cover
Contact Name
Wakhidah Kurniawati
Contact Email
ruang@live.undip.ac.id
Phone
+6224-7460054
Journal Mail Official
ruang@live.undip.ac.id
Editorial Address
Gedung A lantai 3, Departemen Perencanaan Wilayah dan Kota Universitas Diponegoro, Jl. Prof Soedarto, Tembalang, Kota Semarang, 50275
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Ruang
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : 18583881     EISSN : 23560088     DOI : 10.14710/ruang
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 185 Documents
Semarang Smart City Ditinjau dari Pola Transportasi Mobil Penumpang Pribadi Djoko Suwandono
Ruang Vol 2, No 2 (2016): Ruang
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (175.105 KB) | DOI: 10.14710/ruang.2.2.561-570

Abstract

Perkembangan kota akibat urbanisasi menjadikan kota semakin berkembang melebar,  yang mengakibatkan kota tidak efisien dilihat dari waktu tempuh penduduknya semakin lama dan jauh. Bukan hanya waktu tempuh, tapi kemacetan lalu lintas, polusi udara, pengalihan lahan terbuka hijau menjadi permukiman atau lahan terbangun akan mengakibatkan banjir, peningkatan suhu udara dsb.Konsep Smart Growth  menjadi salah satu alat untuk menata kota agar mengurangi bahkan terhindar dari akibat  membengkaknya kota tersebut, juga antisipasi untuk membangun hunian baru yang sesuai konsep smart growth. Kota juga berkembang menjadi kota Metropolitan, namun masalah yang dihadapi oleh kota-kota besar di Indonesia maupun dunia umumnya tidak terasa di kota Semarang terutama soal kemacetan lalu lintas, banjir kiriman, sehingga menimbulkan suatu pertanyaan :”Apakah Semarang dapat disebut Smart City yang sesuai dengan konsep Smart Growth yang akan ditinjau dari pola transsportasi mobil penumpang pribadi?”Adapun metodologi penelitiannya memakai positivisme yakni kuantitatif, yang akan mengukur titik-titik pusat kegiatan di kota Semarang atas tujuan (destinasi) mobil penumpang pribadi, menggunakan 100 responden yang disebar pada tujuh titik.Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa ternyata kota Semarang belum sepenuhnya menjadi Smart City ditinjau dari pola transportasi mobil penumpang, separuh lebih yang sudah memenuhi seperti konsep Smart Growth yakni kawasan Simpang Lima, kawasan Semarang Tengah, kawasan Banyumanik dan kawasan Ngaliyan, sedangkan yang belum memenuhi adalah kawasan kampus Undip, kawasan Tembalang dan Kawasan Gayamsari.
Peluang Pertanian Holtikultura dan Tembakau sebagai Penunjang Aktivitas Ekonomi Masyarakat Kopeng, Kabupaten Semarang Reny Yesiana; Intan Muning Harjanti
Ruang Vol 2, No 4 (2016): Ruang
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (200.489 KB) | DOI: 10.14710/ruang.2.4.349-357

Abstract

Kopeng terletak di Kawasan Gunung Merbabu, Gunung Telomoyo dan Gunung Andong. Pada wilayah dataran tinggi, masyarakat cenderung untuk mengembangkan tanaman tembakau dan holtikultura. Berdasarkan data BPS tahun 2013, luas lahan yang digunakan untuk tanaman tembakau mencapai 86 Ha (20%) dengan hasil produksi sebesar 51 Ton/Ha (26%), sedangkan luas lahan holtikultura mencapai 281 Ha (66%) dengan hasil produksinya mencapai 155,7 Ton/Ha (72%). Walaupun terjadi pro dan kontra dalam pembudidayaan tembakau, namun tidak bisa dipungkiri bahwa tembakau juga memberikan kontribusi terhadap ekonomi masyarakat Kopeng. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peluang pengembangan budidaya tembakau dan hortikultura oleh masyarakat Kopeng. Alat analisis yang digunakan adalah statistik deskriptif. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah random sampling yang dilakukan secara acak karena masyarakat yang dijadikan responden memiliki karakteristik homogen yaitu sebagai petani. Jumlah sampel yang digunakan sebanyak 64 jiwa. Setelah dilakukan perhitungan penerimaan dan pengeluaran antara petani holtikultura dan tembakau diperoleh rata-rata pendapatan bersih yang diterima petani hortikultura lebih tinggi daripada tembakau. Kelebihan lain dari pertanian hortikultura adalah perputaran uangnya lebih cepat dan dapat dibudidayakan dengan sistem yang bervariasi (hidroponik maupun aeroponik) serta tidak memerlukan lahan khusus. Oleh karena itu, hasil dari kajian ini merekomendasikan bahwa komoditas holtikultura agar lebih banyak dikembangkan daripada tembakau.
Upaya Pelestarian Kawasan Bersejarah Kota Pusaka Parakan, Kabupaten Temanggung Nofika Fitasari; Rina Kurniati
Ruang Vol 4, No 1 (2018): Ruang
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (569.874 KB) | DOI: 10.14710/ruang.4.1.48-56

Abstract

Heritage area of Parakan is one of ancient Mataram heritage area and it was ex capital city of Menoreh. This area has so many historical relics either buildings or art. Therefore at 2015, Parakan was confirmed as heritage city by Ministry of Public Works and Public Housing (PUPR). As a heritage city, Parakan still faced several problems. There are degradation of heritage buildings, less of local government’s attention about local art. Beside that, Temanggung still do not has any regulations about conservation activity in Parakan. This research aims to know how the way conservation effort in cultural heritages in Parakan. The method used in this paper is called AHP to determine classification weight due to value of influence each variable in this research.  Land use in Parakan is dominated by trade and service area and settlement area. Those settlement consist of Kauman and Pecinan Settlement which is early establishment of Parakan City. Research output in conservation buildings shows that  the alternative of conservation in Parakan are preservation, adaptation, restoration, reconstruction, cultural transmission, and cultural revitalization.
Fasilitas Umum dan Lingkungan di Kelurahan Pakuncen, Kecamatan Wirobrajan, Kota Yogyakarta Any Fitrianingrum; Nurini Nurini
Ruang Vol 2, No 4 (2016): Ruang
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (154.873 KB) | DOI: 10.14710/ruang.2.4.273-282

Abstract

Fenomena urbanisasi yang terjadi di kota-kota besar mengakibatkan jumlah penduduk perkotaan semakin meningkat. Terbatasnya luas lahan perkotaan berdampak pada penyediaan lahan permukiman bagi kaum urban. Dengan luas lahan perkotaan yang terbatas, sementara jumlah penduduk perkotaan semakin banyak akibat adanya urbanisasi, hal ini mengakibatkan munculnya kantong-kantong permukiman padat di tengah kota. Masyarakat urban yang dating memiliki berbagai latar belakang pengetahuan, persepsi, dan sikap terhadap lingkungan yang berbeda-beda. Dimana persepsi masyarakat yang terbentuk akan berhubungan dan berpengaruh terhadap lingkungan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui bagaimana persepsi masyarakat dalam penggunaan dan pemanfaatan fasilitas umum dan lingkungan di Kelurahan Pakuncen, Kecamatan Wirobrajan, Kota Yogyakarta. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan teknik analisis deskriptif kuantitatif. Berdasarkan hasil penelitian persepsi masyarakat terhadap penggunaan dan pemanfaatan fasilitas umum dan lingkungan sangat dipengaruhi oleh tingkat pendidikan dan penghasilan seseorang. Hal ini dapat dilihat dari perepsi masyarakat RW 8,9,10,11 Kelurahan Pakuncen yang kurang peduli terhadap pemanfaatan dan penggunaan fasilitas umum dan lingkungan. Sikap kurang peduli ini ialah tidak menyediakan sistem sanitasi yang baik, penyediaan daerah resapan air yang kurang, kurangnya ruang terbuka hijau, hingga perilaku membuang sampah sembarangan kebantaran sungai Winongo. Perilaku masyarakat yang cenderung tidak peduli akan menghambat perwujudan lingkungan hunian yang dipilih.
Penentuan Konsep Pengembangan Kawasan Pedesaan di Kecamatan Tulung, Kabupaten Klaten Estar Putra Akbar; Grandy Loranesssa Wungo
Ruang Vol 5, No 2 (2019): Ruang
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (750.313 KB) | DOI: 10.14710/ruang.5.2.130-139

Abstract

Menurut RTRW Kecamatan Tulung menjadi kawasan pertanian dan kawasan industri. Permukiman yang tumbuh di Kecamatan Tulung cenderung memusat di berbagai titik yang terdapat pusat aktivitas seperti industri. Permukiman di Kecamatan Tulung berkembang secara organik atau unplanned. Letak Kecamatan Tulung cukup strategis yaitu berada diantara Kabupaten Klaten dan Kabupaten Boyolali serta akses jalan kolektor Jatinom-Boyolali yang menghubungkan Kabupaten Boyolali dan Kabupaten Klaten juga membuat Kecamatan Tulung mudah dijangkau. Hal ini menyebabkan Kecamatan Tulung menjadi kawasan hunian yang ideal yang berdampak pada bertambahnya luas lahan permukiman tanpa ada control dari pemerintah. Konsep Eco Industrial Village diharapkan mampu menjawab masalah yang ada di Kecamatan Tulung. Metode pengumpulan data diperoleh melalui survei primer dan sekunder. Survei primer dilakukan dengan terjun langsung ke lapangan untuk melakukan observasi lapangan, wawancara, serta pemetaan denga Teknik analisis deskriptif. Tujuan penelitian ini dibagi dalam beberapa sasaran: pertama, penentuan konsep pengembangan wilayah. Kedua, melakukan pemetaan zonasi kawasan sesuai dengan konsep.
Arahan Pengembangan Obyek Wisata Umbul Sidomukti berdasarkan Penawaran Wisata dan Permintaan Wisata di Kabupaten Semarang Bagas Andi Pratama; Nurini Nurini
Ruang Vol 2, No 1 (2016): Ruang
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (187.428 KB) | DOI: 10.14710/ruang.2.1.11-20

Abstract

Taman Wisata Alam adalah kawasan pelestarian alam yang terutama dimanfaatkan untuk pariwisata dan rekreasi alam. Wisata alam merupakan salah satu potensi pariwisata yang cukup potensial untuk dikembangkan dan merupakan salah satu bentuk rekreasi diluar ruangan dengan memanfaatkan sumberdaya alam sebagai objek rekreasi. Pariwisata merupakan suatu perjalanan yang dilakukan seseorang untuk melakukan suatu perencanaan mengunjungi sebuah lokasi dengan meninggalkan tempat semula, ini dilakukan untuk semata-mata berekreasi yang beraneka ragam wisata yang ada. Penilitian ini bertujuan untuk mengetahui arahan pengembangan objek wisata Umbul Sidomukti berdasarkan penawaran wisata dan permintaan wisata di Kabupaten Semarang. Dalam penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan teknik pengumpulan data menyebar kuesioner dan wawancara. Didukung dengan penggunaan analisis deskriptif dalam menganalisis dari sasaran yang sudah dibuat. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat melihat beberapa arahan pengembangan yangtepat dan dapat digunakan sebagai mendukung dalam pengembangan objek wisata Umbul Sidomukti dengan melihat variabel penawaran wisata, permintaan wisata, dan sistem pariwisata yang digunakan bedasarkan perbandingan antara keduanya (penawaran dan permintaan). Hasil tersebut dapat menghasilkan data yang mendukung untuk meningkatkan pengembangan wisata di Umbul Sidomukti. Maka dari itu hasil penelitian ini diharapkan menjadi suatu rekomendasi terhadap strategi yang digunakan dalam arahan pengembangan objek wisata Umbul Sidomukti.
Karakteristik Perilaku Perjalanan Rumah Tangga Pengguna Sepeda Motor di Pinggiran Kota Semarang Okto Risdianto Manullang
Ruang Vol 2, No 2 (2016): Ruang
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (182.043 KB) | DOI: 10.14710/ruang.2.2.122-129

Abstract

Urban sprawl menyebabkan adanya pola guna lahan yang terpencar, sedangkan sarana transportasi tidak mampu menjawab kebutuhan akan pergerakan penduduk secara keseluruhan. Hal ini menciptakan adanya variasi perilaku perjalanan yang dipengaruhi oleh faktor yang berasal dari pelaku perjalanan itu sendiri, maupun oleh faktor spasial berupa lokasi tempat tinggal rumah tangga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan karakteristik perilaku perjalanan rumah tangga pengguna sepeda motor dan kondisi sosial ekonomi demografinya yang tinggal di daerah pinggiran Kota Semarang. Penelitian ini menggunakan analisis crosstab (tabulasi silang). Hasil studi menunjukkan bahwa pada hari kerja, jarak tempuh rumah tangga dipengaruhi oleh jumlah kepemilikan sepeda motor dan pendapatan rumah tangga. Disisi lain, frekuensi perjalanan pada akhir pekan dipengaruhi oleh jumlah anggota keluarga dan pendapatan rumah tangga, serta waktu tempuh dipengaruhi oleh pendapatan rumah tangga. Hal ini menunjukkan bahwa karakteristik perilaku perjalanan rumah tangga pengguna sepeda motor pada akhir pekan lebih dipengaruhi oleh pendapatan rumah tangga. Biasanya rumah tangga tersebut melakukan aktivitas rekreasi atau jalan-jalan.  
Belajar Dari Pengalaman Penerapan Program Bantuan Perumahan Masyarakat Miskin Kota Semarang Landung Esariti
Ruang Vol 2, No 2 (2016): Ruang
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (132.446 KB) | DOI: 10.14710/ruang.2.2.611-620

Abstract

Pengarusutamaan gender pertama kali diperkenalkan di Indonesia pada tahun 2000 melalui Instruksi Presiden No 1 / 2001. Dalam prosesnya, beberapa tindakan afirmatif telah dilakukan untuk mengintegrasikan genderdalam program pengembangan dan perlindungan sosial. Mulai tahun 2008, Gender menjadi salah satu pilar program penanggulangan kemiskinan secara nasional, yang juga telah dilaksanakan di kota Semarang. Pemerintah daerahtelah meluncurkan program bantuan perumahan, berupa hibah untuk rumah tangga miskin untuk renovasi rumahdan ditambah dengan bantuan teknis untuk perencanaan lokasi dan bantuan bahan konstruksi. Hasil merekomendasikan persyaratan untuk memahami berbagai karakteristik rumah tangga dankesadaran pemerintah dan LSM tentang definisi gender. Hal ini juga menyimpulkan bahwa perlu dibuka partisipasi lebih besar dari rumah tangga miskin untuk mendorong lingkup yang lebih luas dari capaian program. Dengan kata lain, adanya pelibatan rumah tangga berpenghasilan rendah sebagai manifestasi dari pendekatan yang sensitif gender untuk menciptakan keadilan danketerwakilan dalam kaitannya dengan pelaksanaan program. 
Pola Keruangan Kapasitas Adaptasi Terhadap Bencana Penyakit Di Kota Semarang Widjonarko Widjonarko; Maryono Maryono; Muhammad Lutfi Aliyudin
Ruang Vol 4, No 1 (2018): Ruang
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (582.631 KB) | DOI: 10.14710/ruang.4.1.%p

Abstract

The city of Semarang is one of the big cities with the incidence of disasters especially dengue fever disease (DHF) is quite high. To reduce the incidence of DBD Semarang city government has done preventive action to improve clean and healthy life behavior, intensive socialization about mosquito nest eradication and home monitoring activities against the potential emergence of DBD through routine examination of potential water reservoir as a mosquito breeding. This effort is enough to show encouraging results with a decrease in the incidence of disease. But in 2017 there is an indication of the increase in the incidence of dengue disease when compared to the previous year. Based on this incident it is important to examine the level of adaptation capacity of the community against the occurrence of DHF. Based on the results of research, the adaptation capacity of Semarang City community has high adaptation capacity level with diffuse pattern. Low adaptation capacity has a pattern of gathering around North Semarang, Pedurungan and Gayamsari districts. This condition can not be separated from the domination of society with limited economic level and awareness of low clean and healthy life behaviour.
Persepsi Masyarakat Terhadap Faktor-Faktor Penentu Pelestarian Bangunan Kuno Di Kampung Kauman Semarang Diah Intan Kusumo Dewi; Landung Esariti
Ruang Vol 2, No 4 (2016): Ruang
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (134.269 KB) | DOI: 10.14710/ruang.2.4.319-323

Abstract

Kampung Kauman merupakan kawasan yang memiliki perjalanan sejarah yang panjang, dengan tradisi yang kuat dan beragam yang terletak di Kecamatan Semarang Tengah. Kondisi Kampung Kauman memiliki cirri khusus berupa bangunan-bangunan kuno bercorak Melayu, Arab, Cina. Keberadaan bangunan bangunan yang memiliki nilai historis tersebut dapat menampilkan cerita visual dari suatu tempat/kawasan, yang mencerminkan perubahan-perubahan waktu, tatacara kehidupan dan budaya dari penduduknya. Kurangnya perhatian akan potensi nilai budaya, sejarah, ekonomi dan sosial mengakibatkan bangunan dan kawasan Kauman mengalami kerusakan bentuk ruang, pudarnya tradisi sosial budaya setempat, dan tidak produktif. Selain itu akan menjadi kendala bagi perkembangan pariwisata daerah, padahal Kawasan Kauman pernah berperan sebagai pusat komersial atau ekonomi dan pusat social budaya. Adapun hasil dari penelitian ini adalah biaya pemeliharaan bangunan kuno berasal dari dana pribadi pemilik bangunan kuno sendiri, sedangkan pemerintah kenyataannya tidak memberikan bantuan dana sepenuhnya. Tanpa adanya bantuan dan partisipasi dari pemerintah maka upaya revitalisasi akan menghambat partisipasi masyarakat yang akan menjadi penentu keberhasilan dari upaya revitalisasi Kawasan kauman Semarang.

Page 8 of 19 | Total Record : 185