cover
Contact Name
Wakhidah Kurniawati
Contact Email
ruang@live.undip.ac.id
Phone
+6224-7460054
Journal Mail Official
ruang@live.undip.ac.id
Editorial Address
Gedung A lantai 3, Departemen Perencanaan Wilayah dan Kota Universitas Diponegoro, Jl. Prof Soedarto, Tembalang, Kota Semarang, 50275
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Ruang
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : 18583881     EISSN : 23560088     DOI : 10.14710/ruang
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 190 Documents
HOUSEHOLDS’ ADAPTATION TO INFRASTRUCTURE DEFICIT IN ILE-IFE, NIGERIA Mobolaji, David Oluwasegun; Daramola, Oluwole; Popoola, Seun; Tajudeen, Oluwatobi
Ruang Vol 11, No 2 (2025): Ruang
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ruang.11.2.58-70

Abstract

In Nigeria, low quality of life is an indication of failure in infrastructure provision by government. Households therefore adapt as a coping strategy to infrastructure deficit in Ile-Ife, one of the traditional cities in Nigeria. Using multistage sampling procedures, residential areas in Ile-Ife were stratified into developmental zones comprising the core, transition and suburban. Due to homogeneity in each zone, one residential area was randomly selected in each of the three zones from which 117 residential buildings were systematically selected. Target respondent for questionnaire administration was any household member above 18 years of age from each selected building. Findings from the study revealed that similarity exists in the level of household’s infrastructure deficit across the developmental zones. However, households’ adaptation to infrastructure deficit varied across the developmental zones as determined by socioeconomic characteristics such as income, although respondents in the suburban zone adapted more to infrastructure deficit than those in the core and transition zones. The study recommended that community-based organizations, philanthropists and international organisations should complement the effort of government in the provision of infrastructure across the three developmental zones.
URBAN RESIDENTIAL DENSITY AND OPEN DEFECATION IN OSOGBO, OSUN STATE, NIGERIA OLAYODE, Olayiwola; ADEDOTUN, David Oluwatoyin; OLAYODE, Chritiana
Ruang Vol 11, No 2 (2025): Ruang
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ruang.11.2.80-92

Abstract

The study examines the relationship between urban residential density and open defecation in Osogbo to provide a comprehensive database to develop guidelines for policy making.  Primary and secondary data sources were used to investigate information on the number of toilets available, places used for open defecation, and reasons for open defecation. A multi-stage sampling approach was adopted, which included stratification of Osogbo into three (3) residential density areas, followed by random selection of respondents in each sampled density.  Due to population variation of the residential density areas selected a proportionate sampling technique was used in selecting a sample size of 240 respondents using a ratio of 1:2:3.Differences in observations were tested with the Chi-square statistical technique, while the mean value was used to determine respondents’ reasons and places used for open defecation in the study area. Precisely, 54.2% of respondents were involved in open defecation in the high residential density areas, while 50% were involved in the low residential density areas. As high as 62.5% of respondents used open space for defecation in the medium residential density areas, while 50% and 37.5% of respondents used the same in the high and low residential density areas. Absence of toilet facility ranked as the highest reason for open defecation across the 3 residential density areas, with 58.3%, 43.7%, and 62.5% respondents in the high, medium, and low residential density areas. Multiple Analysis of Variance (MANOVA) shows that residential density has no significant relationship with the incidence of open defecation in the study area, with a P-value of .0670.There is a need for a vigorous campaign on the health implications of open defecation on the residents’ quality of life and the environment in general.
ANALISIS PENGARUH KERUSAKAN JALAN DI ADI SUMARMO, KECAMATAN KARTASURA TERHADAP KENYAMANAN PENGGUNA JALAN Rahmawati, Annisa Aulia; Nanggraeni, Priyadita Dewi; Tuzahra, Azti Fatima
Ruang Vol 11, No 2 (2025): Ruang
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ruang.11.2.71-79

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kerusakan jalan terhadap kenyamanan pengguna jalan di Jalan Adi Sumarmo, Kecamatan Kartasura, Jawa Tengah. Hal ini diperoleh berdasarkan pendapat responden yang terdiri dari masyarakat sekitar lokasi penelitian dan pengguna Jalan Adi Sumarmo. Pada penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitaif dengan metode pengujian hipotesis. Untuk menentukan jumlah sampel dari populasi pengguna jalan yang tidak dapat diketahui secara pasti, penelitian ini menggunakan teknik accidental sampling dan berhasil memperoleh data dari 100 responden. Kemudian data dianalisis menggunakan analisis regresi linier sederhana dan korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerusakan jalan di Jalan Adi Sumarmo Kecamatan Kartasura mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kenyamanan pengguna jalan. Analisis statistik menunjukkan nilai koefisien korelasi Spearman sebesar 0,612 dengan P-Value 0,000, yang mengindikasikan hubungan positif dan kuat antara kedua variabel. Mayoritas responden (76%) menyatakan setuju atau sangat setuju bahwa jalan tersebut mengalami kerusakan, dan hasil analisis regresi linear sederhana memperkuat penelitian ini dengan koefisien regresi sebesar 0,6652. Dari hasil analisis statistik tersebut, dapat dikatakan bahwa kerusakan di Jalan Adi Sumarmo terbukti memiliki pengaruh nyata terhadap kenyamanan pengguna jalan
PERAN BUS RAPID TRANSIT DALAM MEWUJUDKAN RANCANG KOTA BERKELANJUTAN DI KOTA SEMARANG Tsanavaro, Fildzha Rafensca; Wungo, Grandy Loranessa
Ruang Vol 11, No 2 (2025): Ruang
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ruang.11.2.93-101

Abstract

Pertumbuhan populasi perkotaan meningkatkan permintaan layanan transportasi. Saat ini mobilitas di Kota Semarang didominasi oleh penggunaan kendaraan pribadi. Adanya Bus Rapid Transit (BRT) di Semarang Barat dan Utara diperuntukkan untuk mengatasi tantangan transportasi perkotaan dan mendorong desain kota yang berkelanjutan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi dan menganalisis elemen-elemen prioritas desain kota yang dapat mempengarhui bentuk kota berkelanjutan dengan adanya sistem BRT di Semarang Barat dan Semarang Utara. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kuantitatif dengan pengumpulan data primer melalui observasi lapangan dan penyebaran kuisioner, serta data sekunder melalui kajian literatur penelitian terdahulu serta dokumen-dokumen perencanaan. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis statistik deskriptif, analisis spasial, dan Analytical Hierarchy Process (AHP) sehingga dapat diketahui prioritas aksi dalam pemenuhan elemen desain kota untuk mendukung perwujudan bentuk kota berkelanjutan melalui sektor transportasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengguna rutin BRT di Semarang Barat dan Utara hanya sekitar 27%. Untuk meningkatkan minat penggunaan BRT oleh masyarakat, perlu adanya peningkatan aksesibilitas dan pemenuhan sarana dan prasarana pendukung layanan BRT dengan dilakukan intervensi terhadap tiga elemen rancang kota yang berkaitan, yaitu jalur pejalan kaki, sirkulasi dan parkir, serta penanda sebagai pendukung dalam kebutuhan elemen dasar desain yang dapat membantu mewujudkan bentuk kota berkelanjutan.
PENILAIAN KEGIATAN AGROWISATA DI KAMPUNG JAMBU KRISTAL KOTA SEMARANG Pertiwi, Natania Nysa; Yuliastuti, Nany
Ruang Vol 11, No 2 (2025): Ruang
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ruang.11.2.50-57

Abstract

Kampung Jambu Kristal merupakan kampung tematik berbasis agrowisata yang terletak di Kelurahan Wates, Kota Semarang. Kampung ini memiliki potensi sebagai wisata edukatif berbasis pertanian yang dapat mendukung ekonomi kreatif dan urban farming. Penelitian ini bertujuan untuk menilai tingkat kinerja kegiatan agrowisata di Kampung Jambu Kristal dan menganalisis aspek yang perlu ditingkatkan. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dengan teknik pengumpulan data melalui kuesioner, observasi lapangan, dan telaah dokumen. Penentuan sampel dilakukan secara purposive kepada 33 responden yang merupakan pengelola kegiatan agrowisata. Analisis data dilakukan menggunakan metode skoring dan pembobotan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kinerja agrowisata tergolong cukup baik dengan skor total 1616. Secara rinci, aspek sarana prasarana (skor 1,74) dan manfaat ekonomi masyarakat (skor 1,98) berada pada kategori buruk, sedangkan aspek SDM pengelola (2,16), kelembagaan (2,27), dan peran stakeholder (2,53) tergolong cukup baik. Berdasarkan temuan ini, diperlukan peningkatan pada aspek fisik seperti infrastruktur pendukung dan aksesibilitas, serta perbaikan aspek ekonomi melalui penguatan kelembagaan dan dukungan stakeholder guna meningkatkan keberlanjutan kinerja agrowisata dan kesejahteraan masyarakat.
Climate Change Adaptation and Mitigation: The Informal Sector’s Experience in Ile-Ife, Nigeria Joseph Igharo; Kelvin Olofu; Oluwatobi Tajudeen; Peter Oyelere; Albert Abegunde
Ruang Vol 12, No 1 (2026): Ruang
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ruang.12.1.17-29

Abstract

Climate change increasingly threatens urban livelihoods, particularly within the informal sector, which often lacks institutional protection and adaptive capacity. Despite the importance of the informal economy in Nigerian cities, limited research has examined how informal sector operators perceive and respond to climate-related risks. This study explored how the informal sector activities are interacting with the climate change mitigation and adaptation strategies in Ile-Ife, Nigeria. A multi-stage sampling technique was employed to select 131 informal sector operators across three residential density zones (core, transition, and suburban areas). Data were collected through structured questionnaires and analyzed using descriptive statistical techniques including frequencies and percentages. The findings revealed that 61.8% of respondents experienced climate-related disruptions to their business activities, mainly due to irregular rainfall, flooding, and heat waves. These disruptions resulted in reduced daily sales, financial losses, and health challenges. Although about 79.4% of respondents reported awareness of climate change, the depth of understanding and implementation of adaptation strategies remained low. The most common adaptation strategy was modification of business shelters, while institutional support and climate-related training were limited. The study conclude that climate change significantly affects informal sector activities in Ile-Ife, while institutional responses remain inadequate. The study therefore recommended that there is a need for the integration of informal sectors concerns in the local climate policy models, expansion of awareness and training programmes by the government and increased access to credit facilities to strengthen resilience and enhance sustainable living.
Transformasi Wilayah Pesisir Kaliwungu Akibat Pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus Kendal Muhammad Alfath Rizky Purnama; Mussadun Mussadun
Ruang Vol 12, No 1 (2026): Ruang
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ruang.12.1.1-16

Abstract

Pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kendal telah mendorong perubahan ruang pesisir Kecamatan Kaliwungu, terutama pada Desa Mororejo, Wonorejo, dan Krajankulon. Penelitian ini bertujuan menganalisis transformasi wilayah pesisir akibat KEK Kendal dari aspek tutupan lahan, sosial, dan ekonomi. Penelitian menggunakan pendekatan mixed-methods dengan Pre-Post Analysis pada periode 2014 dan 2024. Perubahan tutupan lahan dianalisis melalui overlay dan cross-tabulation berbasis Sistem Informasi Geografis, sedangkan hubungan faktor sosial-ekonomi terhadap pendapatan masyarakat diuji menggunakan SEM-PLS terhadap 99 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wilayah pesisir mengalami pergeseran dari kawasan agraris-tambak menuju kawasan industri dan peri-urban. Luas tambak berkurang 644,41 hektar atau 41,80%, pertanian berkurang 139,05 hektar atau 71,55%, sedangkan lahan terbangun meningkat 92,46 hektar atau 16,75%. Model SEM-PLS menjelaskan variasi pendapatan masyarakat sebesar R²=0,683, dengan tingkat pendidikan sebagai faktor paling dominan (koefisien 0,497, p<0,001), diikuti jenis pekerjaan (0,307, p<0,001). Temuan ini menunjukkan bahwa manfaat ekonomi KEK Kendal bergantung pada kemampuan masyarakat beradaptasi melalui pendidikan dan peralihan pekerjaan, sehingga pengembangan kawasan perlu disertai penguatan modal manusia dan pengendalian dampak lingkungan.
Analisis Kualitas Ruang Terbuka Hijau Publik Potensial Berdasarkan Elemen Kenyamanan Fisik di Kota Semarang Intan Muning Harjanti; Patrishia Sitorus; Salma Almira Hani; Keyra Jacinca
Ruang Vol 12, No 1 (2026): Ruang
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ruang.12.1.30-42

Abstract

Ruang Terbuka Hijau (RTH) publik merupakan salah satu komponen penting di perkotaan yang berfungsi sebagai penyeimbang perkembangan kota, termasuk di Kota Semarang. Dewasa ini, kebutuhan RTH publik tidak hanya menekankan pada fungsi ekologisnya saja, namun juga estetika visual dan kenyamanan elemen fisiknya.. Penelitian ini bertujuan menganalisis kualitas RTH publik berdasarkan elemen kenyamanan fisik di Kota Semarang. Pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif digunakan pada penelitian ini. Tahap pengumpulan data dilakukan secara sekunder (telaah dokumen) dan primer (wawancara, observasi). Tahapan awal penelitian dilakukan penentuan lokasi RTH publik unggulan di tiap kecamatan, dilanjutkan dengan penskoringan ketersediaan elemen fisik di seluruh lokasi RTH publik unggulan tersebut yang akan mengahasilkan lokasi yang paling potensial, selanjutnya dilakukan analisis kualitas pada RTH publik terpilih. Hasil analisis menunjukkan bahwa RTH publik paling potensial di Kota Semarang adalah Taman Tirto Agung yang terletak di Kecamatan Banyumanik. Sedangkan hasil analisis kualitas menyimpulkan bahwa kualitas elemen kenyamanan fisik di Taman Tirto Agung berdasarkan aspek aksesibilitas dan aspek aktivitas berkualitas cukup baik, dan berdasarkan aspek fasilitas berkualitas baik. Hasil penelitian ini dapat menjadi rekomendasi bagi pemerintah Kota Semarang dalam pengembangan RTH publik, secara lokasi maupun peningkatan kualitasnya
Pendekatan Nature-based Solutions dalam Meningkatkan Ketahanan Jaringan Jalan dan Drainase di Kawasan Permukiman Pesisir terhadap Banjir Rob (Studi Kasus: Desa Sriwulan, Kecamatan Sayung) Tiaranoor Andolia; Dewi Ilma Mustafidah; Jamilla Kautsary; Eppy Yuliani
Ruang Vol 12, No 1 (2026): Ruang
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ruang.12.1.55-66

Abstract

Desa Sriwulan di Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, merupakan kawasan pesisir yang sangat rentan terhadap banjir rob akibat kombinasi kenaikan muka air laut, penurunan muka tanah, dan karakteristik topografi dataran rendah. Kondisi ini berdampak signifikan terhadap kinerja jaringan jalan dan sistem drainase yang sebagian besar masih dibangun dengan pendekatan struktural konvensional dan bersifat reaktif. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kondisi eksisting jaringan jalan dan drainase serta merumuskan strategi peningkatan ketahanannya melalui pendekatan Nature-based Solutions (NbS). Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi kasus melalui observasi lapangan, wawancara, dan Focus Group Discussion (FGD), yang dianalisis secara deskriptif dengan mengacu pada kerangka CRM–NbS toolkit. Kondisi yang ada di Desa Sriwulan jaringan jalan dan drainase selalu rusak diterpa oleh ombak laut setiap tahunnya. Dalam penelitian ini ditemukan adaptasi jalan dan drainase yang sudah menggunakan pendekatan Nature-based Solutions (NbS). Temuan ini antara lain pembuatan talud dengan bahan bambu untuk melindungi jalan, dan penanaman mangrove di sekitar drainase. Pendekatan NbS dinilai mampu meningkatkan ketahanan infrastruktur secara adaptif, berkelanjutan, dan inklusif, sehingga berpotensi menjadi model bagi kawasan pesisir lain dengan karakteristik serupa.
Analisis Pola Persebaran Dan Keterjangkauan Pusat Kesehatan Masyarakat Di Kota Banjar Dengan Analisis Buffering Dan Near Neighbour Analysis Muhammad Wijdan Tiyasa; Mochamad Miftah Fauzan; Setya Hafizh Nugraha
Ruang Vol 12, No 1 (2026): Ruang
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ruang.12.1.43-54

Abstract

Penelitian ini menganalisis pola distribusi dan aksesibilitas Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) di Kota Banjar menggunakan Nearest Neighbor Analysis (NNA) dan metode zona penyangga. Data diperoleh dari sumber sekunder resmi dari pemerintah Kota Banjar. Analisis Tetangga Terdekat mengungkapkan distribusi Puskesmas yang sebagian besar seragam, dengan nilai rasio 1,63 dan skor-z 3,84, yang menunjukkan bahwa fasilitas tersebar secara spasial tanpa pengelompokan yang signifikan. Analisis penyangga, dengan menerapkan radius 3.000 meter sesuai dengan standar nasional, menunjukkan bahwa sebagian besar wilayah pemukiman berada dalam zona cakupan pusat-pusat kesehatan ini, meskipun bagian selatan dan barat daya kota tertentu tetap berada di luar area layanan optimal. Penggunaan teknik sistem informasi geografis (SIG) dalam studi ini memberikan representasi spasial yang komprehensif dari distribusi dan cakupan Puskesmas di Kota Banjar. Studi ini menawarkan wawasan penting untuk perencanaan perawatan kesehatan perkotaan dan alokasi sumber daya.