cover
Contact Name
Wakhidah Kurniawati
Contact Email
ruang@live.undip.ac.id
Phone
+6224-7460054
Journal Mail Official
ruang@live.undip.ac.id
Editorial Address
Gedung A lantai 3, Departemen Perencanaan Wilayah dan Kota Universitas Diponegoro, Jl. Prof Soedarto, Tembalang, Kota Semarang, 50275
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Ruang
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : 18583881     EISSN : 23560088     DOI : 10.14710/ruang
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 185 Documents
Penataan Taman Tirto Agung sebagai Ruang Publik di Kecamatan Banyumanik Semarang Aulia Finti Alda; Nurini Nurini
Ruang Vol 1, No 4 (2015): Ruang
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ruang.1.4.171-180

Abstract

Taman sebagai ruang publik harus memenuhi standar yang baik terutama dalam hal perancangan kota dan ketersedian fasilitas. Penyediaan fasilitas tersebut juga perlu disesuaikan terhadap jenis taman dan peninjauan terhadap kebutuhan masyarakat. Dalam hal ini, analisis yang dilakukan bertujuan untuk melakukan penataan taman yaitu dengan menggunakan metode kuantitaf dengan teknik analisa deskriptif. Teknik tersebut berdasarkan pada aspek pengukuran secara objektif terhadap fenomena sosial. Metode analisis yang digunakan untuk mengolah data yaitu analisis karakteristik pengunjung, aspek pendukung taman, serta analisis perancangaan. Selain itu, data yang perlu diperhatikan yaitu tentang jenis fasilitas publik yang relevan, serta data mengenai persepsi masyarakat akan kebutuhan ruang publik. Rencana konsep penataan yang akan diterapkan pada taman Tirto Agung ini yaitu “Banyumanik Green Park”. Konsep tersebut menjelaskan tentang suatu taman di Banyumanik yang mempertimbangkan aspek hijau/ lingkungan. Dalam kegiatan penataan pada taman Tirto Agung  ini, disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat terkait fungsi ekologi, fungsi estetika, fungsi kesehatan, fungsi rekreasi dan fungsi ekonomi dari ruang terbuka hijau, sehingga taman ini dapat digunakan sebagai wadah bagi aktivitas masyarakat kota yang dapat dinikmati oleh semua kelompok umur dengan penataan lansekap yang dapat meningkatkan nilai estetika dari suatu kawasan taman.
Manajemen Pembangunan Fasilitas Rekreasi Pada Kolam Retensi Muktiharjo Kidul, Semarang Addini Ayu Tresiana; Djoko Suwandono
Ruang Vol 1, No 4 (2015): Ruang
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ruang.1.4.221-230

Abstract

Kolam retensi yang saat ini telah dibangun pada Kelurahan muktiharjo Kidul, Semarang seringkali dikunjungi masyarakat untuk sekedar mengisi waktu luang dengan bercengkrama disekitar kolam, meskipun tidak terdapat fasilitas penunjang untuk pengunjung. Perencanaan fasilitas rekreasi pada kolam retensi perlu dilakukan supaya pengembangan aktivitas dapat dikelola dengan baik sehingga tidak menggangu kinerja kolam retensi dalam mengatasi banjir. Rencana tersebut berupa rancangan fasilitas rekreasi yang akan dibangun dari segi fisik serta pembiayaan, sebagai rekomendasi rencana pembangunan bagi pemerintah. Metode yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dalam analisis perhitungan pembiayaan pembangunan dan kelayakan ekonomi dengan pendekatan kualitatif karena observasi dilakukan secara naturalistik. Pengamatan pada wilayah studi dilakukan hanya dengan mengamati kondisi lingkungan sekitar yang tidak terkuantifikasi. Hasil akhir dari penelitian adalah rekomendasi yang ditujukan untuk pemerintah dalam perencanaan kolam retensi khususnya manajemen pengembangan untuk membangun fasilitas rekreasi. Konsep manajemen pembangunan yang disusun berupa analisis kelayakan ekonomi, perhitungan pembiayaan pembangunan dan bentuk kerjasama pemerintah-swasta yang sesuai pada fasilitas rekreasi.
Karakteristik Aktivitas Pedagang Kaki Lima di Pecinan, Semarang Retno Widjajanti
Ruang Vol 1, No 2 (2015): Ruang
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ruang.1.2.81-90

Abstract

Akhir-akhir ini, pertumbuhan PKL semakin tinggi terutama di daerah fungsional Kota Semarang. PKL masih dipandang sebagai hambatan lalu lintas dan penyebab degradasi kota. Kebijakan pemerintah terhadap PKL ditemukan tampaknya sama dari satu kota ke kota lain. Hal ini jauh dari reaksi pragmatis terhadap masalah PKL. Sebenarnya, esensi masalah tersebut adalah karena tidak ada referensi yang tepat dan rinci terhadap lokasi PKL. Penentukan lokasi PKL belum benar-benar mempertimbangkan karakteristik PKL di setiap area fungsional, khususnya di kawasan Pecinan.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji karakteristik aktivitas PKL di kawasan Pecinan. Ruang aktivitas PKL sebagai penyebab dan akibat dari adanya memilih lokasi untuk berjualan. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kuantitatif dari sudut pandang PKL dan persepsi pengunjung.Pada akhirnya, artikel ini yang juga mewakili hasil penelitian ini. PKL di kawasan Pecinan berada di dekat tempat tinggal, pertokoaan dan perkantoran. Hal tersebut membuat lokasi ini tinggi untuk dikunjungi.
Pengaruh Bencana Banjir dan Rob Terhadap Ketahanan Ekonomi Kawasan Perdagangan Johar di Kota Semarang Wakhidah Kurniawati; Djoko Suwandono
Ruang Vol 1, No 4 (2015): Ruang
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ruang.1.4.271-280

Abstract

Kota Semarang merupakan daerah pantai atau daerah pesisir yang terletak di dataran rendah, dan dialiri beberapa sungai penting, seperti Kali Semarang, Banjir Kanal Barat dan Banjir Kanal Timur, serta sungai-sungai yang lain. Sejak jaman pendudukan Belanda, banjir sudah menjadi fenomena alam dan bencana tahunan di Kota Semarang. Banjir genangan dan banjir pasang air laut, menggenangi bagian utara dan bagian tengah Kota Semarang, termasuk Kawasan Perdagangan Johar Semarang. Kawasan perdagangan Johar Semarang merupakan pusat perdagangan regional yang mendapat ancaman banjir dan rob setiap tahunnya. Ancaman banjir dan rob ini akan sangat mempengaruhi kebertahanan aspek ekonomi kawasan yang ada sebagai pusat komersial dan jasa. Tidak bagusnya infrastruktur kawasan serta penurunan muka tanah juga memberi pengaruh terhadap kontinuitas banjir dan rob ini. Kondisi kawasan yang semakin kumuh, tenggelam, dan mengalami degradasi fisik visual menjadi alasan untuk ditinggalkan. Bangunan konservasi menjadi rusak, dan kawasan  semakin kehilangan identitasnya. Untuk itulah, perlu penelitian lebih lanjut untuk mengidentifikasi dan memetakan potensi dan masalah kawasan rawan banjir di Semarang , ditinjau dari aspek fisik dan non fisik. Dari pemetaan potensi dan masalah kawasan rawan banjir dan analisis pendukung lain, diharapkan bisa disusun dari model pengaruh banjir dan rob  terhadap kebertahanan aspek ekonomi kawasan. Kota Semarang merupakan daerah pantai atau daerah pesisir yang terletak di dataran rendah, dan dialiri beberapa sungai penting, seperti Kali Semarang, Banjir Kanal Barat dan Banjir Kanal Timur, serta sungai-sungai yang lain. Sejak jaman pendudukan Belanda, banjir sudah menjadi fenomena alam dan bencana tahunan di Kota Semarang. Banjir genangan dan banjir pasang air laut, menggenangi bagian utara dan bagian tengah Kota Semarang, termasuk Kawasan Perdagangan Johar Semarang. Kawasan perdagangan Johar Semarang merupakan pusat perdagangan regional yang mendapat ancaman banjir dan rob setiap tahunnya. Ancaman banjir dan rob ini akan sangat mempengaruhi kebertahanan aspek ekonomi kawasan yang ada sebagai pusat komersial dan jasa. Tidak bagusnya infrastruktur kawasan serta penurunan muka tanah juga memberi pengaruh terhadap kontinuitas banjir dan rob ini. Kondisi kawasan yang semakin kumuh, tenggelam, dan mengalami degradasi fisik visual menjadi alasan untuk ditinggalkan. Bangunan konservasi menjadi rusak, dan kawasan  semakin kehilangan identitasnya. Untuk itulah, perlu penelitian lebih lanjut untuk mengidentifikasi dan memetakan potensi dan masalah kawasan rawan banjir di Semarang , ditinjau dari aspek fisik dan non fisik. Dari pemetaan potensi dan masalah kawasan rawan banjir dan analisis pendukung lain, diharapkan bisa disusun dari model pengaruh banjir dan rob  terhadap kebertahanan aspek ekonomi kawasan. 
Pemanfaatan Ruang Bersama di Rusunawa Kaligawe, Semarang Zuyyina Laksita Dewi; Nany Yuliastuti
Ruang Vol 1, No 4 (2015): Ruang
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ruang.1.4.181-190

Abstract

Rusunawa Kaligawe merupakan salah satu hunian vertikal yang dibangun di  wilayah timur Kota Semarang. Perubahan pola permukiman dari horisontal (kampung) ke arah vertikal (rumah susun) membatasi pergerakan masyarakat dalam bersosialisasi. Rumah susun sebagai bentukan baru dari hunian seharusnya dapat mengakomodasi kebutuhan sosial masyarakat yaitu untuk berkumpul dan berinteraksi dengan sesama. Ruang publikdi dalam suatu hunian rumah susun seharusnya yang dapat menampung pergaulan masyarakat sehingga meningkatkan kebersamaan di antara penghuni. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola pemanfaatan ruang-ruang bersama yang ada di Rusunawa Kaligawe sebagai wadah interaksi sosial dan faktor apa sajakah yang mempengaruhi pemanfaatan ruang-ruang bersama. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik analisis statistik deskriptif dan analisis faktor dengan sampel 126 unit rumah tangga. Penelitian ini juga menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik analisis dekriptif komparatif. Pola pemanfaatan ruang bersama menunjukkan bahwa ruang yang dekat dengan hunian warga, seperti selasar depan hunian (koridor) lebih sering dikunjungi dan digunakan untuk berinteraksi sedangkan ruang bersama yang terletak di lantai dasar kurang diminati. Pemanfaatan ruang bersama di Rusunawa Kaligawe tidak hanya dipengaruhi oleh faktor fisik ruang, tetapi juga faktor nonfisik yaitu karakteristik masyarakat sebagai pengguna dari ruang tersebut.
Perencanaan Fasilitas Rekreasi Pada Kolam Retensi di Kelurahan Muktiharjo Kidul, Kota Semarang (Dalam Aspek Perancangan Fisik) Muhammad Iqbal; Djoko Suwandono
Ruang Vol 1, No 4 (2015): Ruang
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ruang.1.4.231-240

Abstract

Kolam retensi merupakan salah satu cara untuk mengatasi permaslaahn banjir yang sering terjadi. Kolam retensi tersebut dapat ditingkatkan menjadi sebuah ruang aktivitas agar lahan dari kawasan kolam retensi tersebut dapat berkembang. Penelitian dan perencanaan ini bertujuan untuk meningkatkan fungsi dari kolam retensi yang hanya bersifat fungsional untuk pengendali banjir yang mengakibatkan fungsi lahan kolam retensi tidak produktif sehingga diperlukan sebuah aktivitas untuk meningkatkan fungsi tersebut. Isu permasalahan berupa lokasi dari koalm retensi yang perlu dilakukan kajian ulang dan juga diperlukan sebuah rencana untuk menyatukan kolam retnnsi dan fasilitas rekreasi dengan upaya pemenuhan kebutuhan masyarakat berupa fasilitas rekreasi. Metode yang digunakan yaitu metode kuantitatif dan kualitatif dengan teknik analisis statistic deskriptif yang kemudian diketahui hasil dari penelitian yang didapat. Hasil dari penelitian yaitu masih banyaknya masyarakat yang belum terpenuhi akan fasilitas rekreasi. Selain itu, aktivitas rekreasi pada kolam retensi perlu dibangun untuk memenuhi kebutuhan masyarakat permukiman yang terdapat di sekitar kolam retensi tersebut. Konsep yang digunakan yaitu, Public Recreation Space, yang mendukung elemen society dan nature sehingga ruang public dapat menjadi wadah bagi masyarakat serta menjadi salah satu paru – paru kota Semarang.
Karakteristik Aktivitas Pedagang Kaki Lima di Jalan Kartini, Semarang Retno Widjajanti
Ruang Vol 1, No 3 (2015): Ruang
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ruang.1.3.151-160

Abstract

Dewasa ini, pertumbuhan PKL semakin tinggi terutama di daerah fungsional Kota Semarang. PKL masih dipandang sebagai hambatan lalu lintas dan penyebab degradasi kota. Kebijakan pemerintah terhadap PKL ditemukan tampaknya sama dari satu kota ke kota lain. Hal ini jauh dari reaksi pragmatis terhadap masalah PKL. Sebenarnya, esensi masalah tersebut adalah karena tidak ada referensi yang tepat dan rinci terhadap lokasi PKL. Hanya ada tindakan penentukan lokasi PKL yang benar-benar mempertimbangkan karakteristik PKL di setiap area fungsional, terutama pada kawasan perdagangan yang terletak di Jalan Kartini. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji karakteristik aktivitas PKL di Jalan Kartini. Ruang aktivitas PKL menjadi penyebab dan akibat dari PKL memilih lokasi berjualan untuk memenuhi kebutuhan. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Pada akhirnya, artikel ini yang juga mewakili hasil penelitian, PKL di kawasan perdagangan berada di dekat tempat tinggal, pertokoan dan perkantoran. Hal tersebut membuat lokasi ini tinggi untuk dikunjungi.
Perubahan Fungsi Bangunan Di Koridor Jalan Sirajudin-Banjarsari Akibat Keberadaan Kawasan Pendidikan Di Kelurahan Tembalang Semarang Jawa Tengah Fransinata Giovani Sinurat
Ruang Vol 1, No 4 (2015): Ruang
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ruang.1.4.281-290

Abstract

Kawasan Tembalang diperuntukkan untuk kawasan pendidikan sebagai fungsi kawasan primer. Kawasan yang termasuk dalam wilayah studi merupakan kawasan permukiman yang berada dekat dengan beberapa fasilitas pendidikan di Tembalang seperti Universitas Pandanaran, Universitas Diponegoro, POLINES, STIE Cendikia Karya dan STIKKES. Hal ini mengakibatkan kawasan pendidikan menjadi satu daya tarik bagi masyarakat yang ingin menuntut ilmu untuk tinggal di kawasan Tembalang. Koridor jalan Sirajudin-Banjarsari merupakan salah satu bagian dari kawasan pendidikan Tembalang. Aktivitas mahasiswa yang terjadi di koridor jalan Sirajudin-Banjarsari mengakibatkan banyaknya perubahan fungsi bangunan rumah. Pada umumnya perubahan fungsi bangunan rumah yang terjadi adalah banyaknya bangunan rumah yang berubah fungsi menjadi rumah kontrakan ataupun kost-kostan. Selain itu, juga terdapat perubahan bangunan rumah menjadi elemen-elemen pembentuk ruang lainnya seperti sarana perdagangan dan jasa yang didominasi oleh pertokoan dan PKL. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan fungsi bangunan di koridor jalan Sirajudin-Banjarsari akibat keberadaan kawasan pendidikan di Kelurahan Tembalang. Metode penelitian yang digunakan yakni metode kuantitatif. Berdasarkan hasil penyebaran kuesioner terhadap 87 orang di sepanjang koridor jalan Sirajudin-Banjarsari, terdapat 71 bangunan dari 77 bangunan yang mengalami perubahan fungsi selama 10 tahun terakhir yang diakibatkan karena adanya pengaruh dari kawasan pendidikan melalui aktivitas mahasiswa.Kawasan Tembalang diperuntukkan untuk kawasan pendidikan sebagai fungsi kawasan primer. Kawasan yang termasuk dalam wilayah studi merupakan kawasan permukiman yang berada dekat dengan beberapa fasilitas pendidikan di Tembalang seperti Universitas Pandanaran, Universitas Diponegoro, POLINES, STIE Cendikia Karya dan STIKKES. Hal ini mengakibatkan kawasan pendidikan menjadi satu daya tarik bagi masyarakat yang ingin menuntut ilmu untuk tinggal di kawasan Tembalang. Koridor jalan Sirajudin-Banjarsari merupakan salah satu bagian dari kawasan pendidikan Tembalang. Aktivitas mahasiswa yang terjadi di koridor jalan Sirajudin-Banjarsari mengakibatkan banyaknya perubahan fungsi bangunan rumah. Pada umumnya perubahan fungsi bangunan rumah yang terjadi adalah banyaknya bangunan rumah yang berubah fungsi menjadi rumah kontrakan ataupun kost-kostan. Selain itu, juga terdapat perubahan bangunan rumah menjadi elemen-elemen pembentuk ruang lainnya seperti sarana perdagangan dan jasa yang didominasi oleh pertokoan dan PKL. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan fungsi bangunan di koridor jalan Sirajudin-Banjarsari akibat keberadaan kawasan pendidikan di Kelurahan Tembalang. Metode penelitian yang digunakan yakni metode kuantitatif. Berdasarkan hasil penyebaran kuesioner terhadap 87 orang di sepanjang koridor jalan Sirajudin-Banjarsari, terdapat 71 bangunan dari 77 bangunan yang mengalami perubahan fungsi selama 10 tahun terakhir yang diakibatkan karena adanya pengaruh dari kawasan pendidikan melalui aktivitas mahasiswa.
Perencanaan Fasilitas Rekreasi Pada Kolam Retensi Di Kelurahan Muktiharjo Kidul, Semarang (Dalam Desain Detail Perancangan Ruang Publik) Kirana Prameswari Miolo; Djoko Suwandono
Ruang Vol 1, No 4 (2015): Ruang
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ruang.1.4.191-200

Abstract

Penelitian dari perencanaan ini bertujuan untuk meningkatkan fungsi dari kolam retensi yang hanya bersifat fungsional yaitu untuk pengendali banjir. Peningkatan fungsi tersebut akan direncanakan dengan mengembangkan kolam retensi sebagai ruang publik serta fasilitas rekreasi yang dapat meningkatkan daya tarik bagi masyarakat serta wisatawan lokal. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dan kualitatif karena bertujuan untuk mencari pola yang tepat dalam perencanaan fasilitas rekreasi pada kolam retensi. Pendekatan yang digunakan yaitu menggunakan pendekatan kualitatif karena pendekatan tersebut dilakukan dengan observasi secara naturalistik. Hasil akhir yang ingin dicapai berupa kajian penentuan lokasi kolam retensi. Selain itu pembangunan fasilitas rekreasi pada kolam retensi bertujuan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang berada di sekitar kolam retensi akan kegiatan rekreasi. Konsep yang digunakan untuk pengembangan fasilitas rekreasi pada kolam retensi adalah Waterfront As A Public Space and Recreation. Konsep ini didukung dengan teori Waterfront Development dan juga Child Friendly Space.
Pengembangan Ekonomi Adaptive Reuse di Kawasan Kampung Sekayu, Semarang Diah Intan Kusumo Dewi
Ruang Vol 1, No 2 (2015): Ruang
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ruang.1.2.41-50

Abstract

Kawasan Kampung Sekayu merupakan salah satu kawasan bersejarah di Kota Semarang karena dulunya merupakan kampung asli masyarakat Semarang. Namun, setelah dibangunnya kawasan komersial Paragon, terjadi berbagai perubahan yang ada di kawasan Kampung Sekayu baik perubahan fungsi ruang maupun aktivitas masyarakat yang ada di kawasan tersebut. Apabila dinilai dari segi ekonomi, maka perubahan fungsi ruang tersebut menguntungkan namun kurang sesuai dengan fungsi kawasan yang sebenarnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasikan pengembangan ekonomi adaptive reuse sehingga mampu meningkatkan taraf kesejahteraan masyarakat Kampung Sekayu. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis statistik deskriptif.

Page 3 of 19 | Total Record : 185