cover
Contact Name
Wakhidah Kurniawati
Contact Email
ruang@live.undip.ac.id
Phone
+6224-7460054
Journal Mail Official
ruang@live.undip.ac.id
Editorial Address
Gedung A lantai 3, Departemen Perencanaan Wilayah dan Kota Universitas Diponegoro, Jl. Prof Soedarto, Tembalang, Kota Semarang, 50275
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Ruang
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : 18583881     EISSN : 23560088     DOI : 10.14710/ruang
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 185 Documents
Konservasi Tamansari Yogyakarta Pasca Gempa Rina Kurniati
Ruang Vol 2, No 2 (2016): Ruang
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (375.366 KB) | DOI: 10.14710/ruang.2.2.581-590

Abstract

Dewasa ini banyak kota-kota besar di Indonesia merencanakan kota baru. Adanya kota baru tersebut seringkali mengesampingkan perhatian terhadap kota-kota lama yang menjadi embrio awal perkembangan suatu kota. Oleh karena itu konservasi/pelestarian sangat dibutuhkan dalam mempertahankan dan melestarikan ciri khas dari kota tersebut. Kota Yogyakarta masih sangat kental dengan kebudayaan asli Jawa. Seni dan budaya merupakan bagian tak terpisahkan dalam kehidupan masyarakat Yogyakarta. Disamping tradisi yang kental dengan budaya masyarakat Yogyakarta, disana juga terdapat bangunan-bangunan kuno yang menjadi simbol kebudayaan terdahulu. Salah satu obyek wisata yang memiliki nilai historis yang cukup tinggi adalah Tamansari (Water Castle). Gempa yang terjadi di Yogyakarta menyebabkan sebagian bangunan Tamansari mengalami kerusakan, selain itu perkembangan aktivitas di sekitar kawasan juga mempengaruhi kondisi kompleks Tamansari. Hal inilah diperlukan penanganan konservasi dan pengendalian lingkungan sekitar agar tidak merusak kawasan bangunan bersejarah ini. Upaya konservasi mulai dari proses tahapan konservasi, teknis pelaksanaan konservasi dan peran stakeholder yang terlibat dalam upaya konservasi ini sangat penting untuk keberlanjutan kompleks Tamansari dan lingkungan sekitar kawasan. 
Morphological Studies: City Image and Urban Design Elements 
at Ngesrep Timur Corridor Intan Muning Harjanti
Ruang Vol 4, No 1 (2018): Ruang
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1750.257 KB) | DOI: 10.14710/ruang.4.1.105-113

Abstract

Semarang as the capital of Central Java has an important role in the development of the city, especially in the Ngesrep Timur corridor which  connecting UNDIP education area with other areas around it. The rapid development of UNDIP, followed by the development of Ngesrep Timur corridor. Therefore it is necessary to study morphology of urban image elements and urban design elements, in order to create a comfortable and pleasant atmosphere amid the density of the Ngesrep Timur corridor.  This report used descriptive qualitatve approach, based on guiding theory of city image elements and urban design analysis.Analysis of city image elements resulted path form main roads and gangways settlement; edges form toll road, Setiabudi Road and settlement roads;  district as a function of trade and services and  settlement;  nodes form the junction of Jl. Setiabudi to Jl. East Ngesrep; landmarks form Diponegoro Statue. Urban design analysis resulted dominant land used is trade and service and settlement, and form mass of building have enough good and interesting. The existence of circulation and parking is not sufficient;open space in this corridor form field and parking area, but the existence of green open space is not sufficient. Pedestrian ways are available, but its functioning is not maximal yet. Supporting activities in this corridor is commercial activities and preservation in this corridor have not been seen. 
Penataan Kawasan Taman Poci Kota Tegal dengan Konsep Green Urban Park Bhakti Bramantha Bramantha; Mussadun Mussadun
Ruang Vol 3, No 2 (2017): Ruang
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ruang.3.2.%p

Abstract

Pada kawasan perkotaan, kebutuhan masyarakat akan ruang mendorong terjadinya fenomena alihfungsi lahan, terutama ruang terbuka hijau. Kondisi ini juga terjadi di Kawasan Taman Poci Kota Tegal, dari ruang terbuka hijau menjadi ruang bagi aktivitas perdagangan oleh pedagang sektor informal. Hal ini kemudian menimbulkan berbagai permasalahan, seperti penurunan kualitas lingkungan bahkan kemacetan di sekitar taman. Apabila terus dibiarkan, kondisi ini tentu dapat berakibat buruk bagi kualitas lingkungan di Kawasan Taman Poci serta ruang terbuka hijau di Kota Tegal secara keseluruhan. Konsep Green Urban Park merupakan konsep penataan ruang yang menekankan pada aspek lingkungan dan sosial yang dimiliki oleh sebuah ruang terbuka hijau. Tujuan penelitian ini adalah melakukan penataan Kawasan Taman Poci Kota Tegal dengan menggunakan konsep Green Urban Park. Metode penelitian yang dipergunakan adalah mixed method dengan teknik analisis statistika deskriptif dan deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil analisis aspek ekologis, penerapan konsep Green Urban Park dilakukan dengan melakukan penanaman serta perawatan vegetasi-vegetasi yang sesuai dengan fungsinya. Sementara dari aspek sosial, konsep diterapkan melalui tindakan perbaikan serta penambahan fasilitas pendukung bagi aktivtias pengunjung dalam taman. Sedangkan aspek ekonomi yang terdapat dalam taman justru dilarang karena cenderung menimbulkan dampak negatif.
Komoditas Unggulan Tanaman Pangan Untuk Mendukung Perekonomian Wilayah Kabupaten Indramayu Indri Mustikaningrum; Widjonarko Widjonarko
Ruang Vol 4, No 1 (2018): Ruang
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (163.61 KB) | DOI: 10.14710/ruang.4.1.%p

Abstract

Regional development is a general effort to reduce regional disparities by supporting economic activities in regions. Regional development is also a strategy to utilize the internal and external factors to increase production of goods and services. Economic aspect can be used as an indicator to determine whether the regional development is success. Regional economic growth will be determined by the natural resources and demand for its poducts or commodities. Economic activity in developing-countries, depends on the agricultural sector. This sector has a great contribution to economic growth in most of regions. The economic growth of Kabupaten Indramayu depends on its agricultural activities as well, especially food crops agriculture. The food crops production of Kabupaten Indramayu is able to supply the national needs. Rice, corn, cassava, sweet potatoes, soybeans, peanuts and mung beans are the 7 commodities of food crops in Kabupaten Indramayu. Based on the research conducted by quantitative methods using Location Quotient analysis, Shift Share analysis and Domestic Resource Costs analysis, were found that rice and soybean are the region’s flagship commodities. Meanwhile, based on SWOT analysis, was found that improving the quality and quantity of irrigation infrastructures; improving the quality and quantity of human resources; applying modern agriculture methods; and paying attention to the land conversions, become the main strategies in developing flagship commodities of food crops.
Kajian Kualitas dan Tingkat Pelayanan Jalur Pejalan Kaki di Stasiun Manggarai Jakarta Selatan Theresia Revina; Parfi Khadiyanto
Ruang Vol 2, No 4 (2016): Ruang
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (209.785 KB) | DOI: 10.14710/ruang.2.4.293-301

Abstract

Penelitian bertujuan mengetahui kualitas dan tingkat pelayanan jalur pejalan kaki. Penelitian ini berdasarkan permasalahan eksisting jalur pejalan kaki di sekitar Stasiun Manggarai yaitu sebagai penghubung antarlokasi dan antarmoda transportasi jalur pejalan kaki tidak memiliki sarana prasarana yang lengkap, terdapat sarana prasarana dalam kondisi rusak, dan halangan pada jalur pejalan kaki. Penelitian ini menggunakan perhitungan Pedestrian  Environmental Quality Index (PEQI 2009) dan Pedestrian Level of Service (High Capacity Manual 2000). Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif dan analisis yang dilakukan menggunakan analisis deskriptif serta analisis evaluatif. Berdasarkan analisis yang dilakukan didapatkan kualitas persimpangan jalur pejalan kaki segmen I berada pada kelas kualitas IV (kualitas buruk) dan kualitas jalurnya berada pada kelas III (kualitas dasar). Jalur pejalan kaki segmen II memiliki kualtias persimpangan yang termasuk dalam kelas V (kualitas tidak cocok) dan kualitas jalurnya berada pada kelas III (kualitas dasar). Hasil analisis tingkat pelayanan berdasarkan arus pada jalur pejalan kaki segmen I menunjukan tingkat pelayanan E (tingkat pelayanan buruk) dan analisis tingkat pelayanan berdasarkan ruang memiliki hasil tingkat pelayann A (tingkat pelayanan sangat baik). Tingkat pelayanan berdasarkan arus pada segmen II memiliki tingkat pelayanan C (tingkat pelayanan cukup baik) dan tingkat pelayanan berdasarkan ruang memiliki tingakt pelayanan A (tingkat pelayanan sangat baik). Kata kunci: 
Perancangan dan Penataan Kawasan di Sepanjang Sungai Banjir Kanal Timur Kelurahan Bugangan dan Kelurahan Rejosari dengan Konsep Livable Riverfront Settlement Kecamatan Semarang TImur, Kota Semarang R.D.A. Puteri; R.S. Pulungan; H.D. Tambunan; H.M. Rahmi; R. Amalia; A.R. Davinaldo; M.W. Hidayat; M. Mazz; D.D. Febriani; Z. Zulhamdi; H. Sima
Ruang Vol 5, No 2 (2019): Ruang
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (990.04 KB) | DOI: 10.14710/ruang.5.2.120-129

Abstract

Livable Riverfront Settlement is a concept design that is mindful of environmental livability housing which is in the nearby river. The concept of Liveable Riverfront Settlement is a derivative of the concept of macro-regions planning Sustainable Riverfront Settlement and the concept of the planning area of meso Ecological Riverfront Settlement. The purpose of this writing is focused on the design of landing neighborhood along the Eastern Canal flood in Bugangan and Rejosari village who have a problem like slums and squatters settlement, the occurrence of floods, the lack of open space, the low quality of the environment and housing backlog.In this article using quantitative methods with descriptive analysis techniques, and the qualitative method with interviews and observations of the field. The results of the identification and analysis of the design of landing (UDGL) settlement along the Eastern Canal flood in Bugangan and Rejosari village based on 3 indicators, the improvement of the economy through the provision of employment (job creation), the management of flood risks through the improvement of environmental quality (disaster risk management), as well as the provision of housing that is affordable and livable (livable housing provision).
Penyebab Terjadinya Pelanggaran Terhadap Koefisien Dasar Bangunan Di Kelurahan Gedawang Banyumanik Semarang Parfi Khadiyanto
Ruang Vol 3, No 2 (2017): Ruang
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ruang.3.2.%p

Abstract

Pelanggaran terhadap besaran nilai koefisien dasar bangunan (KDB) bisa berakibattertutupnya lahan yang semestinya terbuka, lahan yang tertutup dengan bangunan akan berdampak terhadap resapan air. Hilangnya resapan air akan berakibat kurangnya pasokan air hujan ke dalam tanah, akan menimbulkan kekeringan, dan dampak negatif lainnya adalah terjadinya peningkatan banjir. Berdasarkan fenomena ini maka dilakukanlah penelitian tentang faktor-faktor penyebab terjadinya pelanggaran Koefisien Dasar Bangunan (KDB) pada kawasan permukiman pinggiran kota Semarang, khususnya di kecamatan Banyumanik,kelurahan Gedawang. Lokasi penelitian merupakan permukiman yang terletak di kelurahan Gedawang kecamatan Banyumanik Semarang, yaitu di wilayah RW 4, RW 6, dan RW 7. Dipilhnya 3 RW ini karena kondisi kontur di 3 RW tersebut bergelombang dari kecil sampai curam. Ketiga RW tersebut dilewati sungai (kecil) yang berfungsi sebagai pembuangan air hujan (drainase) dan sekaligus juga sebagai saluran air limbah domestik, sehingga berubahnya nilai KDB akan berpengaruh terhadap debit air larian yang berakibat melimpahnya air di wilayahbawahnya. Tujuan penelitian adalah untuk menemukan penyebab terjadinya pelanggaran terhadap ketetapan besaran koefisien dasar bangunan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif, menggunakan analisis uji faktor dan tabulasi silang. Ditemukan bahwa penyebab pelanggaran terhadap KDB berasal dari faktor eksternal dan internal, faktor eksternal memiliki korelasi negatif terhadap tindak pelanggaran, yaitu berupa tidak adanya sanksi yang jelas, luas kapling yang dimiliki, dan kurang fahamnya tentang apa itu KDB (belum ada sosialisasi). Sedangkan faktor internal memiliki korelasi positif terhadap tindak pelanggaran, yaitu berupa penghasilan, usaha rumah tangga, jumlah anggota keluarga, dan pendidikan. Belum ada sosialisasi kepada masyarakat tentang KDB,sehingga sebagian besar masyarakat tidak tahu akan kerugian dan bahaya yang ditimbulkan dari pelanggaran terhadap KDB. Sebenarnya masyarakat cukup sadar bahwa dalam bermukim seyogyanya tidak saling mengganggu, akan tetapi pengertian mengganggu ini hanya terbatas pada lingkungan yang kecil (tetangga dekat), belum melihat lingkungan secara luas (kelurahan/kecamatan/kota).
Arahan Perancangan Taman Kota Sebagai Pemenuhan Kebutuhan Ruang Publik di Kecamatan Kota Juang Ovi Nurbalqis; Nurini Nurini
Ruang Vol 2, No 3 (2016): Ruang
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (213.759 KB) | DOI: 10.14710/ruang.2.3.207-215

Abstract

Ruang publik merupakan salah satu aspek penting dalam perencanaan sebuah kota, ruang publik juga digunakan sebagai wadah untuk masyarakat melakukan interaksi dan sebagai pusat aktivitas bagi masyarakat..Luas Kecamatan Kota juang sebesar 1.690,19 Ha dirasa tidak cukup jika ruang publik berupa ruang terbuka hijau yang tersedia hanya dua tempat alternatif saja. Tujuan penelitian dan perancangan ini adalah menghasilkan arahan desain berupa taman kota yang lebih representatif. Perancangan taman kota yang akan dirancang memperhatikan aspek lingkungan, kebutuhan masyarakat serta kemampuan daerah dalam penyediaan sarana ruang publik berupa taman kota. Metode penelitian yang digunakan yakni mix method dan pengolahan data secara deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan telaah dokumen, kuesioner, observasi serta wawancara dengan masyarakat serta stakeholder terkait. Dari hasil survei serta analisis yang telah dilakukan maka  menghasilkan arahan desain taman kota di Kecamatan Kota Juang yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat serta aktivitas pengunjung yakni “Islamic Family Park”. Tema dan konsep tersebut juga mempertimbangkan karakteristik wilayah Kecamatan Kota Juang yang kental akan syariah Islam. Taman kota yang ada nantinya akan menciptakan taman kota yang memiliki nilai responsif, demokrasi, dan bermakna sehingga dapat menjadi pusat aktivitas masyarakat di Kecamatan Kota Juang.
Penyebab Terjadinya Pelanggaran Terhadap Koefisien Dasar Bangunan Di Kelurahan Gedawang Banyumanik Semarang Parfi Khadiyanto
Ruang Vol 2, No 3 (2016): Ruang
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (255.539 KB) | DOI: 10.14710/ruang.2.3.701-710

Abstract

Pelanggaran terhadap Koefisien Dasar Bangunan (KDB) akan berdampak terhadap resapan air. Hilangnya resapan air akan menimbulkan kekeringan, dan konsekuensinya juga akan meningkatan banjir. Sudah banyak masyarakat yang mengetahui hal tersebut, tetapi dalam prakteknya mereka masih melakukan pelanggaran tersebut. Maka dalam penelitian ini, tujuannya adalah untuk mengetahui faktor apa yang menyebabkan terjadinya pelanggaran terhadap KDB tersebut. Lokasi penelitian dipilih pada permukiman di kelurahan Gedawang kecamatan Banyumanik Semarang, yaitu di wilayah RW 4, RW 6, dan RW 7, karena kondisi kontur di 3 RW tersebut bergelombang dan pada posisi yang tinggi, sehingga dampak dari perubahan tersebut dapat merugikan kawasan di bawahnya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif, menggunakan analisis uji faktor dan tabulasi silang.Faktor penyebab terjadinya pelanggaran terhadap KDB berasal dari faktor eksternal yang memiliki korelasi negatif terhadap tindak pelanggaran, dan juga faktor internal yang memiliki korelasi positif terhadap tindak pelanggaran. Sebenarnya masyarakat cukup sadar bahwa dalam bermukim seyogyanya tidak saling mengganggu, akan tetapi pengertian mengganggu ini hanya terbatas pada lingkungan yang kecil (tetangga dekat), belum melihat lingkungan secara luas (kelurahan/kecamatan/kota).
Persepsi Pengguna Terhadap Keberadaan Taman Sampangan Sebagai Kebutuhan Rekreasi Christine Margaretha Batubara; Diah Intan Kusuma Dewi
Ruang Vol 4, No 2 (2018): Ruang
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (154.044 KB) | DOI: 10.14710/ruang.4.2.155-163

Abstract

Taman Sampangan apply the concept of conformity of functions of RTH as a recreation area where viewed the existing condition of a crowded park visited by the surrounding community. Visitors are doing recreational activities in Taman Sampangan, such as sports, picnics, children's games. However, hard material and soft material elements do not support visitor activity in Taman Sampangan where jogging tracks are used as parking spaces,  colloseum and gazebo is not shady, broken children's playground equipment, lack of cleanliness due to difficult-to-reach garbage position, lack of lighting due to damage garden lights and spotlights as well as a lack of interest treatments in the park. Thus, it is necessary to do research with the formulation of the question: "Does the existence of Taman Sampangan meet the needs of recreation for the surrounding community based on user perception?". This research uses quantitative approach with frequency distribution analysis. Determination of respondents used Accidential Sampling Method with Guttman Scale measurement. The result of this research is Taman Sampangan fulfill the recreation needs for the surrounding community because there are hard material and soft material. Visitors also perform recreational activities in each landscape element. However, there needs to be improved landscape elements, such as adding vegetation in the gym area, sculpture, children's games, garden entrances, gazebo, and colloseum. In addition, it is necessary to add the absorption hole, laying the trash can could easily be reached and the user realizes the importance of maintaining cleanliness in the park.

Page 11 of 19 | Total Record : 185