyakit yang berasal dari umbi seperti virus kentang PVX, PVY dan PLRV. Penggunaan teknik kultur jaringan juga mampu menekan biaya produksi benih karena mengurangi penggunaan ruang untuk stok benih dan perbanyakan di rumah kaca. Tahapan pemuliaan, produksi benih di lapang, evaluasi varietas, introduksi benih in vitro, perbanyakan in vitro, teknik eliminasi virus dan produksi benih di rumah kaca dideskripsikan pada tulisan ini. Kata kunci: Solanum tuberosum, kentang bibit, bebas virus
Eksplorasi FusariumSpp yang Berasosiasi Dengan Aquillaria Spp di Kabupaten Nunukan Kalimantan Utara Nurbaya Nurbaya
Prosiding Seminar Biologi Vol 1 No 1 (2015): Prosiding Seminar Nasional Mikrobiologi Kesehatan dan Lingkungan
Publisher : Jurusan Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/psb.v1i1.2107

Abstract

Fusariumspp adalah salah satu isolat cendawan yang berasosiasi dengan tanamanAquillariaspp untuk menghasilkan gaharu sebagai hasil hutan bukan kayu. Penelitian ini mengambil sampel dari batangAquillaria spp yang menunjukkan gejala pembentukan gaharu yang tumbuh secara alami pada ketinggian yang berbeda, mulai dari ketinggian 0-2000 mdpl, yang ada pada empat Kecamatan yaitu: Kecamatan Nunukan Selatan (0-100 mdpl), Lumbis (100-500 mdpl), Krayan Induk (1000-1500 mdpl), Krayan Selatan (1000-2000 mdpl) di Kabupaten Nunukan Kalimantan Utara. Tujuan penelitian ini untuk mendapatkan informasi mengenai isolat-isolat Fusarium pembentuk gaharu dari batang Aquillaria spp. Isolat Fusarium diperoleh dengan mengamati pertumbuhan morfologi cendawan pada media PDA. Hasil yang diperoleh diidentifikasi secara molekuler menggunakan jenis primer LSU. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada batang Aquillaria spp yang tumbuh pada ketinggian 0-100 mdpl terinfeksi oleh F. solani, ketinggian 100-500 mdpl terinfeksi oleh Fusarium sp, F. fujikuroi dan F. oxysporum, ketinggian 1000-1500 mdpl terinfeksi oleh F. solani, sedangkan Aquillariaspp yang tumbuh pada ketinggian 1000-2000 mdpl terinfeksi olehF. solani, F. oxysporum danF. ambrosiumKata Kunci:Aquillariaspp, cendawan, eksplorasi, Fusarium

Page 7 of 28 | Total Record : 279