cover
Contact Name
Wakhidah Kurniawati
Contact Email
ruang@live.undip.ac.id
Phone
+6224-7460054
Journal Mail Official
ruang@live.undip.ac.id
Editorial Address
Gedung A lantai 3, Departemen Perencanaan Wilayah dan Kota Universitas Diponegoro, Jl. Prof Soedarto, Tembalang, Kota Semarang, 50275
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Ruang
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : 18583881     EISSN : 23560088     DOI : 10.14710/ruang
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 185 Documents
Perilaku Pengguna Ruang Terbuka Publik Terkait Ketersediaan Akses Internet Pada Taman Lansia Kota Bandung Yanuar Akbar Anindita; Djoko Suwandono
Ruang Vol 1, No 4 (2015): Ruang
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (557.639 KB) | DOI: 10.14710/ruang.1.4.301-310

Abstract

Fasilitas internet nirkabel/ wireless Internet telah menjadikan internet sebagai sesuatu yang mudah dijangkau dimanapun dan tidak lagi memerlukan sambungan kabel seperti di rumah ataupun kantor-kantor. Penggunaan internet kini menjadi kegiatan sehari-hari orang-orang ketika berada di taman, plaza, mall dan ruang publik lainnya. Kota Bandung merupakan kota yang telah melengkapi ruang-ruang publiknya dengan akses wireless internet. Taman Lansia Kota Bandung merupakan salah satu taman yang telah dilengkapi akses internet sehingga penggunanya dapat mengakses internet. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penataan taman dan ketersediaan akses internet menentukan perilaku/ aktivitas manusia serta bagaimana penggunaan internet saat ia berada di ruang terbuka publik ini. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode campuran dengan melakukan teknik analisis distribusi frekuensi. Berdasarkan kuesioner yang dihimpun, 88% responden tergolong kedalam pengguna berat internet dan porsi penggunaan internet pada Taman Lansia dalam sekali berkunjung bisa selama 1-3 jam. Dari hasil identifikasi karakteristik penggunaan internet juga menunjukkan 3 Klaster yang terbagi berdasarkan motif/tujuan penggunaan internet dimana 2 klaster terbesar sebesar 36% dan 53% merupakan kaum muda yang suka menggunakan internet pada Taman Lansia. Sementara itu hasil pemetaan perilaku memperlihatkan bahwa penataan taman seperti bangku-bangku taman, vocal point, dan pedagang kaki lima berperan sangat besar dalam pembentukan perilaku pasif pada Taman Lansia ditambah lagi dengan kehadiran internet terlihat zona-zona “nyaman” bagi para pengguna internet di taman yang juga ternyata memberikan pengaruh positif bagi fungsi ekonomi Taman Lansia. 
Upaya Adaptasi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) dalam Menghadapi Bencana Banjir Rob (Studi Kasus: Kampung Tambak Lorok, Kota Semarang) Mussadun Mussadun; Pandu Farchan Jannata; Fera Wahyu Pinanti Islamiyah
Ruang Vol 2, No 4 (2016): Ruang
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (261.943 KB) | DOI: 10.14710/ruang.2.4.331-340

Abstract

Wilayah pesisir merupakan salah satu kawasan yang terkena perubahan iklim secara langsung. Adanya dampak perubahan iklim mempengaruhi kegiatan sosial dan ekonomi masyarakat. Masyarakat pesisir merupakan masyarakat dengan tingkat kerentanan terhadap dampak perubahan iklim paling tinggi. Kampung Tambak Lorok adalah salah satu kawasan pesisir di Kota Semarang yang rentan terhadap bencana banjir rob dengan mayoritas masyarakatnya berpenghasilan rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana upaya adaptasi masyarakat pesisir berpenghasilan rendah (MBR) kawasan pesisir dalam menghadapi banjir rob di Kampung Tambak Lorok, Kota Semarang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan model studi kasus. Dalam model studi kasus ini analisis data diperoleh dari teknik triangulasi. Berdasarkan hasil olah data diketahui permukiman yang berada di tepi laut memiliki tingkat kerentanan paling tinggi terhadap rob. Dampak adanya banjir rob juga dirasakan di berbagai aspek kehidupan seperti lingkungan, sosial dan ekonomi. Keterbatasan ekonomi masyarakat berpenghasilan rendah Kampung Tambak Lorok membuat upaya adaptasi yang dilakukan masih bersifat parsial dan tambal sulam. Sebagian besar masyarakat beradaptasi terhadap banjir rob dengan meninggikan rumahnya. Dengan demikian upaya adaptasi yang dilakukan masyarakat Kampung Tambak Lorok terhadap banjir rob akibat perubahan iklim sangat dipengaruhi oleh faktor ekonomi.
Manfaat Taman Suropati Kota Jakarta Pusat Berdasarkan Persepsi Masyarakat Sekitar Arvi Nabiel Setyananda; Parfi Khadiyanto
Ruang Vol 4, No 1 (2018): Ruang
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (173.514 KB) | DOI: 10.14710/ruang.4.1.21-28

Abstract

In general in every big city has green open space that can be utilized as one of public space for society. Green open space is also an important thing in the formation of urban structures, especially in urban areas. This is because the RTH has an important role in an urban area that is there are benefits such as social, cultural, economic, aesthetic and support ecological activities. Taman Suropati Kota Jakarta has an area of 16,328 m². Visitors who come to the park pretty much especially at night. Visitors who visit Suropati Park still do not understand the benefits of the park. In this study aims to assess the benefits of Taman Suropati Kota Jakarta Central to the surrounding community is in accordance with its function or not by looking at PERMEN-PU no. 05 / PRT / M / 2008 on Guidelines for the Provision and Utilization of Green Open Space in Urban Areas based on visitor perceptions and research preferences. Taman Suropati still has ecological, social and cultural benefits which has 13 indicators in it. Taman Suropati Kota Jakarta in this case is good in ecological, social and cultural benefits, because only some of the indicators that have problems to be solved by Central Jakarta Municipality government.
Kajian Perilaku Masyarakat terhadap Keterbatasan Lahan Parkir pada Kawasan Komersial di Koridor Jalan Tlogosari Raya, Kota Semarang Aulia Shabrinawati; Djoko Suwandono
Ruang Vol 2, No 4 (2016): Ruang
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (234.155 KB) | DOI: 10.14710/ruang.2.4.253-262

Abstract

Peningkatan permintaan dan penawaran akan barang dan jasa dapat mempengaruhi perkembangan suatu kawasan. Perkembangan kawasan harus diimbangi dengan penataan koridor yang baik karena jika tidak, dapat menimbulkan masalah. Salah satu masalah yang ditimbulkan yaitu perilaku parkir, seperti parkir di sekitar PKL dan jalur pedestrian, terbatasnya ruang parkir mobil, adanya aktivitas parkir campuran, tidak adanya pembatasan waktu parkir, dan parkir di badan jalan yang dapat menyebabkan kemacetan pada jam puncak. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pola perilaku masyarakat sebagai pengguna parkir di koridor jalan Tlogosari Raya dengan mengidentifikasi penggunaan lahan, kondisi jalan, karakteristik parkir, dan pemetaan perilaku.Metode yang digunakan yaitu pendekatan kuantitatif dengan analisis deskriptif, analisis faktor, dan pemetaan perilaku.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa faktor dominan yang mempengaruhi perilaku pengguna parkir terdiri dari 2 faktor, yaitu faktor pengaruh (kenyamanan, keamanan, dan kemudahan) dan faktor pendukung (tarif parkir dan keterjangkauan). Faktor tersebut mempengaruhi timbulnya pola perilaku tertentu, yaitu off-street parking, on-street parking, parkir di jalur pejalan kaki, dan parkir di sekitar PKL dengan 4 pola (A, B, C, dan D) yang berbeda tiap segmen. Pola perilaku parkir dipengaruhi oleh bentuk ruangnya, apabila suatu lingkungan telah ditata dengan baik, maka pola perilaku yang terbentuk juga akan baik pula.
Pengembangan Kawasan Riverfront di Sungai Banjir Kanal Timur Kota Semarang dengan Konsep Eco-Riverwalk Village (Studi Kasus : Kelurahan Mlatiharjo, Kecamatan Semarang Timur) M.H. Subianto; P. Prayogo; R.D. Gustina; A. Syahrani; D.A. Sihaloho; R. Nurrokhmi; R.J. Royson; T.R. Debby; L. Haulah; D.O. Hapsari; R. Syahlisben
Ruang Vol 5, No 2 (2019): Ruang
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (886.696 KB) | DOI: 10.14710/ruang.5.2.104-113

Abstract

Semarang city has two canals which was developed to decrease the flood risk happened since 19th century, those are known as Banjir Kanal Timur (BKT) and Banjir Kanal Barat (BKB). Both canals which are made connected to Sungai Garang are served as primary drainages that flow directly to the sea. The weak regulation of limitation zone (e.g. riverfront) caused many violations done by people around the area by built houses or places for working along BKT riverfront. Many buildings are made as houses (i.e. commonly used by the poor) drives domestic waste dumped in the river. This is one of many driving forces caused flooding in Semarang City (i.e. the nature factor is erosion happen in BKT river upstream). Those problems caused sedimentation in BKT downstream and indirectly caused the water spilled to the settlement around the river. The development by Eco-Riverwalk Village Concept are implemanted as an effort to improve the ecology aspect in riverfront area by build a linear park as a new identity of Kelurahan Mlatiharjo Riverfront. Linear park is the implemantation of ‘riverwalk’ concept (i.e. the walkable zone along the river) and improve the aesthetic value in case study area.
Determinan Analisis Gender Pada Pemberdayaan Masyarakat Miskin Perkotaan Landung Esariti
Ruang Vol 2, No 3 (2016): Ruang
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (123.199 KB) | DOI: 10.14710/ruang.2.3.751-760

Abstract

Salah satu pilar dalam program pembangunan nasional adalah pengarusutamaan gender, karena hal ini diyakini mampu menciptakan target yang lebih nyata dan jelas dalam setiap pelaksanaan program yang terkait dengan pemberdayaan rumahtangga miskin. Berdasarkan pelaksanaan program BSP2S di 5 kecamatan Kota Semarang, dapat diketahui bahwa determinan analisis gender adalah faktor akses, partisipasi, kontrol dan manfaat. Empat hal tersebut sangat dipengaruhi oleh bagaimana pemahaman terhadap agama, kontruksi sosial dan relasi gender yang terjadi dalam keluarga. Dapat disimpulkan, bahwa pada pelaksanaan program tersebut, pemberdayaan dapat tercapai dalam bentuk peningkatan kemampuan individu dan keluarga untuk mentas dari kemiskinan.
Lokasi Optimal Pembangunan Pasar Tradisional di Kota Gunungsitoli Dengan Menggunakan SIG Benhadad Solomasi Telaumbanua; Mussadun Mussadun
Ruang Vol 4, No 2 (2018): Ruang
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (247.235 KB) | DOI: 10.14710/ruang.4.2.204-214

Abstract

Population growth in Gunungsitoli city has increased in the last 5 years. With the increasing of population growth, the need of market facilities to provide for the people also increases. Nevertheless, the market facilities in Gunungsitoli have not been increased. From the beginning there are only 3 traditional markets which located in the same districts while Gunungsitoli has 6 districts each quite far away from the others. Because of this situation, it needed to increase the number of traditional markets or improve the existing traditional markets. The purpose of this research is to determine the optimum location to build traditional market in Gunungsitoli city. The research method used is quantitative method with descriptive and spatial analysis with GIS. The results are Nou Market, Gomo Market and Soliga Market does not need additional market but need an extension, be renovated with additional facilities. Meanwhile for the 9 pekan need improvement such as local market development in every optimum location in Gunungsitoli Disctric Idanoi, South Gunungsitoli Distric, North Gunungsitoli District and Alo’oa Gunungsitoli Distric.
Identifikasi Karakteristik Aktivitas PKL di Pecinan Semarang Retno Widjajanti
Ruang Vol 2, No 2 (2016): Ruang
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ruang.2.2.591-600

Abstract

.
Dampak Pembangunan Tahap 1 Revitalisasi Pasar Kembang Kalisari Berdasarkan Pendapat Masyarakat Sekitarnya Reksa Istiana; Parfi Khadiyanto
Ruang Vol 4, No 1 (2018): Ruang
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (246.766 KB) | DOI: 10.14710/ruang.4.1.66-74

Abstract

The revitalization on Pasar Kembang Kalisari is an effort to overcome the declining of environment quality around the market. The revitalization is done in two stages of development which the first stage has been finished. A development certainly will generate some changes or impacts that affect the community, especially the community around the area. The purpose of this research is to review the impacts of the first stage of development from the revitalization on Pasar Kembang Kalisari based on the opinion of its surrounding community, especially the impacts to the environment and social-economy during and after the development is done. The method used in this research is quantitative. This research is supported with sampling proportionate stratified random sampling technique. The community said that the positive impacts during the first stage development of Pasar Kembang Kalisari are the employment opportunity, community’s economy and income enhancement, the increasing of surroundings aestheticism and comfort, and the transformation of becoming tourist site (Kampung Pelangi). Moreover the negative impacts are the pollution caused by the construction around the location and the income derivation of the florist, and the alteration of livelihood for some who provide repair shop.
Peran Sumber Daya Sosial Budaya dalam Pengembangan Pariwisata di Kawasan Gunung Merapi Desa Umbulharjo dan Desa Kepuharjo Shafira Leliana Putri; Maya Damayanti
Ruang Vol 3, No 1 (2017): Ruang
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (168.471 KB) | DOI: 10.14710/ruang.3.1.%p

Abstract

Community is one of the main elements of development, so that all forms of development will involve community both as subjects and objects. Socio-cultural resources are inherent in society, accordingly when society develops a business, directly or indirectly, consciously or unconsciously, people have been using socio-cultural resources. There are tourist attractions that has long been recognized by domestic and foreign tourists in disaster-prone areas of Mount Merapi, in Umbulharjo and Kepuharjo village, Sleman, D.I.Y. There are special interest tourism such as tourist villages, national park, and post-disaster area. Although not a cultural tourism, the slopes of Mount Merapi inhabited by people who uphold the Javanese socio-cultural values. Perception, behavior, policies applied in tourism activities are influenced by the culture. Hence, what are the roles of socio-cultural resources for tourism development in Merapi Mount area? By knowing roles of socio-cultural resources in tourism development, hopefully stakeholders can make the best use of socio-cultural resources at the same time preserving it. Qualitative method used in this study, data collected by observation and depth interviews with 13 vocal figure in Umbulharjo and Kepuharjo Village. By using thematic descriptive analysis, researchers identified socio-cultural resources in each tourism activities. This research found 5 roles of socio-cultural resources in this tourism development, they are as branding, attractions, rules, institutional and development catalyst.