cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
MKGK (Majalah Kedokteran Gigi Klinik) (Clinical Dental Journal) UGM
ISSN : -     EISSN : 24600059     DOI : -
Core Subject : Health,
Majalah Kedokteran Gigi Klinik or abbreviated to MKGK is a scientific periodical written in Indonesian language published by Dentistry Faculty of Gadjah Mada University twice a year on every June and December. The process of manuscript submission is open throughout the year
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 10, No 1 (2024)" : 5 Documents clear
Uji zona hambat ekstrak metanol teripang pandan (Stichopus variegatus semper) terhadap bakteri Porphyromonas gingivalis Arma, Utmi; Mailiza, Fitria; Anggestia, Wulan; Azira, Faiza Nur
MKGK (Majalah Kedokteran Gigi Klinik) (Clinical Dental Journal) UGM Vol 10, No 1 (2024)
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/mkgk.93476

Abstract

Oral Squamous Cell Carcinoma (OSCC) adalah jenis kanker yang berasal dari sel epitel skuamosa di mukosa yang seringkali bersifat infiltratif dan metastatik. OSCC dapat terjadi di semua bagian rongga mulut. Etiologi OSCC belum diketahui secara pasti, namun terdapat faktor predisposisi seperti infeksi bakteri, salah satunya adalah Porphyromonas gingivalis. Porphyromonas gingivalis adalah bakteri normal di rongga mulut yang berperan dalam berbagai penyakit, seperti karsinoma dan penyakit periodontal. Pengobatan OSCC sangat bervariasi, termasuk pengobatan herbal yang menggunakan hewan. Salah satu hewan yang sering digunakan dalam pengobatan herbal adalah Stichopus variegatus semper atau teripang pandan. Teripang pandan mengandung senyawa aktif yang dapat berfungsi sebagai agen antikanker. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan zona hambat ekstrak metanol dari teripang pandan terhadap Porphyromonas gingivalis. Jenis penelitian ini adalah eksperimen laboratoris dengan desain penelitian Post test only control group. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah disk difusi dengan 5 perlakuan dan 5 ulangan menggunakan konsentrasi 5%, 6%, 7%, serta kontrol positif dan kontrol negatif, yang dianalisis dengan uji One Way Anova. Hasil yang diperoleh menunjukkan adanya zona hambat ekstrak metanol dari teripang pandan terhadap bakteri Porphyromonas gingivalis dengan nilai p < 0.05. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa ekstrak metanol dari teripang pandan mampu menghambat pertumbuhan dan perkembangan bakteri Porphyromonas gingivalis, dengan ekstrak terbaik pada konsentrasi 7% yang tergolong moderat.
Perbandingan tinggi dan lebar kondilus serta kesimetrisan vertikal mandibula pada perawatan ortodonti maloklusi kelas I Saputro, Najla Andini; Sayuti, Elih; Latif, Deni Sumantri
MKGK (Majalah Kedokteran Gigi Klinik) (Clinical Dental Journal) UGM Vol 10, No 1 (2024)
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/mkgk.94770

Abstract

Maloklusi diperkirakan sebagai faktor yang berkontribusi terhadap perubahan posisi sendi temporomandibular. Perawatan ortodonti berisiko menyebabkan resorpsi kondilus sebagai bentuk adaptasi terhadap perubahan bentuk jaringan akibat kekuatan mekanik pada TMJ. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan tinggi dan lebar kondilus serta kesimetrisan vertikal mandibula pada pasien sebelum dan sesudah perawatan ortodonti cekat. Penelitian analitik komparatif ini menggunakan data sekunder dengan teknik purposive sampling. Sampel penelitian berjumlah 35 pasang radiograf  panoramik digital dari pasien dengan maloklusi kelas I dentoskeletal yang telah selesai dilakukan perawatan ortodonti cekat di RSGM Universitas Padjadjaran pada tahun 2015-2019 dengan kelompok tanpa pencabutan sebanyak 27 pasang serta kelompok dengan pencabutan 4 premolar pertama sebanyak 8 pasang sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Pengukuran tinggi dan lebar kondilus serta kesimetrisan vertikal mandibula menggunakan software Image J win 64 dan dilakukan uji signifikansi Paired t test dengan nilai signifikan p < 0,05. Hasil penelitian menunjukan terdapat perbedaan signifikan pada tinggi kondilus kiri setelah perawatan ortodonti cekat pada kelompok tanpa pencabutan (p<0,05). Selain itu, hasil penelitian menunjukan bahwa lebar kondilus kiri maupun kanan pada semua kelompok menunjukkan perbedaan yang tidak signifikan (p>0,05), serta ketidaksimetrisan vertikal mandibula sebelum perawatan sama dengan sesudah perawatan pada semua kelompok (p>0,05). Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa perawatan ortodontik memiliki pengaruh yang signifikan terhadap perubahan tinggi kondilus, namun tidak ada pengaruh yang signifikan terhadap lebar kondilus dan simetri vertikal mandibula.
Pengelolaan margin subgingiva pada kavitas kelas II dengan modifikasi pita matriks tofflemire Hermawan, Christian; Kumala, Yuliana Ratna
MKGK (Majalah Kedokteran Gigi Klinik) (Clinical Dental Journal) UGM Vol 10, No 1 (2024)
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/mkgk.95071

Abstract

Penanganan kavitas kelas II dengan margin subgingiva sering kali menimbulkan kesulitan bagi klinisi. Hal tersebut berkaitan dengan kesulitan untuk memperoleh adaptasi yang sempurna antara margin kavitas dan bahan tambalan. Laporan kasus ini menjelaskan tahapan yang dilakukan oleh penulis untuk mendapatkan adaptasi yang baik antara bahan tambalan dan margin kavitas pada kavitas kelas II. Pasien laki-laki datang dengan keluhan sensitivitas terhadap dingin pada gigi belakang kiri atas. Diagnosisnya adalah pulpitis reversible pada gigi 25, jaringan apikal normal dengan margin subgingiva pada kavitas kelas II. Penulis menyelesaikan kasus ini dengan memodifikasi pita matriks tofflemire. Pada kasus ini, tidak dilakukan pemanjangan mahkota dan rencana perawatan meliputi deep margin elevation (DME) yang diikuti dengan restorasi komposit langsung. Penggunaan pita matriks Tofflemire yang dimodifikasi untuk DME pada margin subgingiva dengan kavitas kelas II memberikan hasil yang memuaskan. Radiografi periapikal menunjukkan adaptasi yang sangat baik antara kavitas dan tambalan. Tindak lanjut selama 6 bulan menunjukkan tidak adanya tanda-tanda inflamasi gingiva maupun keluhan nyeri pada gigi yang telah direstorasi. Penulis merekomendasikan penggunaan pita matriks tofflemire yang telah dimodifikasi pada kasus deep margin karena dapat memberikan hasil perawatan yang sangat baik dan memuaskan.
Perawatan invasif minimal menggunakan electrosurgery pada kasus perikoronitis Pritia, Mardha Ade; Karina, Vincensia Maria
MKGK (Majalah Kedokteran Gigi Klinik) (Clinical Dental Journal) UGM Vol 10, No 1 (2024)
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/mkgk.96977

Abstract

Perikoronitis adalah peradangan yang terjadi pada jaringan gingiva di sekitar mahkota gigi molar. Salah satu faktor yang dapat memperparah perikoronitis adalah trauma mekanis dari gigi antagonis yang dapat menyebabkan ulserasi atau pembengkakan pada operkulum. Operkulektomi dengan electrosurgery dapat menghilangkan operkulum dengan lebih mudah. Pasien wanita berusia 28 tahun dirujuk oleh residen ortodonti dengan keluhan gusi bengkak yang menutupi permukaan gigi molar kiri paling belakang. Kondisi tersebut dirasakan mengganggu saat makan dan keluhan ini telah dirasakan selama sebulan terakhir. Pada kunjungan pertama dilakukan perawatan awal berupa scaling dan root planing serta edukasi kebersihan mulut (dental health education). Selanjutnya, dilakukan operasi operkulektomi yang dimulai dengan anestesi infiltrasi di lipatan mukobukal gigi 37. Eksisi menggunakan electrosurgery dilakukan pada operkulum yang menutupi mahkota gigi 37. Area bedah dibersihkan dengan larutan salin dan kemudian ditekan menggunakan kasa steril. Penggunaan electrosurgery pada operkulektomi dapat meminimalkan perdarahan dan mengurangi durasi operasi. Pasien merasa lebih nyaman selama prosedur. Satu minggu pasca operasi, jaringan gingiva masih menunjukkan kemerahan dan nyeri saat palpasi. Satu bulan pasca operasi, pasien tidak merasakan keluhan, jaringan gingiva dalam kondisi baik, tidak ada kemerahan, pembengkakan, atau nyeri. Penggunaan electrosurgery untuk perawatan perikoronitis kronis dapat menjadi alternatif dari tindakan bedah konvensional dengan perdarahan minimal dan durasi prosedur yang lebih cepat.
Potensi ekstrak biji chia (Salvia hispanica L.) dalam menghambat pembentukan biofilm Streptococcus mutans ATCC 25175 in vitro Lanagusti, Alfin; Handajani, Juni; Haniastuti, Tetiana
MKGK (Majalah Kedokteran Gigi Klinik) (Clinical Dental Journal) UGM Vol 10, No 1 (2024)
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/mkgk.100143

Abstract

Streptococcus mutans merupakan bakteri gram positif yang berperan sebagai faktor etiologi utama karies dan koloni primer dalam pembentukan biofilm rongga mulut. Biji chia mengandung flavonoid dan asam fenolik yang mampu menghambat pertumbuhan bakteri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh ekstrak etanol biji chia terhadap pembentukan biofilm S. mutans. Penelitian eksperimental laboratoris ini menggunakan metode uji dengan microtiter plate. Streptococcus mutans ATCC 25175 dikultur dalam BHI yang mengandung 1% sukrosa dan diberi perlakuan ekstrak biji chia 1,3%, 2,6%, 5,2%, klorheksidin glukonat 0,2% sebagai kontrol positif dan akuades sebagai kontrol negatif. Biakan bakteri diinkubasi selama 24 jam dalam 96-well microplate kemudian diwarnai dengan kristal violet 0,1% selama 15 menit. Densitas optik dibaca dengan microplate reader (λ = 540 nm). Data dianalisis dengan uji Kruskal-Wallis dan uji post-hoc U-Mann Whitney. Uji Kruskal-Wallis menunjukkan perbedaan signifikan (p < 0,05) rerata persentase daya hambat pembentukan biofilm S. mutans pada setiap kelompok perlakuan. Uji U-Mann Whitney menunjukan ekstrak etanol biji chia konsentrasi 1,3%, 2,6%, dan 5,2% memiliki kemampuan setara dalam pembentukan biofilm S. mutans meskipun masih lebih rendah dibandingkan klorheksidin 0,2%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ekstrak etanol biji chia mampu menghambat pembentukan biofilm S. mutans ATCC 25175.

Page 1 of 1 | Total Record : 5