cover
Contact Name
Wakhidah Kurniawati
Contact Email
ruang@live.undip.ac.id
Phone
+6224-7460054
Journal Mail Official
ruang@live.undip.ac.id
Editorial Address
Gedung A lantai 3, Departemen Perencanaan Wilayah dan Kota Universitas Diponegoro, Jl. Prof Soedarto, Tembalang, Kota Semarang, 50275
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Ruang
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : 18583881     EISSN : 23560088     DOI : 10.14710/ruang
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 185 Documents
Pelestarian Kampung Pecinan di Desa Karangturi, Kecamatan Lasem Brillian Syafiria; Nurini Nurini
Ruang Vol 4, No 1 (2018): Ruang
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (240.691 KB) | DOI: 10.14710/ruang.4.1.%p

Abstract

Karangturi Village, located in center of Lasem District is in a strategic location close to the pantura street and a large mosque in Lasem, the Jami 'Mosque has historical potential associated with traditional Lasem batik making, traditional cake making, and ancient building distribution. This is an advantage as well as a challenge for the government, because its location is at the center of activity prone to social and physical changes of the ancient buildings. Therefore, Kampung Pecinan in Karangturi Village needs to be preserved to be able to maintain the existence of the area. This study aims to identify efforts to conserve Kampung Pecinan in Karangturi Village. The methods used in this study is a quantitative method of scoring analysis techniques performed by experts. Scoring analysis conducted in the study aims to strengthen the description of the results of the analysis conducted to facilitate the identification of Kampung Pecinan buildings in Village Karangturi. The results of the assessment by legal experts on the feasibility of historic area and buildings, as well as community activities where three things deserve to be preserved with preservation forms for the region, 14 ancient buildings with preservation, and six ancient buildings with a form of preservation of restoration / rehabilitation, and preservation for community activities.
Pengaruh Kegiatan Komersial Terhadap Morfologi Kawasan Pecinan Kota Semarang Pranadya Galih Utama; Nurini Nurini
Ruang Vol 2, No 4 (2016): Ruang
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (221.943 KB) | DOI: 10.14710/ruang.2.4.233-242

Abstract

Kawasan Pecinan Semarang merupakan area permukiman bagi masyarakat etnik Cina yang berada di Kota Semarang. Masyarakat etnik Cina sangat identik dengan penggunaan bangunan rumah-toko sebagai kegiatan komersial sekaligus tempat tinggal. Dari kegiatan komersial yang terdapat pada kawasan Pecinan sendiri akan menimbulkan perubahan morfologi kawasan Pecinan sendiri, yang dapat dilihat dari sistem jalan penggunaan lahan, dan tipe bangunan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kegiatan komersial yang menggunakan bangunan permanen di kawasan Pecinan terhadap morfologi kawasan Pecinan berupa penggunaan lahan, pola jalan, dan tipe bangunan. Penelitian ini dilakukan dengan metode kualitatif dan menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif. Analisis deskriptif kualitatif dilakukan dengan mendeskripsikan kronologi perkembangan aktivitas komersial di kawasan Pecinan, dan bagaimana pengaruh terhadap morfologi kawasan Pecinan dilihat dari fisik kawasan yaitu penggunaan lahan, pola jalan, dan tipe bangunan. Hasil yang diperoleh dari penelitian tentang pengaruh kegiatan komersial yang menggunakan bangunan permanen di kawasan Pecinan terhadap morfologi kawasan Pecinan yaitu perubahan penggunaan lahan berbanding lurus dengan perubahan tipe bangunan yang dipengaruhi oleh kegiatan komersial yang menggunakan bangunan permanen dan peningkatan aktivitas komersial di kawasan Pecinan. Pola jalan hanya dipengaruhi dalam segi fisik jalan dengan masalah kemacetan yang ditimbulkan akibat kegiatan komersial yang menggunakan bangunan permanen di kawasan Pecinan. 
Hubungan Kerapatan Vegetasi dan Bangunan terhadap UHI (Urban Heat Island) di Kota Magelang Febriyan riyadi; sri rahayu
Ruang Vol 5, No 2 (2019): Ruang
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4482.83 KB) | DOI: 10.14710/ruang.5.2.83-93

Abstract

Urban Heat Island (UHI) adalah fenomena dimana suatu wilayah perkotaan lebih panas daripada wilayah disekitarnya. Faktor utama yang mempengaruhi terjadinya UHI adalah terjadinya konversi tutupan lahan vegetasi menjadi daerah terbangun akibat perkembangan kota. Hal tersebut mengakibatkan peningkatan suhu permukaan, dikarenakan kerapatan vegetasi yang berkurang dan meningkatnya kerapatan bangunan. Analisis yang digunakan adalah klasifikasi tak terbimbing untuk melihat perubahan tutupan lahan, analisis NDVI (Normalized Difference Vegetation Index) untuk mengetahui perubahan vegetasi, analisis NDBI (Normalized Difference Vegetation Index) untuk mengetahui perubahan kerapatan bangunan, serta menggunakan LST (Land Surface Temperature) untuk mengetahui suhu permukaan suatu kota dan OLS (Ordinary Least Square) merupakan permodelan regresi berganda pada aplikasi ArcGis  digunakan untuk mengetahui hubungan antar variabel tersebut. Hasil dalam penelitian ini menunjukkan bahwa suhu rata-rata Kota Magelang pada tahun 2000 sebesar 22,58°C meningkat menjadi 27,11°C pada tahun 2016. Artinya suhu rata-rata Kota Magelang mengalami kenaikan sebesar 4,53°C. Hubungan antara kerapatan bangunan (x1) dan kerapatan vegetasi (x2) terhadap suhu permukaan (y) diketahui melalui formula OLS yang dihasilkan yaitu Y= 5,61 X1 – 1,34 X2 + 2,4.Hal ini berarti jika kerapatan bangunan meningkat dan kerapatan vegetasi berkurang, maka suhu permukaan meningkat.
Identifikasi Karakteristik Aktivitas PKL di Tembalang Semarang Retno Widjajanti
Ruang Vol 2, No 3 (2016): Ruang
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ruang.2.3.731-740

Abstract

.
Karakteristik Aktivitas Pedagang Kaki Lima di Ruang Publik Kota pada Taman Tirto Agung, Kecamatan Banyumanik, Semarang Retno Widjajanti
Ruang Vol 4, No 2 (2018): Ruang
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (188.823 KB) | DOI: 10.14710/ruang.4.2.185-194

Abstract

Street vendors grow in urban areas, due to the narrowness of employment in the formal sector. Street vendors often occupy public spaces such as roadside, sidewalks, parks and fields. Ironically, the existence of street vendors is often considered the government as source of problem. One of them street vendors in the Taman Tirto Agung, Banyumanik District, street vendor activities growing in the sidewalks and parks. The existence of street vendors has changed the function of the park and degrade the visual quality of the space. Actually this problem arises because there is no exact location determination for street vendors by considering the characteristics of street vendors. The purpose of this research is to find activity characteristic of street vendor in Taman Tirto Agung. This research uses quantitative method. The results showed that the characteristics of street vendors in Taman Tirto Agung were influenced by diverse types of activity residential, commercial and recreation; a variety of merchandise that varies according to the needs of the surrounding community (raw materials, food/beverages, toys, services), means of trade is carts, tent carts, bicycles with baskets, car/motorcycle, umbrella table/tent tables), and time of activity (06.00-24.00) follow the time of regional activity (04.30-24.00).
Potensi Wisata Budaya di Kampung Batik Kauman Pekalongan Diah Intan Kusumo Dewi
Ruang Vol 2, No 2 (2016): Ruang
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ruang.2.2.571-580

Abstract

Pertumbuhan ekonomi mendorong peningkatan kegiatan perdagangan dan jasa sehingga dapat menarik investor untuk mengembangkan bisnis properti di pusat perkotaan, hal ini juga mempengaruhi kegiatan pelestarian di kawasan perkotaan. Kampung batik Kauman di kecamatan Pekalongan Timur merupakan kawasan permukiman kuno yang mengalami perubahan. Hal inilah yang mendorong penelitian ini untuk mengidentifikasikan potensi wisata budaya di kawasan kampung batik Kauman yang ada di kecamatan Pekalongan Timur, kota Pekalongan. Adapun sasaran dalam penelitian ini diantara lain mengidentifikasi bangunan bersejarah di kawasan kampung batik Kauman Pekalongan, menganalisis sejarah dan perkembangan kawasan kampung batik Kauman Pekalongan, dan menganalisis perkembangan sosial budaya Kawasan kampung batik Kauman Pekalongan.
Tingkat Pelestarian Kawasan Bersejarah Benteng Willem I Ambarawa Intan Muning Harjanti
Ruang Vol 2, No 4 (2016): Ruang
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (308.799 KB) | DOI: 10.14710/ruang.2.4.%p

Abstract

Kecamatan Ambarawa merupakan salah satu daerah di Kabupaten Semarang yang memiliki beberapa situs bersejarah, salah satunya adalah Kawasan Benteng Willem I. Kawasan bersejarah ini memiliki nilai keunikan tersendiri baik dari bentuk bangunan maupun sejarahnya. Dalam perkembangannya hingga saat ini, beberapa bangunan di Kawasan Benteng Willem I difungsikan sebagai Lapas dan asrama yang kepemilikan dan pengelolaannya ada pada TNI Angkatan Darat. Namun, kondisi faktual yang ada, semakin lama nilai sejarah yang ada di Kawasan ini semakin memudar. Hal ini dikarenakan belum adanya peraturan dan kebijakan khusus dari Pemerintah setempat untuk melestarikan kawasan bersejarah Benteng Willem I. Oleh karena itu perlu adanya kajian mengenai tingkat pelestarian kawasan bersejarah di Kawasan Benteng Willem I Ambarawa sebagai upaya pelestarian cagar budaya di Jawa Tengah khususnya di Ambarawa, Kabupaten Semarang. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, yaitu berdasarkan analisis dari data yang didapat dan berdasarkan teori pelestarian kawasan bersejarah. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi lapangan dan telaah dokumen. Hasil kajian dari penelitian ini menerangkan bahwa Kawasan Benteng Willem I Ambarawa ini layak untuk dilestarikan. Hal ini dapat dilihat dari estetika bangunan yang eksotik dengan arsitekural kolonial yang belum banyak perubahan serta peranan sejarah yang ada didalamnya.
Kajian Perubahan Morfologi Kampung Condet Sebagai Kawasan Cagar Budaya dan Buah-buahan Emmilia Sandy Leonita; Parfi Khadiyanto
Ruang Vol 4, No 1 (2018): Ruang
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (788.876 KB) | DOI: 10.14710/ruang.4.1.39-47

Abstract

The existence of the city related to the history of developments, current conditions, as well as the image of the city in the future. As part of the history, Kampung Condet, located in Kramat Jati, East Jakarta, was designated as the cultural and lands heritage area in accordance with Governor Decree No. D.I-7903/a/30/75. The occurrence of urbanization in Jakarta affecting Kampung Condet. Now, Kampung Condet has experienced numerous changes that also eliminate the identity of the cultural and land heritage area. The developments change the morphology of Kampung Condet. Based on these problems, this research aims to identify the morphological changes that occur in 2004 to 2016. This research uses qualitative descriptive spatial methods with five stages, i.e. identify Kampung Condet’s condition as thecultural and land heritage area, identify the figure ground, identifies the linkage, identify the place, and analyze the changing shape of morphology at 2004 to 2016. The results showed themorphology in Condet changing from of linear in 2004 into form of an octopus in 2016. Changes in the morphology due to land use change amounted to 36.87%. Land use in 2016 developed following the network approaching urban areas.
Kajian Pelestarian Kampung Pekojan Sebagai Kawasan Bersejarah di Kota Semarang Afina Kurniasari; Nurini Nurini
Ruang Vol 2, No 4 (2016): Ruang
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (218.591 KB) | DOI: 10.14710/ruang.2.4.283-292

Abstract

Kampung Pekojan adalah salah satu kampung kota yang memiliki peranan sejarah di kota Semarang. Sebagaimana Kampung Pekojan yang berdekatan dengan Kampung Pecinan telah mengalami perkembangan yang pesat, terutama pada aktivitas perdagangan dan jasa. Perkembangan aktivitas tersebut tentu berdampak pada perubahan bentuk bangunan visual. Untuk kondisi saat ini sudah mulai jarang ditemukan bangunan asli dan lebih banyak terlihat bangunan baru dari penduduk pendatang. Perkembangan aktivitas yang cepat dan pesat dikhawatirkan mengabaikan nilai historis sebagai bentuk warisan budaya dalam kampung kota. Dalam mengantisipasi sedini mungkin berkembangnya kegiatan dalam perubahan dan pemanfaatan fungsi kawasan dan bangunan maka diperlukan upaya pelestarian bangunan bersejarah di kawasan Kampung Pekojan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi permasalahan yang ada serta mengkaji permasalahan tersebut untuk memperoleh solusi yang berkaitan dengan upaya-upaya pelestarian warisan bersejarah sebagai bentuk pelestarian kota. Metode analisis yang akan digunakan pada penelitian ini yaitu analisis deskriptif kuantitatif, dengan teknik pengumpulan data secara primer yaitu kuisioner, wawancara, dan observasi lapangan serta pengumpulan data secara sekunder yaitu telaah dokumen. Dari analisis-analisis yang dilakukan maka dihasilkan upaya pelestarian kampung Pekojan sebagai kawasan bersejarah di Kota Semarang. Masjid Jami Pekojan termasuk kedalam bangunan dengan potensial tinggi dengan upaya pelestarian yaitu preservasi. Sedangkan upaya pelestarian non fisik yang dapat dilakukan yaitu dengan membangun hubungan yang baik antar tetangga serta menumbuhkan rasa cinta terhadap nilai kebudayaan agar dapat mempelajari dan mengajarkannya pada generasi penerus.
Persepsi Pengunjung Terhadap Tingkat Kenyamanan Alun-Alun Kabupaten Pemalang Galang Kahar Paningkat; Parfi Khadiyanto
Ruang Vol 5, No 2 (2019): Ruang
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (788.352 KB) | DOI: 10.14710/ruang.5.2.140-149

Abstract

Population growth rates and city development which is increasing drastically will increasingly improve urban services.Same time it will have a negative impact on the protection of nature so that in realizing a sustainable city, it is necessary to provide green open space as a counterweight to the environment. The form of green open space in urban areas is a parks. Pemalang Regency has a city park that is Pemalang Town Square. Public space meetings are a basic requirement. If there is no comfort in public spaces, it is difficult to see the needs of visitors in public spaces as users. the purpose of the study was to study the comfort level of Pemalang Town Square according to the perceptions of visitors. Visitors are taken as research objects because they are users of green open space, so their position is important as an evaluation of a planning program.The results of the study are the comfort level of Pemalang Town square based on the perceptions of visitors included in the convenient category. However, there are still aspects that still need to be improved to improve comfort such as lighting facilities in the park that are dim at night. 

Page 9 of 19 | Total Record : 185