cover
Contact Name
Wakhidah Kurniawati
Contact Email
ruang@live.undip.ac.id
Phone
+6224-7460054
Journal Mail Official
ruang@live.undip.ac.id
Editorial Address
Gedung A lantai 3, Departemen Perencanaan Wilayah dan Kota Universitas Diponegoro, Jl. Prof Soedarto, Tembalang, Kota Semarang, 50275
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Ruang
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : 18583881     EISSN : 23560088     DOI : 10.14710/ruang
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 185 Documents
Konektivitas Multimoda Pada Halte Bus Rapid Transit di Kota Yogyakarta Refli Widianto; Anita Ratnasari Rakhmatullah; Diah Intan Kusumo Dewi
Ruang Vol 9, No 2 (2023): Ruang
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ruang.9.2.62-71

Abstract

Sistem transportasi merupakan kombinasi beberapa bidang yang bersifat kompleks dan perlu adanya penyelarasan dengan perencanaan perkotaan dalam mendukung pembangunan yang berkelanjutan. Respon stakeholder terhadap isu mobilitas perkotaan berkelanjutan yakni melalui aplikasi sistem Bus Rapid Transit (BRT) dengan kombinasi halte, kendaraan, pelayanan, dan rute jalur moda transportasi yang menjadi satu sistem yang terintegrasi. Namun, dalam penerapan sistem BRT tetap menghadapi hambatan yang menyebabkan daya tarik masyarakat terhadap penggunaan transportasi umum berubah menuju pada penggunaan kendaraan pribadi. Dalam implementasi transportasi massal penting untuk memerhatikan konektivitas multimoda yang berkorelasi terhadap pengguna dari angkutan massal. Konektivitas mampu mempermudah mobilitas masyarakat melalui perluasan kawasan layanan angkutan umum berdasarkan asal dan tujuan perjalanan pengguna. Penelitian ini untuk mengetahui kemudahan titik perpindahan berdasarkan pola jaringan jalan pada Transjogja. Metode yang digunakan metode kualitatif melalui analisis deskriptif dan buffer untuk mengidentifikasi atribut yang memengaruhi keterjangkauan halte serta karakteristik persimpangan yang terdapat pada kawasan halte BRT di Kota Yogyakarta. Hasil yang didapatkan berupa dominasi simpang 3 pada kawasan sekitar halte transit yang memberikan fleksibilitas perjalanan serta minimnya konflik persimpangan. Konektivitas multimoda pada halte transit mayoritas bersifat homogen atau sama secara keseluruhan dengan indikasi regresifnya penggunaan BRT.
Analisis Faktor Prioritas Pengembangan Kawasan Wisata Pantai Teluk Lombok Desa Sangkima Kecamatan Sangatta Selatan Melalui Konsep Community Based Tourism (CBT) Muhammad Ilham Febrian Nuur; Ariyaningsih Ariyaningsih; Nadia Almira Jordan
Ruang Vol 9, No 2 (2023): Ruang
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ruang.9.2.103-109

Abstract

Salah satu objek wisata di Kabupaten Kutai Timur yang sekarang masih kurang diketahui oleh banyak masyarakat luar daerah namun memiliki potensi ialah Pantai Teluk Lombok . Pantai Teluk Lombok memiliki beberapa daya tarik yang dapat dikembangkan yaitu keindahan alam seperti pasir kuning, biota terumbu karang, dan dermaga yang menjorok ke laut sebagai tempat bersantai. Berdasarkan wawancana dengan masyarakat sekitar diketahui bahwa wisata ini masih dikelola secara swadaya oleh masyarakat, sehingga dapat menjadi salah satu sumber pendapatan bagi masyarakat. Sampai tahun 2020 belum adanya program dan pembinaan pemerintah yang dilakukan untuk meningkatkan jumlah pengunjung wisata yang nantinya dapat berdampak terhadap pengembangan kawasan wisata dan kurangnya pengelolaan juga pemberdayaan masyarakatnya dari dari segi promosi serta organisasi menjadikan wisatawan semakin lama semakin berkurang . Satu-satunya hiburan pada kawasan Pantai Teluk Lombok adalah berupa banana boat, yang dapat ditemukan di objek wisata lain dan tidak mencirikan karakteristk spesifik dari pantai tersebut. Belum adanya karakteritik hiburan yang unik dan berbeda dari wisata lain, sehingga manajemen promosi yang dilakukan belum maksimal. Adapun tujuan dari penelitian ini ialah untuk menganalisis Faktor Prioritas Pengembangan Kawasan Wisata Pantai Teluk Lombok Desa Sangkima Kecamatan Sangatta Selatan Melalui Konsep Community Based Tourism  (CBT). Penelitian ini menggunakan Analisis Delphi untuk menentukan faktor-faktor prioritas perkembangan wisata berbasis Community Based Tourism (CBT). Hasil dari analisis Delphi ini ialah terdapat 9 faktor prioritas dimana terdiri dari ekonomi, sosial, lingkungan, atraksi, dukungan pemerintah, dukungan komunitas lokal, sarana prasarana, pemanfaatan dana dan citra kawasan. Faktor ini selanjutnya diskoring berdasarkan tingkat kepentingannya. Didapatkanlah Terdapat tujuh skala prioritas yang didapatkan melalui hasil skoring, untuk prioritas pertama faktor yang harus dikembangkan ekonomi dan peningkatan sarana prasarana, kedua lingkungan, ketiga dukungan pemerintah, keempat atraksi, kelima dukungan komunitas lokal, keenam pemanfaatan dana dan ketujuh citra kawasan.Kata kunci: Community Based Tourism, Analisis Delphi,Wisata Pantai
Analisis Elemen Citra Kota yang Berpengaruh Terhadap Peningkatan Dimensi Smart Branding pada Penerapan Konsep Smart City di Kota Balikpapan Meydheana Wahyudhi; Devi Triwidya Sitaresmi
Ruang Vol 9, No 2 (2023): Ruang
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ruang.9.2.110-118

Abstract

SmartCityyaitukonsepkotauntuk mengatasipermasalahanperkotaanmelalui penerapan teknologi dengan dimensi smart governance, smart economy, smartliving,smartsociety,smartenvironment,dansmartbranding.Konsepcitybranding sebagai salah satu upaya untuk membentuk daya saing kota dimana hal tersebut merupakan halyang diperlukan dalam pengembangan kota seperti pengembangan ekonomi dan daya saing daerah. Untuk dapat menerapkan citybranding,dapatdilakukanmelaluipenerapankonsepsmartcitymengingatterdapatdimensismartbranding yang bertujuan meningkatkan daya saing daerah melalui peningkatan brand value suatu kota.Kota Balikpapan sebagai salah satukotayanginginmewujudkan perekonomian kokoh berdasarkanarahanRPJMD Kota Balikpapan Tahun 2020-2024, perlu adanya peningkatanbrandvalue yang dapatditerapkan melalui penerapan konsep smart city melalui dimensi smart branding. Tujuan penelitian untuk mengetahui elemen citra kota yang berpotensi untuk meningkatkan smart branding Kota Balikpapan. Penelitian ini menggunakanpendekatanrasionalistikdenganmetodeskoringdan untukmengetahui variabel yang potensial untuk dikembangkan dalam smart branding. Analisis Delphiuntuk mengetahui variabel yang berpengaruh terhadap peningkatan smart branding di Kota Balikpapan.Hasil studi menemukan bahwa elemen citra kota yang paling berpotensi untuk meningkatkan smart branding Kota Balikpapan yaitu landmark,district, dan nodesSmartCityyaitukonsepkotauntuk mengatasipermasalahanperkotaanmelalui penerapan teknologi dengan dimensi smart governance, smart economy, smartliving,smartsociety,smartenvironment,dansmartbranding.Konsepcitybranding sebagai salah satu upaya untuk membentuk daya saing kota dimana hal tersebut merupakan halyang diperlukan dalam pengembangan kota seperti pengembangan ekonomi dan daya saing daerah. Untuk dapat menerapkan citybranding,dapatdilakukanmelaluipenerapankonsepsmartcitymengingatterdapatdimensismartbranding yang bertujuan meningkatkan daya saing daerah melalui peningkatan brand value suatu kota.Kota Balikpapan sebagai salah satukotayanginginmewujudkan perekonomian kokoh berdasarkanarahanRPJMD Kota Balikpapan Tahun 2020-2024, perlu adanya peningkatanbrandvalue yang dapatditerapkan melalui penerapan konsep smart city melalui dimensi smart branding. Tujuan penelitian untuk mengetahui elemen citra kota yang berpotensi untuk meningkatkan smart branding Kota Balikpapan. Penelitian ini menggunakanpendekatanrasionalistikdenganmetodeskoringdan untukmengetahui variabel yang potensial untuk dikembangkan dalam smart branding. Analisis Delphiuntuk mengetahui variabel yang berpengaruh terhadap peningkatan smart branding di Kota Balikpapan.Hasil studi menemukan bahwa elemen citra kota yang paling berpotensi untuk meningkatkan smart branding Kota Balikpapan yaitu landmark,district, dan nodes
Kesesuaian Kawasan Agroindustri Berbasis Produk Pertanian Unggulan di Kecamatan Kejajar Kabupaten Wonosobo Riyan Hidayat; Bayu Argadyanto Prabawa
Ruang Vol 9, No 2 (2023): Ruang
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ruang.9.2.91-102

Abstract

Kecamatan Kejajar merupakan salah satu kecamatan yang berada di Kabupaten Wonosobo yang memiliki potensi unggulan pada sektor pertanian. Namun dengan potensi pertanian yang ada dalam pemanfaatannya masih kurang optimal yang dilihat dari masih banyaknya pengangguran serta penduduk miskin. Salah satu cara untuk mengembangkan sektor pertanian yaitu dengan konsep pengembangan agroindustri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa komoditas pertanian unggulan serta menentukan lokasi yang dapat dijadikan sebagai kawasan agroindustri berdasarkan komoditas pertanian unggulan. Metode dalam penelitian ini yaitu menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Teknik analisis yang digunakan yaitu meliputi perhitungan Location Quotient dan Shift Share untuk menentukan komoditas pertanian unggulan, serta menggunakan metode overlay peta yang digunakan untuk menentukan lokasi agroindustri. Analisis menunjukan bahwa bahwa pertanian unggulan di Kecamatan Kejajar yaitu pertanian kentang, bawang merah, kubis, kacang merah dan pepaya. Sedangkan lokasi yang sesuai dijadikan sebagai kawasan agroindustri yaitu berada di Desa Serang dan Desa Tambi.
Keberadaan Pedagang Kaki Lima sebagai Activity Support di Kawasan Stadion Manahan, Kota Surakarta Danti Wiyatrini; Sya'ban Wildan Syah Alam; Murtanti Jani Rahayu
Ruang Vol 9, No 2 (2023): Ruang
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ruang.9.2.82-90

Abstract

PKL (Pedagang Kaki Lima) dianggap sebagai sumber permasalahan di perkotaan. Meskipun PKL memiliki manfaat dan keluwesan dalam menyerap potensi ketenagakerjaan, namun keberadaannya di tengah ruang publik seringkali menimbulkan masalah seperti penurunan kualitas lingkungan dan visual ruang. Padahal setiap orang memiliki hak akses yang sama dan bebas, termasuk PKL sebagai penghuni kota juga memiliki hak dan akses yang sama dengan warga kota lainnya dalam menggunakan ruang publik. PKL dikategorikan termasuk dalam activity support, dan harus diakomodasi sehingga fungsinya dalam ruang dapat dirasakan oleh masyarakat serta tidak menimbulkan tantangan bagi ruang perkotaan. Pengelolaan PKL di Kota Surakarta, khususnya di Kawasan Stadion Manahan telah menerima bentuk penataan melalui penyediaan selter berdagang bagi PKL di sekitar stadion. Keberadaan PKL sebagai activity support di Kawasan Stadion Manahan diduga memberikan dampak dan manfaat bagi pusat aktivitas di kawasan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak keberadaan PKL sebagai activity support di kawasan Stadion Manahan, tepatnya pada Jalan Menteri Supeno dan Jalan K.S. Tubun. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis deskriptif untuk menggambarkan secara sistematis fakta dan karakteristik PKL sebagai activity support yang diteliti secara tepat, serta dampaknya dalam ruang publik. Hasil menemukan bahwa keberedaan PKL memberikan sebuah kemudahan bagi masyarakat yang beraktivitas di sekitar kawasan dengan menyediakan kebutuhan seperti masyarakat untuk tempat beristirahat dan bersantai setelah berolahraga di kawasan Stadion Manahan. PKL juga mendukung kegiatan dari pusat-pusat aktivitas dengan menjadi daya tarik tersendiri bagi kawasan tersebut. Serta keberadaan PKL menjadi penghubung antar pusat aktivitas.
Elemen Desain yang Adaptif terhadap Kebijakan Adaptasi Kebiasaan Baru Pandemi COVID-19 di Kawasan Alun-Alun Klaten Santoso, Ersan Putro; Suwandono, Djoko
Ruang Vol 10, No 1 (2024): Ruang
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ruang.10.1.37-47

Abstract

Pandemi COVID-19 merupakan bencana skala global sejak tahun 2020 yang melahirkan perilaku baru bagi masyarakat dengan mengharuskan adanya protokol kesehatan : menjaga jarak, memakai masker, dan rajin mencuci tangan. Ruang publik merupakan ruang yang masih dikunjungi oleh banyak orang di masa pandemi, salah satunya Alun-Alun Klaten. Banyak ruang publik didesain dengan prinsip close (dekat) dan closure (tertutup). Prinsip tersebut saat pandemi ternyata bertentangan dengan kebijakan protokol kesehatan sehingga diperlukan penyesuaian. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengidentifikasi penerapan elemen desain di Kawasan Alun-Alun Klaten yang adaptif terhadap Kebijakan Adaptasi Kebiasaan Baru Pandemi COVID-19. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan teknik analisis statistik deskriptif dan skoring. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi lapangan dan studi dokumen. Teknik sampling yang digunakan adalah berupa accidental sampling dengan ukuran sampel sejumlah 865 sampel. Penelitian ini dilakukan dengan menganalisis aktivitas pengguna dan kesesuaian elemen desain terhadap protokol kesehatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa elemen desain di Alun-Alun Klaten berupa bangku taman, jalur pedestrian, bangunan pedagang kaki lima, dan tempat cuci tangan belum mampu mewadahi aktivitas pengguna di tengah kondisi Pandemi COVID-19. Oleh karena itu, Alun-Alun Klaten perlu menerapkan flexible design terhadap elemen desain yang sudah ada dengan melakukan penyesuaian desain sesuai prinsip protokol kesehatan. Kata kunci: Aktivitas pengguna; Elemen desain; Protokol kesehatan.
Pengaruh Sentra Industri Kecil Somber Terhadap Kondisi Sosial-Ekonomi di Kelurahan Muara Rapak, Balikpapan Safitri, Febi; Triwidya Sitaresmia, Devi
Ruang Vol 10, No 1 (2024): Ruang
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ruang.10.1.27-36

Abstract

Penelitian ini mengkaji dampak sosio-ekonomi dari Pusat Industri Kecil Somber (SIKS) terhadap komunitas lokal di Muara Rapak, Balikpapan. Studi ini berfokus pada penilaian pengaruh SIKS terhadap berbagai aspek sosial dan ekonomi masyarakat, terutama mengingat kedekatannya dengan area permukiman dalam radius kurang dari 2 km. Pendirian SIKS telah mendapatkan perhatian signifikan dari Pemerintah Kota Balikpapan karena perannya yang potensial dalam mendorong pertumbuhan ekonomi di kota tersebut. Makalah ini menyelidiki fase sebelum dan sesudah pendirian SIKS dari tahun 1998 hingga sekarang untuk menentukan dampaknya terhadap penggunaan lahan, kondisi kesehatan akibat polusi lingkungan, generasi pendapatan, dan mata pencaharian. Dengan menggunakan metode analisis skoring dengan skala penilaian, penelitian ini mengidentifikasi perubahan nyata dalam kondisi sosio-ekonomi komunitas sekitar, mendokumentasikan pergeseran dalam struktur sosial dan kesejahteraan ekonomi. Temuan menunjukkan bahwa sebelum pendirian SIKS, area tersebut sebagian besar adalah lahan hutan yang belum dikembangkan dengan aktivitas sosio-ekonomi minimal, berbeda jauh dengan kontribusi sosio-ekonomi signifikan yang diamati setelah pendirian. Studi ini menekankan peran kritis pusat industri lokal dalam membentuk pengembangan regional dan menyoroti interaksi kompleks antara pertumbuhan industri dan kesejahteraan komunitas. Kata Kunci: Dampak Ekonomi, SIKS, Kondisi Sosial, Pengembangan Komunitas, Muara Rapak
Pola Pengelolaan Sampah Berdasarkan Persepsi Masyarakat Di Permukiman Atas Air Kelurahan Klandasan Ilir Balikpapan Kota Sofyar, Nadia Larasati; Yorika, Rahmi
Ruang Vol 10, No 1 (2024): Ruang
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ruang.10.1.17-26

Abstract

Berdasarkan Instrumen Strategi Sanitasi Kota tahun 2021 sampah yang telah dihasilkan oleh masyarakat di Kelurahan Klandasan Ilir adalah sebanyak 5.316 ton sampah, dan terdapat jumlah sampah tidak terkelola sebesar 31,07%. Permasalahan yang terdapat di Permukiman Atas Air adalah masyarakat  melakukan penumpukan sampah skala Domestik, kurangnya kesadaran masyarakat pada kondisi lingkungan, dan tidak ada sistem pengelolaan pemilahan sampah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berpengaruh terhadap sistem pengelolaan sampah berdasarkan persepsi masyarakat di permukiman atas air Kelurahan Klandasan Ilir. Metode analisis yang digunakan berupa analisis deskriptif dan analisis faktor. Berdasarkan hasil penelitian, diketahui karakteristik sistem pengelolaan sampah di permukiman atas air Kelurahan Klandasan Ilir tidak memiliki organisasi pengelolaan sampah yang terbentuk, pada 7 RT tidak ada yang melakukan pemilahan sampah, RT 28, RT 29, RT 32, RT 36, RT 50, dan 59 melakukan pewadahan sampah berupa kantung plastik dan RT 30 melakukan pewadahan sampah berupa bak sampah, dari 7 RT hanya RT 30 yang melakukan pengumpulan sampah di TPS, untuk pengangkutan sampah seluruh RT telah terlayani oleh jasa pengangkutan sampah oleh pemerintah, seluruh RT telah dilakukan kegiatan yang dilakukan pemerintah, dari 7 RT hanya RT 30 yang melakukan pemungutan retribusi swadaya, berdasarkan kegiatan pengelolaan seluruh RT berupa kerja bakti, berdasarkan kebiasaan masyarakat seluruh RT aktif dalam kegiatan pengelolaan sampah, berdasarkan sikap positif dari 7 RT hanya RT 30 yang memiliki tempat sampah, berdasarkan bentuk keperdulian bahwa masyarakat di RT 28, RT 30, RT 36, RT 50, dan RT 59 sudah cukup baik dalam menjaga kebersihan lingkungan. Faktor yang berpengaruh signifikan berdasarkan persepsi masyarakat adalah pewadahan sampah, pengumpulan sampah, kegiatan pengelolaan sampah, keperdulian terhadap sampah, dan sikap positif.Kata kunci: Pengelolaan sampah, Permukiman Atas Air, Persepsi Masyarakat
Evaluasi Pasar Tradisional Modern Barabai Sebagai Pasar Regional di Kabupaten Hulu Sungai Tengah Nisa, Noviyatun; Maria Caesarina, Hanny; Achmad Priyadharma, Andi
Ruang Vol 10, No 1 (2024): Ruang
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/halal.v%vi%i.15606

Abstract

Pasar Tradisional Modern Barabai merupakan pasar agrobisnis yang terbesar di Kabupaten Hulu Sungai Tengah dilihat dari luas lokasi dan jumlah pedagang yang ada di pasar yang juga melayani wilayah sekitarnya. Meskipun demikian lapak-lapak yang disediakan di dalam Pasar Tradisional Modern Barabai masih belum digunakan dengan maksimal oleh pedagang dan mengakibatkan masih banyaknya pedagang yang berjualan di luar bangunan gedung pasar.  Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan mengevaluasi pasar agrobisnis modern Barabai sebagai pasar regional berdasarkan standar pasar rakyat dan pola perilaku pengguna. Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif yang dilakukan untuk mendapatkan gambaran atau deskripsi terkait dengan kondisi Pasar Agrobisnis Modern Barabai secara langsung dan dianalisis dengan metode triangulasi. Hasil analisis evaluatif standar persyaratan teknis dan persyaratan pengelola pasar rakyat tipe I menunjukkan bahwa pada Pasar Tradisional Modern Barabai memiliki 52% ruang kawasan yang memenuhi standar dan yang tidak memenuhi standar sebesar 48%. Dapat disimpulkan bahwa pasar tradisional modern Barabai belum memenuhi standar dan memerlukan strategi pengembangan yang tepat ke depannya. Kata kunci: Pasar Rakyat; Regional; evaluasi
Pemodelan Banjir Rob di Kota Pekalongan Firmansyah, Romi; Rahayu, Sri
Ruang Vol 10, No 1 (2024): Ruang
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ruang.10.1.48-59

Abstract

Kota Pekalongan merupakan salah satu kota di kawasan Pantura yang sering mengalami banjir rob setiap tahunnya. Keadaan tersebut diperparah oleh adanya fenomena kenaikan muka air laut global dan penurunan muka tanah. Fokus penelitian ini adalah untuk membangun model banjir rob pada masa mendatang dan menganalisis tutupan lahan terdampak prediksi banjir rob. Prediksi banjir rob disimulasikan menggunakan pemodelan berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG). Pemodelan dibangun dengan mengolah data ketinggian muka tanah dan kenaikan muka air laut pada tahun prediksi 2037 dan 2067. Selanjutnya prediksi banjir rob terebut dilakukan overlay dengan data tutupan lahan Kota Pekalongan untuk mengetahui luas dan jenis tuutpan lahan terdampak. Berdasarkan skenario tahun prediksi 2037, dengan ketinggian rob yaitu 1,85 m, diketahui bahwa tutupan lahan terdampak banjir rob terbesar adalah tambak diikuti oleh permukiman. Sedangkan pada tahun prediksi 2067 dengan tinggi banjir rob 2,63 m, diketahui bahwa banjir rob diprediksi meluas ke arah selatan kota dan tutupan terdampak terbesar adalah permukiman diikuti oleh tambak. Kata kunci: Banjir Rob; Pemodelan SIG; Tutupan Lahan