cover
Contact Name
Wakhidah Kurniawati
Contact Email
ruang@live.undip.ac.id
Phone
+6224-7460054
Journal Mail Official
ruang@live.undip.ac.id
Editorial Address
Gedung A lantai 3, Departemen Perencanaan Wilayah dan Kota Universitas Diponegoro, Jl. Prof Soedarto, Tembalang, Kota Semarang, 50275
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Ruang
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : 18583881     EISSN : 23560088     DOI : 10.14710/ruang
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 185 Documents
Kelayakan Ruang Terbuka Hijau Publik Berdasarkan Karakteristik Fisik Ruang (Studi di Taman Kota Gajahwong, Kota Yogyakarta) Andi Sofie Febrina Salshabila; Annisa Mu'awanah Sukmawati
Ruang Vol 7, No 2 (2021): Ruang
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ruang.7.2.74-86

Abstract

Taman kota merupakan salah satu jenis ruang terbuka hijau publik. Studi berlokasi di Taman Kota Gajahwong Kota Yogyakarta yang mencakup tiga taman kota, yaitu Gajahwong Educational Park, Taman Wifi, dan Taman Krida. Taman Kota Gajahwong merupakan taman kota yang layak bagi Kota Yogyakarta karena keberadaan taman dan pola penggunaan lahan yang strategis. Namun, beberapa bagian taman nampak belum termanfaatkan optimal yang dilihat dari sepinya pengunjung taman. Untuk itu, penelitian bertujuan untuk menilai kelayakan taman kota berdasarkan karakteristik fisik di Taman Kota Gajahwong Kota Yogyakarta. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik analisis deskriptif kuantitatif. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik Stratified Random Sampling dengan total sampel sebanyak 90 responden. Analisis menunjukkan bahwa Gajahwong Educational Park (GEP) merupakan model taman kota yang layak untuk dijadikan sebagai model ruang terbuka hijau publik yang baik berdasarkan variabel kemenarikan fisik taman, elemen pendukung, keberadaan vegetasi, dan aksesibilitas. Taman GEP menjadi taman yang paling layak dan menarik karena memiliki fasilitas yang lengkap, aksesibilitas yang baik, dan keragaman aktivitas yang bisa dilakukan di dalam taman.
Study of Tourists Movement Pattern in Coastal Area and Small Islands, Makassar City Sri Aliah Ekawati; Stevanny Manga; Fitha Rachma Sari; Febrika Rahmaniah Nurul
Ruang Vol 7, No 2 (2021): Ruang
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ruang.7.2.55-63

Abstract

Makassar City is one of the coastal cities in Indonesia which has various tourist attractions. This tourist attraction is one of the interesting things considered by the people of Indonesia and even the world to visit Makassar City. This study aims to identify patterns of tourist movement in several coastal tourism areas and small islands in Makassar City. The method used in this research is qualitative method. Data obtained by searching secondary data, observation and distributing questionnaires online. Spatial analysis is done by interpreting the image map and digitizing it with ArcGIS, then analyzing the description. Through this research, it is known that there are three patterns of tourist movement, namely single point, base site and stop over. Based on these results, it is directed to develop a one day trip tourism concept.
Analisis Kepuasan Nelayan Terhadap Pelayanan Fasilitas Pada Aktivitas di Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Api-Api, Kabupaten Penajam Paser Utara Nur Mei Linda Sari; Mohtana Kharisma Kadri
Ruang Vol 7, No 2 (2021): Ruang
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ruang.7.2.87-95

Abstract

Hasil tangkapan yang didaratkan di PPI Api-Api belum mencapai angka produksi tiap tahunnya yaitu 141,17 ton dari 730 ton. Penurunan produksi disebebkan kurangnya fasilitas yang tersedia dan kondisi fasilitas yang sudah tidak layak, selain itu dipengaruhi oleh kepuasan pengguna utama pelabuhan perikanan yaitu nelayan, karena nelayan memiliki peranan penting dalam menentukan suatu kemajuan pelabuhan perikanan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kepuasan nelayan PPI Api-Api terhadap pelayanan fasilitas pada aktivitas di PPI Api-Api. Metode analisis menggunakan uji validitas, uji reliabiltas, dan Importance Performance Analysis (IPA). Adapun hasil yang didapatkan pada kuadran I yaitu fasilitas kolam labuh, dermaga, dan cold; dan kuadran II yaitu fasilitas perbekalan air bersih, perbekalan es, perbekalan bbm, TPI, dan alat angkut ikan. Kata kunci: Importance Performance Analysis (IPA), Kepuasan Nelayan, Produksi, .
Penggunaan Jalur Pedestrian sebagai Sarana Ekonomi di Kawasan Malioboro (Studi Kasus Jalan Malioboro-Jalan Marga Mulya) Yoga Ferniagus Prasetya; Jeki Trimarstuti
Ruang Vol 8, No 1 (2022): Ruang
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ruang.8.1.26-35

Abstract

Kawasan Malioboro merupakan salah satu kawasan multifungsi di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, selain terkenal dengan pusat kantor pemerintahan, pusat pariwisata, Kawasan Malioboro juga terkenal dengan pusat perdagangan dan jasa. Sebagai kawasan yang  multifungsi, sudah sewajarnya Kawasan Malioboro ini dilengkapi dengan fasilitas pendukung bagi para wisatawan yang sering mengunjunginya, salah satunya adalah jalur pejalan kaki (pedestrian ways). Terciptanya jalur pedestrian di Kawasan Malioboro dengan fasilitas yang mendukung keamanan dan kenyaman terhadap pejalan kaki membuat Kawasan Malioboro menjadi lebih sering dikunjungi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penggunaan jalur pedestrian sebagai sarana ekonomi khususnya bagi para pelaku ekonomi di Kawasan Malioboro (Jalan Malioboro-Jalan Marga Mulya). Metode penelitian yang digunakan adalah analisis deskriptif kuantitatif dengan Skala Likert dan skoring. Indikator yang digunakan meliputi produktivitas, pendapatan laba, stabilitas, dan daya beli. Teknik pengambilan sampel menggunakan Proportionate Stratified Random Sampling dengan jumlah sampel 100 responden, meliputi empat jenis PKL yaitu PKL Pakaian, Kuliner, Aksesoris, dan Asongan. Hasil penelitian secara keseluruhan menunjukkan bahwa penggunaan jalur pedestrian sebagai sarana ekonomi di Kawasan Malioboro sudah dapat dikatakan efektif bagi para pelaku ekonomi atau memiliki daya guna yang besar bagi para pelaku ekonomi di kawasan tersebut. Adapun jika dirinci berdasarkan variabel hanya variabel tingkat laba yang mendapatkan hasil cukup efektif dikarenakan pengaruh modal dan penjualan. Sedangkan ketiga variabel lain seperti variabel tingkat produksi, rata-rata pendapatan, dan daya beli mendapatkan hasil efektif sehingga dapat diartikan bahwa penggunaan jalur pedestrian sebagai sarana ekonomi pasca penataan wajah baru Kawasan Malioboro telah dioperasionalkan dengan baik sehingga mampu memberi keberlanjutan manfaat bagi para pelaku ekonomi di jalur pedestrian ini. Kata kunci: efektivitas; jalur pedestrian; kawasan 
Konsep Pengembangan dan Pengelolaan The Urban Heritage of Soditan, Kabupaten Rembang Naily Syafira Zain; Kevin Lo; Muhammad Audi Daffi; Agus Syaifullah; Annisa Rini Hardiyanti; Faizal Putra Jiwatama; Indah Rahmawati; Bagas Darmawan; Nesia Pertiwi
Ruang Vol 8, No 1 (2022): Ruang
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ruang.8.1.1-14

Abstract

Kampung Soditan yang terletak di Desa Soditan, Kecamatan Lasem, Kabupaten Rembang termasuk dalam Kawasan Pusaka Lasem dan letakan pembangunan budaya. Kampung Soditan memiliki namakrung tionghoa Tionghoa dan Jawa dengan akulturasi budaya Tionghoa-Jawa-Islam. Kawasan pecinan Lasem berkembang sejak tahun 1513 dan terus berkembang di tahun berikutnya.. Namun, seiring jalannya waktu bangunan-bangunan pohon Cina yang ada mulai pudar pada akhirnya ada warga rumahan atau dialihfungsikan menjadi fungsi baru. Maka dari itu, diperlukan penyusunan konsep pengembangan dan pengelolaan Kampung Soditan. Pantau penelitian menggunakan kualitatif berjarak penilaian penilaian observasi lapangan berjarak kajian literatur. Berjarak hasil analisis hasil yang mana lokasi kampung yang strategis di kawasan perkotaan Lasem berhubungan dengan fungsi bangunan dan tata guna lahan. Selain itu, kebudayaan Jawa dan pesantren menjadi budaya yang cukup kuat dan kira-kira kegiatan pada void. Pengembangan kawasan budaya juga belum jadi jadi minimnya ruang parkir komunal, jalur pejalan kaki yang buruk, dan ada bangunan terbengkalai. Halnya dikarenakan Kampung Soditan ada perubahan perubahan kawasan, tidak ada inovasi guna lahan, dan tidak ada branding. Sisirnya adalah ditanggulangi dengan konsep Warisan Perkotaan Soditan dengan implementasi strategi fisik dan non fisik serta pengelolaan.
Arahan Penyediaan RTH Privat Berbasis Partisipasi Masyarakat Pada Kawasan Permukiman Kumuh di Kelurahan Karang Jati Kota Balikpapan Dwi Purnomo Aji; Ariyaningsih Ariyaningsih; Mohtana Kharisma Kadri
Ruang Vol 8, No 1 (2022): Ruang
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ruang.8.1.36-46

Abstract

Minimnya penyediaan RTH privat pada kawasan permukiman kumuh di Kelurahan Karang Jati tepatnya pada RT 31,32,38 dan 39, salah satunya dipengaruhi oleh padatnya jarak antar bangunan sehingga menyebabkan keterbatasan lahan untuk penyediaan RTH privat sebesar 10%. Sehingga perlu adanya alternatif penyediaan RTH privat pada kondisi luas lahan yang terbatas. Hal ini dilakukan untuk mencipatakan lingkungan permukiman yang aman, nyaman, segar dan indah. Tujuan penelitian ini adalah merumuskan arahan penyediaan RTH privat berbasis partisipasi masyarakat. Sasaran pada penelitian ini yaitu menganalisis luas kebutuhan RTH privat, mengidentifikasi bentuk partisipasi masyarakat dan merumuskan arahan penyediaan RTH privat. Metode analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif dan triangulasi. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa total luas kebutuhan penyediaan RTH privat di wilayah studi sebesar 1.171 m2. Bentuk partisipasi masyarakat sebagian besar bersedia ikut berpartisipasi dalam bentuk buah pikiran, tenaga, keterampilan dan sosial, sedangkan partisipasi harta benda masyarakat kurang bersedia. Arahan penyediaan RTH privat berbasis partisipasi masyarakat yang diberikan adalah mempertahankan RTH privat yang ada, melakukan pengadaan penghijauan, penyediaan RTH dengan konsep Vertical Garden dan Roof Top, melakukan sosialisasi, memanfaatkan barang bekas untuk pembuatan media tanam, pembagian bibit tanaman, pembangunan rumah bibit, pelatihan keterampilan, kerja bakti penyediaan RTH privat, membuat komunitas hijau dan bank RTH privat.
Analisis Emisi Primer Gas CO2 Rumah Tangga di Kelurahan Muara Rapak, Kecamatan Balikpapan Utara, Kota Balikpapan Tahun 2020 Siti Dewi Barokatul Fadhilah; Achmad Ghozali; Rahmi Yorika
Ruang Vol 8, No 1 (2022): Ruang
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ruang.8.1.47-57

Abstract

Pertambahan jumlah rumah tanggadan jumlah penduduk di Kelurahan Muara Rapak, Kecamatan Balikpapan Utara, Kota Balikpapan selaras dengan peningkatan kebutuhan pokok rumah tangga, salah satunya kebutuhan pangan. Peningkatan kebutuhantersebut, menyebabkan tingginya penggunaan gasLPG(Liquid Petroleum Gas) untuk memasak danpenggunaan BBM (Bahan Bakar Minyak) transportasi untuk berbelanja, sekolah, maupun bekerja. Akibat meningkatnya penggunaan LPG dan BBM Transportasirumah tangga, memicu tingginya produksi emisi primer gas CO2. Tingginya produksi emisi gas CO2 sayangnya berbanding terbalik dengan ketersediaan ruang terbuka hijau (RTH), dimana luas RTH hanya 21% dari total luasKelurahan Muara Rapak. Pelepasan emisi primer gas CO2 yang dihasilkan dari aktivitas rumah tangga dalam jumlah besar tanpa adanya penyerapan emisi gas CO2 dari RTH, tentu akan berdampak pada percepatan pemanasan global di Kota Balikpapan, khususnya Kelurahan Muara Rapak. Hal ituterbukti dimana terjadi peningkatan suhu Kota Balikpapan dari tahun 2011 hingga tahun 2018 sebesar 4,5OC (BPS, 2018). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar emisi CO2 yang dihasilkan dari aktivitas rumah tangga di wilayah tersebut sehingga dari analisis tersebut dapat dijadikan referensi dalam penyediaan RTH di Kelurahan Muara Rapak, Kecamatan Balikpapan Utara, Kota Balikpapan. Analisis ini mengacu pada metode kuantitatif IPCC menurut The2006 IPCC Guidelines for National Greenhouse Gas Inventories.Hasil analisis menunjukan jumlah emisi primer CO2 yang berasal dari transportasirumah tangga di Kelurahan Muara Rapak sebesar 5.401,79 ton CO2/tahun dan jumlah emisi primer CO2 yang berasal dari penggunaan LPG rumah tangga di Kelurahan Muara Rapak sebesar 580,85 ton CO2/tahun, sehingga total keseluruhan emisi primer CO2 rumah tangga di Kelurahan Muara Rapak mencapai 5.982,65 ton CO2/tahun.
Evaluasi Kinerja Pelayanan Angkutan Kota Samarinda (Studi Kasus Trayek B) Riska Anggraini Purnomo; Rizky Arif Nugroho; Rahmi Yorika
Ruang Vol 8, No 1 (2022): Ruang
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ruang.8.1.15-25

Abstract

Kota Samarinda memiliki kegiatan perkotaan yang kompleks dengan diarahkannya Kota Samarinda menjadi kawasan yang memiliki nilai strategis dari sudut kepentingan ekonomi, industri perdagangan jasa, sosial dan budaya, sehingga menyebabkan intensitas kegiatan perkotaan di Kota Samarinda menjadi tinggi dan berdampak pada peningkatan pergerakan. Oleh karena itu dibutuhkan sarana pergerakan berupa moda transportasi salah satunya angkutan kota. Saat ini, angkutan kota Samarinda kurang diminati oleh masyarakat. Hal tersebut dibuktikan dengan data pengguna jasa angkutan kota Samarinda yang terus menurun dari tahun 2016-2018 sebesar 74% dan pada tahun 2018 jumlah pengguna angkutan kota Samarinda hanya berjumlah 1.125 jiwa. Berkurangnya penggunaan angkutan umum disebabkan karena masyarakat Kota Samarinda masih merasa kurang puas dengan kualitas pelayanan yang diberikan. Tujuan dari penelitian ini adalah melakukan evaluasi terhadap kinerja pelayanan angkutan kota Samarinda trayek B berdasarkan Peraturan Menteri Perhubungan RI Nomor 98 Tahun 2013 menggunakan metode analisis skoring. Adapun hasil evaluasi kinerja pelayanan angkutan trayek B sudah cukup baik. Beberapa variabel yang perlu dilakukan perbaikan guna menciptakan kinerja pelayanan yang optimal yaitu identitas kendaraan, identitas pengemudi, peralatan keselamatan, fasilitas kesehatan, informasi tanggap darurat, kebersihan, informasi pelayanan rute trayek, informasi tarif, informasi jadwal keberangkatan dan kedatangan. Kata kunci: Angkutan kota; Evaluasi; Kinerja Pelayanan
Karakteristik Lingkungan Binaan Sekitar Halte Transit TransJogja Raisha Adila Putri; Anita Ratnasari Rakhmatullah; Diah Intan Kusumodewi
Ruang Vol 8, No 2 (2022): Ruang
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ruang.8.2.76-86

Abstract

TransJogja merupakan transportasi umum yang diciptakan dengan tujuan dapat mengurangi penggunaan kendaraan pribadi dan menggeser preferensi masyarakat untuk menggunakan moda transportasi umum sebagai moda utamanya dalam bermobilisasi. Transportasi ini telah dikembangkan sejak tahun 2008 dengan total jalur sebanyak 17 rute, 129 armada, dan 267 halte yang tersebar di Kota Yogyakarta, Kabupaten Sleman, dan Kabupaten Bantul. Penempatan simpul transit merupakan salah satu penentu peran halte di wilayah sekitarnya. Lingkungan Binaan yang compact di sekitar halte dapat menjadi atribut penting dalam peningkatan jumlah penumpang karena dapat menciptakan kawasan berbasis transit yang mampu mengurangi waktu perjalanan dan meningkatkan kemudahan pengguna. Penelitian ini membahas tentang karakteristik lingkungan binaan di sekitar Stasiun BRT dengan menggunakan metode kuantitatif berdasarkan 3 variabel yang diperoleh dari teori Transit Oriented Development (TOD). Kajian ini menunjukkan bahwa karakteristik halte transit TransJogja belum sepenuhnya menerapkan konsep dasar TOD yang dapat mengurangi kemacetan dan penggunaan kendaraan pribadi dalam bermobilisasi. Hal itu dapat terlihat dari karakteristik kepadatan penduduk, variasi guna lahan, dan kepadatan persimpangan yang ada.
Fenomena Eskapisme dalam Pembentukan Ruang Sosial Perkotaan Dewirinanti Hayuning Prabajati; Doddy Aditya Iskandar
Ruang Vol 8, No 2 (2022): Ruang
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ruang.8.2.87-96

Abstract

Pandemi COVID-19 yang sedang terjadi dewasa ini telah membuka pengalaman baru yang dapat dirasakan di berbagai wilayah perkotaan. Kondisi ini muncul dalam bentuk perasaan ketidaknyamanan dan rasa lelah yang semakin meningkat seiring dengan ditetapkannya kebijakan pengetatan pergerakan dan interaksi sosial oleh Pemerintah Indonesia. Seiring dengan menurunnya kondisi perekonomian di Indonesia, hal ini memicu adanya perasaan ketidakpuasaan di masyarakat untuk menolak kebijakan yang ada yang sebenarnya ditujukan untuk mengatasi efek negatif dari pandemi ini.Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap bagaimana produksi ruang sosial terjadi di tengah adanya pandemi COVID-19. Lebih jauh penelitian ini mencoba menguraikan bagaimana kebijakan pengetatan pergerakan menghasilkan fenomena eskapisme yang dalam gilirannya membentuk ruang sosial. Penelitian ini dilakukan dengan mengamati bentuk-bentuk pemanfaatan ruang trotoar untuk pejalan kaki di kawasan jalan Prof. DR. HR. Bunyamin di Kota Purwokerto untuk memahami bagaimana ruang sosial terbentuk. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi lapangan dan telaah atas berbagai laporan dan dokumen. Penelitian ini memanfaatkan metode studi kasus untuk lebih memahami bagaimana ruang sosial terbentuk dan apakah gejala eskapisme ini membentuk dan menghasilkan ruang sosial yang berbeda di kawasan penelitian.Temuan penelitian menunjukkan bahwa bentuk-bentuk pemanfaatan di kawasan trotoar selama masa pandemi COVID-19 menggambarkan strategi eskapisme yang sering muncul pada saat krisis terjadi. Pembentukan ruang sosial di trotoar di jalan Prof. DR. HR. Bunyamin menggambarkan adanya tekanan untuk memanfaatkan ruang publik kota sebagai mekanisme untuk melepaskan diri dari pembatasan sosial dan spasial yang hadir dari kebijakan penanganan pandemi. Apa yang ditemukan di dalam penelitian ini mendorong perlunya telaah lanjut mengenai bagaimana pandemi mampu merangsang kemunculan dan pemanfaatan strategi dan pendekatan spesifik dalam pembentukan ruang sosial.