Articles
185 Documents
Pengembangan Konsep Wisata Apung Kampung Nelayan Pesisir Balikpapan
Ristianti, Novia Sari
Ruang Vol 1, No 1 (2015): Jurnal Ruang
Publisher : Ruang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (47.837 KB)
|
DOI: 10.14710/.1.1.31-40
This study aims to provide recommendations structuring concepts in the coastal fishing village Balikpapan using the concept of a floating tour. Settlements fishing village located around tourism destinations that have environmental issues with the availability of public infrastructure and facilities are inadequate and residential neighborhoods that have the selling value of travel. Moreover, with the Spatial Plan (RTRW) Balikpapan years 2012-2032 that have set up a new space for the benefit of economic investment in the form of Regions Coastal Road Balikpapan hence the need for structuring the slums fishermen along the coast of the city of Balikpapan. Therefore, the need for the concept of slum settlements of fishermen along the coast of Balikpapan in favor of realizing the coastal road. The concept led to the arrangement of settlement activities that are sustainable both in terms of economic, environmental and social coastal communities through the realization of SMART ECO-VILLAGE. This concept carries the principle of sustainability in terms of economic, environmental and social but still adopt the culture and customs of fishing communities which are then packaged in settlements through the concept of rural tourism development.
Persepsi Pengguna Terhadap Jalur Pejalan Kaki Jalan Pemuda Kota Magelang
Lina Nurul Ikhsani;
Parfi Khadiyanta
Ruang Vol 1, No 3 (2015): Ruang
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.14710/ruang.1.3.111-120
: Jalur pejalan kaki Jalan Pemuda merupakan jalur pejalan kaki yang menjadi titik awal pengembangan jalur pejalan kaki di Kota Magelang dalam rangka pengembangan Kota Hijau di Indonesia. Oleh karena hal tersebut jalur pejalan kaki Jalan Pemuda diharapkan dapat melayani sesuai dengan keinginan pengguna. Sehingga selanjutnya diharapkan pula jalur pejalan kaki Jalan Pemuda dapat menjadi acuan bagi Kota Magelang untuk dapat mengembangkan jalur pejalan kaki di wilayahnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pandangan masyarakat tentang kondisi pada jalur pejalan kaki Jalan Pemuda Kota Magelang. Penelitian dilakukan menggunakan metode penelitian kuantitatif. Kegiatan pengumpulan data dilakukan menggunakan 4 cara yaitu wawancara, kuesioner, observasi dan telaah dokumen. Kegiatan wawancara dan observasi dilakukan secara tidak terstruktur untuk mengetahui beberapa kondisi umum wilayah. Kemudian kuesioner dilakukan menggunakan kuesioner tertutup dengan metode accidental systematic sampling yang membutuhkan responden berjumlah 108 orang. Kegiatan analisis data dilakukan dengan metode analisis distribusi frekuensi. Setelah dilakukan analisis menggunakan distribusi frekuensi, juga dilakukan analisis menggunakan analisis tabulasi silang. Hasil analisis yang telah dilakukan menunjukkan kondisi fisik jalur pejalan kaki saat ini dalam keadaan baik dan dapat dijadikan sebagai acuan untuk pengadaan jalur pejalan kaki di wilayah Kota Magelang dengan catatan untuk perbaikan pada beberapa hal yang masih dianggap kurang. Aspek yang dianggap kurang di jalur pejalan kaki Jalan Pemuda Kota Magelang adalah kesesuaiannya untuk pengguna dengan kebutuhan khusus perlu dilakukan perbaikan terkait hal tersebut.
Perencanaan Konsep Pengelolaan dan Pembiayaan Pembangunan Kawasan Wisata Hutan Mangrove Desa Bedono, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak
Arif Su'udi;
Djoko Suwandono
Ruang Vol 1, No 2 (2015): Ruang
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.14710/ruang.1.2.51-60
Pengembangan kawasan wisata pesisir di Kabupaten Demak dilatarbelakangi oleh Peraturan Daerah Nomor 6 tahun 2011 tentang Rencana Tata Ruang dan Wilayah Kabupaten Demak Tahun 2011 - 2031 Pasal 71 dan Pasal 95 disebutkan bahwa Kecamatan Sayung termasuk kedalam kawasan strategis daerah dengan peruntukkan sebagai kawasan industri, perdagangan dan jasa, pemasaran komoditas, permukiman perkotaan, dan kegiatan wisata bahari. Desa Bedono merupakan salah satu desa di wilayah pesisir kabupaten Demak yang memiliki potensi wisata mangrove dan religi. Desa Bedono belum dikembangkan secara optimal terutama dalam segi pengelolaan. Agar perencanaan pengelolaan dan pembiayaan pembangunan tersebut tidak salah sasaran, perlu dilakukan penelitian terlebih dahulu untuk mengidentifikasi kelayakan kawasan yang akan dijadikan sebagai obyek perencanaan. Pada penelitian ini digunakan metode analisis deskriptif kualitatif. Analisis yang dilakukan yaitu terkait dengan proyeksi jumlah wisatawan dan rencana kebutuhan ruang. Hasil dari penelitian kemudian dijadikan sebagai masukan untuk merumuskan konsep pengelolaan dan pembiayaan pembangunan kawasan wisata di Desa Bedono. Konsepsi tersebut dilakukan dengan menganalisis kebutuhan ruang, konsepsi pengelolaan, perhitungan pembiayaan pembangunan baik secara ekonomi dan finansial, dan kelayakan proyek pembangunan kemudian dari hasil analisis tersebut dirumuskan suatu konsep pengelolaan dan skenario pembangunan desa wisata.
Evaluasi Rumah Susun Pekunden Berdasarkan Kaidah Layak Huni dan Berkelanjutan
Kariza Dewi Wiryanti;
Iwan Rudiarto
Ruang Vol 1, No 4 (2015): Ruang
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.14710/ruang.1.4.241-250
Pertumbuhan penduduk di perkotaan yang semakin meningkat serta lahan yang terbatas membuat pembangunan Rumah Susun (Rusun) menjadi program andalan dalam pengentasan permukiman kumuh di kota. Hal ini lah yang juga dilakukan Pemerintah Kota Semarang dalam mengentaskan permukiman kumuh di Kelurahan Pekunden Kecamatan Semarang Tengah. Rusun Pekunden merupakan salah satu rusun yang dimiliki pemkot dan sudah berdiri 23 tahun silam dengan sistem kompensasi milik bagi penghuni asli permukiman dan selebihnya adalah sewa. Namun, sistem kepemilikan hunian yang tidak jelas dan kondisi fisik rusun yang menghawatirkan, mengindikasikan bahwa rusun tersebut tidak sesuai dengan kaidah hunian layak huni dan berkelanjutan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengevaluasi Rusun Pekunden berdasarkan kaidah layak huni dan berkelanjutan. Metode yang dilakukan adalah metode kuantitatif dengan teknik analisis deskriptif. Beberapa aspek yang menjadi fokus dalam evaluasi ini adalah aspek fisik dan lingkungan, sosial dan ekonomi serta tenure security. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Rumah Susun Pekunden saat ini tidak layak huni dan tidak berkelanjutan. Hal ini dilihat dari aspek fisik lingkungan yang masih berada di bawah garis ideal begitu juga dengan aspek sosial ekonomi dan tenure security. Aspek dengan nilai terendah pada evaluasi ini adalah aspek tenure security. Aspek ini lah yang kemudian perlu perhatian lebih dalam permasalahan di rusun ini.
Perilaku Pengguna Ruang Terbuka Publik Terkait Ketersediaan Akses Internet Pada Taman Lansia Kota Bandung
Anindita, Yanuar Akbar;
Suwandono, Djoko
Ruang Vol 1, No 4 (2015): Jurnal Ruang
Publisher : Ruang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.14710/.1.4.291-300
Fasilitas Internet Nirkabel/ Wireless Internet telah menjadikan internet sebagai sesuatu yang mudah dijangkau dimanapun dan tidak lagi memerlukan sambungan kabel seperti di rumah ataupun kantor â kantor. Penggunaan internet kini menjadi kegiatan sehari â hari orang â orang ketika berada di taman, plaza, mall dan ruang publik lainnya. Kota Bandung merupakan kota yang telah melengkapi ruang-ruang publiknya dengan akses wireless internet. Taman Lansia Kota Bandung merupakan salah satu taman yang telah dilengkapi akses internet sehingga penggunanya dapat mengakses internet. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penataan taman dan ketersediaan akses internet menentukan perilaku/ aktivitas manusia serta bagaimana penggunaan internet saat ia berada di ruang terbuka publik ini. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode campuran dengan melakukan teknik analisis distribusi frekuensi untuk mengetahui karakteristik pengguna taman, analisis klaster mengetahui dan mengelompokkan penggunaan internet berdasarkan tujuan penggunaannya serta teknik pemetaan perilaku untuk merekam perilaku masyarakat pada ruang-ruang di taman ini.Berdasarkan kuesioner yang dihimpun, 88% responden tergolong kedalam pengguna berat internet dan porsi penggunaan internet pada Taman Lansia dalam sekali berkunjung bisa selama 1-3 jam. Dari hasil identifikasi karakteristik penggunaan internet juga menunjukkan 3 Klaster yang terbagi berdasarkan motif/tujuan penggunaan internet dimana 2 klaster terbesar sebesar 36% dan 53% merupakan kaum muda yang suka menggunakan internet pada Taman Lansia. Sementara itu hasil pemetaan perilaku memperlihatkan bahwa penataan taman seperti bangku-bangku taman, vocal point, dan pedagang kaki lima berperan sangat besar dalam pembentukan perilaku pasif pada Taman Lansia ditambah lagi dengan kehadiran internet terlihat zona-zona ânyamanâ bagi para pengguna internet di taman yang juga ternyata memberikan pengaruh positif bagi fungsi ekonomi Taman Lansia. Â
Arahan Penataan Kampung Nelayan Kejawan Lor Dengan Konsep Livable Settlement Pantai Kenjeran, Surabaya
Fadhilah Mifta Firdaus;
Nurini Nurini
Ruang Vol 1, No 4 (2015): Ruang
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.14710/ruang.1.4.201-210
Livable settlement merupakan konsep pengembangan dan perancangan yang memiliki dua aspek penting sebagai acuan dasar yaitu penyediaan matapencaharian bagi masyarakat sekitar serta pemeliharaan kualitas dan keberlanjutan suatu lingkungan permukiman. Tujuan dari penelitian ini difokuskan pada arahan penataan permukiman kampung nelayan Kejawan Lor di Pantai Kenjeran Surabaya yang memiliki permasalahan yaitu lingkungan permukiman yang identik dengan kekumuhan, banjir rob, minimnya keberadaan open space, dan permasalahan sampah. Permasalahan-permasalahan tersebut makin membuat kejenuhan di lingkungan tempat tinggal penduduk kampung nelayan Kejawan Lor sehingga perlu untuk diterapkan konsep livable settlement. Dalam penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan teknik analisis deskriptif, serta teknik sampling yaitu purposive sampling. Kegiatan analisis yang dilakukan dalam penelitian ini menggunakan 10 analisis yaitu antara lain analisis pengguna dan aktivitas, analisis kebutuhan ruang, analisis AHP, dan lain-lain.Hasil dari identifikasi dan analisisarahan penataan (UDGL) permukiman nelayan Kejawan Lor berdasarkan 6 indikator livable settlement yaitu kemudahan aksesibilitas, keberadaan perumahan yang terjangkau, peningkatan perekonomian, mendukung komunitas nelayan, sinkronisasi dengan kebijakan RDTRK Tambak Wedi tahun 2010, serta peningkatkan kualitas lingkungan den. Penataan permukiman nelayan yang baik nantinya mampu mendorong peningkatan kualitas lingkungan pesisir yang berimplikasi pada produktifitas nelayan Kejawan Lor.
Kajian Karakteristik Sampah PKL Di Kawasan Pendidikan UNDIP Tembalang
Eko Dwi Cahyo Januarto;
Wakhidah Kurniawati;
Widjanarko Widjanarko
Ruang Vol 1, No 4 (2015): Ruang
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.9767/bcrec.%v.%i.113.%p
Meningkatnya pertumbuhan PKL di Kawasan Pendidikan UNDIP Tembalang dikarenakan terbukanya peluang untuk beraktifitas dan menggunakan lahan yang ada disana. Pertumbuhan PKL tersebut menimbulkan beberapa permasalahan, salah satunya yaitu permasalahan sampah PKL. Dari permasalahan tersebut diperlukan penelitian tentang kajian karakteristik sampah PKL di Kawasan Pendidikan Universitas Diponegoro Tembalang dengan tujuan untuk menemukan karakteristik sampah PKL, karakteristik lokasi pembuangan sampah PKL, dan proses pengumpulan sampah PKL. Metode penelitian dilakukan dengan menggunakan metode kuantitatif dan teknik analisis yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan dua teknik yaitu dengan teknik primer pengumpulan data melalui kuisioner, observasi dan dokumentasi. teknik sekunder dilakukan dengan pengumpulan data dari instansi dan literatur terkait. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini yaitu karakteristik sampah PKL Di kawasan Pendidikan UNDIP Tembalang didominasi oleh sampah organik. Jika dilihat dari lokasi pembuangan sampah PKL, maka dapat disimpulkan bahwa masih ada sebagian kecil PKL yang membuang sampah di pinggir jalan raya. Hal ini disebabkan masih kurangnya tempat-tempat sampah yang disediakan oleh dinas kebersihan.Meningkatnya pertumbuhan PKL di Kawasan Pendidikan UNDIP Tembalang dikarenakan terbukanya peluang untuk beraktifitas dan menggunakan lahan yang ada disana. Pertumbuhan PKL tersebut menimbulkan beberapa permasalahan, salah satunya yaitu permasalahan sampah PKL. Dari permasalahan tersebut diperlukan penelitian tentang kajian karakteristik sampah PKL di Kawasan Pendidikan Universitas Diponegoro Tembalang dengan tujuan untuk menemukan karakteristik sampah PKL, karakteristik lokasi pembuangan sampah PKL, dan proses pengumpulan sampah PKL. Metode penelitian dilakukan dengan menggunakan metode kuantitatif dan teknik analisis yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan dua teknik yaitu dengan teknik primer pengumpulan data melalui kuisioner, observasi dan dokumentasi. teknik sekunder dilakukan dengan pengumpulan data dari instansi dan literatur terkait. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini yaitu karakteristik sampah PKL Di kawasan Pendidikan UNDIP Tembalang didominasi oleh sampah organik. Jika dilihat dari lokasi pembuangan sampah PKL, maka dapat disimpulkan bahwa masih ada sebagian kecil PKL yang membuang sampah di pinggir jalan raya. Hal ini disebabkan masih kurangnya tempat-tempat sampah yang disediakan oleh dinas kebersihan.
Kajian Perkembangan Penggunaan Lahan Permukiman di Koridor Semarang Timur
Iwan Rudiarto;
Rizqy Ridho Prakasa;
Kariza Dewi Wiryanti;
Renni Maharani Putri;
Dinda Kholivia Masykuroh
Ruang Vol 1, No 4 (2015): Ruang
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.14710/ruang.1.4.281-290
Pertumbuhan penduduk yang tinggi menuntut pemerintah untuk menyediakan kebutuhan akan rumah yang layak huni dan terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat serta dilengkapi fasilitas pelayanan umum. Lokasi merupakan salah satu faktor penting dalam pemilihan rumah. Rumah yang berada di pusat kota memudahkan bagi penghuni untuk melakukan aktiftas sehari-hari dengan meminimalisir biaya transportasi. Saat ini ketersediaan lahan di pusat kota tidak mampu memenuhi perkembangan perumahan. Fenomena ini membuat perkembangan perumahan bergeser ke daerah pinggiran. Tujuan dari penelitian ini ialah mengkaji perkembangan penggunaan lahan permukiman di daerah pinggiran koridor Semarang Timur. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan pemodelan spasial yang menggambarkan kondisi nyata di lapangan. Perkembangan Penggunaan Lahan Permukiman pada tahun 2002, 2006 dan 2011 menunjukkan bahwa lahan permukiman semakin berkembang. Jika dilihat pada arah perkembangan yang terjadi, pemusatan permukiman cenderung semakin padat kearah perbatasan Kota Semarang dengan Kabupaten Demak. Begitu juga dengan arah kepadatan penduduk yang cenderung berkembang kearah pinggiran tersebut.
Hubungan Ketersediaan RTH Sebagai Resapan Air Dengan Dampak Perubahan Iklim (Studi Kasus: Kelurahan Bandarharjo)
Tengku Ahmad Fauzan;
Mussadun Mussadun
Ruang Vol 1, No 4 (2015): Ruang
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.14710/ruang.1.4.211-220
Wilayah pesisir merupakan wilayah yang penting tetapi rentan (vulnerable) terhadap gangguan. Salah satu bencana yang terjadi adalah perubahan iklim, sebuah fenomena global karena penyebabnya bersifat global, disebabkan oleh aktivitas manusia di seluruh dunia. Selain itu, dampaknya juga bersifat global, dirasakan oleh seluruh mahluk hidup di berbagai belahan dunia. Keberadaan Ruang Terbuka Hijau di wilayah pesisir sangat diperlukan. Jika dilihat berdasarkan fungsi dan manfaatnya. Namun pada wilayah studi Kelurahan Bandarharjo memiliki ketersediaan RTH yang sangat minim. Padahal RTH memiliki empat fungsi, yaitu: bio-ekologi, social- ekonomi dan estetika dapat dikombinasikan sesuai dengan kebutuhan, kepentingan dan keberlanjutan kota. Melihat kenyataan tersebut, maka studi ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui sejauh mana hubungan ketersediaan RTH sebagai resapan air dengan dampak perubahan iklim di kawasan pesisir. Proses kajian dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan menggunakan teknik pengumpulan data melalui penyebaran kuesioner, telaah dokumen dan observasi lapangan secara langsung. Setelah itu data diolah dengan analisis deskriptif. Penelitian ini dilakukan dengan teknik analisis korelasi Bivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketersediaan RTH di Kelurahan Bandarharjo sangat minim karena luas area yang sangat padat, sehingga tidak ada ruang untuk diisi oleh penghijauan. Kemudian akibat masalah perubahan iklim menimbulkan beberapa dampak di Kelurahan Bandarharjo, yaitu: bencana banjir dan rob, yang menimbulkan kerusakan bangunan, dan kerugian dari segi fisik dan ekonomi.
Identifikasi Pengaruh Perusahaan Perkebunan Kelapa Sawit Terhadap Sektor Unggulan Dan Perekonomian Di Kabupaten Sukamara, Provinsi Kalimantan Tengah
Thendy Raya Purba;
Fitri Yusman;
Nurini Nurini
Ruang Vol 1, No 4 (2015): Ruang
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.9767/bcrec.%v.%i.114.%p
Kabupaten Sukamara berdiri pada tahun 2002 yang merupakan pemekaran dari Kabupaten Kotawaringin Barat Provinsi Kalimantan Tengah. Pertumbuhan perekonomian disuatu wilayah dapat dipicu oleh keberadaan suatu investasi, karena investasi merupakan lokomotif pertumbuhan ekonomi disuatu wilayah serta pertumbuhan ekonomi suatu wilayah dapat dilihat dari keberhasilan pembangunan ekonomi di wilayah tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengaruh keberadaan perusahaan perkebunan kelapa sawit terhadap sektor unggulan dan perekonomian di Kabupaten Sukamara. Metode yang digunakan yaitu metode kuantitatif, dengan menggunakan analisis yaitu analisis statistik. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa bentuk pengaruh perusahaan perkebunan kelapa sawit terhadap sektor unggulan,dapat dilihat dalam peningkatan kontribusi sub sektor perkebunan terhadap nilai tambah sektor pertanian yang merupakan sektor unggulan. Pengaruh perusahaan perkebunan kelapa sawit terhadap pendapatan daerah, dapat dilihat dari adanya perjanjian antara pemerintah daerah dan perusahaan mengenai pajak/sumbangan dari perusahaan terhadap pendapatan daerah, serta pengaruh perusahaan perkebunan kelapa sawit terhadap kesejahteraan masyarakat, dapat dilihat dari adanya peningkatan pendapatan masyarakat dan penyediaan lapangan kerja bagi masyarakat lokal di Kabupaten Sukamara.