cover
Contact Name
Samuel M. Simanjuntak
Contact Email
smsimanjuntak@unai.edu
Phone
+6281296081331
Journal Mail Official
smsimanjuntak@unai.edu
Editorial Address
-
Location
Kab. bandung barat,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Skolastik Keperawatan (e-Journal)
ISSN : 24430935     EISSN : 24431699     DOI : -
Core Subject : Health, Education,
Scope Medical-Surgical Nursing Critical Care Nursing Psychiatric Nursing Nursing Management Community Nursing Nursing Education Pediatric & Obstetric Nursing Transcultural Nursing Gerontic Nursing
Articles 183 Documents
THE RELATIONSHIP BETWEEN WAITING TIME AND NURSE EMPATHY TOWARDS PATIENT SATISFACTION INTHE NEUROSURGERY POLYCLINIC OF ARIFIN ACHMAD REGIONAL HOSPITAL RIAU PROVINCE Erianti, Susi
Jurnal Skolastik Keperawatan Vol 11 No 01 (2025): Januari-Juni
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Advent Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35974/jsk.v11i01.4065

Abstract

Introduction: Patient satisfaction in the neurosurgery polyclinic is influenced by waiting time (standard < 60 minutes) and nurse empathy. Long waiting times can lead to patient anxiety and dissatisfaction. This study aimed to examine the relationship between waiting time and nurse empathy and their impact on patient satisfaction. Methods: This was a quantitative study with a descriptive correlational design using a cross-sectional approach. The study involved 89 respondents selected through consecutive sampling. Data were collected using questionnaires and analyzed using bivariate analysis with the Fisher’s Exact Test. Results: Of the respondents, 19 (23.3%) experienced short waiting times and 70 (78.7%) experienced long waiting times. Regarding nurse empathy, 3 respondents (3.4%) perceived it as moderate and 86 (96.6%) as high. For patient satisfaction, 67 respondents (75.3%) reported moderate satisfaction, while 22 (24.7%) reported high satisfaction. Fisher’s Exact Test showed no significant relationship between waiting time and patient satisfaction (p = 0.382), nor between nurse empathy and patient satisfaction (p = 0.150). Discussion: Although waiting time did not significantly affect patient satisfaction, reducing waiting time remains important for improving efficiency and comfort. This can be achieved through improved service flow, more efficient doctor scheduling, and increased room and facility capacity.
Perbandingan Tingkat Kecemasan Covid-19 pada Mahasiswa D3 Keperawatan di Indonesia dan Timor Leste pada Masa Awal Pandemi Sihombing, Ferdinan; Soares , Deonisia de Fatima; Sakti , Bani; Santoso , Didik Agus; Hertini , Reni; Triyono , Heru Ginanjar
Jurnal Skolastik Keperawatan Vol 11 No 02 (2025): Juli-Desember
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Advent Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35974/jsk.v11i02.4270

Abstract

Latar Belakang: Pandemi Covid-19 berdampak signifikan terhadap kesehatan mental mahasiswa keperawatan yang sedang menempuh pendidikan sebagai calon tenaga kesehatan. Metode: Penelitian kuantitatif komparatif ini melibatkan 131 mahasiswa D3 Keperawatan, terdiri dari 63 mahasiswa STIKes Santo Borromeus Bandung (Indonesia) dan 68 mahasiswa Departamentu Enfermagen Geral, Universidade Dili (Timor Leste), yang dipilih dengan total sampling. Instrumen penelitian berupa skala kecemasan Covid-19 versi Indonesia (Cronbach’s Alpha = 0,868; 16 item) dan versi Timor Leste (Cronbach’s Alpha = 0,932; 16 item), keduanya valid dan reliabel. Data dikumpulkan secara daring melalui Google Form dan dianalisis dengan uji t-independen. Hasil: Rata-rata skor kecemasan mahasiswa Bandung adalah 4,35 (SD = 2,03), sedangkan mahasiswa Dili 5,96 (SD = 3,08). Uji t menunjukkan perbedaan signifikan (t = 3,492; p = 0,001). Diskusi: Perbedaan tingkat kecemasan kemungkinan dipengaruhi faktor akademik, dukungan institusional, serta kondisi sosial-ekonomi. Kesimpulan: Mahasiswa keperawatan Timor Leste mengalami tingkat kecemasan lebih tinggi dibanding mahasiswa Indonesia
Pengaruh Metode Kangaroo Mother Care Terhadap Percepatan Peningkatan Berat Badan Bayi Premature Ernawati; Khuzaima Khuzaima; Megawati Sibulo; Irawati Irawati; Najman Najman
Jurnal Skolastik Keperawatan Vol 11 No 02 (2025): Juli-Desember
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Advent Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35974/taqjrz77

Abstract

Pendahuluan: Bayi prematur berisiko tinggi mengalami gangguan pertumbuhan akibat ketidakmatangan organ, termasuk peningkatan berat badan yang lambat. Kangaroo Mother Care (KMC) merupakan intervensi nonfarmakologis yang dapat menstabilkan fungsi fisiologis dan mendukung peningkatan berat badan bayi prematur. Metode: Penelitian ini menggunakan desain eksperimen pretest–posttest tanpa kelompok kontrol. Populasi adalah seluruh bayi prematur yang dirawat di NICU RSUD Datu Pancaitana pada Juni–Agustus 2025. Sampel diambil dengan purposive sampling sebanyak 24 bayi prematur. Berat badan diukur sebelum dan sesudah intervensi KMC, kemudian dianalisis menggunakan uji paired t-test untuk menilai perbedaan berat badan. Hasil: Responden berjumlah 24 bayi, terdiri dari 14 (58,3%) perempuan dan 10 (41,7%) laki-laki. Berdasarkan kelompok usia, 16 (66,7%) berusia ≤2 bulan dan 8 (33,3%) berusia >2 bulan. Hasil uji paired t-test menunjukkan terdapat perbedaan berat badan yang bermakna antara sebelum dan sesudah KMC (p < 0,001). Diskusi: Temuan ini menunjukkan bahwa KMC berasosiasi dengan peningkatan berat badan pada bayi prematur. Efek ini diduga berkaitan dengan stabilitas fisiologis yang lebih baik, efisiensi penggunaan energi, serta peningkatan keberhasilan menyusui melalui kontak kulit-ke-kulit ibu dan bayi. KMC direkomendasikan untuk diintegrasikan dalam standar perawatan NICU guna meningkatkan luaran klinis dan menurunkan risiko morbiditas
Pengaruh Diabetes Melitus Gestasional Terhadap Sirkulasi Uteroplasenta fitria wulandari
Jurnal Skolastik Keperawatan Vol 12 No 01 (2026): Januari-Juni
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Advent Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35974/8ckm2y53

Abstract

Diabetes Melitus Gestasional (DMG) bukan semata gangguan metabolik, tetapi mencerminkan disfungsi vaskular progresif yang mengubah keseimbangan perfusi uteroplasenta. Melalui pendekatan Systematic Literature Review terhadap lima belas studi kuantitatif periode 2021–2025, penelitian ini mengidentifikasi pola perubahan hemodinamik dan molekuler yang khas pada kehamilan dengan DMG. Hasil sintesis menunjukkan peningkatan Pulsatility Index (PI) dan Resistive Index (RI) pada arteri uterina dan umbilikalis, penurunan Cerebroplacental Ratio (CPR), serta ketidakseimbangan faktor angiogenik yang melibatkan VEGF, PlGF, NO, dan Endothelin-1. Disfungsi endotel dan stres oksidatif terbukti berperan penting terhadap hipoperfusi plasenta dan risiko Fetal Growth Restriction (FGR). Kesimpulannya, DMG harus dipahami sebagai entitas vaskular yang bersifat potensial reversibel melalui kontrol glikemik dan modulasi endotel. Integrasi pemantauan Doppler dan biomarker vaskular berpotensi menjadi strategi presisi dalam pencegahan komplikasi obstetric.
PENGETAHUAN DAN TINGKAT KECEMASAN COVID-19 MAHASISWA KEPERAWATAN: STUDI KOMPARATIF BANDUNG DAN DILI AWAL PANDEMI Ferdinan Sihombing; Bani Sakti; Reni Hertini; Didik Agus Santoso; Linda Sari Barus; Deonisia de Fatima Soares
Jurnal Skolastik Keperawatan Vol 12 No 01 (2026): Januari-Juni
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Advent Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35974/wg225q86

Abstract

Latar Belakang: Pandemi COVID-19 telah memengaruhi kehidupan global, termasuk mahasiswa keperawatan yang berperan penting sebagai edukator kesehatan. Penelitian ini mengkaji hubungan antara pengetahuan dan kecemasan terkait COVID-19 pada mahasiswa di Bandung dan Dili, serta perbedaan antar lokasi. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif-komparatif dilakukan pada mahasiswa keperawatan di STIKes Santo Borromeus, Bandung, dan Universidade Dili, Dili. Data dikumpulkan melalui kuesioner daring, meliputi 16 item pengetahuan COVID-19 dan 10 item kecemasan berbasis Fear of COVID-19 Scale. Analisis mencakup uji t untuk membandingkan tingkat pengetahuan dan kecemasan, serta korelasi Pearson untuk menilai hubungan antar variabel. Hasil: Tidak terdapat perbedaan signifikan pada tingkat pengetahuan COVID-19 antara mahasiswa di Bandung (M=14,75, SD=0,99) dan Dili (M=14,40, SD=1,64; p=0,148). Namun, tingkat kecemasan di Dili (M=5,96, SD=3,08) signifikan lebih tinggi dibanding Bandung (M=4,35, SD=2,03; p=0,001). Analisis korelasi menunjukkan hubungan positif lemah hingga sedang antara pengetahuan dan kecemasan, tetapi tidak signifikan secara statistik (p>0,05). Simpulan: Mahasiswa di kedua lokasi memiliki tingkat pengetahuan yang serupa, namun kecemasan lebih tinggi di Dili, diduga akibat keterbatasan akses informasi dan sumber daya. Hasil ini menggarisbawahi pentingnya strategi komunikasi kesehatan yang adaptif untuk meningkatkan pengetahuan sekaligus mengurangi kecemasan.
PENGARUH PELATIHAN BHD TERHADAP PENGETAHUAN DAN KETERAMPULAN RESUSITASI JANTUNG PARU PADA MAHASISWA DI UKM OLAHRAGA UNIVERSITAS AWAL BROS Fitriany Suangga; Siska Natalia; Irmawaty Indryani
Jurnal Skolastik Keperawatan Vol 12 No 01 (2026): Januari-Juni
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Advent Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35974/cq5fpm80

Abstract

Henti jantung mendadak dapat terjadi di mana saja dan siapa saja termasuk pada mahasiswa yang aktif berolahraga dan memerlukan pertolongan cepat melalui Bantuan Hidup Dasar (BHD) dan Resusitasi Jantung Paru (RJP) untuk meningkatkan kelangsungan hidup. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pelatihan BHD terhadap pengetahuan dan keterampilan RJP pada Anggota di Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Olahraga Universitas Awal Bros Batam. Desain yang digunakan adalah pra-eksperimen one group pretest-posttest dengan total sampling sebanyak 40 responden. Instrumen meliputi kuesioner pengetahuan dan lembar observasi keterampilan RJP. Data dikumpulkan sebelum dan setelah pelatihan, lalu dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test.  Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pada kedua variabel skor pengetahuan naik dari 11,53 menjadi 14,10 (p < 0,001) dan skor keterampilan dari 11,55 menjadi 80,18 (p < 0,001), dengan demikian dapat disimpulkan terdapat pengaruh pelatihan Bantuan Hidup Dasar terhadap tingkat Pengetahuan dan Keterampilan melakukan Resusitasi Jantung Paru. pelatihan BHD efektif meningkatkan pengetahuan dan keterampilan RJP mahasiswa. Disarankan agar kampus dan UKM Olahraga menyelenggarakan pelatihan secara rutin, memanfaatkan manekin untuk latihan mandiri, serta peneliti berikutnya meneliti retensi keterampilan jangka panjang dan membandingkan metode pelatihan berbeda untuk hasil lebih komprehensif.
Pengaruh Edukasi Kegawatdaruratan Jantung terhadap Tekanan Darah dan Kesiapsiagaan Jantung pada Usia Produktif Muhammad Ifadh Arifqy Jayusman; Vidya Urbaningrum; Suanda Saputra; Anas Kiki Anugrah; luh Ade Lela Arika
Jurnal Skolastik Keperawatan Vol 11 No 02 (2025): Juli-Desember
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Advent Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35974/sgrfd391

Abstract

Pendahuluan: Penyakit kardiovaskular dan hipertensi merupakan penyebab utama morbiditas dan mortalitas pada usia produktif. Rendahnya kesiapsiagaan masyarakat dalam mengenali dan menangani kegawatdaruratan jantung meningkatkan risiko komplikasi. Edukasi kegawatdaruratan jantung menjadi salah satu strategi promotif–preventif yang berpotensi meningkatkan kesiapsiagaan jantung serta membantu pengendalian tekanan darah. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh edukasi kegawatdaruratan jantung terhadap tekanan darah dan kesiapsiagaan jantung pada usia produktif. Tujuan:Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh edukasi kegawatdaruratan jantung terhadap tekanan darah dan kesiapsiagaan jantung pada usia produktif. Metode: Penelitian menggunakan desain kuasi-eksperimen dengan pendekatan one group pretest–posttest yang dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Suka Indah. Sebanyak 40 responden usia produktif dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Intervensi berupa edukasi kegawatdaruratan jantung diberikan secara terstruktur. Pengukuran tekanan darah dan tingkat kesiapsiagaan jantung dilakukan sebelum dan sesudah intervensi, dengan analisis data menggunakan uji Wilcoxon. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden berusia 40–50 tahun dan didominasi oleh perempuan. Sebelum intervensi, sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan kardiovaskular yang rendah. Setelah edukasi, terjadi peningkatan pengetahuan yang signifikan, ditandai dengan meningkatnya responden berpengetahuan baik dan tidak ditemukannya lagi responden dengan pengetahuan rendah. Kesimpulan:Disimpulkan bahwa edukasi kegawatdaruratan jantung berpengaruh terhadap peningkatan kesiapsiagaan jantung serta berkontribusi dalam pengendalian tekanan darah pada usia produktif.
Hubungan Dukungan Sosial Dengan Caregiver Burden Pada Orang Tua Yang Merawat Anak Dengan Tunagrahita Di SLBN 4 Jakarta Utara Nita Ristya Arum Rasmi
Jurnal Skolastik Keperawatan Vol 12 No 01 (2026): Januari-Juni
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Advent Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35974/e9ke2d02

Abstract

Tunagrahita merupakan kondisi disabilitas intelektual yang menuntut perawatan dan pengasuhan jangka panjang, sehingga berpotensi menimbulkan caregiver burden pada orang tua sebagai pengasuh utama. Salah satu faktor yang diduga berperan dalam menekan beban pengasuhan tersebut adalah dukungan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara dukungan sosial dengan caregiver burden pada orang tua yang merawat anak dengan tunagrahita di SLBN 4 Jakarta Utara. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 73 orang tua yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Dukungan sosial diukur menggunakan Multidimensional Scale of Perceived Social Support (MSPSS), sedangkan caregiver burden diukur menggunakan Zarit Burden Interview (ZBI). Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Fisher’s Exact Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat dukungan sosial sedang hingga tinggi dan caregiver burden pada kategori ringan hingga sedang. Hasil analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara dukungan sosial dengan caregiver burden (p-value = 0,004). Orang tua dengan dukungan sosial yang lebih tinggi cenderung memiliki caregiver burden yang lebih rendah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa dukungan sosial berperan sebagai faktor protektif dalam menurunkan caregiver burden pada orang tua yang merawat anak dengan tunagrahita.
Pengaruh Pelatihan dan Kartu Kwartet Terhadap Pengetahuan First Aid Siswa SMA di Batam Siska Natalia; Bayu Hanggara; Fitriany Suangga
Jurnal Skolastik Keperawatan Vol 12 No 01 (2026): Januari-Juni
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Advent Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35974/v055d703

Abstract

Latar Belakang: Ketidaktahuan masyarakat, termasuk remaja, dalam memberikan pertolongan pertama pada kecelakaan sering kali menyebabkan cedera ringan menjadi fatal atau bahkan berujung pada kematian sebelum bantuan medis tiba. Fenomena ini juga ditemukan pada siswa di SMAN 10 Batam, di mana sebagian besar siswa belum pernah mendapatkan pelatihan pertolongan pertama formal dan memiliki tingkat pengetahuan yang rendah mengenai first aid. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemberian pelatihan yang dikombinasikan dengan media permainan kartu kwartet terhadap peningkatan pengetahuan siswa. Metode: Menggunakan desain pre-experimental one group pretest-posttest, penelitian ini melibatkan 25 responden siswa kelas X yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Hasil: Sebelum diberikan intervensi, skor pengetahuan siswa berada pada nilai median 9,00 dengan kategori pengetahuan yang mayoritas kurang. Setelah diberikan pelatihan dan intervensi media kartu kwartet, hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan pada nilai median pengetahuan menjadi 13,00. Analisis statistik menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test menghasilkan nilai p-value < 0,001 (p < 0,05), yang membuktikan adanya pengaruh nyata dari pelatihan dan penggunaan media kartu kwartet terhadap peningkatan pemahaman siswa. Diskusi: penggunaan media edukatif yang interaktif dan menyenangkan seperti kartu kwartet terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan first aid pada siswa. Disarankan agar metode pembelajaran inovatif ini dapat diterapkan secara rutin di lingkungan sekolah untuk membangun kesiapsiagaan siswa dalam menghadapi situasi darurat medis.
The Level of Implementation of Expanded Program of Immunization Jonathan Hamonangan Tobing
Jurnal Skolastik Keperawatan Vol 11 No 02 (2025): Juli-Desember
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Advent Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35974/1023f226

Abstract

Background: This study examined gaps in routine childhood immunization by assessing the level of Expanded Program on Immunization (EPI) implementation in two purposively selected community health centers in West Bandung. Method: Secondary data from immunization registers (medical records) were collected, producing a sample of 334 records. A descriptive quantitative design was used with frequency/percentage summaries and an independent-samples t-test for between-center comparison. Results: show that Community Health Center (CHC) A had partial implementation for several antigens and boosters (for example lower Hepatitis B and measles-booster coverage), whereas Community Health Center (CHC) B achieved predominantly moderate implementation levels (notably higher HB and measles coverage and booster uptake). The difference in overall implementation between centers was statistically significant (t = 24.87, p < 0.001). Conclusions: implementation quality varies markedly between CHCs and lower caregiver education and later booster rollout likely explain poorer performance in CHC A. Recommendation to prioritize targeted caregiver education, active follow-up/home visits for missed children, and strengthened monitoring and booster program rollout to improve EPI completeness and reduce vaccine-preventable disease risk.