cover
Contact Name
Wakhidah Kurniawati
Contact Email
ruang@live.undip.ac.id
Phone
+6224-7460054
Journal Mail Official
ruang@live.undip.ac.id
Editorial Address
Gedung A lantai 3, Departemen Perencanaan Wilayah dan Kota Universitas Diponegoro, Jl. Prof Soedarto, Tembalang, Kota Semarang, 50275
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Ruang
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : 18583881     EISSN : 23560088     DOI : 10.14710/ruang
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 185 Documents
Core Area Housing Redevelopment in sub-Sahara Africa: Example of Ile-Ife, Nigeria Adewale Yoade; S A Olatunji
Ruang Vol 8, No 2 (2022): Ruang
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ruang.8.2.97-108

Abstract

In most nations of the third world, the large proportion of the cities are plagued with different multi dimmentional urban growth challenges. The problem of the central city slum and the required solution has some socioeconomic, technical, administrative and socio-cultural considerations. It is in this regard that this paper has attempted an examination of the housing redevelopment in Ile-Ife, Nigeria. Data for this study were derived through the use of questionnaire administered on 476 houses samples of household heass selected using systematic random sampling. Both descriptive and inferential statistics were utilized for this study. Findings established that the majority of the buildings was built more than 30 years ago in the study area. Also, the study revealed that most of the respondents earned less than #15,000 (less than $30) monthly while only few earned more than #15,000. The paper concluded that in urban renewal endeavors, there is need for planners to take into consideration the various socioeconomic and socio-cultural encumbrances if affected people will be meaningfully catered for.
The Development of Attraction in Natural Tourism Object “Agrowisata Taman Arum” in Sumber Sari Village Loa Kulu Sub-District Novi Anugraheni; Elin Diyah Syafitri; Devi Triwidya
Ruang Vol 8, No 2 (2022): Ruang
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ruang.8.2.58-67

Abstract

Agrowisata Taman Arum is one of the natural tourism objects in Sumber Sari Village, Loa Kulu Subdistrict. Attractions can develop if they have a tourist attraction where the attraction will encourage tourists to visit a tourist attraction. While natural tourism activities in Sumber Sari Village are hampered to develop because the tourist attraction that is owned by this village has not been well managed by the local community and tourism managers. One of the impacts is a decrease in the number of tourists each year by 52% from 2015 to 2019. Therefore, the purpose of this study is to analyze more deeply related to the natural attractions of Taman Arum Agro Tourism. The research analysis method used is a Likert-descriptive scale. The results obtained include the development of natural resource cultivation ((paddy agriculture and plantations), flora, customs / culture, water), the development of tourism activities (agro-tourism, shopping (picking / harvesting fruits and vegetables), and education), the development of hygiene management and tourism security to minimize problems caused by tourist trash, animals (intruders / destroyers), natural disasters (floods / landslides), disturbance to flora, fires, illegal logging and encroachment.
Faktor Prioritas Peningkatan Kualitas Lingkungan Permukiman Nelayan Di Kelurahan Manggar Baru Kota Balikpapan Mega Kusuma Wardani; Mohtana Kharisma Kadri
Ruang Vol 8, No 2 (2022): Ruang
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ruang.8.2.68-75

Abstract

Kelurahan Manggar Baru berdasarkan Surat Keputusan Walikota Balikpapan Nomor 188.45-667 Tahun 2014 termasuk kedalam salah satu dari 12 Kelurahan yang ditetapkan sebagai permukiman kumuh di Kota Balikpapan dengan luas kawasan kumuh sebesar 50,64 hektar. Terjadi penurunan kualitas lingkungan yang disebabkan oleh minimnya ketersediaan infrastruktur, seperti pada jaringan drainase yang minim memadai sehingga tidak mampu mengendalikan limpasan air hujan dan menimbulkan genangan. Adapun permasalahan lainnya yaitu belum terdapat upaya dalam pengelolaan sampah meliputi pewadahan, pemilahan dan pengolahan skala lingkungan. Upaya yang telah dilakukan oleh Pemerintah Kota Balikpapan dalam mengatasi permasalahan adalah dengan mengimplementasikan program bantuan air bersih khusus MBR (masyarakat berpenghasilan rendah), namun belum terlayani secara keseluruhan dikarenakan prasarana yang kurang memadai. Implementasi program pembangunan septictank juga mengalami kendala yaitu belum meratanya program untuk seluruh masyarakat, sehingga terdapat masyarakat yang melakukan pembangunan dengan swadaya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor prioritas yang mempengaruhi peningkatan kualitas lingkungan permukiman nelayan di Kelurahan Manggar Baru dengan menggunakan metode analisis AHP (Analitycal Hierarchy Process). Hasil analisis AHP menunjukkan faktor prioritas yang mempengaruhi peningkatan kualitas lingkungan permukiman nelayan di Kelurahan Manggar Baru yaitu pada aspek lingkungan dengan nilai bobot sebesar 0,37 sedangkan untuk sub kriteria didapatkan faktor prioritas yaitu kondisi penyediaan air bersih dengan nilai bobot sebesar 0,28. Kata kunci: Kualitas Lingkungan; Peningkatan Kualitas Lingkungan; Permukiman Nelayan
Analisis Estimasi Tarif Electronic Road Pricing di Jalan MT. Haryono DAM Kota Balikpapan rois maytika; Rizky Arif Nugroho; Anggit Suko Rahajeng
Ruang Vol 9, No 1 (2023): Ruang
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ruang.9.1.34-41

Abstract

Peningkatan jumlah penduduk akan berdampak pada penambahan jumlah kendaraan khususnya kendaraan pribadi. Jalan MT.Haryono pada segmen simpang beruang madu-jembatan DAM memiliki nilai Volume Capacity ratio sebesar 2,74 (ruas 1) dan 1,99 (ruas 2) atau tingkat pelayanan F, sehingga dalam mengatasi masalah tersebut ditawarkannya konsep Electronic Road Pricing (ERP). Penelitian bertujuan untuk memodelkan probabilitas perpindahan pengguna jalan terhadap adanya konsep ERP, dengan tahapan penelitian mengestimasi nilai ERP yang akan diterapkan melalui continent valuation method (CVM) dengan variabel yang digunakan adalah Ability To Pay (ATP) dan Willingness To Pay (WTP) dari pengguna jalan. Setelah dilakukannya pengolahan data penawaran harga WTP kepada pengguna kendaraan pribadi yang selanjutnya akan dilakukan perhitungan estimasi harga ERP, sehingga didapatkan estimasi ERP dari WTP yaitu untuk kendaraan mobil pribadi sebesar Rp 17.746,- dan sepeda motor sebesar Rp 16.946,- untuk setiap kali melewati ERP dengan kecepatan tertentu
Low-income Household’s Public-rented Flats Preferences in Semarang City Using Conjoint Analysis Winda Hanifah
Ruang Vol 9, No 1 (2023): Ruang
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ruang.9.1.42-51

Abstract

This study aims to determine public flats preferences of low-income household respondents using conjoint analysis, so that it can be identified the relative importance of flats attributes and the utilities’s value of attribute levels that affect respondent’s choice. Survey was conducted on 35 squatter’s respondents who live in the Banjir Kanal Timur Semarang Riverbanks and 86 respondents who already dwelled in Kudu and Pondok Boro public rental flats provided by the Semarang City Government. The attributes identified to describe public flats are: rental prices, accessibility and location, facilities, and ownership rights. The study show that “rental prices” and “accessibility and location” is the most important attribute in choosing the public rental flats to live in, while “facilities” was the least important. The choice behavioral models based on age, education levels, types of job, monthly income, and family size show that respondents have different preferences based on their socio-economic characteristic.
Analisis Tingkat Pelayanan Jalan di Koridor Jalan Jenderal Sudirman – Gunung Semeru Kota Samarinda Umul Baitul Mu'amanah; Achmad Ghozali; Asri Prasaningtyas
Ruang Vol 9, No 1 (2023): Ruang
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ruang.9.1.52-61

Abstract

Jalan Jenderal Sudirman – Gunung Semeru adalah jalan Arteri Sekunder yang menghubungkan kawasan primer dan kawasan sekunder. Dimana Jalan Jenderal Sudirman adalah satu arah tanpa median (1-3/1), sedangkan untuk Jalan Gunung Semeru termasuk pada tipe jalan dua jalur dua arah tanpa median (2/2 UD). Peningkatan volume lalu lintas harus di imbangi dengan peningkatan tingkat pelayanan jalan. Hasil volume lalu lintas harian rata-rata yang didapatkan selama 2 hari pada tiap ruas jalan 1, 2, 3, 4, 5, dan 6. Meningkatnya volume kendaraan pada koridor Jalan Jenderal Sudirman – Gunung Semeru berbanding terbalik dengan kinerja ruas jalan di Jalan Jenderal Sudirman - Jalan Gunung Semeru yang mana didapatkan nilai LOS (level of services) yang semakin menurun mulai dari nilai 0,43 yang berarti B pada tahun 2003, menjadi 0,68 yang berarti C pada tahun 2014, hingga pada tahun 2018 memiliki nilai 1,55 yang berarti F. Sedangkan menurut RTRW Kota Samarinda Tahun 2014-2034 jalan arteri sekunder sekurang-kurangnya harus memiliki nilai LOS (level of services) C agar sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. Metode penelitian yang digunakan yaitu dengan analisis tingkat pelayanan jalan dengan menentukan kapasitas, derajat kejenuhan hingga tingkat pelayanan dari 6 ruas jalan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ruas jalan 4,5, dan 6 memiliki nilai LOS diatas dari batas yang ditentukan yaitu E, F, dan F.
Identifikasi Penggunaan Lahan Sekitar Park and Ride BRT Trans Jogja Yasmine Azura Kirana; Anita Ratnasari Rakhmatulloh; Diah Intan Kusumo Dewi
Ruang Vol 9, No 1 (2023): Ruang
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ruang.9.1.1-11

Abstract

Dalam rangka memenuhi kebutuhan pergerakan masyarakat dan menyelesaikan masalah transportasi di perkotaan, Provinsi DI Yogyakarta menyediakan sistem Bus Rapid Transit (BRT) atau dikenal sebagai Trans Jogja dengan fasilitas pendukungnya yaitu park and ride. Dalam sistem transportasi, tata guna lahan mempengaruhi tingginya bangkitan dan tarikan pergerakan masyarakat, serta pemilihan moda transportasi dan fasilitas pendukungnya. Berdasarkan hal ini perlu dilakukan pemetaan penggunaan lahan sekitar park and ride untuk memaksimalkan penggunaan fasilitas ini maupun untuk merancang park and ride baru. Park and ride yang dikaji pada penelitian ini yaitu Park and Ride Gamping yang terletak di Kabupaten Sleman dan Taman Parkir Ngabean yang terletak di Kota Yogyakarta. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui karakteristik kawasan sekitar park and ride berdasarkan keberagaman penggunaan lahan. Analisis deksriptif kuantitatif dan metode pemetaan digunakan dalam penelitian ini. Penelitian ini menunjukkan hasil bahwa penggunaan lahan sekitar Park and Ride Gamping didominasi oleh sawah irigasi dan permukiman. Permukiman menciptakan bangkitan pergerakan yang tinggi karena berimplikasi pada tingginya jumlah penduduk yang ingin memenuhi kebutuhan mereka di pusat kota, yaitu Kota Yogyakarta. Sehingga Park and Ride Gamping termasuk suburban commuter oriented center. Sedangkan pada Taman Parkir Ngabean, penggunaan lahan cenderung bervariasi yaitu permukiman, perdagangan dan jasa, pariwisata dan budaya, serta perkantoran. Penggunaan lahan ini menghasilkan tingginya bangkitan dan tarikan pergerakan masyarakat dengan lokasi tujuan pergerakan di sekitar tempat parkir ini, sehingga Taman Parkir Ngabean termasuk urban mixed use center. Dengan perbedaan penggunaan lahan ini dapat terlihat bahwa masing-masing park and ride ini menghasilkan pergerakan masyarakat yang berbeda pula.
Arahan Pelestarian Kampung Melayu sebagai Kawasan Cagar Budaya (Berdasarkan Identifikasi Bangunan Bersejarah dan Aktivitas Budaya) Rina Kurniati
Ruang Vol 9, No 1 (2023): Ruang
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ruang.9.1.12-23

Abstract

Pelestarian kota merupakan salah satu kegiatan untuk melestarikan suatu kota atau kawasan dengan benda-benda cagar budaya yang dimilikinya sebagai aset berharga dari perjalanan sejarah suatu kota atau kawasan. Konservasi kawasan diperlukan untuk memberikan perlindungan terhadap kawasan bersejarah termasuk mengendalikanperkembangan kawasan agar tidak hilang identitas kesejarahan dan kebudayaannya. Salah satu kawasan cagar budaya yang membutuhkan arahan pelestarian ini adalah kawasan Kampung Melayu yang merupakan kampung kuno dengan nilai kesejarahan tinggi serta memiliki arti penting dalam pembentukan Kota Semarang. Kampung Melayu memiliki potensi citra budaya yang khas, yaitu multi etnik serta beragam artefak arsitektur seperti Masjid Menara Layur, Klenteng Kampung Melayu, Rumah India, Rumah Melayu, Rumah Jawa, Rumah Banjar serta beberapa artefak penting lainnya seperti Pelabuhan Lama Semarang dan Kanal Baru. Masyarakat Kampung Melayu juga masih menjaga kitab-kitab kuno peninggalan para habib penyebar agama Islam di Semarang yang tersimpan dalam Masjid Layur. Arahan pelestarian juga dilakukan kepada aktivitas budaya yang menjadi ciri khas kawasan dalam memegang erat tradisi keagamaan terutama agama Islam.
Analisis DPSIR Untuk Mengetahui Dampak Lingkungan Yang Ditimbulkan Dari Pengembangan Kawasan Industri Kariangau Indra Pradana; Asri Prasaningtyas; Ariyaningsih Ariyaningsih
Ruang Vol 9, No 1 (2023): Ruang
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ruang.9.1.24-33

Abstract

Berdasarkan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kalimantan Timur Tahun 2015-2035, Kawasan Industri Kariangau (KIK) di Kota Balikpapan ditetapkan sebagai salah satu kawasan strategis provinsi (KSP) berdasarkan sudut kepentingan ekonomi yang memiliki dampak secara langsung terhadap tingkat pertumbuhan ekonomi di Provinsi Kalimantan Timur. Pengembangan Kawasan Industri Kariangau sebagai Kawasan Strategis Provinsi memberikan dampak baik itu secara ekonomi, sosial, dan lingkungan. Secara ekonomi pengembangan KIK ini diharapkan mampu menjadi pusat pertumbuhan ekonomi untuk Kota Balikpapan dan sekitarnya serta menjadi penunjang ekonomi wilayah. Disisi lain pengembangan KIK ini membawa dampak terhadap lingkungan yaitu terjadinya penurunan luasan mangrove seluas 730 Ha (Pratama, 2018). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak lingkungan yang ditimbulkan akibat pengembangan Kawasan Industri Kariangau dengan metode analisis DPSIR. Hasil analisis DPSIR yang telah dilakukan, diketahui bahwa kerangka DPSIR mengasumsikan keterkaitan antara kondisi sosial, ekonomi, dan lingkungan. Keterkaitan ini dapat dilihat dari driving force yang menjelaskan tentang isu yang terjadi dan kemudian mempengaruhi terjadinya perubahan lingkungan pada ekosistem mangrove di lokasi studi. Kemudian impact yang muncul adalah terkait dengan dampak lingkungan dan dampak sosial yang yaitu menurunnya kualitas lingkungan dan berkurangnya hasil tangkapan ikan bagi nelayan setempat.
Influence of Student’s Characteristics on the Preferences and Availability of Student Housing in Tembalang Higher Education Area (HEA) Sekar Kharisma Ardhia Prastiwi; Santy Paulla Dewi
Ruang Vol 9, No 2 (2023): Ruang
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ruang.9.2.72-81

Abstract

Tembalang Higher Education Area (HEA) has rapidly developed since the existencing of Diponegoro University in 2010. The constantly increasing number of students occured demands this area to fulfill the housing needs of its students. Availability of housing that doesn’t match their demand can lead to vacant housing which losses for various parties. As the housing consumers, students with various characteristics play an important role on this process. Therefore, the purpose of this study is to find out the influence of students characteristics towards their preferences for housing needs and its availability in HEA of Tembalang. These influences are analyzed using quantitative research methods with multiple linear regression and quantitative descriptive. The results of the study indicate that student’s hometown and study year have a significant effect on the preference of student's housing type by 31%, while the study year, transportation and student’s activities have a significant effect on the preference of student's housing location by 10.2%. Refer to the influences explained, this study predicted that student housings with HMO and private housing types on Bulusan and Kramas Village will develop significantly, where through this development, housing vacancies phenomenon can be avoided